Beranda blog Halaman 1221

Jangan Teruskan Kebiasaan Buruk Isi Bensin Saat Tangki Benar-Benar Sudah Kosong, Ini Akibatnya!

0

News.OLX.co.id – “Bisa beli mobil tapi gak sanggup isi bensin”, ini adalah hal yang boleh dibilang aneh bin ajaib alias lucu.

Setiap orang yang memutuskan untuk beli mobil sudah pasti punya kewajiban untuk selalu bisa isi bensin. Jangan dibiasakan isi BBM ketika tangki sudah benar-benar kosong atau indikator BBM di layar MID sudah kedap-kedip berteriak minta tolong diisi bensin. 

Kondisi seperti ini bukannya jarang terjadi lho…..

Karena ternyata masih banyak kita temui pemilik mobil yang melakukannya.

Lalu masalahnya dimana? Selama mobil masih bisa dipakai menuju SPBU terdekat untuk melakukan pengisian bahan bakar, tentu tidak masalah bukan?

Buat yang mengerti sistem kerja mesin kendaraan, ini adalah sebuah kebiasaan buruk. Bahkan jika terlalu keseringan terjadi malah akan menimbulkan masalah besar.

Mau tau alasannya…

Tangki BBM jika dibiarkan dengan kapasitas bahan bakar yang isinya sangat sedikit rentan mengalami kondensasi karena space udara di dalam tangki juga besar. Ini yang sebenarnya yang bikin masalah.

Ujung-ujungnya kondisi di dalam tangki timbul karat. Fuel pump jadi bekerja tidak maksimal dan mudah rusak karena lebih banyak menyedot kotoran (serpihan karat). 

Menurut Rifat Sungkar, seorang pembalap sekaligus brand ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, kalau sudah mengalami kerusakan parah, pemilik mobil siap-siap saja keluar kocek dalam jumlah besar untuk biaya service-nya.

“Jadi saya tidak merekomendasikan untuk tangki dibiarkan kosong, karena bisa menyebabkan fuel pump overheat karena tidak ada yang disedot. Malah kotoran yang mengendap di dasar tangki yang tersedot. Ini pernah saya alami waktu balap di ajang WRC di Australia. Pada SS ke-13 mobil saya terpaksa berhenti karena tangki bahan bakar ada kerikil-kerikil kecil yang menempel di fuel pump. Saya pun tidak bisa melanjutkan balapan gara-gara kasus tersebut,” kenang Rifat Sungkar.

5 Kerugian Tangki Bahan Bakar Keseringan Dibiarkan Kosong

Menjaga tangki bahan bakar tetap terisi penuh sebenarnya merupakan kewajiban bagi setiap pemilik mobil. 

Jangan terlalu pelit dengan mengisi bahan bakar di mobil saat posisi bahan bakar sudah mentok di E (empty). 

Jika hal ini menjadi sebuah kebiasaan, mobil sebagus dan semahal apapun pasti jadi mudah rusak.

Yang awalnya kalian pikir ini adalah salah satu trik untuk menghemat pengeluaran, tanpa disadari justru berbalik akan merugikan kalian.

Ini 5 kerugian kalau kalian terlalu sering membiarkan tangki bahan bakar kosong:

Munculnya karat di tangki

Tangki yang lebih sering kosong bisa memicu korosi akibat ruang kosong yang terlalu lebar di dalam tangki terisi oleh angin akibat sedikitnya bensin. Bensin jadi lebih gampang menguap dan pada akhirnya menimbulkan karat pada dinding tangki. Serpihan karat tersebut juga akan mengendap di dasar tangki.

Filter bensin tersumbat

Kotoran-kotoran yang mengendap di dasar tangki tersebut juga menyebabkan filter bensin tersumbat karena tersedot oleh fuel pump. Apalagi jika kondisi tangki lama tidak dikuras dan diganti filter bensinnya.

Fuel pump cepat rusak

Selain berfungsi sebagai sumber proses pembakaran, bensin juga berfungsi untuk mendinginkan fuel pump. Dalam kondisi bensin full, pompa bensin tersebut akan terendam penuh di tangki bahan bakar. Sebaliknya, jika sering kosong maka fuel pump ini tidak terendam dan jika dipaksa terus bekerja bisa menyebabkan terjadinya overheat di bagian tersebut. Pompa bensin akan rusak sebelum waktunya.

Sistem pengapian terganggu

Fuel pump yang overheat atau rusak memicu kerusakan ke bagian mesin lainnya seperti pada sistem pengapian. Sistem pengapian yang terganggu ini jelas membuat mobil mogok atau tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. 

Indikator bensin jadi tidak akurat

Bukan itu saja, tangki bensin yang keseringan kosong juga ternyata bisa berdampak pada pelampung yang jadi indikator bensin di MID. Lama-lama jarum indikator bensin jadi tidak akurat. Bisa saja posisi jarum di huruf F (full), tapi kondisi tangki sebenarnya justru sudah kosong atau bensin-nya sisa sedikit. 

Kalau 5 hal tersebut sudah terjadi, seperti yang diinfokan di awal tadi, siap-siap saja ke bengkel dan bayar biaya perbaikan yang harganya cukup lumayan mahal.

Keuntungan Membiasakan Tangki Bensin Tetap Full

Dengan penjelasan di atas, jelas kalian sangat disarankan untuk menjaga posisi tangki bahan bakar terus terisi full. Jangan tunggu sampai bensin hanya sisa sedikit saja. 

Tetap menjaga tangki tetap terisi penuh atau minimal setengah dari kapasitas tangki akan sangat membantu menjaga keawetan komponen didalamnya. 

Keuntungan lainnya juga banyak lho…

Selain menjaga komponen tetap awet, kondisi tangki yang full juga membuat kalian tidak akan was-was ketika melakukan perjalanan jarak jauh yang tidak terduga atau direncanakan. 

Atau saat terjebak dalam kondisi kemacetan yang cukup parah dan panjang, karena ini biasa terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta.

Setidaknya kalian punya spare jarak yang lebih jauh dan lebih merasa percaya diri untuk sampai ke SPBU terdekat untuk melakukan pengisian kembali.

Hal terakhir yang harus kalian perhatikan adalah ketika isi bahan bakar, pilihlah jenis bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin mobil. 

Mesin mobil keluaran terbaru saat ini sudah tidak bisa lagi pakai bahan bakar yang Research Octan Number (RON) di bawah 90, contohnya jenis premium yang punya RON 88. 

Paling minimal pakai bensin jenis Pertalite dengan RON 90 atau Pertamax yang memiliki RON 92.

Bahan bakar berkualitas yang tersedia saat ini rata-rata sudah memiliki kandungan deterjen atau aditif pembersih tambahan yang membantu proses pembakaran lebih sempurna dan kondisi mesin selalu prima. 

Di 2035 Nanti, Kawasaki Hanya Akan Jualan Motor Listrik Saja

0

News.OLX.co.id – Sepeda motor berbahan bakar bensin nampaknya sudah semakin mendekati akhir masanya. Indikasi ini semakin kelihatan nyata setelah beberapa pabrikan motor besar sudah mengumumkan rencananya dalam menjual sepeda motor listrik.

Di tanggal 6 Oktober 2021 lalu, Kawasaki Heavy Industries Ltd., sudah mengumumkan rencana besarnya dalam memproduksi dan menjual hanya motor jenis listrik di Jepang dan Eropa pada tahun 2035 mendatang.

Namun sampai sejauh ini Kawasaki belum memutuskan apakah akan membangun model baru atau memproduksi motor yang sudah dijual selama ini dalam versi listrik.

Yang pasti, untuk awal Kawasaki akan mengembangkan motor model listrik dan model hybrid yang ditenagai listrik dan bensin. 

Tidak kurang dari 10 model motor listrik merek Kawasaki akan dipasarkan di negara-negara maju di 2025 nanti. 

Isu terkait emisi gas buang hingga nol persen sudah mendapat perhatian tidak hanya untuk industri kendaraan roda empat saja, melainkan juga industri kendaraan roda dua.

Juli lalu, Yamaha Motor Co. sudah lebih dulu mencanangkan 20 persen dari penjualan sepeda motornya secara global disumbangkan dari motor bertenaga listrik pada tahun 2035, kemudian mencapai 90 persen di tahun 2050.

“Regulasi mengenai keselamatan lingkungan kami harap dapat diperkuat secara global, dan menjadikan isu ini sebagai tantangan yang mendesak,” kata perwakilan Yamaha seperti dikutip dari The Asahi Simbun, Kamis (7/10/2021).

Saat ini Yamaha sudah memproduksi beberapa model motor listrik, namun rasio penjualannya masih kurang dari satu persen. 

Sementara Honda Motor Co. belum menargetkan secara spesifik terkait penjualan sepeda motor listriknya, tetapi mereka sudah memproduksi beberapa model motor listrik.

Rencana terdekat Honda adalah melakukan debut motor listriknya di tahun 2024 mendatang.

Diketahui, empat raksasa produsen sepeda motor, termasuk Suzuki Motor Corp, pada bulan Maret lalu sudah menyetujui standarisasi baterai yang digunakan untuk sepeda motor listrik. Dan secara bersama-sama akan mempromosikan gerakan “going electric” dengan meningkatkan fungsi kenyamanan baterai.

Itu artinya, siap-siap untuk mengucapkan selamat tinggal untuk motor-motor konvensional yang masih mengandalkan bensin sebagai bahan penggerak utamanya. 

Andalkan Keunggulan Pelumas Mobil1™, Dua Pembalap Red Bull Racing Honda Bersanding di Podium

0

News.OLX.co.id – ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) hadir di Indonesia dengan menawarkan produk-produk pelumas berkualitas untuk memenuhi kebutuhan para pemilik kendaraan roda empat Tanah Air.

Di tahun ini EMLI punya produk terbaru, yakni rangkaian produk Mobil Super™, terdiri dari Mobil Super™ All in One Protection, Mobil Super™ Friction Fighter dan Mobil Super™ Everyday Protection. 

Rangkaian pelumas Mobil Super™ ini punya keunggulan tersendiri dan sudah dilengkapi dengan spesifikasi standar industri terkini API SP. 

Kehebatan dari pelumas Mobil Super™ memang sudah tidak perlu lagi diragukan kemampuannya. 

Bahkan oli ini juga yang mampu mengantarkan duet pembalap Red Bull Racing Honda, Max Verstappen dan Sergio Perez menyandingkan juara 2 dan 3 di F1 Turki 2021, yang berlangsung pada hari Minggu, 10 Oktober 2021 kemarin.

“Selamat kepada Max dan Sergio! Merupakan pencapaian luar biasa dari untuk duo pembalap ini bisa bersama di podium setelah lalui balapan dengan kondisi lintasan diguyur hujan. Bahkan Verstappen sekaligus mengambil alih titel sementara Juara Dunia F1 2021. Sejalan dengan kemenangan ini kami mengajak masyarakat Indonesia untuk membuktikan keunggulan produk Mobil1™ dan Mobil™ pada kendaraan Anda,” ucap Rommy Averdy Saat selaku Mobil Consumer Brand General Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10/2021).

Podium ganda yang dipersembahkan oleh pembalap Red Bull Racing Honda ini mengulang kesuksesan di F1 Prancis beberapa waktu lalu.

Sekaligus menempatkan Max Verstappen di posisi puncak klasemen sementara Juara Dunia F1 2021, menggeser posisi Lewis Hamilton. Max Verstappen kini unggul enam poin di klasemen Juara Dunia F1 2021 dari Lewis Hamilton, dengan total 262,5 poin.

Max dan Perez berhasil membuktikan keunggulan terobosan baru pelumas mesin yang dikembangkan oleh Mobil 1™ bekerja sama dengan Honda Research & Development dan Red Bull Racing Honda, meskipun balapan berlangsung lebih sulit karena hujan yang mengguyur lintasan sejak awal lomba.

“Sebagai sebuah tim, finis kedua dan ketiga di sini adalah hasil yang bagus. Itu adalah balapan yang cukup mulus hari ini dan saya pikir secara umum kami memiliki hari yang baik. Balapan adalah tentang mengelola ban, untuk memastikan ban bertahan sampai akhir, yang berarti ini bukan balapan yang paling menyenangkan untuk dilakukan karena Anda selalu ingin melaju lebih kencang. Namun demikian, saya pikir kami memaksimalkan hasil hari ini dan bagus untuk memimpin Kejuaraan Pembalap lagi,” komentar Max Verstappen.

Sementara Sergio mengaku bahwa hasil balapan kali ini sangat spesial baginya.

“Podium ini sangat spesial karena ini bukan balapan yang mudah bagi saya. Terkadang sulit dan melelahkan, jadi saya sangat senang malam ini. Sudah lama sejak terakhir saya berada di atas sana (podium). Saya pikir ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari balapan ini. Ini adalah hasil yang bagus untuk tim dan sekarang kami menantikan Austin.” 

Dalam balapan yang berlangsung sebanyak 58 putaran ini, Sergio memang terus berupaya keras memacu kendaraannya dan bersaing ketat dengan Hamilton. 

“Semoga hasil kali ini menjadi semangat seluruh tim untuk mempertahankan posisi hingga akhir musim,” harap Rommy.

Pada balapan berikutnya yang akan berlangsung di Circuit of the America (COTA), 24 Oktober mendatang, Rommy berharap Max dan Sergio bisa kembali menunjukkan pelumas mesin Mobil 1™ bekerja optimal di RB16B.

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin ikut merasakan keunggulan performa pelumas yang digunakan oleh kedua pembalap F1 tersebut, dijelaskan Rommy bahwa produknya juga tersedia di pasar Indonesia seperti rangkaian produk pelumas Mobil1™ dan Mobil Super™..

Keunggulan Mobil Super™ All in One Protection memberikan perlindungan mesin kendaraan dari suhu yang semakin panas yang dapat diatasi oleh Full synthetic dengan Heat Activated Anti-wear Molecules, sedangkan Mobil Super™ Friction Fighter yang dilengkapi dengan lapisan perlindungan tambahan dari Friction Fighter Molecules memberikan kesempatan untuk lebih banyak perjalanan saat mesin terlindungi dari keausan, dan Mobil Super™ Everyday Protection dengan Extengine Molecules, membuat usia kendaraan lebih panjang untuk lebih banyak tujuan bersama keluarga.

Produksi Mobil Honda Masih Terkendala Krisis Komponen

0

News.OLX.co.id – Honda di bulan September 2021 lalu mencatat penjualan retail sebanyak 3.362 unit, dimana kontribusi penjualan terbesar berasal dari Honda City Hatchback RS yang terjual sebanyak 1.053 unit. 

Honda Brio yang awalnya selalu menjadi primadona konsumen kini berada di posisi kedua penyumbang penjualan terbesar dengan angka 1.027 unit (Honda Brio Satya sebanyak 811 unit dan Honda Brio RS sebanyak 216 unit).

Total penjualan dari Januari hingga Agustus 2021, Honda sudah membukukan angka penjualan sebanyak 68.376 unit, naik 23% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Meski demikian, penjualan Honda di bulan September lalu tidak sebanyak angka penjualan di dua bulan belakangan.

“Kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada konsumen atas permintaan yang masih tinggi terhadap produk-produk Honda, meskipun saat ini masih terjadi gangguan terhadap pengiriman mobil akibat kelangkaan komponen untuk produksi,” sebut Yusak Billy sebagai Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor dalam siaran pers, Senin (11/10/2021).

Krisis komponen yang terjadi secara global memberikan dampak berkurangnya produksi mobil Honda di Indonesia, terutama pada bulan Agustus dan September lalu.

Hal ini juga mengakibatkan terganggunya pasokan mobil untuk konsumen. 

Model mobil Honda yang terimbas rata-rata adalah mobil dengan volume produksi dan permintaan yang tinggi seperti Honda Brio, Honda HR-V, dan Honda CR-V.

Saat ini Honda sudah mulai melakukan peningkatan volume produksi secara bertahap dan terus berupaya untuk mempercepat pemenuhan permintaan konsumen.

“Kami mohon maaf kepada konsumen yang terpaksa harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan mobil mereka, dan saat ini kami sudah mulai dapat meningkatkan produksi serta mempercepat pengiriman mobil ke dealer-dealer kami di seluruh Indonesia. Kami akan berupaya untuk sesegera mungkin memenuhi permintaan konsumen Honda yang sudah melakukan pemesanan dalam satu sampai dua bulan ke depan,” tutup Yusak Billy.

Model lain yang masih sanggup menopang penjualan Honda di bulan September kemarin adalah Honda HR-V 1.5 L yang terjual sebanyak 690 unit dan New Honda CR-V sebanyak 175 unit. 

Sementara Honda Mobilio terjual sebanyak 127 unit, Honda BR-V sebanyak 125 unit, HR-V 1.8 L sebanyak 63 unit, New Honda Civic Hatchback RS sebanyak 60 unit dan New Honda Odyssey sebanyak 22 unit. 

Di segmen sedan, All New Honda Accord terjual sebanyak 12 unit dan Honda Civic sebanyak 6 unit. Honda City dan Honda Civic Type R masing-masing terjual sebanyak 1 unit.

Terinspirasi Penny-Farthing, e-Bike Ini Dibanderol 112 Juta Rupiah

0

News.OLX.co.id – Penny-farthing merupakan jenis sepeda unik yang muncul di Inggris Raya serta populer di era tahun 1870-an. Bahkan bisa disebut bahwa Penny-farthing adalah cikal bakal dari lahirnya sepeda era modern saat ini.

Sepeda unik ini punya ban depan dengan ukuran besar serta di bagian belakangnya menggunakan ukuran ban yang kecil, unik bukan?

Ditambah lagi karena sepeda klasik ini memiliki penggerak langsung, tidak menggunakan rantai dan roda gigi. 

Tinggal duduk di atas roda depan yang cukup tinggi dan mengayuhnya seperti sepeda biasa. Hanya saja tantangan terbesarnya adalah masalah keseimbangan pengendara agar tidak terjatuh.

Tapi kita tidak akan membahas bagaimana Penny-farthing ini sekarang. Karena jauh lebih menarik untuk membahas sebuah e-bike bernama CW&T Penny Pelican yang namanya terinspirasi dari Penny-farthing dan dan kasus medis militer Pelican-Hardigg.

Sepeda listrik ini memang bukanlah produk baru karena sudah resmi diperkenalkan di tahun 2018. Faktanya adalah e-bike ini hadir di masa orang belum terlalu menaruh perhatian akan tren sepeda listrik. 

Adalah toko desainer yang berbasis di Brooklyn, CW&T yang membuat sepeda listrik yang cukup ikonik ini. Konsepnya adalah membuat e-bike dengan ruang kargo yang cukup besar.

Saking besarnya ruang kargo yang tersedia, CW&T Penny Pelican bisa mengangkut orang dengan lebih nyaman.

Seluruh rangka yang terpasang memang dibuat khusus, bisa dibongkar dan disesuaikan berdasarkan keinginan pengendara. 

Berbeda dengan sepeda Penny-farthing yang pengendaranya duduk di atas roda depan berukuran besar, di Penny Pelican pengendara justru duduk di atas roda belakang yang ukurannya lebih besar dibandingkan roda depan (kebalikan dari Penny-farthing). 

Pedal terpasang langsung ke hub, jadi tidak perlu menggunakan roda gigi dan rantai dan motor penggerak terletak pada roda depan yang lebih kecil. 

Meski tidak merinci spesifikasi baterai, namun disebut motor penggerak tersebut memiliki daya 1000W yang memampukan e-bike tersebut melaju di kecepatan 37 km/jam. 

Sementara jika hanya mengandalkan kekuatan kaki (pedal), Penny Pelican hanya bisa melaju secepat 6,4 km/jam, sama dengan kecepatan rata-rata ketika berjalan kaki. 

Nah, ini yang istimewa dari e-bike CW&T Penny Pelican, karena casing yang terletak di antara dua roda bisa difungsikan sebagai ruang kargo dengan penambahan kotak kargo army. Dimana kotak ini bisa memuat dua anak kecil atau barang-barang lainnya, asalkan tidak lebih berat dari 80 pon dan kalian punya keterampilan lebih dalam mengendarainya. 

Sejauh ini tidak ada info apakah CW&T pernah menjual salah satu dari e-bike yang tampak unik ini, tetapi jika konsumen berminat bisa langsung memesannya. 

Untuk membangun satu unit e-bike CW&T Penny Pelican butuh waktu antara empat sampai enam minggu, karena proses pengerjaannya sangat detail, termasuk untuk membuat bingkai sepeda.

Banderol untuk satu unitnya mencapai USD $8.000 atau setara 112 juta rupiah, berminat?

Pameran Otomotif Terbesar di Indonesia Dipastikan Berlangsung, Aturan Prokes Ketat Berlaku

0

News.OLX.co.id – Menggelar sebuah pameran di tengah kondisi pandemi saat ini memang bukan sebuah perkara mudah. Setidaknya itulah yang dialami oleh GAIKINDO, penggagas event otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS).

Setelah mengalami dua kali masa penundaan, GIIAS tahun ini dipastikan terlaksana pada 11-21 November 2021 mendatang di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

“Kami sangat semangat menuju GIIAS di November ini, untuk terus mendorong pencapaian industri otomotif Indonesia yang telah menggeliat bangkit dengan perpanjangan PPNBM DPT, jadi dengan hadirnya GIIAS kami harap semakin meningkatkan gairah masyarakat,” ujar Yohannes Nangoi Ketua Umum GAIKINDO dalam siaran pers, Senin (11/10/2021).

Ia juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan GIIAS tahun ini juga sudah mendapat restu dari Kementerian Perindustrian serta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang. 

Dukungan terhadap pelaksanaan GIIAS 2021 juga datang dari anggota GAIKINDO yang sudah berkomitmen untuk ikut ambil di pameran tahun ini.

“Sebanyak 24 Merek kendaraan, termasuk kendaraan penumpang dan kendaraan komersial akan hadir pada GIIAS 2021 ini, dan masih dilengkapi dengan peserta-peserta dari industri pendukung otomotif yang juga akan tampil,” ungkap Rizwan Alamsjah, Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran GAIKINDO.

Puluhan merek kendaraan yang sudah pasti ikut adalah Audi, BMW, Daihatsu, DFSK, Hino, Honda, Hyundai, Isuzu, KIA, Lexus, Mazda, MG, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Renault, Suzuki, Toyota, VW, Wuling, serta dari kendaraan komersial, Isuzu, Hino, Mitsubishi Fuso, dan Scania.

“Setelah menjalani lebih dari 1,5 tahun tanpa GIIAS, para peserta telah menyampaikan antusiasme dan rencana mereka jelang November ini, dan yang pasti akan ada banyak perkenalan produk baru dari para peserta. Selain itu mobil-mobil listrik juga akan menjadi salah satu highlight di GIIAS nanti,” lanjut Rizwan. 

Persyaratan Masuk Pameran Secara Offline

Berbeda dari pelaksanaan pameran tahun-tahun sebelumnya, GIIAS 2021 hadir dengan berbagai aturan-aturan yang cukup ketat.

Hal ini mengingat masih adanya pandemi COVID-19 sehingga concern GAIKINDO lebih mengutamakan kesehatan seluruh pihak, baik peserta maupun pengunjung. 

“Kesehatan masyarakat tetap utama, jadi GAIKINDO akan memastikan jalannya GIIAS disertai protokol kesehatan yang ketat,” tutur Nangoi.

Setidaknya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seluruh pihak, baik itu peserta maupun pengunjung serta media yang hadir di lokasi pameran.

Syaratnya adalah seluruh pihak yang terlibat harus dalam kondisi sehat, sudah mendapatkan vaksin lengkap 2x dosis dan terdaftar di aplikasi PeduliLindungi.

Selama di area pameran, harus selalu menggunakan masker medis, mencuci tangan secara berkala dan selalu menjaga jarak. 

Bagi pengunjung, tiket masuk hanya bisa dibeli secara online melalui aplikasi GIIAS Auto360 dengan kehadiran pengunjung dibagi dalam tiga sesi setiap harinya. Ini untuk memastikan tidak terjadinya kerumunan pada area masuk pameran.

Oh ia, jangan berpikir masuk GIIAS 2021 bisa menyaksikan penampilan dari artis ataupun grup band favorit kalian, karena tahun ini GAIKINDO melarang peserta pameran untuk menampilkan performa dari artis, penyanyi dan grup band. 

Jadi pameran GIIAS 2021 memang khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud membeli mobil baru maupun yang kepo terkait perkembangan teknologi otomotif terkini.

Bahkan anak-anak usia di bawah 12 tahun pun tidak diperbolehkan hadir di area pameran selama 11 hari GIIAS 2021 berlangsung. 

“Kami percaya pecinta otomotif akan terus mendukung penyelenggaraan GIIAS dan industri otomotif Indonesia dengan hadir di GIIAS dan menjalankan prokes yang dibutuhkan, untuk saling menjaga dan memastikan agar selalu aman dan nyaman ke GIIAS,” tutup Rizwan.

Lebih Aman Bersepeda Pakai Helm Grin Miles

0

News.OLX.co.id – Kegiatan bersepeda memang menyenangkan dan juga menyehatkan. Bersepeda bisa meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi hingga mencegah penyakit jantung dan diabetes serta mengurangi risiko penyakit kanker. 

Tapi harus diperhatikan bahwa naik sepeda juga butuh perlengkapan yang proper.

Sepeda yang habitatnya juga di jalan raya seperti mobil dan motor dan kendaraan lainnya harus dilengkapi dengan safety gear untuk menjaga keselamatan.   

Sama dengan safety gear di motor, pengendara sepeda juga harus menggunakan helm atau pelindung kepala untuk menghindar dari cedera parah ketika terjatuh.

Sayangnya masih banyak penggemar sepeda atau para 'penggowes' yang belum menyadari pentingnya safety gear dan bersepeda tanpa dilengkapi helm serta pelindung tubuh lainnya.

Nah, bicara soal helm khusus sepeda, baru-baru ini PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan Grin Miles yang merupakan bagian dari innovation wearable product-nya.

Grin Miles adalah helm sepeda yang sudah dilengkapi banyak fitur tambahan yang memastikan keamanan dan kenyamanan ketika bersepeda. 

Helm sepeda ini sudah dilengkapi dengan fitur front light indicator, rear light indicator dan turning light indicator. 

“Turning light indicator memudahkan pesepeda memberikan tanda saat Ia akan belok kanan atau belok kiri kepada orang lain ataupun pesepeda lain di belakangnya. Semua fungsi lampu ini dikendalikan dari wireless remote yang dapat dipasang di handle bar,” ujar Prihatanto Agung Lesmono selaku Presiden Direktur ASKI menjelaskan keunggulan helm sepeda Grin Miles dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Fungsi elektrik yang ada di helm sepeda dalam bentuk lampu signal ini dilengkapi rechargeable battery yang bisa bertahan selama 4 jam pemakaian non-stop. 

Proses pengisian daya baterai juga sangat singkat, hanya butuh waktu 70 menit sampai siap digunakan dalam kondisi full. 

Selain itu helm sepeda Grin Miles juga punya water resistant level IPX2, jadi aman dan tidak mudah rusak meskipun dipakai saat turun hujan. 

Keunggulan lainnya terletak pada strap atau tali yang bisa diatur dengan mudah untuk menyesuaikan ukuran kepala pesepeda, dan ventilasi yang cukup banyak untuk menambah kenyamanan saat bersepeda. 

Terkait kualitasnya, Grin Miles merupakan produk yang sudah lulus uji keselamatan helm standar Eropa, yaitu EN 1078. 

Pilihan warna yang ditawarkan pun cukup beragam, yakni ada lima warna, mulai dari Red on Jet Black, Black Carbon, Orange Sky, Apollo White, dan Sky Blue yang pastinya semakin mendukung tampilan saat bersepeda.

Di periode peluncuran, yakni 8-15 Oktober 2021, kalian bisa memiliki helm sepeda Grin Miles ini dengan harga promo Rp 495.000, namun terbatas hanya untuk 500 pembeli pertama saja. 

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Grin Miles dan produk lainnya, bisa dilihat di Instragram @aski_innovation dan website www.grin.co.id. 

Daftar Stasiun Pengisian Mobil Listrik dan Cara Pengisian Dayanya

0

Kendaran listrik kini tengah digalakkan pemerintah Indonesia. Hal ini dilakukan agar kualitas udara menjadi lebih bersih.

Dengan menggunakan kendaraan listrik baik berjenis mobil atau sepeda motor, maka dipercaya dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change.

Ya, Indonesia yang turut serta dalam acara tersebut telah berkomitmen untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan menjadi 41 persen dengan kerja sama internasional dari kondisi business as usual (BaU) pada tahun 2030 mendatang.

Tidak hanya itu, guna mendukung tercapainya langit biru, Presiden RI Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Kendala kendaraan listrik di Indonesia

tempat pengisian kendaraan listrik ESDM
Salah satu lokasi tempat pengisian kendaraan listrik. (ESDM)

Meski kendaraan listrik terasa begitu banyak dibicarakan, namun hingga saat ini penjualannya masih sangat kecil.

Nah, diketahui selain harga kendaraan listrik khususnya mobil yang masih tergolong mahal, kendala kendaraan listrik masih kurang popular di Indonesia diketahui karena infrastruktur.

Dalam hal ini, masyarakat masih ragu menggunakan mobil listrik karena kekhawatiran jika mobil mogok karena kehabisan daya, maka sulit untuk mencari tempat pengisian ulang baterainya.

Beda dengan mobil konvensional yang masih minum bahan bakar minyak (BBM), ketika mobil akan kehabisan bahan bakar maka Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) banyak dijumpai, baik milik PT Persero maupun swasta.

‘Telur dan Ayam’ persiapan kendaran listrik

Ya, mungkin banyak yang menyebutkan jika masalah mobil listrik dan fasilitas infrastruktur layaknya fenomena telur dan ayam. Dimana satu sisi dalam hal ini pabrikan menganggap bisa membuat kendaraan listrik, tapi menunggu kebijakan pemerintah termasuk infrastruktur.

Sedangkan pemerintah sendiri masih mencoba melihat seberapa siap dan banyak persiapan pabrikan akan produk kendaraan listrik untuk dipasarkan.

Seperti diketahui, dari segi pabrikan, saat ini ada beberapa pabrikan otomotif khususnya mobil sudah memiliki produk-produk tanpa bahan bakar minyak masuk ke Indonesia seperti Renault Twizy, Hyundai Ioniq, Hyundai Kona, Lexus UX300e, Nissan Leaf, DFSK Gelora E, Tesla Model S, Model X dan Model 3.

Sementara itu, pemerintah diketahui melalui Kementerian ESDM juga telah menyusun Grand Strategi Energi Nasional (GSE) dengan salah satu programnya yaitu penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Dalam program tersebut, pemerintah ingin menurunkan impor bahan bakar minyak setara 67 ribu bopd dari penggunaan 2 Juta unit mobil dan 13 Juta unit motor. Jika hal ini ditekan, diketahui dapat menghemat devisa sebesar US$1,6 miliar dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 6,66 juta ton CO2e sampai dengan tahun 2030.

Dalam rangka mendukung program KBLBB, pemerintah sendiri telah menyusun Roadmap Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Bahkan diketahui hingga tahun 2021 akan dibangun 572 SPKLU dan diharapkan sampai dengan tahun 2030 akan terbangun 31.859 SPKLU.

SPKLU ini berlokasi di pusat perbelanjaan, area perkantoran, bandara, SPBU, apartemen dan pool taxi.

Sedangkan untuk SPBKLU hingga tahun 2021 akan dibangun 3.000 unit dan diharapkan menjadi 67.000 unit pada tahun 2030.

Daftar stasiun pengisian mobil listrik

SPKLU Lampung
Ilustrasi SPKLU di Lampung. 

Seperti yang telah disebutkan di atas, semakin bermunculan kendaraan listrik pemerintah sendiri rupanya tak tinggal diam. Sebaliknya mereka telah melakukan scenario untuk memuluskan penggunaan kendaraan listrik secara masal.

Nah, jika OLXer ingin tahu soal seberapa banyak jumlah SPKLU/Charging Station saat ini, ternyata per 1 September 2021, jumlah SPKLU mencapai 166 unit di 135 lokasi tersebar di Sumatera hanya tiga unit, DKI Jakarta mencapai 75 unit, Banten sebanyak 15 unit, Jawa Barat tercatat 26 unit, Jawa Tengah-DI Yogya terdata enam unit, Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara Barat sebanyak 27 unit dan Sulawesi hanya 4 unit.

Sementara itu untuk SPBKLU sebanyak 74 unit di 73 lokasi, dimana letaknya terdapat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Nah, salah satunya terdapat dua unit di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan.

Dengan total 12 unit SPKLU di sembilan lokasi yang telah siap komersialisasi karena telah memenuhi syarat 3 plug dan mendapat Nomor Identitas SPKLU.

Nah, jika OLXer memang sedang ingin menggunakan kendaraan listrik namun khawatir daya baterainya habis, yuk cek lokasi SPKLU per September 2021:

SPKLU di Mall dan Kantor PLN

1. Senayan City, Jakarta Pusat

2. AEON Mall – Serpong, Tangerang

3. Tangerang City Mall, Tangerang

4. Supermall Karawaci, Tangerang

5. PLN UID Jaya-Jakarta Pusat

6. PLN UID Jaya-UP3 Bulungan Jakarta Selatan

7. PLN UID Jabar-Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat

8. PLN UID Jawa Tengah dan Yogyakarta

9. PLN UID Jawa Timur-ULP Embung Wungu

10. PLN Rayon Mattoangin Makassar, Sulawesi Selatan

11. PLN UP3 Situbondo, Jawa Timur

12. PLN UIW Suluttenggo, Manado, Sulawesi Utara

13. PLN Kompleks Mega Mas Manado, Sulawesi Utara

14. PLN UIW Nusa Tenggara Barat

15. PLTU Paiton

16. PJB Kantor Pusat-Surabaya, Jawa Timur

SPKLU di SPBU

1. SPBU Kuningan Rasuna Said, Jakarta Selatan

2. SPBU Fatmawati, Jakarta Selatan

3. SPBU MT Haryono, Jakarta Selatan

4. SPBU Lenteng Agung, Jakarta Selatan

5. SPBU Rawa Bokor Soetta, Tangerang

6. SPBU Shell Pluit, Jakarta Utara

7. SPBU Shell Antasari, Jakarta Selatan

SPKLU di Gelanggang Olahraga

1. Gelanggang Olahraga Jakabaring-Palembang, Sumatera Selatan

SPKLU di Bandara

1. Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

SPKLU di ruas tol

1. Rest Area Jakarta-Surabaya KM 207 A Palikanci

2. Rest Area Jakarta-Surabaya KM 208 B Palikanci

3. Rest Area Jakarta-Surabaya KM 379 A Batang

4. Rest Area Jakarta-Surabaya KM 379 B Batang

5. Rest Area Jakarta-Surabaya KM 519 A Sragen

6. Rest Area Jakarta-Surabaya KM 519 B Sragen

7. Rest Area Bakauheni-KayuAgung KM 20 B Lampung

8. Pintu Tol Jasa Marga Bali

SPKLU perkantoran

1. Kantor BPPT-Thamrin

2. Kantor Medco Energic-SCBD

3. Kantor Starvo Indonesia-PIK

4. Kantor BPPT-Serpong

5. Kantor PT LEN-Bandung.

SPKLU di dealer resmi

1. Dealer resmi Mitsubishi (17 unit)

2. Dealer resmi Hyundai (74 unit)

3. Dealer resmi Mercedes-Benz (1 unit)

4. Dealer resmi BMW (2 unit).

SPKLU di pool taksi

1. Pool Taksi Blue Bird

Biaya pengisian kendaraan listrik

Tak sedikit yang penasaran jika kendaraan listrik disebut juga lebih terjangkau jika mengisi dayanya. Namun yang perlu diketahui, untuk tarif tenaga listrik SPKLU sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 tahun 2016. Dimana disebutkan, SPLU masuk dalam tarif tenaga listrik untuk keperluan layanan khusus dengan besaran Rp 1.650/kWH.

Konsumen yang melakukan pengisian di SPKLU dikenakan tarif listrik pada kisaran Rp1.644,52 per kWh hingga Rp2.466,78 per kWh.

Menurut wakil Direktur PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, ketika menggunakan kendaraan listrik baik mobil maupun motor, maka untuk 1 liter bensin bisa menempuh jarak 10 km setara dengan 1 kWh listrik. Artinya, apabila harga 1 liter bensin dibanderol sekitar Rp9.000, sedangkan 1 kWh listrik saat ini dikenakan Rp 1.650.

Oia, untuk 1 liter bensin itu dengan kandungan karbon sekitar 700 gram dan dapat menempuh perjalanan 10 km dengan emisi CO2-nya sebanyak 2,4 kg, sedang 1 kWh listrik dengan emisi karbon yang dihasilkan dari produksi di PLN adalah sebesar 850 gram CO2.

Cara mengisi baterai mobil listrik

Untuk mengisi baterai mobil listrik, sejatinya tak jauh berbeda dengan mengisi baterai seperti smartphone atau lampu emergency. Karena yang terpenting adalah adanya sumber listrik, adaptor, dan konektor menuju baterai.

Nah, yang perlu diketahui adalah untuk pengisian daya baterai mobil listrik, ada dua yaitu: on-board charger dan off-board charger.

1. On-board Charger

On-board charger adalah pengisi daya dari jenis mobil listrik yang sudah terpasang charger-nya di dalam mobil. Listrik yang masuk menggunakan arus bolak-balik (AC). On-board charger inilah yang berfungsi sebagai adaptor yang mengubah arus bolak-balik (AC) dari luar menjadi arus searah (DC) lalu daya dimasukkan ke dalam baterai.

2. Off-board Charger

Off-board charger adalah pengisi daya dari jenis mobil listrik yang charger-nya terpisah, tidak menjadi satu dengan sistem pengisian baterai dalam mobil. Listrik yang masuk adalah arus searah (DC) dan langsung dimasukkan dalam baterai.

Mobil listrik kebanyakan menggunakan sistem pengisian daya on-board charger. Untuk jenis off-board charger jarang ditemui, namun beberapa mobil listrik mendukung off-board charging.

Apabila dilihat dari jenis arus listrik saat pengisian, maka akan dibagi menjadi dua, antara lain:

Pertama, arus bolak-balik (AC). Arus AC ini pun juga masih dibagi menjadi 3 lagi. Ada pengisian arus AC lambat, arus AC cepat, dan arus AC induksi.

Kedua, arus searah (DC), biasanya ditemui di kasus off-board charging. Meskipun ada dua jenis arus saat pengisian, baterai tetap menyimpan arus DC.

Cara pengisian daya di SPKLU

Jika OLXer memiliki mobil listrik dan ingin mengisi daya di SPKLU, maka akan menggunakan fast charger sehingga dijamin lebih cepat terisi, bahkan bisa sekitar satu sampai tiga jam.

Lain halnya jika menggunakan mobil listrik di rumah, pengisian nya bisa lebih lama bahkan lebih dari lima jam, sampai baterai terisi penuh.

Namun begitu, untuk mengisi baterai di SPKLU milik PLN ada caranya yaitu:

1. Pastikan mengunduh aplikasi yang ditawarkan PLN bernama Charger.IN.

2. Lakukan registrasi dan isi saldo menggunakan platform pembayaran yang saat ini dapat dilakukan dengan akun LinkAja

3. Cari SPKLU terdekat melalui aplikasi Charger.IN

4. Gunakan colokan atau gun yang sesuai dengan charging port kendaraan

5. Kemudian buka Kembali aplikasi Charge.IN, lalu pilih Charging

6. Scan barcode yang tersedia di SPKLU, yang ada di bagian atas connector charger

7. Masukan jumlah kWh untuk mobil listrik OLXer. Biasanya akan terlihat berapa biaya pengecasan secara otomatis

8. Konfirmasi pengisian dan bayar menggunakan LinkAja

9. Tunggu proses pengisian hingga indikator pada konektor pengisian dan kendaraan bakal menyala sampai pengisian selesai

 

4 Tips Aman Naik Sepeda Motor Kopling Saat Melewati Tanjakan dan Turunan

0

Ribet, begitulah jika ada yang menyebut ketika menggunakan motor sport yang dilengkapi kopling. Padahal bagi sebagian orang, mengendarai motor kopling dapat memberikan kesan sporty dan macho pada penunggangnya.

Tidak hanya itu, hingga saat ini pun keberadaan motor kopling tetap jadi pilihan masyarakat. Untuk mengetahui kenapa motor kopling tetap dipilih lihat artikel 6 Alasan Motor Kopling Manual Masih Banyak Peminat.

Namun yang jadi masalah yaitu naik motor kopling memang tidak semudah mengendarai motor bebek maupun skuter matik. Karena otak kita harus bekerja sama ketika tangan memainkan tuas kopling dan gas.

Pasalnya, terkadang jika tak ahli menggunakan kopling, maka motor selalu akan mati sebelum melaju. Terlebih ketika kondisi jalan yang hendak dilalui merupakan tanjakan dan turunan, tentu akan lebih mencemaskan.

Karena itu sebaiknya OLXer tahu cara mengendarai motor kopling sebelum dipacu. Apalagi harus melewati tanjakan dan turunan. Nah, Bagaimana caranya? Berikut ini ada beberapa tips dari dealer motor Honda Wahana yang bisa OLXer terapkan:

1. Ajak yang sudah berpengalaman

Hal pertama yang paling penting adalah berdoa agar selamat sampai tujuan. Kemudian, ajak teman yang sudah berpengalaman, untuk mempelajari cara mengendarai motor kopling, harus tetap diawasi selama perjalanan.

Cara mengendarai motor kopling sendiri sebenarnya sangat mudah. OLXer hanya harus membiasakan tangan kiri untuk melepas kopling di saat yang benar.

Nah, kapankah saat yang benar untuk melepas kopling? Akan lebih mudah jika  menggunakan intuisi saat sudah menaiki motor. Dengan melatih intuisi dan feeling, OLXer tidak akan kesulitan mengendarai motor dengan transmisi manual manapun.

2. Menuju ke tanjakan

Setelah merasa lancer melaju di jalanan datar, maka saat melaju di tanjakan. Karena jalan raya gak melulu datar, kadang menanjak, menurun dan berkelok. Lakukan hal ini jika kamu mengetahui ada tanjakan di depan:

• Jaga kecepatan agar tidak turun, modal awal menaiki tanjakan adalah kecepatan yang stabil dan cenderung semakin tinggi.

• Pastikan ada di persneling 3. Jangan masukkan gigi lebih dari 3 karena persneling yang besar gak akan kuat untuk mendorong motor dari tanjakan.

• Ketika kecepatan melambat seiring menanjaknya motor, turunkan persneling di gigi 2. Moto akan sedikit meraung karena di gigi 2 motor akan mendapatkan daya dorong yang lebih optimal daripada gigi persneling sebelumnya.

• Jika masih dirasa tidak kuat untuk menanjak, segera oper ke gigi satu. Ingat, pastikan di gigi satu jangan sampai salah oper ke gigi netral, bukannya menanjak malah mundur teratur motornya.

• Setelah sampai di ujung tanjakan, maka bersiaplah untuk menemui tanjakan atau mungkin turunan yang ada di depan nanti.

3. Jangan menaikkan gigi persneling saat masih menanjak

Ada beberapa larangan tentang cara mengendarai motor kopling di tanjakan. Salah satunya adalah mengoper persneling ke gigi yang lebih besar.

Walaupun dalam kecepatan yang tinggi, hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan. Ditakutkan motor akan kehilangan daya dorong, dan membuat pengendara panik sehingga motor mati di tengah perjalanan.

Selain itu tidak disarankan untuk mendahului pengendara lain pada tanjakan, kecuali pengendara tersebut berjalan sangat pelan dan memang layak untuk disusul.

4. Tanjakan udah, saatnya turunan

Motor Kopling
Ilustrasi mengendarai motor kopling saat melewati jalanan menurun. (Shutterstock)

Ketika sudah melalui tanjakan, itu artinya kita siap maju selangkah untuk mempelajari motor kopling. Walaupun awalnya sulit, nantinya keahlian ini akan membuatmu nyaman berkendara.

Nah karena harus tau bagaimana cara mengendarai motor kopling di tanjakan dan turunan. Ini adalah tips untuk OLXer saat melalui turunan menggunakan motor kopling.

• Waspada akan adanya gang dan potensi keluar masuknya kendaraan dari samping.

• Gunakan engine brake untuk membantu pengereman.

• Gunakan persneling tiga untuk kenyamanan dalam turunan.

• Jika turunannya benar – benar sepi dan kamu sangat mengenal jalannya, kamu bisa membuat mesin loss dengan cara menarik tuas kopling, sehingga kamu bisa menghemat penggunaan bahan bakar motor.

Tapi OLXer harus hati – hati, karena dengan menarik tuas kopling motor akan melaju kencang di turunan karena tidak terbebani putaran mesin.

 

Menko Marves Luhut Pandjaitan Minta Wuling Beralih ke Mobil Listrik Secepatnya

0

Populasi mobil listrik di Indonesia memang masih sangat kecil. Bahkan, meski beberapa brand otomotif kini mulai memasarkan mobil listrik di Indonesia, namun belum ada yang memproduknya di dalam negeri.

Hal ini pula membuat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan turun tangan. Bahkan pada Kamis (30/9/2021), Luhut langsung mengunjungi pabrik PT SGMW (Wuling Motor Indonesia) di Karawang, Jawa Barat.

Disebutkan, kedatangan Luhut yang ditemani Menteri Perhubungan Budi Karya, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Ayodhia Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Septian Hario Seto, untuk  peninjauan dan mencari tahu perkembangan produksi mobil listrik.

Di pabrik yang sudah resmi berdiri sejak tahun 2017, Luhut melihat langsung bagaimana memproduksi berbagai jenis mobil. Termasuk menjajal mobil listrik Wuling yang memiliki bentuk mungil.

Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A Mencoba Berkendara dengan Mini EV Didampingi Arif Pramadana
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, mencoba mengendarai Wuling Mini EV. (Wuling)

Dia pun punya harapan, merek mobil asal China itu, dapat merambah ke pasar mobil listrik yang lebih ramah lingkungan.

 “Kalau bisa (mobil listrik Wuling) dipasarkan secepatnya, akhir 2022, agar masyarakat bisa beralih ke mobil listrik lebih cepat,” ungkap Menko Luhut.

Tanggapan Wuling Indonesia

Bagi Wuling, memasuki era elektrifikasi kendaraan listrik di Indonesia pada dasarnya bukan perkara sulit. Pasalnya, di negara asalnya, China, Wuling sudah memiliki beberapa mobil listrik mulai dari E100, E200, E300, hingga Mini EV.

Bahkan menurut President Director Wuling Motors Shi Guoyong, mobil listrik yang dipasarkan di Tiongkok penjualannya sudah tembus di angka 200.000 unit (Januari-Juli 2021) dan diklaim menjadi nomor satu.

Para Menteri dapat merasakan langsung kendaraan listrik Wuling dan mencoba inovasi yang terdapat pada E100 dan Mini EV
Para Menteri dapat merasakan langsung kendaraan listrik Wuling dan mencoba inovasi yang terdapat pada E100 dan Mini EV. (Wuling)

Lantas apakah Wuling Indonesia akan menggarap mobil listrik?

“Kami serius untuk membawa teknologi dan juga berinvestasi dalam rangka memasuki era elektrifikasi kendaraan. Tentunya, Wuling juga membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem EV di Indonesia,” ungkap Shi Guoyong.

Dia juga mengatakan, jika saat ini Wuling Motor telah mengembangkan teknologi yang dapat di pasangkan dengan platform Global Small Electric Vehicle (GSEV). Kata Shi Guoyong, platform ini bisa digunakan pada kendaraan penumpang dan logistik tanpa pengemudi, serta telah memiliki konektivitas 5G, dan komputasi awan.

“Dengan demikian, Wuling sudah memiliki rangkaian produk EV dan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia,” ujarnya.