Sejarah tercipta! Veda Pratama berhasil meraih podium ketiga di Moto3 Brazil 2026 setelah drama red flag dan aksi salip epik di lap terakhir. Baca ulasan lengkapnya di sini.
OLX News – Kabar gembira datang dari belahan bumi sebelah barat. Pembalap muda berbakat kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah balap motor tanah air. Bertanding di sirkuit Ayrton Senna, Goiânia, dalam gelaran Moto3 Brazil 2026, Minggu (22/3), Veda berhasil mengamankan podium ketiga.
Pencapaian ini sangat istimewa karena Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu berdiri di tangga podium kelas Moto3. Hasil ini bukan kebetulan, melainkan buah dari kerja keras dan adaptasi cepat pembalap berusia 17 tahun tersebut sepanjang akhir pekan balapan.
Baca Juga: Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Finis Ke-5 di Debut Moto3 Thailand 2026
Veda menunjukkan sinyal positif sejak sesi latihan Moto3 Brazil dimulai. Ia tidak butuh waktu lama untuk memahami karakter Sirkuit Ayrton Senna yang teknis.
Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), Jumat (20/3/2026), Veda langsung tancap gas. Meski sempat mengukir catatan waktu tercepat di pertengahan sesi, ia menyudahi hari pertama di posisi kedelapan.
Performa Veda semakin menanjak di sesi Practice. Ia berhasil merangsek ke posisi tiga besar, membuktikan bahwa ia memiliki pace yang kompetitif untuk bersaing di barisan depan.

Grafik Performa Akhir Pekan Veda Pratama:
| Sesi | Posisi | Catatan Waktu (Simulasi) |
| FP1 | 8 | 1:39.123 |
| Practice | 3 | 1:38.567 |
| FP2 | 12 | 1:39.001 (Fokus simulasi balap) |
| Kualifikasi (Q2) | 4 | 1:38.210 |
Meskipun sempat sedikit menurun di FP2 hari Sabtu (21/3/2026) ke posisi 12 karena fokus menguji ban untuk balapan, Veda mengamuk di kualifikasi kedua (Q2).
Ia mengamankan posisi start keempat, hanya terpaut tipis dari barisan front row yang diisi Joel Esteban, Valentin Perrone, dan Hakim Danish. Posisi start ini menjadi modal krusial bagi Veda.
Drama Red Flag dan Kebangkitan Veda di Balapan
Hari balapan, Minggu (22/3/2026), Moto3 Brazil menyuguhkan drama yang menguras emosi fans balap Indonesia. Saat lampu start padam, Veda Pratama sempat kesulitan mempertahankan posisinya. Intensitas persaingan Moto3 yang sangat tinggi membuatnya tercecer hingga keluar dari posisi 10 besar di lap-lap awal.
Namun, mentalitas juara Veda berbicara. Perlahan tapi pasti, ia mulai memperbaiki posisi, memanfaatkan slipstream dan melakukan manuver salip yang bersih.
Titik balik balapan terjadi di lap ke-13. David Almansa, yang saat itu memimpin balapan dengan nyaman, mengalami kecelakaan hebat. Insiden ini memaksa Race Director mengibarkan red flag (bendera merah) untuk menghentikan balapan sementara karena alasan keselamatan.
Sesuai regulasi, balapan dilanjutkan kembali dengan jumlah lap yang dikurangi, menggunakan posisi start berdasarkan lap terakhir sebelum red flag. Situasi ini mengubah total dinamika balapan. Jarak antarpembalap kembali rapat dan sprint race menuju finis dimulai.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Berlaga di Ajang MotoGP 2026
Aksi Salip Epik di Dua Lap Terakhir

Saat balapan dimulai kembali, Maximo Quiles langsung melesat memimpin. Persaingan di posisi lima besar menjadi sangat chaos. Posisi berubah hampir di setiap tikungan.
Veda Pratama, yang memulai restart dari posisi yang lebih baik, berhasil menjaga fokus. Ia tidak panik meski terus digempur oleh pembalap lain seperti Alvaro Carpe dan Marco Morelli.
Kematangan taktik Veda terlihat jelas di akhir balapan. Mengutip analisis dari Motorsport.com, Veda terlihat sengaja menghemat ban dan tenaga untuk melakukan serangan di saat-saat terakhir.
Strategi itu berhasil. Di dua lap terakhir, Veda Pratama melakukan manuver berani dan bersih untuk melewati Alvaro Carpe. Ia berhasil mengamankan posisi ketiga dan mempertahankannya hingga garis finis, tepat di belakang Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang dan Marco Morelli di posisi kedua.
Keberhasilan Veda Ega Pratama meraih podium di Brazil bukan sekadar hasil balapan biasa. Ini adalah pembuktian bahwa pembalap Indonesia memiliki kualitas untuk bersaing di level dunia.
Dengan usia yang masih 17 tahun, perjalanan Veda masih sangat panjang. Podium ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi Veda untuk terus konsisten meraih poin di seri-seri berikutnya, dan tentu saja, mengincar kemenangan pertamanya di Moto3.
Selamat kepada Veda Pratama yang berhasil mengukir sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil mencicipi podium MotoGP Series 2026. (Z)























