Menilik kekurangan Mitsubishi Destinator 2025 yang dijanjikan sebagai SUV keluarga premium 7 seater, serta siap membawa kemewahan, kenyamanan bagi penggunanya.
OLX News – Sebagai pendatang baru, Mitsubishi Destinator telah banyak dibahas kelebihannya. Namun, kamu juga bisa merasakan kekurangan dari mobil ini.
Meski dibanderol dengan harga yang kompetitif dan membawa fitur menarik, sejumlah aspek teknisnya menunjukkan bahwa mobil ini belum sepenuhnya siap menghadapi medan berat, tanjakan, atau kondisi jalan licin.
Kekurangan Mitsubishi Destinator
Berikut beberapa kekurangan Destinator 2025 serta membandingkan dengan kompetitor yang sekelas, diantaranya adalah:
1. Sistem penggerak roda hanya FWD
Menurut data resmi dari Mitsubishi Indonesia, Destinator 2025 menggunakan sistem penggerak 2WD (dua roda), yakni roda depan atau front-wheel drive (FWD).
Artinya, mobil ini tidak menawarkan opsi All Wheel Drive (AWD) atau Four Wheel Drive (4WD) permanen.
Padahal, untuk kendaraan bertipe SUV yang akan sering melewati tanjakan curam atau jalan licin, sistem AWD/4WD seringkali menjadi faktor kunci traksi dan keamanan.
Akibatnya, ketika dihadapkan kondisi jalan licin atau tanjakan, mobil FWD seperti ini berpotensi mengalami understeer atau kehilangan cengkeraman roda depan.
Hal ini tentunya memiliki kendala tersendiri bagi para driver, selain itu bisa menimbulkan risiko lebih besar dibanding kendaraan dengan sistem AWD.
2. Struktur suspensi dan karakter lebih on-road
Meski ground clearance Destinator terbilang cukup tinggi, sekitar 214 mm atau 244 mm tanpa under-cover, namun suspensi belakangnya menggunakan konfigurasi torsion beam, bukan independent multi-link yang biasanya lebih fleksibel di jalan tidak rata.
Kombinasi sistem penggerak FWD + suspensi tipe ini membuat karakter mobil lebih cocok untuk penggunaan jalan raya/aspal halus, bukan medan berat/jalan licin.
3. Dimensi besar dan manuver di perkotaan
Destinator memiliki dimensi panjang 4.680 mm × lebar 1.840 mm × tinggi 1.780 mm, dan wheelbase 2.815 mm.
Ukuran ini memang memberikan ruang kabin besar, namun di area perkotaan atau area parkir sempit menjadi tantangan. Kritik menyebut bahwa mobil ini terlalu besar dan kaku untuk parkir dan manuver di ruang terbatas.
4. Harga tinggi, tetapi kapabilitas medan berat belum optimum
Meski spesifikasi mesin cukup dengan 1.5L turbo, tenaga 163 PS serta torsi 250 Nm untuk penggunaan sehari-hari, kapabilitas off-road, traksi di tanjakan atau jalan licin serta pilihan penggerak roda yang terbatas membuat nilai premium terasa kurang sepadan jika kamu membutuhkan performa medan berat.

Perbandingan dengan Kompetitor
Untuk memberikan konteks lebih jelas, berikut dua kompetitor yang menawarkan keunggulan di sisi penggerak roda atau traksi:
Mazda CX‑8 tersedia dengan mesin 2.488 cc dan mencantumkan Jenis penggerak AWD untuk varian tertentu.
Sistem AWD ini memberikan keuntungan traksi di kondisi jalan buruk atau licin dibanding FWD. Ground clearance CX-8 tercatat 205 mm.
Jadi dalam konteks pilihan keluarga yang akan melewati tanjakan atau medan berat, CX-8 dengan opsi AWD menonjol dibanding Destinator.
Dari perbandingan ini maka Mitsubishi Destinator kalah di opsi penggerak (hanya FWD) dibanding Mazda CX-8 yang memiliki AWD.
Sehingga jika kamu melewati daerah pegunungan dengan kondisi jalan yang buruk, tanjakan curam, jalan berbatu atau licin, maka kompetitor bisa memberikan keunggulan traksi dan stabilitas.
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Mitsubishi Destinator 2025 tampil sebagai SUV keluarga premium dengan fitur modern, interior 7-seater, dan desain besar yang mencolok.
Namun, bila kamu mempertimbangkan mobil yang sering melewati tanjakan curam, jalan berbatu atau licin, maka ada beberapa poin yang perlu diperhatikan.
Sistem penggerak hanya FWD tanpa AWD permanen membuat traksi di kondisi berat menjadi kelemahan.
Suspensi dan struktur mobil lebih cocok untuk jalan on-road daripada medan off-road. Dimensi besar menyulitkan manuver di area perkotaan atau parkir sempit.
Jika rute harian atau liburan kamu sering melibatkan medan berat atau tanjakan licin, maka kamu harus mempertimbangkan apakah fitur premium Destinator sepadan dengan keterbatasan penggerak roda.
Bila penggunaan hanya di jalan aspal dan kondisi normal, tentu Destinator masih bisa menjadi pilihan yang menarik.





































