OLX News – Smoke detector (detektor asap) diperuntukkan bukan cuma buat gedung mentereng. Besar atau kecil, sederhana atau megah, semua jenis bangunan semestinya punya alat ini.
Pasalnya, kebakaran bisa terjadi tanpa mengenal tempat. Menurut Global Burden of Disease Study, sekitar 120.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat insiden ini. Untungnya, adanya detektor asap semata dapat memangkas risiko kematian dalam kebakaran hingga 50%.
Namun, bagaimana caranya memilih detektor asap yang tepat? Dan seperti apa penggunaannya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Fungsi dari Detektor Asap?
Smoke detector adalah perangkat yang memberikan peringatan dini begitu asap menyebar di udara sebelum api membesar. Alat ini senantiasa memonitor udara di tempat ia diletakkan.
Bila mendeteksi adanya asap atau pembakaran, detektor asap akan memicu alarm nyaring untuk memperingatkan siapa pun yang berada di tempat tersebut.
Meski detektor asap tidak dapat memadamkan kebakaran, ia penting untuk mencegah risiko fatal. Banyak kebakaran maut terjadi di malam hari, sehingga setiap detik sangat diperhitungkan.
Nah, tak peduli apakah kamu tinggal di rumah kontrakan kecil atau bekerja di gedung bertingkat, memasang detektor asap adalah salah satu cara mudah mencegah kebakaran untuk dipraktikkan.
Apa Saja Jenis-Jenis Detektor Asap?
Cara kerja smoke detector tidak semuanya sama. Tergantung jenis apinya (misalnya, apakah api itu berkobar dengan cepat atau perlahan-lahan), lain detektor lain pula kecepatan responsnya. Inilah tiga jenis utamanya:
1. Detektor Asap Fotolistrik

- Mengandalkan berkas cahaya di dalam sensor. Bila ada asap yang masuk, cahaya akan terpencar dan memicu alarm.
- Paling direkomendasikan untuk pencegahan terjadinya korsleting.
- Rentan menimbulkan peringatan palsu dan bereaksi lebih lambat jika api menjalar cepat.
2. Detektor Asap Ionisasi

- Menggunakan arus listrik kecil di antara dua pelat. Partikel asap kemudian akan memutus arus listrik hingga alarm berbunyi.
- Paling ideal untuk mengantisipasi kebakaran yang cepat meluas, misalnya karena minyak dapur, kertas, atau gorden.
- Dapat memicu alarm palsu yang berasal dari masakan atau uap panas.
3. Detektor Asap Proyeksi Cahaya

- Menembakkan berkas cahaya tak kasat mata ke seluruh ruangan. Apabila asap menghalangi atau membuyarkan cahaya, alarm akan aktif seketika.
- Cocok untuk area yang luas dan terbuka, seperti gudang, lorong panjang, dan langit-langit tinggi.
- Tidak direkomendasikan untuk ruangan kecil sebab membutuhkan garis pandang yang jelas.
Smoke Detector yang Bagus Merek Apa?
Fungsi dan jenisnya sudah kamu ketahui, sekarang yuk lihat-lihat pilihan detektor asap yang ada di pasaran biar bisa pilih yang paling cocok!
1. Aqara SD-S01D (Rp550.000)
Detektor asap pintar dengan sensor fotoelektrik dan alarm 85 dB. Baterainya tahan sampai 10 tahun dan terintegrasi dengan sistem smart home. Ideal untuk apartemen dan rumah pintar.
2. Xiaomi Honeywell (Rp425.000)
Lengkap dengan sensor fotoelektrik, WiFi, dan notifikasi langsung ke HP-mu. Lengkap dengan alarm 80 dB yang andal, cocok untuk penggunaan ekosistem Xiaomi di rumah atau apartemen.
3. Tonata Smoke and Heat Detector (Rp250.000)
Gabungan sensor asap dan panas, alarm 85 dB, indikator baterai, dan tomol tes. Cocok untuk dapur, ruang kerja, atau gudang kecil.
4. Millenix Smart Smoke Detector (Rp240.000)
Sensor fotoelektrik dengan konektivitas WiFi dan alarm 80 dB. Solusi smart home terjangkau untuk apartemen dan rumah modern.
5. ALMO S1 WiFi Smoke Detector (Rp240.000)
Dengan sensor fotoelektrik dan WiFi, kamu bisa memantau keamanan secara real-time lewat HP. Alarm 80 dB-nya ideal untuk rumah dan kantor kecil.
6. Hoosei WT30L (Rp225.000)
Sensor fotoelektrik dengan alarm nyaring dan casing tahan api. Cocok untuk rumah, kantor, atau gudang kecil.
7. Tonata Smart WiFi Smoke Detector (Rp220.000)
Sensor fotoelektrik dengan WiFi, indikator baterai, dan alarm 80 dB. Desainnya cocok untuk smart home dan apartemen kekinian.
8. GuardAll Standalone Smoke Detector (Rp200.000)
Sensor asap dengan indikator status dan koneksi ke aplikasi. Direkomendaiskan untuk rumah atau kantor kecil.
9. Tonata Basic Standalone Smoke Detector (Rp110.000)
Detektor standalone dengan sensor fotoelektrik, alarm 85 dB, dan indikator baterai. Paling pas untuk rumah, apartemen, dan ruang kantor.
10. Kidde 29FR (Rp105.000)
Sensor fotoelektrik dengan alarm 85 dB. Meski terjangkau, alat ini tetap layak dijadikan solusi keamanan untuk rumah atau apartemen kecil.
Nah, itu dia pilihan produk yang bisa kamu lirik! Biar rumah atau tempat usahamu makin aman, jangan cuma mengandalkan detektor asap. Lengkapi juga dengan APAR, ya! Tenang, semua kebutuhan perlindungan properti bisa kamu temukan di OLX, tempatnya produk-produk berkualitas dari penjual tepercaya!































