Kamis, September 10, 2026
BeritaNiat Ganti Teknologi Saat Harga Bensin Naik Terus? Kenali Beda Teknologi REEV,...

Niat Ganti Teknologi Saat Harga Bensin Naik Terus? Kenali Beda Teknologi REEV, HEV, PHEV, dan BEV Biar Nggak Salah Beli Mobil!

Takut kehabisan baterai di jalan? Pahami dulu bedanya mobil BEV, HEV, PHEV, dan REEV. Simak bagaimana teknologi REEV Changan hadir sebagai solusi cerdas lewat Deepal S05

- Advertisement -

OLX News – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang kian melambung membuat orang semakin berpikir untuk mengganti teknologi mobil konvensional dengan elektrifikasi. Beralih ke mobil listrik memang terdengar sangat menggoda untuk menghemat pengeluaran bulanan. Namun, ada satu ketakutan besar yang sering menghantui para calon konsumen di Indonesia: rasa cemas kehabisan baterai di tengah jalan, apalagi saat bepergian jauh ke daerah yang stasiun pengisian dayanya (SPKLU) masih jarang.

Kecemasan ini dijawab kontan oleh pabrikan otomotif raksasa jenama Cina, Changan, yang baru saja mengambil langkah berani. Pada bulan April 2026 lalu, Changan resmi menjadi pionir dengan memperkenalkan model Deepal S05 berteknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV).

Baca Juga: Kenali Canggihnya Teknologi REEV di Changan Deepal S05
- Advertisement -

Kehadiran teknologi ini digadang-gadang sebagai jembatan masa depan yang paling adaptif bagi masyarakat Tanah Air.

Lantas, apa sih bedanya REEV dengan istilah kelistrikan mobil lainnya seperti HEV, PHEV, dan BEV? Mari kita bedah satu per satu dengan bahasa yang gampang dimengerti!

- Advertisement -

Membedah 4 Jenis Teknologi Kendaraan Elektrifikasi Masa Depan

Biar tidak pusing saat datang ke pameran otomotif, berikut adalah panduan sederhana membedakan sistem penggerak pada mobil ramah lingkungan saat ini:

1. BEV (Battery Electric Vehicle)

Ini adalah jenis mobil listrik tulen atau murni. Tidak ada mesin bensin, tangki bahan bakar, maupun knalpot. Roda seratus persen digerakkan oleh motor listrik yang ditenagai oleh baterai raksasa di dasar mobil. Tarikannya sangat halus dan senyap, tapi pengemudi mutlak sangat bergantung pada colokan listrik. Kalau baterai menipis, kita wajib mencari stasiun pengisian daya terdekat.

2. HEV (Hybrid Electric Vehicle)

Sering disebut mobil hybrid biasa. Mobil ini masih sangat mengandalkan mesin bensin sebagai bos utama untuk memutar roda. Bedanya, ada tambahan baterai kecil dan motor listrik ekstra yang tugasnya sekadar membantu tarikan awal atau melaju dengan kecepatan sangat rendah. Baterainya tidak perlu dicolok ke listrik luar, karena otomatis terisi dari putaran mesin bensin dan sisa tenaga saat mengerem.

3. PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)

Sistem ini ibarat jalan tengah antara mobil bensin dan listrik. Baterainya lebih besar dari HEV dan sudah bisa dicas lewat colokan listrik rumah. Mobil ini bisa melaju murni pakai listrik untuk jarak dekat (sekitar 40-50 km). Meski saat ini sudah ada beberapa merek yang merilis mobil PHEV dengan jelajah mengandalkan tenaga baterai hingga 100 km. Jika baterainya habis, mesin bensin akan langsung menyala dan mengambil alih tugas memutar roda kemudi.

4. REEV (Range Extended Electric Vehicle)

Nah, ini dia teknologi paling cerdas yang dibawa oleh Changan lewat Deepal S05. REEV menawarkan sensasi berkendara seratus persen layaknya mobil listrik murni (BEV). Semua roda hanya digerakkan oleh motor listrik. Lalu, buat apa ada mesin bensin di dalamnya? Mesin bensin di mobil REEV sama sekali tidak terhubung ke roda. Tugas mesin ini murni hanya sebagai “genset”, alias generator mandiri. Saat kapasitas baterai mulai menipis di tengah jalan tol atau di pedesaan, mesin bensin akan menyala pelan untuk memproduksi listrik yang langsung disalurkan ke baterai.

Keunggulan REEV: Bebas Cemas Baterai Habis

Teknologi REEV Changan

Berbekal konsep “genset” bawaan tersebut, teknologi REEV sukses menghapus kecemasan pengemudi soal jarak tempuh (charging anxiety). Pengendara tetap bisa menikmati karakter khas mobil listrik yang senyap, kabin tanpa getaran, dan tarikan gas yang sangat responsif, tapi dengan fleksibilitas daya jelajah layaknya mobil konvensional.

Baca Juga: Changan Bawa Deepal S05 REEV ke Indonesia, SUV Listrik dengan Range Extender Ini Tampil Perdana

Meskipun masih menggunakan bensin, emisi gas buang dari mobil REEV jauh lebih bersih dibandingkan dengan mobil biasa. Mengapa bisa begitu? Karena mesin bensinya hanya bekerja pada putaran yang stabil (RPM konstan) sekadar untuk menghasilkan listrik, tanpa harus memikul beban berat saat ban berakselerasi dari posisi diam. Konsumsi BBM otomatis menjadi sangat irit.

Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, memaparkan pandangannya mengenai kehadiran teknologi canggih ini di Tanah Air.

“Kami memahami bahwa transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan adaptasi. Karena itu, teknologi REEV hadir untuk memberikan pengalaman berkendara listrik dengan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Melalui teknologi ini, Changan ingin mendukung percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini,” jelas Setiawan.

Jaminan Layanan Purnajual

Membeli mobil berteknologi baru tentu butuh rasa tenang soal perawatannya. Calon pembeli Changan tidak perlu khawatir. Lewat kemitraan strategis dengan Indomobil Group, keberlanjutan layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang produk Changan dijamin aman tersebar di seluruh pelosok negeri.

Singkat kata, di tengah kondisi harga bahan bakar yang tidak menentu dan infrastruktur pengisian baterai yang masih terus dibangun, teknologi REEV adalah solusi paling logis. Kita bisa merasakan nikmatnya melaju senyap tanpa emisi, namun tetap bisa tersenyum tenang saat harus menempuh perjalanan ratusan kilometer ke luar kota! (Z)


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store

Populer.
Berita Terkait