OLX News – Pada mobil modern seperti sekarang ini telah mengggunakan penggerak roda depan. Hal itu karena mobil penggerak roda belakang memiliki kekurangan.
Meski demikian, antara mobil penggerak roda belakang atau mobil penggerak roda depan memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.
Biasanya mobil penggerak roda belakang merupakan mobil produksi tahun 2000, bahkan mobil jenis ini menjadi favorit banyak orang di daerah pegunungan.
Mobil penggerak roda belakang seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, dua model yang sangat popular dan sukses dalam hal penjualan di Indonesia, mencetak angka yang tinggi.
Salah satu kunci dari keberhasilan tersebut adalah kemampuan penggerak roda belakang yang menawarkan keunggulan, khususnya dalam melewati tanjakan curam atau mengangkut beban berat.
Kelemahan Mobil dengan Penggerak Roda Belakang
Walaupun mobil penggerak roda belakang memiliki kelebihan dalam menaklukan tanjakan, tetapi mobil jenis RWD ini juga memiliki kelemahan.
Lantas bagaimana kelemahan yang ada pada mobil dengan sistem penggerak seperti ini? Berikut 5 kelemahan dari mobil penggerak roda belakang, diantaranya adalah:
1. Kecenderungan Oversteer saat Melakukan Tikungan
Salah satu kelemahan dari mobil penggerak roda belakang adalah kecenderungan oversteer ketika melakukan tikungan. Meski hal tersebut juga dipengaruhi oleh gaya berkendara seseorang.
Mobil ini kadang mengalami oversteer ketika berbelok. Oversteer adalah kondisi di mana bagian belakang kendaraan meluncur karena roda belakang berputar terlalu cepat.
Hal ini bisa menyebabkan mobil berputar atau tergelincir. Putaran yang berlebihan ini disebabkan oleh roda belakang yang terus menerus menerima tenaga dari mesin untuk menjaga agar mobil tetap bergerak.
Akibatnya, roda belakang cenderung mendorong bagian belakang mobil keluar dari jalurnya, sedangkan roda depan sudah mulai berbelok.
Namun bagi seorang pengemudi yang berpengalaman dan telah memahami jenis mobil RWD maka hal tersebut dapat diketahui dan dipahami sehingga tidak tergelincir.
2. Memiliki berat yang lebih besar
Kelemahan selanjutnya dari mobil penggerak roda belakang adalah bahwa kendaraan ini seringkali memiliki bobot yang lebih berat.
Ini disebabkan karena semakin banyaknya komponen yang terpasang pada mobil RWD ini. Beberapa komponen drive train yang lebih berat, seperti propeller shaft, gardan, dan as roda.
Meskipun seluruh desain mesin dan drive train tampak sederhana, mobil dengan penggerak roda belakang memerlukan lebih banyak komponen.
Baik yang menjadi bagian dari drive train itu sendiri maupun yang bersifat pendukung. Semua komponen ini harus dipasang pada chassis mobil atau penopang yang cukup kuat agar tidak mudah bergeser.
Dengan adanya tambahan komponen tersebut, berat mobil pun bertambah secara signifikan. Namun hal ini membuat mobil menjadi lebih mantap ketika menaklukan tanjakan.

3. Ruang kaki di dalam kabin penumpang terasa sempit
Kelemahan selanjutnya pada mobil penggerak roda belakang terletak pada ruang kaki didalam kabin penumpang yang terasa sempit.
Desain di kabin antara mobil penggerak roda belakang dan penggerak roda depan pastinya berbeda. Sehingga pada mobil FWD memiliki ruang kaki yang lebih lapang.
Kondisi ini sering terjadi pada kendaraan dengan penggerak roda belakang, terutama pada sedan dan beberapa jenis MPV seperti Toyota Avanza.
Penyebabnya adalah adanya “terowongan” di bawah kabin, yang berfungsi sebagai area untuk menempatkan poros propeller shaft, sehingga tenaga dari mesin dapat dialirkan ke gardan dan roda.
Di samping itu, ruang penumpang di belakang (atau bagasi pada sedan) biasanya lebih sempit karena lantai di bagian bawah dibuat lebih tinggi untuk menampung peletakan gardan (differensial).
4. Akselerasi cenderung lebih lambat
Karena kebanyakan komponen yang untuk medistribusikan tenaga yang dihasilkan mesin, maka daya yang dihasilkan terbagi dalam beberapa komponen tersebut.
Hasilnya akselerasi dari mobil penggerak roda belakang sedikit lebih lambat dibandingkan jenis mobil penggerak roda depan (jika dibandingkan dalam tipe yang sama).
Hal ini terjadi karena jarak yang diperlukan untuk menyalurkan tenaga dari mesin cukup jauh jika dibandingkan dengan penggerak roda depan.
Selain itu, tambahan beban pada mesin juga terjadi ketika harus memutar poros gardan yang umumnya memiliki bobot yang cukup berat.
Akibatnya, akselerasi mobil dengan penggerak roda belakang menjadi agak lebih lambat dan tidak secepat respons yang diinginkan.
5. Penggunaan bahan bakar sedikit lebih boros
Kelemahan terakhir dari mobil penggerak roda belakang terkait dengan efisiensi bahan bakar. Dimana mobil RWD lebih boros dibandingkan mobil FWD.
Hal ini disebabkan oleh bertambahnya berat mobil akibat komponen drive train, serta adanya kehilangan tenaga mesin karena jarak dan beban yang perlu diputar untuk menggerakkan roda belakang.
Kedua faktor tersebut berkontribusi pada kebutuhan tenaga mesin yang lebih besar agar mobil dapat beroperasi dengan baik. Ketika mesin memerlukan tenaga tambahan, otomatis konsumsi bahan bakar pun meningkat.
Itulah penjelasan terkait dengan kelemahan dari mobil penggerak roda belakang atau mobil RWD karena semakin banyak komponen maka semakin terbagi tenaga penggerak dan menjadi lebih berat. (TP/FD)

































