OLX News – Banyak alasan kenapa para biker melakukan touring motor ke dataran tinggi Dieng. Jawaban yang pasti tentu keindahan alamnya yang mempesona.
Terdapat banyak alasan yang membuat Dataran Tinggi Dieng layak menjadi distinasi para biker saat touring motor.
7 Alasan Mengapa Harus Mengunjungi Dataran Tinggi Dieng
Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus singgah ke Dataran Tinggi Dieng, diantaranya adalah:
1. Spot Terbaik Menikmati Sunrise di Puncak Sikunir
Apakah kamu tahu bahwa pemandangan untuk menyaksikan Golden Sunrise Asia yang terbaik ada di Indonesia? Ya salah satu tempat yang ideal untuk melihat Golden Sunrise Asia adalah Puncak Sikunir.
Kamu bisa mengunjungi Puncak Sikunir dalam trip touring motor. Pasti kamu akan terkesima dengan pemandangan alam yang disuguhkan.
Jadi, saat berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, jangan sampai kamu melewatkan pengalaman berburu sunrise ini, karena itulah salah satu alasan banyak wisatawan bersedia untuk trekking ke lokasi ini.
2. Menyaksikan Tiga Gunung Sekaligus
Dari Puncak Sikunir, kamu tidak hanya bisa menyaksikan Golden Sunrise Asia, tetapi juga melihat dengan jelas ketiga gunung yang berdekatan, yaitu Gunung Prau, Sindoro, dan Sumbing.
Gunung yang terbesar di gambar itu adalah Gunung Prau. Selain panorama tiga gunung ini, kamu juga bisa menikmati pemandangan awan-awan indah bagaikan pulau kapas yang ada di rumahmu.
Dengan demikian, sebutan Dataran Tinggi Dieng sebagai Negeri di Atas Awan memang tidak berlebihan dan harus dinikmati.
3. Udara Segar dan Dingin
Dengan letak Dataran Tinggi Dieng yang berada di ketinggian 2.093 meter di atas permukaan laut, tidak bisa disangkal bahwa udara di sini sangat dingin dan bersih, bahkan saat siang hari!
Saat motoran kamu bisa merasakan kesejukan dan kesegaran udara dataran tinggi Dieng yang bersih tidak seperti udara di perkotaan.
Bagi kamu yang berasal dari kota dan ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan, merindukan udara segar yang dingin, Dieng menjadi pilihan yang tepat.
4. Danau Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang Sarat Kisah
Salah satu hal yang membuat Dieng terkenal adalah keberadaan cerita-cerita sejarah yang penuh magis atau misterius yang melengkapi setiap objek wisata.
Telaga Warna dan Telaga Pengilon menjadi tujuan yang tak boleh dilewatkan di Dieng. Telaga Warna dikenal dengan airnya yang berwarna hijau tosca, sedangkan Telaga Pengilon memiliki warna kecoklatan.
Warna air di Telaga Warna melambangkan lima aspek manusia atau Sedulur Papat Kalima Pancer, yang menjelaskan bahwa manusia lahir dari seorang ibu, diharuskan untuk menghormati ibunya, menghormati Tuhan sebagai Pencipta, dan berperilaku dalam masyarakat sesuai dengan ajaran agama.
Sementara itu, Telaga Pengilon, yang berarti cermin, berfungsi sebagai pengingat bagi manusia untuk merenungkan baik dan buruk dalam menjalani hidup.
5. Candi Arjuna yang Terkenal
Sebagai salah satu candi Hindu tertua dan terbesar di dataran tinggi Dieng, Candi Arjuna tidak hanya memiliki nilai sejarah yang mendalam, tetapi juga menjadi tempat untuk upacara pemotongan rambut gimbal anak-anak daerah tersebut.
Prosesi yang diadakan di pelataran Candi Arjuna ini merupakan bagian dari tradisi yang dilakukan di Komplek Arjuna.
Upacara ini terbuka bagi masyarakat umum dan biasanya berlangsung pada bulan Agustus atau dalam bulan Sura menurut Kalender Jawa.

6. Kisah Anak-Anak Berambut Gimbal
Apakah Anda pernah mendengar tentang anak-anak yang memiliki rambut gimbal di Dieng? Kamu bisa menyaksikan anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Tidak ada yang terlalu istimewa dari penampilan mereka, hanya rambut gimbal yang berbeda. Namun, cerita unik menjadi latar belakang rambut gimbal tersebut.
Masyarakat Dieng meyakini bahwa anak-anak berambut gimbal adalah keturunan dari seorang putri yang cantik bernama Sinta Dewi, yang kecantikannya terkenal di seluruh kerajaan.
Umumnya, anak-anak di Dieng hanya memiliki rambut gimbal hingga usia enam tahun. Mereka dapat memotong rambut tersebut hanya jika ada permintaan dari diri mereka sendiri.
Pemotongan rambut gimbal tersebut harus dilakukan dalam sebuah upacara resmi, dan jika tidak dilakukan, anak-anak tersebut dapat jatuh sakit.
Setelah rambut gimbal mereka dipotong, rambut anak-anak tersebut akan tumbuh kembali secara normal.
7. Kawah Sikidang
Untuk mencapai Kawah Sikidang, kamu hanya perlu berjalan beberapa langkah dari lokasi parkir kendaraanmu.
Kawah ini tidak seperti kawah-kawah belerang lainnya yang biasanya besar, karena Kawah Sikidang tergolong kecil dan mudah dijangkau.
Bagi yang ingin mencari oleh-oleh, terdapat banyak pedagang dengan tenda-tenda yang menawarkan berbagai barang, mulai dari pakaian dan aksesoris hingga bongkahan belerang.
Itulah alasan kenapa banyak biker melakukan touring motor menuju dataran tinggi Dieng, selain memberikan pemandangan yang indah juga memberikan udara segar yang bisa kamu rasakan.
Selain itu, jalur yang dilalui penuh kelokan dan beraspal halus sehingga menjadi hal yang menarik untuk biker memacu sepeda motornya. (TP)





























