Rabu, April 1, 2026
Beranda blog Halaman 1517

Uniknya Konsumen di Indonesia Kalau Beli Mobil Pilih yang Lebih Mahal

0

Sudah jadi rahasia umum, jika pabrikan otomotif menawarkan varian paling tinggi dengan fitur lebih lengkap dan harga yang tentunya lebih mahal dari versi paling bawah.

Usut punya usut, ternyata pilihan mobil varian paling tinggi dengan fitur lebih lengkap dan harga lebih mahal karena adanya permintaan dari konsumen.

Setidaknya hal tersebut juga disampaikan Head of Sales & Dealer Management Region 3 Department PT MMKSI, Ilham Iranda Syahputra. Menurut dia, tingginya permintaan  akan mobil model mobil dengan varian paling tinggi adalah keunikan dari konsumen di Indonesia.

“Kalau yang saya lihat, (alasan pilih varian mobil paling tinggi) dari status apalagi untuk first buyer, mereka ingin yang pertama dan top varian. Sekarang mereka melihat perbandingan harga (varian bawah ke atas) no problem,” ungkap Ilham saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020 yang digelar Mitsubishi di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu.

Ilham sendiri menyebutkan, beberapa model mobil Mitsubishi dengan varian paling tinggi justru penjualannya lebih laris daripada varian bawah, contohnya Mitsubishi Xpander Cross dan juga Pajero Sport tipe Dakar.

“Sama kita juga yang Pajero Sport paling banyak yang Dakar bukan GLS atau Exceed. Begitu Dakar muncul, Exceed langsung drop (penjualannya),” ucapnya.

Untuk Mitsubishi Xpander Cross, Ilham menyatakan, mobil yang diluncurkan November 2019 lalu, bukan sengaja dibuat untuk mengisi segmen Low SUV yang ada di atas. Sebaliknya Xpander Cross merupakan varian paling tinggi dari versi Mitsubishi Xpander yang sudah ada sejak 2017.

Di usia Xpander Cross yang masih tergolong sangat muda, konsumen yang ingin membeli mobil jenis tersebut harus sabar menunggu, karena indennya mencapai dua bulan lamanya. 

“Beberapa daerah masih inden, termasuk di area saya Sumatera Utara, Makassar dan Balikpapan, tiga daerah ini untuk tipe premium masih inden. Kita prediksi maksimum dua bulan, kalau Xpander standar enggak,” kata dia.

Adapun penyebab inden, lanjut Ilham, hal tersebut karena proporsi produksi Mitsubishi Xpander dibagi-bagi yang terdiri dari tiga bagian yaitu varian paling atas, tengah dan manual. 

“Tapi semua mengarahnya ke atas (Xpander Cross), sama seperti pertama kali Xpander launching. Kita pikir juga yang Ultimate tidak banyak, ternyata peminat paling banyaknya tipe atas,” tuturnya. 

Supaya Pelanggan Puas, Daihatsu Adu Skill Para Teknisi

0

PT Astra Daihatsu Motor selaku agen pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia mengklaim, selama 11 tahun atau sejak 2009 di pasar otomotif nasional mereka penjualannya bertahan di urutan kedua.

Angka ini memang cukup mengesankan mengingat persaingan otomotif semakin sengit. Namun begitu, Daihatsu rupanya tak mau jumawa. Sebab, mereka tak hanya penjualan saja yang merangsek naik, tetapi juga kepuasaan pasca membeli mobil Daihatsu.

Nah, untuk memuaskan pelanggan, PT ADM rupanya punya caranya, yaitu membuat skill para teknisi lebih handal.

Adapun untuk melihat perkembangan skill para teknisi, PT ADM menggelar ajang adu skill para teknisi terbaik Daihatsu se-Indonesia dengan tajuk Daihatsu National Technical Skill Contest 2020.

Menurut Technical Service Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, kompetisi khusus untuk para teknisi Daihatsu ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknisi Daihatsu agar pelanggan konsumen Daihatsu puas baik dari segi pelayanan, hingga kualitas pengerjaan yang handal.

“Kami berharap, melalui kontes ini motivasi dan kemampuan teknisi semakin meningkat untuk mencapai kualitas pelayanan terbaik demi kepuasan pelanggan Daihatsu”, ungkap Anjar, di Daihatsu Technical Training Center, Sunter, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Acara yang berlangsung selama dua hari pada 10-11 Februari 2020 ini memperlombakan beberapa kategori, mulai dari teknisi, foreman (kepala regu) hingga service advisor (SA). Para pemenang dari kontes ini akan dikirim untuk mengikuti kontes level internasional.

Perlu diketahui, kontes dilakukan secara bertahap, mulai dari seleksi internal di masing-masing bengkel, lalu tes teori secara online, kemudian tes praktek di regional, dan babak final yang memperlombakan kombinasi antara tes teori dan praktek di Jakarta.

Seleksi kontes diadakan di 8 area, yang meliputi Sumatera, DKI 1, DKI 2, Jawa Barat; Jawa Tengah; Jawa Timur; Kalimantan; dan Indonesia Bagian Timur (IBT). Dari total sebanyak 2.009 peserta di seluruh Indonesia, terseleksi sebanyak 24 finalis yang masuk ke babak final.

Pada babak final, seleksi dan penentuan pemenang dilakukan secara beregu atau tim untuk mendapatkan yang terbaik. Sebagai pemenang pertama dan terbaik, Daihatsu memberikan apresiasi kepada tim juara utama berupa medali, Trophy, overseas trip ke Jepang, dan ikut ke International Technical Skill Contest 2021.

Sebagai tambahan, kontes teknisi Daihatsu se-Indonesia ini diadakan untuk ke-29 kalinya sejak 1985. Kontes ini juga merupakan hasil inovasi Daihatsu, yang mengasah keterampilan individu dan kekompakan tim. Hal ini untuk menunjukkan komitmen Daihatsu melalui kebersamaan tim untuk melayani pelanggan dengan lebih baik. Semua dilakukan dengan standar yang telah ditetapkan oleh Daihatsu.

Intinya, jika para teknisi menjadi lebih baik, maka hal itu dapat diimplementasikan terhadap mobil-mobil konsumen. Dengan begitu, maka konsumen akan puas dan tetap menggunakan mobil-mobil Daihatsu. 

 

Jualan Truk Diprediksi di 2020 Bakal Naik, Ini Penyebabnya

0

Tak hanya kendaraan mobil penumpang, kendaraan komersil juga pada 2020 diprediksi akan mengalami kenaikan. Setidaknya hal tersebut diakui PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), selaku distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Tanah Air. 

Menurut Presiden Direktur PT KTB, Atsushi Kurita KTB, pasar kendaraan niaga akan tumbuh sekitar tujuh persen pada 2020, sehingga KTB menetapkan target penjualan truk Fuso pada 2020 di angka 46.900 unit. 

“Rincian target masing-masing Colt Diesel 40.400 unit, target FUSO dan Fighter 6.500 unit,” ungkap Atsushi di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (11/2020).

Sementara itu, Direktur Sales and Marketing PT KTB, Duljatmono optimis penjualan kendaraan komersial mengalami pertumbuhan, karena membaiknya ekonomi global, yang dapat mempengaruhi kepada industri logistik.

“Komitmen pemerintah membangun infrastruktur menjadi harapan bagi industri otomotif termasuk Mitsubishi Fuso meningkatkan penjualan,” ucap Duljatmono.

Tentu saja jika bicara infrastruktur di Indonesia, dengan adanya pemerintahan baru maka bukan tak mungkin akan ada proyek pembangunan termasuk Ibukota baru Kalimantan Timur dan yang lainnya. 

Tidak sampai disitu, Duljatmono menyatakan, pada 2020 pertumbuhan industri Crude Palm Oil (CPO) dalam hal ini penggunaan B30 juga diprediksi salah satu stimulus sehingga memberikan kontribusi positif. 

Penyebab Jualan Truk Fuso Turun pada 2019

Kenaikan target penjualan truk Fuso sebesar tujuh persen, tak lain agar fokus meningkatkan dominasi sebagai absolute market leader.

Maklum, pada 2019 lalu penjualan truk Fuso hanya sebanyak 94.323 unit atau turun 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tembus 116.421 unit. 

Penurunan penjualan kendaraan komersial secara menyeluruh disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena Pemilihan Umum, disambung bulan Ramadhan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, serta susunan kabinet.

Kendati demikian pada tahun lalu Mitsubishi Fuso, mendominasi pasar kendaraan niaga dengan market share sebesar 44.2 persen atau setara dengan 41.736 unit. 

Angka tersebut diperoleh dari produk Colt Diesel 36.575 unit dengan market share 55.4 persen di segmen LDT. Sedangkan untuk segmen Fuso dan Fighter 5.161 unit dengan market share 23.4 persen.

Tak lupa, produk truk Fuso Fighter yang pertama kali dipasarkan di awal 2019 lalu dengan jumlah 15 ternyata dapat memenuhi kebutuhan bisnis di berbagai sektor mulai dari logistik, infrastruktur, hingga agrikultur. Hasilnya, 1.581 unit Fighter berhasil dipasarkan selama 2019.

 

Ini Dia Pria Dibalik Desain Dynamic Shield Khas Mitsubishi

0

OLXer pasti pernah dong penasaran dengan siapa sih yang mendesain mobil-mobil jaman sekarang. Pasalnya, desain mobil yang dibuat cukup menarik perhatian bahkan produknya dipakai disegala penjuru dunia. 

Bahkan, Mitsubishi jadi salah satu brand otomotif yang punya gaya bahasa desain sendiri dan diklaim khas yaitu Dynamic Shield.

Nah ternyata asal muasal hadirnya desain Dynamic Shield ini lahir dari tangan seseorang bernama Tsunehiro Kunimoto. Pria ini ternyata jadi orang yang bertanggung jawab soal desain kendaraan penumpang Mitsubishi Motor.

Menurut Kunimoto, desain Dynamic Shield lahir karena adanya perbedaan desain mobil jaman now dengan zaman ketika dia pertama kali sebagai desainer mobil. 

Kata dia, pada awal karirnya mendesain mobil, konsumen akan melihat pada desain yang unik, inovatif dan sangat berbeda. Namun sekarang, dengan adanya ekspansi di industri otomotif, selain desain yang berbeda, unik dan inovatif, konsumen juga memikirkan fungsi dan daya tahan serta keamanan kendaraan. 

“Perubahan seperti itu membuat saya berkembang, sekarang satu brand dapat membuat satu desain utama yang dapat diaplikasikan terhadap banyak kendaraan mereka, demikian juga dengan Mitsubishi. Disinilah tercipta konsep Dynamic Shield, yang akan terus bertahan sebagai ciri khas desain Mitsubishi hingga ke depan,” ungkap Kunimoto dalam keterangan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Kunimoto menjelaskan jika Dynamic Shield bukan sekedar nama desain, namun lebih ke filosofi berkendara yang memberikan perlindungan bagi pengemudi dan juga orang lain di sekitarnya, dengan mempertahankan tampilan sporty dengan performa tinggi. 

“Dynamic Shield itu dikembangkan dari warisan Mitsubishi yang sudah mengakar sejak dulu. Jadi filosofi saya membuat desain berdasarkan dari warisan tersebut dan menciptakan sebuah identitas dari Mitsubishi. Satu-satunya cara memperkenalkannya adalah melalui tampilan depan dari kendaraan kita,” terangnya.

Saat ini, bahasa desain Dynamic Shield telah dipergunakan pada setiap mobil baru Mitsubishi, mulai dari Xpander, Pajero Sport serta Triton yang kini sangat popular di Indonesia. 

Awal Mula Kecintaan Akan Desain

Kesuksesan Kunimoto dalam desain mobil-mobil Mitsubishi ternyata tak lepas dari pedoman yang dipegang teguh, yaitu :

“Seorang desainer mobil itu harus bisa membuat sebuah karya yang benar-benar baru dan inovatif tapi tetap bisa menerjemahkan ekspektasi dari konsumen. Itu merupakan sudut pandang yang fundamental bagi seorang desainer”. 

Pria yang menyelesaikan pendidikan di Musashino Art University, Jepang, ini bercerita, ketertarikan akan dunia desain berawal saat ia masih muda. Saat itu sang ayah seringkali bepergian keluar negeri dan membawa berbagai peralatan serta perkakas dari Eropa dan Amerika. 

Kunimoto melihat barang-barang yang dibawa ayahnya memiliki desain yang sangat indah, berbeda dengan barang yang ada di Jepang saat itu. 

“Dari peralatan yang dibawa oleh ayah, memicu saya menyukai dunia desain. Karena produk yang memiliki desain indah itu ternyata juga fungsional. Desain yang ergonomis dan fungsional itu benar-benar berkualitas bagus dan sejak itulah saya memutuskan untuk menjadi seorang desainer,” jelasnyanya.

Ketika kuliah, Kunimoto juga pernah merasakan krisis minyak di era 1970-an di mana industri otomotif kala itu terkena dampaknya. Namun, Kunimoto percaya jika industri otomotif ini akan tetap bertahan dan terus berkembang, dan saat itulah ia memutuskan bahwa otomotif-lah yang akan menjadi fokus desainnya. 

“Saya percaya di masa depan orang tetap membutuhkan pengalaman berkendara meski teknologi mobil sudah lebih canggih. Mobil di masa depan tetap akan memiliki desain yang bagus dan juga sistem yang modern. Hal-hal seperti ini yang membuat saya tertarik menjadi desainer mobil,” jelasnya.

Bergabung dengan Mitsubishi

Kecintaan akan sebuah desain membuat Kunimoto akhirnya berlabuh di perusahaan otomotif Mitsubishi Motors Corporation (MMC) di pada 2014. Saat mengawali pekerjaannya itu, Kunimoto langsung berinteraksi dengan konsumen Mitsubishi di seluruh dunia.  Tujuannya hanya satu, ia ingin mengetahui apa ekspektasi konsumen terhadap produk Mitsubishi nantinya. 

“Saat saya baru bergabung dengan Mitsubishi saya langsung mengunjungi negara di mana penjualan Mitsubishi sangat kuat, seperti Eropa, Asia, termasuk Indonesia. Di situlah saya menemukan kunci penting dalam kendaraan Mitsubishi, yaitu tangguh dan perawatannya mudah,” tutup Kunimoto.

Ingat, Gaya Mengemudi Berbahaya dan Jadi Penyebab Kecelakaan Bisa Kena Pasal 311

0

Berbagai kasus kecelakaan lalu lintas masih saja marak terjadi, baik di jalan raya maupun jalur bebas hambatan. Akibat kecelakaan, banyak hal yang dirugikan mulai dari habisnya biaya untuk perbaikan mobil, perawatan akibat cedera, hingga hilangnya nyawa seseorang. 

Maraknya kecelakaan, membuat Pemerhati masalah Transportasi Budiyanto ikut angkat bicara. Menurut dia, pada dasarnya jalanan yang bagian dari ruang lalu lintas merupakan prasarana pergerakan atau perpindahan kendaraan orang dan barang yang perlu dijaga dan dirawat bersama agar tidak membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas.

“Untuk menjaga ruang lalu lintas  tetap sehat, dinamis dan berkeselamatan, tercetuslah  rambu-rambu atau pedoman yang dirumuskan dalam pasal- pasal yang mengatur secara spesifik tentang tata cara berlalu lintas yang benar. Hal ini merupakan substansial atau roh dari pada Undang-Undang tentang Lalu lintas dan angkutan jalan,” ungkap Budi dalam pesan tertulis, Rabu (12/2/2020).

Budi yang merupakan mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya menyatakan, jika pengendara salah dalam mengimplementasikan ruang lalu lintas di jalan, maka yang terjadi adalah akan adanya pelanggaran lalu lintas, yang justru menjadi faktor utama atau penyebab kecelakaan lalu lintas.

Kata Budi, pengemudi kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan membahayakan bagi nyawa dan barang adalah pelanggaran lalu lintas yang serius, sehingga dilakukan akan diberikan sanksi tilang  atau pidana maksimal. 

Budi mencontohkan, beberapa kecelakaan yang sudah terjadi selama ini, akibat ulah pengemudi yang berperilaku membahayakan saat mengemudikan kendaraan, antara lain kecelakaan masuk kubangan air di Bundaran HI, kecelakaan nabrak apotik Senopati,  kecelakaan kendaraan menabrak pejalan kaki, gerobak dan lainnya. 

Selain itu, ada juga kecelakaan lalu lintas yang membuat jatuhnya korban meninggal dunia seperti di Tol Cipali atau lainnya. 

Adapun beberapa cara pengemudi yang dapat membahayakan dan terlihat kasat mata seperti mengemudi ugal-ugalan, balapan liar, kebut-kebutan, mengangkut orang melebihi batas kapasitas angkut, pelanggaran Over Dimensi dan Overload (odol).

Nah, kata Budi pengemudi yang kedapatan dengan cara-cara dan keadaan yang membahayakan ini, untuk membangun efek jera  dapat dikenakan Pasal 311 yang berbunyi:

(1) Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.

(2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 4 juta.

(3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 8 juta.

(4) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 20 juta.

(5) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. 

Ada Promo Menarik Buat Mobil-mobil di Bawah Astra, Mau?

0

OLXer tau nggak, kalau PT Astra Interntational Tbk punya banyak bisnis yang terkait dengan otomotif, mulai dari kendaraan seperti mobil atau motor hingga lembaga jasa keuangan.

Saking banyaknya, untuk memperingati hari jadi ke-63 tahun PT Astra International Tbk pada 20 Februari 2020, mereka siap menggelar pameran Astra Auto Fest yang dihelat di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang Selatan, Banten, 19-23 Februari 2020.

Ehm apa itu Astra Auto Fest? Acara ini merupakan pameran otomotif yang sudah digelar sejak 2018, dimana konsumen dapat melihat dan membeli produk-produk dari brand otomotif yang ada di bawah payung Astra International dengan promo dan penawaran terbaik yang juga diberikan lembaga jasa keuangan mereka.

Menurut Project Director Astra Auto Fest 2020, Gunawan Salim, kegiatan tahunan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Astra dalam memberikan layanan dan produk terbaik bagi masyarakat Indonesia melalui sinergi antara Divisi Otomotif Astra, Jasa Keuangan Astra (Astra Financial), Astra World dan Astra Digital.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan pengunjung akan mendapat pengalaman membeli dan memproteksi seluruh produk otomotif Astra secara mudah, cepat, terjamin dan terintegrasi yang diiringi penawaran terbaik Astra,” ungkap Gunawan, di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Berbeda dari tahun sebelumnya, Astra Auto Fest kini digelar di beberapa kota, mulai dari Bandung, Medan, dan Surabaya. Adapun hajatan tahunan grup Astra ini melibatkan 19 kolaborator, seperti di sektor bisnis penjualan kendaraan, terdapat Auto2000, Astra Daihatsu, Astra Isuzu, BMW Astra, Astra Lexus, Astra Peugeot, Astra UD Trucks dan Astra Motor.

Selain itu, ada juga Mobil88, Toyota Trust dan BMW Astra Used Car bagi pengunjung yang ingin melakukan trade in atau memiliki kendaraan second-hand dengan kualitas prima jaminan Astra. Acara ini juga didukung oleh Astra World dan Seva.ID.

Untuk memberikan kemudahan proses pembayaran pembelian kendaraan dalam Astra Auto Fest 2020 atas dukungan enam lembaga jasa keuangan Astra Financial, yaitu PermataBank, FIFGROUP, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Finance (TAF), Asuransi Astra dan Astra Life.

Beragam Promo

Nah, yang membuat Astra Auto Fest 2020 lebih menarik lagi yaitu adanya berbagai program menggiurkan, seperti program Limited Offer dengan bunga 0 persen dari ACC untuk pembelian mobil Toyota, Daihatsu, BMW, Isuzu dan Lexus.

Selain itu ada juga promo yang diberikan TAF, dimana pelanggan dapat menikmati bunga 1 persen untuk 1 tahun, 2 persen untuk 2 tahun, 3 persen untuk 3 tahun, 4 persen untuk 4 tahun, 5 persen untuk 5 tahun.

Pengunjung juga dapat menikmati program Pre-Approved kendaraan disertai dengan potongan biaya administrasi sampai dengan Rp 1,5 juta untuk pengajuan kredit.

Untuk pengunjung yang mencari produk roda dua, FIFGroup akan memberikan program potongan angsuran, seperti reguler program dan priority program dengan potongan hingga Rp 1,75 juta untuk tenor 3 tahun.

Tidak terbatas hanya untuk kategori otomotif, pengunjung yang ingin memiliki asuransi jiwa maupun kesehatan dapat menikmati berbagai program menarik yang ditawarkan Astra Life, dimana para pengunjung yang melakukan pembelian asuransi Flexi Life maupun Flexi Critical Illness akan mendapatkan cashback sebesar 20 persen.

Belum sampai disitu, dalam rangka menambah kemeriahan dan keseruan acara Astra Auto Fest 2020, selama event berlangsung akan ada berbagai program Lucky Dip menarik seperti Free Admin, Bonus Down Payment (DP) 10 persen, Free Angsuran selama 1 tahun sampai dengan Rp 50 juta, berbagai macam gadget, car trunk dan masih banyak lagi dengan total hadiah sampai dengan Rp 3,7 miliar.

‘Virus’ Corona Ternyata Sudah Masuk Indonesia Sejak Tahun 70-an

0

Wabah virus Corona kini sudah mulai menyebar ke sejumlah penjuru dunia, termasuk beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand bahkan juga Australia.

Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata belum ditemukan virus yang awalnya berasal dari Wuhan, China tersebut.

Jika mendengar kata Corona, ternyata nama tersebut bukan hanya untuk jenis virus saja, tetapi ada juga loh nama mobil. Ya, mobil tersebut adalah Toyota Corona.

Jauh sebelum virus yang asal muasalnya dari hewan tersebut muncul, nama mobil Toyota Corona sendiri sudah ada sejak tahun 1957.  Perlu OLXer tau, nama Toyota Corona sendiri punya sebutan lain yaitu Carina.

Jika melihat sejarah Corona, ternyata mobil ini juga bak virus, karena dijual tidak hanya di Jepang, melainkan ke berbagai pasar otomotif global, termasuk Indonesia.

Seperti dilansir Wikipedia, Toyota Corona merupakan sedan Sedan 4 pintu. Namun seiring perkembangannya hadir model Coupe 2 pintu yang dibuat antara tahun 1967 dan 1989. Adapun Toyota Corona hadir juga berupa model Liftback, Station Wagon, dan Van.

Kalau OLXer mau tau sejarah singkat Toyota Corona hingga akhirnya menyebar ke Indonesia, berikut ringkasannya.

Generasi Pertama (1957-1960)

Awal mula Toyota Corona adalah sebelum adanya Toyota Corolla. Mobil ini awalnya disebut Corona ST10 dengan mengusung mesin 995 cc.

Generasi Kedua (1960-1964)

Generasi kedua, hadir Corona PT20 yang diluncurkan pada 1960, Toyota mendesain Corona lebih besar dari model pendahulunya, dan mirip dengan sedan buatan Eropa pada jamannya. Generasi ini juga dipasarkan dengan nama Toyopet Tiara.

Generasi Ketiga (1964-1970)

Nah, ‘virus’ Corona terjadi di generasi ketiga, karena Toyota menjualnya secara massal di berbagai negara di dunia. Model yang tersedia adalah Sedan 4 pintu, Hardtop Coupe 2 pintu, Sedan 5 pintu (semi wagon yang mirip Liftback), Station Wagon, dan Van. Mesin yang digunakan berkapasitas 1500 cc.

Corona adalah Toyota pertama yang dijual secara resmi di Inggris, dan model ini juga sukses di Amerika.

Generasi Keempat (1970-1973)

Pada 1970 Toyota kembali meluncurkan sedan yang disebut Corona RT80 series Sedan dan Wagon, serta RT90-series Hardtop Coupe jauh lebih besar dan lebih modern dari generasi sebelumnya.

Ini adalah mobil kelas menengah yang sukses. Model Sedan dan Wagon bermesin 1500 cc, yang kemudian muncul facelift 1600 cc. Model sport Hardtop Coupe bermesin 1700 cc.

Oia, OLXer juga harus tau generasi keempat ini jadi awal mula ‘virus’ Corona mengaspal di Indonesia, dan dirakit secara lokal.

Generasi Kelima (1973-1979)

Generasi kelima disebut Corona seri T100 diproduksi dalam bentuk 4 pintu sedan, 2 pintu hardtop coupe, dan 4 pintu station wagon dengan mesin 1.6, 1.8, dan 2.0 liter.

Generasi Keenam (1978-1982)

Corona generasi ke-6 hadir dengan bentuk body yang agak kotak tetapi elegan. Menggunakan platform T130, Corona tersedia dalam versi Sedan, Hardtop Coupe, Wagon, dan model baru yang dilansir pada tahun 1979 yaitu Liftback 5 pintu.

Model facelift memiliki bagian depan miring dan lampu belakang baru.

Di Indonesia Corona generasi keenam hadir dengan mesin 2000 cc pada 1979 biasa disebut Toyota Corona RT132, bermesin 18R dan versi facelift dengan mesin 1800 cc pada tahun 1981 atau biasa disebut Toyota Corona TT132 bermesin 3T OHV .

Generasi Ketujuh (1982-1987)

Generasi ketujuh disebut Corona T140-series yang berbentuk kotak adalah generasi terakhir yang berpenggerak roda belakang (rear wheel drive). Corona ini dipasarkan di Jepang, Asia, Australia, dan Amerika Latin. Namun sayang model ini tidak dijual di Eropa, Amerika Utara atau Indonesia.

Corona CT141 bermesin diesel banyak digunakan untuk taxi di Singapore dan Hong Kong sampai pertengahan tahun 1990-an.

Corona FF (1983-1987)

Ini adalah Corona pertama berpenggerak roda depan (front wheel drive). Di Jepang dan beberapa negara lain, Corona T150-series ini disebut Corona FF untuk membedakan dengan Corona lama yang masih dijual.

Mulai sekarang Corona dipasarkan di Eropa dengan nama Carina, meskipun berbeda total dengan Carina T150-series yang hanya dijual di Jepang.

Di Indonesia, Corona ini tersedia dalam model GL dan versi facelift yang disebut EX Saloon bermesin 4A 1600 cc.

Generasi Kedelapan (1988-1992)

Corona Coupe T160 series berbasis Celica notchback coupe. Perbedaanya terletak di bagian depan, dimana Corona menggunakan lampu kotak fixed yang menggantikan lampu retractable (pop-up) pada Celica.

Untuk Corona Coupe bermesin 1600cc, 1800cc, dan 2000 cc. Model yang paling mahal adalah 2000 GT-R bermesin 3S-GE.

Corona T170-series Sedan, Liftback, dan Wagon dipasarkan di Eropa dengan nama Carina II. Di Jepang juga dijual Carina yang pada generasi ini sangat mirip dengan Corona, dan hanya berbeda lampu depan, grill, dan lampu belakang.

Corona Super Roomy dengan wheelbase yang lebih panjang adalah versi semi-limousine yang hanya dijual di Jepang dalam jumlah yang terbatas.

Generasi Kesembilan (1992-1997)

Generasi selanjutnya muncul Corona T190 dengan bentuk lebih besar, lebih lega, dan lebih solid dibanding model sebelumnya. Pertama kali diperkenalkan dalam pameran Jenewa Auto Show 1992 dan dipasarkan di Eropa dengan nama Carina E. Ini adalah model yang sukses di Eropa.

Di Jepang, Corona dibuat dalam trim level GX, Select Saloon, EX Saloon, dan EX Saloon G. Model Liftback disebut Corona SF. Di Indonesia, generasi ini disebut Corona Absolute, sedangkan di Thailand dan Taiwan dikenal dengan nama Corona Exsior.

Corona Absolute mengalami perubahan pada eksterior pada pertengahan 1994, yaitu desain baru pada bumper depan dan belakang dengan ditambahkannya lis plastik hitam.

Plat nomor belakang yang semula di bumper belakang dipindahkan ke bagasi sehingga desain lampu belakang juga diubah. Lampu sein depan pun dibuat lebih besar dari model sebelumnya. Gril krom diubah menjadi sewarna body.

Generasi Kesepuluh (1996-2001)

Diberi nama resmi Corona Premio, T210-series adalah Corona terakhir di Jepang, yang dijual dalam trim level Premio Standard 1.6, Premio E 1.8, dan Premio G 2.0.

Model 1.8 juga tersedia dengan 4WD. Corona Premio sebenarnya tidak masuk Indonesia secara resmi namun Corona Premio banyak digunakan sebagai kendaraan dinas TNI dan sebagai armada taksi di Batam.

Generasi Kesebelas (1997-2003)

Generasi terakhir ini Toyota Corona juga disebut Toyota Avensis yang dibuat khusus untuk pasar Eropa, dan dijual di beberapa negara Amerika Latin dengan nama Corona.

Di Yunani, T220 untuk mobil pribadi disebut Avensis, dan yang bermesin diesel untuk taxi disebut Corona.

Mitsubishi Xpander Cross Ground Clearance Tinggi, Limbung Nggak?

0

Xpander Cross jadi varian tertinggi dari keluarga Mitsubishi Xpander. Namun begitu, ada yang membuat Xpander Cross lebih berbeda dari versi lainnya, yaitu ground clearance dibuat lebih tinggi 20 mm dari Xpander tipe Ultimate, sehingga menjadi 225 mm.

Nah, kebetulan akhir pekan lalu OLX.co.id mencoba menjajal Mitsubishi Xpander Cross dengan melakukan perjalan mengitari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bagaimana rasa mengemudi dan menjadi penumpang di mobil Mitsubishi Xpander Cross, lihat lebih detail ulasannya di bawah ini.

Jalan-jalan di Pulau Lombok memang lebih asyik mengendarai mobil pribadi. Maklum, di Pulau Seribu Masjid tidak seperti di kota-kota besar, dimana angkutan umum berseliweran dan sangat mudah ditemukan.

Selain itu, jalanan di Pulau Lombok juga faktanya bisa mewakili sejumlah jalanan di Indonesia seperti jalan lurus dan mulus, berliku, tanjakan hingga turunan tajam, serta ada juga kondisi jalan yang tidak rata alias bebatuan.

Nah, ketika mengendarai Mitsubishi Xpander Cross tentu saja pada dasarnya akan terasa sama seperti Xpander yang terdahulu, yaitu tetap tersangat nyaman untuk mobil keluarga dengan kapasitas tujuh orang penumpang. 

Yang menjadi pertanyaan banyak orang yaitu apakah terasa limbung? Hal ini karena Xpander Cross seperti disebutkan di atas ground clearance dibuat lebih tinggi 20 mm dari Xpander tipe Ultimate, sehingga menjadi 225 mm.

Padahal, ground clearance Xpander model biasa saja sudah lebih tinggi 5 mm jika dibandingkan dengan mode Low SUV seperti Toyota Rush dan Terios. Ketinggian ground clearance kedua mobil kembar ini hanya 220 mm.

Menjadi Pengemudi

Mitsubishi Xpander Cross

Ketika berada di belakang lingkar kemudi, kesan pertama duduk di mobil ini jelas sama saja. Dimana stir sangat ringan dan mudah dikendalikan, serta ketika menginjak pedal tergolong cukup responsif. 

Tenaga yang dihasilkan dari mesin MIVEC 4A91 berkapasitas 1.5 liter yang dikawinkan dengan transmisi matik empat percepatan ini mampu memberikan akselerasi yang cukup mengesankan untuk sebuah mobil keluarga. 

Nah, ketika mengemudi di Lombok, ketika Mitsubishi Xpander Cross memang dipacu 60-80 Km per jam, berbagai manuver memang sempat dilakukan. Namun yang perlu dicatat, body roll mobil ini bekerja dengan baik sehingga tanpa terasa limbung ketika mobil dipacu.

Menjadi Penumpang

Mitsubishi Xpander Cross

OLXer juga harus tau, ketika menjadi penumpang ternyata hal yang sama juga terasa. Tak terasa limbung jika berada di baris kedua. Bahkan tergolong nyaman berkat joknya yang empuk.

Tak hanya itu, kabin juga terasa lega ditambah banyaknya kompartemen penyimpanan. Di baris kedua juga sudah dilengkapi port charger USB untuk mengisi daya baterai gadget atau barang elektronik lainnya, sehingga dapat memanjakan konsumen yang tak lepas dari gadget.

Bagian baris kursi ketiga juga kursinya bisa dilipat hingga 90 derajat. Alhasil, bagasi jadi terasa luas.

Kesimpulan

Mitsubishi Xpander Cross
Caption

Jika merasakan langsung di dalam mobil Mitsubishi Xpander Cross ternyata soal ground clearance yang dibuat lebih tinggi ini bukan hal tabu dilakukan, karena dianggap dapat menimbulkan ketidaknyamanan.

Sebaliknya, tim engineer Mitsubishi sudah melakukan pengaturan rebound suspension, di mana pengaturan ini dilakukan pada suspensi depan Mitsubishi Xpander Cross berupa MacPherson Strut with Coil Spring dan belakang Torsion Beam. 

Ground Clearance lebih tinggi ini juga punya keunggulan tersendiri, seperti akan memudahkan ketika melalui jalanan bergelombang atau berlubang.

Adapun dengan Ground Clearance yang lebih tinggi membuat mobil ini jadi terlihat seperti sosok SUV, padahal faktanya Mitsubishi Xpander Cross tetap masih golongan MPV. Karena bentuknya jadi lebih bongsor, mobil ini juga jadi terlihat lebih gagah.

Penerbitan SIM, STNK dan BPKB Diambil Alih Kementerian Perhubungan, Ini Kata Pengamat

0

Beberapa hari terakhir ini muncul wacana yang dilontarkan salah satu anggota DPR RI untuk merevisi Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) terkait penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang baik nya diambil alih Kementerian Perhubungan serta bukan lagi ditangani Polri.

Tentu saja wacana ini menimbulkan pro dan kontra yang cukup alot, karena masing-masing lembaga memiliki plus dan minus. Adanya wacana tersebut nyatanya membuat Pemerhati Masalah Transportasi, Budiyanto ikut angkat bicara. Kata dia, wacana ini sama seperti yang diutarakan di era 90-an.

“Hal ini bukanlah hal yang tabu, namun sebagai konsekuensi dinamika kehidupan demokrasi yang sedang berkembang. Yang menjadi persoalan, apakah pengalihan tersebut menjadi hal yang mendesak? Kalau ia, alasannya apa, saya kira harus melalui pengkajian yang mendalam sehingga kepentingan para pihak terakomodir, dan yang sangat penting jangan sampai merugikan atau membebani masyarakat,” ungkap Budi dalam pesan tertulis, Kamis (13/2/2020).

Sebaliknya, Budi menyampaikan, penerbitan SIM, STNK dan BPKB oleh Polri dianggap sangat relevan dengan tugas pokok Polri, karena berkaitan dengan pasal 13 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian, yang berbunyi :

a. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat;

b. Menegakkan hukum; dan

c. Memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Budi yang merupakan mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, pengurusan SIM, STNK dan BPKB selama diproses di direktorat lalu lintas bagian Registrasi dan Identifikasi sudah didukung teknologi komputerisasi dan sumber daya manusia terlatih.

“Dengan sistem pendataan yang didukung teknologi komputerisasi saat pengurusan surat-surat akan menjamin hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan akan mempermudah Polri dalam rangka melaksanakan tugas-tugas penegakan hukum,” tuturnya.

Menurut Budi, jika SIM, STNK dan BPKB diterbitkan melalui polri, maka hal itu akan mempermudah mengakses data apabila diperlukan segera untuk penegakan hukum pelanggaran lalu lintas dan Tindak Pidana kejahatan, seperti tabrak lari, pencurian kendaraan bermotor, pemalsuan, penipuan dan penggelapan.

Selain itu, polisi juga akan mudah mendukung pengungkapan tindak pidana kejahatan lainnya karena data registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor merupakan bagian dari sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan dan digunakan untuk forensik Kepolisian.

Budi sendiri tak menampik, jika penerbitan SIM ,STNK dan BPKB oleh Polri masih ada kekurangan dari sisi penilaian subyektif. Akan tetapi, kata dia hal ini sebagai evaluasi dalam rangka peningkatan kinerja dan pembenahan internal yang merupakan harapan masyarakat semuanya.

Sepeda Motor Listrik Semakin Bermunculan, Honda Kapan?

0

Honda boleh saja merajai penjualan sepeda motor di Indonesia. Hanya saja, di tengah perbincangan akan kendaraan ramah lingkungan seperti halnya motor listrik, pabrikan dengan logo sayap kepak tersebut ternyata belum menjualnya secara masal.

Sebaliknya, dalam beberapa tahun terakhir sepeda motor listrik semakin bermunculan dan dijual di pasar otomotif nasional. Uniknya, mereka bukan pemain besar setenar Honda.

Lantas kapan Honda jualan sepeda motor listrik di Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Marketing PT Astra Honda Motor  Thomas Wijaya angkat bicara. Menurut saat ini Honda sudah menjajakan motor listrik yaitu Honda PCX Electric. Hanya saja Honda PCX tidak dijual masal melainkan menggunakan skema rental dengan beberapa perusahaan jasa transportasi online, seperti Grab dan Gojek.

“Buat Astra Honda melihat motor listrik ini bukan sekadar memproduksi motor saja, tapi semua, konsumen dan infrastruktur kami tingkatkan. Saat ini kami sudah bekerja sama juga dengan beberapa seperti Grab, Gojek, kita bertahap ada request dari teman-teman, ada peningkatan tetapi tidak signifikan,” ungkap Thomas saat ditemui beberapa waktu lalu.

Thomas sendiri mengklaim, meski motor listrik Honda saat ini digunakan untuk ojek online, namun output yang diterima bagi Honda sangat positif

Lalu mengapa motor listrik Honda PCX Electric belum dijual untuk masal, mengingat saat ini ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah sehingga meringankan masyarakat untuk membeli kendaraan listrik?

Kata Thomas, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, mulai dari keamanan terhadap konsumen, penyediaan infrastruktur, sampai limbah  baterai yang masih dikembangkan.

Thomas sendiri mengapresiasi beberapa pemerintah provinsi telah mengeluarkan kebijakan berupa bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB) Kendaraan Listrik.

“Itu salah satu kebijakan yang positif (penetapan pajak kendaraan listrik) tentunya mendukung perkembangan motor listrik ke depan. Namun perlu aturan lainnya yang dibutuhkan konsumen, infrastruktur, limbah, dan lainnya,” jelasnya.

Sekilas Honda PCX Listrik

OLXer harus tau, PT AHM pada dasarnya sudah memiliki kendaraan listrik, yaitu PCX Electric. Sepeda motor ini sudah diperkenalkan di acara Indonesia Motorcycle Show (IMOS) pada November 2018, kemudian diumumkan kehadirannya pada akhir Januari 2019 lalu.

Motor ini menggunakan struktur rangka dengan jarak sumbu roda yang panjang dan rear hugger. Dengan desain ini maka struktur bingkai motor motor cukup untuk dua baterai yang disebut Honda Mobile Power Pack, serta pergerakan roda belakang lebih luas.

Honda PCX Electric sudah menggunakan tipe suspensi belakang lebih panjang, dan roda depan sudah dilengkapi Anti-Lock Braking System (ABS).

Honda PCX Electric sudah menggunakan sistem lampu full LED dengan sejumlah aksen biru di beberapa body yang akan terlihat saat lampu dimatikan. Namun sayang, hanya ada satu warna yaitu Pearl Glare White.

Untuk jantung pacunya, motor ini setara mesin berkapasitas 150 cc yang sudah dilengkapi dua baterai lithium-ion masing-masing 50,4V dengan konstruksi motor listrik menggunakan struktur Interior Permanent Magnet (IPM).

Dengan dua baterai tenaga yang dihasilkan bisa mencapai 4,2 kW dan torsi 18 Nm pada 500 rpm. Dengan dua unit baterai portabel yang disebut Honda Mobile Power Pack ini pula, Honda PCX Electric mampu melaju hingga 69 km dalam sekali pengisian penuh (hasil pengujian dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam secara konstan).