Apa yang membuat Suzuki A100 kembali populer di kalangan kolektor? Simak spesifikasi, keunikan, dan harganya secara lengkap di sini.
OLX News – Suzuki A100 dikenal sebagai salah satu motor klasik yang punya perjalanan sejarah unik di Indonesia. Dahulu digunakan sebagai motor dinas Pak Pos, model ini menjadi simbol era komunikasi berbasis surat yang begitu hidup. Kini, justru status historisnya membuat motor ini semakin dicari para kolektor.
Desainnya yang sederhana, mesin 2-tak yang responsif, serta bobot yang ringan menjadikannya mudah dirawat hingga hari ini. Selain itu, ketersediaan unit yang semakin langka membuat nilainya meningkat dari tahun ke tahun. Yuk simak apakah motor ini masih layak menjadi koleksi berharga di era modern.
Spesifikasi Suzuki A100
Motor ini menawarkan performa yang cukup stabil berkat mesin kecil yang efisien dan konstruksi bodi yang ringan. Menghimpun data dari katalog pabrikan lama Suzuki dan berbagai sumber artikel otomotif terkait, rangkuman berikut memuat informasi detail mesin hingga aspek teknis penting lainnya. Untuk mempermudah Anda memahami karakter motor ini, berikut spesifikasinya yang wajib Anda ketahui.
| Komponen | Spesifikasi |
| Tipe Mesin | Mesin 2‑tak (2‑stroke) |
| Kapasitas mesin | 98 cc |
| Kapasitas Tangki BBM | 7 L |
| Karburator | Mikuni 20 mm |
| Tenaga Maksimum | 9,3 HP |
| Torsi Maksimum | 9,3 Nm |
| Penggerak | Rantai (Chain Drive) |
| Transmisi | Manual 4-percepatan |
| Dimensi | 1.830 x 760 x 1.010 |
Baca juga: Daftar Harga dan Spesifikasi Motor Suzuki
Fitur Unggulan Suzuki A100
Kombinasi fitur mekanis dan fungsional pada motor ini membuatnya tetap relevan meski termasuk model klasik. Beberapa detail teknisnya bahkan dirancang untuk memberikan kontrol yang lebih stabil dan mudah bagi pengendara. Untuk mengetahui nilai tambah yang ditawarkan, berikut fitur unggulan yang wajib Anda simak.
| Fitur | Penjelasan |
| Kapasitas mesin 98 cc | Mesin kecil namun efektif menghasilkan tenaga yang cukup besar untuk kelas motor klasik. |
| Mesin 2‑tak 98 cc dengan sistem rotary valve dan CCI | Mesin ini dilengkapi rotary valve plus sistem pelumasan otomatis CCI (Crankcase Cylinder Oil) yang membuat performanya khas di zamannya. |
| Suspensi depan teleskopik + twin shocks belakang | Sistem suspensi ini memberikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan. |
| Rangka baja monocoque/stel | Rangka jenis tekanan baja memberikan konstruksi yang kuat dan awet, mendukung stabilitas berkendara. |
| Transmisi 4‑percepatan | Transmisi ini memberikan perpindahan gigi yang lebih lancar dan juga responsif. |
Kelebihan dan Kekurangan

Setiap kendaraan lama biasanya membawa pesona khas sekaligus tantangan tersendiri, termasuk pada motor ini. Ada aspek yang menjadi daya tarik, namun ada pula bagian yang menjadi perhatian ekstra sebagai aspek pertimbangan. Untuk memahami gambaran menyeluruhnya, berikut kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui.
| Kelebihan | Kekurangan |
| Desain klasik yang menarik dan ikonik – Bodi bulat dan rangka plat tebal menjadi ciri khas motor klasik yang sangat digemari kolektor. | Karburator Sensitif Setelan — Sedikit saja setelannya meleset, performa A100 langsung terasa kurang enak, misalnya tarikan pada mesin jadi kurang optimal. |
| Ringan dan mudah dikendalikan – Bobot ringan hanya sekitar 83 kg membuatnya mudah dikendarai, termasuk oleh pemula. | Kapasitas mesin kecil – Motor ini pakai mesin 98 cc, sehingga performanya terasa terbatas untuk kebutuhan sehari-hari. |
| Irit bahan bakar dan efisien – Mesin 2-tak dikenal irit dalam konsumsi untuk penggunaannya di era dulu. | Masalah karburator – Sering mengalami penyumbatan akibat endapan, membuat mesin sulit dihidupkan atau putaran tidak stabil. |
| Suspensi nyaman untuk ukuran klasik – Suspensi depan teleskopik dan belakang twin shocks memberikan kenyamanan relatif di permukaan jalan rata. | Rentan karat – Rangka monocoque berbahan pressed steel berpotensi mengalami korosi seiring waktu. |
| Sistem pelumasan CCI otomatis – Sistem rotary valve dengan pompa oli otomatis membuat mesin 2‑tak lebih mudah dirawat dibanding premix tradisional. | Performa rem terbatas – Rem tromol depan dan belakang kurang pakem dan mudah aus. |
| Mekanik sederhana memudahkan perawatan – Struktur mesin dan komponen yang sederhana mempermudah perbaikan dasar. | Suku cadang langka – Sebagai motor yang berhenti diproduksi sejak 1980, mencari onderdil asli menjadi sebuah tantangan, sehingga kolektor sekarang banyak cari suku cadang dari Suzuki A100 Thailand atau India (SGP) yang stoknya kadang masih lebih banyak dibanding stok lokal. |
| Nilai sejarah & kolektibilitas tinggi – Masuk sejarah otomotif Indonesia yang dijuluki sebagai “Motor Dinas Pak Pos.” | Kurang nyaman untuk jarak jauh – Suspensi dan ergonomi klasik kurang mendukung touring modern. |
Harga Baru dan Estimasi Harga Bekas (Februari 2026)
Model ini sudah tidak lagi dijual di dealer, sehingga acuan harga barunya berasal dari unit NOS (New Old Stock) atau motor yang direstorasi total. Untuk harga bekas merujuk pada listing di marketplace di mana harga sangat dipengaruhi kondisi dan kelengkapan komponen. Agar lebih jelas, berikut harga baru dan estimasi harga bekas per Februari 2026.
| Tipe/Model | Estimasi Harga Baru (OTR Jakarta) | Kisaran Harga Bekas |
| Suzuki A100 | Mulai Rp12.000.000 | Sekitar Rp7.000.000 – Rp9.000.000 |
Baca juga: Motor Suzuki Hayabusa, Cek Langsung Spesifikasi dan Fiturnya
Memiliki Suzuki A100 berarti merasakan nostalgia motor klasik dengan nilai sejarah yang tinggi dan desain ikonik yang tetap diminati. Popularitasnya yang sedang naik dan kelangkaan unit membuatnya menjadi incaran para kolektor. Jika Anda ingin menambah koleksi, segera temukan Suzuki A100 di situs OLX sekarang juga.



























