Kamis, Februari 12, 2026
OtomotifElektrifikasiHyundai Subscription, Cara Baru Nikmati Mobil Listrik Tanpa Pusing Mikirin Resale Value

Hyundai Subscription, Cara Baru Nikmati Mobil Listrik Tanpa Pusing Mikirin Resale Value

Mau pakai mobil listrik Hyundai tapi takut harga jual jatuh? Coba program Hyundai Subscription. Bayar bulanan, terima beres tanpa hidden cost. Cek infonya di sini!

- Advertisement -

OLX News – Pernah terlintas ingin beralih ke mobil listrik (EV) tapi masih maju-mundur? Biasanya, keraguan utama kaum mendang-mending ini adalah soal harga jual kembali (resale value) yang belum stabil atau takut baterai bermasalah di tengah jalan.

Menjawab keresahan tersebut, Hyundai menghadirkan solusi cerdas di ajang IIMS 2026 melalui program Hyundai Subscription. Sederhananya, ini adalah layanan berlangganan mobil, mirip seperti berlangganan Netflix atau Spotify, tapi objeknya adalah unit kendaraan Hyundai terbaru.

Baca Juga:

Hyundai Ioniq 5 N dan Versi Biasa, Apa Bedanya?

- Advertisement -

Program ini dirancang khusus bagi konsumen yang ingin menikmati teknologi mobil listrik tanpa harus memikirkan beban kepemilikan jangka panjang.

Konsep “All-In” Hyundai Subscription, Tinggal Gas!

Hyundai Subscription

- Advertisement -

Poin utama dari program ini adalah ketenangan pikiran atau peace of mind. Konsumen tidak perlu lagi pusing memikirkan biaya perpanjangan STNK, asuransi, hingga servis berkala. Semua sudah ditanggung dalam biaya langganan bulanan.

Dalam penjelasannya, Wahyu Seto, Business Operation GM Hyundai Motor Company, menegaskan bahwa tidak ada biaya tersembunyi dalam program ini.

“Pelanggan gak perlu khawatir, mereka servis nanti juga dibantu sama tim kami untuk melakukan booking… Jadi mereka bayar all in, gak ada hidden cost, kami hanya tawarkan peace of mind buat calon customer,” jelas Wahyu Seto di booth Hyundai IIMS 2026, Rabu (11/2/2026).

Bahkan, jika mobil harus menginap di bengkel untuk perbaikan, Hyundai menjamin mobilitas konsumen tidak akan terganggu. Karena mereka menyediakan mobil pengganti (replacement car) dengan tipe yang sama atau bahkan di atasnya. Jadi, tidak ada cerita aktivitas kantor terganggu gara-gara mobil masuk bengkel.

Fleksibilitas Tinggi: Bosan? Tinggal Ganti

IONIQ 5 Limited Edition
IONIQ 5 Limited Edition

Salah satu keunggulan sistem langganan dibandingkan dengan membeli kredit adalah fleksibilitasnya. Program ini bersifat tailor-made atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, baik dari durasi kontrak (tahunan) maupun batasan kilometer.

Menariknya, pelanggan juga bisa melakukan upgrade model di tengah jalan. Misalnya, di awal pelanggan berlangganan Hyundai IONIQ 5. Enam bulan kemudian, pelanggan merasa butuh performa lebih gahar dan ingin menjajal IONIQ 5 N. Hal itu sangat dimungkinkan dalam skema ini.

Menurutnya, program ini sangat cocok bagi para profesional yang membutuhkan kendaraan ganjil-genap atau mobilitas tinggi tanpa mau repot urus aset. Atau untuk keluarga modern yang ingin mencoba kecanggihan teknologi EV sebelum benar-benar memutuskan untuk membeli. Serta terakhir bagi EV adopter atau mereka yang ingin beralih ke listrik tapi masih khawatir dengan depresiasi harga jual.

“Mau beli EV tapi takut harga jualnya susah segala macem. Nah, ini mereka bisa coba dulu, berlangganan aja dulu pakai EV. Kalau memang cocok nanti mereka akan switch untuk beli,” tambah Wahyu Seto.

Baca Juga:

Borong 9 Penghargaan Bergengsi, Hyundai All-New SANTA FE Beri Sinyal Kejutan Baru

Biaya dan Cara Berlangganan Hyundai Subscription

Lantas, berapa harga sewanya? Khusus peluncuran di IIMS 2026, Hyundai menawarkan harga berlangganan mulai dari Rp15 juta per bulan.

Angka tersebut sudah mencakup:

  • Unit kendaraan (Priority Allocation).
  • Asuransi komprehensif.
  • Pajak STNK tahunan.
  • Roadside Assistance & Layanan Darurat EV (misal baterai habis di jalan).
  • Mobil pengganti.

Prosesnya pun dibuat ringkas. Calon pelanggan cukup mengakses situs web resmi, memilih model mobil (Hyundai IONIQ 5 dan Hyundai IONIQ 5 N), menentukan paket langganan (durasi dan km), melakukan registrasi, dan menunggu proses verifikasi internal. Jika disetujui, mobil siap diantar ke garasi pelanggan.

Program Hyundai Subscription tentunya akan mengubah paradigma kepemilikan mobil dari “aset” menjadi “layanan”. Bagi pelanggan yang mengutamakan kepraktisan dan tidak ingin direpotkan dengan urusan bengkel atau pajak tahunan, program ini adalah opsi yang sangat masuk akal.

Ini adalah cara paling aman untuk “tes ombak” beralih ke kendaraan listrik. Jika ternyata cocok, pelanggan bisa lanjut beli. Jika tidak, cukup akhiri masa langganan tanpa rugi besar akibat depresiasi harga.

Tabel Simulasi: Beli Kredit vs Hyundai Subscription (3 Tahun)

Komponen BiayaBeli Kredit (Kepemilikan)Hyundai Subscription (Berlangganan)
1. Biaya Awal (DP / Deposit)Rp200.000.000 (DP 25% + Admin)Rp16.500.000 (Deposit 1 Bulan*)
2. Cicilan / Biaya BulananRp17.500.000 x 36 BulanRp16.500.000 x 36 Bulan
3. Total Uang BulananRp630.000.000Rp594.000.000
4. Asuransi & Pajak (Tahun 2 & 3)± Rp25.000.000 (Estimasi)Rp0 (Sudah Termasuk)
5. Servis Berkala & Maintenance± Rp5.000.000Rp0 (Sudah Termasuk)
TOTAL PENGELUARAN TUNAIRp860.000.000Rp610.500.000
Status Akhir Tahun ke-3Mobil Jadi Milik AndaMobil Dikembalikan
Estimasi Nilai Aset (Jual Kembali)± Rp450.000.000 (Depresiasi 40-45%)Rp0
BIAYA “HANGUS” (Net Cost)Rp410.000.000Rp610.500.000
*Catatan: Angka di atas adalah estimasi. Harga subscription Rp16,5 juta diambil sebagai asumsi rata-rata untuk tipe menengah, mengingat harga “start from” adalah Rp15 juta. Deposit subscription biasanya dikembalikan di akhir periode jika kondisi mobil aman.

Kesimpulan

Kalau kita bedah tabel di atas, ada dua sudut pandang berbeda tergantung “isi dompet” dan prioritas pelanggan:

Menang di “Cashflow”: Pilih Subscription

Secara pengeluaran uang tunai selama 3 tahun, Subscription jauh lebih ringan. Hal ini dikarenakan pelanggan tidak perlu membuang uang tunai Rp200 juta di depan untuk DP. Uang tersebut bisa diputar untuk modal bisnis atau investasi lain.

Selain itu, pelanggan juga bebas pusing karena menghemat sekitar Rp250 juta secara cash flow total (Rp860jt vs Rp610jt). Tidak ada biaya dadakan buat memperpanjang STNK, mengganti ban, atau asuransi tahun berikutnya.

Menang di “Aset”: Pilih Kredit

Kalau dilihat dari kolom “Biaya Hangus”, membeli kredit memang terlihat lebih untung secara matematis jangka panjang. Kenapa? Karena di akhir tahun ke-3, pelanggan berhak atas kepemilikan mobil seharga ±Rp450 juta (angka depresiasi) yang bisa dijual atau dipakai terus.

Sementara di Subscription, uang Rp610 juta itu murni biaya sewa alias hangus. Pelanggan tidak memiliki aset apa pun di akhir kontrak.

Tertarik mencoba? Bisa langsung berkonsultasi atau melakukan test drive unitnya di booth Hyundai selama IIMS 2026 berlangsung hingga 15 Februari 2026 nanti. (Z)

Populer.
Berita Terkait