Sabtu, Oktober 10, 2026
Beranda blog Halaman 231

Pasar Otomotif Nasional Diprediksi Sampai 800 Ribu Unit, Mitsubishi Andalkan Destinator untuk Capai Target Internal

0

Penjualan Mitsubishi per Oktober 2025 hampir sesuai target, didorong kontribusi signifikan Destinator. SPK Mitsubishi Destinator capai 13.000 unit.

OLX News – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan bahwa kinerja penjualan mereka hingga Oktober 2025 berjalan hampir sesuai dengan target yang ditetapkan pada awal tahun, tanpa perlu melakukan revisi signifikan. 

Optimisme ini didukung oleh kontribusi besar dari model SUV terbaru mereka, Mitsubishi Destinator, yang berhasil menopang volume penjualan di tengah fluktuasi pasar.

BACA JUGA: Mitsubishi Motors 55 Tahun di Indonesia: Menguatkan Komitmen sebagai Mitra Andal Setiap Perjalanan Keluarga

Secara nasional, pasar otomotif domestik diestimasi akan menembus angka penjualan di atas 800.000 unit hingga akhir tahun 2025. Angka tersebut sedikit di bawah prediksi paling optimis, namun tetap menunjukkan ketahanan pasar.

Meskipun segmen Small MPV yang selama ini diisi oleh model seperti Xpander menunjukkan volume sedikit di bawah ekspektasi, kehadiran Destinator berhasil menutup celah tersebut.

Model baru ini memberikan sumbangan penjualan yang masif, sehingga target total MMKSI untuk tahun ini hampir pasti akan tercapai.

Detail mengenai performa Destinator menunjukkan respons pasar yang luar biasa. Hingga saat ini, Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Destinator telah mencapai hampir 13.000 unit.

BACA JUGA: Mitsubishi Destinator Dapat Lima Bintang Uji Tabrak ASEAN NCAP 2025

“Retail sales Destinator bulan kemarin (Oktober) sekitar 6.300 unit. Kami menargetkan hingga akhir November ini bisa mencapai 7.000 unit retail sales,” ungkap Yoshio Igarashi, Director of Sales & Marketing Division PT. MMKSI dalam sesi wawancara di booth Mitsubishi Motors GJAW 2025, Senin (24/11/2025).

Yoshio Igarashi menambahkan bahwa tingginya minat konsumen juga tercermin dari panjangnya daftar inden. Dari total 13.000 SPK yang terkumpul, MMKSI menargetkan sekitar 9.000 unit Destinator dapat didistribusikan kepada konsumen hingga akhir Desember 2025.

GWM ORA 03 Resmi Diproduksi Lokal oleh Inchcape Indonesia

OLX News – Inchcape GWM Indonesia hari ini secara resmi memulai Produksi Lokal ORA 03 di fasilitas manufaktur Inchcape. Langkah strategis ini bukan hanya sekadar perakitan, tetapi penanda komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan industri otomotif serta mempercepat adopsi Mobil Listrik GWM ORA 03 di Indonesia.

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Inchcape, GWM, dan Pemerintah Indonesia, yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem kendaraan listrik global. Dengan dimulainya Produksi Lokal ORA 03, pasar EV Indonesia kini memiliki amunisi baru yang menggabungkan standar global dan nilai lokal.

Mobil Listrik ORA 03: TKDN di Atas 40%, Bukti Komitmen Jangka Panjang Inchcape GWM Indonesia

Komitmen Inchcape terhadap pasar nasional ini ditegaskan oleh Phil Jenkins, CEO APAC, Inchcape. Menurutnya, Indonesia adalah pilar utama strategi Inchcape di Asia Pasifik, dengan skala, kapabilitas, dan ambisi yang luar biasa. Ia menekankan peran Inchcape adalah memastikan produk kelas dunia, layanan tanpa hambatan, dan konektivitas bagi konsumen Indonesia.

Senada dengan itu, Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia, mengatakan bahwa produksi lokal perdana Mobil Listrik ORA 03 ini adalah bukti nyata komitmen mereka dalam mendukung transformasi industri otomotif nasional. “Kami percaya tonggak ini akan mempercepat adopsi kendaraan listrik dan memberikan nilai berkelanjutan bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Salah satu poin paling penting yang menegaskan komitmen lokalisasi adalah pencapaian Mobil Listrik ORA 03 yang telah mencapai TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) lebih dari 40%. Angka ini menunjukkan keseriusan GWM dalam memperkuat rantai pasok nasional dan sejalan dengan agenda lokalisasi pemerintah.

Standar Perakitan Kelas Dunia

mobil-listrik-ora-03-tkdn-40-persen

Jangan khawatir soal kualitas! Meskipun dirakit lokal, proses perakitan ORA 03 dilakukan sesuai standar global GWM. Ingbert Grombach, CEO Assembly Inchcape Indonesia, menjamin bahwa fasilitas perakitan dirancang untuk memenuhi tolok ukur keselamatan dan performa internasional yang ditetapkan GWM. Fasilitas ini juga dilengkapi teknologi pengujian kualitas canggih untuk memastikan setiap unit memenuhi standar tersebut.

Fitur Unggulan yang Memanjakan Konsumen

Sebagai kendaraan listrik yang Stylish, Smart, dan Superior, Mobil Listrik ORA 03 menawarkan fitur-fitur unggulan yang menjadikannya pilihan terbaik di kelasnya. Desainnya yang khas dengan nuansa retro-futuristik dipadukan dengan kenyamanan premium:

  • Interior Premium: Kabin ORA 03 menggunakan material soft touch dan hadir dalam tiga pilihan warna: Green dengan Grey, Beige dengan Brown, dan Black Interior.

  • Gaya dan Kepraktisan: Mobil ini dilengkapi velg alloy 18 inci untuk tampilan sporty , Panoramic sunroof yang memberikan pengalaman kabin lapang , serta fitur praktis seperti mode e-Pedal untuk berkendara yang halus dan efisien , dan Power Back Door untuk akses bagasi yang mudah.

Dengan harga Rp369.000.000 (OTR Jakarta), Mobil Listrik ORA 03 dari Inchcape GWM Indonesia kini menjadi pilihan ideal bagi konsumen yang mencari EV dengan desain menawan, teknologi pintar, dan kenyamanan premium. Produksi Lokal ORA 03 bukan hanya berita baik bagi GWM, tetapi juga tonggak penting bagi masa depan EV Indonesia.


Ungkap Identitas X di GJAW 2025, Chery Perkenalkan T1TP Concept, SUV Bisa Jadi Pick-Up

Chery T1TP Concept, SUV yang bisa diubah jadi mobil pikap kabin ganda, tampil di GJAW 2025. Diperkirakan dibanderol Rp 800 jutaan.

OLX News – Pabrikan otomotif Tiongkok, Chery seolah tak pernah kehabisan nafas untuk terus menghadirkan inovasi kendaraan roda empat di pasar Indonesia.

Di ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Chery pada hari ini, Senin (24/11/2025) memperkenalkan sebuah konsep SUV yang sangat inovatif, dikenal dengan nama T1TP Concept.

BACA JUGA: Chery J6T Launching di GJAW 2025: SUV Listrik Offroad Flagship dengan Garansi Seumur Hidup!

Uniknya mobil konsep dari Chery ini menawarkan solusi anti-mainstream dengan kemampuan unik menggabungkan kenyamanan SUV keluarga dengan utilitas mobil pick-up double cabin.

Sebelumnya, T1TP Concept sudah melakukan debut dunianya di Tiongkok pada Oktober 2025 lalu, dan Indonesia menjadi negara pertama di luar itu yang memperkenalkannya melalui ajang GJAW 2025.

Chery T1TP Concept Diperlihatkan di GJAW 2025

Hal ini mempertegas keseriusan Chery dalam merespons kebutuhan pasar global dan juga market Indonesia akan kendaraan yang serba bisa.

Head of Brand & Marketing Chery Sales Indonesia (CSI), Rifkie Setiawan, mengonfirmasi status konsep mobil ini dan memberikan perkiraan harga yang cukup fantastis untuk pasar Indonesia.

“Jadi ini adalah konsep, dan untuk kisarannya di atas Rp800 juta,” kata Rifkie di sela pembukaan selubung Chery T1TP Concept saat ditemui di lokasi pameran, Senin (24/11/2025).

Perkiraan harga itu menempatkan T1TP ada di segmen yang cukup premium, bersaing langsung dengan pick-up kabin ganda teratas atau SUV kelas menengah yang ada di pasar.

Perpaduan SUV dan Pick-Up dalam Satu Bodi

Chery T1TP Concept Diperlihatkan di GJAW 2025

Inovasi yang dibawa T1TP terletak pada desainnya yang revolusioner. Melalui riset mendalam, Chery menemukan adanya keinginan konsumen yang besar untuk memiliki efisiensi dan kenyamanan SUV untuk aktivitas sehari-hari, namun tanpa mengorbankan fleksibilitas bak terbuka khas pikap untuk kebutuhan lifestyle atau pekerjaan akhir pekan.

Solusi dari Chery adalah kanopi belakang yang dapat dilepas secara manual. Proses perubahan fungsi dan penampilan kendaraan dari SUV boxy tujuh penumpang menjadi pick-up kabin ganda tersebut bisa dilakukan dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan peralatan khusus yang telah disediakan.

BACA JUGA: Chery J6 Raih 5.555 Unit Penjualan, Hadirkan Varian J6T dengan Performa Lebih Bertenaga

Konsep ini menghilangkan keharusan memiliki dua mobil berbeda untuk kebutuhan yang kontradiktif.

Secara dimensi, T1TP Concept hadir dengan ukuran yang cukup besar, mencerminkan kelasnya sebagai SUV tujuh penumpang. Mobil ini memiliki panjang keseluruhan 4.900 mm dan jarak antar sumbu roda (wheelbase) 2.800 mm. Untuk menunjang kapabilitas multi-terrain, T1TP juga dilengkapi ground clearance yang cukup tinggi, mencapai 220 mm.

Bermodalkan Mesin Super Hybrid

Dari sektor performa, T1TP dijelaskan akan menggunakan jantung pacu Chery Super Hybrid (CSH) atau Super Hybrid System. Teknologi ini sama dengan model PHEV lainnya yang sudah lebih dulu dijual CHery di Indonesia.

T1TP Concept diklaim mampu mencapai putaran tinggi, hingga 24.000 rpm. Angka ini mengindikasikan bahwa T1TP tidak hanya fokus pada utilitas, tetapi juga pada performa responsif, sebuah tren yang semakin umum di segmen kendaraan elektrifikasi.

Budi Darmawan selaku Direktur Pemasaran CSI, meminta masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal pasti peluncuran versi produksi massal dari model baru ini.

“Untuk kapannya, akan kami info lebih lanjut. Ingat, Chery suka memberikan kejutan,” kata Budi sebelum menghitung mundur prosesi pembukaan tirai yang menyembunyikan T1TP Concept.

Meski demikian, disebutkan Budi bahwa proses produksi massal dan rencana penjualannya secara global, termasuk Indonesia diproyeksi berlangsung pada periode akhir 2026 atau awal 2027. (Z)

Polytron FOX 350, Motor Listrik Penerus FOX R

0

Ditengah tren kendaraan ramah lingkungan, Polytron memperkenalkan Polytron FOX 350 sebagai pilihan motor listrik yang modern dan efisien.

OLX News – Kendaraan ini menonjol karena desain ergonomisnya serta fitur unggulan yang dirancang khusus untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan.

Dengan kecepatan maksimal hingga 95 km/jam dan jarak tempuh hingga 130 km dalam satu pengisian, Polytron FOX 350 hadir sebagai solusi mobilitas urban yang kompetitif.

1. Desain

Polytron FOX 350 dirancang dengan filosofi Modern Warrior yang mengutamakan penampilan, fungsionalitas, efisiensi finansial, dan jiwa petualang modern.

Bentuk motor didesain ergonomis untuk mobilitas urban menjadikannya relatif kompak namun stabil. Roda berukuran 13 inci dipilih agar manuver di jalan perkotaan lebih lincah dan mudah.

Dek tengah (deck) dibuat luas dan nyaman, sering disebut comfy deck agar posisi kaki pengendara lebih fleksibel dan stabil saat berkendara harian.

Lampu depan motor sudah pakai proyektor LED dengan DRL (Daytime Running Light) untuk visibilitas yang baik, terutama di pagi atau malam hari.

2. Performa dan Tenaga

Pada sisi performa, Polytron FOX 350 dibekali motor listrik dengan daya nominal 3.000 Watt, tetapi mencapai daya puncak (optimum power) hingga 6.409 Watt, sehingga mampu memberikan akselerasi yang cukup agresif saat dibutuhkan.

Torsi maksimum motor ini adalah 187 Nm, yang sangat membantu saat start dari diam atau saat menanjak. Kecepatan maksimal yang bisa dicapai FOX 350 adalah 95 km/jam, yang cukup ideal untuk penggunaan dalam kota.

Selain itu, motor ini mampu melaju di tanjakan dengan kemiringan hingga 17 derajat, menjadikannya cukup handal meski di jalan menantang.

3. Baterai dan Sistem Pengisian

Sumber tenaga Polytron FOX 350 berasal dari baterai LiFePO4 berkapasitas 3,75 kWh (konfigurasi 72V, 52Ah). Pengisian baterai dilakukan melalui charger dengan daya input 800 Watt.

Untuk mengisi dari kosong ke penuh membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam. Keamanan baterai juga jadi prioritas, baik baterai maupun motor telah mendapatkan sertifikasi IP67, artinya tahan terhadap debu dan paparan air tertentu.

Menariknya, Polytron menyediakan fasilitas fast charging di beberapa showroom, hanya dalam 10 menit pengisian, kamu bisa mendapatkan tambahan jarak tempuh sekitar 20 km

4. Jarak Tempuh dan Efisiensi

Dengan spesifikasi baterai dan sistem pengisian seperti di atas, Polytron FOX 350 diklaim bisa menempuh hingga 130 km dalam satu kali pengisian penuh.

Klaim ini berdasarkan skenario berkendara di kecepatan rata-rata sekitar 40 km/jam. Untuk menjaga efisiensi energi, motor ini memakai sistem regenerative braking dua level.

Level rendah menyala saat throttle dilepas dan motor masih bergerak, sedangkan level tinggi aktif ketika throttle dilepas dan rem ditekan ringan, sehingga sebagian energi kinetik bisa dipulihkan menjadi listrik dan disimpan kembali di baterai.

sumber: kompas

5. Fitur Keselamatan dan Kenyamanan

Polytron FOX 350 dilengkapi dengan fitur Hill Start Assist (HSA) yang membantu menjaga motor tetap diam saat berhenti di tanjakan.

Sistem ini bekerja ketika rem ditekan selama sekitar tiga detik, kemudian rem akan mengunci otomatis dan mencegah motor mundur saat gas mulai diputar kembali.

Selain itu, ada cruise control yang memungkinkan pengendara mempertahankan kecepatan konstan tanpa terus memutar throttle. Fitur ini aktif di rentang kecepatan 5–80 km/jam dan akan mati otomatis jika rem ditekan atau gas diputar ulang.

6. Teknologi Konektivitas dan Smart Key

Salah satu keunggulan Polytron FOX 350 terletak pada sistem pengoperasian yang modern, seperti Smart Start dan Passive Keyless Technology, di mana motor dapat mendeteksi kunci dalam radius sekitar satu meter, sehingga pengendara cukup mendekat dan menekan tombol start tanpa harus mencari kunci di tas.

Untuk kenyamanan lebih, pengendara bisa mengontrol motor melalui aplikasi Polytron EV di ponsel. Aplikasi ini memungkinkan membuka dan mengunci motor, memantau status baterai, melihat lokasi titik isi daya, bahkan melacak posisi motor secara real-time.

7. Skema Kepemilikan dan Harga

Polytron menawarkan dua skema kepemilikan untuk FOX 350 agar lebih fleksibel bagi konsumen. Skema pertama adalah Battery Subscription (sewa baterai), di mana konsumen membayar sekitar Rp 200.000 per bulan untuk sewa baterai.

Harga motor dengan skema ini adalah Rp 22,5 juta, tetapi setelah subsidi sebesar Rp 7 juta, harga OTR (Jadetabek) menjadi Rp 15,5 juta.

Skema kedua adalah Buy-to-Own (beli baterai sekaligus). Dalam paket ini, baterai (72V 52Ah) ditawarkan bersama motor. Harga bundling awal adalah Rp 34,5 juta, namun dengan subsidi sebesar Rp 7 juta dari Polytron, harga akhirnya menjadi Rp 27,5 juta.

Itulah beberapa spesifikasi dari Polytron FOX 350 sebagai penerus motor listrik Polytron Fox R yang telah mengaspal.

Baru Meluncur, Inilah Keunggulan Polytron FOX 200

0

Polytron memperkenalkan Polytron FOX 200 sebagai motor listrik entry-level yang modern dan ramah anggaran, dan menarik perhatian banyak orang.

OLX News – Motor ini digolongkan motor pintar karena kombinasi fitur smart serta harga terjangkau. Sebagai varian paling ekonomis di jajaran EV Polytron.

Polytron FOX 200 dirancang untuk mobilitas harian, terutama bagi perempuan aktif yang butuh kendaraan ringan, efisien, dan praktis.

1. Desain dan Karakter Khusus Pengguna

Polytron FOX 200 bukan sekadar motor listrik murah, pabrikan menekankan bahwa model ini dibuat khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan perempuan aktif.

Menurut Polytron, dimensi FOX 200 sangat kompak, dengan panjang 1.800 mm, lebar 705 mm, dan tinggi 1.145 mm, sehingga mudah bermanuver di jalan sempit maupun padat.

Motor ini juga punya bagasi seluas 13 liter, yang cukup besar untuk ukuran motor ringkas dan sangat berguna untuk menyimpan barang belanjaan, tas, atau helm.

Desain ringkas ini diperkuat dengan velg 12 inci di depan dan 10 inci di belakang, yang membuat kestabilan manuver tetap terjaga sekaligus memberikan kesan ringan dan gesit.

Selain itu, Polytron menghadirkan warna-warna feminin dan stylish untuk FOX 200, seperti Milky White, Lunara Grey, dan Velora Black, memperkuat kesan bahwa motor ini memang ditujukan untuk perempuan yang menginginkan kendaraan fungsional sekaligus ekspresif.

2. Performa dan Daya Tempuh

Dari segi performa, Polytron FOX 200 dipersenjatai dengan motor listrik berdaya 1.500 watt serta torsi puncak hingga 153 Nm, yang cukup kuat untuk penggunaan harian di jalan dalam kota.

Kecepatan maksimumnya berada di kisaran 70 km/jam, sesuai untuk rute harian yang tidak menuntut kecepatan tinggi.

Salah satu poin unggulan adalah jarak tempuh, dalam sekali pengisian penuh (dalam 4–5 jam), Polytron FOX 200 dapat menempuh sekitar 85 km.

Baterainya menggunakan jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas 1,94 kWh, yang cukup hemat dan cocok untuk kebutuhan mobilitas harian.

3. Sistem Pengisian dan Efisiensi Biaya

Pengisian baterai Polytron FOX 200 relatif cepat dan hemat. Untuk mengisi dari kosong hingga penuh, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 4 hingga 5 jam dengan daya charger sekitar 420–450 watt.

Karena daya pengisian yang rendah, pengguna dengan listrik rumah tangga standar dapat melakukan pengisian tanpa membebani kapasitas daya secara berlebihan.

Dari segi biaya operasi, Polytron mengklaim bahwa pengisian penuh baterai FOX 200 bisa menelan biaya sekitar Rp 3.000-an, jauh lebih murah daripada mengisi bensin di kendaraan konvensional.

sumber: polytron EV

4. Fitur Keamanan dan Kenyamanan Cerdas

Salah satu fitur paling menonjol di Polytron FOX 200 adalah Fox Alert Smart Turn Assist. Fitur ini memberikan peringatan suara ketika lampu sein menyala tetapi arah belok pengendara tidak sesuai, atau ketika lampu sein dibiarkan menyala lebih dari 5 detik tanpa belok.

Fitur ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran pengguna terhadap sinyal lalu lintas dan menjaga keamanan, terutama di area padat.

Motor ini juga memiliki Cruise Control, yang bisa diaktifkan mulai dari kecepatan rendah, sehingga pengendara dapat menjaga kecepatan tetap konstan tanpa harus terus menarik gas.

Dengan cruise control, berkendara menjadi lebih santai terutama pada jalan lurus, sekaligus membantu menghemat daya baterai.

Untuk sistem pengereman, Polytron menyematkan cakram (disc brake) di roda depan dan belakang serta suspensi dual shock, yang memberikan kestabilan dan kenyamanan saat berkendara di berbagai kondisi jalan.

Lampu motor juga sudah menggunakan lampu proyektor LED dengan DRL (Daytime Running Light) agar visibilitas tetap optimal, terutama malam hari atau saat kondisi penerangan rendah.

5. Smart Key dan Konektivitas

Salah satu nilai tambah Polytron FOX 200 adalah sistem Smart Key, yang memudahkan pengendara untuk mengakses motor tanpa kunci fisik, hanya dengan mendekatkan kunci pintar.

Selain itu, motor ini terhubung dengan aplikasi Polytron EV di ponsel pintar. Lewat aplikasi tersebut, pengguna bisa memonitor status baterai, melihat lokasi motor, dan bahkan mengakses fitur keamanan tambahan.

Aplikasi dan sistem ini memperkuat kesan bahwa Polytron Fox 200 bukan sekadar motor listrik murah, tetapi juga kendaraan pintar yang bisa diintegrasikan dengan gaya hidup modern.

6. Harga dan Kepemilikan

Salah satu aspek paling menarik dari Polytron FOX 200 adalah harga yang sangat kompetitif. Untuk skema sewa baterai (battery subscription), Polytron menetapkan biaya Rp 125 ribu per bulan dengan subsidi harga motor hingga Rp 7 juta, sehingga harga OTR di Jakarta menjadi Rp 11,5 juta.

Opsi kedua adalah membeli motor sekaligus baterai, yaitu skema buy-to-own dengan harga sekitar Rp 20,5 juta di Jakarta, termasuk garansi baterai 3 tahun.

Dalam skema sewa baterai, Polytron memberikan garansi baterai seumur hidup selama masa langganan berlangsung, yang sangat menguntungkan bagi pengguna yang ingin menghindari biaya penggantian.

Garansi kendaraan, komponen elektrik, dan ECU juga diberikan selama satu tahun untuk semua skema pembelian.

Itulah beberapa keunggulan yang bisa kamu dapatkan dari Polytron Fox 200, yang cocok untuk digunakan bagi kaum hawa.

Kenapa Keyless Bisa Error? Ini Penyebab dan Solusinya!

Sistem smart key atau keyless sangat praktis karena memungkinkan pengendara menghidupkan motor atau mobil hanya dengan membawa remote. Ini penyebab keyless error.

OLX News – Namun, teknologi ini tidak sepenuhnya kebal terhadap kegagalan, banyak pengguna mengalami keyless yang error yang membuat mesin tidak merespons meskipun remote terlihat baik-baik saja.

Lantas apa penyebab dan solusi dari sistem keyless yang error, dilansri dari beberapa sumber berikut, beberapa faktor yang mempengaruhinya:

1. Interferensi Sinyal sebagai Penyebab Utama

Salah satu penyebab paling umum mengapa keyless bisa error adalah gangguan sinyal atau interferensi frekuensi. Remote keyless bekerja dengan mengirimkan gelombang radio ke modul penerima di kendaraan.

Jika ada frekuensi lain yang kuat di sekitar, sinyal dari remote bisa “tertabrak” atau terblokir. Area dengan banyak perangkat elektronik seperti WiFi, menara BTS, atau pemancar elektromagnetik berisiko tinggi membatasi jangkauan kerja keyless.

Bahkan keyless pada kendaraan cenderung lebih rentan eror di lokasi terbuka dan terpapar gelombang elektromagnetik besar, misalnya dekat tower pemancar.

Interferensi ini membuat modul penerima tidak selalu dapat mendeteksi sinyal remote, padahal remote masih aktif dan tombol ditekan.

Kondisi ini seringkali menipu pengguna karena tampaknya keyless rusak, padahal masalahnya adalah lingkungan sinyal di sekitar kendaraan.

2. Jarak Remote yang Tidak Sesuai

Selain gangguan frekuensi, jarak antara remote dan kendaraan juga bisa menjadi penyebab keyless error. Sistem keyless biasanya hanya bekerja dalam jarak tertentu, sekitar 1 sampai 2 meter dari modul penerima.

Jika remote terlalu jauh, modul tidak bisa menerima sinyal secara stabil, sehingga perintah dari remote gagal diterima.

Jika remote diletakkan di dalam tas atau di saku jauh dari motor/mobil, maka kemampuan jangkauannya bisa menurun, meningkatkan risiko remote tidak terdeteksi oleh sistem keyless.

3. Baterai Remote Lemah atau Hilang

Penyebab klasik lain mengapa keyless bisa error adalah baterai remote yang sudah lemah. Jika daya baterai menurun, sinyal yang dikirim dari remote menjadi lemah dan tidak konsisten sehingga modul penerima sulit untuk menangkap perintah dengan benar.

Disarankan agarkamu rutin mengganti baterai remote sesuai spesifikasi agar sistem keyless tetap bekerja optimal.

Selain itu, jika remote dibiarkan terlalu lama tanpa digunakan, baterai bisa habis dan menyebabkan error mendadak ketika digunakan.

4. Kotoran, Debu, atau Kerusakan Fisik pada Remote

Tidak hanya masalah sinyal dan baterai, keyless juga bisa error karena faktor fisik seperti kotoran di tombol remote.

Menurut RCTI+, penumpukan debu atau kotoran di bagian tombol dapat mengganggu kontak tekan antar bagian elektronik di dalam remote, sehingga perintah tombol tidak diteruskan dengan sempurna ke sistem.

Selain itu, kerusakan internal pada modul smart key (misalnya karena guncangan, kelembapan, atau pemakaian lama) juga bisa menyebabkan keyless tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

sumber: olx

5. Pengaruh Gelombang Elektromagnetik Besar

Teknologi keyless sangat bergantung pada sinyal radio frekuensi rendah. Namun jika berada di lingkungan dengan pemancar elektromagnetik besar, seperti tower BTS, transmisi listrik, atau stasiun pemancar radio, gelombang tersebut bisa menekan atau membelokkan sinyal remote.

Meski keyless menawarkan kenyamanan tinggi, sisi rentanannya adalah sistem sinyal yang bisa terganggu oleh gelombang kuat di sekitar kendaraan.

Dalam kondisi ini, sistem keyless bisa “salah paham” dan menganggap remote tidak ada meskipun remote dalam jangkauan fisik.

6. Cara Mengatasi Keyless yang Error

Setelah memahami penyebab mengapa keyless bisa error, berikut beberapa langkah praktis untuk mengatasinya:

Periksa jarak remote: Pastikan remote berada dalam jangkauan sesuai spesifikasi, tidak terlalu jauh dari kendaraan.

Ganti baterai remote:Jika sinyal remote lemah, ganti baterai dengan tipe yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Pindahkan kendaraan:Jika berada di lokasi dengan banyak gangguan sinyal, seperti dekat tower atau router WiFi, pindahkan kendaraan ke area yang lebih terbuka.

Bersihkan remote:  Pastikan tidak ada kotoran atau debu di tombol remote. Gunakan kain lembut dan kering untuk membersihkan permukaan.

Gunakan kunci cadangan: Jika sistem keyless gagal, dan kendaraan masih menyediakan kunci mekanik cadangan, gunakan kunci tersebut untuk menghidupkan mesin.

Reset atau sinkronisasi ulang remote:Bila remote tidak lagi sinkron dengan motor/mobil, lakukan reset sistem atau sinkron ulang melalui prosedur yang direkomendasikan.

Hindari area pemancar besar: Bila memungkinkan, hindari parkir di tempat dekat tower BTS atau pemancar sinyal elektromagnetik tinggi saat meninggalkan kendaraan untuk waktu lama.

Sebagai kesimpulan, keyless memang memberi kemudahan ekstra dalam berkendara, tetapi tidak lepas dari risiko error. Penyebab utama keyless bisa error meliputi interferensi sinyal dari lingkungan, jarak remote yang terlalu jauh, baterai remote lemah, dan gangguan elektromagnetik yang besar.

Dengan memahami penyebab-punca tersebut dan menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menjaga jarak remote, mengganti baterai secara berkala, dan memperhatikan lokasi parkir, pemilik kendaraan bisa meminimalkan kejadian keyless error yang mengganggu.

Wuling Eksion Sekarang Terdaftar di Indonesia

Wuling mendaftarkan Wuling Eksion di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), diperkirakan menjadi model SUV crossover baru berbasis Starlight.

OLX News –Diperkirakan Wuling Eksion akan hadir dalam konfigurasi 5-seater dan menjadi varian di bawah Almaz Darion. Dimensi mobil prediksi sekitar panjang 4.745 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.685 mm, dengan wheelbase 2.800 mm.

Varian listrik (EV) diklaim punya tenaga 201 hp dan jangkauan 510 km, sementara versi PHEV menggunakan mesin 1.500 cc dan motor listrik kombinasi untuk jarak tempuh listrik murni hingga 130 km.

Nama Baru Eksion di Portofolio Wuling

Wuling Indonesia mengejutkan publik otomotif dengan pendaftaran nama Wuling Eksion di PDKI. Branding ini belum pernah digunakan oleh Wuling di negara asalnya, dan muncul setelah Almaz Darion EV dan PHEV.

Karena itu, muncul dugaan bahwa Eksion akan menjadi identitas baru dari lini Starlight yang lebih modern.

Eksion kemungkinan besar menggunakan basis dari Starlight S, model crossover listrik Wuling yang lebih kompak dari Almaz.

Dengan demikian, Wuling Eksion diharapkan mengisi segmen SUV listrik menengah ke bawah, memberikan pilihan lebih ramah ruang bagi konsumen yang mencari EV crossover dengan ukuran kompak namun tetap premium.

Perkiraan Wujud dan Dimensi

Berdasarkan dokumen pendaftaran merek dan analisis media otomotif, Wuling Eksion diperkirakan memiliki dimensi sebagai berikut:

  • Panjang: 4.745 mm
  • Lebar: 1.890 mm
  • Tinggi: 1.685 mm
  • Jarak sumbu roda (wheelbase): 2.800 mm

Bobot mobil diperkirakan berada di kisaran 1.680 kg hingga 1.790 kg, tergantung varian. Wujudnya kemungkinan akan bergaya aerodinamis dengan 19 elemen aerodinamik di eksterior.

Konon dapat menurunkan koefisien drag (Cd) menjadi sekitar 0,277 Cd. Ini akan sangat membantu efisiensi daya, terutama di versi listrik, karena mengurangi hambatan udara dan meningkatkan jangkauan kendaraan.

Spesifikasi Mesin dan Performa

Menurut sumber resmi dan laporan media otomotif, Wuling Eksion akan hadir dalam setidaknya dua varian tenaga:

1. Versi Listrik Murni (EV)

  • Motor: 150 kW (201 hp)
  • Torsi: 310 Nm
  • Baterai: kemungkinan 60 kWh LFP (baterai Shenlian 2C)
  • Perkiraan jangkauan: hingga 510 km (metode pengujian CLTC)

2. Varian PHEV

  • Mesin bensin: 1.500 cc, tenaga 78 kW (105 hp), torsi puncak 130 Nm
  • Motor listrik tambahan: output total digabung menjadi 201 hp (sinyal bahwa PHEV juga kuat)
  • Baterai listrik: tersedia dua kapasitas (menurut Starlight S) — 9,5 kWh dan 20,5 kWh
  • Jarak tempuh listrik murni: diperkirakan antara 60 km hingga 130 km, tergantung versi baterai dan konfigurasi mesin

Keunggulan Desain Aerodinamis

WUling Eksion

Dengan 19 elemen aerodinamis di tubuh luar, Wuling Eksion diirancang agar efisien dalam menghadapi angin. Koefisien drag yang rendah (0,277 Cd) akan membantu menurunkan konsumsi daya listrik dan meningkatkan jangkauan jantung EV.

Selain itu, desain aerodinamis ini dikombinasikan dengan ukuran crossover yang proporsional, menjadikan mobil ini terlihat modern sekaligus fungsional sebagai SUV listrik harian.

Target Pasar dan Posisi di Indonesia

Wuling tampaknya menyiapkan Eksion sebagai model SUV listrik menengah-kompak yang mengisi segmen di bawah Almaz Darion EV/PHEV, tetapi tetap lebih premium dan performa dibanding mobil listrik kecil seperti city car.

Dengan kapasitas 5-seater, Eksion cocok untuk keluarga muda atau pengguna yang mencari EV crossover untuk mobilitas harian.

Karena jangkauannya hingga 510 km (versi EV), Wuling Eksion bisa menjadi pesaing serius untuk model EV lain di Indonesia.

Wuling Eksion dapat menantang mobil listrik seperti Chery E5 dan BYD Atto 3, yang keduanya sudah cukup populer di segmen EV kompak.

Tantangan Harga dan Infrastruktur

Meskipun spesifikasinya sangat menjanjikan, harga akan menjadi faktor krusial. Karena kompetitor seperti Chery E5 dan BYD Atto 3 dilepas di kisaran harga Rp 300 jutaan, Wuling harus mengatur harga Eksion secara kompetitif agar menarik minat konsumen EV di Indonesia.

Selain itu, infrastruktur pengisian daya (charging) masih menjadi tantangan bagi mobil listrik di Indonesia. Agar jangkauan 510 km versi EV terasa maksimal, Wuling perlu mendorong jaringan charging yang lebih luas, atau setidaknya menjalin kolaborasi dengan penyedia energi dan stasiun pengisian.

Pendaftaran Wuling Eksion di Indonesia menunjukkan bahwa Wuling serius memperluas lini EV crossover mereka.

Berdasarkan dugaan spesifikasi dan desain, Eksion kemungkinan jadi SUV listrik 5-seater berbasis Starlight S dengan performa 201 hp dan jangkauan hingga 510 km.

Jika Wuling Eksion benar diluncurkan di Indonesia, maka ia bisa menjadi pesaing kuat di segmen EV crossover, bersaing dengan model seperti Chery E5 dan BYD Atto 3 asalkan harga dan dukungan infrastruktur pengisian daya mendukung.

Dengan kata Wuling Eksion terus menggema, publik otomotif kini menanti langkah selanjutnya dari Wuling di pasar EV Indonesia.

“The Great Art of Comfort” Konsep Nyaman Mobil Listrik GAC Indonesia, Diungkap di GJAW 2025

GAC Indonesia bongkar formula kenyamanan EV lewat sesi “The Great Art of Comfort” di GJAW 2025, menggabungkan teknologi, keamanan, dan pengalaman emosional.

OLX News – GAC Indonesia mengungkap filosofi dan fondasi di balik konsep kenyamanan kendaraan listrik mereka melalui sesi talkshow bertajuk “The Great Art of Comfort” di booth GAC pada gelaran GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. 

Presentasi ini menjadi panggung bagi GAC untuk menjelaskan pendekatan holistik yang mereka gunakan dalam merancang EV yang aman, efisien, sekaligus menghadirkan ketenangan emosional bagi pengguna.

BACA JUGA: “Masterpiece Comfort Deal” GAC Indonesia Permudah Kepemilikan EV di GJAW 2025

Dalam kesempatan tersebut, GAC menekankan bahwa kenyamanan bukan hanya hasil dari fitur teknis atau suspensi yang lembut semata, tetapi perpaduan antara rekayasa teknologi, desain ergonomis, jaminan keamanan, dan rasa percaya yang dibangun sejak awal konsumen memilih kendaraan.

GAC Indonesia GJAW 2025
[Ki-Ka] Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia_ Andry Ciu, CEO GAC Indonesia_ Valdo Prahara, Marketing Communication & PR GAC Indonesia (Foto: Istimewa)
Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia, menjelaskan bahwa seluruh proses pengembangan produk diarahkan untuk memberi rasa tenang bagi pengguna.

“Bagi kami, kenyamanan itu sederhana: konsumen merasa tenang dari awal hingga akhir perjalanan. Itu sebabnya kami fokus pada semua aspek, bukan hanya pada kendaraan, tetapi juga memastikan layanan purna jual yang kuat, jaringan luas, dan garansi yang membuat pemilik benar-benar merasa dijaga,” jelasnya.

Performa Nyata di Jalan Indonesia

GAC Indonesia juga memaparkan pembuktian performa EV mereka di berbagai kondisi jalan Nusantara. Salah satu yang disorot adalah perjalanan GAC Jelajah Nusantara sejauh lebih dari 2.300 km, yang memperlihatkan efisiensi dan stabilitas mobil listrik GAC di rute panjang.

BACA JUGA: Terjual Lebih dari 2.500 Unit, GAC AION UT Mulai Dikirim ke Konsumen Akhir Oktober

Selain itu, model seperti AION UT, AION V, AION Y Plus, dan Hyptec HT turut dipresentasikan melalui hasil uji efisiensi jarak jauh, konsumsi daya, serta kenyamanan kabin dalam pemakaian harian masyarakat Indonesia.

Teknologi Inti yang Mendukung Kenyamanan

Dalam sesi tersebut, GAC juga mengungkap sejumlah teknologi yang menjadi fondasi keunggulan mereka, seperti:

  • Magazine Battery System 2.0 yang dikenal stabil dan tahan panas
  • Platform kendaraan yang rigid, meningkatkan stabilitas saat berkendara
  • Desain kabin luas dan ergonomis, memberi ruang gerak lebih lega
  • Pengendalian kebisingan rendah, menciptakan suasana tenang di dalam kabin

Pendekatan ini mempertegas bahwa kenyamanan GAC tidak hanya hadir dari fitur mewah, tetapi dari rekayasa teknis yang matang dan fokus pada keselamatan.

Ekosistem Layanan yang Kian Lengkap

GAC Indonesia GJAW 2025
Iqbal Taufiqurrahman, Product Planning and Strategy GAC Indonesia (Foto: Istimewa)

GAC Indonesia kembali menegaskan komitmennya pada pasar lokal melalui:

  • Produksi CKD di bawah Indomobil Group
  • Lebih dari 40 titik jaringan layanan nasional
  • Lifetime Warranty
  • Free Service & Parts
  • Emergency Road Assistance 24 jam
  • Price Shield untuk menjaga nilai kepemilikan

Seluruh dukungan ini dirancang sebagai ekosistem menyeluruh untuk memberi rasa aman sejak proses pembelian hingga penggunaan jangka panjang.

Rasakan Langsung Model GAC Indonesia di GJAW 2025

GAC Indonesia menutup sesi tersebut dengan ajakan kepada pengunjung GJAW 2025 untuk mencoba langsung lini EV mereka di area test drive. 

Pengalaman berkendara ini diharapkan menjadi pembuktian nyata bagaimana konsep “The Great Art of Comfort” diterjemahkan ke dalam setiap model GAC yang dipasarkan di Indonesia.

Melalui pendekatan menyeluruh ini, GAC menegaskan posisinya sebagai salah satu brand yang serius menghadirkan EV yang aman, nyaman, dan dapat diandalkan di pasar Indonesia.

Kunjungi booth GAC Indonesia di GJAW 2025 yang berlangsung 21-30 November 2025 di ICE BSD, Tangerang. (Z) 

Mengurai Pilihan Terbaik dari Line-Up Hybrid Suzuki, Satu Teknologi untuk Tiga Karakter SUV Berbeda 

Kenalan dengan tiga mobil SUV lini hybrid Suzuki, Fronx, XL7, Grand Vitara, dan temukan mana yang paling cocok untuk gaya hidup serta kebutuhan konsumen.

OLX News – Mobil merupakan bagian dari identitas pemiliknya. Dari cara berkendara, tujuan, hingga bagaimana kita mengelola pengeluaran harian, semua memiliki peran dalam membentuk identitas pemilik mobil.

Namun satu fakta yang gak terbantahkan dari industri otomotif dalam beberapa tahun terakhir adalah trend SUV dan elektrifikasi, baik itu elektrifikasi model full listrik, maupun teknologi hibrida yang menawarkan model hybrid (HEV) ataupun plug-in hybrid (PHEV) yang mulai mendapatkan tempat di hati konsumen. 

BACA JUGA: Kelebihan Suzuki XL 7 Hybrid Alpha Kuro

Nah! Buat yang saat ini sedang mencari mobil SUV hybrid yang praktis, mengejar efisiensi bahan bakar dan nggak ribet, Suzuki adalah salah satu merek yang paling konsisten. 

Lewat teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), Suzuki menawarkan cara menikmati mobil SUV hybrid tanpa ribet, gak perlu ngisi daya baterai-nya, gak perlu khawatir urusan jarak tempuh, tapi tetap efisien buat digunakan harian.

Menarik, Suzuki nggak cuma menawarkan satu model SUV hybrid, tetapi tiga pilihan, yakni Fronx Hybrid, XL7 Hybrid, dan Grand Vitara Hybrid. Ketiganya punya karakter berbeda, jadi tinggal pilih SUV yang paling cocok dengan gaya hidup Anda.

Percaya atau nggak, masing-masing dari tiga mobil SUV hybrid Suzuki ini punya “kepribadian” yang bisa dicocokkan dengan karakter pemiliknya masing-masing. Di artikel ini kita coba bahas satu persatu.

Suzuki Fronx Hybrid: SUV Coupe yang Trendsetter dan Lincah

Exterior Suzuki Fronx

Fronx Hybrid merupakan pendatang baru yang paling unik. Dirancang dengan desain SUV Coupe yang fastback dan modern, Fronx memiliki dimensi kompak dan fokus pada kelincahan serta desain yang menonjol.

Karakter konsumen Fronx adalah anak muda atau profesional muda, trendsetter, dan dinamis. Mereka mencari mobil yang ekspresif, mudah dikendalikan di perkotaan, dan efisien, namun menolak bentuk SUV atau hatchback konvensional.

Fronx adalah pernyataan gaya dan independensi, pilihan bagi mereka yang memprioritaskan style unik dan fun-to-drive tanpa mengorbankan efisiensi hibrida.

Suzuki XL7 Hybrid: SUV Bergaya Aktif dan Tangguh

Suzuki Hybrid di GIIAS 2025

XL7 Hybrid hadir bagi mereka yang suka tampil beda. Karakternya lebih maskulin, ground clearance tinggi, dan aura crossover-nya kuat banget. 

Berasa lebih siap diajak traveling, road trip, atau sekadar tampil percaya diri di jalan raya.

Meskipun model ini merupakan sharing platform dengan Ertiga, namun sejatinya XL7 Hybrid punya vibe yang sangat berbeda. Mobil SUV hibrida ini dibuat lebih tinggi, lebih gagah, dan lebih siap buat petualangan ringan.

Buat yang sering ke luar kota, tinggal di area perbukitan, atau butuh mobil serbaguna, XL7 Hybrid adalah paket paling pas: irit, tangguh, dan tetap stylish.

Suzuki Grand Vitara Hybrid: SUV Urban Premium dan Tampil Berkelas

Suzuki GJAW 2025

Pilihan terakhir adalah mobil hybrid yang lebih sophisticated, modern, dan kaya fitur. Grand Vitara Hybrid hadir di jalan dan langsung mencuri perhatian. Dari tiga mobil hybrid Suzuki, ini yang paling mewah.

Interiornya premium, desainnya elegan, dan fiturnya lengkap, termasuk panoramic sunroof dan tampilan digital modern. Teknologi SHVS membuatnya tetap efisien tanpa mengorbankan kenyamanan khas SUV urban.

Ini pilihan buat profesional muda atau keluarga modern yang butuh mobil stylish, nyaman, dan punya prestige saat parkir di depan kafe atau hotel.

BACA JUGA: Suzuki Ertiga Hybrid, Mobil Hemat BBM Cocok untuk Aktivitas Padat Surabaya

Tiga Kepribadian Berbeda Usung Satu Teknologi Hybrid yang Cerdas

Hadirnya tiga model SUV teknologi hibrida dari Suzuki ini merupakan sebuah langkah cermat. Tiga pilihan dengan kepribadian berbeda namun mengusung satu teknologi ini membuat calon konsumen gak perlu bingung, cukup menyesuaikan dengan gaya hidup masing-masing.

  • Fronx Hybrid – Buat anak muda, trendsetter yang ingin tampil beda, irit dan nyaman.
  • XL7 Hybrid – Buat yang aktif, hobi jalan-jalan, dan suka tampilan tangguh.
  • Grand Vitara Hybrid – Buat yang mengejar kemewahan dan ingin naik kelas.

Yang pasti, ketiganya menawarkan efisiensi dan kemudahan ala SHVS. Ini membuat Suzuki sebagai produsen mobil hybrid yang praktis dan sesuai kebutuhan Indonesia.

Gak ribet, gak perlu colok listrik, tapi tetap hemat BBM dan bantu emisi lebih rendah.

Dan jujur, Suzuki bisa mengemas satu teknologi ini ke tiga karakter SUV yang sangat berbeda. Semuanya punya daya tarik masing-masing. Tinggal sesuaikan sama kebutuhan, lifestyle, dan kepribadian.

Karena pada akhirnya, mobil bukan cuma alat gerak, tapi bagian dari cerita hidupmu. (Z)

Mazda Tonjolkan Pengalaman Berkendara Autentik di GJAW 2025

0

Mazda di GJAW 2025 tampil dengan pendekatan experience-based “FEEL IT. DRIVE IT. LIVE IT.” dan deretan model unggulan.

OLX News – Mazda Indonesia tampil penuh karakter pada ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 dengan membawa pendekatan experience-based bertajuk “FEEL IT. DRIVE IT. LIVE IT.”. 

Pendekatan ini menekankan bahwa pengalaman Mazda tidak hanya dinikmati lewat desain dan teknologi, tetapi melalui interaksi langsung ketika konsumen memasuki kabin, mengemudi, hingga menjadikannya bagian dari gaya hidup.

Mazda GJAW 2025

Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Ricky Thio, menegaskan bahwa Mazda selalu menempatkan pengalaman emosional sebagai inti dari setiap kendaraan.

“Setiap kendaraan Mazda dirancang untuk memperkaya kehidupan penggunanya. Sejalan dengan tema GJAW tahun ini, kami ingin Mazda tidak hanya dilihat, tetapi dirasakan, dikendarai, dan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup para pemiliknya,” ujar Ricky Thio dalam siaran pers, Sabtu (22/11/2025).

BACA JUGA: 40 Unit Mazda CX-60 Sport Sampai ke Tangan Konsumen, SUV Rasa Sport Car Eropa Siap Digas

Pendekatan ini selaras dengan filosofi Jinba-Ittai, yang menciptakan hubungan intuitif antara pengemudi dan kendaraan.

Line-Up Display Mazda di GJAW 2025

Mazda GJAW 2025

Untuk memberikan gambaran lengkap mengenai karakter tiap model, Mazda menghadirkan empat display unit dari segmen berbeda:

Display Unit Mazda di GJAW 2025

No. Model Kendaraan Varian Warna
1 Mazda CX-80 Melting Copper Metallic
2 Mazda CX-60 Sport Zircon Sand Metallic
3 Mazda 3 Hatchback Snowflake White Pearl
4 Mazda CX-30 Soul Red Crystal Metallic

Unit Test Drive

No. Model Kendaraan
1 Mazda CX-5
2 Mazda CX-3

Marketing & Communications General Manager EMI, Viya Arsawireja, menegaskan pentingnya test drive sebagai bagian dari pengalaman Mazda.

“Setiap model memiliki karakter dan keunggulan berbeda yang baru benar-benar terasa ketika dikendarai. Karena itu, kami mengajak para pengunjung untuk mencoba langsung dan merasakan kenyamanan serta rasa percaya diri khas Mazda,” jelas Viya.

Andalkan Dua Model Utama, Mazda CX-80 dan Mazda CX-60 Sport

Mazda CX-80: Premium 3-Row SUV Berbasis Human-Centric Design

Mazda CX-80 menawarkan:

  • Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
  • EV range hingga 60 km
  • i-ACTIV All-Wheel Drive
  • Konfigurasi 6-seater
  • Desain “Graceful Toughness”

SUV flagship ini menyatukan desain elegan, ruang kabin fleksibel, dan keselamatan aktif untuk keluarga modern.

BACA JUGA: Masih Layak Diburu? Ini Alasan Mazda 2 Tetap Dicari di Pasar Mobil Bekas

Mazda CX-60 Sport: SUV Urban dengan Joy of Driving

Mazda CX-60 Sport kini hadir dengan peningkatan suspensi dan transmisi.

Highlight CX-60 Sport:

  • RWD (Rear Wheel Drive)
  • SKYACTIV-G 2.5L 4-silinder
  • Panoramic sunroof
  • Fitur keselamatan lengkap i-ACTIVSENSE
  • Harga OTR Jakarta Rp 699.000.000

Model ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara performa urban, kemewahan, dan efisiensi.

Program Penjualan Spesial untuk Pengunjung GJAW 2025

Mazda GJAW 2025

Selama gelaran GJAW 2025, Mazda menawarkan berbagai keuntungan:

  • Sales deals hingga Rp100 juta
  • Exclusive Reward Trip to Perth, Australia
  • Pembiayaan fleksibel: DP rendah, bunga kompetitif, persetujuan cepat

Untuk aksesori dan parts:

  • Harga spesial Mazda Genuine Accessories
  • Price deal + cicilan 0% AutoExe Performance Parts melalui Garasi.id

Mazda juga mempertegas komitmen kenyamanan jangka panjang melalui:

MyMazda Warranty & MyMazda Service

  • Garansi 5 tahun/150.000 km
  • Perawatan gratis 3 tahun/60.000 km
  • ERA (Emergency Roadside Assistance) Jabodetabek
  • Mazda Owners Club (MOC) privileges

Untuk model tertentu, Mazda memberikan:

  • Upgraded 5-Years MyMazda Service hingga 100.000 km

Mazda Perkuat Esensi Experience-Based Driving di GJAW 2025

Melalui pendekatan “FEEL IT. DRIVE IT. LIVE IT.”, Mazda menegaskan bahwa produk mereka bukan hanya kendaraan, tetapi bagian dari perjalanan emosional penggunanya.

“Semangat Omotenashi selalu menjadi dasar kami dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” tutup Ricky Thio. (Z)