Selasa, Mei 28, 2024
Lainnya
    Tak BerkategoriKupas Tuntas Cara Memperbaiki dan Merawat Power Steering

    Kupas Tuntas Cara Memperbaiki dan Merawat Power Steering

    JAKARTA – Hampir semua mobil keluaran terbaru saat ini memiliki sistem power steering yang berfungsi untuk memudahkan kita dalam mengendalikan roda kemudi dan bermanuver saat berkendara. 

    Hal ini terjadi karena power steering dapat mengurangi beban kita saat membelokkan roda kemudi. Namun, tak jarang para pemilik kendaraan juga mengalami power steering pada mobilnya terasa berat saat digerakkan. Nah, berikut adalah penyebab serta cara memperbaiki permasalahan tersebut dengan mudah.

    Baca juga: Memahami Power Steering, Fungsi dan Cara Kerjanya!

    Penyebab Power Steering Berat dan Cara Memperbaikinya 

    Setelah mengetahui jenis dan komponen power steering, hal selanjutnya yang penting untuk kita pahami adalah ciri kerusakannya. Salah satu masalah yang sering dialami adalah power steering terasa berat. Berikut adalah penyebab power steering terasa berat dan cara mengatasinya.

    Oli Pada Power Steering Habis

    Tips memperbaiki power steering
    Memperbaiki Power Steering (olx.co.id)

    Selain itu habis karena sudah waktunya, oli yang habis pada power steering bisa juga terjadi karena adanya kebocoran di bagian sirkulasi. Kebocoran ini sering terjadi karena adanya robekan atau lubang pada selang. Hal ini bisa kita ketahui dengan melihat ada tidaknya tetesan oli pada lantai.

    Jika oli habis secara alami, maka hal yang bisa kita lakukan adalah menambahkan oli ke mesin. Cara mudah, cukup buka kap mesin dan tambahkan oli sampai batas maksimum. Namun, jika oli habis karena selang bocor, kita perlu tahu titik kebocoran dan memperbaikinya terlebih dahulu, baru menambahkan oli.

    Tekanan Pompa Kurang Maksimal

    Tekanan pompa bekerja tidak maksimal karena mengalami aus sehingga mengakibatkan rembesan atau kebocoran yang terjadi pada oli power steering. Hal yang perlu kita lakukan jika seperti ini adalah mengganti selang oli dengan yang baru. 

    Hal ini biasanya terjadi secara alami karena selang pompa telah lama digunakan. Oleh karena itu, lakukanlah pengecekan secara berkala untuk memastikan selang tetap dalam kondisi terbaik. Jika yang rusak ternyata adalah pompanya, maka lebih baik untuk segera menggantinya agar kerusakan tidak merembet ke komponen lain.

    Baut di Bagian Rack Pinion Terlalu Kencang

    Tips memperbaiki baut rack pinion
    Kencangkan Baut Rack Pinion (olx.co.id)

    Baut yang terlalu kencang akan mengakibatkan power steering berat, meskipun oli masih banyak dan dapat mengalir dengan lancar. Jika hal ini terjadi, segera lakukan penyetelan ulang pada baut. Pastikan baut dikencangkan dengan pas supaya power steering Kembali normal. 

    Baca juga: 5 Penyebab Power Steering Bermasalah dan Cara Mengatasinya

    Cara Merawat Power Steering

    Mencegah tentu saja lebih baik dari pada memperbaiki. Oleh karena itu meski tahu cara memperbaikinya, alangkah baik jika kita bisa merawat power steering  agar terhindar dari kerusakan.

    Power steering mobil
    Merawat Power Steering (olx.co.id)
    • Rajin mengganti oli khusus power steering

    Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk adalah menggunakan oli khusus dan rutin menggantinya agar performa power steering lebih optimal.

    • Cara mengemudi dengan baik

    Penting juga untuk memperhatikan cara kita mengemudikan mobil. Saat mengendarai mobil dan ingin berbelok, maka injak gas terlebih dahulu kemudian baru putar kemudi. Penting juga untuk tidak membelokkan kemudi hingga mentok dan memarkir kendaraan dalam posisi kemudi lurus.

    • Posisi duduk pengemudi

    Posisi duduk saat mengemudi yang tidak benar ternyata bisa membuat power steering berat. Maka dari itu, pastikan atur posisi duduk yang tepat dan nyaman agar lebih mudah untuk mengontrol power steering. Yang terpenting, lakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan power steering selalu dalam kondisi prima. 

    • Tekanan udara ban tercukupi

    Selain itu, pastikan juga ban memiliki tekanan udara yang sesuai dengan standar pabrik. Jika tekanan ban terlalu tinggi atau rendah, maka power steering bisa menjadi lebih berat dan kemudi kendaraan menjadi kaku. Kita juga perlu memeriksa katrol belt masih berfungsi dengan baik. 

    Baca juga: Ini Faktor Pemicu Electric Power Steering Rusak, Bikin Putaran Kemudi Jadi Berat Berat

    Jenis Power Steering

    Sebagai informasi tambahan, terdapat tiga jenis power steering yang penting untuk kita ketahui. Ketiga hal tersebut memiliki fungsi yang sama, namun komponennya berbeda-beda. Berikut penjelasan lengkapnya.

    1. Hydraulic Power Steering (HPS)

    Power steering jenis ini paling umum digunakan pada mobil di Indonesia. HPS menggunakan fluida sebagai media penghantar tenaga, yang mana tenaga ini dihasilkan oleh putaran mesin.

    Terdapat beberapa komponen pada HPS, yaitu:

    • Pompa power, untuk mengubah sebagian energi mesin ke tekanan hidrolis
    • Steering rack, yang memiliki ruang fluida untuk melakukan power assist
    • Fluida, merupakan media penghantar tekanan yang berasal dari pompa
    • Reservoir, berfungsi untuk menampung fluida pada sistem power steering
    • Selang power steering, untuk mengalirkan fluida dari pompa ke steering box dan juga mengalirkan kembali fluida dari steering gearbox ke reservoir
    • Steering gear box, yang akan bekerja mengubah putaran kemudi menjadi gerakan baik ke kanan maupun ke kiri.

    2. Electronic Power Steering (EPS)

    Power steering ini mulai populer digunakan di Indonesia pada tahun 2000. Sesuai dengan namanya, EPS menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Motor listrik bisa memutar poros pada steering column atau memutar.

    Terdapat beberapa komponen pada EPS, yaitu:

    • Steering motor, untuk menyediakan tenaga putar sehingga beban pengemudi menjadi lebih ringan.
    • Steering rack, merupakan rangkaian roda gigi yang memanjang di antara tie roda kiri dan kanan dan digunakan sebagai tempat power assist.
    • EPS module, merupakan rangkaian elektronik yang akan bekerja menentukan kinerja motor didasarkan pada data sensor.
    • Arus listrik, merupakan sumber tenaga penggerak EPS.
    • Steering and torque sensor, untuk mendeteksi arah dan juga moment pengemudi dengan dimana deteksi kecepatan kemudi yang diputar dilakukan dengan akurat.

    3. Hydro-Electric Power Steering

    Hydro-electric adalah jenis power steering yang merupakan kombinasi atau gabungan dari hidrolik dan elektrik. Pada steering rack, cara kerjanya seperti hidrolik yaitu menggunakan steering vane untuk menentukan arah assist.

    Akan tetapi, tekanan hidroliknya bukan berasal dari pompa mesin melainkan pompa elektrik. Sehingga mesin tidak dibebani oleh power steering tapi tetap menggunakan sistem hidrolik agar sistem kemudi menjadi lebih awet.

    Nah setelah mengetahui penyebab, cara memperbaiki dan merawat power steering dengan mudah, diharapkan Anda dapat lebih perhatian dan tahu bagaimana mobil yang terjaga kualitasnya dengan baik. Ya, jika Anda ingin membeli mobil bekas, tentu saja hal pertama yang harus diperhatikan adalah power steeringnya.

    Nah untuk membeli mobil bekas yang aman digunakan di jalan tentu kita harus fokus pada kualitasnya. #PilihYangPasti untung di OLX Autos. Kamu bisa pilih ribuan unit mobil dengan kualitas terbaik dan sudah melalui inspeksi. Sehingga bergaransi dan dijamin aman dan nyaman untuk berkendara bersama keluarga tercinta.

    GIIAS 2023
    Populer
    Berita Terkait