Jumat, Oktober 9, 2026
Beranda blog Halaman 1378

Catat, Ini Aturan Berkendara Selama PSBB di Jakarta

0

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan, hari ini, Senin (14/9/2020) Ibukota menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penularan Covid-19 yang mengalami peningkatan sejak awal September 2020.

Menurut Anies, dengan kembali menerapkan PSBB maka hal ini diharapkan bisa menekan kasus yang bermunculan di klaster perkantoran.

“Ini berlaku selama dua pekan ke depan. Dan bila di pasar, di pusat perbelanjaan, di gedung perkantoran ditemukan kasus positif, maka bukan saja kantor atau penyewa di lantai tertentu, tapi seluruh gedung akan ditutup selama tiga hari operasi,” ungkap Anies saat siaran pers, di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020) sore.

Kendati PSBB diterapkan, setidak terdapat 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi namun tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Kata Anies, untuk bidang transportasi khususnya yang menunjang mobilitas penduduk, hal tersebut harus mengikuti beberapa aturan, termasuk mengurangi kapasitas penumpang.

“Kapasitas maksimal dari kendaraan umum atau kendaraan adalah 50 persen, meneruskan seperti yang ada sekarang,” jelas mantan rektor Universitas Paramadina tersebut.

Lebih lanjut, Anies juga mengatakan, akan ada pembatasan frekuensi layanan dan armada. Lalu, transportasi darat kereta dan kapal penumpang juga diatur dengan pembatasan jumlah penumpang per kendaraannya.

“Adapun kendaraan pribadi, hanya boleh diisi maksimal dua orang per baris kursi, kecuali bila kendaraan pribadi mengangkut keluarga yang berdomisili satu rumah. Tapi, bila tidak satu domisili, maka harus mengikuti ketentuan maksimal 2 orang per baris,” ucapnya.

Selama PSBB jilid kedua ini, maka kebijakan Ganjil Genap di wilayah Jakarta ditiadakan. Selain itu, motor berbasis aplikasi diperbolehkan untuk mengangkut barang dan penumpang dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun untuk detail dari aturan-aturan ini akan disusun melalui SK Kepala Dinas Perhubungan.

 

 

SIKM Tak Berlaku Selama PSBB, Tapi…

0

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai hari ini, Senin (14/9/2020). Kendati demikian, mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan umum dan pribadi masih diperbolehkan dengan aturan yang sudah ditetapkan sesuai Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB.

Oia, di masa PSBB saat ini berbeda dengan PSBB sebelum masa transisi, dimana tidak ada penerapan Surat jin Keluar masuk (SIKM) bagi masyarakat yang hendak keluar masuk ibukota. Hal ini pun diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Akan tetapi situs resmi Kementerian Perhubungan, persayaratan penumpang antar kota akan tetap mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 9 tahun 2020 dimana syarat Rapid test (hasil non reaktif) atau tes PCR (hasil negatif) juga masih akan diberlakukan.

“Berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI yang telah berlangsung selama beberapa hari, pengendalian transportasi yang dilakukan tetap mengacu pada Permenhub 41 Tahun 2020 dan aturan turunannya yaitu Surat Edaran Menhub yang telah diterbitkan pada 8 Juni 2020 lalu,” ungkap  disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, 

Kementerian Perhubungan juga memastikan pengendalian transportasi yang diberlakukan tetap sesuai dengan Permenhub 41 Tahun 2020 beserta aturan turunannya yaitu Surat Edaran Menhub tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di sektor transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian yang diterbitkan pada 8 Juni 2020 lalu.

Menurut Adita, berbagai pihak dalam bidang transportasi sudah dilakukan koordinasi termasuk dengan para operator transportasi agar terus melaksanakan protokol kesehatan dengan pengawasan yang ketat mulai dari keberangkatan, saat perjalanan, sampai di area kedatangan. 

Para operator prasarana dan sarana, lanjut Adita, harus memastikan semua protokol yang telah tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan no 11 (transportasi darat), No 12 (transportasi laut), No 13 (transportasi udara) dan No 14 (transportasi Kereta Api) terlaksana sesuai ketentuan. 

Selain itu, baik penumpang maupun petugas wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Sedangkan operator wajib memastikan pembatasan kapasitas maksimal penumpang, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer dan penyemprotan desinfektan pada sarana dan prasarana transportasi secara berkala untuk mencegah penularan Covid-19 di area transportasi publik.

Adapun sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta, pembatasan jam operasional dan pembatasan kapasitas maksimal penumpang hingga 50 persen, masih diterapkan di moda transportasi publik perkotaan seperti di Trans Jakarta, MRT, LRT, KRL Jabodetabek, Taksi dan Angkot. 

Hal ini juga masih sama dengan ketentuan untuk transportasi antar kota di semua sektor (udara, laut, darat dan kereta api) dimana tidak mengalami perubahan.

Sementara, penerapan kebijakan ganjil genap untuk kendaraan pribadi ditiadakan, dengan pembatasan kapasitas (2 orang per baris), kecuali berasal dari satu domisili yang sama. 

Sedangkan, untuk sepeda motor baik itu yang digunakan untuk keperluan pribadi maupun ojek (termasuk berbasis aplikasi) tetap diperbolehkan membawa penumpang dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Dengan kedisiplinan ini kita akan melindungi diri sendiri maupun penumpang lain di sarana dan prasarana transportasi, yang pada akhirnya akan membantu memutus mata rantai penularan Covid 19,” tutup Adita. 

 

Intip Keunggulan Teknologi DNGA Punya Daihatsu, Mobil Apa yang Cocok Untuk Indonesia?

0

Inovasi yang diciptakan perusahaan otomotif di dunia dapat memberikan efek positif terhadap keberlangsungan sebuah produk yang diciptakan. Hal ini pula dilakukan pabrikan otomotif Daihatsu yang kini semakin gencar menggarap produk-produk dengan menerapkan platform terbaru berbasis Daihatsu New Global Architecture (DNGA).

Sejatinya, Platform DNGA sudah dikembangkan Daihatsu Jepang sejak 2017, dimana untuk membuat sebuah mobil jadi lebih cepat. Saat ini platform DNGA sendiri memiliki konsep 1-1-1-1 dimana filosofi artinya yaitu 1 gram, 1 milimeter, 1 sen, dan 1 detik.  

Menurut Marketing Product Planning Div Head PT Astra Daihatsu Motor Anjar Rosjadi makna dari konsep tersebut adalah bahwa Daihatsu mempertimbangkan berbagai aspek mendetail, mulai dari bobot, harga, hingga waktu proses pengembangan.

“Dibandingkan sebelumnya, kendaraan Daihatsu belum optimal, dengan DNGA lebih enak dan bahan bakar minyak irit,” ungkap Anjar saat video conference bersama awak media beberapa waktu lalu.

Disisi lain, kata Anjar, dengan mengusung DNGA, Daihatsu kini memiliki beberapa teknologi canggih dan memungkinkan penerapannya bisa dilakukan di semua model.

Secara teknis, platform DNGA memiliki banyak keunggulan seperti pada penerapan seluruh fitur teknologi canggih yang dimiliki Daihatsu, dapat diimplementasikan ke semua model Daihatsu apapun yang telah berbasis DNGA. Selain itu, platform ini juga memiliki waktu yang lebih cepat dalam proses pengembangan atau perubahan desain di setiap modelnya.

Hingga saat ini, Daihatsu di Jepang telah merilis tiga model barunya yang menerapkan platform baru ini, yaitu New Tanto, Rocky, dan New TAFT.

Lantas kapan Daihatsu akan membawa produknya berbasis DNGA ke Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing PT ADM Amelia Tjandra mengatakan dengan santai bahwa sebaiknya konsumen untuk menunggu, sebab DNGA saat ini lebih banyak digunakan untuk Kei Car.

“Tapi Kei Car tidak cocok dengan karakteristik orang Indonesia. Tunggu pada waktunya pasti, ini pembukaan dulu edukasi tentang DNGA dulu,” ujarnya.

Kendati demikian, bahwa angin yang berhembus bahwa produk Daihatsu ber teknologi DNGA akan meluncur di Indonesia seperti Rocky akan meluncur di Indonesia di tahun depan. Ehm, benar atau tidak kita tunggu saja di tahun depan.

 

Sudah Tak Dijual di Dealer, Ini Harga Mobil Bekas Mitsubishi Kuda

0

Mitsubishi Kuda, mobil yang satu ini memang sudah tak lagi diproduksi dan dijual perusahaan Mitsubishi di Indonesia. Namun mobil yang satu ini sempat melejit pamornya sejak 1997 sampai 2003.

Jauh sebelum Mitsubishi Xpander jadi andalan Mitsubishi Indonesia di segmen Multi Purpose Vehicle, nama Mitsubishi Kuda justru lebih dulu hadir di pasar otomotif nasional dan digadang-gadang menyaingi Toyota Kijang.

Namun kehadiran Mitsubishi Kuda di Tanah Air bisa disebut prematur, karena hanya bertahan enam tahun dan akhirnya menyerah. Di Filipina sendiri, Mitsubishi Kuda dijual, dan akhirnya distop penjualannya pada 2018 lalu.

Oia, fakta dibalik Mitsubishi Kuda yaitu, bahwa mobil ini bukanlah mobil yang khusus dipasarkan di Indonesia saja, melainkan ditargetkan untuk pasar Asia dan dibuat di Taiwan.

Selain itu, nama Mitsubishi Kuda juga berbeda-beda disetiap negara, seperti halnya di China, mobil ini disebut Freeca yang diambil dari kata Free (Inggris: Bebas) dan Ca (Taiwan: Kendaraan).

Sedangkan di Jepang mobil ini disebut dengan nama Mitsubishi Furika, kemudian di Filipina disebut Mitsubishi Adventure, kemudian Vietnam disebut Mitsubishi Jolie. Selain itu, mobil ini juga ada yang menyebutnya dengan nama Africar Landio dan juga Africar Jockey.

Meski di Indonesia Mitsubishi Kuda baru seumur jagung, namun faktanya mobil ini memiliki beberapa varian berbeda, seperti Grandia Limited R-Limited (2003), Sporty Edition (2003), Grandia (2001-2006), Super Exceed (1997-2000), Diamond (2001-2006), GLS Limited (2000), GLS (1998-2001), Deluxe (2001-2006), dan GLX (1997-2000).

Mesin Mitsubishi Kuda memiliki dua pilihan mesin yaitu mesin bensin 1.6 L dan 2.0 liter, serta mesin diesel 2.5 L (4D56).

Untuk mesin bensin 1.6L mengusung kode mesin 4G18 S3, memiliki SOHC, 16 katup, dan sistem karburator menghasilkan tenaga hingga 90 Tenaga kuda pada 5.500 rpm, dan torsi 133,4 Nm pada 4.000 rpm.

Sedangkan mesin bensin 2.0L dengan kode mesin 4G63 S4, SOHC, 16 katup, ditambah sistem bahan bakar injeksi (MPI) mampu memuntahkan daya hingga 114 Tk pada 5.000 rpm, dan torsi 158,9 Nm pada 3.000 rpm.

Semenetara itu, untuk Mitsubishi Kuda mesin diesel berkapasitas 2.5L dengan kode mesin 4D56, dilengkapi SOHC, 16 katup yang dapat menyemburkan daya 84 dk pada 4.200 rpm, dan torsi puncak 164.8 Nm pada 2.500 rpm.

Jika OLXer berniat membeli mobil Mitsubishi Kuda, tidak ada salahnya untuk mencari di situs jual beli OLX.co.id. Sebab di situs ini masih banyak mobil Mitsubishi Kuda dengan kondisi dan harga sesuai budget.

Ya, Mitsubishi Kuda di OLX.co.id ada yang menjual dengan harga Rp 33,5 juta untuk model GLX rakitan tahun 2000. Jika berminat mobil ini dimiliki seseorang berinisial Fahrizal di sekitar Cilandak, Jakarta Selatan.

Selain itu, ada juga Mitsubishi Kuda tipe Dluxe tahun 2003 yang dijual seseorang berinisial Doni Imprata di Bayung Lencir, Banyuasin, Sumatera Selatan dengan harga Rp 35 jutaan.

Memang Mitsubishi Kuda bekas saat ini dijual dengan range puluhan juta rupiah. Akan tetapi ada juga yang dibanderol Rp 100 jutaan seperti Mitsubishi Kuda Grandia diesel lansiran 2003 milik penjual berinisial arfannurrohman31 di Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Perlu dicatat, jika OLXer memang berniat membeli mobil Mitsubishi Kuda bekas jangan heran kalau satu model dan tahun produksinya sama namun harganya berbeda-beda.

Sebab, untuk menentukan harga sebuah mobil bekas bisa tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi mobil, jarak tempuh, kelengkapan surat-suratnya, serta lokasi si penjual.

Belum lagi harga mobil bekas bisa saja tinggi, karena sang pemilik sangat rajin merawat mobilnya, serta pajak dibayar tepat waktu. Jika OLXer memang berniat mencari mobil Mitsubishi Kuda bekas bisa lihat di sini.

 

Menperin Usulkan Pajak Mobil Baru 0 Persen Hingga Akhir Tahun 2020

0

Pandemi Covid-19 berdampak negatif pada sejumlah sektor. Industri otomotif pun turut menjadi korbannya. Penjualan mobil menurun drastis sehingga dibutuhkan sebuah stimulan untuk bisa membuatnya pulih.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). Upaya ini diharapkan dapat menstimulus pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi Covid-19.

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru 0 persen sampai bulan Desember 2020,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Menperin menjelaskan, upaya pemangkasan pajak pembelian mobil baru tersebut diyakini bisa mendongkrak daya beli masyarakat. Tujuannya yakni untuk memulihkan penjualan produk otomotif yang tengah turun selama pandemi.

“Kalau kita beri perhatian agar daya beli masyarakat bisa terbantu dengan relaksasi pajak, maka kita terapkan. Kemudian pada gilirannya bisa membantu pertumbuhan industri manufaktur di bidang otomotif tersebut,” jelasnya.

Selama pandemi Covid-19 kinerja industri otomotif pada semester pertama 2020 terbilang lambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hanya saja, sejak semester kedua tahun ini, mulai ada perkembangan yang positif.

“Oleh karena itu, kami berharap relaksasi pajak tersebut bisa segera dijalankan agar bisa memacu kinerja industri otomotif di tanah air dan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya. 

Diketahui, dampak pandemi Covid-19 bagi aktivitas industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya. Padahal, industri otomotif memiliki turunan begitu banyak, mulai dari tier 1, tiar 2 dan usaha lainnya.

Sebelumnya, relaksasi pajak pembelian mobil baru sempat digaungkan Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. Menurutnya, industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli.

“Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulasi daya beli, tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah. Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik,” terangnya.

Sebagai informasi, masyarakat yang membeli mobil dikenakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 73 tahun 2019, yakni sebesar 15-70 persen untuk kendaraan bermotor angkutan orang.

Besaran tarif disesuaikan dengan jumlah maksimal muatan setiap kendaraan, dan juga isi silinder.

 

 

Layanan Baru DFSK, Berkunjung ke Dealer Lewat Handphone

0

Jakarta segera kembali memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total, bukan lagi transisi seperti yang diterapkan saat ini. Aturan tersebut mulai efektif berlaku per 14 September 2020 mendatang.

Ini artinya, kegiatan ekonomi mungkin bisa jadi kembali terhambat. Seperti kejadian beberapa bulan lalu dimana tidak ada aktivitas di gedung-gedung perkantoran, semua diarahkan bekerja dari rumah.

Aturan ini juga berimbas pada sektor otomotif. Jaringan layanan penjualan dan after sales merek-merek mobil dan motor harus kembali ditutup. 

DFSK nampak sudah siap dengan wacana terbaru Pemerintah Provinsi DKI ini. Keengganan konsumen untuk menghindari area-area publik dan ramai, termasuk berkunjung ke dealer mobil, membuat DFSK harus beradaptasi kondisi dan memberikan kemudahan bagi konsumen yang hendak membeli mobil tanpa harus berkunjung ke dealer.

Hal ini diwujudkan DFSK dengan menghadirkan layanan Intelligent Shopping Experience, dimana konsumen bisa berkunjung ke dealer resmi DFSK cukup melalui handphone. 

“Pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang ini berdampak kepada perubahan gaya hidup masyarakat, yang meminimalisir berkunjung ke tempat ramai dan memaksimalkan teknologi digital untuk berbagai kebutuhannya. Hal ini yang coba ditangkap oleh DFSK dengan menghadirkan Intelligent Shopping Experience sebagai solusi bagi konsumen yang ingin merasakan suasana dealer tanpa harus berkunjung ke sana,” ungkap Deputy Marketing Director PT Sokonindo Automobile, Major Qin, melalui keterangan resminya, Kamis (10/9/2020).

Intelligent Shopping Experience bisa didapatkan oleh seluruh konsumen DFSK di seluruh Indonesia dengan cara berkunjung ke www.dfskmotors.co.id/i-Shoppingexp. 

Konsumen cukup mengisi formulir yang sudah disediakan dan mengatur jadwal dengan dealer DFSK.

Di waktu yang sudah ditentukan, tim sales terbaik DFSK akan tersambung melalui video call dan siap melayani konsumen dengan suasana di dealer resmi DFSK. Tim sales juga siap memberikan informasi selengkap-lengkapnya, termasuk langsung menunjukan kendaraan yang dimaksud mulai dari DFSK Glory i-Auto, DFSK Glory 580, DFSK Glory 560, dan DFSK Super Cab melalui sambungan video call.

“Keterbatasan yang ada sekarang ini akibat pandemi tidak bisa menghalangi kami berinovasi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh konsumen DFSK, baik dari kendaraan-kendaraan berkualitas, layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, purna jual yang terjamin, hingga dukungan dari tenaga-tenaga ahli kami di seluruh Indonesia. Intelligent Shopping Experience salah satu bentuk dari penerjemahan kami dari All for Customers yang menjadi motto berbisnis DFSK di Indonesia,” pungkas Major Qin.

Langkah Konkret ExxonMobil Berpacu Menuju Tiga Besar Industri Pelumas Nasional

0

Tahun 2020 menjadi tahun penuh tantangan bagi industri akibat hadirnya pandemi COVID-19. Hampir seluruh lini industri terimbas, termasuk industri pelumas.

Termasuk PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) yang dua tahun belakangan sedang gencar-gencarnya melakukan penetrasi di pasar otomotif Tanah Air dengan mengakuisisi PT Federal Karyatama, ikut merasakan tantangan tersebut. 

Apalagi visi dan misi EMLI cukup jelas, menjadi pemain utama di bisnis pelumas dan meraih pangsa pasar nomor besar ketiga di Indonesia.

Berbagai langkah konkrit dilakukan, termasuk reaksi terhadap peluang baru dan tren konsumen yang muncul selama pandemi. 

“Langkah pertama sudah pasti adalah melakukan konsolidasi ke dalam, bagaimana kami mengintegrasi dua produk yang masing-masing punya kekuatan unik,” papar Patrick Adhiatmadja selaku Head of Indonesia Lubricants Market Indonesia PT EMLI, Rabu (9/9/2020). 

Menurutnya kolaborasi ExxonMobil dan Federal Oil membuat daya dobrak merek ini ke pasar domestik menjadi lebih baik. 

“Seperti yang kita tahu Federal Oil punya brand positioning yang cukup kuat di Indonesia,” akunya. 

Berbagai inovasi program juga dihadirkan bagi konsumen setia dan pengguna kendaraan roda empat dan roda dua di Indonesia, seperti pelayanan servis di rumah, program berhadiah, launching produk baru, edukasi dan seminar mengenai teknologi pelumas melalui media-media digital, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna menjaga keselamatan dan keamanan berbagai pihak yang terlibat. 

“Kami terus melakukan berbagai upaya dan penyesuaian diri dengan adaptasi kebiasaan baru ini, agar dapat terus mempertahankan eksistensi di pasar otomotif Indonesia. Upaya integrasi jaringan yang kami lakukan sejak 2018 berjalan sesuai rencana, dan memberikan dampak positif bagi efektifitas dan efisiensi waktu, biaya, serta sejumlah aktivitas operasional lainnya dalam mendistribusikan produk kami ke pasar. Kedepannya kami berharap dapat terus memperluas area, dan memperkuat jaringan pemasaran produk kami, sehingga memberikan dampak pada pertumbuhan pangsa pasar dan pencapaian perusahaan,” terang Patrick.

Bahkan kegiatan edukasi serta webinar terkait teknologi pelumas diakuinya sangat efektif dalam meraih konsumen. 

“Lewat acara webinar sehari sekali yang kami lakukan dari Juni hingga Juli kita bisa mendapatkan hingga 5.000 konsumen baru,” sebutnya.

Pelayanan konsumen di masa pandemi ini juga terus ditingkatkan agar masyarakat semakin aware dengan merek oli Mobil™.

“Kita tidak semata-mata melihat semuanya dari kacamata bisnis, mendukung bengkel-bengkel yang menjual produk kita, tidak seperti itu. Banyak yang kita lakukan untuk meraih konsumen. Salah satunya bekerjasama dengan Grab dalam menyediakan sekat pemisah antara supir dan penumpang. Sementara untuk meraih konsumen secara langsung di masa pandemi, kita melakukan kerjasama dengan bengkel-bengkel online,” tambah Patrick. 

Pablo Conrad selaku Marketing Director PT EMLI menambahkan bahwa masa seperti ini bukan menjadi alasan bagi perusahaan untuk cuek terhadap konsumen pengguna pelumas Mobil™ dan Federal Oil.

“Kami terus berupaya menghadirkan program-program pemasaran dengan memaksimalkan pemanfaatan media digital, yang hasilnya kami rasakan sangat positif. Kami berharap dan tetap optimis pemulihan perekonomian global dapat segera normal kembali, khususnya di Indonesia,” tutup Pablo Conrad.

“Berbagi Untuk Negeri” Astra Financial Donasi 15 Ventilator, 5 Unit Untuk Jawa Tengah

0

Semakin meningkatnya data masyarakat terpapar virus COVID-19 di Indonesia mendorong Astra Financial, sebagai salah satu dari tujuh divisi bisnis yang ada dalam Grup Astra di bawah PT Astra International Tbk, kembali hadir untuk berbagi.

Sesuai dengan motto Nurani Astra “Berbagi Untuk Negeri”, kali ini Astra Financial menyerahkan 5 ventilator kepada Ganjar Pranowo selaku Gubernur Provinsi Jawa Tengah. 

“Astra benar-benar merasa terpanggil dengan kondisi saat ini. Oleh sebab itu, Astra mengupayakan pengadaan ventilator di beberapa provinsi, dimana hari ini adalah penyerahan pertama dari Astra Financial sebanyak 5 unit ventilator yang berasal dari PT Astra Sedaya Finance (ACC) sebanyak 3 unit, dan PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) sebanyak 2 unit. Kami berharap Bapak Gubernur bisa menerima dengan baik bantuan Astra Financial ini untuk diserahkan ke rumah sakit yang membutuhkan,” tutur Suparno Djasmin, Director In Charge (DIC) Astra Financial dalam siaran pers, Rabu (9/9/2020). 

Sebelumnya, di bulan April 2020, Grup Astra melalui PT Astra International Tbk pada tahap pertama sudah membagikan 30 ventilator kepada 3 rumah sakit yang menjadi rujukan pasien COVID-19 di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto (15 unit), Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet (10 unit), dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso (5 unit).

Kemudian, 10 ventilator yang merupakan tahap kedua, sudah disalurkan ke Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua pada bulan Juni – Juli lalu. Astra Financial juga membantu menyerahkan 2 unit ventilator di Sumatera Utara.

Di tahap ketiga, Grup Astra juga akan menyerahkan 40 unit ventilator, di mana Astra Financial mendapat porsi 15 unit ventilator yang diawali dengan penyerahan 5 ventilator di Provinsi Jawa Tengah ini. 

“Sesuai dengan arahan Astra International Tbk kami kebagian 15 unit ventilator untuk diserahkan kepada pihak yang membutuhkan dalam merawat pasien COVID-19. Ini merupakan kontribusi dari perusahaan Astra Financial, yaitu PT Federal International Finance (FIFGROUP), PT Astra Sedaya Finance (ACC), PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), dalam membantu masyarakat di masa pandemi ini,” ungkap Suparno.

Selanjutnya, dalam waktu dekat akan diserahkan juga 10 ventilator lainnya, 8 unit ventilator dari PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang dibagikan ke Sumatera Utara (3 unit), Jawa Barat (1 unit), Singkawang (1 unit) Nusa Tenggara Barat (1 unit), Bali (2 unit), serta 2 unit ventilator dari PT Astra Sedaya Finance (ACC) yang diserahkan ke Jawa Barat.

Permintaan Home Test Drive Suzuki XL7 Melonjak Tinggi

0

Tren beli mobil baru sekarang sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Kalau dulu konsumen harus mendatangi showroom mobil atau sengaja datang ke pameran hanya untuk cari informasi soal model mobil terbaru sekalian mengujinya (test drive), sekarang tidak lagi.

Cukup buka handphone lalu ketik alamat website dari merek mobil yang dituju, konsumen juga bisa mendapatkan layanan seperti saat berkunjung ke showroom langsung.

Termasuk juga fasilitas test drive sebelum konsumen benar-benar memutuskan untuk melakukan pembelian mobil baru.  

Suzuki merupakan salah satu merek mobil yang mengedepankan sistem digital dalam pelayanannya, merasakan betul tren perubahan yang terjadi di tengah kondisi saat ini. 

Antusiasme konsumen Suzuki untuk mengajukan test drive melalui website terus meningkat. 

“Lebih mudah dan tidak makan waktu” mungkin itu alasan paling mendasar sebagian konsumen yang merasa lebih nyaman memanfaatkan platform digital membeli mobil baru saat ini.

Data internal Suzuki mencatat bahwa total angka pengajuan test drive berbagai tipe mobil Suzuki lewat website mencapai 955 orang untuk periode Januari sampai Agustus 2020. Naik 128 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu layanan pengajuan test drive, baik untuk home test drive maupun test drive di dealer, website resmi Suzuki terus menerima peningkatan pengajuan setiap bulannya. 

Kenaikan angka pengajuan home test drive terlihat sejak Juni lalu. Jika rata-rata di lima bulan pertama tahun 2020 hanya berkisar 50 orang, di tiga bulan terakhir angkanya naik mencapai 236 orang. 

“Tren permintaan test drive melalui website terus meningkat. Kesehatan dan keselamatan konsumen dan karyawan kami optimalkan, sesuai dengan protokol kesehatan melalui layanan home test drive. Layanan ini kami berikan untuk mempermudah konsumen yang ingin melakukan pembelian namun mengurangi interaksi langsung di dealer,” ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat menjadi daerah yang mendominasi angka pengajuan home test drive melalui website. 

Sedangkan untuk produk, dari seluruh model Suzuki, XL7 menjadi mobil yang paling banyak diminta untuk dilakukan home test drive ataupun test drive di dealer yaitu sebesar 58,6 persen, disusul oleh All New Ertiga sebanyak 14,5 persen.

Khusus untuk pengajuan home test drive, Suzuki memastikan setiap mobil yang diantar ke rumah konsumen sudah dibersihkan dan disemprot cairan desinfektan yang sesuai. 

Petugas yang mengantar dan menemani sesi test drive pun menggunakan masker, sarung tangan, serta menjaga jarak aman. 

“Untuk persyaratan pembeliannya pun tak perlu khawatir, karena bisa dilakukan secara daring. Kami sangat berterima kasih karena Suzuki tetap dipercaya sebagai produsen mobil-mobil berkualitas, salah satunya XL7. The Extraordinary SUV ini dengan cepat menjadi primadona masyarakat karena tampilannya yang berkarakter, banyak memiliki fitur mutakhir seperti smart e-mirror, warnanya unik, muat untuk 1 keluarga, dan harganya kompetitif. Kepercayaan konsumen kepada Suzuki membuat kami selalu berupaya memberikan yang terbaik melalui produk dan layanan yang mengutamakan kemudahan, kenyamanan dan keselamatan,” pungkasnya.

Bagi konsumen yang ingin mengajukan test drive dengan mudah dan cepat bisa langsung mengunjungi website www.suzuki.co.id.

Pertamina, Premium dan Harapan Langit Cerah

0

Masyarakat Indonesia tentu sudah sangat akrab dengan jenis BBM (bahan bakar minyak) yang diproduksi oleh PT Pertamina (Persero). 

Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite adalah jenis BBM yang bisa djiumpai di ribuan SPBU Pertamina dari Sabang sampai Merauke.  

Namun diantara keakraban kita dengan produk BBM Pertamina sebagai badan usaha milik negara satu-satunya penyedia minyak dan gas di Indonesia, sebenarnya masih banyak juga orang yang kurang mengerti tentang pemilihan bahan bakar berkualitas untuk kendaraannya. 

Tapi sebelum OLX bahas hal ini lebih jauh, ada baiknya kita kenali dulu secara umum jenis BBM yang disediakan oleh PT Pertamina (Persero), sehingga setelah membaca tulisan ini, kita jadi lebih mengerti dan tidak akan salah pilih.

Research Octan Number VS Cetane Number 

Mesin kendaraan roda empat terbagi dalam dua jenis, bensin (gasoline) dan diesel (gasoil). Sementara untuk sepeda motor umumnya hanya menggunakan mesin bensin. 

PT Pertamina (Persero) menyediakan BBM untuk semua jenis mesin tersebut dan membaginya ke dalam dua jenis utama, pertama BBM gasoline dan kedua BBM gasoil untuk mesin diesel.

Untuk bisa tahu bahan bakar apa yang sesuai, setiap pemilik kendaraan harus mengenali terlebih dulu jenis mesin kendaraannya. 

Kedua mesin ini membutuhkan jenis bahan bakar berbeda dan tentunya harus yang berkualitas. Kualitas BBM untuk mesin bensin (gasoline) bisa dilihat dari kandungan oktan-ya yang dikenal dengan sebutan Research Octan Number atau RON. 

RON merupakan angka yang menunjukkan seberapa tinggi tekanan yang akan diberikan sampai akhirnya bahan bakar akan terbakar secara spontan. Semakin tinggi kandungan oktan-nya, maka semakin baik kualitas BBM dan performa yang akan dihasilkan oleh mesin.

Sementara untuk mesin diesel (gasoil), kualitas BBM-nya diukur dari nilai Cetane Number (CN) produknya. Semakin tinggi kadar CN produk gasoil maka semakin baik juga kualitas dan kinerja mesin yang menggunakan bahan bakar tersebut.

Efek Negatif Menggunakan BBM Berkualitas Rendah

Khusus untuk tulisan kali ini, OLX mau mengajak pembaca untuk lebih fokus pada pembahasan soal pemilihan bahan bakar berkualitas pada mesin bensin.

Mesin bensin atau gasoline selalu bergantung pada angka RON yang terkandung di dalamnya. Seperti yang sudah OLX singgung di atas, semakin tinggi kandungan oktan-nya, maka semakin baik pula kualitas BBM dan performa yang akan dihasilkan oleh mesin.

Sampai saat ini, PT Pertamina (Persero) masih menyediakan Premium, jenis BBM gasoline dengan kandungan oktan paling rendah (RON88). Kemudian berturut-turut ada Pertalite (RON90), Pertamax (RON92) dan Pertamax Turbo (RON98).

Bahkan Pertamina juga punya Pertamax Racing (RON100) untuk kebutuhan BBM mobil dengan spesifikasi kompresi mesin yang sangat tinggi seperti di mobil peruntukan balap.

Nah, sekarang kalau bicara mesin bensin kaitannya dengan jenis bahan bakar, tentunya harus sesuai dengan kebutuhan kompresi dari mesin itu sendiri. Semakin tinggi kompresi mesin kendaraan sudah pasti butuh BBM dengan angka oktan yang juga tinggi. 

Seperti yang kita ketahui, teknologi mesin kendaraan saat ini rata-rata sudah memiliki kompresi yang tinggi, sehingga sangat tidak kompatibel jika tetap menggunakan Premium dengan kandungan oktan rendah.

“Banyak kita dapati di SPBU, mobil paling laris di Indonesia, saya tidak usah sebut merek, antri isi Premium. Padahal jelas-jelas dari buku panduan mobil, bahkan dipertegas di kaca belakang dengan tulisan “Octane Number 92”, diharuskan ‘minum’ jenis BBM dengan RON minimum 92,” ujar Probo Prasiddhahayu, Pertamina Sales Area Manager Retail Banten dalam acara NGOVID (Ngobrol Virtual Dulu) FORWOT dan PT Pertamina (Persero), Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, kebiasaan ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik, jangka pendek maupun jangka panjang. 

“Jangka pendek tentunya kita akan merasakan kurangnya tenaga mesin dan tidak optimal. Pernah ada komplain dari konsumen, katanya mobil ini irit, tapi kok lebih boros? Ya jelas lebih boros! Premium ada kandungan timbal yang cukup besar, sehingga secara otomatis banyak BBM yang terbuang sia-sia akibat pembakaran kurang sempurna sehingga cenderung lebih boros,” jelasnya.

Efek lainnya disebut Probo mesin jadi 'ngelitik' kemudian oleh pemilik mobil dibawa ke bengkel untuk melakukan tune up.

“Persoalannya bukan di tune up, tapi salah menggunakan jenis bahan bakar. Pas servis kelihatan ada oksidasi, sehingga biaya perawatan yang tadinya mungkin hanya butuh ganti oli secara berkala saja, jadi merembet ke urusan servis lain-lain, bayarnya lebih mahal,” lanjutnya. 

Akibat menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan kompresi mesin adalah piston menjadi rusak dan timbul kerak yang mengharuskan proses turun mesin. Artinya durability mesin tidak berumur panjang. 

Kualitas BBM Rendah Juga Berdampak Negatif Bagi Lingkungan

OLX tadi bicara bagaimana efek dari bahan bakar dengan kualitas rendah terhadap performa mesin kendaraan. Tapi sebenarnya efeknya tidak cukup hanya sampai disitu saja. Lebih luas lagi bisa memberi dampak yang buruk juga bagi lingkungan. 

“Gas buang kendaraan hasil dari pembakaran yang tidak sempurna, mungkin tidak langsung terlihat dampaknya, tapi kita bisa lihat langit Jakarta yang semakin pekat, semakin tidak bersahabat. Padahal kita sekarang lagi senang-senangnya berkegiatan di luar setelah lepas dari PSBB, walaupun akhirnya besok PSBB lagi,” sesalnya. 

Padahal sejak PSBB diterapkan pertama kalinya beberapa bulan lalu, kualitas udara di Jakarta menurutnya sempat membaik. Hal ini terlihat dari cerahnya langit Jakarta di sekitaran bulan April 2020 lalu. 

“Kemarin sempat saat PSBB berjalan kita bisa lihat langit Jakarta begitu cerah, tapi sekarang sudah mulai tidak cerah lagi. Nah ini merupakan dampak dari penggunaan RON yang tidak sehat,” pungkasnya.

Tentu pertanyaannya, mengapa PT Pertamina (Persero) masih mau menjual BBM dengan RON88 kepada masyarakat kalau sudah tahu jenis BBM ini tidak berkualitas dan berdampak negatif terhadap lingkungan? 

“Premium ini termasuk jenis BBM penugasan dari Pemerintah, artinya kami disini hanya  menjalankan tugas melalui Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018. Jadi ini tentang perubahan atas peraturan yang sebelumnya. Sehingga ketika ini sifatnya penugasan, untuk tetap menyediakan BBM jenis Premium di masyarakat, artinya kewenangan untuk tidak lagi menjual Premium bukan di Pertamina. Kita hanya menjalanakan tugas dari pemerintah saja,” terang Eko Kristiawan, Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III yang juga hadir sebagai nara sumber di acara tersebut. 

Lewat tulisan ini, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk semakin pintar dalam memilih menggunakan BBM yang berkualitas. Pertamina punya produk Pertamax Series dan Dex Series yang bisa dipilih oleh masyarakat. Karena dengan penggunaan BBM berkualitas ini, emisi gas buang kendaraan jadi lebih sedikit dan polusi udara dapat berkurang. 

Ujung-ujungnya, kita bisa mewariskan anak cucu kita dengan lingkungan udara yang bersih. Mari kita sama-sama mewujudkan hal ini.