Kasus mobil Chery terbakar di Bandung viral di media sosial. Cek fakta lengkap dari hasil investigasi pemicunya hingga rekam jejak insiden serupa di 2026.
OLX News – Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia otomotif Tanah Air. Insiden mobil Chery terbakar baru-baru ini menimpa satu unit Chery Tiggo Cross CSH di kawasan Jalan Cihanjuang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pada tanggal 4 Juli 2026 lalu.
Video kejadian ini sempat ramai beredar di media sosial, memperlihatkan kepulan asap dan kobaran api yang melalap area kap depan SUV hybrid tersebut.
Mobil Hybrid Chery Dilalap Api di Tol Jagorawi, Ini Penjelasan Chery Sales Indonesia!
Beruntung, insiden yang terjadi di siang bolong ini tidak menelan korban jiwa. Namun, peristiwa ini tentu memicu pertanyaan besar: apa yang menjadi pemicu munculnya api pada mobil yang tergolong masih sangat baru ini?
Kain Perca Nyangkut Jadi Biang Keroknya?
Menanggapi video yang beredar luas, pihak PT Chery Sales Indonesia (CSI) langsung bergerak cepat melakukan pengecekan mendalam terhadap unit yang hangus tersebut.
Banyak warganet menduga bahwa api berasal dari korsleting sistem kelistrikan atau gangguan pada baterai hybrid. Namun, hal ini dibantah oleh pihak Chery.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim teknis, insiden mobil Chery terbakar ini murni karena faktor eksternal.
Disebutkan ada benda asing berupa kain perca yang nyangkut di area lower arm, dan posisinya itu sangat berdekatan dengan exhaust manifold.
Seperti diketahui, komponen exhaust manifold menghasilkan suhu yang sangat panas saat mesin beroperasi. Panas ekstrem inilah yang kemudian membakar kain perca hingga akhirnya membesar dan membakar area ruang mesin.
Di Antara Dua Pilihan SUV Listrik Boxy, iCAR V23 atau Chery J6?
Pihak manajemen PT Chery Sales Indonesia (CSI) memberikan keterangan tertulis terkait hasil investigasi tersebut untuk meluruskan simpang siur di tengah masyarakat.
“Suhu tinggi di sekitar exhaust manifold memicu percikan pada kain tersebut hingga berkembang menjadi kebakaran ruang mesin. Kami tidak menemukan bukti bahwa kebakaran bersumber dari baterai, sistem hybrid, atau kegagalan komponen kendaraan,” sebut PT Chery Sales Indonesia (CSI) dalam keterangan tertulisnya.
Penanganan yang cepat ini mendapat apresiasi langsung dari konsumen yang menjadi korban. Konsumen merasa tenang karena selalu mendapat pendampingan dan difasilitasi dengan kendaraan pengganti selama proses pemeriksaan berjalan.
“Kami telah menerima hasil pemeriksaan yang menyeluruh dan transparan, sekaligus mencapai solusi bersama,” ungkap konsumen pemilik kendaraan tersebut dalam rilis resmi yang disampaikan pihak CSI.
Mobil Chery Terbakar Pernah Terjadi di Awal Tahun 2026
Insiden di Bandung ini rupanya bukan kasus pertama di tahun ini. Jika menengok ke belakang, kasus mobil Chery terbakar dengan model yang sama (Tiggo Cross CSH) juga pernah terjadi pada 31 Maret 2026 lalu.
Saat itu, satu unit Chery Tiggo Cross CSH berkelir putih hangus dilalap si jago merah di ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Meski kendaraannya serupa, konteks kejadiannya sedikit berbeda. Mobil yang terbakar di jalan tol tersebut bukanlah milik konsumen, melainkan unit pengantaran internal dari diler yang sedang menuju area penampungan.
Sang sopir mengaku mobil berjalan normal tanpa ada lampu peringatan apa pun di panel instrumen sebelum asap putih mendadak muncul dari kap mesin.
Dari hasil penelusuran awal saat itu, pihak pabrikan juga memastikan tidak ada indikasi kegagalan pada sistem kelistrikan maupun baterai.
Chery Ambil Langkah Tegas Cegah Kejadian Terulang
Dua kasus kebakaran dalam kurun waktu yang berdekatan tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi pihak pabrikan.
Supaya kejadian mobil Chery terbakar tidak terulang lagi, manajemen CSI menyiapkan beberapa langkah penanggulangan. Yang pertama adalah dengan memperketat standar operasional. Pihak CSI akan melakukan evaluasi prosedur kerja secara ketat di seluruh jaringan bengkel resmi, agar proses perawatan dilakukan sesuai standar.
Langkah berikutnya adalah menggelar pelatihan kembali bagi seluruh personel layanan purnajual agar tidak ada risiko kelalaian, seperti tertinggalnya material kain lap di ruang mesin.
Dan yang terakhir memberikan edukasi kepada para pemilik mobil mengenai pentingnya menjaga kebersihan komponen kendaraan secara mandiri untuk menunjang keselamatan berkendara.
Bagi semua pemilik kendaraan roda empat, kasus ini bisa jadi pelajaran berharga. Selalu pastikan ruang mesin bersih dari kotoran atau material mudah terbakar setelah melakukan servis atau mencuci mobil.
Pengecekan visual secara rutin sebelum bepergian sangat ampuh mencegah kejadian yang membahayakan di tengah jalan. (Z)































