Beranda blog Halaman 1216

Keren, Karya Anak Bangsa Bisa Bikin Interior Mobil dari Bahan Kelapa

0

Kelapa, salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaatnya, mulai dari buah, daun, hingga batang, bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat, seperti untuk makanan, minuman, obat, kosmetik, bahan bangunan, dan aneka ragam produk hilir lainnya.

“Seluruh bagian tanaman kelapa dapat diolah, mempunyai potensi ditingkatkan nilai tambahnya, dan produknya digunakan masyarakat secara luas, sehingga potensi keuntungan dari dari kelapa sangat besar,” ungkap Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, dalam keterangannya.

Namun yang OLXer perlu ketahui lagi, kelapa ternyata dapat digunakan sebagai bahan material pembuatan interior mobil. Termasuk door trim hingga peredam antara panel pada sebuah mobil.

Setidaknya inovasi ini telah dilakukan PT Rekadaya Multi Adiprima (RMA) yang berlokasi di Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dimana perusahaan ini, melalui peran Aditya Research Development Center (ARDC) sebagai pusat inovasi teknologi, telah menghasilkan beragam jenis produk bernilai tambah tinggi berbahan baku serat kelapa.

Hal ini pun membuat Kemenperin mengapresiasi PT RMA yang berupaya menciptakan inovasi yang mengutamakan penciptaan nilai tambah bahan baku lokal berupa serat sabut kelapa dan juga mengembangkan teknologi ramah lingkungan berupa pengolahan kain perca limbah industri tekstil (apparel).

“Kami juga mengapresiasi PT RMA yang telah menggandeng Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di daerah penghasil kelapa, antara lain Provinsi Riau dan Jawa Barat bagian selatan sebagai pemasok bahan baku industri komponen otomotif di Bogor ini,” jelasnya.

Disebutkan, inovasi produk komponen otomotif berupa door trim yang dibuat PT RMA dari serat kelapa telah digunakan oleh hampir seluruh pabrikan industri otomotif yang ada di Indonesia, dengan pemenuhan pangsa pasar nasional lebih dari 60 persen, termasuk untuk pasar ekspor.

Menurut Business Development ARDC Farri Aditya pihaknya berkomitmen kuat untuk semakin mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam di Indonesia, seperti komoditas kelapa.

“Prinsip inovasi kami adalah inisiasi langkah kecil dengan fasilitas yang tersedia dan melibatkan multipihak sehingga tercipta langkah kolaboratif dan sharing sumber daya,” ucap Farri.

Soal kualitas tak perlu diragukan lagi, sebab produk yang dibuat PT RMA ini mampu memenuhi persyaratan standarisasi produk industri otomotif, yang memang dikenal menghendaki kualitas komponen yang sangat tinggi.

Bahkan, serat kelapa yang dibutuhkan untuk  membuat komponen automotive felt yang berfungsi sebagai pelindung bagian bawah mobil dan peredam getaran antar panel bagian interior mobil, dipercaya dapat menambah kenyamanan penumpang, dan bobotnya tergolong ringan.

Diketahui, saat ini produk PT RMA rupanya telah memasok berbagai kebutuhan, mulai dari industri otomotif, furniture, infrastruktur, kesehatan, dan pertahanan-keamanan.

“Agar dapat mendukung keberlangsungan usaha ini, kami juga mengharapkan integrasi rantai nilai dari hulu hingga hilir, untuk menjaga keberlanjutan produktivitas dan operasional industri yang kuat, mantap, dan mempunyai resiliensi tinggi,” imbuhnya.

“Kami terus berupaya untuk mengeksplorasi inovasi teknologi secara mandiri, tetapi kami meyakini bahwa adanya fasilitasi regulasi atau payung hukum dari pemerintah melalui Kemenperin untuk menyusun kolaborasi multipihak termasuk dengan pihak BUMN dan/atau sektor industri lainnya, maka akan tercipta ekosistem inovasi, yang tentunya dapat melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM sebagai mitra strategis,” sambungnya.

Sementara itu, Putu menegaskan, Kemenperin akan terus mendukung upaya peningkatan daya saing produk industri dalam negeri yang berkualitas dan berkesinambungan. Jaminan kepastian mutu produk industri menjadi hal yang sangat penting untuk dipertahankan dan senantiasa ditingkatkan.

“Salah satu instrumen jaminan kepastian mutu produk industri adalah melalui Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujarnya.

Kemenperin memfasilitasi perumusan SNI produk industri olahan serat sabut kelapa sebagai baseline kualitas produk yang beredar di Indonesia, sehingga memberikan manfaat berganda bagi produsen, konsumen dan juga Lembaga terkait lainnya.

“Contohnya, kami sedang memfasilitasi SNI papan biokomposit berbahan baku serat sabut kelapa untuk komponen bagian interior otomotif,” terangnya.

Diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia yang menghasilkan lebih dari 18 juta ton kelapa setiap tahun.

Nah, karena Indonesia termasuk negara tropis, tak heran sejumlah wilayah di Nusantara menjadi penghasil utama kelapa, antara lain di Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Jambi dan Maluku Utara.

Punya E100 dan E200, Wuling Motors Mulai Jualan Mobil Listrik di GIIAS 2021?

0

News.OLX.co.id – Menjadi merek otomotif yang baru masuk ke dalam pasar mobil sebuah negara seperti Indonesia memang bukan perkara mudah. Mindset konsumen yang berpuluh-puluh tahun sudah akrab dengan produk buatan Jepang, tentu merupakan tantangan paling sulit bagi merek apapun, termasuk Wuling.

Racikan strategi yang tepat untuk bisa bersaing dengan raksasa-raksasa otomotif lainnya sudah pasti sangat dibutuhkan. Dan strategi dari Wuling Motors Indonesia (Wuling Motors) patut diacungi jempol.

Wuling Motors hadir di Indonesia dengan membawa komitmen yang sangat kuat. Mulai dari mendirikan pabrik produksi, hingga menghadirkan rangkaian model yang tidak cuma berkualitas, tetapi juga murah dan terjangkau oleh konsumen.

Dua hal inilah yang kemudian mampu mengantarkan Wuling Motors masuk dalam daftar 10 besar merek mobil terlaris hanya dalam jangka waktu 4 tahun sejak pertama kali hadir di Indonesia pada Juli 2017.

Confero Series, Cortez Series kemudian Almaz Series berhasil menarik perhatian konsumen di Indonesia, untuk kemudian berpaling dari mobil asal Jepang, Korea, Eropa dan Amerika yang notabene sudah puluhan tahun dikenal oleh masyarakat.

Apalagi kelebihan dari produk-produk tersebut juga didukung dengan jaringan layanan yang terus diperluas hingga ke pelosok Tanah Air, menjadikan produk dan layanan Wuling Motors mudah ditemukan dimanapun.

Tapi kehebatan strategi Wuling di Indonesia tidak sekadar menawarkan produk murah dan berkualitas saja kepada konsumen. Lebih dari itu, Wuling Motors juga lebih berani dalam hal unjuk teknologi terkini.

Ini bisa dilihat dari model Almaz yang berhasil membuat banyak orang berdecak kagum. 

Almaz menjadi SUV pertama di Indonesia yang sudah mengadopsi fitur perintah suara berbahasa Indonesia. Mobil ini juga sudah dilengkapi dengan Internet of Vehicle (IoV) dan teknologi keselamatan canggih seperti ADAS yang selama ini kita tahu hanya bisa ditemukan di mobil-mobil yang berbanderol tinggi.

Jadi tidak salah ketika mobil SUV ini kemudian berhasil menyandang gelar mobil terbaik di Indonesia di tahun ini.

Dan rasanya sangat sulit untuk tidak mengakui kehebatan dari model yang ditawarkan oleh Wuling Motors.  

Tren Mobil Listrik Dimulai, Wuling Pamer E100 dan E200

Mobil Listrik Wuling

Ketika tren elektrifikasi mulai ramai di Indonesia, beberapa merek mobil mulai merubah strateginya dari menjual mobil konvensional, beralih fokus mengembangkan pasar elektrifikasi.

Bagaimana dengan Wuling? 

Merek mobil yang mulai produksi mobil di tahun 1982 ini ternyata tidak ketinggalan dengan produsen otomotif lainnya. Wuling Motors melek teknologi listrik dan punya line up kendaraan listrik.

Di pameran otomotif GIIAS 2018, Wuling dengan bangga menampilkan E100, mobil full listrik berkapasitas dua penumpang. 

Disusul pada tahun berikutnya, tepatnya di Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, Wuling tidak hanya memamerkan E100 saja, tetapi juga model pengembangannya, yakni E200.

Melalui dua mobil listrik mini ini, Wuling Motors berusaha pamer teknologi sekaligus menegaskan posisinya sebagai pabrikan kendaraan dunia yang juga punya teknologi elektrifikasi yang pantas diperhitungkan.

Bahkan baru-baru ini mobil listrik Wuling jadi sorotan setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan datang ke pabrik Wuling Motors Indonesia di Cikarang, Jawa Barat untuk menguji langsung E100 dan Mini EV.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Marves juga menyampaikan harapannya agar Wuling Motors bisa sesegera mungkin menjual mobil listrik di Indonesia.

“Kalau bisa (mobil listrik Wuling) dipasarkan secepatnya, akhir 2022. Agar masyarakat bisa beralih ke mobil listrik lebih cepat,” ungkapnya saat itu.

Harapan Menteri tersebut kemudian disambut dengan pernyataan President Director Wuling Motors Shi Guoyong yang menyatakan serius dalam mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

“Kami serius untuk membawa teknologi dan juga berinvestasi dalam rangka memasuki era elektrifikasi kendaraan. Tentunya, Wuling juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem EV di Indonesia,” ungkap Shi Guoyong.

Dengan kata lain, Wuling Motors sudah sangat siap untuk menghadirkan mobil listrik di pasar Indonesia.

Andalkan E100 dan E200

Mobil Listrik Wuling

Menghadirkan mobil listrik di Indonesia bagi Wuling Motors bukan perkara sulit. Karena di China sendiri angka penjualan model EV merek Wuling sudah mencapai 200.000 unit sepanjang Januari hingga Juli 2021. Angka tersebut diklaim sebagai yang nomor satu.

Setidaknya ada empat model EV Wuling yang dijual di sana, mulai dari E100, E200, E300 dan Mini EV yang lahir dari platform Global Small Electric Vehicle (GSEV).

Pasar Indonesia sendiri sudah kedatangan beberapa model kendaraan listrik Wuling, meskipun belum dipasarkan secara resmi. Dua di antaranya ialah E100 dan E200 yang sempat menyapa masyarakat sejak 2019 lalu.

Kedua model mobil listrik ini bisa dibilang serupa tetapi tak sama. E200 merupakan pengembangan dari model E100.

Secara tampilan dan kemampuan teknis, keduanya sama, hanya beda di urusan kenyamanan dan fitur-fitur di dalamnya saja.

Baik E200 maupun E100 sama-sama mampu menghasilkan daya maksimal hingga 38 Dk dengan torsi 110 Nm dan sanggup menempuh jarak hingga 250 kilometer dalam kondisi baterai penuh dengan kecepatan maksimal hingga 100 km/jam.

Namun E200 diklaim lebih nyaman karena kabinnya dibuat lebih senyap dengan hadirnya Noise, Vibration, and Harshness (NVH).

Bentukan dashboard E200 juga dibuat lebih modern serta dilengkapi dengan 11 kompartemen penyimpanan.

Sedangkan untuk fitur, dua-duanya dilengkapi dengan Electronic Stability Control (ESC), Rear Parking Sensor, Parking Camera, ISOFIX, SRS Airbag, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), hingga sistem pengereman ABS dan EBD.

Bedanya, E200 sudah dibekali Keyless Entry, Start Stop Button, Electric Parking Brake (EPB), konektivitas Bluetooth dan WiFi, hingga Intelligent Auto-driving.

Yang menarik adalah fitur Intelligent Auto-driving. Ini memungkinkan mobil mencari posisi parkir sendiri atau menghampiri pengguna lewat panggilan di aplikasi. Canggih kan?

Mobil listrik mungil ini juga punya tiga mode berkendara, Eco, Normal, dan Sport.

Sekadar informasi saja, mobil listrik berkemampuan canggih ini di negara asalnya dijual dengan harga antara 56 ribu hingga 64 ribu Yuan. Kalau di konversi, harganya tidak lebih dari Rp 200 juta. 

Tapi jika benar-benar akan dijual disini, kemungkinan harganya lebih dari angka tersebut. 

Bukan tidak mungkin ajang pameran GIIAS 2021 yang akan berlangsung pada 11-21 November 2021 mendatang menjadi momentum tepat Wuling Motors  jualan mobil listrik. Sinyal sudah semakin kuat dengan kehadiran Menko Marves, Luhut Pandjaitan di pabrik Wuling dan merasakan langsung lini produk EV Wuling Motors. Kita tunggu saja!

5 Penyebab Knalpot Motor Meledak-Ledak

0

Knalpot, jadi salah satu komponen yang kini jadi salah satu fokus perhatian petugas kepolisian ketika melakukan razia di jalanan.

Ya, jenis knalpot racing atau bobokan khususnya memang dianggap mampu mendongkrak performa. Namun hal ini dianggap melanggar beberapa aturan, seperti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 48 ayat 3b, perihal kinerja minimal kendaraan bermotor salah satunya diukur dari kebisingan suara.

Selain itu, tingkat kebisingan kendaraan bermotor sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 7 tahun 2009, dimana untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 80 cc memiliki batas kebisingan 77 desibel, kapasitas mesin 80 – 175 cc batas kebisingannya 80 desibel dan kapasitas mesin di atas 175 cc batas kebisingannya 83 desibel.

Maka dari itu, knalpot racing juga yang mengeluarkan suara sangat berisik disebut-sebut mengganggu pengguna jalan maupun warga sekitar.

Knalpot
Petugas polisi merazia knalpot bobokan. (Istimewa)

Tak heran, jika menggunakan knalpot bising bisa dikenakan sanksi sesuai Pasal 285 Ayat 1 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan hukuman pidana paling lama satu bulan penjara atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Oia, bicara soal knalpot, bagian komponen ini ternyata bisa juga menyebabkan sebuah masalah, yaitu suaranya terasa meledak-ledak.

Nah, jika masalah tersebut muncul maka jalan yang harus dilakukan adalah melakukan pengecekan. Sebab, dilansir Wahana Honda, jika dibiarkan, akan ada efek buruk yang bisa terjadi pasca suara ledakan knalpot di motor.

Pertama, hal yang mungkin terjadi adalah motor akan kehilangan daya dan energi serta langsung mati. Kedua, jika motor sedang dipacu sangat cepat dan knalpot mengeluarkan suara meledak, maka saat mesin motor mati mendadak, OLXer bisa terpelanting.

Maka dari itu, berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan knalpot motor meledak.

1. Lupa Tutup Choke

Knalpot motor bisa meledak bisa dikarenakan lupa menutup choke. Ya, penting dilakukan untuk menutup choke supaya bensin yang mengalir sesuai proporsi yang dibutuhkan oleh ruang bakar.

Ketika ruang bakar kebanjiran bahan bakar, bisa jadi si knalpot meledak di tengah jalan.

2. Masalah di Busi

Busi adalah salah satu part penting untuk menyulut api di ruang bakar. Kualitas energi yang dihasilkan ruang bakar sudah jelas tergantung banget pada busi.

Nah, ketika busi bermasalah, maka percikan api yang dihasilkan akan kurang maksimal. Disinilah terjadi pembakaran yang kurang sempurna.

Hal yang demikian akan menjadikan pembakaran sedikit lebih prematur dan memicu ledakan pada knalpot. Parahnya, ledakan karena busi ini yang bisa membuat motor langsung mati seketika. Maka dari itu, sebaiknya rajin mengecek dan membersihkan busi motor.

3. Saluran Udara ke Mesin

Udara mempunyai peran penting pada pembakaran motor. Tentunya karburator punya sistem yang akurat untuk mengatur porsi udara dan bahan bakar pada motor.

Tapi kadang ada aja masalah yang membuat udara tidak tersuplai dengan baik ke ruang bakar. Hal ini bisa dideteksi dari ledakan knalpot pada RPM rendah pasca digunakan secara tinggi.

Jika terjadi ledakan biasanya penyebabnya kurang udara di ruang bakar. Oleh karenanya, bersihkan part-part di karburator dan sekitarnya secara berkala.

4. Masalah pada Karburator

Karburator jenis vakum mempunyai sistem aliran bahan bakar yang sangat bagus. Oleh karenanya, karburator jenis ini banyak digunakan di motor non injeksi.

Aliran bahan bakar di karburator jenis ini sangat bergantung pada kemampuan buka tutup klep yang berbahan dasar karet. Sayangnya, karena terbuat dari karet, maka komponen ini juga akan mengeras, akhirnya akan aus dengan sendirinya.

Hal ini yang bikin motor jadi brebet dan bikin knalpot meledak saat tuas gas dibalikin posisi awal.

5. Knalpot Bocor

Knalpot kalau bocor ya pasti ada suara-suara berisik. Ini karena pada dasarnya proses pembakaran itu berisik. Nah, kalau bocor bisa jadi meledak-ledak knalpotnya. Terlebih ketika tuas gas ditarik kencang.

Indonesia Berpeluang Sebagai Basis Produksi BMW dan Mercedes-Benz

0

Indonesia berpeluang menjadi tempat dibangunnya ekosistem pengembangan mobil-mobil premium sekelas BMW dan Mercedes-Benz. Bahkan, mobil-mobil yang dibuat berkesempatan di ekspor ke Australia.

Kabar ini pun disampaikan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang yang bertemu dengan para petinggi BMW dan Mercedes-Benz saat melakukan kunjungan kerja ke Munich, Jerman. Menurut Agus, peluang investasi di Tanah air bagi produsen kendaraan kelas premium dari Eropa, termasuk potensi Indonesia sebagai basis pengembangan mobil berbasis fuel cell. 

“BMW telah menyatakan minatnya untuk membangun ekosistem tersebut di Indonesia. Mercedes-Benz juga bersedia bekerja sama dan sedang mengeksplorasi peluang ekspor kendaraan ke Australia dan ASEAN, rencananya mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub produksi,” ungkap Agus dalam keterangannya.

Menurut Agus, sangat penting untuk investor berinvestasi di Indonesia. Hal ini karena di masa depan akan terjadi peningkatan demand Electric Vehicle (EV) di dunia. Termasuk pengembangan komponen utama untuk EV seperti baterai, motor elektrik, dan inverter, yang akan dilakukan di Indonesia.

Tidak hanya itu, kesempatan Indonesia sebagai basis produksi otomotif dan telah melakukan ekspor ke sejumlah negara di dunia, menjadi modal agar bisa dijual juga ke Australia.

Belum lagi, Indonesia-Australia telah menjalin hubungan bilateral dengan melakukan penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang sudah berlaku sejak 5 Juli 2020.

Nah, dengan adanya kesepakatan Indonesia-Australia, munculah penghapusan tarif perdagangan kendaraan (Completely Built Up) CBU menjadi 0 persen bagi mobil penumpang yang diproduksi di Indonesia untuk diekspor ke Australia.

Untuk itu, Menperin menawarkan kepada produsen mobil dari Jerman agar dapat menjadikan Indonesia sebagai production base kendaraan bermotor yang diekspor ke Australia.

 “Selain itu, mobil asal Jerman seperti BMW dan Mercedes-Benz merupakan merek premium yang paling populer di Australia pada tahun 2020,” ujar Agus.

Gayung bersambut, Agus menyatakan, terkait ketertarikan untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi kendaraan yang diekspor ke Australia, saat ini Mercedes-Benz sedang mengkalkulasi value chain dalam rencana produksi. Selain itu, perusahaan tersebut juga sedang mempelajari terkait biaya manufaktur, biaya logistik, regulasi, persyaratan teknologi, tarif pajak, serta hal-hal terkait lainnya.

“Namun, intinya mereka support dan mereka sedang menyiapkan diri untuk rencana membuka pasar ke Australia,” jelas Agus.          

Agus menyebut, pertumbuhan mobil di kelas menengah di Tanah Air cukup pesat, namun rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih relatif rendah, yaitu 99 mobil per 1.000 orang, sehingga berpeluang menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar produk otomotif di ASEAN.

“Hal ini tentunya menjadi peluang bagi pengembangan industrialisasi hemat energi dan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan sesuai dengan tren global,” paparnya.

Pemerintah Mempermudah Pengembangan Industri Otomotif di Indonesia

Menperin menyampaikan, upaya mengembangkan industri otomotif di Tanah Air, akan dipermudah. Sebab Indonesia memiliki beberapa regulasi seperti Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 23 Tahun 2021 tentang Industri Kendaraan Bermotor Roda Empat atau Lebih.

Aturan ini semakin memberikan memberikan kepastian hukum dan menarik lebih banyak investasi, termasuk untuk produsen kendaraan Eropa.

“Pengujian emisi CO2 dan konsumsi bahan bakar di Indonesia juga sudah berdasarkan standar internasional,” imbuhnya.

Belum lagi, kesiapan Indonesia memasuki era kendaraan listrik, dibuktikan melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.

Serta, telah diterapkannya peta jalan pengembangan kendaraan listrik melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 tahun 2020.

Selain itu, terdapat utilisasi pelabuhan logistik berikat (PLB) sebagai tempat konsolidasi untuk kendaraan Completely Knock Down (CKD) dan Incompletely Knock Down (IKD) yang berasal dari multi sumber atau multi shipment.

“Pemerintah juga melakukan penyederhanaan persyaratan skema impor CKD dan IKD,” ujarnya.

Indonesia juga memiliki arti penting sebagai lokasi tujuan investasi dari Eropa, di antaranya terkait emission trading system, atau instrumen kebijakan di Uni Eropa yang mengatur batasan emisi yang diperbolehkan.

“Dalam waktu dekat Indonesia akan segera mempunyai regulasi terkait valuasi harga karbon dan emission trading system, sehingga dapat digunakan sebagai kompensasi dalam carbon offset pabrik-pabrik Mercedes-Benz di Uni Eropa yang akhirnya dapat mengurangi biaya carbon,” paparnya.

Produksi otomotif di Indonesia

Diketahui, industri otomotif di Tanah Air tumbuh 45,7 persen di triwulan II-2021. Saat ini terdapat 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dengan nilai investasi Rp71,35 Triliun dan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun.

“Industri industri otomotif mampu mempekerjakan lebih dari 38 ribu pekerja langsung, dan sekitar 1,5 juta orang di sepanjang rantai nilai industri,” tuturnya.

BMW Indonesia sendiri bersama mitra lokalnya PT Tjahja Sakti Motor memiliki pabrikan untuk sekitar sembilan model mobil penumpang, dengan kinerja produksi pada tahun 2020 sebanyak 1.470 unit, dan Januari hingga September 2021 sebanyak 1.152 unit.

Sementara itu, Mercedes-Benz Indonesia (PT MBI) memproduksi sekitar delapan model mobil penumpang, dengan performa produksi pada 2020 sebanyak 457 unit, dan Januari hingga September 2021 sebanyak 224 unit.

 

Waspada Penipu Berkedok Menjadi Penjual Secara Online

0

Membeli sebuah kebutuhan rumah tangga secara online merupakan pilihan masyarakat saat ini. Tak terkecuali membeli kendaraan via online yang harganya bisa mencapai ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Namun begitu, OLXer perlu mewaspadai jika melakukan jual beli secara online. Pasalnya, ada saja oknum penjual dan pembeli gadungan yang memanfaatkan keuntungan dengan cara menipu konsumen yang benar-benar sangat membutuhkan properti, barang atau mobil impiannya.

Salah satu contoh kasus yang kerap muncul di platform jual beli online yaitu pelaku melakukan penipuan dengan cara menduplikat sebuah iklan dari si penjual, kemudian di publish ulang.

Singkat cerita, pelaku penipuan yang menduplikat iklan, biasanya memberikan informasi yang sangat mencurigakan. Seperti beberapa contoh sebagai berikut:

1. Harga terlalu murah atau jauh di bawah harga pasaran dengan kondisi produk lengkap tanpa minus atau jasa dengan pelayanan ekstra atau bonus lainnya.

Sebaiknya, jika hal ini terjadi, OLXer bisa melakukan pengecekan kembali apakah produk atau barang atau jasa yang dijual atau ditawarkan juga ditemukan tempat lain.

2. Jual cepat dengan alasan keperluan berobat, pindah rumah, pindah tugas, dan lain-lain.  

Penjual melakukan berbagai alasan tersebut, biasanya untuk membuat calon pembeli tergiur, karena harganya pasti dibuat miring. Maka dari itu, jangan tergiur harga

3. Info terkait produk atau jasa tidak konsisten, seperti produk atau jasa berada di lokasi berbeda dengan lokasi iklan.

Sebaiknya OLXer melakukan pengecekan ulang, seperti jika penjual menawarkan sebuah mobil, pastikan iklan tersebut ada di lokasi iklan.

4. Terdapat nomor kontak lain yang berbeda dengan di profil pengguna, missal di foto iklan, deskripsi, nama dan foto profil.

Jika hal ini terjadi, maka jangan dianggap sepele, karena seringkali calon pembeli tidak membaca deskripsi secara lengkap dan melakukan pengecekan lebih detail.

Adapun OLXer juga harus mewaspadai oknum penjual nakal, yang biasanya memiliki beberapa ciri mencurigakan, seperti:

1. Tidak paham kondisi detail dari produk atau jasa yang diiklankan.

Maka dari itu, tidak masalah jika OLXer disebut cerewet atau bawel karena sering bertanya langsung menanyakan produk kepada penjual.

2. Minta data atau dokumen pribadi atau mengirimkan data dokumen pribadinya tanpa diminta.

Biasanya, oknum penjual nakal atau si penipu sengaja memberikan data atau dokumen pribadinya agar konsumen larut dan percaya. Sebaliknya, lembaran kosong untuk mengisi data pribadi yang ditawarkan penipu agar terlihat seolah-olah resmi.

3. Menghindari sistem pembayaran Cash on Delivery (COD) atau bayar di tempat dengan berbagai alasan.

Penipu biasanya enggan diajak melakukan COD saat diajak bertransaksi dengan berbagai alasan, mulai tak tahu lokasi bertemu, hingga merasa jauh dari rumahnya. Termasuk jika kita menyempatkan ke rumahnya. Ya, ini dilakukan agar mereka tidak bertemu dengan calon pembeli secara langsung.

4. Meminta uang muka atau Down Payment (DP) terlebih dahulu.

Sebisa mungkin, OLXer jangan memberikan DP terlebih dahulu saat hendak melakukan transaksi. Meskipun jumlahnya sangat kecil. Selain itu, jangan melakukan transaksi seperti mentransfer sejumlah uang tanpa adanya jaminan. Sebab, jika memang penjual asli, pasti mereka rela ingin COD dan membayar penuh sesuai kesepakatan.

5. Umumnya menjelaskan status pekerjaan dirinya yang bisa membuat calon konsumen menjadi segan seperti militer, instansi pemerintah, hakim, pengacara, dokter, pilot dan lainnya. Terkadang memberikan foto identitas (KTP/KTA) untuk meyakinkan tanpa diminta

Cara ini memang kerap saja dilakukan oleh oknum penjual nakal, agar mereka bisa langsung mengintimidasi. Namun begitu, OLXer perlu waspada dan tetap diperbolehkan mencurigai jika merasa ada yang aneh.

Pada intinya, OLXer yang hendak melakukan pembelian diusahakan secara langsung bertemu dan datang melihat unit property atau kendaraan atau barang yang ditawarkan si penjual.

Selain itu, pastikan juga bahwa yang kalian temui itu orang yang benar-benar pemilik langsung dan bukan orang ketiga atau calo.

Kemudian pastikan juga untuk melakukan pembayaran hanya kepada pemilik langsung saat bertemu, dan jangan mau untuk memberikan DP terlebih dahulu sebelum benar-benar yakin barang atau kendaraan atau properti yang dilihat di depan mata sesuai.

Maka dari itu, saat melakukan transfer pembayaran pastikan nama dan nomor rekening sesuai atas nama si penjual. 

Nah, sekarang gimana OLXers? Udah yakin mau jual mobil di OLX Autos? Yuk langsung aja klik 

7 Perusahaan Astra Financial & Logistic Dukung GIIAS 2021

0

News.OLX.co.id – Pameran otomotif terbesar di Indonesia, bahkan terbesar di kawasan Asia Tenggara, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 dipastikan akan berlangsung pada tanggal 11-21 November 2021.

Pameran mobil-mobil baru ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Banten. 

Astra Financial & Logistic kembali hadir mengawal pameran ini setelah dua pameran terakhir di 2018 dan 2019 menjadi sponsor utama dengan membawa semangat dan inovasi tinggi dalam mendukung pemulihan sektor otomotif. 

Dimana akan ada 7 Lembaga Jasa Keuangan naungan Astra Financial & Logistic, yakni ACC, FIFGROUP, TAF, Asuransi Astra, AstraLife, MauCash, hingga AstraPay hadir menawarkan berbagai kemudahan sebagai solusi dalam proses kepemilikan mobil baru di pameran tersebut.

“Kami tentu bangga dan mendukung pertumbuhan industri otomotif melalui beragam program dari layanan keuangan yang memudahkan pengunjung dalam hal pembiayaan, asuransi serta pembayaran digital,” ucap Director-In-Charge Astra Financial & Logistic, Suparno Djasmin dalam sambutannya di acara press conference Astra Finance yang berlangsung hari ini, Senin (1/11/2021) di Menara Astra, Jakarta.

Ketujuh brand Astra Financial & Logistic ini mengusung tema booth “Beyond Infinity” yang menggambarkan visi menjadi partner kesejahteraan masyarakat melalui berbagai layanan keuangan terbaik untuk memberikan solusi dalam segala situasi dan tantangan, termasuk ketika kekuatan bangsa diuji dengan hadirnya pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir. 

Astra Financial & Logistic Kedepankan Layanan Digital

Dua tahun belakangan kondisi pandemi memang sudah merubah pola konsumsi masyarakat ke arah transaksi digital. 

Beradaptasi dengan hal tersebut, Astra Financial & Logistic mulai mengedepankan layanan minim kontak yang prosesnya juga dianggap lebih mudah dan cepat. 

Kemudian hadirlah aplikasi Moxa yang diluncurkan sebagai pusat layanan digital dari Astra Financial & Logistic bersama para mitra di awal tahun ini.

Usaha Astra Financial & Logistic tidak berhenti sampai disitu dalam menghadirkan layanan digital. September lalu aplikasi AstraPay juga resmi diperkenalkan ke pihak eksternal untuk memudahkan konsumen Grup Astra dan masyarakat umum melakukan pembayaran yang mudah dan aman. 

FIFGROUP memiliki Fiona yang berperan sebagai chabot serta aplikasi FIFADA untuk melihat katalog produk FIFGROUP. 

Sementara Astra Credit Companies juga memiliki ACC ONE yang dapat diakses melalui aplikasi mobile dan web agar pelanggan dapat proses pembiayaan yang lebih cepat dan mudah. 

Terdapat juga aplikasi FLEX dari TAF yang menawarkan fitur pengajuan kredit dan kalkulasi kredit mobil.

Di sektor asuransi, Asuransi Astra memiliki aplikasi Garda Mobile Otocare untuk memudahkan pelanggan asuransi kendaraan Garda Oto dalam melakukan pembelian, renewal, dan upgrade polis serta mengajukan dan memantau klaim kendaraan. 

Sedangkan untuk proteksi jiwa dari Astra Life ada layanan pembelian produk asuransi jiwa layaknya belanja online melalui situs ilovelife.co.id.

Dan tidak ketinggalan, fintech MauCash yang juga menawarkan kemudahan pinjaman dengan limit hingga 12,5 juta rupiah melalui aplikasi mobile dan fitur PayLater yang dapat juga diakses melalui aplikasi AstraPay.

Semua produk layanan digital dari Astra Financial & Logistic ini akan menawarkan kemudahan serta pengalaman menyenangkan bagi seluruh pengunjung GIIAS 2021.

Jadi jangan lupa kunjungi pameran otomotif GIIAS 2021!

Masih Perlukah Motor Dipanaskan Terlebih Dahulu?

0

Pemilik kendaraan khususnya sepeda motor pasti pernah melakukan rutinitas seperti halnya memanaskan sepeda motor. Apalagi, saat pertama kali mempunyai si kuda besi, rasanya tak ingin berpisah layaknya seorang kekasih.

Tak pelak, setiap di pagi hari sepeda motor kesayangan selalu dibawa ke luar lalu dipanaskan dalam waktu beberapa menit.

Ya, memanaskan mesin dianggap memiliki banyak karena bertujuan melakukan hal ini untuk menjadikan mesin dan beberapa komponen si kuda besi bisa tampil optimal.

Memanaskan mesin sepeda motor, dianalogikan seperti seseorang atlet yang melakukan peregangan sebagai persiapan sebelum beraktivitas.  

Jadi, ketika motor dipanaskan akan membuat sirkulasi oli mesin akan berjalan baik. Kalau sudah begitu kendaraan tidak akan kaget bila tiba-tiba diajak ngebut. Selain itu, memanaskan motor juga membuat komponen mesin lebih awet, lantaran tidak tiba-tiba bekerja setelah berhenti lama.

Namun begitu, seiring perkembangan zaman, sejumlah penelitian dan teknologi terbaru menghadirkan sejumlah fakta, dimana motor-motor modern dengan teknologi mutakhir saat ini ternyata tidak perlu melakukan ritual atau memanaskan mesin motor terlebih dahulu.

Adapun jika memang ingin memanaskan motor, maka ada perhitungannya, dan tidak boleh asal-asalan.

Masih menurut Wahana Honda, kegiatan memanaskan motor boleh tidak dilakukan. Di mana hal ini disebabkan oleh penggunaan teknologi Fuel Injection (FI atau Injeksi), yang mana bisa membuat kendaraan roda dua tidak perlu dipanasi layaknya motor yang masih menggunakan sistem karburator.

Dengan sistem injeksi yang telah diatur oleh Engine Control  Module (ECM) bila melakukan pemanasan kendaraan tidak perlu menarik gas secara berulang-ulang. Sebaliknya OLXer cukup biarkan motor menyala dengan sendirinya.

Adapun untuk memanaskan sepeda motor ternyata dianjurkan untuk tidak perlu dilakukan secara berlama-lama. Sebab waktu yang baik untuk memanaskan sepeda motor adalah 3-5 menit saja. Lebih dari waktu itu tidak dianjurkan.

Alasanya kenapa kendaraan roda dua tidak baik untuk dipanaskan terlalu lama adalah, agar motor tidak mengalami overheating atau panas berlebihan.

Ya,  ini lantaran sirkulasi udara di mesin motor tidak berjalan saat dipanaskan. Sebab, motor pasti selalu dalam keadaan diam. Kegiatan tersebut bila dilakukan terlalu lama dapat membuat knalpot cepat menguning dan boros terhadap bahan bakar.

Perlu dicatat, ketika hendak memanaskan sepeda motor, sebaiknya untuk menyalakan mesin terlebih dahulu menggunakan kick starter. Tujuan dari hal tersebut adalah meringankan beban kelistrikan di kendaraan.

Seperti yang kita tahu, sistem elektrik starter memakai baterai sebagai sumber tenaga. Jadi jika tanpa kick starter saat menghidupkan mesin motor, maka akan membebani benda tersebut.

Alhasil, potensi aki soak atau sistem kelistrikan rewel sangat tinggi. Apalagi untuk motor yang sudah nonaktif selama beberapa minggu, tegangan baterainya bisa drop.

Pada intinya, memanaskan sepeda motor tetap perlu dilakukan meski sebuah kendaraan punya teknologi baru. Namun, saat menerapkannya harus sesuai prosedur. Jangan sampai lantaran berniat memanaskan sepeda motor justru menyebabkan terjadi masalah, dan wajib dilakukan service besar.

 

Melihat Aturan Pajak Mobil Terbaru Berdasarkan Emisi yang Bikin Harganya Naik dan Turun

0

Penjualan mobil di Indonesia selama pandemi Covid-19 memang tidak terlalu signifikan. Hanya saja, sejak pemerintah menanggung Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga 100 persen per April 2021, hal itu membuat penjualan mobil menjadi lebih bergairah.

Ya, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales (penjualan dari pabrik ke dealer) roda empat dari Januari-September 2021 sudah tembus 627.537 unit. 

Sedangkan untuk retail sales (dealer ke konsumen) diangka 600.344 unit. Sebelum adanya insentif PPnBM 100 persen, di periode yang sama tahun lalu, berdasarkan catatan Gaikindo, wholesales otomotif hanya setengahnya yaitu, cuma 372.048 unit, sedangkan retail sale sebesar 407.390 unit.

Nah, meningkatnya penjualan mobil selama pandemi ini salah satu pemantiknya berkat aturan diskon PPnBM yang merupakan bagian dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 120 Tahun 2021, tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.010/2021 Tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Diskon PPnBM 100 persen ini berlaku untuk kendaraan bermotor penumpang berkapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc dan penggunaan komponen pembelian dalam negeri (local purchase) paling sedikit 70 persen.

Sementara kendaraan bermotor penumpang 4×2 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai 2.500 cc dan local purchase 60 persen akan dikenakan diskon pajak sebesar 50 persen. Serta, kendaraan bermotor penumpang 4×4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai 2.500 cc diberikan diskon pajak sebesar 25 persen.

Adapun beberapa mobil yang dikenakan diskon PPnBM sebesar 100 persen dari pemerintah antara lain Toyota Yaris, Toyota Vios, Toyota Sienta, Toyota Avanza, Toyota Rush, Toyota Raize, Daihatsu Xenia, Daihatsu Gran Max, Daihatsu Luxio, Daihatsu Terios, Daihatsu Rocky, Mitsubishi Xpander, Mitsubishi Xpander Cross, Nissan Livina, Honda Brio RS, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda CR-V 1.5 L, Honda HR-V 1.5 L, Honda City Hatchback, Suzuki Ertiga, Suzuki XL7, dan Wuling Confero.

Selain soal aturan insentif PPnBM 100 persen berdasarkan mesin dan penggunaan komponen dalam negeri, sebenarnya ada juga beberapa kebijakan atau aturan lainnya yang bisa menarik hati masyarakat untuk membeli mobil.

Harga Mobil Berdasarkan Kadar Emisi

Baru-baru ini Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengatur ulang tarif PPnBM kendaraan bermotor berdasarkan tingkat konsumsi bahan bakar dan kadar emisi, yang berlaku mulai 16 Oktober 2021.

Kebijakan ini sebenarnya sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Adanya PP No 74/2021 membuat beberapa jenis kendaraan harganya akan turun dan juga naik, karena berdasarkan tingkat konsumsi bahan bakar dan kadar emisi. Sebaliknya, aturan sebelumnya PP No 73/2019, harga mobil mengacu pada kapasitas mesin dan bentuk mobilnya.

Dengan peraturan tersebut, maka Kementerian Keuangan ikut merevisi soal beberapa aturan soal perpajakan, termasuk merubah regulasi tarif baru PPnBM yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 141/PMK.010/2021 tentang Penetapan Jenis Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM dan Tata Cara Pengenaan, Pemberian dan Penatausahaan Pembebasan, dan Pengembalian Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Disebutkan dalam PMK No 141 tahun 2021, aturan ini sengaja dibuat salah satunya untuk mempercepat penurunan emisi gas buang yang bersumber dari kendaraan bermotor, dan untuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor yang ramah lingkungan.

Maka dari itu, aturan dari kementerian keuangan ini dianggap perlu agar menyelaraskan dengan PP 74/2019, sehingga menyesuaikan tarif PPnBM pada sejumlah kendaraan bermotor. Pasalnya, beberapa jenis mobil yang dijual di Indonesia, memang membuat harganya cukup mahal, termasuk mobil jenis hybrid dan plug in hybrid.

Nah, tata cara pengenaan tarif baru PPnBM yang disetujui Menteri Keuangan RI Sri Mulyani per 16 Oktober 2021 lalu besarannya ditentukan berdasarkan kapasitas mesin, konsumsi bahan bakar, dan tingkat emisi. 

Adapun berikut ini beberapa rangkuman aturan PMK No 141 tahun 2021 yang telah direvisi, yaitu:

1. Mobil angkutan orang dengan kapasitas kurang dari 10 orang termasuk pengemudi dan kapasitas isi silinder atau mesin sampai 3.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 15 persen, 20 persen, 25 persen hingga 40 persen.

2. Mobil angkutan orang dengan kapasitas kurang dari 10 orang termasuk pengemudi dan kapasitas mesin di atas 3.000-4.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 40 persen, 50 persen, 60 persen hingga 70 persen.

3. Mobil angkutan orang dengan kapasitas kurang dari 10 orang termasuk pengemudi, dan menggunakan motor listrik sebagai penggerak utamanya dan baterai sebagai media penyimpanannya dikenai PPnBM dengan tarif 15 persen.

4. Mobil angkutan orang dengan kapasitas 10-15 orang termasuk pengemudi dan kapasitas isi silinder atau mesin sampai 3.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 15-20 persen.

5. Mobil angkutan orang dengan kapasitas 10-15 orang termasuk pengemudi dan kapasitas mesin lebih dari 3.000-4.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 25-30 persen.

6. Mobil angkutan orang dengan kapasitas 10-15 orang termasuk pengemudi yang menggunakan motor listrik dari baterai sebagai penggerak utamanya dikenai PPnBM dengan tarif 15 persen.

Selain itu, tarif PPnBM berdasarkan emisi juga diterapkan pada mobil double cabin, seperti yang tercantum pada pasal Bab 3, PMK No 141 tahun 2021, diantaranya:

1. Mobil dengan kabin ganda dan kapasitas isi silinder atau mesin sampai 3.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 10 persen, 12 persen hingga 15 persen.

2. Mobil dengan kabin ganda dan kapasitas isi silinder atau mesin di atas 3.000- 4.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 20 persen, 25 persen hingga 30 persen.

3. Mobil kabin ganda yang menggunakan motor listrik dari baterai sebagai penggerak utamanya dikenai PPnBM dengan tarif 10 persen.

Sementara itu, di bab 4, PMK No 141 tahun 2021 juga diberlakukan untuk mobil yang memiliki emisi karbon rendah akan dikenai tarif PPnBM, dengan dasar sebagai berikut:

1.   Mobil yang dikena tarif sebesar 15 persen dan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) sebesar 20 persen dari harga jual untuk kendaraan bermotor roda empat dengan tingkat efisiensi penggunaan BBM 20 km per liter, emisi 120 gram per km, dan kapasitas sampai dengan 1.200 cc.

Serta mobil mesin diesel dan semi diesel, dengan tingkat efisiensi konsumsi BBM 21,8 km per liter, emisi 120 gram per km, dan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

2. Untuk mobil full hybrid mesin bensin berkapasitas sampai 3.000 cc, konsumsi BBM 23 km per liter, dan CO2 kurang dari 100 gram akan dikenai PPnBM dengan tarif 15 persen dan pengenaan DPP sebesar 40 persen dari harga jual kendaraan. Pengenaan tarif ini juga berlaku untuk mobil full hybrid mesin diesel atau semi diesel dengan konsumsi BBM lebih dari 26 km per liter dan tingkat emisi CO2 kurang dari 100 gram per km.

3.  Untuk mobil full hybrid mesin bensin berkapasitas sampai 3.000 cc, konsumsi BBM 18,4-23  km per liter, dan emisi CO2 sampai 125 gram per liter akan dikenakan PPnBM dengan tarif 15 persen dengan DPP sebesar 46 2/3 persen dari harga jual. Hal sama juga dikenakan pada full hybrid mesin diesel yang konsumsi BBM nya lebih dari 20 km per lita dan CO2 mulai dari 100-125 gram per km.

4. Untuk mobil full hybrid mesin bensin berkapasitas sampai 3.000 cc, konsumsi BBM 15,5-18,4 km per liter, emisi CO2 lebih dari 125-150 gram per km, serta mesin diesel  dengan konsumsi BBM 17,5-20 km per liter dan CO2 125-150 gram per km, akan dikenai tarif PPnBM sebesar 15 persen, dari 53 1/3 persen dari harga jual.

5. Untuk mobil yang menggunakan teknologi full hybrid atau mild hybrid bermesin bensin atau diesel dengan kapasitas 3.000-4.000 cc akan dikenai PPnBM dengan tarif 20 persen, 25 persen hingga 30 persen.

6. Mobil yang termasuk program kendaraan bermotor yang menggunakan teknologi fiexy engine yang berbahan bakar Biofuel 100 persen dikenai tarif PPnBM sebesar 15 persen dengan DPP sebesar 53 1/3 persen.

7.   Mobil yang menggunakan teknologi Battery Electric Vehicle (BEV) atau Fuel Cell Electric Vehicle, maka akan dikenakan tarif PPnBM 15 persen dengan DPP sebesar 0 persen dari harga jual. Artinya, mobil BEV tidak dikenakan PPnBM sama sekali.

8.   Sementara itu untuk mobil teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan konsumsi BBM 28 km per liter dan emisi CO2 sampai 100 gram per km, akan dikenai tarif PPnBM 15 persen dengan DPP 33 1/3 persen. 

Adapun untuk tarif PPnBM berdasarkan emisi karbon rendah yang tertuang Bab 4, PMK No 141 tahun 2021, maka harga mobil bisa ada yang naik dan juga turun.

Nah, untuk mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) harganya bisa naik, karena jenis-jenis mobil tersebut sesuai dengan pasal 5, Bab 4, PMK No 141 tahun 2021, dimana mobil tingkat efisiensi penggunaan BBM 20 km per liter, emisi 120 gram per km, dan kapasitas sampai dengan 1.200 cc.

Sebaliknya, mobil full hybrid maupun PHEV, harganya akan turun karena tarif PPnBM sudah direvisi. Sebelumnya, harga mobil hybrid dianggap sangat mahal, karena pajak yang dikenakan dihitung berdasarkan dua mesin yang dibenamkan, yaitu motor listrik dan mesin konvensional. Sementara untuk tarif PPnbm mobil listrik murni, masih sama yaitu tarif PPnBM nol persen.

Harga mobil

Harga mobil LCGC

Berikut adalah daftar harga mobil LCGC yang dilansir di situs resmi masing-masing brand per Oktober 2021:

Daihatsu

– Daihatsu Ayla 1.0 D MT Rp 103.300.000

– Daihatsu Ayla 1.0 D+ MT Rp 115.500.000

– Daihatsu Ayla 1.0 X MT Rp 126.300.000

– Daihatsu Ayla 1.0 X Deluxe MT Rp 133.650.000

– Daihatsu Ayla 1.0 X AT Rp 135.350.000

– Daihatsu Ayla 1.2 X MT Rp 137.600.000

– Daihatsu Ayla 1.0 X Deluxe AT Rp 142.700.000

– Daihatsu Ayla 1.2 R MT Rp 144.550.000

– Daihatsu Ayla 1.2 X AT Rp 147.600.000

– Daihatsu Ayla 1.2 R Deluxe MT Rp 148.550.000

– Daihatsu Ayla 1.2 R AT Rp 157.050.000

– Daihatsu Ayla 1.2 R Deluxe AT Rp 161.050.000.

Honda

– Honda Brio Satya S MT Rp 151.400.000

– Honda Brio Satya E MT Rp 160.400.000

– Honda Brio Satya E CVT Rp 175.400.000.

Suzuki

– Suzuki Karimun Wagon R Blind Van Rp 134.500.000

– Suzuki Karimun Wagon R GL M/T Rp 137.766.650

– Suzuki Karimun Wagon R GL AGS Rp 147.068.300

– Suzuki Karimun Wagon R GS M/T Rp 146.385.900

– Suzuki Karimun Wagon R GS AGS Rp 155.247.880.

Toyota

– Toyota Agya 1.0 G M/T Rp 144.900.000

– Toyota Agya 1.2 G M/T STD Rp 149.200.000

– Toyota Agya 1.2 G A/T STD Rp 162.740.000

– Toyota Agya 1.2 G M/T TRD Rp 154.545.000

– Toyota Agya 1.2 G A/T TRD Rp 170.390.000.

Daihatsu

– Daihatsu Sigra 1.0 D MT Rp 120.650.000

– Daihatsu Sigra 1.0 M MT Rp 131.050.000

– Daihatsu Sigra 1.2 X MT Rp 140.400.000

– Daihatsu Sigra 1.2 X MT DLX Rp 145.900.000

– Daihatsu Sigra 1.2 R MT Rp 146.800.000

– Daihatsu Sigra 1.2 R MT DLX Rp 150.600.000

– Daihatsu Sigra 1.2 X AT Rp 153.200.000

– Daihatsu Sigra 1.2 X AT DLX Rp 158.700.000

– Daihatsu Sigra 1.2 R AT Rp 159.600.000

– Daihatsu Sigra 1.2 R AT DLX Rp 163.400.000.

Toyota

– Toyota Calya 1.2 E M/T STD Rp 146.190.000

– Toyota Calya 1.2 E M/T Rp 148.990.000

– Toyota Calya 1.2 G M/T Rp 155.290.000

– Toyota Calya 1.2 G A/T Rp 167.490.000.

Harga mobil hybrid

Berikut ini daftar harga mobil hybrid yang yang dilansir di situs resmi masing-masing brand per Oktober 2021:

Nissan

–  Nissan Kick e-Power Rp 471.000.000

–  Nissan Kick e-Power two tone Rp 473.000.000.

Toyota

–  Toyota Corolla Cross Hybrid Rp 506.100.00

–  Toyota Corolla Altis Hybrid Rp 506.300.000

–  Toyota C-HR Hybrid Rp 560.400.000

–  Toyota Camry Hybrid Rp 720.800.000.

Mitsubishi

–   Mitsubishi Outlander PHEV Rp 890.000.000.

Harga mobil listrik

Berikut ini daftar harga mobil listrik yang dilansir di situs resmi masing-masing brand per Oktober 2021

– Renault Twizy Rp 408.000.000 juta

– DFSK Gelora E-Blind Vand Rp 480.000.000 juta

– DFSK Gelora E Minibus Rp 510.000.000 juta

– Hyundai Ioniq Prime Rp 637.000.000 juta

– Nissan Leaf Rp 649.000.000 juta

– Hyundai ioniq Signature Rp 677.000.000 juta

– Hyundai Kona Electric Rp 697.000.000 juta

– Lexus UX 300e Rp 1,245 miliar

– Tesla Model 3 Rp 1,5 miliar

– Tesla Model S Rp 3 miliar ++

– Tesla Model X Rp 3 miliar ++.

Teaser Mobil Baru Mitsubishi Motors Disebarkan, Meluncur Dalam Waktu Dekat

0

JAKARTA – Siap meramaikan gelaran GAIKINDO Indonesia International Autos Show (GIIAS) 2021 yang akan berlangsung 11-21 November 2021 mendatang, Mitsubishi Motors mempersiapkan kehadiran produk terbarunya.

Hal ini diketahui setelah PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) baru saja merilis teaser di website resminya.

Teaser ini sekaligus menjadi isyarat waktu peluncurannya yang semakin dekat dan kemungkinan besar sudah melantai di pameran otomotif GIIAS 2021.

“Sebagai bentuk apresiasi kami kepada masyarakat Indonesia yang telah melalui berbagai petualangan dalam hidup, kami akan segera memperkenalkan produk terbaru kami yang dilengkapi dengan fitur-fitur mewah sebagai partner terpercaya untuk Ride the Life Adventure,” ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI dalam siaran pers, Selasa (2/11/2021).

Belum bisa dipastikan apakah ini model baru atau existing model yang mengalami perubahan.

Namun jika dilihat dari bentukannya, kemungkinan besar ini adalah Xpander ataupun Xpander Cross yang perwajahannya sudah diubah menjadi lebih canggih.

Namun yang pasti, Mitsubishi Motors menulis bahwa produk barunya ini tampil lebih berani dengan kombinasi kecanggihan, inovasi desain, kenyamanan, interior yang luas, serta dilengkapi dengan fitur-fitur canggih.

“Kemewahan yang dibungkus dengan kenyamanan dan fungsionalitas terbaik diharapkan dapat meningkatkan makna sebenarnya dari “Wonderful Life Adventure” dan membawa pengguna ke pengalaman berkendara terbaik di kelasnya,” tulis Mitsubishi Motors.

Jual Mobil di OLX Autos Cepat dan Aman, Dapat Hadiah Motor Baru

0

News.OLX.co.id – Hal yang paling diperhatikan bagi penjual mobil adalah bagaimana bisa melego mobil bekasnya dengan cara yang cepat, aman, terhindar dari penipuan dan yang pasti sukses melepas mobil dengan harga sesuai harapan.

Apalagi kalau tiba-tiba dikasih kejutan berupa hadiah program berupa satu unit motor baru, bahagianya pasti berlipat-lipat.

Pengalaman itulah yang dirasakan oleh Jimmi Maruli, warga Permata Cimanggis, Depok, Jawa Barat yang menjadi pemenang utama grand prize dari program CARNaval Ceria OLX Autos yang berlangsung pada bulan September 2021 lalu.

Jimmi Maruli, pelanggan OLX Autos yang berhasil memenangkan grand prize motor di prgram CARNaval Ceria OLX Autos

“Pastinya senang sekali dan awalnya gak percaya. Soalnya seumur hidup saya belum pernah menang undian begini. Makanya pas diinformasikan menang program ini, saya sempat merasa seperti dibohongi,” cerita Jimmi saat acara serah terima hadiah di Jakarta, Minggu (31/10/2021).

Ditambah Jimmi sendiri tidak pernah tahu bahwa di OLX Autos ada program CARNaval Ceria ini.

Karyawan di sebuah perusahaan swasta ini lantas menceritakan pengalamannya jual mobil di OLX Autos.

“Jadi saya memang sudah berencana untuk jual mobil lama saya ini karena ada rencana mau beli mobil baru. Sebelumnya saya coba browsing di internet untuk cari harga pasaran mobil saya,” kenangnya.

“Bagusnya di OLX Autos ada fitur mencari harga pasaran mobil tanpa harus menjualnya disana. Dari situ saya bisa tahu berapa harga terendah dan harga paling maksimal untuk mobil saya itu.”

Setelah menemukan harga pasarannya, Jimmi mengaku melakukan perbandingan harga dengan platform jual-beli mobil lainnya. “Cuma memang di OLX Autos yang memberikan penawaran harga paling tinggi,” akunya.

Ia pun kemudian menjatuhkan pilihan untuk mencoba menjual mobilnya di platform OLX Autos dan melewati berbagai proses sebelum akhirnya deal.

“So far yang saya rasakan jual mobil di OLX Autos yang paling cepat, paling detail saat melakukan inspeksi dan satu lagi, OLX Autos yang berani kasih harga paling tinggi,” lanjutnya.

Inil merupakan pengalaman paling menyenangkan dan memuaskan dirinya untuk proses jual mobil. Apalagi menurutnya jaringan OLX Autos juga lebih banyak dibandingkan platform lain, yang menjadi salah satu alasan mengapa harga jual mobilnya bisa lebih tinggi.

Jimmi Maruli bersama motor baru hadiah program CARNaval Ceria OLX Autos

Dan di tengah tantangan pandemi seperti ini, memang bukan hal yang mudah untuk menjual mobil dalam waktu yang cukup singkat.

“Awal rencana jual mobil ini jujur saya agak khawatir, bisa laku atau enggak. Urusan harga sih nomor dua. Masalahnya kalau saya jual langsung ke user, pasti butuh proses yang lama. Nah, di OLX Autos urusannya enggak pakai lama, 10-15 menit setelah saya deal, uangnya langsung ditransfer.”

“Sesuai ekspektasi saya, tambah lagi saya menang hadiah motor, jadi deh jual mobil di OLX Autos tambah untung,” ungkapnya merasa senang.

Dengan pengalaman jual mobil yang menyenangkan di OLX Autos, Jimmi pun sangat merekomendasikan untuk menjual mobil di OLX Autos.

“Kemarin ada teman saya yang mau jual mobil, langsung saya bantu jualin di OLX Autos, dan jujur jual mobil di OLX Autos sangat menguntungkan,” tandasnya.

Selamat kepada Jimmi Maruli, pemenang grand prize program CARNaval Ceria di OLX Autos. Siapa lagi yang mau bergabung dengan orang-orang beruntung seperti Jimmy yang bisa menjual mobil dengan cepat dan sekaligus dapat hadiah?

Nantikan program spesial OLX Autos di pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, 11-21 November 2021 di ICE BSD, Tangerang.

“Jual mobil lamamu di OLX Autos, Beli Mobil Baru di GIIAS 2021”