Bagi pengguna Yamaha Aerox, lampu indikator yang tiba-tiba menyala tentu membuat khawatir. Salah satu yang sering muncul adalah kode 14 Aerox.
OLX News – Bagi pengguna Yamaha Aerox, lampu indikator yang tiba-tiba menyala tentu membuat khawatir. Salah satu yang sering muncul adalah kode 14 Aerox.
Indikator ini menandakan adanya gangguan pada throttle position sensor (TPS) atau sistem pengapian. Kode ini menunjukkan bahwa ECU tidak menerima data yang akurat dari sensor.
Akibatnya bisa memengaruhi performa motor. Bahkan motor bisa mati dan sulit untuk dihidupkan. Sehingga kamu harus ke bengkel untuk memperbaikinya.
Penyebab dan Cara Atasi Kode 14
Ada beberapa penyebab dan cara mengatasi kode 14 Aerox, diantaranya adalah:
1. Soket atau Kabel Longgar
Salah satu penyebab paling sederhana dari kode 14 Aerox adalah soket sensor TPS yang longgar. Getaran motor saat digunakan sehari-hari dapat membuat soket kendur sehingga aliran listrik tidak stabil.
Berapa Harga Aerox Cyber City Baru dan Bekas? Cek Informasinya di Sini
Selain itu, kabel yang terjepit atau terkelupas juga bisa menghambat transmisi data dari sensor ke ECU. Meski terlihat sepele, kondisi ini sering jadi pemicu utama error.
Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa soket dan kabel setiap kali melakukan servis ringan agar masalah tidak berkembang lebih serius.
2. Kotoran pada Throttle Body
Throttle body yang kotor juga bisa memunculkan kode 14 Aerox. Debu, oli, dan residu bahan bakar dapat mengganggu kinerja katup gas serta menghalangi sensor membaca posisi throttle dengan benar.
Akibatnya, ECU salah menerima data sehingga lampu indikator error berkedip. Pemilik Aerox sebaiknya rutin membersihkan throttle body, minimal setiap 10.000 km, agar sensor tetap bekerja optimal.
Perawatan sederhana ini bisa mencegah munculnya kode error dan menjaga tarikan motor tetap responsif.
3. Kerusakan pada Throttle Position Sensor (TPS)
Throttle position sensor adalah komponen inti yang berhubungan langsung dengan kode 14 Aerox. Sensor ini berfungsi mengukur sudut bukaan gas lalu mengirimkan sinyal ke ECU.
Jika TPS mengalami kerusakan, misalnya akibat usia pemakaian atau terkena air, sinyal yang dikirim bisa salah atau tidak terbaca.
Gejalanya sering berupa tarikan motor tersendat, langsam tidak stabil, hingga performa menurun drastis.
Jika penyebab ini yang terjadi, biasanya solusi terbaik adalah mengganti sensor TPS baru agar motor kembali normal.
4. Tegangan Aki yang Lemah
Sistem injeksi modern sangat bergantung pada kestabilan arus listrik. Saat tegangan aki melemah, ECU dapat salah membaca sinyal sensor sehingga memicu kode 14 Aerox.
Kondisi ini biasanya ditandai motor sulit dihidupkan, lampu redup, atau suara starter melemah. Walaupun masalahnya bukan di sensor, aki yang lemah bisa menimbulkan efek berantai pada sistem elektronik motor.
Solusinya adalah memeriksa tegangan aki secara berkala dan mengganti aki jika sudah tidak mampu menyimpan daya dengan baik.

5. Error pada ECU
Selain sensor, ECU juga bisa jadi sumber masalah kode 14 Aerox. Jika software ECU mengalami error atau ada komponen di dalamnya yang rusak, sistem tidak mampu mengolah data dengan benar.
Walaupun kasus ini jarang terjadi, namun tetap perlu diwaspadai, terutama jika kode 14 muncul berulang meski sensor dan kabel sudah dicek.
Untuk memastikan, biasanya dibutuhkan pemeriksaan menggunakan Yamaha Diagnostic Tool (YDT) di bengkel resmi. Jika ECU yang bermasalah, maka penggantian unit menjadi solusi terakhir.
6. Faktor Lingkungan dan Perawatan
Selain masalah teknis, faktor lingkungan juga bisa memengaruhi munculnya kode 14 Aerox. Misalnya, motor yang sering diparkir di tempat lembap atau terkena hujan berisiko mengalami korsleting kecil pada soket sensor.
Begitu juga dengan kebiasaan jarang melakukan servis rutin, yang membuat throttle body kotor dan kabel tidak terkontrol. Perawatan yang kurang teratur dapat memperbesar risiko error pada sistem injeksi.
Dengan kata lain, gaya penggunaan dan perawatan sehari-hari berperan besar dalam mencegah kode error.
Cara Mencegah Kode 14 Aerox
Agar masalah tidak terus berulang, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Rutin servis berkala – Minimal setiap 3.000–4.000 km periksa kondisi throttle body, sensor, dan soket.
- Cek kabel dan soket – Pastikan tidak ada kabel terjepit, terbuka, atau longgar yang bisa mengganggu sinyal sensor.
- Gunakan bahan bakar berkualitas – BBM dengan oktan sesuai rekomendasi pabrikan dapat mengurangi residu di throttle body.
- Jaga kondisi aki – Pastikan tegangan aki stabil, karena suplai listrik yang lemah bisa memicu kode 14 Aerox.
- Hindari lingkungan ekstrem – Jangan terlalu sering memarkir motor di tempat lembap atau terkena air hujan langsung.
- Gunakan bengkel resmi untuk perbaikan – Jika kode error muncul terus, gunakan alat diagnosa resmi Yamaha untuk pemeriksaan lebih akurat.
Berapa Harga Aerox Alpha 2025? Ini Detailnya Lengkap dengan Fitur Unggulan
Munculnya kode 14 Aerox bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari soket longgar, throttle body kotor, kerusakan sensor TPS, tegangan aki lemah, hingga error pada ECU.
Dengan mengetahui penyebab-penyebab ini membantu pemilik Aerox mengambil langkah tepat, apakah cukup membersihkan, memperbaiki kabel, atau perlu mengganti komponen tertentu.





























