OLX News – Karena sesuatu sebab mobil bisa bergantu mesin. Tapi kamu harus mengurus surat ganti mesin agar kendaraan kamu dianggap legal.
Mengurus surat ganti mesin adalah informasi penting bagi pemilik kendaraan yang berencana untuk mengganti mesin mobil mereka.
Bagi pemilik kendaraan berusia tua, kinerja mesin standar sering kali dianggap tidak memuaskan. Selain faktor usia, komponen dalam mesin memang sering membutuhkan penggantian.
Namun, banyak individu yang enggan mengganti bagian dalam mesin. Sebagai alternatif yang lebih cepat, mengganti mesin atau melakukan swap mesin sering kali dipandang sebagai solusi.
Sebenarnya, mengganti mesin kendaraan memerlukan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah dokumen yang pastinya akan berbeda dari yang asli.
Karena mesin asli telah diganti, hal ini akan berpengaruh pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Banyak orang yang belum memahami cara mengurus surat ganti mesin.
Pahami Alasan Mengganti Mesin
Sebelum mengambil langkah untuk mengganti mesin lama dengan yang baru, penting untuk kamu memahami terlebih dahulu kebutuhannya.
Apa sebenarnya tujuan dari penggantian mesin? Jika mesin asli masih memungkinkan untuk direstorasi, lebih baik lakukan itu. Meskipun pengeluaran untuk membeli komponen mesin bisa menjadi mahal.
Tapi jika memutuskan mengganti mesin, maka jangan khawatir tentang pengurusan surat ganti mesin yang baru akan menggantikan yang lama.
1. Dokumen Pembelian Mesin Baru Harus Valid
Sebelum benar-benar memutuskan untuk membeli mesin baru, periksalah terlebih dahulu dokumen asli dari mesin tersebut.
Karena dengan mengganti mesin, akan diperlukan berkas-berkas sah untuk didaftarkan ke instansi kepolisian. Syarat utama mengganti mesin secara resmi adalah memiliki surat mesin yang diakuisisi.
Oleh karena itu, pertanyaan pertama yang harus diajukan kepada penjual mesin adalah mengenai keabsahan dokumennya.
Dari mana asal mesin ini? Sebelumnya digunakan di mobil apa? Siapa produsen mesinnya? Dari bengkel mana mesin ini dijual?
Dan tanyakan pula tentang surat keterangan dari pihak Reskrim untuk memastikan mesin tersebut bukan hasil tindak kriminal.
Jika dokumen telah lengkap dan sah, kemudian mengajukan permohonan penggantian mesin dengan mengunjungi Samsat.
Tanpa dokumen ini, kamu tidak bisa mendaftarkan surat ganti mesin baru ke Samsat yang dituju. Memang, jika diteliti lebih lanjut, banyak dokumen yang harus disiapkan dan bisa jadi merepotkan.
2. Pertimbangkan Jenis Mesin yang Akan Dipasang
Setelah yakin untuk mengganti mesin, tentukan jenis mesin yang ingin dibeli. Apakah mesin ini sesuai dengan ruang mesin mobil? Dapatkah mesin baru ini dipadukan dengan transmisi yang lama?
Setiap aspek tersebut perlu dipikirkan secara matang. Jangan sampai kamu mengalami kesulitan di masa depan hanya karena keinginan untuk mengganti mesin.

3. Pilihan Mesin untuk Swap Engine
Terdapat beberapa mesin yang sering digunakan dalam proyek swap engine seperti 1KZ dari Toyota Land Cruiser Prado – 4JB1TC dari Isuzu Elf, 4JA1 dari Isuzu Panthe, B Series dari Honda.
Ada juga mesin 5K dan 7K dari Toyota Kijang, RB26DETT dari Nissan Skyline, 15BT dari Toyota Land Cruiser, 4A-GE dari Toyota Corolla
masih ada banyak mesin lain yang biasa dijadikan pilihan untuk swap engine. Namun kamu harus perhatian mesin tersebut secara detail.
4. Dokumen yang Perlu Disiapkan
Setelah menentukan pilihan dan memperoleh mesin dengan dokumen yang lengkap, langkah selanjutnya adalah mendaftarkannya beserta dokumen penting yang dibutuhkan.
Dokumen yang diperlukan mencakup BPKB, STNK, KTP, faktur pembelian mesin, dan dokumen impor mesin. Selain itu, bengkel yang menjual juga perlu menyertakan surat keterangan.
Kemudian, kamu juga harus melampirkan surat keterangan dari pihak Reskrim. Menurut pihak Kepolisian, jika prosedur yang ada diikuti, maka penggantian mesin tersebut dianggap sah.
5. Mengerti Risiko dalam Penggantian Mesin
Mengganti mesin tentunya memerlukan pengeluaran yang tidak sedikit. Jika mesin yang dipilih adalah tipe yang umum digunakan untuk swap engine, prosesnya mungkin akan lebih sederhana.
Namun, jika memilih mesin yang tidak begitu popular, bisa jadi lebih rumit. Ini disebabkan tidak semua bengkel memiliki kualifikasi untuk melakukan pemasangan mesin dengan baik.
Sering kali, para pemilik kendaraan merasa kecewa saat melaksanakan penggantian mesin di bengkel tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menemukan bengkel yang memiliki reputasi baik.
Risiko yang Harus Diketahui
Membeli mesin bekas mirip dengan mendapatkan kucing dalam karung. Sebab, kita tidak akan bisa mengetahui kondisi mesin tersebut, kecuali ada jaminan dari bengkel.
Tak jarang pembeli merasa kecewa setelah membeli mesin yang ternyata dalam keadaan buruk. Oleh karena itu, sebaiknya teliti saat membeli mesin sebelum benar-benar dipasang ke kendaraan.
Risiko lainnya ialah harus siap menghadapi kemungkinan kerusakan pada mesin yang akan dipasang. Ada kemungkinan bahwa dudukan mesin berbeda sehingga memerlukan penyesuaian.
Setelah terpasang dengan baik, jangan lupa bahwa mesin ini perlu waktu untuk beradaptasi. Hindari langsung mengemudikannya dengan agresif.
Mengingat ini bukan mesin bawaan, konsumsi bahan bakar pastinya juga bakal berbeda dibandingkan dengan mesin asli.
Itulah beberapa faktor yang yang harus diperhatikan ketika kamu ingin mengurus surat ganti mesin, sehingga mobil tidak bermasalah di kemudian hari.


































