PT Astra Otoparts Tbk sukses raih keuntungan di tahun ini. Laba bersih Astra Otoparts tembus Rp1,8 triliun hingga kuartal III 2026. Kinerja positif ini ditopang tingginya permintaan komponen otomotif.
OLX News – Geliat industri otomotif nasional sepanjang tahun ini memberikan dampak positif bagi PT Astra Otoparts Tbk. Hingga kuartal III 2026, perusahaan komponen otomotif ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,80 triliun.
Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pencapaian laba ini sejalan dengan total pendapatan bersih perusahaan yang menyentuh angka Rp17,02 triliun, atau naik 15,0 persen.
Lonjakan performa keuangan ini merupakan hasil dari kontribusi dua lini bisnis utama perusahaan, yaitu sektor manufaktur dan perdagangan, yang sama-sama menunjukkan tren penjualan positif.
Sektor Manufaktur dan Perdagangan Kompak Tumbuh

Dari sisi manufaktur, Astra Otoparts mengantongi pendapatan bersih Rp9,18 triliun, meningkat 17,6 persen. Tingginya pesanan komponen dari pabrikan otomotif atau Original Equipment Manufacturer (OEM) menjadi motor penggerak utama.
Permintaan ini mengalir deras seiring membaiknya volume produksi mobil, sepeda motor, hingga kendaraan niaga di Tanah Air.
Sementara itu, sektor perdagangan juga menorehkan angka apik dengan sumbangan pendapatan Rp7,84 triliun, naik 12,0 persen.
Lini bisnis ini bertumbuh berkat kelengkapan produk aftermarket, tingginya kebutuhan layanan perawatan kendaraan di gerai ritel, serta penguatan pasar ekspor.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, menjelaskan bahwa strategi memperkuat kedua segmen tersebut terbukti efektif menjaga ketahanan dan pertumbuhan bisnis perusahaan.
“Pertumbuhan kinerja Astra Otoparts secara berkelanjutan hingga kuartal III 2026 didukung oleh kontribusi positif segmen manufaktur dan perdagangan yang saling melengkapi. Kami terus memperkuat kapabilitas manufaktur untuk mendukung penguatan kolaborasi dengan pelanggan OEM yang ada selain menambah OEM baru,” ujar Yusak.
“Di segmen perdagangan, kami memperluas jangkauan pasar melalui jaringan distribusi, ritel, dan ekspor, dengan didukung oleh portofolio produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Langkah-langkah ini menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing, menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, dan menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham,” pungkasnya.
Ekspansi Ritel dan Infrastruktur Kendaraan Listrik
Guna memperkuat saluran penjualannya, Astra Otoparts saat ini ditopang oleh 49 diler utama dan 28 kantor penjualan yang mendistribusikan barang ke lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia.
Perusahaan juga mengelola 673 gerai ritel modern, mulai dari Shop & Drive hingga Astra Otoservice, serta platform jual beli daring bernama Astra Otoshop.
Di luar pasar komponen kendaraan bermesin bakar, perusahaan juga agresif menggarap ekosistem kendaraan listrik. Hingga kuartal ketiga tahun ini, fasilitas pengisian daya Astra Otopower telah beroperasi sebanyak 71 unit di 61 titik strategis.
Perusahaan juga memasarkan mesin pengisi daya rumahan merek ALTRO guna melayani para pengguna mobil listrik secara langsung.
Kinerja dari berbagai lini bisnis ini turut mempertebal postur neraca perusahaan. Tercatat, total aset Astra Otoparts per kuartal III 2026 mencapai Rp25,18 triliun, naik 11,3 persen dari posisi akhir Desember 2025.
Dengan total ekuitas senilai Rp17,89 triliun, struktur keuangan perusahaan dinilai sangat kuat untuk mendukung berbagai rencana ekspansi operasional di masa mendatang.


























