Senin, Mei 27, 2024
Lainnya
    Tips & TrikFungsi dan Cara Kerja Shock Absorber Mobil

    Fungsi dan Cara Kerja Shock Absorber Mobil

    Fungsi shock absorber ternyata bukan cuma untuk meredam getaran!

    News.OLX –  – Shock absorber, atau yang sering disebut dengan amortiser, adalah komponen utama dalam sistem suspensi mobil. Fungsi utamanya adalah untuk meredam getaran dan guncangan yang terjadi saat kendaraan melintasi ketidakrataan jalan. 

    Meskipun terlihat seperti komponen sederhana, shock absorber memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kenyamanan dan keamanan selama berkendara. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai fungsi dan cara kerja shock absorber mobil

    Fungsi shock absorber mobil

    Fungsi utama dari shock absorber adalah meredam getaran dan guncangan yang terjadi saat berkendara. Namun, peran shock absorber dalam mobil tidak terbatas pada itu saja. Berikut adalah beberapa fungsi penting shock absorber.

    1. Meredam getaran dan guncangan

    Fungsi utama shock absorber adalah meredam getaran dan guncangan ketika ban mobil melintasi ketidakrataan jalan, seperti lubang atau gundukan. 

    Shock absorber bekerja untuk meredam getaran ini, sehingga tidak terasa oleh pengemudi dan penumpang dalam mobil. Ini sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan.

    2. Menjaga ban selalu bersentuhan dengan jalan

    Shock absorber juga membantu menjaga agar ban kendaraan selalu bersentuhan dengan permukaan jalan. 

    Dengan ban yang tetap berada di permukaan jalan, traksi dan stabilitas mobil dapat dipertahankan dengan baik, terutama saat mengemudi pada kecepatan tinggi atau dalam kondisi jalan yang licin.

    3. Mengoptimalkan kinerja rem

    Kinerja rem kendaraan juga dipengaruhi oleh shock absorber. Dengan ban yang tetap dalam kontak yang baik dengan jalan, rem dapat bekerja lebih efektif. 

    Baca juga: Mengenal Spooring Mobil, Perawatan Penting untuk Keselarasan Roda Kendaraan

    Ini membantu dalam pengereman yang lebih baik dan dalam jarak pengereman yang lebih pendek. Sehingga pada akhirnya meningkatkan keamanan.

    4. Mengendalikan pergerakan kendaraan

    Selain meredam getaran, shock absorber juga membantu mengendalikan pergerakan vertikal kendaraan. Tanpa shock absorber yang baik, mobil dapat melompat-lompat saat melintasi guncangan, membuatnya sulit untuk mengendalikannya. 

    Dengan adanya shock absorber, pergerakan vertikal dapat dikendalikan dengan baik, menjaga stabilitas mobil.

    5. Meningkatkan respons kemudi

    Shock absorber yang berfungsi baik juga dapat meningkatkan respons kemudi. Saat mobil melintasi tikungan atau mengubah arah, shock absorber membantu menjaga ban tetap dalam kontak yang baik dengan jalan, sehingga meningkatkan respons kemudi dan penanganan kendaraan.

    6. Memastikan kenyamanan berkendara

    Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, shock absorber membantu memastikan bahwa perjalanan kamu selalu nyaman. 

    Tanpa shock absorber yang baik, getaran dan guncangan dari jalan akan langsung dirasakan oleh pengemudi dan penumpang, membuat perjalanan tidak menyenangkan. 

    Dengan adanya shock absorber yang berfungsi dengan baik, perjalanan kamu akan lebih lancar, aman, dan nyaman.

    Komponen utama shock absorber

    Untuk memahami bagaimana shock absorber bekerja, kita perlu mengenal komponen-komponen utamanya. Secara umum, shock absorber terdiri dari beberapa bagian penting berikut ini.

    1. Tabung silinder

    Ini adalah bagian luar dari shock absorber dan berfungsi sebagai wadah minyak khusus yang digunakan dalam proses peredaman. Minyak ini berperan dalam mengurangi gesekan antara berbagai komponen dalam shock absorber.

    2. Piston

    Piston adalah bagian yang bergerak naik-turun di dalam tabung silinder. Gerakan piston ini mengatur aliran minyak dalam shock absorber dan merupakan komponen utama dalam meredam getaran.

    3. Kolom gas

    Kolom gas adalah wadah yang berisi gas tertentu, seperti nitrogen. Gas ini membantu dalam meredam getaran dan menjaga tekanan yang konstan dalam shock absorber.

    4. Seal

    Seal adalah komponen yang berfungsi sebagai pelindung dan memastikan bahwa minyak dan gas tetap tersegel dalam shock absorber. Seal yang rusak dapat mengakibatkan kebocoran dan penurunan kinerja.

    5. Rod

    Rod adalah bagian yang menghubungkan piston dengan bagian lain dari shock absorber. Gerakan piston akan ditransfer ke rod dan kemudian ke suspensi kendaraan.

    6. Casing

    Casing adalah bagian luar dari shock absorber yang melindungi komponen-komponen dalam shock absorber. Setiap komponen ini bekerja sama untuk menciptakan peredaman yang efektif selama perjalanan.

    Cara kerja shock absorber mobil

    Cara kerja shock absorber dapat dijelaskan secara sederhana. Yang pertama, komponen ini bekerja mengatasi kompresi dan ekspansi. 

    Saat kendaraan melintasi ketidakrataan jalan, seperti gundukan atau lubang, roda mobil akan mengalami kompresi (penekanan) dan ekspansi (pelebaran). Shock absorber bekerja untuk mengatasi dua kondisi ini secara berlawanan. 

    Baca juga: Ini Perbedaan Spooring dan Balancing yang Jarang Orang Tahu

    Ketika terjadi kompresi, gaya tekan yang lebih besar akan memaksa minyak di dalam shock absorber untuk mengalir dari ruang bawah ke ruang atas melalui katup. 

    Sebaliknya, pada kondisi ekspansi yang disebabkan oleh gaya dorong yang lebih besar, peredam akan bergerak dari ruang atas ke ruang bawah melalui lubang.

    Kemudian, shock absorber berisi cairan hidrolik yang berfungsi untuk meredam energi gerakan suspensi. 

    Saat suspensi bergerak naik dan turun, gerakan piston yang ada di dalam shock absorber menggerakkan cairan hidrolik melalui katup, mengubah energi gerak menjadi energi panas, yang kemudian meredam gerakan suspensi. 

    Proses ini membantu menjaga kenyamanan dan stabilitas selama berkendara. Selain itu, shock absorber juga membantu memperpanjang umur ban dan memperkuat sistem suspensi mobil. Sebab itu, shock absorber mobil ini wajib dirawat dengan baik agar bekerja optimal.

    shock absorber (2)

    Perawatan shock absorber mobil

    Untuk memastikan shock absorber mobil berfungsi dengan baik dan memiliki umur pakai yang panjang, perawatannya sangat penting. Beberapa tips perawatan meliputi hal berikut.

    1. Periksa secara berkala dan ganti sesuai jadwal

    Lakukan pemeriksaan rutin shock absorber untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan pada komponen-komponennya. 

    Gantilah shock absorber sesuai dengan rekomendasi pabrikan atau mekanik. Shock absorber yang sudah aus tidak akan berfungsi dengan baik.

    2. Hindari overloading

    Jangan melebihi kapasitas muatan yang ditentukan untuk kendaraan. Overloading dapat membuat shock absorber bekerja dengan berat dan mempercepat kerusakan pada komponen tersebut.

    3. Rawat keseluruhan suspensi

    Perawatan tidak hanya terbatas pada shock absorber. Selalu rawat keseluruhan sistem suspensi kendaraan kamu, termasuk per, per dan tie rod, untuk memastikan kinerja yang optimal.

    Baca juga: Setir Mobil Terasa Berat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Dengan menjaga shock absorber dan sistem suspensi dalam kondisi baik, kamu dapat merasakan manfaatnya dalam kenyamanan dan keamanan berkendara. 

    Jangan abaikan tanda-tanda yang mengindikasikan bahwa shock absorber perlu diganti, dan selalu konsultasikan dengan mekanik berpengalaman jika kamu memiliki masalah dengan suspensi kendaraan.

    Selain informasi di atas, kamu bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar otomotif di OLX Member of ASTRA. Download aplikasinya di Play Store dan App Store.

    GIIAS 2023
    Populer
    Reka Harnis
    Reka Harnis
    Passionate about turning ideas into engaging, informative, and SEO-friendly content.
    Berita Terkait