Sabtu, April 4, 2026
Beranda blog Halaman 1496

Pelayanan Perpanjang SIM Tutup Sementara Hingga 29 Mei 2020

0

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk sementera menghentikan pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) di gerai maupun mobil SIM keliling terkait penyebaran pandemi virus corona di Indonesia. 

Hal ini juga disampaikan Kepala Seksi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKP Lalu Hedwin Hanggara dalam pesan tertulisnya Jumat, (27/3/2020). 

“Yang ditutup pelayananan perpanjangan SIM, sampai tanggal 29 Mei 2020 atau menunggu ada pemberitahuan lebih lanjut,” ungkap Hedwin.

Hedwin menyatakan, jika ada masyarakat yang kebetulan masa aktif SIM habis di tanggal tersebut, maka akan mendapat dispensasi untuk melakukan proses perpanjangan SIM setelah 29 Mei 2020.

Artinya, mereka tidak diwajibkan untuk membuat SIM baru, melainkan tetap memperpanjang SIM-nya.

“Pengecualian bagi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), suspect atau positif virus corona covid-19, proses perpanjangan setelah dinyatakan sembuh dengan membawa surat keterangan dari dokter,” tulis Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Brigjen Pol Yusuf dalam telegram bernomor ST/967/III/YAN.1.1./2020.

Penutupan sementara pelayanan SIM kali ini memang saling berkesinambungan dengan apa yang diharapkan pemerintah untuk physical distancing (fisik berjarak) satu dan yang lainnya. Mabes Polri berusaha meminimalisasi penyebaran Corona di ruang publik atau lingkungan Polri.

Tentu saja, kegiatan melakukan perpanjangan SIM kerap mendatangkan kerumunan orang yang justru disaat seperti ini berpotensi penyebaran virus corona.

 

APD Langka, Perusahaan Otomotif Ini Produksi dengan Harga Jual Murah

0

Kebutuhan paling mendesak saat ini dalam memerangi COVID-19 adalah rangkaian Alat Pelindung Diri atau APD yang saat ini semakin langka di pasaran. Selain sulit untuk didapat harga jualnya juga tinggi sehingga banyak petugas medis yang menangani pasien virus Corona dengan APD seadanya.

Tentu persoalan ini merupakan persoalan bangsa yang harus kita pikirkan bersama serta dicari jalan keluarnya. Seperti inisiatif Makko Group yang mulai memproduksi alat kesehatan termasuk APD dan juga masker.

Makko Group sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang otomotif dan F&B.

“Seperti yang kita ketahui masih banyak sekali petugas medis yang kekurangan APD dalam menangani pasien corona di rumah sakit, dan kalaupun ada yang menjual APD harganya sudah sangat mahal. Karena itu kami akan memproduksi baju APD untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri,” kata Delfi Andrianti Public Relation Makko Group  dalam keterangan tertulisnya kepada OLX, Jumat (27/3/2020).

Semakin langkanya stock ADP akan sangat berpengaruh pada kinerja tenaga medis. Paling fatal adalah karena ADP yang jauh dari kata standard yang ditetapkan, justru para petugas medis tersebut menjadi sangat rentan terjangkit virus COVID-19. 

Dan pada kenyataannya, masih ada beberapa rumah sakit rujukan untuk penanganan Corona yang petugasnya menggunakan jas hujan plastik pengganti APD, sungguh miris. “Tentunya ini kondisi yang tidak baik bagi negara kita, karena dapat mengancam keselamatan dokter dan perawat dalam penanganan pasien COVID-19,” sebut Delfi.

Padahal bila merujuk dari Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 8 Tahun 2010, APD adalah alat untuk mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya. Penggunaan APD memang merupakan prosedur utama dalam kegiatan pelayanan kesehatan, tujuannya untuk mengantisipasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja para petugas medis, khususnya yang berupa bahaya biologi.

Kementerian Perindustrian juga mengeluarkan himbauan agar industri seperti otomotif, tekstil, dan farmasi  untuk memproduksi alat kesehatan. “Selain industri APD, kami juga mendorong produsen tekstil di dalam negeri dapat ikut men-supply APD dan masker. Sebab, saat ini kita masih butuh cukup banyak dalam menghadapi penyebaran virus corona di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beberapa waktu lalu.

Makko Group menjawab tantangan tersebut dengan memproduksi baju APD yang sesuai standar dan harga murah. “APD buatan kami terbuat dari bahan polypropylene spundbond non woven yang bebas dari bakteri, anti air dan tentunya aman dari virus corona COVID-19, serta dapat digunakan all size mulai dari fit sampai XXL,” pungkas Delfi.

Penyebaran wabah corona di Indonesia kian mengkhawatirkan. Hingga Sabtu (29/3/2020) pagi ini, jumlahnya di Indonesia sudah mencapai 1.046 kasus. Sedangkan korban meninggal sudah tercatat 87 orang. 

Demi menekan angka penyebaran itu, maka diperlukan juga ketaatan masyarakat untuk bisa berdiam diri #dirumahaja dan jangan kemana-mana. (Z)

Tata Motors Perpanjang Masa Garansi Sampai Dua Bulan

0

Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) menanggapi kondisi merebaknya virus COVID-19 di Indonesia dengan cara memudahkan konsumen pemilik kendaraan niaga Tata Motors.

Sekarang bagi setiap pemilik truk ataupun pick-up Tata Motors yang masa garansinya habis dalam periode 15 Maret sampai 15 Mei 2020 tidak perlu khawatir garansi tersebut  hangus.

Ada kebijakan dari Tata Motors Distribusi Indonesia untuk memperpanjang masa garansi dan free service selama 2 bulan.

Jadi garansi kendaraan pemilik kendaraan Tata Motors tetap berlaku dan bisa melakukan klaim garansi serta memanfaatkan layanan free service.

Kebijakan ini dibuat setelah masa karantina di beberapa provinsi diperpanjang.

“Keselamatan dan kesehatan karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis adalah prioritas Tata Motors saat ini. Customer tidak perlu khawatir tidak bisa klaim dan tidak bisa mendapat pelayanan free service,” ujar Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia, Biswadev Sengupta dalam keterangan tertulis yang diterima OLX, Sabtu (28/3/2020).

“Kami selalu memantau laporan perkembangan COVID-19 beserta kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah. Karena itu kami berkomitmen akan terus memberikan kenyamanan bagi karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis kami,” pungkas Biswadev. (Z)

Catat, Jasa Marga Tutup Sementara Layanan Isi Ulang Uang Elektronik di Pintu Tol

0

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) menutup sementara fasilitas top up tunai atau isi ulang uang elektronik yang biasa digunakan pengemudi mobil maupun truk dan bus di gerbang tol wilayah Jabotabek yang secara aktif diberlakukan Kamis (19/03/2020).

Menurut Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, cara ini dilakukan untuk mengikuti instruksi dari pemerintah untuk menerapkan menjaga jarak (social distancing), sehingga dipercaya mampu mengantisipasi pengendalian Covid-19 yang kini semakin meluas penyebaran di Indonesia.

“Hal ini dilakukan karena kami mengutamakan kesehatan dan keamanan baik pengguna jalan maupun karyawan operasional. Dengan adanya fasilitas top up tunai masih ada transaksi dengan menggunakan uang tunai dan potensi kontak fisik antara pengguna jalan dengan karyawan operasional Jasa Marga,” ungkap Dwimawan dalam keterangan tertulis di situs Jasa Marga.

Tidak disebutkan sampai kapan layanan top up ini akan kembali normal. Akan tetapi Dwimawan menghimbau agar pengguna jalan memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.

Tentu saja, dengan mengisi uang elektronik terlebih dahulu diharapkan dapat menghindari terjadinya antrian transaksi di gerbang tol

“Memastikan kecukupan saldo merupakan dukungan pengguna jalan untuk ikut menerapkan social distancing di gerbang tol,” ucapnya.

Dia mencontohkan, di ruas jalan tol dengan sistem transaksi terbuka, kemungkinan pengguna jalan dengan saldo uang elektronik kurang, maka otomatis harus meminjam di kendaraan di belakangnya. Nah, cara ini pula dapat dipastikan melakukan kontak fisik berupa peminjaman uang elektronik.

“Ini harus dihindari,” tegas Heru.

Seperti diketahui, himbauan untuk social distancing sudah diumumkan Presiden Joko Widodo melalui konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Minggu (15/3/2020).

“Dengan kondisi ini saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah. Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong menolong, dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini tertangani dengan maksimal,” ujar Jokowi.

 

Mitsubishi i, Mobil Langka Cuma Ada 3 Unit di Indonesia

0

Mitsubishi i, apakah OLXer pernah mendengar mobil ini? Ya, jika ada yang menyebut Mitsubishi i itu sama dengan Mitsubishi i-MiEV memang benar. Namun, asal OLXer tahu Mitsubishi i lebih dulu hadir dan saat itu tidak ada versi listrik, tetapi hanya ada model mesin bensin.

Sedikit mengenal Mitsubishi i, pada dasarnya mobil ini sudah pernah mejeng di Frankfurt Motor Show 2003 dan secara perdana dirilis sekitar Januari 2006 hingga berakhir 2013. Nah, pada 2009, isu kendaraan listrik secara perlahan mulai berkembang, dan hal itu dimanfaatkan pabrikan dengan logo tiga berlian  menghadirkan Mitsubishi i versi listrik dengan embel-embel MiEV.

Adapun, kata MiEV sendiri merupakan singkatan dari Mitsubishi Innovative Electric Vehicle dan untuk menunjukan bahwa mobil yang dijual ini bukan lagi bermesin bensin, melainkan listrik.  Begitulah sejarah awal dari Mitsubishi i dan i-MiEV.

Mitsubishi i
Mitsubishi i. (OLX)

Nah, kabarnya, mobil Mitsubishi i versi bensin dengan kondisi bekas dijual disitus jual beli OLX.co.id dengan banderol Rp 150 juta. Harga tersebut masih bisa nego di tempat.

Adapun sang penjual dengan inisial Adante yang beralamat di Pinang, Tangerang, Banten, menyebutkan bahwa Mitsubishi i mesin bensin yang dijual hanya ada tiga unit di Indonesia. Wah, barang langka bukan!

Dia juga menyebutkan, bahwa mobil lansiran 2009 dengan jarak tempuhnya kurang dari 39.000 km sudah dilakukan detailing dan coating sehingga terlihat baru.

Belum sampai disitu, beberapa bagian mobil juga baru dilakukan perbaikan termasuk pada bagian kaki-kaki, shock, rem, kompresor AC, Engine Mounting, Control Arm, hingga Power Steering Rack.

Mitsubishi i
Interior Mitsubishi i. (OLX)

“Barang kolektor, dijamin puas. Restorasi karena ingin sempurna, bukan rusak,” tulis sang penjual.

Sementara beberapa fitur tambahan pada mobil yang masuk segmen Kei Car itu termasuk, Airbag, GPS, Bluetooth Audio, kamera belakang, hingga electric window.

Sekadar informasi, untuk jeroan mesin Mitsubishi i lansiran 2009 ini mengusung mesin 3B20 tiga silinder, berkapasitas 659 cc, DOHC, MIVEC, dengan tambahan turbocharger yang sanggup memuntahkan daya hingga 51,2 Tk pada 7.000 rpm dan torsi 57 Nm pada 4.000 rpm.

Nah, gimana OLXer, tertarik nggak dengan mobil berdesain unik ini? Kalau mau tau detailnya lihat di sini.

 

Pabrik Mobil Mewah Jaguar Land Rover Tutup Karena Virus Corona

0

Seluruh dunia kini sedang memerangi virus corona. Bagi industri otomotif secara global, virus covid-19 sangat merugikan baik dalam hal penjualan maupun ketika proses produksi.

Bahkan akibat coronavirus, tak hanya pabrik otomotif di China, Korea Selatan, atau Jepang saja yang tutup, tetapi juga di Eropa. Setidaknya hal itu terjadi pada merek mobil asal Inggris, Jaguar Land Rover yang mengumumkan penutupan pabrik produksinya untuk sementara selama beberapa pekan ke depan.

 “Hati dan pikiran kami bersama mereka yang terkena dampak langsung dari covid-19 dan para petugas medis, yang perannya dalam menanggulangi virus ini sangat dihargai oleh kami semua,” tulis Jaguar Land Rover dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab dari perusahaan, Jaguar Land Rover beroperasi sejalan dengan arahan dari National Health Service NHS dan Badan Kesehatan Masyarakat Inggris untuk meminimalkan penyebaran dari coronavirus, selagi merencanakan untuk melindungi kontinuitas perusahaan. Perusahaan akan melanjutkan produksi ketika kondisi memungkinkan.

“Keputusan saat ini sesuai dengan pengumuman dari Jaguar Land Rover baru-baru ini untuk menutup sementara pabrik di Nitra, Slovakia dari tanggal 20 Maret lalu dan konfirmasi dari Magna bahwa operasional pabrik di Graz, Austria dihentikan hingga 30 Maret 2020,” tulisnya lagi.

Jaguar Land Rover memang ingin fokus pada bisnis yang sudah dijalankan. Akan tetapi, situasi dan kondisi seperti saat ini, menjadi tanggung jawab terhadap karyawan.

“Jaguar Land Rover tetap berupaya untuk melakukan apapun yang mereka bisa untuk membantu masyarakat untuk melewati situasi saat ini,” tulisnya.

Diharapkan perusahaan dapat beroperasi kembali pada 20 April 2020 mendatang. Hanya saja terlebih dahulu Jaguar Land Rover akan direview terlebih dahulu dengan melihat perkembangan situasi yang ada.

Adapun hingga saat ini, pabrik Jaguar Land Rover di Brazil dan India tetap beroperasi. Pabrik joint venture di Cina dibuka pada 24 Februari lalu, karena keadaan di Cina sudah berangsur normal. 

 

 

Bukan Karena Virus Corona, Ini Alasan Nissan Stop Produksi Mobil di Indonesia

0

Nissan Motor Company mengumumkan bahwa akan menghentikan produksi mobilnya yang ada di Indonesia. Hal ini dilakukan bukan karena adanya isu pandemi virus corona, melainkan Nissan ingin melakukan konsolidasi produksinya secara global, dalam menghadapi penurunan penjualan yang kini tengah dihadapi.

Seperti dilansir Reuters, keputusan Nissan menghentikan produksinya yang dilakukan di Purwakarta, Jawa Barat, sebagai rencana memperbaiki, mengoptimalkan produksi dan mereorganisasi operasi bisnis secara menyeluruh, Rabu (18/3/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Isao Sekiguchi juga tak menampiknya. Menurut dia, sejumlah reformasi strategis dirancang untuk membangun basis operasional yang akan memastikan profitabilitas yang konsisten dan berkelanjutan dalam jangka menengah.

“Kami akan terus bekerja dengan mitra Aliansi (Mitsubishi) kami untuk memastikan footprint manufaktur di Indonesia,” ungkap Isao dalam keterangan tertulis, Senin (23/43/2020).

Penghentian produksi pabrik Nissan ini ternyata sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Sedangkan proses produksi Datsun, ternyata pada Januari 2020 mereka hanya meracik 272 unit.

Nissan Indonesia Masih Melayani Penjualan dan Purna Jual

Isao sendiri menyatakan, NMI akan terus berfokus untuk memperkuat merek Nissan di Indonesia dengan terus menghadirkan model-model baru.

“Kami ingin menegaskan kembali komitmen berkelanjutan kami untuk menyediakan rangkaian produk Nissan dan memberikan layanan penjualan dan purna jual terbaik kepada pelanggan kami di sini,” ucapnya.

Artinya, meski Nissan tak lagi memproduksi mobil-mobilnya di Indonesia, mereka akan tetap melakukan kegiatannya seperti biasa mulai dari penjualan hingga purna jual.

Tentu saja dengan begitu beberapa mobil Nissan tak lagi berstatus made in Indonesia, melainkan Thailand yang memproduksi Terra dan Navara atau Jepang menggarap X-Trail dan Serena. Tapi perlu dicatat, meski tak lagi membuat mobil Nissan, pabrik Nissan di Indonesia diketahui akan digunakan untuk merakit mesin Mitsubishi Xpander dan Nissan Livina.

Sementara itu, mobil Nissan Livina model baru yang diluncurkan pada awal 2019 memang dibuat di pabrik Mitsubishi di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Karena dari itu, sosok Nissan Livina memang mirip Mitsubishi Xpander, lantaran keduanya berbagi platform.

 

Toyota Raize, Kira-Kira Kapan Masuk Indonesia?

0

Toyota Raize, OLXer pasti masih asing kan mendengar mobil tersebut? Maklum mobil yang satu ini memang tergolong baru diluncurkan di Jepang pada awal November 2019 lalu.

Kehadiran Toyota Raize ini mirip Agya-Ayla, Calya-Sigra, Xenia-Avanza dan Rush-Terios. Ya, Raize juga punya kembar dari hasil kerja sama dengan Daihatsu yang disebut Rocky.

Seperti diketahui Toyota Raize dan Daihatsu Rocky ini disebut masuk segmen baru buat Toyota karena berada di kelas Sport Utility Vehicle (SUV) kompak dengan kapasitas lima orang penumpang.

Nah, yang jadi pertanyaan akankah Toyota atau Daihatsu mau memboyongnya ke Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Kazunori Minamide ternyata menyatakan, hingga saat ini Toyota selalu mempelajari keinginan konsumen agar bisa memenuhinya.

“Tapi hingga saat ini, kami belum juga memutuskan soal itu, jadi tunggu saja,” ungkap Minamide saat peluncuran Toyota Agya lewat live streaming, Kamis (19/3/2020) lalu.

Jika jawaban Toyota terasa galau, lain halnya dengan yang diungkapkan Daihatsu. Pasalnya, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra, sempat mengatakan  bahwa Daihatsu Indonesia tidak ada menghadirkan produk baru di tahun ini, kecuali refreshment.

“Jadi jangan tanya ke saya apakah ada produk baru tahun ini, karena nggak ada,” ungkap Amel saat ditemui di Head Office PT Astra Daihatsu Motor di Sunter, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Daihatsu Rocky
Daihatsu Rocky

Sekadar informasi, Toyota Raize dan Daihatsu Rocky ini memiliki bobot yang mirip sekitar 980 kg, dengan dimensi yang juga sama persis yakni panjang 3.995 mm, tinggi 1.695 mm, lebar 1.620 mm, dan jarak sumbu roda 2.525 mm.

Tampilan yang paling menonjol berbeda terletak pada bagian eksterior khususnya pada bemper dan grillnya. Kalau Toyota Raize pada bemper dan gril terdapat garis melintang, maka lain halnya dengan Daihatsu Raize desain gril besar berbentuk heksagonal yang diapit dua lampu depan tipis yang sudah menggunakan DRL, sedangkan lampu kabut memiliki cangkang berbentuk segitiga.

Pada intinya, meski kembar namun ada beberapa perbedaan, khususnya secara desain dan fitur. Sedangkan untuk jantung pacu, kedua mobil ini dibenamkan mesin tiga silinder berkapasitas 1.0 liter 1KR-VET yang dijejali turbocharged dan intercooled yang dapat memuntahkan daya 96 Tk pada 6.000 rpm dan torsi 140 Nm antara 2.400-4.000 rpm.

Daihatsu juga kabarnya mempersiapkan mesin 1.2 liter. Nah, jika masuk pasar Indonesia, tentu saja harus ada pertimbangan lain. Seperti mesin  1.0 liter faktanya masih kurang diminati. Sedangkan kalau pakai turbo, biasanya harganya jadi cukup mahal.

Alhasil, di pasar Indonesia, setidaknya harus ada mesin 1.2 liter atau 1.3 liter dan 1.5 liter yang cenderung lebih banyak digemari.

 

 

Tips Membedakan Ban Mobil SUV H/T, A/T dan M/T

0

Ban merupakan komponen paling vital dalam sebuah kendaraan, dan ternyata ada beberapa spesifikasi ban yang perlu diketahui, terutama jika memiliki kendaraan kelas Sport Utility Vehicle (SUV).

Bukan bermaksud spesial untuk ban SUV, sebab mobil jenis SUV memang ada saja yang menggunakannya di dalam kota, atau ada juga untuk kendaraan jarak jauh hingga off road.

Nag, ban yang ditemukan di mobil SUV biasanya memiliki tulisan A/T, M/T, atau H/T. Tentu saja hal ini bisa menjadi ilmu baru, karena arti dari tulisan tersebut menimbulkan beberapa pertanyaan, seperti:

Tetapi dimanakah letak perbedaannya? Lalu, kenapa bentuk dan alurnya memiliki perbedaan?

Oleh karena itu, berikut ini penjelasan tentang perbedaan ban A/T, M/T, dan H/T

Ban H/T

H/T merupakan kepanjangan dari Highway Terrain. Ban ini didesain untuk jalan raya, maka banyak SUV atau kendaraan double cabin yang mendapatkan ban ini ketika baru keluar dari showroom.

Ban ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada pengendara, walaupun mengendarai kendaraan SUV. Tetapi jangan coba-coba pakai ban ini ke medan berat ya. Karena tidak memiliki daya pacul seperti ban A/T atau M/T

Ban A/T

A/T merupakan kepanjangan dari All Terrain. Ban ini didesain untuk segala medan seperti jalanan berkerikil, jalanan basah, jalanan yang sedikit berlumpur, dan kubangan air yang tidak terlalu dalam.

Tetapi, Ban A/T tidak diperuntukan untuk jalanan dengan medan berat. Jadi, penggunaan ban ini hanya cocok untuk perjalanan antar kota dengan medan yang beragam.

Ban M/T

M/T merupakan kepanjangan dari Mud Terrain. Ban ini didesain untuk jalanan berlumpur dan medan berat. Banyak pecinta explorasi offroad dengan mobil 4×4 yang menggunakan ban ini.

Tetapi, jika OLXer menggunakan ban ini di jalan raya atau tol, siap-siapkan kuping Anda merasa berisik karena suara ban M/T akan bergemuruh yang disebabkan oleh alur ban yang menonjol mengenai permukaan jalan yang rata.

Itu dia perbedaan antara ban A/T, M/T, dan H/T. kira-kira masih adakah perbedaan lainnya?

 

5 Tips Memilih Kaca Mobil yang Tepat

0

Kaca film memang terkesan biasa saja untuk digunakan sebagai aksesori kendaraan. Namun jika diperhitungkan, ia dapat memberikan manfaat luar biasa.

Ya, kaca film bisa melindungi penumpang dari hawa panas hingga cahaya matahari di siang terik. Selain itu, kaca film juga memiliki manfaat lain mulai dari melindungi interior mobil dari paparan sinar matahari, mengurangi resiko dari tindak kejahatan, serta mengurangi resiko terkena serpihan atau butiran kaca jika terjadi kecelakaan.

Oleh karena itu pemilihan kaca film mobil yang tepat dapat membantu kita dari permasalahan-permasalahan tersebut. Makanya, jangan sepelekan aksesori yang satu ini.

Kendati demikian, di pasaran aftermarket ada banyak aksesori kaca film mobil, mulai dari harga murah hingga premium. Namun begitu kaca film juga ada yang abal-abal. Karena itu OLXer harus benar-benar teliti untuk memilih kaca film.

Mengenal Kaca Film untuk Kebutuhan Sehari-hari

Keberadaan kaca film pada dasarnya tak hanya untuk mobil, melainkan sejumlah kaca jendela termasuk di gedung-gedung pencakar langit. Mengingat kaca biasa tak dapat melindungi seutuhnya, maka keberadaan pelapis amat dibutuhkan untuk dipakai pada beberapa media.

Kaca film dirancang untuk tampil dalam kondisi buruk. Maka dari itu, standar dan uji coba secara berkala dirancang untuk memastikan bahwa pelindung tersebut mampu bertahan dalam segala situasi. Kendati begitu, OLXer juga harus pintar dalam memilihnya!

Perlu dicatat, bahan kaca film biasa terbuat dari polyethylene terephthalate (PET) dengan kualitas mumpuni, jernih, dan mudah dari segi perawatan.

Kaca film dikategorikan berdasarkan sejumlah aspek, meliputi komponen pembuatan, tujuan penggunaan (otomotif, kelautan, atau arsitektur), jenis substrat (kaca atau polikarbonat), serta keunggulan (privasi, kontrol matahari, keselamatan, dan keamanan).

Khusus kaca film mobil, terdapat sejumlah regulasi yang mengatur agar penggunaan aksesori tersebut sesuai ketentuan. Contoh, kaca film yang terlalu gelap justru dapat membahayakan. Karena itu ada juga aturannya seperti tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 439/U/Phb-76 tentang Penggunaan Kaca Pada Kendaraan Bermotor.

Pewarnaan jendela mobil mengurangi “Visible Light Transmission” (VLT). Ya, hal tersebut dapat menjadi masalah di malam hari, atau ketika pengendara harus dapat melihat melalui jendela kendaraan lain untuk memantau kondisi sekitar.

Selain keselamatan, kadar kaca yang terlalu gelap juga dapat mencurigakan orang sekitar. Polisi misalnya, akan kesulitan jika hendak mengidentifikasi penumpang atau potensi ancaman di dalam kendaraan. Makanya, beberapa peraturan lalu lintas turut berbicara soal kaca film mobil.

Memilih Kaca Film Mobil Secara Tepat

Sebelum membeli kaca film mobil, ada baiknya OLXer memahami tips penting agar tidak salah pilih. Biar enggak salah kaprah, simak di bawah ini!

1. Cermati kadar gelap kaca

Penting bagi OLXer untuk memilih dan mencermati kadar gelap pada kaca film mobil. Semakin gelap, tentu akan berbeda pula kadar kejelasan yang dapat dilihat dari luar. Sejumlah regulasi melarang tingkat kegelapan yang terlalu tinggi.

Posisi kaca dari berbagai sudut mobil harus memiliki kadar kegelapan yang pas. Bagian depan misalnya, cukup 20 persen saja agar cahaya yang masuk dapat seimbang. Sementara di bagian pinggir hingga belakang, bisa memasang kaca film berkadar gelap 40 persen.

2. Harga

Harga hampir selalu menjadi pertimbangan. Memang bagi beberapa kalangan, nominal tersebut masih terjangkau. Namun tetap harus memikirkan isi dompet agar tidak boros di kaca film. Anggarkan sesuai kemampuan, simpan sisanya buat keperluan lain.

Ada banyak hal yang juga harus diperhitungkan sejak awal ketimbang kaca film. Perawatan mesin, aksesori lain, hingga kebutuhan lainnya, jangan sampai terabaikan.

3. Jangan asal gelap,  perhatikan kualitas

Memilih kaca film mobil bukan soal gelap dan elegan saja, tapi juga harus memikirkan kualitas. Ingat, fungsi utama yang harus ada dalam aksesori ini adalah melindungi para penumpang dari sinar matahari dan menjaga lapisan kulit mobil. Bukan buat gaya-gayaan saja, ya!

Kualitas tentu tak akan pernah bohong. Beli kaca film berkualitas murah, dampaknya akan terasa buat yang punya mobil. Anggaplah ini semua adalah investasi masa depan, sehingga penting bagi kita untuk mengutamakan kualitas ketimbang model yang dianggap keren.

4. Pahami berbagai perbedaan kaca film

Berbagai macam warna, corak, opsi, dan harga yang tersedia untuk warna jendela bisa sangat luar biasa. Pertimbangkan ini dan lakukan riset sebelum memutuskan. OLXer harus memilih kaca film yang sesuai dengan kebutuhan, terlihat cocok, dan sesuai dengan aturan berkendara.

Ada sejumlah merek kaca film mobil yang cukup mumpuni, mulai dari 3M, Iceberg, V-Kool, Solar Gard, Llumar, dan masih banyak lagi. Masing-masing menawarkan perbedaan signifikan berdasarkan fungsi. Catat, jangan sampai salah pilih!

5. Konsultasi pada ahlinya

Masih bingung memilih kaca film mobil? Tenang, OLXer bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada montir atau orang yang ahli. Biarkan mereka membimbingmu memilih opsi yang paling tepat. Biasanya, hal ini sudah termasuk dengan biaya pemasangan kaca film.