Sabtu, Mei 23, 2026
BeritaTips Memilih Daging Sapi yang Baik dan Cara Memasaknya!

Tips Memilih Daging Sapi yang Baik dan Cara Memasaknya!

Pelajari cara memilih daging sapi yang segar! Kenali teknik mengolahnya agar empuk, kandungan nutrisi, hingga peralatan yang tepat untuk memasaknya di sini.

- Advertisement -

OLX NewsDaging sapi merupakan salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan. Kualitas daging sapi sangat berpengaruh terhadap rasa dan hasil akhir masakan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memilih daging yang baik sebelum mengolahnya.

Memilih daging yang tepat membutuhkan ketelitian agar mendapatkan hasil yang segar dan berkualitas. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah saat membeli. Oleh karena itu, artikel ini akan membedah tips memilih daging dan cara memasaknya. 

- Advertisement -

Cara Memilih Daging Sapi yang Baik

Memilih daging sapi yang segar penting untuk menjaga kualitas rasa dan keamanan konsumsi. Banyak orang masih kesulitan membedakan daging segar dan yang kurang layak. Adapun cara memilih daging sapi yang baik dapat disimak pada penjelasan berikut. 

1. Perhatikan Warna Daging yang Segar

Pilihlah daging segar yang memiliki warna merah terang atau merah ceri sebagai indikator utama kualitas produk. Jika menemukan daging yang berwarna merah tua atau kecoklatan, kondisi tersebut terjadi akibat paparan oksigen namun daging tetap masih aman untuk diolah menjadi bahan makanan. 

- Advertisement -

2. Cek Tekstur dan Kekenyalan Daging

Daging berkualitas baik selalu memiliki karakteristik tekstur yang cenderung kering, terasa padat, serta kenyal saat disentuh. Sebaliknya, hindari daging yang terasa lembek, berlendir, atau berair berlebihan karena kondisi tersebut mengindikasikan kontaminasi bakteri dan penurunan mutu. 

3. Aroma Daging yang Tidak Amis

Pastikan mencium aroma alami khas sapi yang segar dan tidak menyengat sebagai tanda mutlak bahwa kondisi daging masih prima. Hindari membeli jika tercium bau amis yang tajam, anyir, atau busuk karena itu merupakan tanda utama pembusukan yang berbahaya bagi kesehatan keluarga. 

4. Kebersihan dan Kondisi Tempat Penjualan

Belilah daging dari minimarket atau pasar yang sanitasi lingkungannya terawat dengan baik. Perhatikan juga alat potong dan tempat penyimpanan daging, lalu prioritaskan tempat yang menggunakan fasilitas pendingin (chiller) guna menjaga daging tetap segar dan bebas dari hinggapan lalat.

Perbedaan Daging Sapi dan Kambing

Daging sapi dan kambing sama-sama sering diolah menjadi berbagai masakan. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Adapun perbedaannya akan dijelaskan sebagai berikut.

1. Perbedaan Warna dan Serat Daging

Daging sapi umumnya memiliki warna cenderung lebih pucat dengan serat halus berukuran kecil. Di sisi lain, daging kambing mempunyai warna merah cerah dengan karakteristik serat yang lebih tebal saat diperhatikan. 

2. Aroma Khas Prengus pada Kambing

Daging kambing dikenal memiliki aroma kuat dan khas yang sering disebut sebagai bau “prengus”. Sebaliknya, aroma pada daging sapi tidak terlalu menyengat sehingga baunya lebih mudah dihilangkan dari peralatan memasak. 

3. Bentuk dan Tekstur Lemak Hewan

Garis-garis putih lemak pada permukaan daging sapi terlihat memanjang serta sangat mudah dikenali secara kasat mata. Sementara itu, garis lemak pada daging kambing kurang terlihat jelas karena cenderung berkumpul pada satu titik saja. 

4. Karakteristik Rasa Setelah Dimasak

Setelah melalui proses pengolahan, daging kambing biasanya menyisakan sedikit aroma khas beserta tekstur rasa yang agak alot di mulut. Berbeda dengan daging sapi yang diolah dengan benar akan menghasilkan tekstur lembut tanpa menyisakan aroma prengus.

Bagian Daging Sapi dan Kegunaannya

Setiap bagian daging sapi memiliki tekstur dan kegunaan yang berbeda. Pemilihan bagian yang tepat dapat memengaruhi hasil masakan. Untuk lebih jelas, berikut bagian daging sapi dan kegunaannya.

1. Has Dalam untuk Tekstur Empuk

Has dalam atau tenderloin merupakan potongan punggung dengan tekstur paling lembut dan minim lemak, cocok untuk steak premium atau tumisan. Ototnya yang jarang digunakan membuat potongan ini cepat matang dan menghasilkan daging yang sangat empuk. 

2. Has Luar untuk Rasa Gurih

Has luar atau sirloin berasal dari area bawah iga, menawarkan cita rasa gurih yang kaya akibat kandungan lemaknya. Potongan ini memiliki jaringan otot lebih padat, menghasilkan tekstur juicy yang cocok untuk dipanggang atau dibakar. 

3. Bagian Iga dan Buntut Sapi

Iga sapi (rib) digemari karena tulangnya yang dibalut daging kaya lemak mampu menghasilkan kaldu yang mantap. Sementara itu, bagian buntut (oxtail) kaya gelatin membutuhkan waktu masak lama agar teksturnya kenyal, lembut, dan menghasilkan kuah sup yang lezat. 

4. Bagian Sengkel untuk Masakan Berkuah

Sengkel atau shank merupakan potongan daging murni dari area betis yang kaya akan jaringan ikat dan urat. Bagian ini memerlukan proses masak lama agar melunak yang sangat cocok untuk masakan rawon, rendang, atau soto.

Olahan Daging Sapi Berkuah Bening

Olahan daging sapi berkuah bening memiliki cita rasa gurih dan segar. Menu ini juga cocok disajikan untuk berbagai suasana makan. Untuk lebih jelas, berikut olahan daging sapi berkuah bening yang bisa dicoba. 

1. Resep Sayur Sop Daging Sapi

Bahan-bahan:

  • 500 g daging sapi bagian brisket/sandung lamur (potong kotak)
  • 200 g wortel (potong serong)
  • 1 buah kentang (potong kotak)
  • 1 batang daun bawang (potong serong)
  • 2 batang seledri (ikat simpul)
  • ½ sdm kaldu sapi bubuk
  • 3 liter air
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • Bumbu halus: 3 siung bawang putih, 3 butir kemiri sangrai, ½ sdt merica putih, ½ sdm garam
  • Bumbu tumis: 7 butir bawang merah (iris tipis), ½ buah bawang bombay (iris), 3 cm jahe (memarkan), 1 butir pekak, 2 butir kapulaga, 2 cm kayu manis, ¼ butir pala (memarkan).

Cara Memasak: 

  1. Didihkan 1,5 liter air, masukkan daging sapi selama 2-3 menit hingga buih kotorannya keluar, lalu angkat, tiriskan, dan buang air rebusan pertama tersebut.
  2. Rebus kembali daging dengan sisa air baru hingga mendidih menggunakan api kecil.
  3. Lalu di wajan terpisah, tumis bawang merah, bawang bombay, bumbu halus, serta seluruh bumbu tumis hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam air rebusan daging.
  4. Masukkan kentang, wortel, seledri, dan Kaldu Sapi, masak hingga setengah matang, 
  5. Kemudian tambahkan daun bawang dan biarkan hingga seluruh bahan matang sempurna sebelum disajikan.

2. Soto Bening dan Soto Bandung

  1. Resep Soto Daging Sapi Kuah Bening

Bahan-bahan:

  • 300 g daging sapi bagian sengkel (potong kotak)
  • 200 g daging sapi bagian sandung lamur (potong kotak)
  • 3.5 liter air untuk merebus
  • 2 buah tomat
  • 1 sdt kaldu sapi bubuk
  • 2 batang serai
  • 3 lembar daun jeruk
  • Bumbu halus: 6 siung bawang putih, 4 butir kemiri, 4 cm kunyit, 3 cm jahe, 1 sdm ketumbar bubuk, 1 sdt merica bubuk, 1/2 sdt garam, 2 sdt gula pasir
  • Bahan pelengkap: Kol iris, tauge, soun, bawang goreng, seledri, dan daun bawang 

Cara Memasak:

  1. Rebus potongan daging sengkel dan sandung lamur di dalam air mendidih selama 10 menit untuk meluruhkan sisa kotoran, lalu saring dan tiriskan dagingnya.
  2. Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan jahe di wajan terpisah hingga matang, lalu masukkan daging dan aduk cepat sampai berubah warna.
  3. Tuangkan sisa air bersih ke dalam panci berisi daging dan bumbu tumis, tambahkan tomat serta kaldu sapi bubuk.
  4. Lalu masak menggunakan api kecil hingga kuah meresap dan daging empuk sebelum disajikan bersama bahan pelengkap. 
  1. Resep Soto Bandung Asli

Bahan-bahan:

  • 350 g daging sapi bagian has dalam (potong dadu)
  • 150 g lobak putih (kupas lalu iris bulat tipis)
  • 1.5 liter air
  • 3 cm jahe
  • 2 lembar daun salam
  • 1 batang serai
  • 2 sdt kaldu sapi bubuk
  • Bumbu halus: 8 butir bawang merah, 5 siung bawang putih, 1 sdt merica putih bubuk, 1 sdt garam, 2 sdm air matang
  • Bahan pelengkap: Kacang kedelai goreng, irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng

Cara Memasak:

  1. Didihkan air di dalam panci, lalu rebus potongan daging sapi has dalam hingga matang serta bertekstur empuk, kemudian kecilkan api dan sisihkan kuah kaldunya.
  2. Panaskan sedikit minyak di atas wajan, lalu tumis bumbu halus bersama jahe memarkan, daun salam, dan serai hingga layu serta memicu aroma wangi.
  3. Masukkan bumbu tumis ke dalam panci berisi daging beserta kaldunya, tambahkan irisan lobak putih dan kaldu sapi bubuk,
  4. Masak seluruhnya hingga mendidih sebelum disajikan hangat dengan taburan kacang kedelai goreng.

3. Sup Iga Sapi Kaya Rempah

Bahan-bahan: 

  • 1 kg iga sapi berkualitas
  • 200 g kentang, potong kotak
  • 200 g wortel, potong serong
  • 2 buah tomat, potong menjadi 8 bagian
  • 3 batang seledri, ikat simpul
  • 2 batang daun bawang, potong 1 cm
  • 1 sdm Royco Kaldu Sapi
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • Bumbu halus: 7 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, ½ sdm garam, 1 sdt merica putih bubuk
  • Bumbu rempah: 3 cm jahe (memarkan), 1 butir pekak, 3 butir kapulaga, ½ butir pala (memarkan), 3 cm kayu manis
  • Pelengkap: Bawang goreng, sambal rawit, dan jeruk limau 

Cara Memasak: 

  1. Didihkan air secukupnya, rebus iga sapi selama 2-3 menit hingga buih kotorannya keluar, kemudian angkat iga dan buang air rebusan pertama agar kuah sup bening.
  2. Rebus kembali iga bersama air bersih yang baru hingga mendidih, kecilkan api, tutup pancinya, lalu masak hingga daging iga menjadi setengah empuk.
  3. Tumis bumbu halus bersama bumbu rempah di wajan terpisah hingga matang, masukkan ke dalam air kaldu iga.
  4. Tambahkan kentang, seledri, wortel, daun bawang, serta kaldu sapi bubuk hingga melunak dan bumbu meresap sempurna. 

4. Asem Asem Daging Segar

Bahan-bahan: 

  • 500 g daging sapi bagian sengkel atau tetelan (potong dadu)
  • 100 g buncis, potong-potong sepanjang 2 cm
  • 3 buah tomat hijau atau tomat merah (potong-potong)
  • 1 liter air untuk merebus daging
  • Air asam jawa secukupnya
  • Cabai rawit merah dan cabai merah besar sesuai selera, iris serong
  • Bumbu iris: 6 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, 3 cm lengkuas (memarkan), 2 lembar daun salam
  • Penyedap kaldu Sapi, kecap manis, garam, dan sedikit gula pasir

Cara Memasak: 

  1. Rebus daging sapi di dalam air mendidih hingga teksturnya menjadi empuk, lalu angkat dagingnya, potong sesuai selera, dan sisihkan air kaldu sisa rebusannya.
  2. Tumis irisan bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, dan daun salam hingga harum, lalu masukkan potongan daging sapi ke dalamnya dan aduk hingga bumbu merata.
  3. Tuangkan kembali air kaldu sapi ke dalam tumisan, masukkan potongan buncis serta tomat. 
  4. Bumbui dengan air asam jawa, kecap manis, dan kaldu sapi bubuk hingga kuahnya meresap dan bercita rasa segar.
Baca juga: Panduan Lengkap Tingkat Kematangan Steak, Cara Memasak, Suhu Ideal, dan Tips Sehat! 

Teknik Mengolah dan Memasak Daging

Daging dapat diolah dengan berbagai teknik sesuai jenis masakan. Cara yang tepat dapat membuat daging lebih empuk dan lezat. Untuk lebih jelas, berikut teknik mengolah dan memasak daging yang perlu diketahui.

1. Cara Memotong Daging Melawan Serat

Memotong daging secara melintang atau berlawanan arah dengan alur serat otot akan mempersingkat panjang serat tersebut secara signifikan. Langkah krusial ini bertujuan agar jalinan ikatan protein lebih mudah terputus saat dikunyah, sehingga daging terasa empuk sejak gigitan pertama. 

2. Tips Mengempukkan Daging Tanpa Presto

  1. Metode Rebus 5-30-7: Merebus daging selama 5 menit, diamkan dalam panci tertutup rapat selama 30 menit, lalu masak kembali selama 7 menit.
  2. Bungkus Daun Pepaya: Memanfaatkan kandungan enzim papain alami dengan membungkus daging menggunakan remasan daun pepaya selama minimal 30 menit.
  3. Lumuran Parutan Nanas: Membalurkan parutan buah nanas segar ke seluruh permukaan daging untuk mengurai jaringan ikat, lalu membilasnya setelah beberapa menit.
  4. Aplikasi Bubuk Soda Kue: Menaburkan sedikit soda kue (baking soda) yang dicampur sedikit air pada potongan daging guna memutus ikatan protein otot. 

3. Penggunaan Bumbu Marinasi yang Tepat

Proses marinasi efektif sebaiknya menggunakan asam alami seperti jeruk nipis, cuka, atau nanas untuk melunakkan jaringan ikat daging. Campuran bumbu aromatik ini perlu didiamkan beberapa menit agar meresap ke serat terdalam sekaligus menjaga kelembapan alami saat dimasak. 

4. Waktu Memasak Ideal Sesuai Potongan

Potongan daging padat dan tinggi kolagen seperti sengkel atau paha memerlukan slow cooking dengan api kecil dan waktu lama agar melunak. Sebaliknya, potongan premium minim serat seperti has dalam (tenderloin) cukup dimasak singkat dengan suhu tinggi agar kelembutannya tetap terjaga. 

Kandungan Nutrisi pada Daging Sapi

Daging sapi dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi yang baik untuk tubuh. Kandungan gizinya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Untuk lebih jelas, berikut kandungan nutrisinya yang harus diketahui.

1. Sumber Protein Hewani yang Tinggi

Daging sapi mengandung sekitar 26 gram protein komplit berkualitas tinggi dengan semua asam amino esensial. Protein hewani dari 100 gram daging ini penting untuk pembentukan otot, pematangan antibodi imun, dan mempercepat pemulihan jaringan tubuh. 

2. Kandungan Zat Besi dan Zinc

Daging sapi memiliki zat besi sebesar 2,6 miligram serta diperkaya mineral zinc esensial yang sangat melimpah. Keberadaan zat besi heme di dalamnya memicu peningkatan kadar hemoglobin untuk mencegah anemia, sementara zinc bertindak aktif mengoptimalkan fungsi imun dan penyembuhan sel. 

3. Vitamin B12 untuk Kesehatan Saraf

Kandungan vitamin B12 sebesar 2,6 µg menjadikannya salah satu opsi utama untuk memelihara kesehatan sistem saraf pusat manusia. Nutrisi esensial ini bekerja mengoptimalkan produksi mielin atau lapisan pelindung saraf, sehingga transmisi sinyal otak tetap berjalan efisien dan ingatan terjaga. 

4. Analisis Lemak Jenuh dan Tak Jenuh

Terdapat total 15 gram lemak pada 100 gram daging, 6 gram lemak jenuh dan 1,1 gram lemak trans, sehingga sisanya 7,9 gram berupa lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh. Lemak tak jenuh ini membantu mengontrol kolesterol jahat jika daging dikonsumsi wajar dari total 250 kalori yang ada.

Peralatan Mengolah Daging yang Tepat

Pemilihan peralatan yang tepat membantu proses mengolah daging. Selain praktis, hasil masakan juga lebih optimal. Adapun peralatan mengolah daging yang tepat akan dijelaskan berikut ini. 

Jenis Pisau Khusus Memotong Daging

Pisau pemisah tulang (boning knife) diperlukan untuk memisahkan daging dari tulang secara rapi. Lalu, penggunaan golok daging (cleaver knife) berbilah lebar juga sangat disarankan guna mempermudah pemotongan bongkahan daging besar maupun tulang lunak.

Alat Penggiling Daging Rumahan

Mesin penggiling daging (meat grinder) listrik sangat praktis untuk mengubah potongan daging menjadi tekstur cincang halus yang konsisten. Alat ini dilengkapi beberapa pilihan pelat lubang pemotong agar tingkat kehalusan daging dapat disesuaikan dengan jenis masakan.

Termometer Dapur untuk Cek Kematangan

Termometer tusuk digital merupakan alat terbaik untuk mengukur suhu internal daging secara akurat demi mendapatkan tingkat kematangan yang pas. Penggunaan alat ukur ini sangat penting agar sari daging tidak hilang dan tekstur hidangan tidak menjadi kering.

Alat Pemanggang Listrik dan Arang

Pemanggang arang sangat unggul dalam memberikan aroma asap yang khas dan autentik pada permukaan daging bakar. Untuk penggunaan praktis di dalam ruangan, alat pemanggang listrik anti lengket menjadi opsi terbaik karena minim asap dan mematangkan secara merata.

Risiko Kesehatan Konsumsi Daging Sapi

Konsumsi daging sapi dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu. Hal ini dipengaruhi jumlah dan cara pengolahannya. Untuk lebih jelas, berikut risiko kesehatan konsumsi daging sapi. 

Dampak Konsumsi Berlebihan pada Kolesterol

Konsumsi daging sapi secara berlebihan memicu lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah karena kandungan lemak jenuh yang tinggi. Penumpukan kolesterol ini, jika tidak dibatasi, berisiko menyumbat pembuluh darah dan memicu komplikasi fatal seperti penyakit jantung koroner hingga stroke. 

Bahaya Daging yang Dimasak Terlalu Gosong

Memasak daging sapi pada suhu tinggi hingga gosong dapat membentuk senyawa karsinogenik seperti Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs). Paparan zat berbahaya ini dalam jangka panjang dapat merusak DNA sel sehingga meningkatkan risiko kanker. 

Porsi Ideal Konsumsi Daging per Hari

Porsi konsumsi daging merah yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah sekitar 50-70 gram per hari atau 350-500 gram per minggu. Pembatasan porsi ini sangat penting dipatuhi agar kebutuhan protein harian tetap terpenuhi tanpa membebani sistem metabolisme tubuh. 

Tips Menghilangkan Lemak Berlebih saat Masak

  1. Lakukan Teknik Fat Trimming: Potong dan buang semua lapisan lemak putih padat yang menempel di permukaan daging.
  2. Ganti Air Rebusan Pertama: Rebus daging selama beberapa menit hingga buih lemaknya keluar, lalu buang air tersebut dan ganti dengan air baru.
  3. Metode Pembekuan di Kulkas: Masak kuah kaldu sehari sebelumnya dan simpan di dalam lemari es hingga lapisan lemak di permukaan atas mengeras sehingga mudah diangkat.
  4. Gunakan Metode Panggang: Olah daging dengan cara dipanggang atau dibakar di atas jeruji besi agar sisa lemak jenuh meleleh dan luruh ke bawah secara alami.

Kreasi Resep Pengganti Daging Sapi

Kreasi resep pengganti daging sapi semakin banyak digunakan sebagai variasi menu. Berbagai bahan dapat diolah sebagai alternatifnya. Untuk lebih jelas, berikut kreasi resep pengganti daging sapi yang bisa dicoba. 

Olahan Jamur dengan Tekstur Daging

Jamur tiram, shitake, dan jamur kancing memiliki serat kenyal alami serta rasa gurih umami yang sangat mirip dengan karakteristik daging sapi. Bahan-bahan ini sangat ideal diolah menjadi variasi menu populer seperti rendang jamur, bistik, hingga sate sehat yang rendah kolesterol.

Penggunaan Tempe dan Tahu sebagai Protein

Tempe dan tahu merupakan sumber protein nabati padat gizi yang sangat efektif untuk menggantikan kebutuhan protein harian. Dua bahan berbasis kedelai ini tidak hanya kaya akan serat pangan, melainkan juga sangat mudah menyerap bumbu masakan tradisional saat dimarinasi atau disemur.

Resep Tumis Brokoli dan Bahan Nabati

Hidangan tumis yang memadukan kuntum brokoli segar, irisan wortel, dan tahu sutra menawarkan kombinasi nutrisi yang lengkap. Proses memasaknya sangat praktis karena hanya membutuhkan tumisan bawang putih, saus tiram, dan sedikit minyak wijen untuk menghasilkan cita rasa yang lezat.

Menyesuaikan Menu Masakan dengan Budget

Mengganti penggunaan daging sapi dengan aneka bahan pangan lokal seperti dengan bahan nabati menjadi strategi cerdas untuk menghemat pengeluaran. Langkah penyesuaian anggaran belanja ini terbukti tetap mampu menyajikan hidangan yang bergizi tinggi, bervariasi, serta ramah di kantong keluarga.

Seputar Daging Sapi

Cara Menyimpan Daging di Freezer

Simpan daging tanpa dicuci ke dalam wadah kedap udara bersuhu di bawah -18°C untuk mencegah kontaminasi bakteri. Potonglah daging menjadi porsi sekali masak agar pembekuan merata dan pencairan selanjutnya menjadi lebih praktis.

Berapa Lama Daging Sapi Bisa Bertahan

Potongan daging sapi segar berukuran besar mampu bertahan di dalam freezer selama 6 hingga 12 bulan. Namun, untuk daging giling atau irisan tipis (slice), batas aman penyimpanannya berkisar antara 3 sampai 4 bulan saja.

Tanda Daging Sapi Sudah Mulai Busuk

Pembusukan ditandai dengan perubahan warna daging menjadi kecoklatan hingga abu-abu disertai jamur kehijauan, permukaannya  juga terasa lengket atau berlendir. Kondisi buruk ini juga ditandai dengan keluarnya aroma anyir, asam, atau bau busuk yang menyengat.

Kesimpulan

Ringkasan Cara Memilih Daging Berkualitas

Daging sapi berkualitas tinggi wajib memiliki warna merah segar, beraroma khas alami, serta bertekstur padat dan kenyal. Segera hindari daging yang berbau amis menyengat, berair, atau lengket berlendir karena mengindikasikan kontaminasi bakteri pembusuk.

Pentingnya Menyesuaikan Bagian dengan Masakan

Kesesuaian potongan daging sangat menentukan hidangan karena setiap bagian memiliki karakteristik serat dan kadar lemak berbeda. Gunakan has dalam untuk menu seperti steak, has luar (sirloin) untuk menu daging panggang dengan cita rasa gurih dan juicy, serta bagian sengkel untuk masakan berkuah.

Keseimbangan Nutrisi dalam Olahan Daging 

Meskipun kaya akan kandungan protein, zat besi, dan vitamin B12, konsumsi daging tetap harus dibatasi demi mencegah risiko lonjakan kolesterol harian. Keseimbangan gizi yang ideal dapat diperoleh dengan membuang lemak padat berlebih sebelum dimasak serta menyajikannya bersama sayuran tinggi serat.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Daging Meltique, Perbedaan dengan Wagyu, dan Status Halalnya! 

Itulah pentingnya memahami berbagai hal seputar daging sapi untuk kebutuhan masakan. Dengan begitu, tidak perlu bingung lagi dalam memilih daging segar yang berkualitas. Ingin update informasi lainnya? Kunjungi OLX News dan download aplikasi OLX di Google Play Store dan App Store!


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Populer.
Berita Terkait