Bingung memilih master rem motor? Begini tips yang tepat agar motor lebih aman dan responsif.
Master rem adalah komponen dengan fungsi untuk mengubah gaya dari pedal rem ke tekanan hidrolik. Dengan berjalannya waktu, komponen ini bisa rusak karena sejumlah sebab, mulai dari seal internal yang aus hingga overheating.
Ciri yang paling kentara adalah jika rem terasa kurang responsif, jadi motor agak lama berhenti. Lantas, kalau tanda ini muncul, ada baiknya segera mengganti master rem.
Namun, hati-hati jangan sampai sembarang beli yang baru. Pengganti tersebut mesti sesuai dengan sistem pengereman motor. Asal pilih bisa berbahaya. Pasalnya, rem tidak mustahil justru bakal bermasalah saat saat kamu operasikan.
Jangan Asal, Ini Cara Memilih Master Rem Motor yang Tepat

Poin terpenting yang wajib kamu ingat adalah kompatibilitas antara master rem, slang rem, dan kaliper.
1. Slang Rem
Slang rem menyalurkan minyak rem hidrolik dari master ke kaliper rem. Masing-masing jenis slang rem punya diameter dan toleransi tekanan yang berbeda. Bila slang rem tidak kompatibel dengan master rem, tekanan hidrolik yang dihasilkan bisa tidak memadai atau malah kelebihan.
Contohnya, kalau slang rem terlalu sempit, kecepatan aliran minyak rem kemungkinan lambat. Jadi, pastikan slang rem dapat menangani tekanan hidrolik yang dihasilkan. Selain itu, panjang dan routing-nya juga harus pas.
2. Ukuran atau Jumlah Kaliper
Di sisi lain, kaliper adalah komponen yang menekan bantalan rem ke rotor untuk memperlambat laju motor. Komponen hidrolik ini mengacu pada tekanan cairan yang dikirim dari master rem.
Nah, ukuran atau jumlah kaliper otomatis menentukan besar tekanan hidrolik yang diperlukan untuk beroperasi secara efisien.
Kalau motor dipasangi beberapa kaliper (misalnya, rem cakram ganda) atau kaliper yang lebih besar, kamu perlu master rem yang mampu mengeluarkan tekanan hidrolik yang cukup biar semua kaliper aktif.
Sebaliknya, kalau kaliper lebih kecil atau tunggal, memakai master rem untuk sistem yang lebih besar malah bikin rem terlalu sensitif atau sulit kamu kuasai.
Makanya, kaliper berukuran besar perlu lebih banyak cairan untuk menggerakkan piston. Kalau ukuran lubang master rem terlalu kecil, jelas tidak akan mampu mendorong cukup cairan supaya kaliper bisa bekerja optimal.
Kesimpulannya, pastikan master rem yang baru cocok dengan ukuran dan tekanan slang rem (supaya bisa mengalirkan cairan hidrolik dengan semestinya) plus ukuran dan jumlah kaliper (biar tekanan hidroliknya cukup untuk pengoperasian yang nyaman). Jadi, semuanya mesti balanced.





































