Wuling mendaftarkan Wuling Eksion di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), diperkirakan menjadi model SUV crossover baru berbasis Starlight.
OLX News –Diperkirakan Wuling Eksion akan hadir dalam konfigurasi 5-seater dan menjadi varian di bawah Almaz Darion. Dimensi mobil prediksi sekitar panjang 4.745 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.685 mm, dengan wheelbase 2.800 mm.
Varian listrik (EV) diklaim punya tenaga 201 hp dan jangkauan 510 km, sementara versi PHEV menggunakan mesin 1.500 cc dan motor listrik kombinasi untuk jarak tempuh listrik murni hingga 130 km.
Nama Baru Eksion di Portofolio Wuling
Wuling Indonesia mengejutkan publik otomotif dengan pendaftaran nama Wuling Eksion di PDKI. Branding ini belum pernah digunakan oleh Wuling di negara asalnya, dan muncul setelah Almaz Darion EV dan PHEV.
Karena itu, muncul dugaan bahwa Eksion akan menjadi identitas baru dari lini Starlight yang lebih modern.
Eksion kemungkinan besar menggunakan basis dari Starlight S, model crossover listrik Wuling yang lebih kompak dari Almaz.
Dengan demikian, Wuling Eksion diharapkan mengisi segmen SUV listrik menengah ke bawah, memberikan pilihan lebih ramah ruang bagi konsumen yang mencari EV crossover dengan ukuran kompak namun tetap premium.
Perkiraan Wujud dan Dimensi
Berdasarkan dokumen pendaftaran merek dan analisis media otomotif, Wuling Eksion diperkirakan memiliki dimensi sebagai berikut:
- Panjang: 4.745 mm
- Lebar: 1.890 mm
- Tinggi: 1.685 mm
- Jarak sumbu roda (wheelbase): 2.800 mm
Bobot mobil diperkirakan berada di kisaran 1.680 kg hingga 1.790 kg, tergantung varian. Wujudnya kemungkinan akan bergaya aerodinamis dengan 19 elemen aerodinamik di eksterior.
Konon dapat menurunkan koefisien drag (Cd) menjadi sekitar 0,277 Cd. Ini akan sangat membantu efisiensi daya, terutama di versi listrik, karena mengurangi hambatan udara dan meningkatkan jangkauan kendaraan.
Spesifikasi Mesin dan Performa
Menurut sumber resmi dan laporan media otomotif, Wuling Eksion akan hadir dalam setidaknya dua varian tenaga:
1. Versi Listrik Murni (EV)
- Motor: 150 kW (201 hp)
- Torsi: 310 Nm
- Baterai: kemungkinan 60 kWh LFP (baterai Shenlian 2C)
- Perkiraan jangkauan: hingga 510 km (metode pengujian CLTC)
2. Varian PHEV
- Mesin bensin: 1.500 cc, tenaga 78 kW (105 hp), torsi puncak 130 Nm
- Motor listrik tambahan: output total digabung menjadi 201 hp (sinyal bahwa PHEV juga kuat)
- Baterai listrik: tersedia dua kapasitas (menurut Starlight S) — 9,5 kWh dan 20,5 kWh
- Jarak tempuh listrik murni: diperkirakan antara 60 km hingga 130 km, tergantung versi baterai dan konfigurasi mesin
Keunggulan Desain Aerodinamis

Dengan 19 elemen aerodinamis di tubuh luar, Wuling Eksion diirancang agar efisien dalam menghadapi angin. Koefisien drag yang rendah (0,277 Cd) akan membantu menurunkan konsumsi daya listrik dan meningkatkan jangkauan jantung EV.
Selain itu, desain aerodinamis ini dikombinasikan dengan ukuran crossover yang proporsional, menjadikan mobil ini terlihat modern sekaligus fungsional sebagai SUV listrik harian.
Target Pasar dan Posisi di Indonesia
Wuling tampaknya menyiapkan Eksion sebagai model SUV listrik menengah-kompak yang mengisi segmen di bawah Almaz Darion EV/PHEV, tetapi tetap lebih premium dan performa dibanding mobil listrik kecil seperti city car.
Dengan kapasitas 5-seater, Eksion cocok untuk keluarga muda atau pengguna yang mencari EV crossover untuk mobilitas harian.
Karena jangkauannya hingga 510 km (versi EV), Wuling Eksion bisa menjadi pesaing serius untuk model EV lain di Indonesia.
Wuling Eksion dapat menantang mobil listrik seperti Chery E5 dan BYD Atto 3, yang keduanya sudah cukup populer di segmen EV kompak.
Tantangan Harga dan Infrastruktur
Meskipun spesifikasinya sangat menjanjikan, harga akan menjadi faktor krusial. Karena kompetitor seperti Chery E5 dan BYD Atto 3 dilepas di kisaran harga Rp 300 jutaan, Wuling harus mengatur harga Eksion secara kompetitif agar menarik minat konsumen EV di Indonesia.
Selain itu, infrastruktur pengisian daya (charging) masih menjadi tantangan bagi mobil listrik di Indonesia. Agar jangkauan 510 km versi EV terasa maksimal, Wuling perlu mendorong jaringan charging yang lebih luas, atau setidaknya menjalin kolaborasi dengan penyedia energi dan stasiun pengisian.
Pendaftaran Wuling Eksion di Indonesia menunjukkan bahwa Wuling serius memperluas lini EV crossover mereka.
Berdasarkan dugaan spesifikasi dan desain, Eksion kemungkinan jadi SUV listrik 5-seater berbasis Starlight S dengan performa 201 hp dan jangkauan hingga 510 km.
Jika Wuling Eksion benar diluncurkan di Indonesia, maka ia bisa menjadi pesaing kuat di segmen EV crossover, bersaing dengan model seperti Chery E5 dan BYD Atto 3 asalkan harga dan dukungan infrastruktur pengisian daya mendukung.
Dengan kata Wuling Eksion terus menggema, publik otomotif kini menanti langkah selanjutnya dari Wuling di pasar EV Indonesia.






























