Intip daftar rumus Excel yang wajib dikuasai admin profesional untuk membuat laporan kantor yang akurat dalam hitungan menit saja.
OLX News – Admin kantor sering kali merasa pusing karena tumpukan data laporan yang harus diketik ulang satu per satu secara manual. Menurut buku Microsoft Excel Step by Step karya Curtis Frye, menggunakan rumus yang tepat adalah cara terbaik untuk membuat pekerjaan berat jadi ringan dan cepat selesai. Berdasarkan panduan resmi Microsoft Support, staf yang jago Excel bisa menghemat waktu kerja hingga berjam-jam karena tidak perlu lagi menghitung manual pakai kalkulator.
Kunci utama agar tidak sering lembur adalah dengan membiarkan komputer yang bekerja cerdas mengolah angka-angka rumit tersebut. Merujuk pada buku Excel 2019 Bible oleh Michael Alexander, seorang staf kantor yang hebat harus bisa merapikan data yang berantakan menjadi laporan yang rapi dalam sekejap. Dengan bantuan rumus-rumus sakti di bawah ini, urusan rekap absen, stok barang, atau laporan keuangan bulanan akan beres sebelum jam pulang kantor tiba.
Baca Juga: Gaji Data Analyst 2025: Fresh Graduate vs Senior
Rumus Excel yang Wajib Dikuasai Admin Profesional

Belajar rumus Excel sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan asalkan tahu fungsi dasar dan cara pakainya yang benar. Berdasarkan literatur Excel Data Analysis For Dummies karya Stephen L. Nelson, rumus-rumus ini adalah “alat tempur” wajib agar hasil kerja terlihat profesional di mata atasan. Berikut 5 rumus yang paling sering dipakai oleh seorang admin setiap hari:
1. VLOOKUP (Mencari Data Otomatis)
Rumus ini gunanya untuk mengambil data dari tabel lain secara otomatis berdasarkan satu kata kunci, misalnya mencari nama karyawan berdasarkan NIK. VLOOKUP sangat membantu agar tidak perlu lagi mencari data satu-satu secara manual di ribuan baris dokumen yang melelahkan. Dengan rumus ini, risiko salah salin data atau salah ketik nama bisa dikurangi sampai titik nol.
- Format Rumus: =VLOOKUP(sel_kunci; rentang_tabel; nomor_kolom; 0)
- Siapkan sel yang menjadi kunci utama, lalu tulis rumus di sel tempat hasil ingin dimunculkan.
- Blok seluruh tabel sumber data yang ingin diambil informasinya sebagai referensi pencarian.
- Masukkan nomor urutan kolom tempat data berada dan tambahkan angka 0 agar hasilnya pasti akurat.
2. IF (Logika Otomatis)
Fungsi IF dipakai untuk memberikan keterangan otomatis berdasarkan syarat tertentu, misalnya menentukan status “LULUS” atau “GAGAL” pada nilai ujian. Staf kantor biasanya memakai rumus ini agar status pembayaran atau ketersediaan stok barang bisa berubah sendiri tanpa harus dicek manual. Pekerjaan menentukan kategori data jadi jauh lebih cepat karena sistem yang akan memutuskan hasilnya untuk Anda.
- Format Rumus: =IF(sel_uji=”syarat”; “hasil_jika_benar”; “hasil_jika_salah”)
- Pilih sel yang ingin diuji nilainya, lalu tuliskan syarat yang diinginkan di dalam rumus.
- Tuliskan teks hasil yang muncul jika syarat terpenuhi, dan jangan lupa pakai tanda petik dua.
- Tuliskan teks hasil cadangan jika syarat ternyata tidak terpenuhi, lalu tekan Enter.
3. SUMIF (Total Angka dengan Kategori)
SUMIF berfungsi untuk menjumlahkan angka hanya untuk kategori tertentu saja, misalnya menghitung total pengeluaran khusus untuk “Biaya Listrik” dalam satu bulan. Rumus ini sangat sakti untuk membuat rekap keuangan karena tidak perlu lagi menyaring (filter) data satu per satu sebelum dijumlahkan. Akurasi hitungan keuangan kantor akan jauh lebih terjamin dan bebas dari kesalahan hitung jari.
- Format Rumus: =SUMIF(rentang_kategori; “nama_kategori”; rentang_angka)
- Blok kolom yang berisi nama-nama kategori yang ingin dipisahkan atau dihitung totalnya.
- Tuliskan nama kategori spesifik yang ingin dijumlahkan di dalam tanda petik dua.
- Blok kolom yang berisi angka-angka rupiah atau jumlah barang yang ingin ditotalkan secara otomatis.
4. CONCATENATE (Menggabungkan Tulisan)
Rumus ini punya tugas simpel tapi penting, yaitu menyatukan dua atau lebih isi kotak sel menjadi satu kalimat utuh yang rapi. Admin sering memakai ini untuk menggabungkan Nama Depan dan Nama Belakang agar menjadi Nama Lengkap tanpa perlu mengetik ulang semuanya. Hasilnya, tampilan daftar nama atau alamat di laporan jadi lebih rapi, terstruktur, dan sangat mudah untuk dibaca.
- Format Rumus: =CONCATENATE(sel_1; ” “; sel_2)
- Pilih sel pertama yang berisi teks awal yang ingin Anda gabungkan dengan teks lainnya.
- Tambahkan tanda petik dua berisi spasi di tengah agar antar kata tidak menempel menjadi satu.
- Pilih sel kedua atau sel tambahan lainnya, lalu tutup kurung untuk melihat hasil penggabungannya.
5. COUNTIF (Menghitung Berapa Kali Muncul)
COUNTIF dipakai untuk menghitung ada berapa banyak data tertentu muncul dalam sebuah daftar, misalnya menghitung jumlah kehadiran “Hadir” dalam absen. Rumus ini sangat membantu saat ingin tahu berapa kali seorang pelanggan memesan barang atau berapa jumlah stok barang yang habis. Staf kantor bisa mendapatkan angka statistik cepat tanpa harus menghitung manual pakai jari satu per satu.
- Format Rumus: =COUNTIF(rentang_data; “kriteria”)
- Blok area atau kolom yang ingin dihitung frekuensi kemunculan datanya dari atas ke bawah.
- Masukkan kata atau angka yang ingin dicari jumlahnya di dalam tanda petik dua pada rumus.
- Tekan Enter dan Excel akan langsung memberitahu jumlah total berapa kali data itu muncul.
Baca Juga: 23 Tahun Beroperasi, Microsoft Resmi Tutup Skype
Cara Memaksimalkan Penggunaan Rumus Excel dalam Pekerjaan Admin
Mengerti rumus saja tidak cukup, cara mengelola dokumen juga sangat menentukan seberapa cepat pekerjaan bisa beres. Menurut buku Excel Best Practices for Business karya M. Schiavo, cara merapikan data yang benar akan membuat semua rumus bekerja lebih lancar tanpa sering eror. Berikut adalah tips praktis agar setiap admin bisa bekerja lebih maksimal menggunakan aplikasi Excel:
- Berikan Nama pada Tabel: Selalu beri nama khusus untuk kumpulan data penting agar saat menulis rumus tidak perlu lagi bolak-balik memblok sel yang sangat banyak.
- Gunakan Format Tabel Resmi: Ubah data biasa menjadi format “Table” (Ctrl + T) agar rumus otomatis ikut ke bawah setiap kali ada baris data baru yang ditambahkan.
- Buat Pilihan Dropdown: Gunakan menu pilihan (Data Validation) agar input data selalu seragam dan tidak ada salah ketik yang bisa merusak jalannya rumus.
- Selalu Kunci Sel dengan Simbol $: Pakai tanda dollar pada rumus agar kotak referensi tidak bergeser saat Anda menarik atau menyalin rumus ke kolom yang lain.
- Cek Rumus Secara Berkala: Jangan ragu untuk klik dua kali pada sel rumus untuk memastikan kotak mana saja yang sedang dihitung agar tidak ada data yang salah ambil.
- Pakai Rumus IFERROR: Tambahkan IFERROR di depan rumus agar tampilan laporan tetap bersih dan tidak muncul tulisan “#N/A” atau “#REF” yang bikin mata sakit saat data kosong.
- Simpan File Master (Template): Buatlah satu file contoh yang sudah lengkap rumusnya, jadi setiap bulan tugas admin tinggal “copy-paste” data mentah saja ke dalamnya.
Menguasai teknik dan rumus Excel bukan hanya soal menyelesaikan laporan, tetapi tentang cara cerdas menghemat waktu agar produktivitas Anda meningkat pesat setiap hari. Ingin memperbarui perangkat kerja atau mencari peralatan kantor yang lebih mumpuni untuk mendukung performa admin Anda? Temukan berbagai pilihan gadget dan kebutuhan kantor terbaik dengan harga bersaing hanya di OLX!



























