Bearing roda memainkan peranan penting dalam sistem suspensi mobil karena fungsinya untuk menjaga roda agar berputar dengan lancar dan stabil.
OLX News – Kerusakan pada bearing roda dapat mengakibatkan munculnya suara dengung, getaran, dan ketidakstabilan saat berkendara. Masalah ini dipandang sepele, namun dampaknya besar bagi keselamatan.
Penyebab Kerusakan Bearing Roda Mobil
Ada banyak alasan teknis di balik rusaknya bearing roda dengan cepat, seperti kualitas komponen, cara berkendara, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Kualitas Bearing Roda yang Rendah
Salah satu faktor utama yang menyebabkan bearing roda cepat rusak adalah kualitas komponen yang rendah. Bearing yang tidak mahal biasanya kurang memiliki lapisan pelindung yang baik.
Akibatnya pelumas di dalamnya bisa cepat menguap akibat suhu yang tinggi. Ini akan meningkatkan gesekan antara bola baja dan tempat bearing, menyebabkan bunyi berisik dan keausan yang lebih cepat.
Untuk menghindari masalah ini, disarankan menggunakan bearing roda asli atau produk OEM yang telah terbukti kualitas dan ketahanannya terhadap suhu tinggi serta beban berat.
2. Minimnya Pelumasan
Pelumasan sangat penting dalam mempertahankan bearing roda. Jika pelumas dalam bearing mulai berkurang, maka gesekan antara komponen akan meningkat dan suhu pada bearing akan naik.
Dalam kondisi panas yang ekstrem, logam bisa meluas dan mempercepat kerusakan. Pelumasan biasanya berkurang karena seal bearing bocor atau rusak.
Oleh karena itu, setiap kali melakukan pemeliharaan rutin, penting untuk meminta teknisi memeriksa kondisi pelumas di bearing agar selalu optimal.
3. Gaya Berkendara yang Kasar
Jika pengemudi sering mengemudikan mobil dengan cara yang kasar, seperti menerjang lubang, naik trotoar, atau melakukan pengereman mendadak, maka bearing roda bisa lebih cepat aus.
Pukulan dari permukaan jalan yang tidak rata dapat merusak dudukan bearing dan bahkan membuat poros roda menjadi bengkok.
Pengemudi disarankan untuk mengurangi kecepatan saat melewati jalan rusak dan tidak membawa beban berlebih, karena tekanan tambahan dapat mengurangi umur pakai bearing roda.
4. Proses Pemasangan yang Salah
Pemasangan bearing yang tidak tepat bisa juga menyebabkan kerusakan. Jika bearing roda dipasang terlalu ketat atau miring, gesekan yang terjadi akan meningkat, sehingga bearing cepat rusak.
Proses pemasangan sebaiknya menggunakan peralatan yang tepat, seperti bearing puller dan torque wrench, untuk memastikan posisi dudukan sejajar dan torsi penguncian sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Kesalahan kecil dalam pemasangan dapat menyebabkan getaran atau suara dengung yang sulit dihilangkan.

5. Terpapar Air dan Debu
Air dan debu adalah musuh besar bagi bearing roda. Ketika mobil sering melewati genangan air atau jalan berlumpur, cairan dan kotoran dapat masuk ke dalam casing bearing.
Seiring waktu, pelumas di dalam bearing menjadi terkontaminasi dan kehilangan fungsi untuk melindungi logam dari gesekan. Hal ini menyebabkan terjadinya karat yang mempercepat kerusakan.
Penggunaan seal pelindung tambahan atau pembersihan secara berkala pada area roda dapat membantu memperpanjang umur bearing roda.
Dampak Jika Bearing Roda Tidak Segera Diganti
Apabila bearing roda yang sudah rusak dibiarkan tanpa diganti, konsekuensinya bisa meluas ke berbagai komponen lainnya. berikut dampak yang bisa terjadi, yaitu:
1. Munculnya Suara Dengung dan Getaran
Bearing roda yang rusak adalah munculnya suara berdengung yang semakin kencang ketika kecepatan bertambah. Kamu juga mungkin merasakan getaran pada setir atau lantai mobil.
Suara ini dihasilkan karena bola baja di dalam bearing tidak berputar dengan baik. Meskipun hal ini mungkin terasa sepele di awal, kondisi inii menunjukkan bearing sudah aus dan bisa macet kapan saja.
2. Ketidakseimbangan Roda
Kerusakan pada bearing roda bisa menyebabkan roda menjadi tidak seimbang. Hal ini membuat mobil menjadi tidak stabil, terutama saat berbelok atau bergerak cepat.
Keadaan ini berisiko karena mengurangi kontrol atas kendaraan, terutama di kondisi jalan basah atau pada tikungan tajam. Selain itu, ketidakseimbangan mempercepat kerusakan pada ban serta suspensi.
3. Peningkatan Konsumsi Bahan Bakar
Bearing yang tidak berfungsi dengan baik menambah gesekan pada roda. Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan, yang menyebabkan penggunaan bahan bakar menjadi lebih tinggi.
Meskipun peningkatannya tampak kecil, dalam jangka panjang hal ini dapat mengakibatkan pengeluaran bahan bakar yang signifikan.
Mengganti bearing roda dengan yang baru akan jauh lebih menguntungkan dibanding harus menghadapi penurunan efisiensi bahan bakar secara berkelanjutan.
4. Risiko Kerusakan pada Poros Roda
Jika bearing roda dibiarkan aus terlalu lama, kerusakannya bisa menyebar hingga ke poros roda (axle shaft). Guncangan dan gesekan membuat permukaan poros menjadi aus atau bahkan patah.
Memperbaiki bagian ini bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit, bahkan mencapai jutaan rupiah tergantung pada jenis mobil.
Oleh karena itu, sangat lebih baik untuk mengganti bearing segera setelah melihat tanda-tanda awal daripada menunggu hingga kerusakan semakin parah.
Itulah beberapa penyebab dan dampak yang akan kamu alami jika bearing roda mengalami keausan dan tidak diganti.





























