Pace dapat diartikan sebagai kecepatan dalam berlari. Bagaimana meningkatkannya secara alami hingga batas maksimal?Â
OLX News – Dalam olahraga lari, istilah pace adalah indikator utama yang digunakan pelari untuk mengukur kecepatan dan intensitas latihan mereka. Berbeda dengan kendaraan yang menggunakan satuan kilometer per jam (kpj), pelari lebih akrab dengan satuan menit per kilometer.Â
Memahami pace bukan hanya soal adu cepat, melainkan strategi untuk berlari lebih efisien dan terhindar dari cidera.
Apa Itu Pace dalam Lari?
Secara sederhana, istilah pace adalah waktu yang dibutuhkan seorang pelari untuk menempuh jarak satu kilometer atau satu mil. Jika kamu melihat smartwatch menunjukkan angka 06:00, itu berarti kamu membutuhkan waktu tepat 6 menit untuk menyelesaikan jarak 1 kilometer.
Mengapa pelari menggunakan pace dan bukan kecepatan (speed)? Hal ini dikarenakan lari adalah olahraga daya tahan (endurance). Dengan mengetahui pace, seorang pelari dapat mengatur manajemen energi.Â
Misalnya, jika ingin menyelesaikan Marathon (42,195 km) di bawah 4 jam, maka seorang pelari harus menjaga average pace di angka 05:41 secara konsisten dari awal hingga akhir.
Baca juga:
8 Tips Memilih Sepatu Lari yang Tepat untuk Pemula
Cara Menghitung Pace

Rumus dasar untuk menghitungnya adalah membagi total waktu tempuh dengan total jarak.
Pace = Waktu / Jarak
Jika berlari sejauh 5 kilometer dalam waktu 30 menit, maka: 30 menit / 5 km = 6 menit/km. Sehingga, pace pelari adalah 6:00/km.
Strategi Meningkatkan Pace Lari
Meningkatkan kecepatan lari tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan kombinasi antara latihan fisik, teknik, dan pemulihan. Berikut adalah cara efektif untuk lari lebih cepat:
1. Lakukan Latihan Interval
Latihan interval adalah kunci untuk meningkatkan kapasitas aerobik (VO2 Max). Cobalah berlari cepat selama 400 meter, lalu diikuti jalan santai atau jogging selama 1 menit untuk pemulihan. Ulangi proses ini 6–8 kali.
2. Sertakan Tempo Run
Tempo run dilakukan dengan berlari di intensitas yang “nyaman tapi sulit” (comfortably hard). Latihan ini melatih tubuh untuk membuang asam laktat lebih efisien, sehingga kamu bisa mempertahankan pace cepat dalam durasi yang lebih lama.
Baca juga:
10 Rekomendasi Sepatu Lari dengan Plat Carbon Terbaik
3. Latihan Penguatan (Strength Training)
Jangan hanya berlari. Memperkuat otot kaki, core (inti tubuh), dan bokong melalui squats, lunges, dan plank akan memberikan tenaga ekstra saat mendorong tubuh ke depan. Otot yang kuat juga menjaga postur lari tetap tegak saat kamu mulai lelah.
4. Tingkatkan Cadence
Cadence adalah jumlah langkah kaki per menit. Pelari elit biasanya memiliki cadence sekitar 180 langkah per menit (spm). Dengan memperpendek langkah namun meningkatkan frekuensinya, Akamunda mengurangi beban hantaman pada sendi dan secara otomatis meningkatkan pace.
Jadi dapat disimpulkan pace adalah kompas bagi setiap pelari untuk memahami progres latihan mereka. Dengan konsistensi melakukan latihan interval dan penguatan otot, maka kecepatan impian kamu pasti bisa tercapai. Ingatlah untuk selalu mendengarkan tubuh dan jangan menaikkan intensitas lebih dari 10% setiap minggunya untuk mencegah cedera.
Butuh perlengkapan lari yang berkualitas? Ayo cek semuanya di OLX, temukan beragam kelengkapan olahraga sesuai kebutuhan dengan harga bersaing. Dapatkan kebutuhan olahraga idaman kamu sekarang juga!



































