Bagian-bagian daging sapi punya karakteristik tersendiri yang membutuhkan cara masak yang berbeda. Kenali 12 jenis potongan daging sapi agar tidak salah masak!
OLX News – Mengenal bagian-bagian daging sapi akan memudahkan untuk memilih masakan yang paling cocok. Setiap bagian punya karakteristik dan cita rasa khas yang akan muncul saat dimasak dengan benar.
Dalam artikel ini, kita akan mengetahui bersama nama bagian daging sapi serta cara memasaknya agar lebih nikmat. Baca terus ulasan berikut ini untuk mengetahuinya!
Mengenal Bagian-Bagian Daging Sapi dan Kegunaannya
Memahami anatomi daging sapi bukan hanya untuk koki profesional. Tetapi, kita juga harus mengetahuinya agar dapat menyajikan masakan terbaik untuk keluarga.
Dengan mengenali setiap bagian, konsumen bisa menghindari kekecewaan saat daging terasa keras karena teknik masak yang salah. Pengetahuan ini juga membantu agar berbelanja lebih cerdas untuk menyesuaikan isi dompet dan selera lidah.
Mengapa Memilih Potongan Daging yang Tepat Sangat Penting?
Memilih potongan daging yang tepat adalah fondasi dari sebuah masakan yang sukses. Jika konsumen memasak daging berotot tinggi dengan metode bakar cepat, hasilnya pasti akan alot dan sulit dikunyah.
Sebaliknya, daging premium seperti tenderloin akan hancur berantakan jika dimasak dengan teknik rebus lama. Oleh karena itu, mencocokkan karakter daging dengan metode masak adalah bentuk ketelitian kita sebelum mengolah bahan makanan tersebut.
Daftar 12 Bagian Daging Sapi Terbaik untuk Dimasak

Badan sapi terbagi menjadi dua wilayah besar, yakni paha depan yang banyak bergerak dan paha belakang yang lebih jarang digerakkan. Dari sini, kita bisa menebak tekstur dagingnya, apakah akan lembut atau membutuhkan perlakuan khusus.
Berikut adalah daftar dua belas potongan unggulan yang paling sering dicari beserta karakter dan resep andalannya:
1. Has Dalam (Tenderloin)
Has dalam adalah potongan paling istimewa yang terletak di bagian punggung dalam sapi, sama sekali tidak pernah bekerja. Teksturnya super lembut, seratnya sangat halus, dan kandungan lemaknya paling sedikit dibanding potongan lain.
Bagian ini sangat cocok untuk hidangan steak mewah seperti filet mignon atau chateaubriand yang dimasak cepat. Karena kelembutannya yang luar biasa, has dalam tidak memerlukan teknik memasak yang rumit dan cukup dipanggang sebentar.
2. Has Luar (Sirloin)
Has luar berada tepat di sisi luar dari tenderloin dan memiliki ukuran yang lebih besar serta sedikit lebih padat. Potongan ini dikenal memiliki keseimbangan sempurna antara kelembutan dan cita rasa daging yang kuat.
Sirloin sangat populer untuk diolah menjadi steak, yakiniku, atau sate karena teksturnya yang masih empuk. Bagian atas sirloin bahkan sering direkomendasikan sebagai pilihan daging rendah lemak yang sehat.
3. Iga Sapi (Rib Eye / Ribs)
Iga sapi diambil dari sekitar tulang rusuk keempat hingga kedua belas yang memiliki banyak lapisan lemak marbling. Marbling atau garis putih lemak inilah yang membuat daging iga terasa sangat juicy dan gurih saat dimasak.
Potongan ini paling sempurna untuk dipanggang atau dibakar karena lemaknya akan meleleh dan membumbui daging dari dalam. Iga bakar atau sup iga adalah dua mahakarya kuliner yang memanfaatkan bagian ini dengan maksimal.
4. Sandung Lamur (Brisket)
Sandung lamur berasal dari bagian dada bawah sapi yang memiliki tekstur berbutir kasar dan lapisan lemak tebal. Bagian ini membutuhkan kesabaran ekstra karena harus dimasak dengan suhu rendah dalam waktu yang lama.
Hasilnya adalah daging yang super empuk dan cocok untuk masakan berkuah seperti rawon, soto, atau semur. Di luar negeri, brisket juga populer sebagai smoked brisket ala Amerika yang terkenal itu.
5. Sengkel (Shank)
Daging sapi bagian sengkel adalah potongan dari area betis atau paha bawah sapi yang penuh dengan otot, urat, dan kolagen. Teksturnya yang keras dan kenyal justru menjadi kunci untuk membuat kaldu yang kental dan gurih.
Bagian ini paling cocok untuk sup, soto, atau dihaluskan menjadi adonan bakso urat yang kenyal. Memasak sengkel dengan presto atau slow cooker akan mengubah urat keras menjadi gelatin lembut yang meleleh di mulut.
6. Sampil (Chuck & Blade)
Sampil mencakup area leher, bahu, hingga paha depan atas yang merupakan wilayah paling aktif bergerak. Dagingnya padat dengan serat kasar dan memiliki aroma khas yang sangat kuat.
Potongan ini sangat baik untuk semur, rendang, atau daging giling karena rasa sapinya yang pekat. Jaringan ikat yang melimpah akan pecah setelah dimasak lama menjadi cita rasa yang dalam.
7. Paha Belakang (Round / Topside / Gandik)
Paha belakang adalah potongan besar dari area paha belakang sapi yang minim lemak dan cukup keras. Beberapa bagian terkenal di sini adalah topside, silverside, dan knuckle yang sering digunakan untuk olahan kering.
Daging ini cocok untuk rendang, dendeng, abon, atau empal yang membutuhkan struktur daging utuh. Karena rendah lemak, potongan ini menjadi favorit bagi mereka yang sedang menjalani program diet.
8. Samcan (Flank / Perut)
Samcan berasal dari area perut sapi bagian bawah yang memiliki serat panjang dan lapisan lemak tipis. Teksturnya yang sedikit kenyal membuatnya cocok untuk dipanggang cepat asal dipotong melawan arah serat.
Bagian ini sering digunakan untuk steak ala Meksiko atau tumisan karena rasanya yang kuat. Jika dimasak dengan benar, samcan bisa menjadi hidangan yang sangat lezat dan tidak alot.
9. Tanjung (Rump)
Tanjung adalah potongan dari area pinggul atau pantat sapi yang memiliki tekstur cukup lunak dan dilapisi lemak tebal. Bagian ini sering dipilih untuk membuat sate karena mudah ditusuk dan cepat matang.
Selain sate, tanjung juga enak dipanggang, digoreng, atau ditumis dengan berbagai bumbu. Kelembutannya yang alami membuat tanjung serbaguna untuk berbagai teknik memasak cepat.
10. Buntut (Oxtail)
Buntut adalah potongan dari ekor sapi yang terdiri dari tulang kecil dengan daging dan lemak yang melilitnya. Bagian ini kaya akan gelatin dan sumsum yang menghasilkan kuah sup yang sangat kental dan gurih.
Sup buntut adalah hidangan paling populer yang mengandalkan kelezatan bagian unik ini. Memasak buntut membutuhkan waktu lama dengan api kecil agar dagingnya terlepas dari tulang.
11. Punggung (Short Loin)
Punggung atau short loin adalah area pendek di belakang iga yang menghasilkan potongan steak premium seperti T-bone. Bagian ini memiliki tekstur yang sangat lembut karena bukan otot yang aktif bergerak.
Daging di sini cocok untuk hampir semua jenis masakan mulai dari steak hingga sate. Keistimewaannya, short loin memberikan dua tekstur daging dalam satu potongan, yaitu bagian has luar dan has dalam.
12. Samcan Depan (Plate)
Samcan depan berada di bawah iga dan di depan perut, memiliki tekstur tebal dengan banyak jaringan ikat dan lemak. Potongan ini membutuhkan waktu memasak yang cukup lama agar lemaknya hilang dan daging menjadi empuk.
Samcan depan sangat cocok untuk diolah menjadi daging giling, semur, atau tumisan bumbu kental. Kandungan lemaknya yang tinggi justru membuat hidangan menjadi lebih gurih dan kaya rasa.
Baca juga: Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tahan Lama, Tidak Bau, dan Tetap Lezat Hingga Berminggu-Minggu
Mana Bagian Daging Sapi yang Paling Rendah Lemak dan Sehat?
Bagi konsumen yang peduli terhadap kesehatan dan bentuk tubuh, memilih potongan daging rendah lemak adalah langkah cerdas. Bagian tubuh sapi yang jarang bergerak cenderung memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah.
Namun, bukan berarti konsumen harus menghindari daging sapi, karena protein dan zat besinya sangat dibutuhkan tubuh. Kuncinya adalah memilih potongan yang tepat dan mengolahnya dengan cara yang sehat.
Kandungan Nutrisi, Protein, dan Kalori pada Daging Sapi
Daging sapi adalah sumber protein hewani lengkap yang mengandung sembilan asam amino esensial. Selain protein, daging merah juga kaya akan zat besi heme yang mudah diserap untuk mencegah anemia.
Berikut adalah tabel perkiraan kandungan gizi pada 100 gram daging sapi rendah lemak:
| Kandungan Gizi | Jumlah per 100 gram | Fungsi Utama bagi Tubuh |
| Energi (Kalori) | 175 kkal | Sumber tenaga utama |
| Protein | 25 – 27 gram | Membangun jaringan otot |
| Lemak Total | 6 – 8 gram | Penyerapan vitamin & energi |
| Kolesterol | 70 mg | Komponen sel & hormon |
| Zat Besi | 2,7 mg | Mencegah anemia |
| Sodium | 60 mg | Keseimbangan cairan |
*data standar USDA/Kemenkes
Potongan Daging Sapi Terbaik untuk Diet dan Kesehatan
Beberapa potongan terbukti lebih ramah untuk program diet karena kandungan lemaknya yang minimal. Has dalam atau tenderloin adalah primadona karena paling empuk, namun sangat rendah lemak.
Has luar atau sirloin atas juga menjadi pilihan populer dengan rasio protein terhadap lemak yang sangat baik. Selain itu, bagian paha belakang seperti topside dan gandik juga sering direkomendasikan untuk menu sehat sehari-hari.
Potensi Risiko Kesehatan Konsumsi Daging Sapi Berlebihan
Meski lezat dan bergizi, konsumsi daging sapi yang berlebihan tetap memiliki potensi risiko bagi kesehatan. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Berbagai penelitian juga mengaitkan konsumsi daging merah berlebih dengan risiko penyakit jantung dan kanker usus besar. Oleh karena itu, disarankan untuk mengatur porsi makan dan menyeimbangkannya dengan sayur serta buah setiap hari.
Tips Memilih Daging Sapi yang Segar dan Berkualitas

Mendapatkan daging berkualitas adalah langkah pertama sebelum memutuskan teknik memasaknya. Daging segar tidak hanya lebih enak, tetapi juga lebih aman untuk kesehatan keluarga.
Berikut adalah beberapa panduan praktis yang bisa diterapkan saat berbelanja di pasar atau supermarket:
1. Cara Membedakan Garis Putih Lemak (Marbling) dan Jaringan Ikat
Marbling adalah garis putih halus yang menyebar di antara serat otot daging, ini adalah lemak baik. Semakin banyak dan merata marbling, biasanya daging akan semakin empuk dan juicy saat dimasak.
Berbeda dengan jaringan ikat yang tampak seperti selaput atau urat putih keras dan tebal. Untuk steak, pilih marbling tinggi, sedangkan untuk semur, jaringan ikat justru diperlukan.
2. Perhatikan Warna dan Kemasan Daging
Daging sapi segar umumnya berwarna merah cerah hingga merah tua tergantung pada lama paparan dengan udara. Hindari daging yang sudah berubah warna menjadi kecoklatan atau keabu-abuan di seluruh permukaannya.
Pastikan kemasan daging tidak rusak, tidak berair, dan tidak ada udara yang masuk secara berlebihan. Periksa juga tanggal kedaluwarsa pada label untuk memastikan Anda mendapatkan produk yang masih sangat segar.
3. Tips Memilih Daging Giling Tanpa Campuran Lemak Berlebih
Daging giling sering menjadi tempat curang bagi pedagang yang mencampurnya dengan lemak atau jeroan. Untuk memastikan kualitas, pilihlah daging giling yang digiling langsung.
Daging giling yang baik memiliki warna merah merata tanpa bercak putih besar yang merupakan lemak padat. Jika membeli kemasan pabrik, bacalah label komposisi dan pilih yang persentase lemaknya paling rendah.
Panduan Mengolah Bagian Daging Sapi Sesuai Jenis Masakan
Setiap potongan daging memiliki perlakuan berbeda di dapur agar menghasilkan cita rasa terbaiknya. Memahami karakteristik daging akan membantu dalam memilih antara memasak cepat atau lambat.
Kesalahan dalam memilih teknik adalah penyebab utama kegagalan masakan daging di rumah. Mari kita bedah teknik dasar yang paling cocok untuk setiap jenis potongan daging sapi.
Teknik Memasak Cepat (Searing & Grilling) untuk Daging Empuk
Teknik panas tinggi dengan waktu singkat hanya cocok untuk potongan daging yang sudah empuk secara alami. Potongan seperti tenderloin, sirloin, dan iga adalah kandidat sempurna untuk dibakar atau dipanggang.
Metode ini bertujuan untuk menciptakan reaksi Maillard atau aroma gurih pada permukaan daging. Pastikan daging sudah bersuhu ruang dan wajan benar-benar panas sebelum dimasak.
Teknik Memasak Lambat (Slow Cooking & Braising) untuk Daging Berotot
Potongan berotot tinggi seperti sengkel, sandung lamur, dan sampil membutuhkan kesabaran dalam pengolahannya. Metode lambat dengan suhu rendah akan memecah kolagen menjadi gelatin sehingga daging menjadi super empuk.
Memasak dengan panci presto adalah jalan pintas yang efektif untuk menghemat waktu tanpa mengurangi kelezatan. Hasil akhir daging yang luruh dan kuah kental adalah ciri khas teknik ini.
Rahasia Memotong Daging Agar Tidak Alot
Teknik memotong seringkali diabaikan, padahal sama pentingnya dengan cara memasak. Melakukan kesalahan saat mengiris bisa membuat daging yang empuk sekalipun terasa alot.
Berikut adalah beberapa tips andalan agar daging tetap lembut saat disantap:
- Gunakan pisau setajam silet: Pisau tumpul akan merobek serat daging dan membuatnya tampak kasar, serta membahayakan jari.
- Iris melawan arah serat: Potonglah daging secara tegak lurus terhadap garis-garis seratnya untuk memendekkan struktur otot.
- Hilangkan lemak dan urat besar: Bagian ini tidak akan pernah empuk meskipun dimasak lama, lebih baik disisihkan untuk kaldu.
- Biarkan daging beristirahat: Setelah matang, diamkan daging selama 5 menit sebelum dipotong agar sarinya tidak keluar.
Baca juga: Harga Daging Sapi vs Kambing Menjelang Qurban Idul Adha
Seputar Bagian Daging Sapi
Masih banyak pertanyaan menarik seputar perdagingan yang sering ditanyakan oleh para pencinta kuliner. Mulai dari soal harga hingga perbedaan teknis antara potongan yang mirip.
Berikut adalah jawaban singkat yang akan memperkaya wawasan ketika berbelanja daging:
Bagian Daging Sapi Apa yang Paling Mahal di Pasar?
Harga sebuah potongan daging ditentukan oleh tingkat kelembutan, ketersediaan, dan tingkat kesulitan pemotongannya. Semakin sedikit jumlah potongan dalam satu ekor sapi, biasanya semakin mahal harganya.
Berikut adalah daftar potongan termahal yang menjadi incaran para gourmet:
- Tenderloin atau Has Dalam: Bagian termahal dan termewah karena hanya ada sedikit dalam satu ekor sapi.
- Ribeye: Memiliki marbling sempurna yang menghasilkan rasa gurih dan tekstur sangat juicy.
- T-Bone Steak: Harga mahal karena menggabungkan dua kualitas sekaligus, yaitu tenderloin dan striploin.
- Tomahawk: Versi ribeye dengan tulang panjang yang membuat tampilannya epik dan harganya fantastis.
Apa Perbedaan Utama Antara Has Dalam dan Has Luar?
Meski letaknya berdekatan, kedua potongan ini memiliki perbedaan karakter yang signifikan. Tabel di bawah ini akan membantu untuk membedakannya:
| Aspek Perbandingan | Has Dalam (Tenderloin) | Has Luar (Sirloin) |
| Posisi | Di dalam, dekat tulang belakang | Di luar, menyelimuti tenderloin |
| Tekstur | Super empuk, seperti mentega | Padat, kenyal, lebih berotot |
| Kandungan Lemak | Sangat rendah, hampir tanpa lemak | Sedang, lebih berair daripada tenderloin |
| Bentuk | Silinder panjang, ukuran kecil | Cenderung pipih dan lebar |
| Harga | Paling mahal | Lebih terjangkau |
| Rekomendasi Masak | Steak, panggang cepat | Steak, sate, yakiniku, tumis |
Cara Menentukan Potongan Daging Sapi Sesuai Selera
Pada akhirnya, tidak ada potongan yang benar-benar buruk, yang ada hanyalah ketidakcocokan pengolahan. Selalu perkirakan mengenai masakan apa yang ingin dibuat dan berapa lama waktu yang dimiliki.
Jika ingin steak cepat, belilah has dalam atau has luar. Jika ingin menyantap semur atau rendang, pilihlah sampil, sengkel, atau sandung lamur. Selamat berkreasi di dapur dan jadilah koki handal untuk keluarga tercinta.
Baca juga: 10 Tips Memasak Opor Ayam agar Bumbunya Meresap dan Lebih Gurih
Ingin mendapatkan artikel yang bermanfaat dan dapat membantu aktivitas sehari-hari? Segera kunjungi laman OLX News untuk mendapatkan artikel dengan topik menarik dengan sudut pandang unik setiap harinya!
Jangan Lewatkan Mega Weekend Sale OLXmobbi!

Dapatkan mobil bekas impianmu di Mega Weekend Sale (MWS) pada 5-7 Juni 2026. Kunjungi store OLXmobbi Arteri Cilandak, OLXmobbi Bintaro, OLXmobbi Soekarno Hatta Bandung, OLXmobbi Sungkono Surabaya, OLXmobbi Karanglo Malang, OLXmobbi MT Haryono Balikpapan dan OLXmobbi Tukad Bali untuk menikmati promo spesial:
- Diskon hingga Rp25 Juta & TDP mulai Rp3 Juta.
- Cashback Rp4 Juta & Hadiah Langsung (Mesin cuci, sepeda gunung, rice cooker, air fryer, Voucher Belanja, dll).
Catat Tanggalnya: 5-7 Juni 2026. Siap bawa pulang mobil incaran? Kunjungi ke OLXmobbi sekarang!
































