Kisah epik perjalanan rekor dunia, jelajahi 75 negara sejauh 80 ribu km dengan mobil listrik, Volkswagen ID. BUZZ, diceritakan langsung Rainer Zietlow.
OLX News – Volkswagen ID. BUZZ berkelir putih berpadu kuning tersebut sekilas cukup mencolok saat di display di halaman depan Plaza Senayan, Jakarta. Tidak banyak orang tahu kalau di balik penampilan mencoloknya, tersimpan kisah yang jauh lebih epik, juga lebih mencolok dari tampilannya itu sendiri.
Itulah Volkswagen ID. BUZZ, mobil listrik yang mencoba melakoni sebuah misi besar, membuat sebuah rekor dunia sebagai mobil listrik pertama yang dipakai keliling dunia. Adalah Rainer Zietlow, pria asal Jerman yang menjadi tokoh utama di balik upaya menghasilkan rekor dunia tersebut.

Perjalanannya dimulai sejak awal Juli 2025 lalu, saat Zietlow bersama dua rekannya memulai ekspedisi ID. BUZZ World Tour dari Hannover, Jerman. Misinya cukup besar, membuat semua orang yang mendengarnya bakal geleng-geleng kepala.
Mereka akan menempuh lebih dari 80.000 kilometer melintasi 75 negara di lima benua, mengendarai sebuah mobil listrik yang menjadi simbol transformasi Volkswagen menuju masa depan mobilitas berkelanjutan.
Rainer Zietlow Bersama Volkswagen ID. BUZZ World Tour Tiba di Jakarta
Bagi Rainer, setiap kilometer yang ditempuh bukan sekadar angka di odometer, melainkan potongan kisah tentang ketekunan, rasa ingin tahu, dan keyakinan bahwa masa depan kendaraan bisa lebih hijau tanpa kehilangan semangat petualangan.
“Perjalanan ini bukan soal seberapa cepat atau jauh kami melaju, tetapi tentang bagaimana dunia mulai mengubah cara pandang terhadap mobilitas yang lebih hijau,” ujarnya di hadapan media di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2025).
Perjalanan Menantang Kesabaran dan Ketenangan

Pria berusia 56 tahun yang menghabiskan separuh umurnya di jalan darat ini memang bukan orang sembarangan. Sebagai salah satu founder dari Challenge4 GmbH, Rainer sudah delapan kali mencatatkan rekor dunia Guinness sejak tahun 2005 lalu.
Menaklukkan Andes di Cile hingga melintasi Benua Amerika menggunakan model Volkswagen bermesin konvensional mungkin terlihat biasa saja. Tapi menempuh perjalanan keliling dunia dengan mobil listrik full adalah sesuatu yang berbeda, petualangan dengan tingkat kompleksitas yang lain.
Volkswagen ID. Buzz, Mobil MPV Listrik Premium Pertama VW di Indonesia!
Dari penuturan kisahnya selama perjalanan ID. BUZZ World Tour, Rainer mengakui jika tantangan terbesar yang harus ia hadapi bukan datang dari pegunungan bersalju, gurun pasir, atau hutan terpencil, melainkan listrik yang menjadi sumber utama dari mobilnya.
“ID. Buzz menggunakan standar pengisian CCS2 khas Eropa, dan tak semua negara mengadopsinya. China, Jepang dan Amerika punya sistem sendiri, beda dengan yang lain,” cerita Rainer.

Menghadapi tantangan ini, yang sekaligus jadi tantangan utamanya, Rainer harus mencari diler Volkswagen untuk membantu pengisian daya. Dan ini butuh proses berjam-jam menggunakan kabel tiga fase yang sudah dipersiapkan sejak memulai perjalanannya dari Jerman.
Dari sini ia belajar soal kesabaran. Termasuk saat harus menyeberangi Laut Kaspia dari Rusia, dimana ia harus jauh-jauh hari sebelumnya agar bisa berlayar menggunakan kapal feri.
“Di sana hanya ada dua kapal feri yang beroperasi. Jadi kalau ketinggalan, harus menunggu lama,” kenangnya.
Setiap negara yang ia datangi menghadirkan berbagai tantangannya sendiri-sendiri serta cerita yang menarik perhatian.
Rainer menceritakan pengalamannya saat sampai di China, dimana ia mengalami kendala bahasa sebagai tantangan terbesarnya. Rainer mengaku tak bisa membaca satu pun aksara di papan jalan, sehingga ia harus ditemani penerjemah dan teknisi lokal selama berada di sana.

“Saya tak bisa membayangkan melewati China tanpa bantuan mereka. Ada empat orang yang menemani kami sepanjang jalan,” kenangnya.
Ada pula momen-momen hangat seperti ketika ia tiba di negara terkecil dunia, yakni Vatikan dan disambut orang dekat Paus, pemimpin Vatikan.
Namun itulah inti dari perjalanannya kali ini. Antara teknologi dan realita, antara rencana besar dan tantangan-tantangan yang butuh ketenangan dan kesabaran.
Tiba di Indonesia, Rainer Zietlow: “Pulang yang Berbeda”

Dan saat tiba di Indonesia, Rainer Zietlow mengaku sangat senang. Baginya Indonesia punya cerita tersendiri. Ia mengaku pernah tinggal untuk waktu lama di Indonesia, tepatnya di wilayah Blok M, Jakarta.
Tiga belas tahun lalu, ia juga pernah melintasi negeri ini dalam sebuah ekspedisi dari Australia ke Rusia dengan Volkswagen Touareg. Kini ia kembali, tapi dengan kendaraan listrik.
“Saya pernah tinggal selama enam bulan di Blok M, Jakarta. Rasanya seperti pulang yang berbeda, dengan kendaraan versi masa depan,” katanya tersenyum.
Baginya, Indonesia menjadi representasi Asia Tenggara, dinamis, penuh warna, dan tak pernah berhenti bergerak.
“Kondisi jalan yang beragam, dari kota besar hingga lintasan antarprovinsi, menjadi pembuktian nyata kemampuan ID. BUZZ. Mobil ini membuktikan bahwa teknologi listrik sudah siap menghadapi dunia nyata,” pungkasnya.
Setiap kilometer yang ia lalui bukan sekadar lintasan di peta, tetapi pesan tentang keberanian menghadapi masa depan dengan cara yang lebih baik. (Z)































