Beranda blog Halaman 1220

Kelebihan Teknologi e-Power Nissan, Apa Bedanya Dengan Hybrid?

0

Era mobil listrik untuk pasar Indonesia sudah di depan mata. Sejumlah agen pemegang merek (APM) berlomba menghadirkan mobil tanpa emisi ke pasar otomotif nasional.

Hal ini pula dilakukan PT Nissan Motor Distribution Indonesia (NMDI) yang sudah menghadirkan Nissan Leaf yang 100 persen berteknologi listrik murni atau Full Electric Vehicle (EV) ke Tanah Air.

Menurut Direktur Sales & Marketing PT NMDI Tan Kim Piauw, mobil listrik jadi prospek yang sangat baik untuk Indonesia.

“Karena future Indonesia dan di dunia itu adalah kendaraan-kendaraan yang berbasis listrik,” ungkap Tan saat acara Ngobrol Santai Virtual yang digelar Forwot Indonesia dan Nissan.

Hanya saja, Tan tak menampik, sebelum masuk  dan mendukung program pemerintah Indonesia untuk menurunkan karbon emisi, maka cara yang perlu diterapkan yaitu masuk ke fase mobil berteknologi hybrid.

“Nissan memang sudah melihat dan memikirkan, bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara berkembang lainnya, bahwa problem utama kalau bicara mengenai EV adalah infrastruktur,” jelas Tan.

Setidaknya, Nissan dan Frost & Sullivan pernah melakukan riset bertemakan The Future of Electrified Vehicles in Southeast Asia. Dari riset tersebut menunjukkan Indonesia dan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara begitu antusias untuk memiliki kendaraan listrik.

Hanya saja, dalam riset tersebut ada kekhawatiran konsumen jika membeli mobil listrik murni, yaitu soal  infrastruktur dalam hal ini station charging atau tempat pengisian daya listrik yang jumlahnya masih terbatas.

Maka dari itu Tan mengatakan, sebelum menuju mobil listrik murni untuk Indonesia adalah fase hybrid. Namun begitu, jika bicara hybrid, Nissan rupanya memiliki teknologi hybrid yang mereka sebut dengan e-Power dan sudah disematkan pada Nissan Kicks.

“Jadi teknologi yang paling cocok (di Indonesia) saat ini adalah e-Power,” kata Tan.

Keistimewaan Teknologi e-Power

Nissan Kick e-Power
Nissan Kicks e-Power. (Nissan)

Bukan tanpa alasan Nissan ngotot ingin menghadirkan teknologi e-Power ke Nusantara. Pasalnya, selain lebih ramah lingkungan, teknologi e-Power lebih baik jika dibandingkan hybrid pada umumnya.

Teknologi E-Power

Menurut Nissan Representative Director PT NMDI Bagus Susanto, ada dua hal yang paling membedakan e-Power dengan hybrid biasa.

“Pertama, dari segi arsitektur teknologinya. Teknologi e-Power di develop atau rancang bangun berdasarkan teknologi full Battery Electric Vehicle (BHEV),” kata Bagus.

Dia mengatakan, ketika Nissan meluncurkan full BEV pada Nissan Leaf tahun 2010, mereka mendapatkan feedback dari berbagai masyarakat, bahwa ketersedian infrastruktur charging menjadi salah satu hambatan bagi konsumen yang sangat ingin mendambakan, dan merasakan pengalaman mengendarai sebuah EV.

“Melalui teknologi e-Power, kendaraan tersebut digerakan sepenuhnya 100 persen selalu oleh motor listrik. Nah, dimasukanlah sebuah mesin bensin yang fungsinya adalah menggantikan kebutuhan eksternal charging,” terang Bagus.

Jadi, mesin bensin yang dimasukan ke mobil Nissan itu fungsinya hanya melakukan charging baterai. Sedangkan untuk mesin, kapasitasnya tidak terlalu besar cukup 1.2 liter.

Kedua, menyoal performa, karena teknologi e-Power digerakan 100 persen motor listrik, maka karakteristik performa e-Power lebih mendekati performa mengendarai mobil listrik 100 persen atau full BEV.

Teknologi Hybrid Biasa

Menurut Bagus, arsitektur teknologi mobil hybrid biasa mengadopsi mobil konvensional yang memanfaatkan mesin bensin.

“Jadi, bagaimana mobil hybrid itu memberikan efisien BBM? Maka, melalui arsitektur teknologi mobil biasa dimasukanlah sebuah motor listrik dan baterai yang bisa menggerakan kendaraan tersebut dalam kurun waktu tertentu,” ucap Bagus.

Maka dari itu, Bagus menyampaikan, teknologi mobil hybrid biasa dapat digerakan secara bergantian, bisa menggunakan mesin bensin dan terkadang motor listrik.

Kata dia, untuk mobil hybrid biasa, masih mengandalkan kapasitas mesin bensin besar. Sebaliknya, jika menggunakan kapasitas mesin kecil, maka performa yang diberikan tenaga yang dikeluarkan kurang maksimal pada kendaraan tersebut.

Lebih banyak mobil e-Power di Indonesia

Tan juga mengatakan, ke depan, Nissan akan membawa mobil berteknologi e-Power ke Indonesia. Hanya saja dia tak menyebutkan mobil apa yang akan diboyong.

Beberapa kandidat mobil Nissan berteknologi e-Power yang bisa dibawa ke Tanah Air ternyata cukup banyak mulai dari Nissan Note Aura, Serena, Xtrail dan lainnya. 

“Tolong dukung kami dan Nissan Indonesia untuk membawa e-Power, model mana lagi yang cocok di bawa ke Indonesia? Nissan sangat mendukung EV, sehingga akan banyak e-Power lainnya di bawa ke Indonesia,” tutup Tan.

Kira-kira mobil Nissan mana lagi yang akan dibawa?

 

Teknologi Elektrifikasi e-Power Cuma Nissan yang Punya, Nggak Ribet Ngecas Kalau Baterai Habis

0

Infrastruktur masih menjadi hambatan tersendiri di tengah peralihan menuju kendaraan elektrifikasi. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) belum tersedia di banyak titik layaknya SPBU.

Tentu hal itu memunculkan kekhawatiran bagi masyarakat yang ingin beralih menggunakan mobil elektrik. Bagaimana jika mobil yang dikendarai tiba-tiba kehabisan baterai dan tak ada tempat pengisian? Mungkin itulah yang terbersit di pikiran orang-orang saat ini.

Meski begitu, bukan berarti OLXer tak punya pilihan. Salah satu caranya adalah menggunakan mobil berteknologi ramah lingkungan lain seperti e-Power yang ditawarkan oleh Nissan.

Ya, teknologi e-Power merupakan model hybrid yang memungkinkan mobil digerakan dengan tenaga listrik tanpa harus melakukan pengisian ulang baterai. Ini tentu sejalan dengan keinginan pemerintah dalam mempercepat pengadaan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

“Ini adalah salah satu yang jadi the best teknologi yang dimiliki oleh Nissan, kompetitor lain nggak punya teknologinya,” ungkap Presiden Direktur PT NMDI Evensius Go saat acara Ngobrol Virtual Santai Forwot Indonesia dan Nissan beberapa waktu lalu.

Dengan teknologi e-Power, maka mobil Nissan dibenamkan baterai dan motor listrik tak perlu dicharge jika kehabisan baterai. Sebab, untuk isi ulang baterai bisa menggunakan mesin bensin dengan kapasitas kecil.

Maka dari itu, teknologi e-Power dianggap cocok dengan kondisi geografi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan infrastrukturnya tidak merata antara wilayah di daerah dengan kotak-kota besar. Ya, konsumen yang ingin bepergian jarak jauh jadi tak perlu khawatir untuk mencari charging station apabila baterai habis.

Nissan Kicks e-Power
Ilustrasi mesin Nissan Kicks e-Power. (Nissan)

Seperti diketahui, teknologi e-Power di Indonesia baru tersemat pada SUV Kicks. Menurut Nissan, teknologi e-Power sangat cocok di masa peralihan menuju kendaraan listrik sepenuhnya, setidaknya dalam lima tahun kedepan akan sangat membantu.

Sementara itu, Nissan Representative Director PT NMDI Bagus Susanto mengatakan, meski e-Power masuk golongan hybrid, namun sistem kerjanya berbeda dengan teknologi mobil hybrid konvensional.

Kata dia, pada sistem hybrid konvensional, mesin dan motor listrik bergantian menggerakkan roda. Pada kecepatan tertentu, baterai akan menyalurkan tenaga ke motor listrik dan kemudian menggerakkan roda.

Ketika ingin berakselerasi lebih kencang, mesin akan mengambil alih peran. Bisa juga keduanya sama-sama menggerakkan roda. Mesin juga berfungsi untuk mengisi ulang baterai.

“Jadi kalau e-Power, di develop berdasarkan teknologi full EV, sedangkan hybrid di develop berdasarkan dengan mesin bensin biasa,” kata Bagus.

Teknologi e-Power Diminati

Nissan Kicks e-Power
Nissan Kicks e-Power. (Nissan)

Teknologi e-Power yang dihadirkan Nissan nyatanya mendapat penerimaan yang cukup baik dari masyarakat Indonesia.

Mengutip data distribusi wholesaler Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia sepanjang tahun 2020 tepatnya di dua bulan terakhir ada 80 unit Kicks e-Power yang dikirim ke dealer. Kemudian pada periode Januari hingga Agustus 2021, distribusi Nissan Kicks e-Power meningkat menjadi 347 unit.

Selain teknologinya yang memikat, harga Nissan Kicks e-Power juga menggoda. Mobil ini ditawarkan dengan harga Rp 471 juta OTR Jakarta. Bila dibandingkan dengan mobil berjenis hybrid dari para kompetitor, harga e-Power menjadi yang termurah.

Murah tentu bukan murahan karena Nissan telah membenamkan Nissan Kicks e-Power dengan motor listrik EM57 tipe AC3 Synchronous Motor, sedangkan mesin bensinnya HR12, 1.200 cc, DOHC, 3-silinder. Di atas kertas, mobil bisa menghasilkan tenaga maksimum setara 127,2 hp dengan torsi 260 Nm.

Selain itu, mobil e-Power ini sudah disematkan ragam fitur canggih mulai dari 6 SRS airbag, ABS, EBD, dan BA, Intelligent Trace Control, Vehicle Dynamic Control, Parking Sensor, Parking Camera, Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, Hill Start Assist, Around View Monitor, Drivers Attention Alert, One-Pedal Operation, hingga Alarm & Immobilizer.

Nissan Leaf

Nissan Leaf
Mobil listrik murni Nissan Leaf. (Nissan)

Teknologi e-Power bukan satu-satunya hal yang dihadirkan Nissan di masa peralihan menuju era elektrifikasi ini. Nissan bahkan sudah menyiapkan amunisi ketika nantinya Indonesia benar-benar sudah siap memasuki era elektrifikasi dan infrastruktur sudah memadai dengan menawarkan mobil listrik Leaf yang sudah terlebih dahulu diluncurkan belum lama ini.

“Nissan Indonesia sekarang masuk ke fase mendukung program pemerintah, bagaimana menurunkan karbon emisi. Maka strategi yang akan kami lakukan adalah lebih membawa produk-produk yang berhubung dengan EV, seperti produk e-Power, dan EV 100 persen, karena Nissan tidak hanya Leaf saja, tapi punya produk-produk lainnya,” jelas Direktur Sales & Marketing PT NMDI Tan Kim Piauw.

Seperti diketahui untuk mobil listrik murni atau battery Electric Vehicle (BEV) Nissan Leaf, saat ini dibanderol dengan harga Rp 649 juta untuk versi one tone dan Rp 651 juta untuk versi two tone. Kedua harga ini dijual dengan status on the road DKI Jakarta.

Nissan Leaf sendiri memiliki dua soket pengisian daya DC dan AC charging dijejali motor EM57 tipe AC3 Synchronous dengan baterai lithium-ion 40 kWh yang menghasilkan power hingga 110 kW atau setara dengan 148 Tk pada 3283-9795 rpm dan torsi maksimum 320 Nm.

Dengan mesin ini, mobil listrik ini diklaim mampu berakselerasi 0 – 100 km per jam hanya dalam waktu 7,9 detik dengan kecepatan maksimal 155 km per jam.

 

Ferrari SF90 Spider Masuk Indonesia, Cocok Untuk Koleksi Para Sultan

0

Kaum kaya raya dan para sultan di Indonesia kini bakal punya mainan baru. Ya, ini karena PT Eurokars Prima Utama selaku distributor Ferrari di Indonesia baru saja menghadirkan sosok Ferrari SF90 Spider yang siap dipinang konsumen di Tanah Air. 

Menurut Experience Manager Ferrari Indonesia Benedict Setyawan, Ferrari SF90 Spider merupakan mobil sport dengan atap terbuka atau convertible yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia.

“Ferrari SF90 Spider dengan SF90 Stradale itu speknya sama. Ada orang yang senangnya Stradale, dan ada yang nunggu Spider, jadi ini (SF90 Spider) kesempatan mereka,” ungkap Nini disela acara private preview di The Langham Jakarta. 

Kelebihan Ferrari SF90 Spider

Ferrari SF90 Spider kabin
Sejumlah tombol hadir di bagian lingkar kemudi Ferrari SF90 Spider. (Herdi Muhardi)

Seperti disebutkan di atas, Ferrari SF90 Spider sejatinya masih satu model dengan SF90 Stradale. Akan tetapi, untuk SF90 Spider ini atapnya bisa dibuka dan konstruksinya menggunakan Retractable Hard Top (RHT) khas Ferrari. Meski bagian atap bisa ditutup dan dibuka, Ferrari mengklaim bahwa 

untuk memberikan kenyamanan, konsep RHT tetap dapat meredam suara secara optimal dan proteksi dari berbagai elemen saat digunakan, bahkan tidak terdeformasi pada kecepatan tinggi.

Disebutkan, konsep RHT ini tetap dibuat sangat ringkas, mudah, dan ringan. Bahkan untuk membuka dan menutup bagian atap hanya membutuhkan waktu 14 detik. Dan itu dapat dioperasikan dengan menyentuh tombol meski saat mobil melaju.

Konsep atap RHT ini pun menghabiskan ruang sebesar 100 liter. Menggunakan material aluminium, alhasil bobot nya menjadi berkurang sekitar 40 kg lebih ringan dari model RHT konvensional. 

Nah, dengan menggunakan atap terbuka, disebutkan hal ini dapat menambah sensasi kenikmatan berkendara bagi siapapun pemiliknya. 

Belum lagi untuk Ferrari SF90 Spider ini jadi lebih spesial karena tidak dibalut dengan warna merah, melainkan warna khusus untuk mobil Ferrari versi Spider, yaitu dibalut kelir Giallo Montecarlo. 

Untuk fitur dan teknologinya, sudah tak perlu diragukan. Bahkan mobil ni sudah menggunakan sejumlah bodi sudah menggunakan carbon fibre. Sedangkan ketika OLXer berada di balik kemudi, bisa memilih mode mode berkendara yang terdiri dari eDrive, Hybrid, Performance, dan Qualify. Hal ini untuk menikmati sensasi pengalaman di balik kemudi.

Belum sampai disitu, mobil ini juga memiliki roda kemudi baru dengan touchpad, sehingga pengemudi dapat mengontrol setiap aspek mobil secara virtual tanpa memindahkan tangan dari kemudi. 

Menariknya, pusat cluster instrumen berbasis digital menggunakan layar HD lengkung 16 inci, dapat dikonfigurasi dan dikendalikan sepenuhnya dari roda kemudi. Pada instrumen central tunnel, pengendalian girboks otomatis dapat diatur oleh fitur grille-style yang mengacu pada desain ikonik tuas transmisi manual Ferrari.

Yang jelas, mobil ini memang dapat memuaskan para kamu tajir, yang ingin membawanya ke garasi. 

Adapun untuk jantung pacu, Ferrari S90 Spider ini sudah menggunakan sistem plug-in hybrid (PHEV) yang dijejali mesin twin turbo V8 berkapasitas 4.0 liter dan didukung tiga motor listrik yang menggunakan baterai lithium ion 7,5 kWh.

Secara total dengan mesin tersebut daya maksimal yang dihasilkan mencapai 1.000 cv atau sama dengan 986 Tenaga kuda, dan torsi mencapai 800 Nm. 

Seperti halnya SF90 Stradale, SF90 Spider juga memiliki sistem All Wheels Drive (AWD), sehingga ketika berakselerasi dari 0-100 km per jam menghabiskan waktu 2,5 detik, sedangkan ketika berakselerasi dari 0-200 km per jam mencapai 7,0 detik.

Lantas berapa harga Ferrari SF90 Spider? 

Ferrari SF90 Spider
Ferrari SF90 Spider. (Ferrari)

Sejumlah pihak Ferrari Indonesia enggan menyebutkannya, dengan alasan masing-masing konsumen kerap menginginkan mobilnya tampil custom sesuai pesanan, sehingga wujudnya akan berbeda satu dan yang lainnya. 

Akan tetapi jika melihat beberapa situs luar negeri, di pasar Amerika Serikat Ferrari SF90 Spider dijual sekitar US$ 558 ribu atau sekitar Rp 7,9 miliar. Nah, jika masuk Indonesia, konon untuk mobil-mobil sejenis Ferrari bisa 2-3 kali lipatnya. Ehm, kebayangkan harganya berapa!

 

 

Tampil Lebih Eksklusif, Desain Velg Bisa Dibuat Sesuka Hati Pemiliknya

0

Salah satu komponen mobil yang kerap pertama kali dilakukan ubahan dengan cara dimodifikasi biasanya terjadi pada kaki-kaki, khususnya bagian velg.

Ya, seperti halnya manusia yang kerap ingin tampil keren dengan mengganti sepatu, maka mobil yang sudah mengubah velg aftermarket tak kalah menarik perhatian.

Namun OLXer juga perlu tahu, untuk menunjang tampilan mobil kesayangan, velg juga bisa dibuat berdasarkan keinginan konsumen atau custom. Setidaknya, velg custom ini ditawarkan merek velg lokal, HSR Wheel.

Menurut Direktur marketing HSR Wheel, Hendra Wijaya, custom wheel yang disediakan oleh HSR Wheel, bahwa velg yang dimiliki jadi terkesan istimewa karena hanya ada satu di Indonesia bahkan dunia.

Sebab, lanjut Hendra, para pecinta otomotif bahkan bisa request desain atau aksen tertentu agar tampilan velg memiliki khas tersendiri dibandingkan yang lainnya.

“Punya pelek mobil dengan desain milik sendiri bukan lagi menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. HSR Wheel saat ini menyediakan custom wheel dengan desain yang bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing individu. Mulai dari request desain model baru, ukuran khusus, hingga ukir nama,” ungkap Hendra, dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021).

Dengan adanya custom wheel ini, Hendra berharap dapat memberikan perasaan baru bagi para pecinta otomotif saat mengendarai mobilnya di jalanan.

Proses Metode Forging

HSR Wheel
Salah satu contoh Custom Wheel dari HSR

Hendra mengatakan, custom wheel yang disediakan HSR Wheel, terbuat dari bahan alumunium berkualitas dengan proses pembuatan menggunakan metode forging.

“Jadi selain mendapatkan pelek dengan desain custom, mereka juga bisa mendapatkan kualitas pelek yang kuat dan juga kokoh,” jelas Hendra.

Sekadar informasi, teknik forging sendiri merupakan proses pembuatan velg yang paling rumit dengan menggunakan teknologi CNC untuk membantu dalam proses pencetakannya. Bongkahan aluminium yang digunakan awalnya padat, kemudian dipahat secara akurat mengikuti desain yang diinginkan.

Didesain 3D Custom Wheel HSR

Untuk membuat velg agar sesuai selera, pihak HSR Wheel melalui tim Research & Development (R&D) akan menyediakan layanan desain velg gratis kepada konsumen untuk membantu memvisualisasikan dari gambar yang dibuat menjadi tiga dimensi (3D).

“Iya, kita juga bisa bantu desainkan model pelek yang diinginkan. Entah itu dari ukuran, warna, jumlah palang, hingga penambahan aksen nama semuanya akan kita buat secara 3D dan gratis. Ini dilakukan untuk membantu calon customer agar bisa mendapatkan gambaran peleknya pada saat sudah jadi nanti,” Ucap Hendra Wijaya.

Seluruh custom wheel yang sudah diproduksi berdasarkan permintaan bisa dilihat secara langsung melalui akun Instagram @hsrforged.

HSR Wheel
Contoh Custom Wheel buatan HSR Wheel. (HSR Wheel)

Sebagai contoh, saat ini HSR Wheels disebut sedang menggarap custom wheel milik salah satu petrolhead pecinta Cambergang, Haruns Maharbina. Velg yang dibuat pun konstruksi tiga piece yang dikolaborasikan dengan desain dan ditambahkan aksen buatan sendiri.

Tidak hanya nama dan desain, Custom Wheel ini bisa disesuaikan di mesin velgnya. Seperti velg Haruns, yang spesifikasinya berdiameter 19 inci dengan lebar 11 inci serta offset 30 untuk bagian depannya.

Sedangkan untuk bagian belakang, Haruns meminta peleknya memiliki spesifikasi dengan diameter 19 inch, lebar 12,5 inch dan juga offset 40. Spesifikasi velg yang diinginkan Haruns ternyata akan dipasangkan pada mobil kesayangannya, Mercedes SL65.

 

 

4 Bagian Sepeda Motor yang Dianggap Tidak Penting, Tapi Ternyata Bermanfaat

0

Bagi sejumlah orang, sepeda motor jadi alat transportasi yang sangat bermanfaat, karena mampu menunjang berbagai aktivitas. Ya, sepeda memang lebih ringkas dan mudah untuk dikendarai di berbagai medan.

Bahkan perawatan sepeda motor juga dianggap lebih mudah jika dibandingkan dengan mobil, karena komponen si kuda besi cenderung lebih sedikit jumlahnya.

Kendati demikian, tak banyak orang tahu soal jenis dan manfaat komponen yang menempel pada sepeda motor mereka. Maka dari itu pemilik motor kerap mengabaikan fungsinya.

Nah, berikut ini setidaknya ada empat komponen sepeda motor yang kerap dianggap tidak penting, sehingga jarang dilakukan perawatan. Padahal, jika dibiarkan atau dilepas komponen tersebut justru sangat beresiko.

Mau tahu apa saja komponen yang dimaksud, berikut daftarnya seperti dilansir Wahana Honda;

1. Jalu Stang / Bar-End

Jalu stang atau yang juga disebut bar-end adalah komponen yang berada di ujung kanan dan kiri kanan stang sepeda motor.

Walaupun bentuknya kecil, tapi tanpa komponen ini mampu jadi kendali sepeda motor. Pasalnya, fungsi jalu stang ini tak lain sebagai balancer yaitu penyeimbang di tuas kemudi pada sepeda motor.

Selain itu, jalu stang juga mempunyai fungsi untuk mengurangi getaran yang muncul di kemudi motor. Jadi jika dilepas, OLXer akan lebih merasakan getaran pada stang kemudi.

Terutama jika motor yang dipakai adalah motor sport. Dengan adanya jalu stang, resiko kecelakaan dipastikan akan berkurang.

2. Seal Shockbreaker

Komponen yang satu ini pasti jarang diperhatikan pemilik sepeda motor. Ya, Seal shockbreaker biasanya baru diperhatikan ketika oli shock sudah terlihat merembes ke berbagai titik.

Sebenarnya ketika cuaca sering hujan, OLXer harus lebih rajin membersihkan bagian shockbreaker dari sisa-sisa pasir yang menempel. Karena jika tidak dibersihkan, maka suatu saat membuat seal dari shockbreaker bocor dan ujung-ujungnya dilakukan penggantian.

Seal shock yang bocor wajib segera diganti. Jika terlalu lama justru akan cepat habis oli ada di dalam tabung shockbreaker.

Jangan biarkan seal shock ini bermasalah, apalagi bagian shock depan sudah mengeluarkan bunyi. Sebab, jika itu terjadi maka yang harus dilakukan adalah mengganti as shockbreaker karena sudah aus.

3. Minyak Rem

Salah satu hal penting tapi jarang di-notice oleh pemotor lainnya adalah minyak rem. Padahal jika dilihat dari fungsinya, minyak rem adalah salah satu hal yang paling penting yang ada di sebuah sepeda motor.

Selain memberikan pelumasan pada logam saat bergesekan, minyak rem juga berfungsi sebagai penyalur tenaga hidrolik pada sebuah sistem pengereman.

Kondisi minyak rem ini wajib banget untuk dicek secara rutin. Jangan sampai kondisi minyak rem yang jadi tidak layak sehingga membuat laju kendaraan jadi tak terhenti alias rem blong.

4. Behel / Planger Motor

Behel atau plunger pada motor biasanya sering dicopot dengan alasan bikin orang yang dibonceng tidak nyaman. Padahal fungsi dari behel ini juga sebagai penyeimbang untuk orang – orang yang dibonceng.

Dengan adanya behel, maka yang di bonceng jadi bisa berpegangan. Alhasil, sebagai driver bisa dengan nyaman untuk melakukan manuver.

Selain itu, planger atau behel dari motor ini fungsinya sebagai pelindung dari stoplamp belakang jika sedang membawa barang bawaan yang di ikat ke belakang. Alhasil, stoplamp aman dari benturan barang.

Nah, itu tadi beberapa part – part kecil yang mungkin sering dipakai pada sepeda motor, tapi kerap dilupakan manfaatnya.

 

Gokil, Pencurian Mobil Semakin Canggih Hanya Pakai Game Konsol

0

Berbagai fitur keamanan pada mobil dibuat sedemikian rupa oleh pabrikan untuk mencegah terjadi pencurian. Hanya saja, kita harus lebih ekstra hati-hati jika menyimpan mobil. Sebisa mungkin berikan perangkat keamanan tambahan agar terhindar dari pencurian. 

Namun OLXer perlu tahu, para pelaku pencurian rupanya kerap memiliki segudang akal dan selangkah lebih maju. Setidaknya hal ini juga dibuktikan oleh kawanan pencuri di Inggris, yang berhasil menggondol lima mobil Mitsubishi Outlanders. 

Para pencuri ini diketahui membawa lari mobil Mitsubishi Outlanders yang terparkir hanya dengan menggunakan konsol game yang disamarkan seperti mainan ‘Nintendo Game Boy’. Demikian dilansir BBC.

Komplotan pencuri tersebut kini sudah tertangkap kepolisian West Yorkshire, mereka adalah Dylan Armer (29 tahun), Christopher Bowes  (33 tahun) dan Thomas Poulson (31 ahun). Ketiganya tertangkap berkat rekaman CCTV di salah satu lokasi tempat dimana mereka beraksi. 

Saat digeledah, polisi menemukan hal ganjil di sebuah mobil milik para pelaku, yaitu adanya sebuah konsol Nintendo Game Boy yang tersembunyi di kompartemen rahasia di mobil tersebut. 

Usut punya usut, dihadapan polisi West Yorkshire, perangkat yang mirip Nintendo Game Boy seharga 20.000 Poundsterling merupakan alat canggih yang digunakan untuk menggasak mobil dan hanya hitungan detik.

Ya, ini tentunya bukan Nintendo Game Boy biasa. Tapi sebuah perangkat lain yang sudah di utak-atik para pelaku, dan casing diganti.  Meski cukup mahal, namun alat tersebut ternyata mampu memecahkan kode rahasia keamanan mobil dan menyalakan mesin yang kini semakin modern. 

“Seberapa cepat dan mudah gadget memberi mereka akses penuh terhadap kendaraan, disertai dengan komentar dan nada yang mengejek,” ungkap petugas Det Insp Kepolisian West Yorkshire, Vicky Vessey.

Karena itulah, kepolisian disebut akan mengerahkan pasukan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mendapatkan fakta-fakta pencurian dan kejahatan menggunakan perangkat canggih. 

Bagi polisi, kejahatan ini harus segera diselesaikan untuk mengurangi beban kesulitan, trauma dan ketidaknyamanan khususnya semua masyarakat yang menjadi korban pencurian tersebut. 

Disebutkan, bahwa pelaku Armer dijatuhi hukuman penjara selama 30 bulan,  sementara Bowes dan Poulson keduanya dikenai hukuman penjara 22 bulan, dan ditangguhkan selama dua tahun.

 

Keren, di Masa Depan Ban Mobil Akan Punya Sensor Pintar

0

Ban pada mobil sejatinya berfungsi sebagai penopang beban kendaraan, menyerap benturan, mentransmisikan traksi dan daya pengereman permukaan jalan, serta mengubah dan menjaga arah perjalanan. 

Namun OLXer harus tahu di masa depan, fungsi ban akan lebih canggih. Bahkan ban juga akan dapat ‘berbicara’ atau memberi tahu berbagai informasi kepada pengendara, berkat pengguna sensor pintar.

Setidaknya, penyematan sensor pintar tersebut kini sedang dikembangkan pabrikan ban asal Amerika Serikat, Goodyear, dengan memanfaatkan pengaplikasian Internet of Things (IoT) ke dalam ban mobil yang kini semakin populer. 

Berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (12/10/2021) dengan menggunakan sensor pintar, ban mobil semakin terkoneksi dengan internet, menciptakan integrasi sistem ban pintar dengan beragam perangkat digital.   

Menurut Goodyear, dengan menggunakan penyematan sensor ke dalam ban mobil maka akan memberikan beragam informasi penting mulai dari suhu jalan, traksi, juga akselerasi kendaraan dan tekanan ban. 

Dengan adanya sensor pintar dalam ban, maka ketika ban bekerja secara terus-menerus mengumpulkan data-data yang sulit dikumpulkan oleh pengemudi secara manual.  

Nah, jika terbacanya data-data tersebut, maka pengemudi akan mendapatkan peringatan tentang masalah ban yang muncul, sehingga pengemudi dapat melakukan antisipasi. 

Untuk sistem penyimpanannya, sensor tersebut akan mengirimkan peringatan melalui indikator tertentu (biasanya kedipan lampu) dan mengirimkan umpan balik kepada sistem pemeliharaan armada melalui telematika. 

Dengan adanya informasi tersebut, tentunya akan menjadi acuan bagi teknisi untuk melakukan perbaikan maupun penggantian berkala terhadap ban mobil. 

Seperti diketahui, sensor pintar yang ada pada ban mobil saat ini sudah semakin berkembang. Seperti halnya penyematan sistem manajemen tekanan ban yang dipasang secara internal yaitu TPMS = Tire Pressure Management System. 

Dengan fitur ini, faktanya sensor elektronik dirancang untuk dapat bertahan di dalam ban truk yang bergulir, dengan terus-menerus mengirimkan data tentang faktor operasional penting seperti suhu, tekanan udara, dan getaran. Penyematan TPMS menjadi lebih menantang dibandingkan sensor di luar ban dikarenakan lingkungan ekstrim dalam ban. 

Lalu bagaimana penggunaan sensor yang diterapkan dalam produk Goodyear? 

Perusahaan masih terus menguji beberapa ban purwarupa yang bisa terhubung secara ekstensif dengan berbagai perangkat. Penggunaan sensor mulai masuk pada beberapa konsep produk yang telah dikembangkan oleh Goodyear.

Salah satu ban konsumen yang kemungkinan akan disematkan sensor pintar yaitu Eagle 360 Urban. Ban ini dikembangkan dengan menerapkan pendekatan yang sama dengan ban bundar (spherical) yang dicetak 3D dengan polimer super-elastis dan disematkan dengan sensor yang mengirim data jalan dan ban kembali ke panel control. 

Dimana data tersebut kemudian diubah menjadi desain tapak yang akan merespons kondisi jalan terkini dengan cepat dan berbagi info kondisi dalam jaringan lebih luas. 

Selain itu, ban yang mungkin akan digunakan sensor pintar adalah ban konsep 3D Oxygene, lumut hidup dan fotosintesis digunakan untuk memberi daya pada elektroniknya. 

Listrik yang dihasilkan sendiri ini akan menggerakkan sensor yang terpasang, unit pemrosesan kecerdasan buatan, serta strip lampu yang menyala saat pengemudi mengerem atau mengubah jalur.

Penting diingat bahwa hingga sekarang ban pintar bersensor oleh Goodyear ini, belum tersedia untuk konsumen. Sebaliknya Goodyear masih terus mengembangkan ban baru yang akan mengubah peta industri ban, sehingga menjadi lebih kompetitif di masa depan.

 

NGK MotoDX Jadi Busi Pilihan Pembalap Motor PON XX Papua

0

News.OLX.co.id – Provinsi Papua saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat di seluruh Indonesia karena menjadi tempat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, yang berlangsung 6-9 Oktober 2021.

Dibalik pelaksanaan PON di wilayah yang memiliki alam yang cukup indah di ujung timur Indonesia ini, merek busi NGK juga ikut mengambil peran penting.

Lewat produk busi terbarunya, NGK MotoDX, produsen busi ini sukses mencuri perhatian di cabang balap motor.

NGK MotoDX menjadi busi resmi untuk cabang balap motor PON XX Papua.

Hal ini tidak lepas dari peran Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui Haji Eddy Saputra selaku Direktur Sepeda Motor & Offroad IMI Pusat yang mencoba memfasilitasi industri dan merekomendasikan busi NGK MotoDX di gelaran tersebut.

“Kami memilih komponen pendukung yang berkualitas tinggi dan dapat diandalkan agar gelaran cabor balap motor PON XX dapat berjalan lancar, agar para atlet dapat memacu motor mereka secara maksimal untuk meraih medali emas,” terang Haji Eddy Saputra dalam keterangan tertulis NGK Spark Plug, Rabu (6/10/2021).

Busi andalan NGK ini telah diluncurkan di Jepang tahun 2019 lalu dan mulai dipasarkan secara resmi oleh PT NGK Busi Indonesia pada awal tahun 2021 ini.

Rekomendasi penggunaan busi terbaru dari NGK ini untuk cabang olahraga (cabor) balap motor PON XX Papua ini dirasa tepat, karena khusus diciptakan bagi pecinta roda dua yang menginginkan performa lebih dari motor mereka. 

“Tentunya event PON XX kali ini bisa jadi ajang pembuktian kemampuan fitur elektroda ground D-Shape & centre electrode dengan logam mulia eksotis Ruthenium yang sangat langka di NGK MotoDX untuk mendongkrak performa Yamaha Jupiter MX King yang akan dilombakan,” terang Ardhieta Wicaksana sebagai Marketing Manager PT NGK Busi Indonesia. 

“Benar sekali untuk NGK MotoDX ini sangat istimewa, karena desain dan material yang digunakan busi ini memang difokuskan untuk optimalisasi pembakaran dan peningkatan performa mesin,” pungkasnya.

Big Love for MINI Enthusiast, Plaza MINI Senopati Resmi Dibuka

0

News.OLX.co.id – Di tengah kondisi yang cukup menantang, khususnya bagi merek kendaraan premium seperti MINI, menjaga momentum agar para pecinta merek mobil ikonik asal Inggris ini tetap menaruh minat adalah hal penting.

Itulah alasan mengapa BMW Group Indonesia sebagai agen pemegang merek (APM) MINI di Indonesia begitu agresif untuk meluncurkan produk-produk terbarunya.

Sejak awal tahun 2021 hingga saat ini, tercatat sudah ada 9 model MINI terbaru dirilis di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya yang cukup bervariasi. 

Kidd Yam, Head of MINI Asia mengungkapkan, “Indonesia memiliki posisi penting bagi brand MINI di Asia. Maka itu, sejak tahun 2018, brand legendaris Inggris ini dirakit di Indonesia. Hari ini, kami memperkuat posisi MINI di Indonesia dengan meresmikan jaringan diler resmi ke-5 yang diharapkan terus memperkuat positioning brand MINI di Indonesia melalui layanan premium di Plaza MINI Senopati. Peresmian hari ini juga akan menjadi momentum pendorong yang baik dimana sepanjang tahun MINI Indonesia telah meraih peningkatan penjualan tertinggi hingga 70% untuk periode Jan-Sep dibandingkan periode tahun sebelumnya (YTD 2021 vs 2020). Seluruh kombinasi tersebut saya percaya akan memperkuat posisi MINI sebagai manufaktur kendaraan premium compact di Tanah Air.”

Plaza MINI Senopati

Tapi tidak sekadar menghadirkan kendaraan terbaiknya saja, MINI Indonesia juga melakukan perluasan jaringan dealer resminya hingga ke kota-kota besar di Indonesia. 

Kamis, 7 Oktober 2021, MINI Indonesia menambah satu lagi dealer resmi MINI yang merupakan cabang dari PT Plaza Auto Raya bernama Plaza MINI Senopati di Jakarta.

“Hadirnya dealer resmi ke-5 MINI Indonesia hari ini membuktikan komitmen BMW Group dalam mengembangkan brand MINI di Indonesia, yang juga sejalan dengan kegiatan perakitan MINI Countryman yang terus diperkuat di Production Network 2, Gaya Motor, Sunter. Plaza MINI Senopati menjadi contoh bagaimana MINI dan mitra strategisnya PT Plaza Auto Raya dalam menawarkan konsep gaya hidup uplifting yang benar-benar mewakili brand legendaris ini, mulai dari lokasi yang erat dengan gaya hidup urban modern, konsep gedung yang ramah lingkungan, hingga MINI Customer Lounge yang memungkinkan pemilik dan fans MINI berkumpul untuk terus berkembang bersama. Meskipun pelanggan MINI sangat bervariasi, namun memiliki satu kesamaan yaitu Big Love for MINI,” ungkap Jodie O’tania, Director of Communications, BMW Group Indonesia dalam acara peresmian dealer. 

Sekilas Tentang Plaza MINI Senopati

Plaza MINI Senopati

Dealer baru MINI ini berada di Jalan Senopati nomor 53, Jakarta Selatan dengan luas bangunan hingga 1.081 m2.

Bangunan tersebut bergaya urban modern khas MINI sehingga sangat menarik perhatian.

“Area Senopati di Jakarta Selatan kerap kali dijadikan titik penting oleh para restauranteur, arsitek, interior designer, penggemar fashion hingga komunitas olahraga untuk bertemu, mengembangkan bisnis mereka, dan bersenang-senang. Lokasi ini juga kerap dijadikan tolak ukur terutama dalam hal trend gaya hidup,” ungkap Robert Wardhana, Chairman, PT Plaza Auto Raya – Plaza MINI.

Selain itu brand MINI memang dikenal sangat melekat dengan gaya hidup uplifting, bersosialisasi, dan cita rasa. 

Plaza MINI dilengkapi dengan ragam fasilitas terbaik seperti showroom dengan kapasitas display lima unit line-up kendaraan terbaru MINI, mulai dari MINI 3-Door, MINI 5-Door, MINI Cabrio, MINI Clubman dan MINI Countryman.

Juga dilengkapi dengan MINI Customer Lounge yang sangat berbeda dari dealer lainnya. Keunikan tersebut hadir dari lokasinya yang strategis dan juga konsep alfresco yang membuat penggemar dan fans MINI dapat menikmati kopi dari MINI Café sambil melihat gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk daerah SCBD Sudirman. 

Jam operasional dealer mulai pukul 08.30 hingga pukul 19.00 WIB setiap hari. Para staff siap untuk melayani penjualan, marketing, layanan pelanggan, dan kegiatan bisnis lainnya. 

Kegiatan purna-jual Plaza MINI Senopati didukung oleh flagship dealer Serpong yang memungkinkan perbaikan dilakukan dengan Plaza MINI Senopati pick-up point.

Penggemar brand MINI juga bisa melengkapi tampilannya dengan ragam MINI Lifestyle Collection fokus pada bahan dan desain premium dan tegas khas MINI, mulai dari T-shirt, aksesoris dan miniatur.

“Kedepannya, Plaza MINI akan terus kembangkan ragam inovasi dalam hal layanan dan memperluas jaringan di kota-kota besar di Indonesia,” pungkas Robert Wardhana.

Catat Rekor Baru, Tesla Kirim 241.300 Unit ke Seluruh Dunia

0

News.OLX.co.id – Tesla berhasil mencatat peningkatan signifikan untuk penjualan mobil listriknya secara global.

Pabrikan mobil bertenaga listrik ini di kuartal Juli hingga September 2021 mengirim hingga 241.300 unit, naik hingga 73% dari periode sama di tahun sebelumnya. 

“Tesla mencatat rekor pengiriman jumlah mobil di kuartal ketiga, jauh dari perkiraan prediksi Wall Street. Ini setelah Elon Musk memecut seluruh karyawannya untuk bekerja keras mendorong pengiriman di kuartal akhir,” tulis Nikkei Asia, Minggu (3/10/2021).

Sementara beberapa analis, termasuk data dari Refenitiv memprediksi Tesla hanya akan mampu mengirimkan sebanyak 229.242 unit karena terkait dengan krisis chip yang terjadi secara global.

Namun sekali lagi Tesla berhasil melewati krisis ini dibanding kompetitor lainnya dan mampu meningkatkan kembali angka penjualan hingga 20% dari catatan rekor kuartal sebelumnya. 

Elon Musk mengatakan krisis suku cadang yang sangat parah di awal kuartal ketiga lalu memang cukup berdampak, sehingga ia harus mengambil keputusan untuk terus mendorong pengiriman di akhir kuartal.

“Gelombang pengiriman akhir kuartal kali ini luar biasa tinggi,” kata Elon Musk dalam email ke internal perusahaan.

Ini sekaligus menandai kenaikan kuartal per kuartal selama enam kali berturut-turut. 

Di China sendiri, Tesla raih peningkatan ekspor ke Eropa serta berhasil memperkenalkan Model Y yang harganya lebih murah sehingga sukses meningkatkan angka produksi Tesla.

Di sisi lain, para pesaing Tesla seperti General Motors, Honda serta beberapa merek pesaing besar lainnya justru mencatat penurunan penjualan di Amerika Serikat pada kuartal ketiga karena dampak kekurangan chip berkepanjangan. 

Penjualan GM di Amerika pada kuartal ketiga turun hingga level paling rendah dalam satu dekade terakhir, hampir 33%.

Menurut Gary Black, portfolio manager di Future Fund dan Tesla Bull, menyebutkan bahwa rekor pengiriman Tesla periode ini juga didorong hasil yang diraih di China.

Sekaligus menepis rumor bahwa permintaan mobil Tesla di China sedang melambat akibat pengawasan dari regulator dan publik disana serta persaingan dari merek mobil listrik lokal. 

Sejauh ini Tesla memang belum merilis penjualan mereka di China pada bulan September. Namun di bulan Agustus pabrik mobil Tesla di Shanghai sudah mengekspor lebih dari dua pertiga jumlah total produksinya ke Eropa dan negara-negara Asia.

Kondisi tersebut membuat total produksinya di kuartal ketiga naik lebih dari 15% menjadi 237.823 unit kendaraan dari kuartal sebelumnya.