Kamis, April 2, 2026
Beranda blog Halaman 1512

Hebatnya Komunitas Ini, Punya Respon Cepat Hadapi Bencana Banjir

0

Jakarta – Banjir kembali menghampiri warga Jabodetabek akibat hujan deras pada Selasa dinihari, 25 Februari 2020 kemarin. Lokasi yang terdampak banjir cukup parah terjadi di wilayah Jalan Kartini, Kota Bekasi.

Air dengan ketinggian 2 meter membuat masyarakat sekitar banyak yang terjebak dan membutuhkan proses evakuasi.

Menyikapi kondisi tersebut, Suzuki Club Reaksi Cepat (SCRC) bergerak cepat menuju lokasi dengan menurunkan 12 personel demi membantu proses evakuasi para korban banjir di daerah tersebut.

Tim SCRC mengandalkan 1 unit New Carry Ambulance dan 1 unit perahu karet bermesin Suzuki Marine DT15AL bertenaga 15 Hp. 

Begitu mendapat informasi adanya kebutuhan untuk mengevakuasi warga dan juga pasien RS Bhakti Kartini, Bekasi Timur yang terdampak banjir setinggi 2 meter, tim SCRC segera menuju lokasi. 

“SCRC memang menjalankan fungsi sebagai tim reaksi cepat. Melihat kondisi cuaca dan dampak lingkungan banjir di berbagai titik, kami segera melakukan evakuasi korban di titik yang cukup membutuhkan. Apa yang SCRC lakukan ini murni panggilan hati, dan dalam melakukan kegiatan-kegiatan siaga bencana, SCRC yang terdiri dari 14 klub Suzuki juga berterima kasih kepada PT Suzuki Indomobil Sales yang selalu mendukung kegiatan kami,” ujar Rachmat Pangestu, Ketua Umum SCRC, Rabu (26/2/2020).  

Rachmat menambahkan, “kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami dan Suzuki kepada masyarakat Indonesia, terutama para korban banjir. Kami berharap dengan adanya tim SCRC yang terjun langsung ke lokasi kali ini dapat membantu para korban yang sangat membutuhkan evakuasi.”

Melihat aksi tanggap tim SCRC, President Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Seiji Itayama juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang terjadi kemarin. Kami mengucapkan terima kasih kepada Suzuki Club Reaksi Cepat yang telah mengevakuasi masyarakat terdampak banjir. Suzuki telah beroperasi di Indonesia selama 50 tahun dan akan terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat serta turut berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan saat terjadi musibah.” pungkas Seiji Itayama. 

Kegiatan evakuasi korban banjir di Bekasi Timur tersebut berlangsung selama hampir 9 jam mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Setelah itu, tim SCRC menuju lokasi lain untuk merespons panggilan korban tenggelam akibat banjir. (Z)

Yamaha Tawarkan Paket Aksesoris yang Bikin Motor XSR 155 Tambah Ganteng

0

Jakarta – Punya motor dengan tampilan beda dibandingkan dengan model standar tentu sangat membanggakan. Apalagi base dari motor OLXers memang tampilannya sudah keren dari awal. Sudah pasti OLXers tidak bakal bosan untuk ngegas kemanapun biar dilihat orang.

Seperti Yamaha All New XSR 155, motor sport heritage berteknologi terkini. Begitu diluncurkan akhir tahun lalu, sekarang jadi magnet para penggemar motor di Indonesia.

Dengan konsep “Born to be Free” yang diusungnya, motor ini mampu memenuhi kebutuhan bikers yang ingin tampil gaya dengan kualitas terbaik seperti fitur berkendara modern, performa mesin yang tangguh serta sensasi pengalaman berkendara yang menyenangkan bagi siapapun pemiliknya.

Intinya, All New XSR 155 mampu menjadi idola baru di pasar kendaraan roda dua Tanah Air dan diburu oleh banyak orang. 

Untuk memperkuat karakter sport heritage XSR 155, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing atau YIMM menawarkan paket aksesoris resmi dalam dua model, tracker dan racer kit.

Paket aksesoris tersebut sudah bisa dipesan di diler-diler resmi Yamaha dengan harga yang lebih murah jika membeli paket dibanding beli satuan. 

”Hadirnya All New XSR 155 ditunjang juga dengan aksesoris yang membuat tampilan motor dan pengendaranya semakin gagah dan keren. Beragam aksesoris yang telah kami siapkan juga mempertegas karakter sport heritage yang menjadi ciri khas XSR 155. Dengan tambahan aksesoris ini membuat konsumen bisa tampil beda dan stylish,” beber Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2020).

OLXers pemilik motor All New XSR 155 jangan sia-siakan kesempatan ini, buat tunggangan kebanggaan kalian tampil beda! Untuk daftar aksesoris lengkapnya bisa dilihat disini. 

Atau bila kalian juga minat mencari motor Yamaha bekas, tinggal klik disini. (Z)

Goodbye Holden! Selamat Datang Mobil Listrik

0

Merek mobil legendaris asal Australia, Holden, akan disuntik mati mulai 2021. Hal ini diumumkan langsung General Motor selaku perusahaan multinasional yang hingga saat ini mengendalikan Holden.

Sebelumnya, Holden memang sudah mengumumkan akan menutup pabrik di Australia, pada 2013 dan baru direalisasikan pada Oktober 2017 lalu. Setidaknya, 944 orang kala itu harus kehilangan pekerjaan.

Kini, yang lebih mengejutkan mencuat, dimana alasan GM membunuh merek mobil Holden, tak lain agar mereka fokus berinvestasi menghadapi industri otomotif di masa depan yang diprediksi akan berubah drastis yaitu menuju era elektrifikasi dan teknologi autonomous. Demikian dilansir Caranddrive, Kamis (20/2/2020).

GM juga memiliki target besar di era kendaraan listrik di masa depan, maka dari itu mereka berinvestasi hingga menghabiskan biaya mencapai US$ 1,1 miliar.

Sekilas Sejarah Holden

Holden sendiri memang sudah menjadi brand ikonik yang kental dengan Australia. Bahkan sebelum namanya mendunia seperti saat ini, Holden yang berdiri sejak 1856, ternyata awalnya bukan merek sebuah mobil melainkan pembuat sadel untuk kuda.

Nah, memasuki 1908, Holden akhirnya berevolusi dengan mulai memproduksi kendaraan penumpang. Selain 30 tahun kemudian tepatnya pada 1931, Holden diakuisisi dan menjadi anak perusahaan GM dan nama perusahaannya menjadi General Motors-Holden's Ltd,

Kemudian pada 1998, nama tersebut kembali diubah lagi menjadi Holden Ltd. Nama yang sekarang digunakan, mulai dipakai pada 2005.

Keberadaan Holden semakin dikenal di negeri Kangguru, karena GM memberikan perintah agar Holden bertanggung jawab atas divisi operasional kendaraan GM di Australia dengan menjual mobil merek Holden. 

Selama Holden berdiri, mobil-mobil yang dijual cukup memukau. Bahkan bagi pecinta otomotif, Holden memiliki beberapa mobil jenis sedan yang kuat dan berotot seperti Monaro dan Commodore.

Selain itu, Holden juga punya beberapa model yang sudah masuk di era 80-90an seperti halnya Holden FC, FB, Monaro, Kingswood, Statesman, dan Torana. 

Namun sayang, kini merek Holden akan segera punah. GoodBye Holden!

 

Holden Bakal Punah, Ini Mobilnya yang Langka Siap Jadi Incaran Kolektor Indonesia

0

Distopnya produksi dan penjualan merek mobil Holden menjadi kabar duka bagi pecinta otomotif di dunia tak terkecuali di Indonesia. Maklum, merek mobil yang sudah ada sejak 164 tahun silam ini punya banyak kenangan manis tersendiri di mata para fansnya.

Meski akan jadi merek yang disuntik mati, OLXer juga harus tau merek mobil asal Australia ini faktanya sempat booming di pasar otomotif nasional, khususnya antara tahun 70-90an.

Nah, bagi OLXer yang ingin mencoba mengobati rindu dengan cara memiliki salah satu mobil Holden, tak ada salahnya melirik model Monaro GTS 2 doors Coupe.

Ya, muscle car atau mobil berotot dari Australia ini ternyata salah satu unitnya kini sedang dijual di situs jual beli OLX.co.id dengan balutan warna silver yang dikombinasikan dengan cat orange yang melintang dari depan hingga belakang.

Holden Monaro GTS 2 doors Coupe

Menurut sang penjual yang berdomisili di Cilandak, Jakarta, Holden Monaro GTS 2 doors Coupe yang dilegonya merupakan model yang dilansir 1973.

“Orisinil 2 pintu bukan rubahan 4 pintu. Bermesin 8 silinder 5000cc karburator 4 Barrel dan transmisi otomatis. Suara jelas menggelegar dari kedua lubang knalpot yang membuat jantung berdebar kencang. Sungguh sensasi Australian Muscle Car yang melegenda di arena balap sirkuit Bathurst di tahun 70an,” ungkap sang penjual.

Sang penjual dengan inisial Nando ini juga menyebutkan, bahwa sensasi menunggangi Holden Monaro GTS 2 doors Coupe sama seperti naik kereta kuda yang ditarik oleh sekitar 250 ekor kuda sekaligus.

“Jangan tanya bensinnya boros atau tidak. Di Indonesia unitnya tidak lebih dari 12 unit setahu saya. Kalau mau lihat harus dengan perjanjian lebih dahulu. Tidak setiap tahun ada yang jual seperti ini,” ucapnya.

OLXer yang berminat memiliki Holden Monaro GTS 2 doors Coupe, setidaknya harus menyediakan mahar sekitar Rp 875 juta. Untuk lebih detail bagaimana rupanya, lihat di sini.

Suzuki Katana dan Daihatsu Taruna Masuk 10 Besar SUV Bekas Banyak Dicari

0

Mobil-mobil bergaya Sport Utility Vehicle (SUV) kini semakin populer, tak hanya di Indonesia, tetapi juga secara global. Maklum mobil SUV dianggap cocok atau sesuai selera karena bentuknya yang gagah namun memiliki kemewahan sebuah sedan.

Di Indonesia, mobil SUV banyak diincar karena ground clearance tinggi. Nah, dengan ground clearance tinggi mobil SUV dianggap lebih mumpuni ketika harus melibas jalanan yang bergelombang dan juga ketika menerabas genangan air ketika banjir.

Tak pelak, beberapa pabrikan otomotif di Indonesia kini semakin keranjingan untuk menghadirkan model SUV, dengan alasan kian populer.

Tidak hanya SUV model terbaru, ternyata mobil bekas jenis SUV juga banyak diburu. Seperti tercatat dalam data di situs jual beli OLX.co.id, di mana setidaknya ada 10 SUV yang banyak dicari.

Dari sekian banyak SUV bekas nama-nama seperti Honda CR-V, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport ada di urutan paling teratas dalam pencarian.

Tapi menariknya, ada juga beberapa mobil yang sudah tak lagi dijual dan di stop produksinya justru masih dicari, yaitu Suzuki Katana dan juga Daihatsu Terios.

Suzuki Katana atau Suzuki Jimny yang dicari memang bukan yang paling baru, tetapi pencarian yang dilakukan untuk model-model Suzuki Katana lansiran di bawah tahun 2018.

Sama seperti Daihatsu Taruna. Mobil ini memang sudah tidak lagi dijual di Indonesia sejak 2005. Hal ini karena Daihatsu sendiri melakukan inovasi, sehingga Daihatsu Taruna digantikan oleh Daihatsu Terios.

Nah, OXLer mau tau urutan mobil terlarisnya, berikut daftarnya.

1. Honda CR-V

2. Toyota Fortuner

3. Mitsubishi Pajero Sport

4. Toyota Rush

5. Daihatsu Terios

6. Honda HR-V

7. Nissan X-Trail

8. Suzuki Katana

9. Chevy Captiva

10. Daihatsu Taruna

 

Walau Sudah Kaya Tak Semua Orang Bisa Beli Mobil Ferrari, Ini Alasannya

0

Uang bisa membeli segalanya. Kalimat tersebut rupanya tidak berlaku dengan prinsip dari merek mobil sport ternama asal Italia, Ferrari.

Bagaimana tidak, jika seseorang ingin punya mobil cukup datang ke dealer, kemudian test drive, lalu membayarnya, ternyata hal tersebut tidak bagi Ferrari, apalagi untuk mendapatkan seri edisi spesial dan terbatas.

Seperti dilansir Autoevolution, Jumat (21/2/2020), kepemilikan mobil Ferrari, dikontrol langsung oleh Ferrari, mulai dari memutuskan membeli mobil hingga setelahnya. Sederhanya, ‘Anda tidak memilih Ferrari, tetapi Ferrari yang memilih Anda.’

Untuk mendapatkan Ferrari apalagi edisi terbatas dan spesial, hampir tidak mungkin dilakukan untuk manusia biasa. Mobil-mobil langka yang dibuat Ferrari biasanya terjual habis jauh sebelum masyarakat mengetahui keberadaannya.

Bahkan, orang yang beruntung mendapatkannya juga mesti masuk dalam daftar tunggu, dan banyak proses.

Ya, membeli mobil berlogo Kuda Jingkrak apalagi edisi spesial dan terbatas harus memenuhi beberapa syarat, aturan yang tak boleh dilanggar.

Robert Herjavec, milioner dan juga Ferrarista berbagi pengalamannya ketika harus membeli Ferrari edisi terbatas. Nah, apa saja yang harus dipenuhi seorang calon pembeli mobil Ferrari menurut Herjavec, berikut ulasannya:

1. Calon Konsumen Diperiksa Latar Belakangnya

Jika sebuah dealer hanya memeriksa kartu kredit untuk melancarkan proses jual beli, maka tidak untuk Ferrari. Uang saja tidak cukup.

Rumor yang beredar, Ferrari akan lebih menyukai pria yang berusia di atas 40 tahun, dengan latar belakang tanpa masalah dan memiliki reputasi sangat baik.

2.  Jika Sudah Punya, Tidak Boleh Menjualnya di Tahun Pertama

Pada umumnya, mobil yang dibeli konsumen adalah sudah pasti si pembeli berhak melakukan apapun, termasuk langsung menjualnya. Namun hal itu tidak boleh dilakukan jika membeli mobil Ferrari edisi spesial dan terbatas.

Sebaliknya, ketika membeli mobil Ferrari maka OLXer dilarang menjualnya di tahun pertama, dan jika menjual mobil Ferrari harus memberikan informasi ke dealer.

Cara ini dilakukan untuk mencegah pemilik mendapatkan keuntungan secara langsung, sehingga menurunkan nilai dari edisi terbatas.

Ferrari juga lebih menyukai si pemilik benar-benar mengendarai mobil tersebut daripada hanya untuk pamer. Oia, Ferrari lebih menyukai membeli kembali mobilnya jika sang pemilik sudah tak menginginkannya.

3. Tidak Untuk Lamborghini

Jika OLXer benar-benar kaya raya dan kolektor mobil super mewah, maka jangan sekali-sekali ingin punya mobil Ferrari edisi spesial dan terbatas apabila di garasinya ada Lamborghini.

Bahkan, jika OLXer menjadi daftar VIP Ferrari yang memiliki banyak mobil Ferrari, namun ketika memiliki satu unit Lamborghini, maka hal itu akan membuat Anda dicoret dari daftar pembeli Ferrari.

4. Tidak Menutupi Logo dan Memodifikasi Secara Drastis

Ferrari menganggap, mobil yang dibuatnya sudah sempurna. Maka dari itu, Ferrari melarang konsumennya untuk tidak merusaknya dengan cara apapun, termasuk modifikasi berlebihan.

Semua hal yang berbau soal Ferrari wajib dilakukan oleh Ferrari, mulai dari perawatan dan perbaikan. Jika tidak, maka suku cadang dan garansi akan dibatalkan. Serta OLXer akan di blacklist.

5. Pernah Masuk Pabrik Ferrari, Belum Tentu Jadi Anggota VVIP

Untuk masuk dan melihat langsung proses produksi di pabrik Ferrari di Maranello, Italia, memang tidak sembarangan orang. Jika pun OLXer sudah masuk pabrik seperti selebritis dan orang ternama, tapi ketika ingin membeli mobil Ferrari edisi spesial dan terbatas, jangan terlalu banyak berharap.

6. Harus Menjadi Keluarga dan Beli Banyak Ferrari

Untuk membeli mobil Ferrari edisi spesial dan terbatas memang harus menjadi keluarga atau Ferrarista sejati. Setidaknya, untuk membeli mobil Ferrari edisi spesial dan terbatas, setidaknya sudah memiliki empat unit model sebelumnya.

7. Jangan Mengatakan Hal Buruk soal Ferrari

Jika OLXer punya mimpi membeli sebuah Ferrari, maka jangan mengatakan hal buruk soal merek tersebut. Seperti halnya wartawan otomotif Chris Harris dan rapper 50 Cent, mereka memang memiliki syarat untuk mendapatkan Ferrari, tapi karena perkatanya, maka mereka di blacklist Ferrari.

 

Masih Adakah Pembeli Mobil Mewah Bayarnya Kredit?

0

Pembayaran dengan cara kredit atau dicicil memang sudah jadi hal lumrah dalam sistem jual beli. Dengan cara kredit, hal ini dianggap mempermudah masyarakat mendapatkan barang yang diinginkan. Termasuk di ketika membeli kendaraan baik sepeda motor atau mobil.

Bahkan menurut Dealer Relation Marcom Manager and Communication Department Head Toyota Astra Finance, Ronald Adrian, untuk pembelian mobil dengan cara kredit jumlahnya lebih banyak di segmen middle low, sedikitnya mencapai 60-65 persen.

“Sisanya baru cash,” ungkap Ronald saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ronald sendiri tak menampik, jika konsumen yang sudah lebih mapan atau masuk kategori premium perbandingan pembelian kredit dan cash jumlahnya seimbang, masing-masing 50 persen.

“Untuk segmen premium, biasanya akan memilih tenor yang tidak terlalu lama. Jadi mungkin hanya satu sampai tiga tahun,” ujar dia.

Kata Ronald, konsumen di segmen premium, untuk melakukan sistem pembayaran kredit biasanya tidak hanya mempersoalkan harga, tetapi bunga yang harus dibayarkan.

“Mereka sangat sensitif soal ini, makin panjang tenor, bunga semakin besar. Jadi mereka berhitung. Sementara harga mobilnya ke depan kan makin turun,” terangnya.

Sementara itu, menurut Head Sales Area 1 PT TAF, Argha Fachsa Argha Fascha, Toyota Astra Finance tidak membedakan customer middle low atau premium. Termasuk ketika membeli mobil biasa atau mewah.

Namun begitu, lanjut Argha, konsumen yang membeli mobil middle low, biasanya ini sangat sensitif dengan harga.

“Konsumen sangat teliti soal harga jual, lalu bunga kreditnya. Faktanya, yang segmen kendaraan menengah ke bawah banyak main di tenor panjang, sementara yang mewah rata-rata satu tahun sampai maksimal tiga tahun,” tuturnya.

 

Aspal di Silang Monas Untuk Balapan Formula E Seperti di Paris dan Roma

0

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat serius untuk  menyelenggarakan ajang balapan Formula E. Hal ini dibuktikan dengan uji coba pelapisan aspal di atas cobblestone (blok batu) seluas 60 meter persegi di salah satu area Silang Monas, Jakarta, Sabtu dini hari (22/2/2020).

Setidaknya uji coba pelapisan aspal ini dilakukan Organizing Committee (OC) Formula E menggunakan dua material aspal yang berbeda yaitu sand sheet berukuran 10 meter kali empat meter dan geotextile yang berukuran lima meter kali empat meter.

Menurut Deputi Bidang Teknis Formula E Jakarta Wisnu Wardhana, kedua metode pelapisan ini dilakukan sederhana dan cepat. Sebab proses pengelupasan dapat dilakukan untuk mengembalikan cobblestone timbul kembali.

“Proses uji coba ini dimonitor oleh para ahli. Demikian pula pada pengelupasan para ahli telah siap dimintai pendapatnya untuk putusan akhir metoda yang terbaik yang dipilih,” ungkap Wisnu Wisnu dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/2/2020).

Secara fisik, kata Wisnu, pilihan material sand sheet atau geotextile akan dipilih berdasarkan hasil proses pengelupasan, termasuk untuk efeknya terhadap cobblestone yang terlapisi. Uji coba menggunakan lapisan aspal kasar saja, tidak sampai aspal halus.

Uji coba bertujuan untuk cek material yang bisa lebih mudah dikelupas setelah terpasang selama 4x24jam. Pengelupasan dijadwalkan pada Rabu (26/2/2020).

 “Ini sudah cukup untuk mengukur kekuatan bila terlintasi setelah terpasang dan kemudahan bila nanti dikelupas,” imbuh Wisnu.

Lebih lanjut, dia menyatakan, dengan metode tersebut area Silang Monas yang dilakukan uji coba tersebut tetap bisa dilintasi untuk kegiatan keseharian. Selain itu, uji coba dan seluruh pekerjaan diawasi oleh FEO (Formula E Operation) yang sudah memiliki pengalaman membangun berbagai sirkuit di dunia.

Diketahui, pengujian yang dilakukan secara teknis ini sebagai tahap paling awal di lapangan, dimana dengan dua metode tersebut diklaim sebagai wujud keseriusan persiapan gelar Formula E  yang sangat memperhatikan aspek lingkungan.

Lintasan Seperti di Paris dan Roma

Penggunaan material aspal sand sheet atau geotextile memang masih terdengar asing ditelinga masyarakat pada umumnya. Namun Wisnu menyatakan, teknik ini sudah dilakukan di beberapa kota di dunia yang juga telah menyelenggarakan balapan Formula E.

Ya, beberapa kota yang menerapkan teknik ini di atas cobblestone yaitu Paris, Perancis dan Roma, Italia. Metode pelapisan dilakukan sederhana dan cepat. Proses pengelupasan dapat dilakukan untuk mengembalikan cobblestone timbul kembali.

“Pelapisan lalu kemudian dikelupas dilakukan Paris, di Roma, ini dilakukan setiap tahun. Di Paris, sirkuit Formula E mengitari situs Les Invalides yang umurnya 350 tahun. Maka setiap selesai gelar Formula E, aspalnya dikelupas dan kembali seperti sedia kala,” terang Wisnu.

Seperti diketahui, jika tidak ada aral melintang Indonesia baru pertama kali menyelenggarakan Formula E. Sedangkan Cobblestone atau blok batu yang dipasang 1995 ini dianggap sebagai cagar budaya yang harus dijaga.

Adapun sesuai aturan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) atau Federasi Otomotif Internasional, lintasan balap untuk balapan mobil listrik ini harus memenuhi standar grade 3, sedangkan untuk Formula 1 menggunakan aspal dengan standar grade 1.

Namun begitu, penyelenggaran tetap melakukan uji coba dengan cara melapisi aspal di kawasan perhelatan Formula E Jakarta dijadwalkan Maret 2020 selama 1,5 bulan. Sedangna gelaran ABB FIA Formula E Championship di Jakarta, atau Jakarta E-Prix, digelar pada 6 Juni 2020 mendatang. 

 

Apes, Ferrari Dirusak 3 Remaja Hanya Untuk Eksis di Media Sosial

0

Memiliki salah satu model mobil Ferrari bagi sejumlah orang memang merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Namun bagaimana rasanya jika mobil yang dibeli dengan susah payah, tiba-tiba rusak tanpa diketahui penyebabnya. 

Hal inilah yang dirasakan seorang pria bernama Richard Streep yang sedang menginap di rumah orang tuanya di El Paso, Texas, Amerika Serikat. Demikian dilansir di Autoevolution. 

Di pagi hari Streep kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak Ferrari California berkelir merah Streep yang diparkir di depan rumah rusak tepat di bagian kap depan. Ada sejumlah jejak kaki dan lekukan di kap depan.

Bingung bagaimana mencari tahu siapa pelakunya, Streep akhirnya curhat di media sosial, dengan harap ada seseorang mengetahui siapa yang tega melakukannya.

Namun apa yang terjadi, Streep sendiri sempat mendapatkan komentar pedas berupa sindiran dari netizen. “Jika Anda mampu membeli Ferrari, Anda sangat mampu untuk menutupi kerusakan!” 

Tak hanya mengumumkan di media sosial, Streep akhirnya mengajukan laporan kepada pihak berwajib. Hasilnya, dia mendapatkan sebuah bukti, dimana mobil asal Italia miliknya ternyata dirusak oleh tiga orang remaja. 

Ferrari California

Usut punya usut, para remaja yang menjadi pelaku vandalisme tertangkap tangan setelah aksinya direkam sebuah kamera dan diunggah ke media sosial untuk menarik perhatian. 

Streep akhirnya mencabut laporannya, dan memilih menyelesaikan secara kekeluargaan, setelah orang tua para pelaku mengetahui kabar tersebut. Hasilnya, ketiga remaja ini harus membayar ganti rugi berupa uang dengan jumlah US$6000 atau sekitar Rp 82,6 juta.

Sekadar informasi, Ferrari California merupakan salah satu mobil sport yang dianggap masih cocok digunakan secara harian. Didesain oleh Pininfarina, Ferrari California dengan konfigurasi tempat duduk 2+2 dibuat pertama kali pada 2008 dan menjadi suksesor Ferrari Portofino.

Untuk model saat ini, Ferrari California sudah disematkan mesin V8 twin-turbo berkapasitas 3,9 liter yang mampu menghasilkan daya hingga 553 Tk pada 7500 rpm dan torsi 755 Nm pada 4.750 rpm yang dikawinkan dengan 7 kecepatan dual clutch.

Dengan mesin tersebut, Ferrari California diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3,6 detik dan dapat berlari dengan kecepatan penuh hingga 315 km/jam.

 

VW Masih Jadi Merek Otomotif Nomor Wahid Kalahkan Toyota

0

Jutaan unit mobil dijual pada 2019. Lalu, siapakah perusahaan yang paling diuntungkan? Ternyata, perusahaan otomotif Volkswagen Group menjadi rajanya. Perusahaan asal Jerman ini disebut sepanjang 2019 telah menjual 10.974.600 unit atau naik 1,3 persen dari periode yang sama di 2018.

Dengan torehan ini, VW jadi perusahaan otomotif teratas selama empat tahun terakhir, mengalahkan Toyota Group dengan selisih 232.478 unit mobil atau mencatatkan 10.742.122 unit. Toyota sendiri penjualannya meningkat 1,4 persen.

Adapun aliansi Renault, Nissan dan Mitsubishi yang cukup menghebohkan dalam beberapa tahun terakhir masih belum bisa menggoyahkan VW ataupun Toyota. Sebab, di tahun lalu Renault, Nissan, dan Mitsubishi secara total terjual 10.155.912 unit. Angka ini turun 5,59 persen.

Adapun bagi VW, jumlah penjualan mobil disumbangkan paling banyak dari merek VW sendiri dengan torehan 6.278.300 unit, kemudian disusul Audi sebanyak 1.845.600 unit, Skoda 1.242.800 unit, Seat 574.100 unit, Porsche 280.800 unit, kendaraan komersial VW 491.600 unit, MAN 142.800 unit, dan Scania 99.500 unit.

Sementara Toyota sendiri penjualannya didapat paling banyak dari merek Toyota yang mencapai 9.714.253 unit, kemudian Daihatsu sebanyak 837.990 unit Hino 189.879 unit.

Sementara itu, dilansir apnews.com, baik Toyota maupun VW, pada dasarnya tidak ingin hanya menjadi pemimpin global dalam industri otomotif. Sebaliknya, mereka hanya ingin fokus pada sebuah produk dan hasilnya.

Namun begitu, perhitungan penjualan secara menyeluruh merupakan indikator untuk mencari pabrikan otomotif global mana yang masih kompetitif.

Sedangkan Nissan Motor Corp dan Renault serta Mitsubishi sendiri diketahui penjualnya belum maksimal lantaran adanya kasus penangkapan mantan pemimpin merek Carlos Ghosh yang menghadapi berbagai tuduhan masalah keuangan di Jepang.

Ghosn sendiri mengaku tidak bersalah. Sebaliknya, dia menyebutkan adanya konspirasi antara Nissan dan pejabat pemerintah Jepang untuk menjatuhkannya. Ghosn sendiri saat ini berada di Libanon tanpa diadili. Diketahui dirinya disana terlindungi karena dia juga memiliki kewarganegaraan Libanon.