Rabu, April 1, 2026
Beranda blog Halaman 1516

BMW Tingkatkan Kapasitas Produksi Komponen Mobil Listrik di Jerman

0

Jerman – Di tahun 2020 BMW Group mempersiapkan line up kendaraan elektrifikasi yang lebih luas untuk menciptakan permintaan komponen elektrik powertrain.

Mulai dari BMW 330e plug in hybrid, BMW X5 xDrive45e dan New BMW X3 xDrive30e, bersama dengan MINI Cooper SE yang berbasis full electric. Total akan hadir 12 model kendaraan elektrifikasi BMW termasuk BMW X1 plug-in hybrid dan BMW iX3 full electric

Dalam rencana jangka panjang, BMW Group bakal hadir dengan 25 model kendaraan elektrifikasinya hingga 2023 dimana setengahnya merupakan model full electric.

Menyikapi tingginya permintaan global akan kendaraan listrik, BMW Group memutuskan untuk memperluas kapasitas produksi serta menambah sumber daya manusia di fasilitas produksi E-Drive di Dingolfing, Jerman. Kebijakan tersebut  lebih cepat daripada yang direncanakan sebelumnya. 

BMW Group Plant Dingolfing punya peranan penting sebagai pemasok komponen powertrain listrik. Jumlah modul yang dibutuhkan untuk produksi baterai tegangan tinggi menjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Dan secara otomatis permintaan akan motor listrik juga meningkat secara signifikan.

“Kami sudah memulai perluasan besar-besaran fasilitas produksi E-Drive kami di Dingolfing, dari 8.000 m2 menjadi 80.000 m2 di masa mendatang. Disini kami memproduksi komponen powertrain untuk mobil full listrik dan model hybrid. Akhir tahun, kami akan menambah staf kami di area ini dari 600 menjadi lebih dari 1.400 orang,” ungkap Michael Nikolaides, Head of Production Engines and E-Drives dalam keterangan tertulis BMW Group beberapa waktu lalu.

Nantinya fasilitas ini bakal mempekerjakan hingga 2.000 karyawan yang bakal memproduksi motor listrik, modul baterai dan baterai tegangan tinggi dalam jangka menengah.

“Kami tidak hanya memasok kendaraan listrik disini, lebih dari itu, kami juga mengirimkan baterai dan motor listrik ke sebagian besar pabrik kami di seluruh dunia,” tambah Nikolaides. 

Menanggapi pencapaian tersebut, Christoph Schroder, Head of BMW Group Plant Dingolfing mengapresiasi kerjasama erat antar semua pihak. 

“Terima kasih atas kerja sama yang erat sehingga kami sekarang menjadi pemimpin dalam transformasi industri otomotif. Lebih dari satu dari lima model sedan BMW Seri 5 yang dibangun disini sudah merupakan plug-in hybrid dan telah terkirim ke pelanggan kami di seluruh dunia,” pungkasnya. (Z)

Oli Ecstar, Suzuki Genuine Oil Terbaru, Klaim Bikin Mesin Lebih Awet dan Irit Bahan Bakar

0

Jakarta – Konsumen pemilik kendaraan roda empat Suzuki saat ini mendapat sentuhan istimewa dari Suzuki Indonesia dengan dihadirkannya Ecstar Oil sebagai pelumas resmi Suzuki paling baru.

Mengusung tagline “The Ultimate Performance” oli Ecstar diklaim sebagai pelumas terbaik yang mampu menjaga performa mesin kendaraan Suzuki dengan standar pengapian terkini, yakni API Service SN, standar kualitas oli tertinggi yang diakui oleh API (American Petroleum Standard).

“Kami menganjurkan agar pemilik mobil Suzuki menggunakan oli Ecstar. Karena sudah pasti oli yang kami rekomendasikan merupakan yang paling cocok untuk mesin Suzuki dan sudah lulus uji dari tim R&D kami,” imbau Ignatius Ratrianto, Spare Part Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Ratrianto juga menjelaskan bahwa Suzuki Motor Corporation sebagai prinsipal merek kendaraan Suzuki, sudah menyetujui penggunaan oli Ecstar sebagai Suzuki Genuine Oil atau SGO terbaru di Indonesia. 

“Secara bertahap SGO akan berubah menjadi Ecstar, jadi nantinya semua oli Suzuki hanya Ecstar. Ini sekaligus menandakan bahwa oli ini memenuhi standar internasional yang digunakan Suzuki di dunia,” tambah Ratrianto.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, keunggulan dari oli Ecstar adalah menjaga kondisi mesin terus prima dan tahan lama, sekaligus membuat lapisan blok mesin tetap bersih. Ini dimungkinkan berkat kandungan Molybdenum yang berfungsi sebagai friction modifier yang membentuk lapisan di atas permukaan metal dalam mesin. Sehingga minim gesekan, kinerja mesin lebih optimal dan juga irit bahan bakar. 

Oli Ecstar menjadi produk global Suzuki untuk oil dan chemical. Di Indonesia, Suzuki menggandeng perusahaan oil maker ternama untuk bekerjasama dalam memproduksi oli yang spesifikasi dan kualitasnya memenuhi standar Ecstar.

Sejauh ini oli Ecstar baru tersedia dalam dua jenis, semi sintetis dan full sintetis yang kompatibel dengan kendaraan Suzuki produksi 2012 ke atas. Sementara untuk 2012 ke bawah, ada oli Ecstar dengan tingkat kekentalan berbeda, yakni 5W-30.

Selain merek Suzuki, oli Ecstar juga cocok digunakan kendaraan merek lain karena klasifikasi viscositas dan API Service itu berlaku umum. “Tapi Ecstar memang diformulasikan secara khusus dan ditest pada mesin Suzuki. Jadi yang punya Suzuki sekarang pakai olinya Ecstar,” tutup Ratrianto. (Z)

Amerika Recall 241 Ribu Unit Honda Odyssey Karena Masalah Kelistrikan

0

Jakarta – Honda kembali mengumumkan kampanye recall. Kali ini giliran Honda Amerika Serikat yang harus menarik kembali Odyssey lansiran 2018 hingga 2020.

Disinyalir ada masalah kelistrikan di 241.000 unit model high MPV Honda ini yang berpotensi menyebabkan kebakaran, sehingga perusahaan harus melakukan kampanye recall

“Varian Odyssey yang terkena recall ini meliputi EX-L, Touring dan Elite produksi 2018 hingga 2020,” dikutip dari usatoday.com, Rabu (12/2/2020).

Setidaknya sudah ada tiga laporan unit Odyssey yang terdampak kasus tersebut meskipun seluruhnya tidak menimbulkan korban jiwa. 

Dijelaskan oleh perusahaan bahwa ada kemungkinan kabel pada bagian tertentu terjepit, sehingga punya potensi menimbulkan korsleting yang berujung pada kebakaran karena bahan penutup panelnya terbuat dari plastik. 

Seluruh pemilik kendaraan tersebut diminta mendatangi diler Honda untuk mendapatkan penanganan berupa pembuatan jalur kelistrikan yang baru serta penggantian kabel jika rusak secara gratis.

Honda Odyssey Cuma Laku 5 Unit di Indonesia Januari 2020

Sementara dari dalam negeri, belum ada konfirmasi dari pihak PT Honda Prospect Motor apakah isu recall Odyssey juga terjadi di Indonesia.

Dari laporan penjualan Januari 2020, HPM hanya menjual 5 unit Honda Odyssey. Angka yang tidak terlalu signifikan untuk sebuah model high MPV. 

Sementara model premium Honda lainnya seperti Honda Civic Sedan meraih penjualan sebesar 55 unit, Honda City terjual 34 unit, Honda Accord 15 unit, dan Honda Civic Type R sebanyak 1 unit.

Namun Honda Indonesia secara keseluruhan berhasil meraih catatan penjualan positif di Januari 2020 ini. 

Bulan pertama di tahun 2020 HPM sukses menjual 12.603 unit mobil Honda di Indonesia. Angka ini naik 3 persen dibandingkan penjualan bulan Januari tahun 2019 kemarin yang mencapai angka 12.190 unit.

“Penjualan di bulan Januari sempat dipengaruhi beberapa faktor, seperti banjir yang mengganggu proses bisnis di sebagian diler kami. Tapi kontribusi dari area lainnya, terutama di luar pulau Jawa mendukung pencapaian pertumbuhan pada awal tahun ini. Dengan penyegaran produk seperti Honda Civic Hatchback RS yang baru kami luncurkan pada awal Februari ini dan program penjualan yang memberikan keringanan biaya kepada konsumen, kami berharap dapat mempertahankan tren positif ini,” terang Yusak Billy selaku Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/2020). 

Diantara model Honda yang berjaya pada Januari 2020 ini, Honda Brio Satya memberikan kontribusi terbesar dengan penjualan 4.348 unit, disusul Honda Brio RS yang meraih penjualan sebesar 1.297 unit.

Kemudian Honda HR-V 1.5L terjual sebanyak 2.329 unit dan Honda Mobilio terjual sebanyak 1.735 unit. Sedangkan Honda Jazz masih tinggi peminatnya dengan angka penjualan Januari 2020 sebanyak 1.158 unit, kemudian Honda CR-V sebanyak 990 unit, Honda BR-V sebanyak 400, Honda HR-V 1.8L sebanyak 168 unit dan Honda Civic Hatchback sebanyak 68 unit. (Z)

Honda Brio Satya menjadi model terlaris sekaligus penyumbang penjualan tertiggi Honda di Indonesia (Foto: HPM)

 

Teknologi Ertiga Hybrid Disebut Ketinggalan Zaman, Ini Tanggapan Suzuki

0

Jakarta – Menyambut Peraturan Presiden (PERPRES) No.55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, beberapa merek kendaraan yang jualan di Tanah Air mulai berlomba-lomba unjuk teknologi kendaraan listrik yang mereka miliki.

Toyota merupakan salah satu merek mobil yang hadirkan banyak model kendaraan listrik, mulai dari yang teknologi hybrid, plug in hybrid hingga yang full elektrik. Merek lainnya yang juga tak mau kalah unjuk teknologi kendaraan elektrifikasi di Indonesia ada Mitsubishi, BMW, serta yang paling baru ada Hyundai. 

Sebelumnya Bluebird Group juga berhasil mendatangkan puluhan unit Tesla dan BYD sebagai armada taksi berbasis mobil listrik. Serta yang terakhir, Hyundai Ioniq menjadi bagian dari Grab.

Ini menjadi penanda nyata bahwa Indonesia sudah siap menyambut tren kendaraan elektrifikasi. Lalu bagaimana Suzuki Indonesia menanggapi tren ini? 

DItemui di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 11 Februari 2020 lalu, Donny Saputra selaku Head of Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku sudah siap.

“Untuk kendaraan listrik, Agustus lalu kan Perpres-nya sudah ditandatangani. Tapi pertanyaannya adalah juknis-nya (petunjuk teknis) seperti apa. Dan ini kan baru diumumkan pada pertengahan tahun ini. Nah, kami masih menunggu dulu nih. Kalau tiba-tiba juknis-nya menetapkan kendaraan hybrid harus dua baris, tentu akan berantakan persiapan kami,” terang Donny saat disinggung soal Suzuki Ertiga Hybrid. 

Yang pasti secara keseluruhan Suzuki Indonesia sudah siap, namun masih menunggu juknis yang dikeluarkan Pemerintah terrkait aturan mobil listrik. 

“Jadi kalau ditanya soal persiapan, pastinya kita sudah siap. Teman-teman bisa lihat sendiri pas Oktober tahun kemarin kita sudah display mobil konsep Ertiga Hybrid di Monas. Tapi apakah model nantinya Ertiga atau yang lain, kita masih diskusi dengan prinsipal sekaligus menunggu juknas,” lanjutnya.

Pilih Bermain di Teknologi Mild Hybrid Dibanding Full Battery 

Sistem kerja mild hybrid di Suzuki Ertiga Diesel Hybrid (Foto: Wheelmonk)

Seperti diketahui, Suzuki sempat memperlihatkan All New Ertiga berteknologi Smart Hybrid Vehicle Suzuki (SHVS) di Monas tahun lalu. 

Berbeda dengan Ertiga Diesel Hybrid yang pernah dirilis bulan Februari 2017, All New Ertiga Hybrid sekarang sudah dibekali dengan baterai lithium sebagai penyimpan tenaga cadangan, bukan aki seperti yang di Ertiga DIesel Hybrid.

Namun beberapa pihak menyebut teknologi hybrid Suzuki ini masih kalah canggih dengan model elektrifikasi merek kompetitor yang rata-rata sudah full elektrik. 

Menanggapi hal ini, Donny Saputra menjawab santai. “Kita harus balik lagi ke tujuan Pemerintah dibalik Perpres No.55 tahun 2019. Yang saya tau tujuan aturan ini dibuat adalah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar tak terbarukan, dan ramah lingkungan. Kalau kita langsung ke full battery atau strong hybrid, efeknya itu sedikit,” timpal Donny. 

Ini dipengaruhi karena harga jual dari model tersebut (full battery dan strong hybrid) masih sangat tinggi, sehingga memengaruhi daya beli masyarakat. Artinya pembelinya lebih sedikit.

“Jadi yang paling masuk akal bagi kami adalah menjual kendaraan hybrid seharga Rp 250 juta ke bawah. Pembelinya lebih masif. Artinya pakai produk hybrid kami,” pungkasnya. 

Intinya bagi Suzuki, buat apa jual mobil berteknologi elektrik yang ramah lingkungan kalau yang beli sedikit karena harganya tinggi. Mending jualan mobil mild hybrid, harga terjangkau, pembelinya banyak, maka tujuan dari lahirnya Perpres No.55 bisa terwujud. Bukan begitu OLXers? (Z)

Khusus Pemotor di Bali, Ganti Oli Pakai Federal Oil Bisa Dapat Motor Honda PCX

0

BaliGanti oli secara rutin dan teratur bagi pemilik kendaraan merupakan sebuah kewajiban. Ini tentunya terkait dengan performa mobil maupun motor agar tetap prima tanpa pandang usia kendaraan.

Demi memberikan stimultan kepada pemilik motor agar rajin ganti oli, Federal Oil menggelar program spesial bertajuk #SolusiDapatUntung, khusus bagi pengguna motor di wilayah Bali, Lombok, dan sekitarnya. 

Program berlangsung sejak awal Januari 2020 kemarin sampai 31 Maret 2020 mendatang dengan ragam hadiah langsung yang menarik tanpa diundi. 

“Bali dan Lombok merupakan wilayah dengan populasi motor yang cukup banyak. Didukung sektor pariwisata yang maju, menjadikan daerah tersebut memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Ini yang mendorong kami untuk memberikan apresiasi melalui program #SolusiDapatUntung. Semoga melalui program ini dapat memberikan masyarakat dan konsumen kami yang berada di wilayah Bali dan Lombok sebuah solusi untuk selalu dapat merawat kendaraannya dengan baik serta lebih menguntungkan,” ujar Sri Adinegara, selaku Federal Oil General Manager dalam keterangan tertulis Federal Oil beberapa waktu lalu.

Untuk ikutan program ini caranya juga sangat mudah. Cukup ganti oli dengan produk Federal Matic dan Supreme XX, kemudian temukan kode unik yang ada di belakang label botol Federal Oil dengan cara merobeknya. Kirim kode unik tersebut dengan cara SMS ke 95899 dengan format TADA(spasi)TUKAR(spasi)KODE UNIK#NOHP. Setelah SMS terkirim, tunggu balasan mengenai hadiah yang didapatkan.

Ada hadiah berupa 1 unit sepeda motor Honda PCX150 untuk 1 orang, uang tunai sebesar 5 juta rupiah untuk 10 orang pemenang, serta hadiah hiburan lainnya seperti voucher pulsa senilai 100 ribu rupiah untuk 800 orang pemenang, dan voucher belanja senilai 10 ribu rupiah untuk 10.000 orang pemenang tanpa diundi.  

“Saya sangat senang dengan antusiasme masyarakat Bali dan Lombok yang mengikuti program ini. Kami berharap antusiasme konsumen di Bali dan Lombok terus meningkat sampai dengan akhir periode program ini berakhir. Tentunya kedepan kami harap juga kesadaran akan pentingnya merawat kendaraan bermotor dapat terus dilakukan dengan mengganti pelumas motornya secara rutin,” tutup Yogi Matsyendra selaku Area Sales Manager Balinusra. (Z)

Suzuki XL7 Lakukan Debut Dunia, Ini Harga Resminya

0

Jakarta – Suzuki Indonesia resmi memperkenalkan ke pasar global model SUV terbarunya, XL7. Medium SUV yang diproduksi di Indonesia ini memang sudah lama ditunggu-tunggu pecinta otomotif tanah air. 

Mengusung tagline “The New Extraordinary SUV”, Suzuki XL7 melakukan world premiere di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hari ini, Sabtu, 15 Februari 2020.

Suzuki XL7 hadir dengan desain bold dan gagah dengan konfigurasi tujuh tempat duduk yang luas untuk kenyamanan penumpang. Selain itu Suzuki XL7 juga dibekali berbagai fitur canggih yang membuat pengalaman berkendara semakin luar biasa dan melengkapi gaya hidup keluarga Indonesia.

“Tahun ini genap 50 tahun Suzuki hadir di Indonesia. Bertepatan dengan momen ini, kami ingin memberikan sesuatu yang istimewa bagi konsumen Indonesia, yakni peluncuran global produk terbaru kami, Suzuki XL7,” ungkap Seiji Itayama, President Director PT SIS dalam sambutannya.

Produk terbaru Suzuki ini juga menjadi salah satu andalan ekspor PT Suzuki Indomobil Sales dengan target ke 30 negara. Sekaligus mengoptimalkan Suzuki Indonesia sebagai pilar ketiga Suzuki global.  

“Sebagai The New Extraordinary SUV, Suzuki XL7 memiliki tiga keunggulan utama yaitu eksterior yang tangguh, interior yang nyaman, serta berbagai fitur yang canggih. Seluruh kelebihan itu membuat XL7 sebagai SUV 7-seater yang tangguh dengan tampilan yang lebih modern dan berkarakter. Kami harap, mobil terbaru kami ini mampu mendukung aktivitas keluarga Indonesia yang menyukai petualangan menyenangkan bersama orang-orang tercinta,” terang Dony Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Suzuki XL7 tersedia dalam pilihan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan, 6 pilihan warna, serta 3 varian yaitu Zeta, Beta, dan Alpha. 

Harga Resmi Suzuki XL7

Tipe

Harga

XL7 ZETA M/T

Rp230.000.000

XL7 ZETA A/T

Rp240.500.000

XL7 BETA M/T

Rp246.500.000

XL7 BETA A/T

Rp257.000.000

XL7 ALPHA M/T

Rp256.500.000

XL7 ALPHA A/T

Rp267.000.000

Baru Meluncur, Suzuki XL7 Ada Diskon Belasan Juta

0

Jakarta – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) baru saja menghadirkan model terbarunya, XL7. Medium SUV dari Suzuki ini melakukan debut dunianya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu, 15 Februari 2020.

Di tengah kemeriahan acara peluncuran Suzuki XL7, tersiar kabar Suzuki Indonesia memberikan potongan harga bagi konsumen yang tertarik untuk melakukan pembelian unit model terbaru ini.

Hal ini langsung dikonfirmasi oleh Makmur, Direktur Sales 4W PT SIS disela acara peluncuran global Suzuki XL7. “Menyambut 50 tahun penjualan suzuki di Indonesia, setiap pembelian Suzuki Ertiga dan XL7 akan mendapatkan hadiah langsung berupa iPhone 11 128 GB. Tapi, jika konsumen tidak mau karena sudah punya iPhone 11 atau handphone-nya sudah banyak, bisa dikonversi jadi diskon senilai tersebut,” jelas Makmur.

Menurut Makmur, kebijakan ini merupakan apresiasi bagi konsumen Suzuki menyambut usia 50 tahun Suzuki di Indonesia.

Uniknya, hadiah atau diskon tersebut bersifat hadiah langsung dan bukan hadiah undian. Berlaku untuk semua jenis pembelian Suzuki Ertiga maupun XL7, cash atau kredit. “Jadi potongan diskon ini juga berlaku bagi pembelian Ertiga, tidak hanya bagi XL7 saja. Promo juga tidak ada batas kuota dan bisa berlangsung sampai akhir tahun ini,” tambahnya.

Meski Makmur tidak menyebut besaran diskon untuk XL7, beberapa sumber dari diler Suzuki di Jakarta menyebutkan diskon bisa sampai Rp 15 juta untuk semua tipe.

“Nanti setelah launching langsung ada diskon sebesar 15 juta untuk semua tipe, itu diskon paling mentok,” beber pramuniaga yang identitasnya minta disembunyikan. 

Masih dalam rangka perayaan 50 tahun, Suzuki juga memberikan banyak promo menarik lainnya seperti down payment (DP) rendah hanya 15 persen dan juga cicilan ringan sekitar Rp 3 jutaan. Malah ada beberapa leasing atau perusahaan pembiayaan yang memberikan tenor kredit sampai tujuh tahun. 

OLXers pilih mana, Ertiga baru atau XL7? (Z)

Tandai Hari Kasih Sayang, Honda Fit Resmi Dijual di Jepang

0

Jepang – Honda Fit atau di Indonesia dikenal dengan nama Honda Jazz akhirnya resmi dijual di Jepang, bertepatan dengan Hari Valentine, 14 Februari 2020. All New Honda Fit sebelumnya sudah tampil memukau di ajang Tokyo Motor Show 2019 lalu.

Keunggulan yang ditawarkan kepada konsumen Jepang melalui Honda Fit terbaru adalah ruang kabin yang luas dengan pengaturan kursi yang fleksibel.

Yang menarik karena model ini sudah dilengkapi dengan teknologi keselamatan terkini yaitu Honda SENSING® serta Honda CONNECT sebagai teknologi generasi baru Honda yang telah terintegrasi.

All New Fit hadir dalam lima tipe berbeda, BASIC, HOME, NESS, CROSSTAR dan LUXE yang bisa dbilang sebagai Honda Fit varian tertinggi. 

Selain itu, All New Fit juga ditawarkan dalam versi e:HEV yang dilengkapi dengan sistem 2 motor hybrid Honda yang menggerakkan kendaraan dengan motor listrik untuk kegiatan sehari-hari serta untuk mewujudkan pengendaraan yang hemat bahan bakar dan mulus. 

Tapi jangan harap mobil Honda Fit 2020 atau Honda Jazz terbaru ini masuk ke Indonesia, karena memang model ini diciptakan khusus untuk market Jepang saja.

“Jazz Fit itu buat market Jepang. Kita cari mana yang sesuai dengan market Indonesia. Karena dari survey yang kita lakukan, desain dari Honda Fit terbilang lembut, kurang sesuai dengan karakteristik preferensi pengendara di Indonesia. Disini kepengin tampilannya cenderung mau yang sporty,” terang Yusak Billy, Business Innovation Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) dilansir dari Antara, Sabtu (15/2/2020).  

Penegasan ini jelas memupus harapan pecinta mobil Honda di Tanah Air untuk bisa memiliki Honda Jazz terbaru yang sudah punya fitur lengkap dengan sistem teknologi yang cukup canggih seperti yang ada di Honda Fit. (Z) 

Suzuki XL7, The New Extra Ordinary SUV

0

Jakarta – Suzuki XL7 hadir di Indonesia mengusung tagline “The New Extraordinary SUV”, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akhir pekan kemarin.

Mencoba peruntungannya di pasar SUV Tanah Air, XL7 mencoba menawarkan berbagai keunggulannya kepada konsumen. 

“Sebagai The New Extraordinary SUV, Suzuki XL7 memiliki tiga keunggulan utama yaitu eksterior yang tangguh, interior yang nyaman, serta berbagai fitur yang canggih. Seluruh kelebihan itu membuat XL7 sebagai SUV 7-seater yang tangguh dengan tampilan yang lebih modern dan berkarakter. Kami harap, mobil terbaru kami ini mampu mendukung aktivitas keluarga Indonesia yang menyukai petualangan menyenangkan bersama orang-orang tercinta,” terang Dony Saputra, 4W Marketing Director PT SIS dalam peluncuran secara global Suzuki XL7.

SUV ini menjadi andalan SIS untuk meraih target pangsa pasar 12 persen di 2020 menemani Carry pick up dan Ertiga yang selama ini menjadi backbone penjualan merek otomotif berlambang S di Indonesia. 

Menurut Dony pihaknya menargetkan untuk menjual 2.000 unit Suzuki XL7 setiap bulannya. “Kita pasang target 20 persen market share di segmen medium SUV. Pasar medium SUV saat ini kan sekitar 10.000 per bulan, kami ambil sekitar 20 persen, jadinya 2.000 unit,” ucap Dony dengan cukup percaya diri kepada wartawan beberapa hari jelang peluncuran Suzuki XL7 secara global.

Lalu apa saja yang menjadikan Suzuki XL7 sebagai “Extra Ordinary” SUV menurut pihak Suzuki Indonesia? Mari kita bahas secara singkat bagian per bagian. 

Tampilan Gagah dengan Dimensi Lebih Bongsor

Suzuki XL7 adalah adik kandung dari Ertiga. Keduanya lahir dari line produksi yang sama, dan secara tongkrongan juga bisa dibilang sama, hanya saja berbeda karakter.

XL7 dibuat lebih bongsor dibandingkan kakak tertuanya kalau dilihat dari sisi dimensinya.

Dimensi Suzuki Ertiga berukuran 4.395 mm, dengan lebar 1.735 mm, tinggi 1.690 mm, berjarak sumbu roda 2.740 mm, serta ground clearance 180 mm. Sementara XL7 dibuat lebih jangkung dengan dimensi 4.450 mm, lebar 1.775 mm, tinggi 1.710 mm serta jarak sumbu roda sepanjang 2.740 mm dan didukung ground clearance setinggi 200 mm. 

“Dimensi Suzuki XL7 menjadi salah satu selling point, karena dengan dimensi tersebut memberikan ruang lebih luas hingga baris ketiga,” ucap Donny.

Untuk mempertegas Suzuki XL7 sebagai mobil yang asyik diajak berpetualang, pada bagian atapnya tersemat roofrail. Sementara urusan penerangan, lampunya sudah pakai teknologi LED dan DRL, serta pelek berukuran R16 menggunakan ban ukuran 195/60. Khusus untuk varian Alpha, XL7 juga menawarkan warna bodi twotone

Interior Mewah, Punya Fitur Canggih Smart e-Mirror

Kabin Suzuki XL7 didominasi dengan warna hitam, mulai dari dasbor, doortrim hingga bahan pelapis jok. Nuansa gelap ini membawa kesan mewah di dalam kabinnya. Apalagi di sisi doortrim terdapat material soft touch. Penumpang dibuat semakin yamanan dengan hadirnya armrest di baris pertama dan kedua.

Urusan hiburan juga tambah keren dengan layar touch screen berukuran 8 inch di konsol tengah yang mudah dioperasikan. Serta tampilan Multi Information DIsplay (MID) sebagai pusat informasi terkait kendaraan yang terlihat dinamis serta modern.

Bicara soal fiturnya, mobil SUV baru dari Suzuki ini cukup berlimpah fitur yang bikin nyaman seisi kabinnya. Terbaru adalah smart e-mirror, spion tengah dengan fungsi untuk merekam kejadian pada sisi depan maupun sisi belakang mobil secara langsung. Begitu juga dengan fitur keyless push start stop button, AC digital auto climate with heater serta power outlet hingga baris ketiga. 

Dari sisi fitur keamanannya, Suzuki XL7 dilengkapi fitur ABS & ABD, dual SRS airbag, ISOFIX, Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Programme (ESP), sensor parkir, kamera belakang, serta kunci immobilizer. 

Mesin Sama dengan Ertiga, Output Tenaga Lebih Besar

Menjelajah ke sektor dapur pacu dari Suzuki XL7, ternyata masih mengandalkan mesin sama dengan yang digunakan pada Ertiga, yakni mesin K15B DOHC berkapasitas 1.462 cc. Cuma ada sedikit perbedaan teknis saja yang menghasilkan perbedaan output dengan Ertiga. 

Jika output tenaga maksimal pada Ertiga 103,2 Hp pada 6.000 rpm dengan torsi 138 Nm pada 4.400 rpm, di XL7 menjadi lebih baik. Menghasilkan daya sebesar 104,7 Hp pada putaran 6.000 rpm serta torsi maksimal 138 Nm pada putaran 4.400 rpm. 

Pilihan Warna Twotone di Tipe Tertinggi

Varian Warna XL7

Alpha

Beta

Zeta

Rising Orange + Black

 

Brave Khaki + Black

 

Prime Cool Black

 

 

 

Pearl Snow White

 

 

 

Pearl Burgundy Red

 

 

Metallic Magma Grey

 

 

Harga Kompetitif

Tipe

Harga

XL7 ZETA M/T

Rp230.000.000

XL7 ZETA A/T

Rp240.500.000

XL7 BETA M/T

Rp246.500.000

XL7 BETA A/T

Rp257.000.000

XL7 ALPHA M/T

Rp256.500.000

XL7 ALPHA A/T

Rp267.000.000

 

 

Hal yang Jarang Diketahui Pengendara Soal Tugas Polisi di Jalanan

0

Beberapa waktu lalu, anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya Bripka Rusdy Rustam menjadi viral di media sosial lantaran diajak duel oleh pengemudi mobil Toyota Agya bernopol B 2340 SH yang dikemudikan oleh Tohap Silaban di Tol Angke, Jakarta Barat.

Usut punya usut, pengemudi mobil ternyata kesal lantaran tak terima diusir dari bahu tol karena dia diduga sengaja berhenti dengan maksud menghindari jadwal sistem ganjil-genap.

Tohap Silaban yang sudah ditangkap Polres Jakarta Barat, dikenakan pasal berlapis yaitu Pasal 212 KUHP tentang melawan petugas dan Pasal 335 KUHP tentang penganiayaan.

Adapun menurut Purnawirawan Polri yang kini menjadi Pemerhati Transportasi Budiyanto, penindakan yang dilakukan Bripka Rusdy termasuk dalam tindakan diskresi untuk mengatur lalu lintas.

Lalu apa itu diskresi?

Diskresi merupakan keputusan dan tindakan yang ditetapkan atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan atau adanya stagnasi pemerintahan. Namun, penggunaannya harus oleh pejabat yang berwenang dan sesuai dengan tujuannya.

Pejabat pemerintahan yang dimaksud yaitu unsur yang melaksanakan fungsi pemerintahan, baik di lingkungan pemerintah maupun penyelenggara negara lainnya.

Kata Budi, diskresi yang dilakukan kepolisian bisa meliputi pemberhentian arus lalu lintas, mengatur pengguna jalan untuk terus jalan, mempercepat atau memperlambat kendaraan, mengalihkan arus lalu lintas, hingga menutup dan membuka arus lalu lintas.

“Tindakan petugas wajib diutamakan dari pada pengaturan yang diberikan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas, rambu-rambu lalu lintas dan atau marka jalan. Disadari atau tidak, memang pada saat kita dihadapkan pada situasi keadaan tertentu, terjadi proses perampasan,” ungkap Budi dalam pesan tertulis, Senin (10/2/2020).

Petugas juga bisa melakukan diskresi secara tiba-tiba atau situasional, lantaran tidak berfungsinya alat pemberi isyarat lalu lintas, pengguna jalan yang diprioritaskan, pekerjaan jalan, bencana alam, kecelakaan lalu lintas atau penyebab lainnya.

“Hak seseorang yang bersifat sementara. Sebagai contoh posisi lampu traffic light sudah menyala hijau, pengguna jalan yang seharusnya jalan, untuk sementara belum bisa jalan karena petugas masih memprioritaskan pengguna jalan yang memperoleh hak utama,” jelas Budi.

Kata Budi, memprioritaskan pengguna jalan yang memperoleh hak utama merupakan salah satu yang masuk dalam klasifikasi keadaan tertentu, sehingga tindakan petugas yang memprioritas kendaraan tersebut walaupun lampu menyala merah tidak melanggar melanggar HAM karena dibenarkan oleh Undang- Undang.

“Hal seperti ini kadang dapat menimbulkan kesalahpahaman  karena minimnya informasi yang berkaitan dengan pemahaman keadaan tertentu. Bahwa dalam keadaan tertentu, tindakan petugas wajib diutamakan dari pada pengaturan yang diberikan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas, rambu-rambu lintas dan atau marka Jalan,” terangnya.

Adapun payung hukum yang mendasari pengaturan dalam keadaan tertentu, diatur dalam :

1. Undang- Undang Kepolisian Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Pasal 18 ayat (1).

2. Undang-Undang lalu lintas Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan Jalan, pasal 104.

3. Peraturan Kapolri Nomor 10 tahun 2012 tentang pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas.

Budi sendiri menyadari, jika pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu terkadang masih menimbulkan kesalahpahaman antara petugas dengan pengguna jalan, terutama yang merasa dirugikan dari sudut subjektif penilaiannya.