OtomotifElektrifikasiTest Drive Wuling Eksion PHEV: Diajak Capek Lewat Jalur Pantai Selatan Jawa,...

Test Drive Wuling Eksion PHEV: Diajak Capek Lewat Jalur Pantai Selatan Jawa, Tidur Nyaman, Nyetir Ketagihan!

Menempuh 601 km dari Jogja ke Jakarta, OLX News test drive Wuling Eksion PHEV menguji performa di jalur pantai selatan. Intip review lengkapnya!

OLX News – Menguji mobil keluarga baru paling pas kalau langsung dibawa jalan jauh. Kebetulan, tim OLX News dapat kesempatan berharga buat ikutan acara Media Test Drive Wuling Eksion gelombang kedua bersama puluhan jurnalis otomotif lainnya.

- Advertisement -

Total ada 9 unit Wuling Eksion tipe EX (varian tertinggi) yang siap disiksa menyusuri rute sepanjang 601 kilometer. Perjalanan ini dimulai dari kota Yogyakarta, melewati indahnya jalur Pantai Selatan (Pansela) menuju Pangandaran, menanjak ke arah Bandung, dan finis di jalanan padat ibu kota Jakarta.

Selama tiga hari penuh dari 8 sampai 10 Juni 2026, mobil berkapasitas 7 penumpang dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ini diuji melewati berbagai karakter aspal.

- Advertisement -

Mau tahu bagaimana performa aslinya kalau dipakai harian? Yuk, langsung simak ulasannya!

Gas Pol dari Jogja ke Pangandaran: Tanjakan Bukan Masalah Bagi Wuling Eksion PHEV

Test Drive Wuling Eksion PHEV

- Advertisement -

Hari pertama langsung disuguhi rute sejauh 211 kilometer yang cukup menantang. Turun dari pesawat yang mengantarkan kami dari Jakarta ke Jogjakarta, OLX News bersama rombongan media lainnya langsung menyicipi jalur pantai selatan Pulau Jawa yang terkenal dengan aspalnya yang mulus tapi penuh tikungan tajam serta tanjakan dan turunan curam.

Di sinilah racikan teknologi Ling Power milik Wuling memperlihatkan taringnya.

Mesin bensin 1.500 cc khusus hybrid berkolaborasi dengan motor listrik berdaya 145 kW serta baterai 20,5 kWh. Hasilnya? Saat harus menanjak di daerah pesisir, dorongan tenaganya langsung terasa instan begitu pedal gas diinjak.

Berkat transmisi pintar Dedicated Hybrid Transmission (DHT), perpindahan daya Wuling Eksion terasa sangat halus. Penumpang di baris kedua dan ketiga pun bisa duduk santai menikmati pemandangan tanpa perlu merasa terombang-ambing.

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Dan kebetulan untuk etape pertama ini, OLX News kebagian jatah duduk di kursi baris kedua. Kalau bicara nyaman, jujur, duduk di kursi penumpang baris kedua ini berasa nyaman banget. Ruang kaki dan kepala masih cukup lega sehingga memberikan posisi duduk cukup fleksibel. Dari duduk tegak, santai atau setengah rebahan.

Asyiknya lagi, penumpang belakang gak perlu cemas karena gak kebagian hawa dingin dari AC. Karena di baris keduanya juga sudah dibekali konsol pengaturan AC tersendiri. Kisi-kisi AC yang ada di pilar pintu belakang bagian atas dan samping rasanya sudah lebih dari cukup untuk membuat suhu kabin tengah jadi lebih sejuk.

Mungkin karena kelelahan, gak terasa OLX News tertidur cukup nyenyak dalam sepertiga perjalanan dari Jogjakarta menuju Pangandaran. Nyaman banget!

Oprek Mode Berkendara Sepanjang Jalur Bandung

Masuk hari kedua, perjalanan berlanjut dari Pangandaran menuju Bandung dengan jarak sekitar 233 kilometer. Medannya makin bervariasi, mulai dari jalan antarprovinsi yang bergelombang sampai kemacetan total pas masuk Kota Bandung.

Momen ini kami pakai buat gonta-ganti mode berkendara yang tersedia. Sebagai informasi, Wuling Eksion ini punya tiga Driving Mode utama: Eco, Normal dan Sport.

  • Eco: Paling pas buat menghemat daya waktu ketemu macet parah.
  • Normal: Karakter tenaganya pas untuk penggunaan harian.
  • Sport: Seluruh tenaga motor listrik dan mesin bensin langsung keluar secara agresif.

Bukan cuma itu, pilihan pengaturan energinya juga lengkap, ada EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority.

Waktu menanjak ke arah Bandung, kami pasang mode Hybrid dikombinasikan dengan opsi Sport. Sistem pintarnya secara otomatis membagi tugas antara motor listrik dan mesin bensin sesuai kemiringan jalan.

Efeknya, mobil bertubuh besar ini tetap terasa lincah buat menyalip truk-truk besar di tanjakan.

Uji Efisiensi Wuling Eksion PHEV di Jalan Tol Bandung Menuju Jakarta

Perjalanan etape ketiga ditutup dengan rute sepanjang 157 kilometer dari Bandung menuju Jakarta lewat jalan tol. Di sini, kami fokus menguji kenyamanan berkendara di kecepatan tinggi sekaligus melihat konsumsi bahan bakarnya.

Saat melaju konstan di tol, kami mengaktifkan mode Fuel Priority. Mode ini membuat mesin bensin bekerja optimal, menggerakkan roda sekaligus mengisi daya baterai secara mandiri. Proses perpindahan dayanya senyap banget, suara mesin hampir tidak terdengar menembus kabin.

Fleksibilitas teknologi PHEV ini memang jadi nilai jual utama. Kalau baterai penuh dan ingin dipakai keliling kota saja, mobil ini bisa berjalan murni pakai listrik hingga 125 kilometer. Sementara kalau dipakai jalan jauh ke luar kota, kombinasi bensin dan listriknya bisa menembus angka di atas 1.000 kilometer.

Ini sih sudah pasti bikin hati tenang karena tidak perlu pusing memikirkan lokasi pengisian daya baterai di jalan atau mencari SPBU untuk mengisi BBM. Apalagi di tengah kondisi harga BBM yang sekarang lagi meroket. Ini sih solusi banget!

Mengupas Performa Mesin dan Daya Tahan Baterai

Di sesi test drive Wuling Eksion kali ini, kami bisa merasakan canggihnya sistem penggerak di mobil ini. Mesin bensin 1.5 L di balik kapnya bertindak sebagai penyokong daya sekaligus generator penyuplai listrik, sedangkan roda digerakkan secara responsif oleh motor listriknya.

Baterai berkapasitas 20,5 kWh yang digendong Wuling Eksion punya peran penting. Kalau daya baterai terisi penuh, mobil bisa melaju murni memakai tenaga setrum (EV Mode) sampai sejauh 125 kilometer. Jarak selevel ini tentunya sudah lebih dari cukup untuk dipakai kerja bolak-balik seharian di dalam kota tanpa perlu mampir ke SPKLU.

Kalau indikator baterai sudah mulai tipis, mesin bensinnya akan menyala sendiri secara halus untuk mengisi daya lewat sistem pengisian regeneratif. Sepanjang rute menanjak yang cukup menguras tenaga dari Pangandaran ke Bandung, manajemen suhu baterainya bekerja dengan baik tanpa kendala overheating.

Rasa Berkendara Wuling Eksion PHEV: Ringan di Macet, Mantap di Kecepatan Tinggi

Duduk di kursi pengemudi Wuling Eksion memberikan impresi yang di luar perkiraan untuk sebuah SUV bongsor. Karakter setirnya terasa adaptif. Waktu dipakai merayap di tengah kemacetan kota, setirnya terasa sangat enteng sehingga tidak bikin tangan cepat pegal saat harus bermanuver atau parkir.

Uniknya, begitu mobil masuk jalan tol dan dipacu dengan kecepatan tinggi, bobot setir otomatis terasa memberat secara pas. Karakter ini bikin mobil jadi lebih ajeg, stabil, dan tidak melayang. Perpindahan dari mode listrik ke mode bensin juga tidak terasa sama sekali, sehingga pengemudi bisa fokus melihat jalan di depan.

Setelah sempat merasakan nyetir di hari kedua, di hari ketiga atau etape terakhir dari Bandung menuju Jakarta, OLX News kembali meminta kesempatan untuk duduk di belakang kemudi. Intinya, nyetir menggunakan Wuling Eksion ternyata bikin ketagihan.

Karakter Suspensi: Pas Lewat Jalan Rusak, Minim Limbung

Sektor kaki-kaki menjadi perhatian utama kami saat test drive Wuling Eksion di jalanan berliku. Setelan suspensinya menurut kami sangat pas buat karakter jalanan di Indonesia yang sering tidak rata.

Melintasi sambungan jalan beton atau aspal yang berlubang di daerah pesisir, peredaman shockbreaker-nya terasa firm tapi tetap empuk. Setelan ini sangat membantu saat mobil diajak menikung tajam karena bisa menekan gejala body roll secara maksimal. Penumpang di baris paling belakang pun aman dari risiko mabuk perjalanan.

Kenyamanan Kabin Wuling Eksion PHEV: Mewah dan Lapang untuk Sekeluarga

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Interior Wuling Eksion juga menawarkan ruang yang lega dengan desain modern. Layout kursinya dirancang pas untuk memastikan kenyamanan semua orang dari baris depan sampai baris kedua. Namun, jujur, kami belum sempat merasakan saat duduk di baris ketiga. Selama perjalanan test drive Wuling Eksion, bangku baris ketiga lebih banyak dalam kondisi terlipat untuk memperluas kapasitas ruang bagasi.

Tapi jika melihat dari dimensinya, tentu baris ketiga di Wuling Eksion gak akan ngasih space senyaman saudaranya, Wuling Darion. Pastinya! Eksion merupakan SUV berkapasitas 7-seater, sedangkan Darion memang merupakan murni model MPV.

Artinya, kursi baris ketiga di Wuling Eksion adalah optional ketika harus mengangkut lebih dari 5 orang penumpang.

Bagian dasbor dan lapisan pintunya sudah memakai bahan soft touch yang nyaman dipegang. Kursi depan juga punya penopang badan yang pas, jadi badan tidak gampang lelah saat harus menyetir berjam-jam.

Satu hal yang patut dipuji adalah kekedapan kabinnya. Suara gemuruh ban dari luar, embusan angin, sampai suara mesin bensin saat sedang mengisi baterai bisa diredam dengan sangat baik. Suasana di dalam kabin tetap sunyi, bikin ngobrol sepanjang perjalanan test drive Wuling Eksion jadi lebih nyaman tanpa harus berteriak.

Tapi dibalik semua kenyamanannya, ada satu hal yang menurut kami terasa kurang. Khususnya saat duduk nyetir di balik kemudinya. Wuling Eksion gak dibekali dengan pijakan kaki kiri, sehingga saat nyetir, kaki kiri begitu terasa gamang. Sedikit sulit untuk menemukan driving position yang nyaman bagi orang yang sudah sering bawa mobil transmisi otomatis.

Poin Penting yang Kami Sukai

Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Jogja sampai Jakarta, ada tiga hal utama yang bikin kami kepincut:

  • Bisa Jalan Sangat Jauh:Perpaduan bensin penuh dan baterai penuh bikin mobil ini bisa melaju total sampai 1.000 kilometer lebih (hitungan CLTC). Jadi tidak perlu berulang kali mampir ke pom bensin saat plesiran luar kota.
  • Akselerasi Sigap:Berkat motor listriknya, torsi besar langsung terasa begitu pedal gas diinjak sedikit, sangat membantu pas mau menyalip di jalur menanjak.
  • Kabin Kedap Suara:Interior yang tenang membuat perjalanan jauh jadi terasa santai dan tidak menguras tenaga.

Detail Kecil yang Kurang Kami Sukai

Meski punya banyak kelebihan, tetap ada beberapa detail kecil yang menurut kami masih bisa disempurnakan lagi:

  • Menu Fitur Terlalu Terpusat di Layar: Buat mengubah beberapa setelan berkendara, kita harus masuk ke dalam menu layar sentuh utama di dasbor. Cara ini agak kurang praktis dan bisa memecah fokus pengemudi saat mobil sedang melaju. Mungkin menurut kami, sebaiknya Wuling Eksion masih mempertahankan tombol fisik untuk beberapa pengaturan fungsi di dalam mobil.
  • Bagasi Belakang Pas-pasan Saat Kursi Tegak: Kalau kursi baris ketiga dipakai semua buat penumpang, sisa ruang bagasi di belakang jadi agak terbatas. Harus pintar-pintar menata barang kalau mau membawa banyak koper besar.
  • Pijakan Kaki Kiri di Kolong Kaki: Ini juga menjadi detail kecil yang sebaiknya diperhatikan oleh Wuling Motors. Tidak adanya pijakan kaki ini, bikin kaki kiri terasa gamang. Agak bingung untuk memposisikan kaki tersebut dengan nyaman.

Harga Wuling Eksion dan Ketersediaan Warna

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Berikut adalah detail harga Wuling Eksion OTR Jakarta untuk masing-masing varian:

  • Eksion EV CE: Rp 389.000.000
  • Eksion EV EX: Rp 459.000.000
  • Eksion PHEV CE: Rp 449.000.000
  • Eksion PHEV EX: Rp 499.000.000

Ada empat opsi warna luar yang bisa dipilih untuk Wuling Eksion, mulai dari Archipelago Blue, Haze Grey, Frosty White, hingga Starry Black.

Khusus tipe tertinggi (EX), tersedia sentuhan two-tone yang memadukan atap putih pada kelir Archipelago Blue, serta atap hitam untuk bodi Frosty White.

Masuk ke dalam kabin, ruang interiornya dipercantik oleh kombinasi warna walnut brown dan carbon black.

Kesimpulan Akhir

Test Drive Wuling Eksion PHEV

Lewat perjalanan panjang ini, Wuling sukses membuktikan kalau teknologi Plug-in Hybrid bawaan mereka bisa jadi solusi tepat untuk keluarga Indonesia yang butuh mobil bertenaga tapi tetap irit bensin.

Jarak 601 kilometer yang sudah dilewati memperlihatkan kalau kendaraan ini punya potensi besar buat bersaing di kelas SUV 7-seater. Dengan performa responsif dari sistem Ling Power, kenyamanan kabin yang jempolan, serta jarak tempuh yang jauh, mobil ini cocok buat yang ingin merasakan sensasi mobil ramah lingkungan tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah jalan. (Z)


FAQ Wuling Eksion

  • Wuling Eksion tersedia dalam varian apa saja?
    Mobil ini punya dua opsi penggerak yang bisa dipilih. Pertama ada tipe Plug-in Hybrid (PHEV) yang mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik. Pilihan kedua adalah versi listrik murni alias Electric Vehicle (EV).
  • Wuling Eksion bisa muat sampai berapa orang di dalam kabin?
    SUV berukuran sedang ini dirancang sebagai mobil keluarga sejati dengan kapasitas 7 penumpang yang terbagi dalam 3 baris kursi.
  • Seberapa jauh Wuling Eksion varian PHEV bisa melaju?
    Kalau tangki bensin terisi penuh dan daya baterai dalam kondisi seratus persen, mobil ini diklaim bisa diajak berjalan jauh sampai lebih dari 1.000 km. Sementara kalau hanya ingin memakai mode listrik murni saja, jarak tempuhnya bisa sampai 125 km.
  • Apa saja fitur keselamatan yang ada di Wuling Eksion PHEV?
    Keamanan berkendara didukung oleh teknologi keselamatan aktif bernama ADAS. Di dalamnya sudah termasuk fitur Adaptive Cruise Control (ACC) serta Intelligent Driving Assist (IDA) yang bisa membantu menjaga posisi mobil agar tetap aman di dalam lajur jalan. Kurang lebih terdapat 11 fungsi ADAS yang menjamin keamanan berkendara di Wuling Eksion
  • Fitur hiburan dan kenyamanan apa yang paling menarik di Wuling Eksion PHEV?
    Di dalam kabin terdapat fasilitas premium seperti panoramic sunroof, kamera pantauan 360 derajat, perintah suara WIND khas Wuling, casan tanpa kabel (wireless charging), hingga layar hiburan utama berukuran besar sampai 15,6 inci yang disesuaikan dengan tipenya.
  • Bagaimana cara mengisi ulang daya baterainya?
    Untuk tipe PHEV, pengisian daya sudah menggunakan soket model CCS2 yang mendukung cas arus AC maupun DC. Sementara untuk tipe EV, sistemnya sudah mendukung pengisian daya kilat (fast charging).
  • Berapa harga Wuling Eksion di pasar Indonesia?
    Berikut adalah detail harga Wuling Eksion OTR Jakarta untuk masing-masing varian:

    • Eksion EV CE: Rp 389.000.000
    • Eksion EV EX: Rp 459.000.000
    • Eksion PHEV CE: Rp 449.000.000
    • Eksion PHEV EX: Rp 499.000.000
  • Di mana tempat untuk melakukan servis rutin dan klaim garansi?
    Segala urusan perawatan berkala, perbaikan, hingga pengajuan klaim garansi dilayani secara lengkap di seluruh jaringan bengkel resmi Wuling. Posisi bengkel atau tempat servis paling dekat dari rumah bisa dicek langsung di halaman resmi Dealer Wuling.
  • Kalau mendadak butuh bantuan di tengah jalan, harus hubungi ke mana?
    Tidak perlu panik jika mengalami kendala darurat saat berkendara, karena layanan bantuan darurat bisa diakses dengan menghubungi Call Center resmi Wuling di nomor 0-800-100-5050.

Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store