Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda blog Halaman 68

Panoramic Sunroof Biar Awet dan Bebas Masalah, Ini Tips Perawatan yang Sering Terlewat

Tips merawat panoramic sunroof agar tetap awet, bersih, dan nyaman digunakan, mulai dari pembersihan kaca, perawatan rel, hingga pengecekan karet secara rutin.

OLX News – Panoramic sunroof kini bukan lagi fitur eksklusif mobil kelas atas. Semakin banyak mobil di berbagai segmen yang sudah dibekali atap kaca lebar ini karena mampu memberikan kesan lega, terang, dan menambah kenyamanan saat berkendara.

Namun, di balik tampilannya yang menarik, panoramic sunroof juga membutuhkan perhatian ekstra. Jika perawatannya kurang tepat, bukan tidak mungkin muncul masalah seperti macet, bunyi berdecit, hingga kebocoran air. Padahal, sebagian besar gangguan tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan rutin yang sederhana.

Supaya panoramic sunroof tetap berfungsi optimal dan awet dalam jangka panjang, berikut rangkaian tips perawatan yang bisa kamu terapkan.

Kenali Dulu Cara Kerja Panoramic Sunroof

Sebelum masuk ke tips, ada baiknya memahami secara garis besar bagaimana panoramic sunroof bekerja. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama, seperti panel kaca, rel atau jalur geser, motor penggerak, karet seal (paking), serta saluran pembuangan air (drainase).

Ketika salah satu bagian tersebut kotor, kering, atau aus, kinerja sunroof bisa terganggu. Karena itu, perawatan sebaiknya tidak hanya fokus pada bagian kaca, tetapi juga komponen pendukung di sekitarnya.

Daftar 6 Mobil Honda Dengan Sunroof

1. Bersihkan Rel dan Jalur Geser Secara Berkala

panoramic sunroof

Rel atau jalur geser merupakan area yang paling sering terkena debu, pasir, dan kotoran. Jika dibiarkan menumpuk, kotoran ini dapat menghambat pergerakan panel kaca dan membuat motor bekerja lebih berat.

Cara sederhana yang bisa dilakukan:

  • Buka sunroof secara penuh.

  • Gunakan kuas kecil atau vacuum cleaner untuk mengangkat debu dan pasir.

  • Lap sisa kotoran dengan kain microfiber yang sedikit lembap.

Idealnya, pembersihan ini dilakukan setiap 1–2 bulan, atau lebih sering jika mobil sering digunakan di area berdebu.

2. Pastikan Rel dan Mekanisme Tetap Lancar

Selain menjaga kebersihan, rel sunroof juga perlu dirawat agar pergerakannya tetap halus dan tidak seret. Gunakan pelumas khusus berbahan silikon atau grease yang memang direkomendasikan untuk komponen otomotif.

Hindari menggunakan oli mesin atau pelumas serbaguna yang terlalu lengket, karena justru bisa membuat debu lebih mudah menempel. Cukup aplikasikan tipis pada rel dan engsel, lalu buka-tutup sunroof beberapa kali supaya pelumas menyebar merata dan bekerja optimal.

3. Perhatikan Kondisi Karet Seal

Karet seal berfungsi mencegah air dan debu masuk ke kabin. Seiring waktu, karet bisa mengeras, retak, atau mengempis.

Agar tetap lentur:

  • Bersihkan karet dengan kain lembap.

  • Gunakan cairan perawatan karet (rubber conditioner) secara berkala.

Jika terlihat ada retakan atau sobekan, sebaiknya segera diganti untuk mencegah kebocoran.

4. Rutin Mengecek Saluran Pembuangan Air

Banyak pemilik mobil tidak menyadari bahwa panoramic sunroof memiliki saluran drainase di beberapa sudut. Saluran ini berfungsi mengalirkan air hujan agar tidak masuk ke kabin.

Jika tersumbat oleh kotoran atau daun, air bisa meluap dan menyebabkan bocor. Cara sederhana untuk mengeceknya:

  • Tuangkan sedikit air ke sudut sunroof.

  • Pastikan air mengalir lancar ke bawah mobil.

Bila alirannya tersendat, segera bersihkan menggunakan udara bertekanan rendah atau bawa ke bengkel untuk penanganan lebih aman.

5. Hindari Membuka Sunroof Saat Hujan Deras

Meski terdengar sepele, kebiasaan membuka sunroof saat hujan deras atau setelah mobil lama terparkir di luar bisa meningkatkan risiko air masuk ke celah-celah tertentu.

Jika ingin menikmati udara segar, sebaiknya buka sunroof saat cuaca cerah atau hanya sedikit terbuka (tilt). Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga komponen tetap kering.

6. Jangan Memaksa Saat Sunroof Terasa Berat

Jika saat membuka atau menutup terasa lebih berat dari biasanya, jangan dipaksakan. Memaksa sunroof yang sedang bermasalah bisa merusak motor penggerak atau rel.

Lebih baik hentikan pengoperasian dan lakukan pengecekan ringan. Jika masalah berlanjut, segera konsultasikan ke bengkel.

7. Bersihkan Kaca dengan Cairan yang Tepat

panoramic sunroof

Gunakan pembersih kaca khusus otomotif dan kain microfiber agar permukaan kaca tetap jernih dan tidak tergores. Hindari cairan berbahan keras atau lap kasar yang bisa merusak lapisan kaca.

Membersihkan kaca secara rutin juga membantu mencegah jamur, terutama jika mobil sering terkena hujan.

8. Perhatikan Suara yang Muncul

Bunyi berdecit, gesekan, atau suara tidak wajar saat sunroof bergerak bisa menjadi tanda awal adanya masalah. Biasanya berkaitan dengan kurangnya pelumasan atau adanya kotoran di rel.

Semakin cepat ditangani, semakin kecil kemungkinan kerusakan berkembang menjadi lebih serius.

9. Lakukan Pengecekan Saat Servis Berkala

panoramic sunroof

Manfaatkan jadwal servis rutin untuk meminta teknisi mengecek kondisi panoramic sunroof. Pemeriksaan profesional dapat mendeteksi potensi masalah sejak dini, termasuk kondisi motor, rel, dan seal.

Toyota Fortuner Masih Belum Pakai Sunroof, Ini Alasannya!

Panoramic sunroof memang memberi nilai tambah pada kenyamanan dan tampilan mobil. Namun, fitur ini juga membutuhkan perhatian khusus agar tetap bekerja optimal.

Dengan membersihkan secara rutin, melumasi bagian yang bergerak, serta peka terhadap tanda-tanda awal masalah, kamu bisa menjaga panoramic sunroof tetap awet dan bebas gangguan dalam jangka panjang.

Hyundai Borong Dua Penghargaan di What Car? Awards 2026, SANTA FE dan IONIQ 6 N Jadi Sorotan

SANTA FE dan IONIQ 6 N mengantarkan Hyundai meraih dua gelar di What Car? Awards 2026 berkat desain, performa, dan kepraktisan.

OLX News – Hyundai Motor Company membuka tahun 2026 dengan catatan positif di kancah global. Pabrikan asal Korea Selatan ini berhasil membawa pulang dua gelar bergengsi dari ajang What Car? Awards 2026, sebuah penghargaan tahunan yang dikenal memiliki proses penilaian ketat dan independen.

Dua model yang mencuri perhatian adalah Hyundai SANTA FE dan IONIQ 6 N. Masing-masing tampil sebagai yang terbaik di kelasnya, dengan SANTA FE menyabet gelar Seven-seat SUV of the Year, sementara IONIQ 6 N dinobatkan sebagai Best Electric Performance Car.

Capaian ini menunjukkan bahwa Hyundai tidak hanya konsisten menghadirkan kendaraan yang nyaman dan fungsional, tetapi juga mampu menawarkan performa tinggi dalam era elektrifikasi.

SANTA FE, SUV Keluarga yang Dianggap Paling Siap Pakai

All-New Hyundai SANTA FE

Bagi pasar global, nama SANTA FE bukanlah pendatang baru. Model ini sudah lama dikenal sebagai SUV keluarga dengan karakter kuat. Namun, penghargaan terbaru dari What Car? semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tolak ukur di segmen SUV tujuh penumpang.

Panel juri menilai SANTA FE unggul berkat kabin yang lega, fleksibilitas tiga baris kursi, serta kemudahan pengaturan ruang yang mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas harian hingga perjalanan jarak jauh. Konfigurasi kursi yang dapat dilipat rata menjadi salah satu poin plus karena memberikan ruang ekstra saat membawa barang berukuran besar.

All-New Hyundai SANTA FE, SUV 7-Seater yang Dirancang untuk Keluarga Modern Indonesia

Selain aspek ruang, SANTA FE juga dipuji karena desain eksterior yang tampil berani namun tetap fungsional, serta kelengkapan fitur keselamatan dan kenyamanan yang relevan untuk penggunaan keluarga modern. Kombinasi tersebut membuatnya dinilai praktis sekaligus menyenangkan untuk dikendarai.

IONIQ 6 N Tunjukkan Arah Baru Performa Listrik Hyundai

ioniq 6 n

Di sisi lain, kemenangan IONIQ 6 N sebagai Best Electric Performance Car menandai langkah serius Hyundai dalam menghadirkan mobil listrik berkarakter performa tinggi.

Model ini membawa DNA Hyundai N ke dalam format kendaraan listrik, menawarkan akselerasi responsif, karakter berkendara yang melibatkan pengemudi, serta pengaturan sasis yang dirancang untuk menghadirkan kestabilan saat dipacu. Para juri menyoroti keseimbangan antara tenaga besar dan kontrol yang presisi sebagai keunggulan utama IONIQ 6 N.

Penghargaan ini juga melanjutkan kesuksesan lini N elektrifikasi Hyundai setelah sebelumnya IONIQ 5 N lebih dulu mendapatkan sambutan positif. Hal tersebut memperlihatkan bahwa Hyundai semakin serius mengembangkan segmen EV performa tinggi, bukan hanya fokus pada efisiensi.

Apa Arti Dua Penghargaan Ini bagi Hyundai

Raihan ganda di What Car? Awards 2026 memperlihatkan kemampuan Hyundai dalam bermain di berbagai segmen sekaligus. Dari SUV keluarga yang menitikberatkan kenyamanan dan kepraktisan, hingga mobil listrik yang mengedepankan performa.

Hyundai Ioniq 6 N Resmi Diperkenalkan, Ini Spesifikasinya

Pengakuan dari lembaga independen seperti What Car? juga menjadi indikator bahwa produk-produk Hyundai dinilai mampu memenuhi ekspektasi pasar global, baik dari sisi desain, teknologi, maupun pengalaman berkendara.

Bagi Hyundai Motor Company, pencapaian ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan masa kini, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu merek otomotif yang diperhitungkan di tingkat dunia.

Liburan Selesai, Jangan Langsung Gaspol! Ini Ritual Wajib Biar Mobil Nggak “Ngambek” Pas Balik Kerja

Liburan usai, saatnya cek kondisi mobil. Jangan biarkan mobil “ngambek” saat kembali bekerja. Simak ritual wajib perawatan mobil pasca libur panjang di sini.

Jakarta – Momen liburan panjang Natal, Tahun Baru, hingga Isra Mi’raj sudah usai. Waktunya kembali ke rutinitas harian. Tapi tunggu dulu, sebelum kembali memacu kendaraan kesayangan untuk menembus kemacetan kota, ada baiknya Anda melakukan “ritual” wajib ini.

Kenapa penting? Selama liburan, mobil Anda mungkin telah bekerja ekstra keras. Menempuh perjalanan jauh, melibas jalanan menanjak atau berlubang, hingga membawa beban muatan yang lebih berat dari biasanya. Belum lagi faktor cuaca seperti hujan deras yang kerap mengguyur. Kondisi ini tentu sedikit banyak memengaruhi performa dan kondisi komponen mobil.

Jangan sampai saat Anda buru-buru berangkat kerja di hari pertama, mobil malah “ngambek” atau bermasalah di jalan. Tentu akan sangat merepotkan dan mengganggu produktivitas.

Cek Mandiri Sebelum ke Bengkel

Sebelum memutuskan untuk membawa mobil ke bengkel, ada beberapa pemeriksaan ringan yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah sebagai langkah awal.

  1. Kebersihan Mobil: Cuci mobil secara menyeluruh, termasuk bagian kolong dan ruang mesin (dengan hati-hati). Kotoran, lumpur, atau sisa air hujan yang menempel bisa memicu karat jika dibiarkan terlalu lama. Jangan lupa bersihkan interior dari sisa makanan atau sampah selama perjalanan.

  2. Cairan Kendaraan: Cek volume oli mesin, air radiator (coolant), minyak rem, minyak power steering, dan air wiper. Pastikan semuanya masih dalam batas aman. Jika ada yang berkurang signifikan, segera tambahkan atau periksakan ke bengkel untuk deteksi kebocoran.

  3. Tekanan Ban: Periksa tekanan angin pada semua ban, termasuk ban serep. Tekanan yang tidak sesuai bisa memengaruhi pengendalian dan konsumsi bahan bakar. Cek juga kondisi fisik ban, apakah ada benjolan, sobekan, atau paku yang menancap.

  4. Kaki-kaki dan Rem: Saat mencuci kolong, perhatikan apakah ada rembesan oli di area suspensi atau shockbreaker. Coba jalankan mobil perlahan dan rasakan apakah ada bunyi aneh saat mengerem atau melewati polisi tidur.

Pentingnya Servis Berkala Pasca-Liburan

Auto2000

Meskipun pemeriksaan mandiri sudah dilakukan, servis berkala di bengkel resmi tetap sangat disarankan, terutama jika mobil telah menempuh jarak yang cukup jauh. Teknisi profesional memiliki alat dan keahlian untuk memeriksa komponen yang sulit dijangkau atau membutuhkan penanganan khusus.

Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, mengingatkan pentingnya mengembalikan kondisi prima mobil setelah dipakai berlibur. “Mobil bekerja keras saat liburan dan kemungkinan berpotensi terkena kendala di jalan yang membuat kondisinya menurun. Kami siap membantu keinginan pelanggan untuk mengembalikan kondisi mobil agar siap kembali menjalankan rutinitas,” ujarnya.

Berikut beberapa risiko jika Anda mengabaikan servis berkala setelah perjalanan jauh:

  • Mesin Bermasalah: Oli mesin yang sudah menurun kualitasnya karena jarak tempuh tinggi dan suhu panas tidak akan melumasi mesin dengan optimal. Ini bisa memicu keausan komponen hingga kerusakan serius. Jangan lupa juga dengan filter oli dan udara yang mungkin sudah kotor.

  • Sistem Pengereman Menurun: Kampas rem yang tipis atau minyak rem yang kualitasnya menurun bisa membahayakan keselamatan, terutama di musim hujan saat jalanan licin.

  • Kaki-kaki dan Suspensi Rusak: Jalanan rusak atau berlubang selama liburan bisa merusak komponen suspensi, ball joint, atau tie rod. Akibatnya, pengendalian mobil jadi tidak stabil dan ban cepat aus.

  • Overheat: Air radiator yang habis atau sistem pendingin yang bermasalah bisa menyebabkan mesin panas berlebih (overheat) dan mogok.

Solusi Praktis Tanpa Ribet

Auto2000

Bagi Anda yang sibuk dan tidak punya banyak waktu, manfaatkan layanan servis di rumah atau booking servis secara online. Misalnya, Auto2000 menyediakan layanan THS – Auto2000 Home Service yang bisa dipanggil ke rumah, atau booking jadwal servis di bengkel melalui aplikasi Auto2000 Digiroom agar tidak perlu antre lama.

Selain servis mesin dan kaki-kaki, periksa juga kondisi bodi mobil. Jika ada baret atau penyok akibat insiden kecil selama liburan, sebaiknya segera diperbaiki agar tidak memicu karat dan menjaga tampilan mobil tetap kinclong. Bengkel Body & Paint resmi biasanya juga menerima klaim asuransi untuk perbaikan ini.

Jadi, luangkan sedikit waktu untuk memanjakan mobil Anda setelah “lelah” menemani liburan. Mobil yang sehat akan membuat aktivitas harian Anda kembali lancar dan bebas rasa khawatir. (Z)

ALVA, KALISTA, dan Dash Electric Satukan Langkah Bangun Logistik Berbasis Kendaraan Listrik Lewat 500 Motor Listrik ALVA N3

ALVA bersama KALISTA mendukung Dash Electric menghadirkan logistik berbasis EV melalui pemanfaatan 500 motor listrik ALVA N3.

OLX News – Transformasi menuju kendaraan listrik di Indonesia kini tidak hanya terjadi di jalanan perkotaan atau garasi rumah, tetapi juga mulai terasa di balik layar industri logistik. Sektor yang selama ini identik dengan kendaraan berbahan bakar fosil perlahan beralih ke solusi yang lebih bersih dan efisien.

Salah satu langkah nyata datang dari kolaborasi antara ALVA, KALISTA, dan Dash Electric. Ketiganya bekerja sama membangun fondasi logistik berbasis kendaraan listrik dengan memanfaatkan 500 unit motor listrik ALVA N3 sebagai tulang punggung operasional.

Kolaborasi ini menjadi salah satu implementasi skala besar penggunaan motor listrik roda dua di sektor logistik Indonesia, sekaligus membuka jalan menuju model operasional yang lebih ramah lingkungan.

Bangun Logistik Berbasis EV, Bukan Sekadar Ganti Kendaraan

ALVA dan KALISTA

Dash Electric tidak hanya mengganti motor bensin dengan motor listrik, tetapi juga mengusung pendekatan EV-native logistic infrastructure, yaitu sistem logistik yang sejak awal dirancang berbasis kendaraan listrik.

Armada kendaraan, pengemudi, hingga teknologi operasional terhubung dalam satu ekosistem terintegrasi, sehingga proses pengiriman menjadi lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.

Update Harga 2026 Dan Kuota Subsidi, Simak Daftar Tipe Alva Yang Sesuai Kebutuhanmu!

CEO & Co-Founder Dash Electric, Aditya Brahmana, menjelaskan bahwa penggunaan 500 unit ALVA N3 memungkinkan perusahaannya memperluas layanan ke berbagai kebutuhan.

Penggunaan ALVA N3 500 unit ini memungkinkan kami memperluas penggunaan armada kendaraan listrik ke berbagai use case, tidak terbatas pada last-mile delivery, tetapi juga same-day logistic, dedicated fleet untuk brand dan retailer, hingga layanan collection. Kami ingin mendorong percepatan transisi sektor logistik Indonesia menuju model operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan, membuktikan bahwa logistik berbasis EV dapat dijalankan secara komersial dan scalable,” ujarnya.

Untuk mendukung percepatan adopsi tersebut, KALISTA menghadirkan skema fleet-as-a-service melalui pembiayaan operating lease. Model ini memungkinkan Dash Electric menambah armada tanpa investasi awal dan tanpa menanggung risiko depresiasi aset, sehingga fokus pada pengembangan jaringan layanan logistik berbasis listrik.

ALVA N3 Jadi Andalan Operasional Harian

ALVA dan KALISTA

Motor listrik ALVA N3 dipilih karena dinilai mampu menjawab kebutuhan kerja lapangan. Jarak tempuh dan kapasitas angkutnya setara dengan motor berbahan bakar bensin, didukung baterai berkapasitas besar serta dinamo bertenaga tinggi.

Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer ALVA, menyebutkan bahwa keandalan armada merupakan faktor krusial dalam dunia logistik.

Keandalan armada merupakan faktor krusial dalam operasional logistik. Oleh karena itu, melalui kolaborasi ini ALVA tidak hanya berperan sebagai produsen motor listrik, tetapi juga menghadirkan solusi fleet management yang transparan, real-time, dan terintegrasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi ALVA dalam membangun ekosistem mobilitas listrik yang berkelanjutan, khususnya untuk mendukung kebutuhan segmen B2B,” jelasnya.

Ke depannya, motor-motor ALVA N3 akan digunakan untuk mendukung operasional harian sejumlah mitra Dash Electric, seperti Happy Fresh, Allo Fresh, Sayurbox, Chagee, dan DHL, sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero Emission sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Didukung Ekosistem Infrastruktur dan Sistem Digital

ALVA dan KALISTA

Kolaborasi ini turut diperkuat oleh ekosistem ALVA yang telah berkembang, mulai dari lebih dari 170 konektor Boost Charging Station di 70 lokasi strategis, layanan purna jual di 120+ titik pada 38 kota, hingga customer service dan roadside assistance 24 jam.

Di sisi lain, KALISTA mengintegrasikan sistem IoT-nya dengan Fleet Management System ALVA melalui K-Move Dashboard, memungkinkan pemantauan armada secara real-time, analisis pola penggunaan kendaraan, serta pengelolaan perawatan agar Service Level Agreement (SLA) tetap terjaga.

President Director KALISTA, Albert Aulia Ilyas, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal untuk tumbuh bersama para pelaku logistik nasional.

Harga Mirip, Mending Alva One atau MAKA Cavalry?

“Kami menyambut kerja sama ini untuk mendukung pertumbuhan Dash Electric sebagai pionir green logistics di Indonesia, sekaligus menjadi langkah awal bagi KALISTA untuk tumbuh bersama para pelaku logistik nasional di segmen roda dua dan roda empat dalam mendorong elektrifikasi armada. KALISTA menghadirkan pendekatan end-to-end melalui ekosistem yang terintegrasi, di mana perusahaan didampingi sejak tahap perencanaan hingga operasional. Salah satu solusi yang kami sediakan adalah K-Move Dashboard, sistem pemantauan yang memberikan visibilitas real-time atas performa armada, termasuk jarak tempuh dan durasi penggunaan, untuk mengatur perawatan berkala serta menangani setiap isu sesuai dengan SLA yang telah disepakati.” ujarnya.

Kolaborasi antara ALVA, KALISTA, dan Dash Electric ini diharapkan dapat membuka jalan bagi adopsi kendaraan listrik yang lebih luas di sektor logistik Indonesia, dengan menawarkan solusi mobilitas yang andal, terukur, dan relevan untuk kebutuhan bisnis jangka panjang.

Grand Filano Hybrid 2026 Tampil dengan Warna Baru, Skutik Yamaha yang Makin Kalcer untuk Anak Muda

Grand Filano Hybrid 2026 hadir dengan warna baru Royal Iron, Prime Gray, dan Greenish Gray yang bikin tampilannya makin kalcer dan stylish.

OLX News – Tren di kalangan anak muda menunjukkan bahwa sepeda motor kini tidak lagi sekadar alat transportasi. Motor juga menjadi bagian dari identitas, cara mengekspresikan diri, sekaligus pelengkap gaya sehari-hari. Melihat perubahan tersebut, Yamaha Indonesia menghadirkan penyegaran pada Grand Filano Hybrid melalui pilihan warna dan sentuhan visual baru di tahun 2026.

Penyegaran ini membuat Grand Filano Hybrid tampil lebih segar tanpa meninggalkan karakter khasnya sebagai skutik bergaya klasik-modern. Yamaha ingin memastikan skutik ini tetap relevan untuk generasi muda yang aktif, kreatif, dan punya selera visual yang kuat.

Tampilan Klasik-Modern yang Semakin Kalcer

Sejak pertama kali diperkenalkan, Grand Filano Hybrid dikenal lewat desain Diamond Shape yang memberikan kesan elegan dan berkelas. Dipadukan dengan sistem pencahayaan Full LED, tampilannya terlihat modern sekaligus rapi. Di versi terbaru, kombinasi desain tersebut kini diperkuat dengan warna-warna yang lebih mengikuti tren, sehingga kesan kalcer semakin terasa.

Grand Filano Hybrid Bergaya Vintage Rally, Skutik Stylish yang Siap Bikin Auto Nengok

Untuk memberikan lebih banyak pilihan, Yamaha menghadirkan sejumlah warna baru dan penyegaran pada beberapa varian Grand Filano Hybrid, yaitu:

  • Royal Iron (Hybrid Lux)

grand filano hybrid royal iron
Mengusung warna silver bernuansa biru dengan finishing matte. Memberikan kesan elegan dan premium, cocok untuk pengendara yang menyukai tampilan classy dan dewasa.

  • Prime Gray (Hybrid Neo)

grand filano hybrid prime gray
Abu-abu lembut dengan finishing satin yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya berpakaian. Tampil simpel, bersih, dan modern.

  • Greenish Gray (Hybrid Neo)

greenish gray grand filano hybrid
Perpaduan warna hijau dengan sentuhan matte yang terlihat fresh serta mengikuti tren warna kekinian. Cocok bagi anak muda yang ingin tampil beda.

  • Pink Mauve (Hybrid Neo)

pink mauve grand filano hybrid
Hadir dengan penyegaran detail abu-abu pada bagian fascia depan dan cover headlamp, membuat tampilannya lebih selaras dan modern.

  • Essential White (Hybrid Neo)
    Warna putih bersih dengan sentuhan detail serupa Pink Mauve, memberikan kesan timeless dan cocok untuk berbagai karakter pengendara.

Tetap Irit dan Nyaman untuk Aktivitas Harian

Di balik tampilan yang semakin menarik, Grand Filano Hybrid tetap mengandalkan mesin Blue Core Hybrid 125cc. Teknologi ini dirancang untuk memberikan konsumsi bahan bakar yang efisien sekaligus respons yang halus saat digunakan di lalu lintas perkotaan.

Fitur pendukungnya juga tergolong lengkap. Grand Filano Hybrid sudah dibekali panel instrumen digital dengan TFT sub display, bagasi berkapasitas 27 liter yang dilengkapi lampu LED, serta sistem pengisian bahan bakar dari bagian depan. Area dek kaki yang lega turut menambah kenyamanan, terutama bagi pengendara yang sering membawa barang.

Harga dan Pilihan Varian

Yamaha memasarkan Grand Filano Hybrid Lux dengan warna Royal Iron di harga Rp 28.795.000. Sementara Grand Filano Hybrid Neo dengan pilihan warna Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, dan Essential White dibanderol Rp 28.315.000. Seluruh harga merupakan rekomendasi On The Road Jakarta.

4 Perbedaan Yamaha Filano dan Fazzio

Melalui penyegaran di tahun 2026 ini, Yamaha ingin menunjukkan bahwa Grand Filano Hybrid bukan hanya soal tampilan menarik, tetapi juga menghadirkan skutik yang selaras dengan gaya hidup anak muda masa kini nyaman digunakan, irit, dan tetap tampil penuh karakter.

Yamaha Fazzio Hybrid Tampil Makin Segar di 2026, Hadirkan Warna dan Grafis Baru untuk Gen Z yang Ekspresif

Yamaha Fazzio Hybrid 2026 hadir dengan warna baru seperti Greenish Gray, Go Purple, Blue White, dan Black Red dengan grafis segar khas Gen Z

OLX News – Yamaha Indonesia kembali menyegarkan lini skutik bergaya anak muda lewat kehadiran warna dan sentuhan grafis baru pada Yamaha Fazzio Hybrid di tahun 2026. Bukan sekadar ubahan tampilan, penyegaran ini sekaligus mempertegas posisi Fazzio Hybrid sebagai skutik hybrid yang dekat dengan karakter Gen Z ekspresif, kreatif, dan suka tampil beda.

Sejak pertama kali diperkenalkan, Fazzio Hybrid dikenal membawa pendekatan berbeda di kelas skutik 125 cc. Desainnya simpel, modern, dan mudah dipersonalisasi, sejalan dengan filosofi “White Canvas” yang menjadikan motor sebagai media berekspresi. Melalui pembaruan warna dan grafis kali ini, Yamaha ingin memberikan lebih banyak pilihan agar pengendara bisa menyesuaikan tampilan motor dengan gaya personal mereka.

Empat Warna Baru, Karakter Berbeda

Warna Baru Yamaha Fazzio 2026

Untuk model 2026, Yamaha menghadirkan empat pilihan warna baru yang tersebar di beberapa varian Fazzio Hybrid. Masing-masing warna dirancang dengan karakter yang kuat, sehingga pengguna dapat memilih sesuai kepribadian.

  • Varian Fazzio Hybrid Lux kini hadir dengan warna Greenish Gray, perpaduan hijau lembut dan abu-abu yang memberi kesan bersih, modern, dan santai. Warna ini dipadukan dengan logo Fazzio berwarna abu-abu di bagian samping bodi yang membuat tampilannya terlihat lebih rapi dan estetis.

fazzio hybrid go purple

  • Pada varian Fazzio Hybrid Neo, Yamaha memperkenalkan warna Go Purple. Warna ungu pekat dikombinasikan grafis pastel hitam, ungu, dan putih, menciptakan tampilan playful sekaligus berani. Pilihan ini cocok bagi Gen Z yang ingin tampil menonjol dan tidak takut berbeda.

Fazzio Hybrid Bergaya Urban Cargo, Kreativitas Anak Muda Bandung Tampil Makin “Kalcer”

  • Sementara itu, varian Fazzio Hybrid standar mendapatkan warna Blue White, kombinasi biru cerah pada bodi dengan putih di area dek depan. Perpaduan ini menghadirkan kesan fun, youthful, dan energik, sekaligus membuat motor terlihat lebih eye-catching saat digunakan di aktivitas harian.
  • Pilihan lainnya adalah Black Red, dengan balutan hitam metalik pada bodi yang dipadukan merah metalik di dek depan. Kesan sporty dan powerful terasa kuat, namun tetap modern dan stylish. Sentuhan grafis dan logo berwarna cerah membuat tampilannya semakin menonjol di jalan.

Grafis F-Bar Lebih Berani dan Playful

Warna Baru Yamaha Fazzio 2026

Tidak hanya soal warna bodi, Yamaha juga melakukan penyegaran pada grafis F-Bar khususnya untuk Fazzio Hybrid Neo. Tiga pilihan warna Pink Mauve, White, dan Green mendapat desain grafis baru dengan nuansa lebih vibrant dan pastel.

Perubahan ini membuat tampilan depan motor terlihat lebih segar dan penuh karakter. Efek visualnya sederhana, namun cukup signifikan dalam memperkuat kesan youthful, playful, dan kekinian. Cocok untuk pengguna yang ingin motornya tampil beda tanpa perlu banyak modifikasi tambahan.

Tetap Andalkan Teknologi Hybrid

Warna Baru Yamaha Fazzio 2026

Di balik tampilan yang lebih segar, Fazzio Hybrid tetap mengandalkan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc. Teknologi ini mengombinasikan mesin bensin dengan Electric Power Assist Start (EPAS) yang membantu akselerasi awal agar lebih halus dan responsif.

Selain itu, fitur Smart Motor Generator (SMG) membuat suara mesin saat dinyalakan lebih senyap. Dari sisi efisiensi, teknologi hybrid ini juga membantu konsumsi bahan bakar tetap irit, cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.

Fazzio Hybrid juga dibekali fitur modern seperti lampu LED, panel instrumen digital, soket pengisian daya ponsel, serta konektivitas Y-Connect yang memungkinkan pengendara memantau kondisi motor melalui smartphone.

Pilihan Varian dan Harga

Yamaha Fazzio Hybrid 2026 dipasarkan dalam tiga varian dengan harga rekomendasi On The Road Jakarta sebagai berikut:

  • Fazzio Hybrid: Blue White, Black Red, Grayceful Pink, Yolo Black – Rp 22.270.000

  • Fazzio Hybrid Neo: Go Purple, Pink Mauve, White, Green – Rp 24.055.000

  • Fazzio Hybrid Lux: Greenish Gray, Titan – Rp 24.745.000

Motor Fazzio Apakah Termasuk Motor Jenis Hybrid?

Dengan penyegaran warna dan grafis ini, Yamaha Fazzio Hybrid semakin menegaskan diri sebagai skutik hybrid yang bukan hanya efisien, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang aktif dan penuh ekspresi.

Mobil Made in Indonesia Makin Laris di Luar Negeri, Toyota Ekspor Hampir 300 Ribu Unit di 2025!

Kinerja ekspor Toyota Indonesia 2025 patut diacungi jempol. PT TMMIN berhasil mengapalkan hampir 300 ribu unit mobil CBU ke berbagai negara, termasuk pasar baru di Amerika Latin dan Australia.

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari industri otomotif Tanah Air, mobil-mobil rakitan anak bangsa bermerek Toyota ternyata semakin diminati di pasar mancanegara. Hal ini dibuktikan oleh kinerja ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang mencatatkan angka impresif sepanjang tahun 2025.

Nggak cuma sukses memimpin penjualan di dalam negeri, Ekspor Toyota Indonesia 2025 juga membuktikan tajinya di kancah internasional. Sepanjang tahun lalu, mereka berhasil mengirimkan total 298.457 unit kendaraan utuh alias Completely Built Up (CBU) ke berbagai negara tujuan.

Berkat Lini Hybrid, Toyota Masih Mendominasi Pasar Otomotif Indonesia 2025

Angka ekspor Toyota Indonesia 2025 tersebut nyaris menyentuh target psikologis 300 ribu unit yang dicanangkan sebelumnya. Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisi Toyota sebagai tulang punggung ekspor otomotif nasional.

Nandi Julyanto, Presiden Direktur TMMIN, mengungkapkan betapa signifikannya kontribusi ini. “Angka ini menyumbang sekitar 58 persen dari total ekspor otomotif nasional, menjadikan Toyota sebagai kontributor utama industri otomotif Indonesia di pasar global,” jelas Nandi di acara media gathering, Senin (26/1/2026).

Artinya, lebih dari separuh mobil buatan Indonesia yang beredar di jalanan luar negeri adalah merek Toyota. Ini jelas jadi prestasi yang nggak bisa dipandang sebelah mata.

Ekspor Toyota Indonesia 2025 Rambah Pasar Baru Hingga Amerika Latin

Toyota fortuner di Ekspor ke Australia
Toyota Fortuner secara resmi dilepas Presiden Joko Widodo untuk diekspor ke Australia. (Dok: TMMIN)

Yang lebih menarik, peta tujuan ekspor Toyota Indonesia kini semakin luas. Kalau dulu fokusnya hanya di negara-negara Asia Tenggara dan Timur Tengah, sekarang mobil buatan Karawang sudah merambah ke benua lain.

Amerika Latin menjadi salah satu pasar baru yang menjanjikan. Selain itu, Nandi juga menyinggung pasar Australia yang mulai terbuka lebar, terutama untuk model-model kendaraan elektrifikasi yang memang sedang didorong permintaannya di sana.

TMMIN Tegaskan Komitmen Kualitas Global Lewat Customer Month 2025 dan Prinsip Built-in Quality

Ekspansi ke pasar-pasar nontradisional ini menunjukkan bahwa kualitas mobil buatan Indonesia sudah diakui dan mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Posisi Indonesia sebagai basis produksi strategis bagi Toyota global pun semakin kuat.

Meski data detail per model yang di ekspor belum sepenuhnya dijabarkan, tren menunjukkan bahwa kendaraan ramah lingkungan mulai mengambil peran penting. Model-model seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid yang diproduksi di dalam negeri, diyakini menjadi salah satu komoditas ekspor andalan baru, bersanding dengan model konvensional yang sudah lebih dulu mapan seperti Fortuner dan Veloz.

Keberhasilan menembus pasar global dengan angka yang masif ini menjadi bukti bahwa tahun 2025 adalah tahun pembuktian bagi Toyota Indonesia. Di saat pasar domestik mungkin mengalami dinamika, lini ekspor justru menjadi penopang yang kuat, sekaligus membawa nama harum industri manufaktur Indonesia di mata dunia. (Z)

Berkat Lini Hybrid, Toyota Masih Mendominasi Pasar Otomotif Indonesia 2025

Di tengah penurunan pasar otomotif nasional pada 2025, Toyota tetap kokoh di puncak. Penjualan tembus 258.900 unit, didorong oleh larisnya model legendaris dan mobil hybrid. Simak datanya di sini.

OLX News – Tahun 2025 bukan tahun yang mudah bagi industri otomotif Tanah Air. Total pasar mengalami penurunan sekitar 6 persen, sebuah angka yang cukup bikin ketar-ketir banyak pabrikan. Tapi, di tengah situasi yang menantang ini, Toyota jadi satu nama yang tetap kokoh berdiri di puncak.

Toyota membuktikan kalau mereka punya “daya tahan” yang luar biasa. Henry Tanoto, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), mengungkapkan data menarik. Sepanjang 2025, Toyota berhasil mencatatkan penjualan tertinggi di kawasan ASEAN dengan total 258.900 unit.

Masih Jadi Idola! Intip Spesifikasi dan Harga Terbaru Toyota Innova Reborn 2025

Siapa bintang utamanya? Tentu saja, duo legendaris Kijang Innova dan Avanza masih jadi tulang punggung. Innova sendiri menyumbang sekitar 62.500 unit dari total penjualan tersebut.

Toyota

Kunci sukses pabrikan Jepang ini bertahan di tengah badai bukan cuma karena nama besar Innova dan Avanza. Penerimaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi, khususnya hybrid, punya peran yang sangat krusial.

“Di segmen elektrifikasi, Toyota juga mendominasi dengan pangsa pasar 51 persen di kategori hybrid EV,” papar Henry dalam acara media gathering awal tahun di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Angka 51 persen ini bukan main-main. Ini jadi sinyal kuat kalau masyarakat Indonesia mulai realistis. Mereka butuh mobil yang irit dan rendah emisi, tapi nggak mau ribet sama urusan ngecas baterai. Mobil hybrid yang bisa ngisi daya sendiri (self-charging) dianggap sebagai solusi paling pas buat kondisi infrastruktur kita saat ini.

Toyota Veloz Hybrid: Solusi Masuk Akal buat Keluarga Indonesia

Veloz Hybrid Lintas Nusa

Toyota paham betul kalau teknologi hybrid nggak boleh cuma jadi mainan orang kaya. Harus ada opsi yang terjangkau buat keluarga Indonesia. Mereka melakukan strategi elektrifikasi bertahap dan enggak berhenti di mobil premium saja.

“Melalui strategi elektrifikasi bertahap, kami menegaskan bahwa transisi menuju kendaraan rendah emisi tidak harus mahal atau rumit,” jelas Henry.

Toyota New Veloz Hybrid EV Buktikan Tangguh, Tuntaskan 7.000 Km Jalanan Indonesia

Buktinya adalah kehadiran Veloz Hybrid. Kenapa Veloz? Karena MPV 7 penumpang ini sudah terbukti jadi mobil keluarga andalan yang cocok buat segala medan, dari macet-macetan di kota sampai perjalanan jauh ke luar kota.

Respons pasarnya? Luar biasa. Angka pemesanan awal (pre-booking) Veloz Hybrid sudah hampir menyentuh 4.000 unit. Ini bukti kalau konsumen sudah siap beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan, asalkan produknya pas dengan kebutuhan dan kantong mereka.

Apalagi ditambah jaringan servis Toyota yang luas dan nilai jual kembali yang stabil, bikin orang makin yakin buat pindah. (Z)