Gila! Marco Bezzecchi catat kemenangan kedua musim ini di MotoGP Brazil secara dominan. Baca rekor bersejarah, podium Jorge Martín, dan dominasi Aprilia Racing di sini!
OLX News – Balapan akhir pekan di Autódromo Internacional de Goiânia – Ayrton Senna benar-benar memanjakan mata para pencinta kecepatan. Namun, bintang utamanya tidak lain dan tidak bukan adalah pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. Pembalap asal Italia ini tampil tanpa celah dan mengunci kemenangan di sirkuit kebanggaan warga Brasil ini.
Kemenangan ini terasa sangat spesial, bukan hanya karena itu adalah kemenangan pertama di sirkuit tersebut, tetapi juga karena Bezzecchi berhasil mencatatkan rekor luar biasa. Ini adalah kemenangan kedua musim ini bagi Marco Bezzecchi, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai penantang kuat gelar juara dunia.
“Balapan yang luar biasa dan hari yang sangat menyenangkan. Saya benar-benar sangat puas karena melihat start kami di hari Jumat. Jujur, saya tidak menyangka bisa menang. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk Roberto Lunadei yang meninggal minggu lalu,” ujar Bezzecchi.
Baca Juga: Aprilia Racing Pamer Motor dan Livery Baru untuk MotoGP 2026, Siap Jadi Motor Tercepat dalam Sejarah Mereka!
Bezzecchi memulai balapan dengan sangat baik dari posisi kedua. Kunci utama dominasinya terletak pada start yang sempurna. Saat lampu start padam, Bezzecchi langsung melesat dan berhasil mengambil alih pimpinan di tikungan pertama.
Setelah berhasil memimpin, Bezzecchi tidak memberikan kesempatan bagi pembalap lain untuk mendekat. Dengan RS-GP26 yang bekerja sangat baik, ia memimpin dari awal hingga garis finis. Strategi ini benar-benar berjalan mulus dan memperlihatkan kematangan Bezzecchi dalam mengelola ban dan kecepatan.
Penampilan Bezzecchi di Goiânia adalah bukti nyata betapa nyamannya ia dengan motor Aprilia saat ini.
Masuk Elite Dunia dengan Rekor Empat Kemenangan Beruntun!

Kemenangan kedua musim ini bagi Marco Bezzecchi bukan sekadar tambahan poin. Ini adalah kemenangan keempat berturut-turut dalam karier Bezzecchi (Portimão, Valencia, Buriram, dan Goiânia).
Hanya segelintir pembalap modern yang mampu mencapai rekor ini. Dengan hasil ini, Bezzecchi menjadi pembalap kelima di era modern yang memenangkan empat Grand Prix berturut-turut. Ia kini sejajar dengan nama-nama legendaris seperti Valentino Rossi, Marc Márquez, Jorge Lorenzo, dan Pecco Bagnaia.
Baca Juga: Juara Dunia Jorge Martin, Tunggangi Aprilia RS-GP25 di MotoGP Musim Balap 2025
Hari Bersejarah bagi Aprilia Racing dan Kembalinya Jorge Martín

Hasil di Goiânia bukan hanya milik Bezzecchi seorang. Bagi Aprilia Racing, ini adalah hari yang bersejarah.
Aprilia berhasil meraih hasil one-two kedua dalam sejarah tim pabrikan mereka, mengikuti hasil bersejarah di Montmeló 2023. Jorge Martín melengkapi podium Aprilia dengan finis di posisi kedua.
Ini adalah podium pertama Jorge Martín bersama Aprilia Racing dalam balapan panjang (long race) dan menjadi hasil yang sangat berarti baginya. Setelah waktu yang panjang, tepatnya 490 hari sejak podium terakhirnya di long race, Martín akhirnya kembali merasakan manisnya podium. Adaptasinya yang cepat dengan RS-GP26 mengejutkan banyak pihak, sekaligus menjadi peringatan bagi pesaing lain.
“Saya tidak kaget dengan hasil ini karena ada banyak kerja keras di baliknya. Yang paling mengejutkan adalah seberapa cepat saya bisa beradaptasi dengan RS-GP26. Kami bekerja keras dan bersama-sama mengembangkan motor,” kata Martín.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Aprilia memiliki dua pembalap di dua posisi teratas klasemen kelas utama FIM Grand Prix World Championship. Dominasi ini semakin diperkuat oleh performa Trackhouse MotoGP Team, di mana Ai Ogura finis di posisi kelima dan Raúl Fernández di posisi kesepuluh. Ini berarti empat Aprilia berhasil masuk dalam sepuluh besar!
Massimo Rivola, selaku perwakilan Aprilia, melihat hasil ini sebagai sinyal positif. “Hari Minggu yang sempurna dengan Jorge kembali naik podium. Rasanya emosional melihatnya kembali ke sana. Kami punya dua pembalap yang sangat kuat, dan sekali lagi kerja keras dari Noale terbayar,” tutup Rivola, sambil tetap mewaspadai dua seri berikutnya di Austin dan Jerez.
Goiânia adalah saksi dominasi mutlak Bezzecchi dan Aprilia Racing. Kemenangan kedua musim ini bagi Marco Bezzecchi menjadikannya sebagai favorit kuat untuk gelar juara dunia 2026. (Z)


























