LainnyaBeautyCara Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit

Cara Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit

Cari sunscreen yang cocok? Simak cara memilih sunscreen sesuai jenis kulit agar perlindungan maksimal setiap hari.

OLX News – Banyak orang mengira semua sunscreen bekerja dengan cara yang sama, sehingga produk apa pun bisa dipakai tanpa mempertimbangkan jenis kulit. Faktanya berbeda dari yang banyak dipercaya: sunscreen yang salah justru bisa memperburuk kondisi kulit, mulai dari memicu jerawat hingga mengiritasi kulit sensitif. Memilih sunscreen yang tepat bukan soal merek atau harga, melainkan soal memahami kebutuhan kulitmu sendiri.

- Advertisement -

Dari Mana Sunscreen Berasal dan Mengapa Kita Membutuhkannya

Selanjutnya, penting untuk memahami mengapa sunscreen ada sejak awal. Produk pelindung matahari pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an oleh seorang kimiawan asal Austria bernama Franz Greiter. Ia menciptakan krim pelindung setelah kulitnya terbakar saat mendaki gunung di Swiss.

Namun, perkembangan sunscreen modern baru benar-benar pesat setelah para ilmuwan membuktikan hubungan antara paparan sinar UV dan kanker kulit. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sinar ultraviolet dari matahari terbagi menjadi dua jenis utama yang berbahaya bagi kulit, yaitu UVA dan UVB. Keduanya menembus lapisan kulit dengan cara berbeda dan menyebabkan kerusakan yang berbeda pula.

- Advertisement -

Oleh karena itu, formulasi sunscreen terus berkembang untuk menghadapi kedua ancaman tersebut sekaligus. Di Indonesia, paparan sinar matahari tergolong sangat tinggi sepanjang tahun karena letak geografisnya di garis khatulistiwa. Ini menjadikan penggunaan sunscreen bukan pilihan, melainkan kebutuhan harian.

Memahami Jenis dan Kandungan Sunscreen Secara Mendalam

Berbagai jenis sunscreen untuk kulit berminyak, kering, dan sensitif ditampilkan berdampingan

- Advertisement -

Yang jarang diketahui adalah bahwa sunscreen tidak hanya dibedakan berdasarkan nilai SPF-nya saja. Ada dua kategori besar yang perlu kamu pahami sebelum membeli produk apa pun.

Sunscreen Kimia versus Sunscreen Fisik

Sunscreen kimia bekerja dengan menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas. Bahan aktif yang umum digunakan antara lain oxybenzone, avobenzone, dan octinoxate. Jenis ini biasanya bertekstur lebih ringan dan tidak meninggalkan bekas putih di kulit.

Di sisi lain, sunscreen fisik (atau mineral sunscreen) bekerja dengan memantulkan sinar UV dari permukaan kulit. Kandungan utamanya adalah zinc oxide atau titanium dioxide. Jenis ini lebih cocok untuk kulit sensitif karena minim risiko iritasi.

Memahami Nilai SPF dan PA

Nilai SPF (Sun Protection Factor) menunjukkan seberapa lama kulit terlindungi dari sinar UVB. SPF 30 memblokir sekitar 97% sinar UVB, sementara SPF 50 memblokir sekitar 98%. Perbedaannya tidak sebesar yang banyak orang kira.

Selain itu, ada tanda PA yang menunjukkan perlindungan terhadap sinar UVA. Semakin banyak tanda plus (+) setelah PA, semakin tinggi perlindungannya. Untuk aktivitas harian di Indonesia, para dermatologis umumnya merekomendasikan minimal SPF 30 dengan PA+++.

Jangan Ketuker, Ini Bedanya Sunscreen dan Sunblock

Memilih Sunscreen Berdasarkan Jenis Kulit

Berikut panduan memilih sunscreen sesuai jenis kulitmu:

  • Kulit berminyak: Pilih formula gel atau water-based yang berlabel “non-comedogenic” dan “oil-free”. Hindari sunscreen berbasis krim tebal yang bisa menyumbat pori-pori dan memperparah produksi minyak.
  • Kulit kering: Pilih sunscreen berbentuk krim atau lotion yang mengandung bahan pelembap seperti hyaluronic acid, glycerin, atau ceramide. Kandungan ini membantu menjaga kelembapan kulit sepanjang hari.
  • Kulit sensitif: Gunakan sunscreen fisik berbahan dasar zinc oxide atau titanium dioxide. Hindari produk yang mengandung pewangi, alkohol, dan bahan kimia keras seperti oxybenzone.
  • Kulit kombinasi: Cari sunscreen bertekstur ringan yang tidak terlalu berat di zona T (dahi, hidung, dagu) namun tetap melembapkan area pipi yang cenderung kering.
  • Kulit berjerawat: Pilih sunscreen berlabel “non-comedogenic” dan hindari formula yang mengandung minyak mineral. Sunscreen berbahan niacinamide bisa membantu menenangkan kulit sekaligus melindunginya.

Data Penggunaan Sunscreen di Indonesia dan Dunia

Dengan demikian, memahami data penggunaan sunscreen membantu kita melihat betapa pentingnya kebiasaan ini. Berikut beberapa fakta yang perlu kamu ketahui:

  • Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology, penggunaan sunscreen secara rutin dapat menurunkan risiko melanoma hingga 50%.
  • Penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna sunscreen tidak mengaplikasikan produk dalam jumlah yang cukup. Standar uji klinis menggunakan 2 mg per sentimeter persegi kulit, setara sekitar seperempat sendok teh untuk wajah saja.
  • Menurut data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pasar produk perawatan kulit termasuk sunscreen di Indonesia tumbuh rata-rata di atas 10% per tahun dalam beberapa tahun terakhir.

Apa Kata Para Ahli Kulit tentang Memilih Sunscreen

Selain data statistik, pandangan para dermatologis memberikan gambaran yang lebih praktis. Dr. Eddy Karta, SpKK, seorang dokter spesialis kulit yang kerap dikutip oleh media kesehatan Indonesia seperti Alodokter dan Hello Sehat, menegaskan bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada nilai SPF yang tinggi. Sunscreen dengan SPF 30 yang dipakai setiap hari lebih efektif daripada SPF 100 yang hanya dipakai sesekali.

Meskipun demikian, banyak ahli juga mengingatkan soal reapplication atau pengolesan ulang. Menurut panduan dari American Academy of Dermatology (AAD), sunscreen harus diulang setiap dua jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau setelah berkeringat dan berenang.

Lebih lanjut, para ahli menekankan bahwa sunscreen bukan pengganti perlindungan fisik lainnya. Topi, pakaian berlengan panjang, dan menghindari paparan matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 14.00 tetap diperlukan sebagai lapisan perlindungan tambahan.

Yang Harus Kamu Lakukan Saat Memilih dan Memakai Sunscreen

Berdasarkan hal tersebut, berikut langkah-langkah konkret yang bisa kamu terapkan mulai sekarang:

  1. Kenali jenis kulitmu terlebih dahulu. Jika kamu tidak yakin, konsultasikan dengan dokter kulit. Mengetahui jenis kulit adalah fondasi dari semua keputusan perawatan kulit yang tepat.
  2. Baca label produk dengan cermat. Pastikan ada keterangan “broad spectrum” yang berarti produk melindungi dari UVA dan UVB sekaligus. Periksa juga apakah produk sudah terdaftar di BPOM.
  3. Uji produk sebelum membeli dalam jumlah besar. Aplikasikan sedikit produk di bagian dalam pergelangan tangan atau belakang telinga selama beberapa hari. Perhatikan apakah ada reaksi iritasi atau alergi.
  4. Gunakan jumlah yang cukup. Untuk wajah, gunakan sekitar dua jari penuh produk. Jangan menghemat sunscreen karena perlindungannya akan berkurang drastis jika diaplikasikan terlalu tipis.
  5. Aplikasikan 15 hingga 30 menit sebelum keluar ruangan. Ini memberi waktu bagi sunscreen kimia untuk menyerap ke kulit dan mulai bekerja secara optimal.
  6. Ulangi setiap dua jam. Atur pengingat di ponselmu jika perlu. Kebiasaan ini adalah pembeda terbesar antara perlindungan yang efektif dan yang tidak.

Selain itu, perhatikan tanggal kedaluwarsa produk. Sunscreen yang sudah melewati masa pakainya tidak hanya kurang efektif, tetapi juga berpotensi mengiritasi kulit. Simpan sunscreen di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar formulanya tetap stabil.

Namun, jangan terjebak pada mitos bahwa sunscreen hanya perlu dipakai saat cuaca cerah. Sinar UVA tetap menembus awan mendung dan kaca jendela. Kebiasaan memakai sunscreen setiap hari, terlepas dari cuaca, adalah standar perawatan kulit yang direkomendasikan oleh hampir semua dermatologis dunia.

Satu Kebiasaan Kecil, Dampak Jangka Panjang yang Besar

Memilih sunscreen yang tepat bukan soal mengikuti tren atau membeli produk paling mahal di pasaran. Ini soal memahami kulitmu sendiri dan membuat keputusan yang didasarkan pada fakta, bukan asumsi. Kulit yang sehat di usia 40 atau 50 tahun sebagian besar adalah hasil dari kebiasaan perlindungan yang dimulai jauh lebih awal.

Akibatnya, semakin cepat kamu menemukan sunscreen yang cocok dan menjadikannya bagian dari rutinitas harian, semakin besar manfaat yang akan kamu rasakan dalam jangka panjang. Tidak ada formula ajaib yang bekerja untuk semua orang, tetapi ada formula yang tepat untuk kulitmu.

Jadi, sudahkah kamu tahu sunscreen seperti apa yang benar-benar cocok untuk jenis kulitmu sekarang?


Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store