OLX News – Sistem kelistrikan mobil merupakan bagian yang tak bisa diabaikan, kerusakan pada bagian kelistrikan bisa menyebabkan mobil tidak bisa dihidupkan.
Sistem kelistrikan mobil memiliki berbagai jenis rangkaian, namun semuanya memiliki titik awal dan akhir yang sama, yakni sumber tenaga listrik (baterai).
Agar kelistrikan mobil dapat beroperasi, maka arus listrik harus dapat mengalir dalam rangkaian yang lengkap, dari sumber listrik melewati berbagai komponen dan kembali lagi ke sumber tersebut.
Aliran listrik ini harus memiliki setidaknya satu jalur tertutup, yang merupakan rute yang dimulai dari titik awal dan kembali ke titik tersebut tanpa adanya gangguan, apapun jarak yang harus ditempuh.
Tanpa adanya rangkaian, arus listrik tidak akan mengalir. Ini berarti setelah listrik melewati terminal positif baterai lalu mengalir melalui komponen sistem kelistrikan, untuk menyatakan rangkaian tersebut lengkap, listrik harus kembali ke baterai dari terminal negatif, yang sering disebut massa (ground).
Untuk mengurangi penggunaan kabel, sambungan, dan ruang, massa dapat langsung dihubungkan ke bodi atau rangka mobil.
Rangkaian kelistrikan ini akan terintegrasi dengan sistem kelistrikan mobil, yang memungkinkan pengemudi berkendara dengan aman dan nyaman.
Komponen Pendukung Kelistrikan Mobil
Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa komponen yang mendukung sistem kelistrikan mobil, diantaranya adalah:
1. Baterai
Baterai berfungsi sebagai sumber arus searah DC (Direct Current) dalam sistem kelistrikan mobil. Umumnya, baterai yang digunakan sebagai penggerak sistem kelistrikan kendaraan memiliki tegangan 12 Volt dan kapasitas sekitar 40-70 AH (Ampere Hour). Baterai memiliki dua kutub, yaitu kutub positif (+) dan kutub negatif (-).
2. Relay
Relay merupakan sebuah saklar elektrik yang berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan aliran arus secara elektrik.
Prinsip kerja relay adalah ketika kumparan mendapatkan arus listrik, maka akan menghasilkan magnet yang menarik kontak point, sehingga keduanya terhubung.
Ada dua jenis relay yang umum dikenal, pertama relay terbuka, di mana kontak point akan tersambung saat dialiri listrik.
Jenis yang kedua adalah relay tertutup, yang akan memutuskan aliran listrik ketika dialiri arus. Kerusakan pada bagian ini bisa mengganggu kelistrikan mobil.
3. Alternator
Alternator atau generator berfungsi sebagai penghasil tegangan yang digunakan untuk mengisi baterai serta memenuhi kebutuhan sistem kelistrikan lainnya.
Pada sepeda motor, sumber tegangan adalah AC yang sering dikenal sebagai alternator. Alternator tersusun dari Kumparan Pembangkit (Kumparan Stator) dan Magnet Permanen (Rotor), yang berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari putaran mesin menjadi listrik arus AC.
4. Kabel Penghubung
Bicara tentang listrik tentunya tak bisa lepas dari kabel. Karena komponen kabel inilah yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari sumber listrik ke berbagai komponen lain.
Kabel berfungsi sebagai elemen yang menghubungkan satu komponen dengan yang lainnya, biasanya terbuat dari tembaga dan dilapisi dengan isolasi untuk mencegah terjadinya konsleting.
Jika kendaraan mengalami masalah pada sistem kelistrikan mobil, maka mekanik bisa memeriksa komponen kabel ini. Apakah ada yang terputus atau terkelupas sehingga menyebabkan konsleting.
5. Jaringan Kabel
Karena kelistrikan mobil mencangkup berbagai komponen, maka kabel-kabel tersebut membentuk jaringan kabel.
Jaringan kabel (wiring harness) adalah kumpulan kabel-kabel terisolasi yang menghubungkan berbagai komponen sirkuit dan lainnya.
Semua kabel tersebut digabungkan menjadi satu unit, memudahkan koneksi antara komponen kelistrikan pada kendaraan.
Ketika kelistrikan mobil mengalami masalah, maka hal yang paling sulit adalah memeriksa jaringan kabel. Diperlukan ketelitian yang mendalam untuk mengetahui setiap helai kabel.

6. Flaser atau Pengedip
Dalam kelistrikan mobil yang membuat orang awam ruwet melihatnya, adalah bagian komponen pendukung yang dikenal dengan flasher atau pengedip.
Komponen flasher berfungsi untuk secara otomatis memutus dan menyambungkan arus dalam rangkaian lampu tanda belok, sehingga lampu dapat berkedip.
Jadi jika lampu pada bagian sein mobil atau yang sifatnya menyala dengan berkedip mengalami kerusakan. Maka kamu sudah bisa memperkirakan komponen bagian mana yang harus diganti.
7. Kunci Kontak (Switch)
Dalam sistem kelistrikan mobil, kunci kontak (Ignition Switch) berfungsi sebagai saklar utama yang menghubungkan semua sistem kelistrikan dengan sumber daya listrik (baterai).
Ketika kunci kontak diaktifkan maka otomatis seluruh kelistrikan mobil akan menyala. Sehingga masalah pada sistem kontak berakibat mobil tidak dapat beroperasi dan sistem fitur yang menggunakan listrik terganggu.
8. Sekring (Fuse)
Walaupun bentuknya kecil dan kerap kali diabaikan oleh pemilik kendaraan, tetapi komponen sekring ini memiliki fungsi yang sangat penting.
Sekring adalah komponen dalam sistem kelistrikan yang berfungsi untuk membatasi arus yang berlebihan.
Di samping itu, komponen ini juga melindungi rangkaian dari kerusakan yang dapat terjadi akibat konsleting atau hubungan singkat.
Jika mobil mengalami konsleting, maka bagian sekring inilah yang akan menahan arus berlebih, hingga komponen ini rusak dan harus diganti.
Namun kamu tidak hanya mengganti sekring tetapi juga mencari dan memperbaiki konsleting pada sistem kelistrikan mobil. Jika tidak maka sekring akan sering mati dan harus ganti.
9. Saklar
Saklar digunakan untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik antara dua komponen kelistrikan. Saklar inilah komponen yang biasa digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan listrik yang mengalir.
Itulah beberapa komponen pendukung dalam sistem kelistrikan mobil yang bisa kamu ketahui, sehingga komponen bagian apa yang rusak, jika mobil mengalami masalah pada sistem kelistrikan.




































