Veda Ega Pratama dan jalan terjal menembus MotoGP makin bersinar! Dari rekor Asia hingga cetak sejarah podium Moto3 Brazil 2026. Cek kiprah epiknya di sini!
OLX News – Sejarah tercipta dengan sangat manis saat pembalap muda Indonesia yang berlaga di kejuaraan Moto3 Brazil naik di atas podium. Veda Ega Pratama sukses mencatatkan dirinya dalam sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang sukses mengibarkan bendera Merah Putih di ajang MotoGP 2026.
Bocah ajaib asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini baru saja melakukan gebrakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah balap Indonesia di kelas pembibitan menuju kasta tertinggi balap motor dunia MotoGP.

Kiprahnya bukan sekadar numpang lewat, melainkan mendominasi balapan dengan cara yang meyakinkan.
Baca Juga: Veda Pratama Raih Podium Moto3 Brazil, Cetak Sejarah Pembalap Indonesia Pertama yang Naik Podium MotoGP
Melalui artikel ini, kami mencoba merekam ulang jejak Veda Ega Pratama yang menempuh jalan terjal menembus MotoGP yang kini mulai membuahkan hasil manis.
Mengobrak-abrik Rekor Asia Talent Cup 2023
Lonjakan popularitas Veda berawal dari penampilannya di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (ATC) musim 2023. ATC sendiri merupakan kompetisi bergengsi se-Asia untuk menjaring talenta muda yang diproyeksikan masuk ke struktur Dorna Sports selaku promotor MotoGP.
Veda Pratama resmi mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menyabet gelar Juara Umum Asia Talent Cup. Sejak pertama kali digelar pada 2014, trofi juara selalu dikuasai oleh pembalap dari Jepang, Thailand, atau Malaysia.
Bukan cuma sekadar juara, Veda menulis ulang buku rekor. Mengutip data resmi Asia Talent Cup (ATC), Veda sukses mengumpulkan total 256 poin dalam satu musim.
Angka ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan ATC. Ia sukses meraih 9 kemenangan dari total 12 balapan sepanjang tahun 2023.
Mental Baja Warisan Sang Ayah
Tentu ini bukan sebuah pencapaian seketika. Veda Ega Pratama punya latar belakang kuat di sektor balap motor. Ia adalah putra dari Sudarmono, mantan pembalap nasional yang cukup punya nama.
Tumbuh besar menghirup aroma aspal sirkuit membuat Veda menyatu dengan motor sejak usia dini. Sang ayah rutin melatih teknik, kedisiplinan, hingga strategi balap di sirkuit di Yogyakarta.
Kemampuannya membaca situasi balapan, menjaga agar ban tidak cepat aus, dan berani menyalip lawan dengan bersih adalah atribut langka untuk anak seusianya.
Mental baja serta skill teknik warisan dari sang ayah inilah yang menjadi modal utamanya untuk melangkah ke pentas yang lebih tinggi.
Ujian Berat di Red Bull Rookies Cup (2024-2025)

Setelah berhasil menapaki anak tangga pertama untuk mewujudkan mimpinya ke MotoGP, Veda kemudian naik kelas menuju kompetisi balap bergengsi di Eropa.
Red Bull Rookies Cup benar-benar menjadi ujian terpentingnya saat pertama kali menjejakkan kaki pada musim 2024.
Di musim perdananya, Veda membuktikan tajinya dengan finis di urutan kedelapan klasemen akhir, lengkap dengan raihan kemenangan manis di Sirkuit Mugello, Italia.
Tahun berikutnya, yakni musim 2025, Veda yang skill-nya kini jauh lebih matang makin tak terbendung. Ia menyapu bersih kemenangan di seri Mugello dan Sachsenring, hingga akhirnya menutup kompetisi sebagai Runner-Up Red Bull Rookies Cup 2025. Hasil ini menjadi tiket emas baginya untuk kembali naik kasta ke Moto3.
Moto3 2026: Debut Sensasional dan Sejarah Podium Brazil

Usaha keras Veda di Eropa berbuah manis. Pada musim 2026, pembalap berusia 17 tahun ini resmi promosi ke Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia. Di sinilah kejutan besar terjadi.
Pada balapan debutnya di seri pembuka GP Buriram, Thailand (1/3/2026), Veda langsung tampil beringas dengan finis di urutan kelima. Ia sukses mengamankan poin perdananya di pentas dunia.
Namun, puncaknya terjadi di seri kedua, yakni Moto3 Brazil di Sirkuit Ayrton Senna, Goiânia pada pekan lalu (22/3/2026). Memulai balapan dari grid keempat, Veda sempat tercecer ke urutan sembilan sebelum drama red flag dan start diulang.
Veda kemudian tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk kembali bertarung di barisan depan.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Persembahkan Kado HUT RI ke-80, Podium 2 di Ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup
Mengutip laporan dari Bola.net, di putaran terakhir, Veda yang ada di posisi keempat melakukan manuver berani dengan menyalip Alvaro Carpe dari sisi dalam. Hasilnya? Veda sukses menginjak garis finis di urutan ketiga di belakang Maximo Quiles dan Marco Morelli!
Ini adalah sejarah baru; Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang FIM World Championship Grand Prix. Saking memukaunya, para kru mekanik di Brazil sampai memberinya julukan baru: “O’Vedinha”.
Sejarah yang dicetak Veda Pratama di kancah dunia membuktikan bahwa pembalap Indonesia punya kualitas untuk bersaing di kasta tertinggi.
Namun, kita sebagai penikmat balap harus menata ekspektasi dengan bijak. Persaingan global sangat kejam dan Veda baru saja memasuki babak awal pembuktiannya.
Mari sama-sama kita pantau terus perkembangan bocah ajaib asal Gunung Kidul ini dan memberikan dukungan penuh.
Terus melaju, O’Vedinha! Publik Indonesia ada di belakangmu! (Z)





































