Pelajari perbedaan sirloin dan tenderloin, mulai dari tekstur, cita rasa, hingga kandungan nutrisi. Mana yang paling cocok? Temukan jawabannya di sini.
OLX News – Sirloin dan tenderloin merupakan dua potongan steak yang sering dibandingkan karena perbedaan tekstur dan cita rasanya. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang berpengaruh pada pengalaman makan. Hal ini membuat proses pemilihan perlu dilakukan dengan lebih cermat.
Memilih potongan steak terbaik bukan hanya soal rasa, tetapi juga dipengaruhi preferensi. Setiap potongan menawarkan sensasi yang tidak sama sehingga harus disesuaikan dengan selera.Â
Maka dari itu, mari kita bedah perbedaan karakteristik tiap potongan agar sesuai dengan preferensi hidangan yang ingin disajikan.
Mengenal Karakteristik Daging Sirloin dan TenderloinÂ
Daging sirloin dan tenderloin sering menjadi pilihan utama pecinta steak karena karakteristiknya yang unik dan berbeda. Keduanya menawarkan tekstur, cita rasa, dan tingkat kelembutan yang khas. Adapun karakteristik utama yang harus diketahui sebagai berikut.
Apa Itu Daging Sirloin (Has Luar)?Â
Daging sirloin atau has luar diambil dari bagian punggung sapi yang berada tepat di belakang tulang rusuk. Area ini cukup sering bergerak sehingga menghasilkan serat otot yang lebih kuat dan tekstur daging yang sedikit kenyal.
Keunggulan utama sirloin terletak pada lapisan lemak di pinggirannya serta marbling yang memberikan aroma sangat gurih. Saat dimasak, lemak tersebut akan meleleh dan menjaga daging tetap lembap sekaligus memberikan cita rasa sapi yang sangat kuat.
Apa Itu Daging Tenderloin (Has Dalam)?Â
Daging tenderloin atau has dalam merupakan potongan paling premium yang terletak di bagian otot psoas major di dalam tubuh sapi. Karena letaknya yang tersembunyi dan minim aktivitas, bagian ini memiliki struktur serat yang sangat halus dan tanpa otot yang keras.
Karakteristik utama tenderloin adalah kelembutannya yang luar biasa hingga seolah-olah lumer saat dikunyah. Meskipun kandungan lemaknya sangat rendah, potongan ini tetap menawarkan pengalaman makan yang mewah dengan rasa daging yang clean.
8 Perbedaan Sirloin dan Tenderloin yang Wajib DiketahuiÂ

Perbedaan kedua potongannya kerap menjadi bahan pertimbangan saat memilih daging untuk steak. Setiap potongan memiliki keunggulan tersendiri yang membuatnya cocok untuk teknik masak yang berbeda. Adapun aspek-aspek yang membedakannya sebagai berikut.
1. Lokasi Potongan Daging pada SapiÂ
Sirloin berasal dari otot punggung belakang yang aktif sehingga serat dagingnya lebih kuat dan terasa kenyal. Sebaliknya, Tenderloin terletak di bagian dalam yang jarang bergerak sehingga menghasilkan tekstur daging yang sangat lembut.
2. Perbedaan Berdasarkan Tekstur DagingÂ
Tenderloin dikenal sebagai potongan yang memiliki tekstur empuk karena hampir tidak memiliki serat otot yang kasar saat dikunyah. Sementara itu, Sirloin menawarkan tekstur yang lebih padat dan memberikan sensasi gigitan yang lebih mantap bagi penikmat steak.
3. Kandungan Lemak dan MarblingÂ
Sirloin memiliki lapisan lemak dan marbling yang cukup banyak sehingga memberikan rasa yang sangat gurih. Di sisi lain, Tenderloin memiliki kandungan lemak yang sangat sedikit sehingga tekstur dagingnya terasa lebih bersih dan tidak berminyak.
4. Perbedaan Cita RasaÂ
Tenderloin memiliki sensasi yang sangat lembut dan seolah lumer saat dikunyah karena struktur seratnya yang sangat halus. Sebaliknya, Sirloin memberikan cita rasa yang jauh lebih gurih karena lemaknya yang kuat memberikan aroma khas daging sapi.
5. Ukuran dan Bentuk Potongan
Tenderloin umumnya berbentuk silinder panjang yang tampak ramping dan sangat elegan saat disajikan di atas piring. Sedangkan Sirloin berbentuk melebar dan pipih yang membuat porsinya terlihat jauh lebih besar dan mengenyangkan.
6. Kandungan NutrisiÂ
Tenderloin merupakan sumber protein yang sangat murni dan rendah kolesterol sehingga menjadi pilihan utama bagi mereka yang menjalani diet sehat. Di sisi lain, sirloin mengandung zat besi dan vitamin B12 yang sedikit lebih tinggi berkat kandungan lemaknya yang memberikan kepadatan nutrisi tambahan.Â
7. Durasi dan Cara Memasak yang TepatÂ
Sirloin membutuhkan waktu masak sedikit lebih lama agar lapisan lemaknya bisa meleleh sempurna dan memberikan rasa gurih yang maksimal. Sebaliknya, Tenderloin harus dimasak dengan cepat dalam waktu singkat karena tanpa lemak pelindung, daging ini sangat mudah menjadi kering dan keras jika terlalu lama dimasak.
8. Perbandingan Harga
Tenderloin dibanderol dengan harga yang lebih mahal karena jumlahnya sangat sedikit dan dianggap sebagai potongan paling premium. Sirloin lebih mudah didapatkan dan harganya lebih terjangkau, menjadikannya pilihan favorit untuk makan steak sehari-hari.
Mana yang Lebih Sehat Antara Sirloin dan Tenderloin?Â
Menentukan mana yang lebih sehat antara sirloin dan tenderloin perlu melihat komposisi gizinya secara detail. Kedua potongan ini memiliki kelebihan masing-masing, terutama terkait lemak dan tingkat protein. Adapun perbandingan nilai gizi akan diulas sebagai berikut.
Perbandingan Nilai Gizi untuk DietÂ
Perbandingan nilai gizi antara sirloin dan tenderloin penting dipahami, terutama bagi yang sedang fokus pada diet.Â
Berdasarkan data dari U.S. Department of Agriculture, kedua potongan ini memiliki jumlah lemak dan kalori yang berbeda meski sama-sama tinggi protein. Adapun perbedaan yang perlu diperhatikan akan diulas pada tabel di bawah ini.
| Kandungan Gizi (per 100g) | Sirloin | Tenderloin |
| Kalori | 131 kkal | 274 kkal |
| Protein | 29,2 gram | 18,15 gram |
| Lemak | 10,54 gram | 21,83 gram |
Tips Mengolah Daging Steak Agar Lebih SehatÂ
Mengolah daging steak agar lebih sehat membutuhkan teknik yang tepat tanpa mengurangi cita rasanya. Banyak orang kini mulai memperhatikan pemilihan potongan daging, pilihan bumbu, hingga metode memasak yang lebih ramah bagi tubuh. Adapun tips yang bisa diterapkan sebagai berikut.
- Pilih metode masak rendah lemak: Gunakan teknik grilling atau pan-searing dengan sedikit minyak zaitun daripada menggoreng daging dalam rendaman mentega.
- Gunakan bumbu rempah alami: Ganti saus kemasan yang tinggi gula dan natrium dengan bumbu segar seperti bawang putih, rosemary, thyme, atau lada hitam.
- Terapkan teknik trimming lemak: Potong bagian lemak putih yang tebal di pinggiran daging sebelum dimasak untuk mengurangi asupan lemak jenuh dan kalori berlebih.
- Perhatikan porsi dan pendamping: Batasi porsi daging sekitar 150-200 gram dan pasangkan dengan sayuran hijau atau karbohidrat kompleks seperti ubi jalar.
- Gunakan metode basting yang cerdas: Jika ingin menggunakan butter untuk aroma, tambahkan hanya sedikit di akhir proses memasak daripada merendam daging sejak awal.
Baca juga: Harga Hewan Kurban Terbaru 2026: Kambing & Sapi TerlengkapÂ
Cara Memotong dan Meniriskan Lemak BerlebihÂ
Memotong dan meniriskan lemak pada steak sangat berpengaruh terhadap kualitas serta kandungan gizinya. Dengan teknik yang tepat, lemak berlebih bisa dikurangi tanpa merusak struktur daging. Adapun langkah-langkahnya yang bisa diterapkan sebagai berikut.
- Trimming: Pangkas lemak putih tebal di pinggir daging dengan pisau tajam sebelum memasak untuk mengurangi kalori.
- Scoring: Buat sayatan dangkal pada lapisan lemak agar proses rendering lebih cepat saat terkena panas.
- Gunakan Rak Panggang: Saat memanggang, letakkan daging di atas rak kawat supaya lemak yang meleleh jatuh dan tidak terserap kembali.
- Render Fat Cap: Tempelkan sisi lemak langsung ke wajan panas di awal proses memasak untuk mencairkan lemak jenuh secara maksimal.
- Tiriskan: Setelah matang, letakkan steak di atas tisu dapur selama 5-10 detik untuk menyerap minyak permukaan.
Panduan Memilih Potongan Steak Sesuai Selera
Menentukan potongan steak tidak hanya bergantung pada rasa, tetapi juga pada tingkat kelembutan dan komposisi lemaknya. Pemahaman akan perbedaan ini membantu dalam memilih potongan terbaik sesuai kebutuhan. Adapun poin-poin panduannya akan diulas di bawah ini.
Kapan Harus Memilih Sirloin?Â
Pilihlah sirloin bagi yang sedang fokus pada program pembentukan otot karena kandungan proteinnya yang lebih tinggi sangat efektif untuk menambah massa otot secara optimal. Potongan dagingnya memberikan cita rasa gurih bagi yang menyukai sensasi kenyal serta aroma lemak kuat daging sapi.
Kapan Harus Memilih Tenderloin?Â
Tenderloin menjadi pilihan nikmat jika tujuannya adalah menambah berat badan sekaligus ingin menikmati porsi steak sepuasnya. Dengan tekstur yang seolah lumer di mulut dan kandungan lemak intramuscular yang lebih tinggi, potongan ini menawarkan pengalaman makan mewah yang tetap ramah di lidah.
Tips Memasak Sirloin dan Tenderloin Agar JuicyÂ
Steak sirloin dan tenderloin dapat mempertahankan juiciness alaminya bila dimasak dengan teknik yang benar. Tekstur dan struktur serat dagingnya membuat proses pemanasan perlu dilakukan dengan cermat. Adapun tips memasak yang perlu diketahui sebagai berikut.
Teknik SearingÂ
Teknik searing melibatkan pemanasan permukaan daging pada suhu di atas 150°C dalam waktu singkat untuk menghasilkan lapisan luar coklat keemasan yang renyah. Adapun metode reverse sear yang melakukan pemasakan dengan api rendah terlebih dahulu sebelum diberi sear panas di akhir.Â
Teknik ini berfungsi mengunci kelembapan alami di dalam daging sehingga tekstur bagian dalamnya tetap lembut dan sangat juicy. Berikut adalah panduan teknik searing umum yang sering digunakan.
- Persiapan: Keringkan permukaan daging dengan tisu dapur agar tidak ada air yang menghambat pembentukan kerak.
- Wajan: Gunakan wajan besi cor (cast iron) atau stainless steel yang tebal untuk panas merata.
- Suhu: Panaskan wajan hingga berasap dengan sedikit minyak yang tahan panas tinggi (minyak kanola/alpukat).
- Proses: Letakkan daging dan jangan langsung dibalik. Biarkan 5 menit (medium rare) hingga terbentuk kerak dan terlepas sendiri dari wajan.
- Pembalikan (Flip): Setelah 5 menit dan muncul kerak, balik steak lalu masak lagi 4 menit di sisi satunya hingga crust terbentuk merata.
Tingkat Kematangan Ideal untuk Masing-masing PotonganÂ
Tingkat kematangan ideal untuk sirloin adalah medium (60°C-65,6°C) agar lapisan lemaknya memiliki cukup waktu untuk meleleh dan menyatu dengan daging. Pada kondisi ini, suhu panas yang meresap akan membuat tekstur sirloin menjadi lebih empuk sekaligus mengeluarkan rasa gurih yang maksimal.
Sementara untuk tenderloin, tingkat kematangan paling disarankan adalah medium rare (54,4°C-57,2°C) guna mempertahankan kelembutan seratnya yang sangat halus. Memasak tenderloin terlalu lama akan menghilangkan kelembapan alaminya dan membuat potongan premium ini menjadi kering serta kehilangan tekstur lumer yang khas.
Lebih Enak Sirloin atau Tenderloin?
Tenderloin sangat tepat bagi penikmat tekstur daging yang sangat empuk dengan kandungan lemak minimalis. Potongan ini menyajikan kelembutan maksimal serta cita rasa elegan yang sangat cocok untuk suasana makan formal seperti fine dining.
Sebaliknya, sirloin menjadi opsi terbaik bagi penikmat daging yang menginginkan karakter rasa sapi kuat dan tekstur sedikit kenyal. Keberadaan serat dan lapisan lemak pada bagian ini memberikan sensasi gurih yang lebih terasa saat disantap.
Baca juga: Resep Gepuk Sapi Lezat yang Mudah dan MurahÂ
Secara keseluruhan, memahami karakter setiap potongan daging membantu menentukan pilihan steak yang paling sesuai dengan selera. Perbedaan sirloin dan tenderloin terlihat jelas dari tekstur dan cita rasa yang menghasilkan sensasi berbeda saat disantap.
Tertarik dengan berbagai informasi tentang lifestyle lainnya? Temukan di OLX News dan download aplikasi OLX Indonesia di Google Play Store dan App Store.
































