Selasa, Maret 31, 2026
Beranda blog Halaman 1518

Ini Juara Suzuki GSX Series Digital Modifikasi Periode 1

0

Jakarta – Suzuki Indonesia mengumumkan pemenang kontes Suzuki GSX Series Digital Modifikasi periode perdananya. Selama Januari 2020 lebih dari 300 peserta mengirimkan hasil karya digital modifikasinya di https:/suzukigsxseries.com/register dan diseleksi oleh para juri sampai ketemu 3 design terbaik.

“Para peserta Suzuki GSX Series Digital Modifikasi periode 1 ini jumlah pendaftarnya diluar prediksi kami. Hasil karyanya bagus-bagus dan membuat kami harus bekerja keras memilih yang terbaik secara keseluruhan. Kami sangat mengapresiasi jiwa seni mereka yang tidak setengah-setengah dalam menciptakan design livery untuk Suzuki GSX-R150,” ujar Banggas F. S. Pardede, Marketing 2W Manager SIS dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2020).

Juara 1 tema ‘Shape of Speed (Tritium) Sporty Good Looking (Foto: Suzuki)

Keluar sebagai juara 1, Ahmad Zaky dengan konsep design bertemakan ‘Shape of Speed (Tritium) Sporty Good Looking. Kemudian juara 2 diperoleh peserta bernama Deden Desmahikmawan dengan konsep kombinasi warna biru, putih, hijau, hitam dan abu dipadukan dengan grafis yang agresif menjadikan GSX-R150 makin racy. 

Sedangkan Juara ke-3 jatuh ke tangan peserta bernama Dzulqurnain Ali Sahab dengan tema ‘Fearless Cobra’ yang menggambarkan kesan lincah dan gesit tanpa rasa takut.

Juara 2 tema GSX-R150 Racy (Foto: Suzuki)

Satu dari rencana tiga periode Suzuki GSX Series Digital Modifikasi telah berakhir. Kompetisi ini akan berlanjut ke periode 2 yang sudah terbuka sejak 1 Februari 2020 dan akan berakhir pada 29 Februari 2020. 

Di periode kedua ini peserta ditantang untuk menciptakan kreasi design livery untuk Suzuki GSX-S150.

“Kami ucapkan selamat kepada 3 pemenang terbaik periode perdana ini, dan bagi yang belum beruntung lolos jangan berkecil hati karena kemampuan masih dapat terus diasah dan mencoba kembali di periode berikutnya,” tutup Banggas. (Z)

uara 3 tema ‘Fearless Cobra’ (Foto: Suzuki)

 

Kota Paris Punya Showroom Bugatti Paling Modern

0

Paris – Bugatti menggandeng Groupe Schumacher untuk membuka showroom Bugatti di Paris, Prancis. Groupe Schumacher memiliki pengalaman panjang dalam bisnis otomotif yang dimulai sejak 1947.

Showroom baru di Neuilly-sur-Seine, Paris ini menjadi showroom Bugatti ke 36 dari 17 negara yang menjual mobil super mewah tersebut. 

“Eksklusivitas jaringan mitra kami dan standar tinggi yang kami tetapkan untuk semua orang di Bugatti, mengharuskan kami untuk menjadi sangat strategis dalam pendekatan kami. Kita hanya perlu memilih pasar utama, dan hanya mitra yang tepat,” jelas Stephan Winkelmann, Presiden Bugatti dalam siaran pers internasional, Senin (10/2/2020).

Lebih jauh Stephan Winkelmann menyebut Paris merupakan pasar utama yang menjadi pusat untuk semua keputusan nasional di Perancis. Dan meyakini Groupe Schumacher merupakan mitra yang tepat.

Showroom Bugatti terbaru di kota Paris ini terletak di lantai dasar untuk menawarkan visibilitas tinggi ke arah jalan untuk pelanggan yang bisa melihat langsung Chiron Sport yang dipamerkan di ruang tersebut. 

Orang-orang juga bisa melihat langsung desain perusahaan baru yang modern, teknis, namun nyaman. 

“Merupakan kehormatan bagi kami dipilih oleh Bugatti untuk mewakili merek ikonik ini. Kami sangat senang menjadi diler pertama di dunia yang mengusulkan identitas visual Bugatti baru,” kata Edouard Schumacher, CEO Groupe Schumacher dan salah satu pendiri LS Group. 

Showroom ini sekaligus menjadi penanda kembalinya Bugatti ke Paris. Hampir 100 tahun yang lalu, Bugatti Ettore mendirikan showroom pertama Bugatti di Avenue Montaigne. Sejak saat itu Ettore banyak menghabiskan hidupnya di ibukota Prancis. Dan hari ini, semangat Ettore Bugatti akan hidup kembali di Neuilly-sur-Seine. (Z)

Sistem Penggerak Roda 4WD dan AWD, Apa Bedanya?

0

Dalam dunia otomotif kita mengenal berbagai jenis kendaraan roda empat yang didasarkan pada sistem penggerak roda. Mulai dari kendaraan penggerak roda belakang, kendaraan penggerak roda depan, penggerak empat roda serta penggerak seluruh roda.

Penggerak roda depan biasa disingkat dengan mobil Front Wheel Drive (FWD), kemudian penggerak roda belakang dikenal dengan Rear Wheel Drive (RWD), penggerak empat roda dikenal dengan Four Wheel Drive (4WD) dan terakhir penggerak semua roda atau All Wheel Drive (AWD).  

Untuk dua jenis penggerak pertama sudah jelas berbeda. Namun untuk yang 4WD dan AWD, terkadang masih banyak yang suka salah kaprah dan dianggap sama.

Padahal dari prinsip kerja jelas kedua sistem penggerak ini berbeda cara kerjanya.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Jusri Pulubuhu, founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) saat memberikan pelatihan Vehicle Dynamic Training di Proving Ground Bridgestone, Karawang, Jawa Barat, yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT), Kamis, 6 Februari 2010 lalu.

“Saat berakselerasi, AWD lebih unggul karena traksi terdistribusi secara merata ke semua ban secara bersamaan. Saat mobil berjalan semua roda mobil selalu bergerak dan tidak bisa diubah menjadi 2H atau 4H dan 4L. Distribusi tenaga diatur center differential dan komputer, tergantung kondisi yang dihadapi,” terang Jusri.

“Sementara 4WD lebih banyak digunakan pada mobil dengan ground clearance tinggi, atau mobil offroad,”  lanjut Jusri. 

Dari kesimpulan tersebut, Jusri menerangkan bahwa perbedaan paling mendasar antara kedua jenis kendaraan ini, AWD menerapkan alat differential di ban depan, belakang dan titik tengah mobil untuk mendistribusikan tenaga ke semua ban.

Sebaliknya, 4WD menggunakan dua alat differential dan pemindah tenaga ke semua ban mobil. Jadi saat dibutuhkan mobil 4WD bisa menerapkan 2WD ataupun 4H dan 4L, sesuai dengan kebutuhan. 

Kelebihan dan Kekurangan AWD & 4WD

Bicara soal kekurangan dan kelebihan kedua jenis penggerak roda tersebut, Jusri menyebutkan, kalau dibandingkan dengan FWD dan RWD sudah pasti lebih mahal dari sisi pembiayaan serta perawatan.

“Kenapa lebih mahal? karena untuk mobil AWD dan 4WD butuh yang namanya penggantian pelumas yang teratur dan tidak boleh telat.”

Namun kelebihan dari sistem penggerak AWD adalah maksimal dalam meredam gejala understeer maupun oversteer yang kerap muncul saat berakselerasi dalam kecepatan yang tinggi. 

Kendaraan jenis ini (AWD) juga memiliki kelemahan dibanding 4WD, yakni tidak bisa dirubah sistem penggeraknya dari AWD ke 2H (High Range) atau 4L (Low Range),  sehingga sistem penggerak AWD kalah performa dengan 4WD yang memiliki variable penggerak seperti 2H-4H & 4L. 

“Artinya AWD tidak diperuntukan untuk permukaan lintasan buruk. Sebaliknya 4WD dibuat untuk beragam medan baik on-road hingga heavy off-road,” terangnya.

Terakhir menurut Jusri, mobil penggerak AWD dan 4WD sama-sama boros dalam konsumsi bahan bakar. Kondisi ini dipengaruhi oleh komponen keduanya yang bisa menambah bobot kendaraan menjadi lebih berat. Ditambah dengan traksi ban yang cukup menempel pada permukaan aspal juga ikut memengaruhi konsumsi bahan bakar. 

Kira-kira, OLXers lebih senang yang mana, AWD atau 4WD? (Z)

2020, Porsche Fokus di Asia Pasifik, Ikut Formula E Jakarta

0

Stuttgart – Merek mobil Porsche berhasil menjual sebanyak 3.025 unit di kawasan Asia Pasifik di tahun 2019. Angka ini naik 41 persen dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadikan Asia Pasifik sebagai wilayah dengan pertumbuhan merek Porsche tercepat di dunia. 

Selandia Baru, Singapura, Thailand dan Vietnam muncul sebagai salah satu pasar dengan kinerja terbaik secara keseluruhan bagi Porsche, sekaligus sebagai penegasan mobil Porsche masih sangat diminati di negara tersebut. 

Sepanjang 2019, Selandia Baru mengirimkan 415 unit Porsche kepada pelanggannya, Singapura 591 unit, sementara Thailand dan Vietnam masing-masing mencatat 922 dan 326 unit.

Cayenne dan Macan merupakan model yang paling signifikan, dengan angka penjualan mencapai 1.000 unit untuk setiap lini model. Volume penjualan Cayenne naik dua kali lipat hingga 154 persen dengan angka 1.070 unit di Asia Pasifik. 

Sementara untuk Porsche Macan tumbuh sebesar 84 persen dengan 1.090 unit. Model ikonik Porsche 911 terjual 352 unit mencatat kenaikan 16 persen. Sisanya disumbang oleh model Panamera sebanyak 312 unit dan 201 unit model seri 718.

“2019 adalah tahun yang penting bagi Porsche Asia Pasifik. Kinerja positif di seluruh pasar merupakan portofolio produk yang menarik, serta semakin menumbuhkan minat pelanggan terhadap mobil sport, khususnya merek Porsche. Sukses ini juga tidak lepas dari penguatan pasar dan strategi pengembangan bisnis yang dibangun bersama dengan mitra bisnis kami di kawasan ini,” kata Arthur Willmann, Managing Director Porsche Asia Pacific dalam siaran pers internasional, Jumat (7/2/2020).

Porsche Ambil Bagian di Formula E Jakarta 2020

Facts & Figure Porsche untuk Asia Pasifik di tahun 2020, salah satu agendanya ikut di Formula E Jakarta (Foto: Porsche)

Sementara proyeksi di tahun ini, Porsche untuk kawasan Asia Pasifik akan segera memperkenalkan Cayenne Coupé, SUV yang tampil lebih sporty dibanding pendahulunya. Sementara Taycan yang berbasis full listrik juga bersiap melakukan debutnya di Marina Bay Singapura. Juga tak ketinggalan model penting lainnya seperti 718 Spyder dan GT4.

“Kita akan menyambut Porsche Taycan, mobil full elektrik pertama dari Porsche. Sebagai pelopor dalam bidang motorsport, kami juga akan ambil bagian untuk bersaing di Formula E yang pertama kali akan digelar di Jakarta, Indonesia. Tahun 2020 akan menawarkan tidak hanya produk hebat, tetapi juga berbagai acara menarik bagi komunitas dan penggemar Porsche,” pungkas Arthur Willman. (Z)

Teknologi Ini Bikin Oli Ecstar Punya Banyak Keunggulan

0

Jakarta – Banyak yang menarik dari Suzuki Indonesia memasuki 2020 ini. Target PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di tahun ini adalah bisa meraih 12 persen total market share di Indonesia dengan rencana peluncuran berbagai model baru. Salah satunya adalah rencana besar dari kehadiran Suzuki XL7 akhir pekan ini, Sabtu, 15 Februari 2020 di Jakarta.  

Tapi kita tidak akan bicara itu sekarang. Justru yang menarik perhatian adalah hadirnya produk pelumas baru Suzuki bernama Ecstar.

Produk pelumas ini memang cukup menarik perhatian karena nama Ecstar sendiri dikenal secara global sebagai oli mesin motor Suzuki di kejuaran MotoGP. Namun untuk oli Ecstar yang diluncurkan di Indonesia masih sebatas pelumas untuk mesin kendaraan roda empat Suzuki.

Tentu timbul pertanyaan, apa keunggulan Ecstar dengan oli merek lainnya? Apalagi kita tau selama ini Suzuki sendiri sudah memiliki oli resmi yang dijual di bengkel resmi Suzuki seluruh Indonesia yang kita kenal dengan SGO atau Suzuki Genuine Oil.

“Ecstar diformulasikan secara khusus untuk memberikan kinerja terbaik pada mesin agar mampu mengurangi gesekan, membersihkan mesin, serta mempertahankan stabilitas temperatur mesin, sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal sekaligus melindungi mesin,” klaim Ignatius Ratrianto, Spare part Dept. Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Keunggulan ini berdasarkan kehadiran teknologi Molybdenum yang ada di produk oli Ecstar dengan kemampuannya untuk membentuk lapisan keras yang rata di permukaan metal pada mesin, sehingga mengurangi gesekan-gesekan yang terjadi di dalam mesin, serta tentunya memberi efek irit dalam urusan konsumsi bahan bakar. 

Produk oli Ecstar juga mengalami peningkatan spesifikasi dibanding SGO sebelumnya. Bila di oli SGO masih menawarkan API Service “SM”, maka di oli Ecstar untuk spesifikasi API Service-nya adalah “SN”. Spesifikasi tersebut (SN) merupakan standar kualitas oli tertinggi yang diakui oleh API (American Petroleum Standard) saat ini, sekaligus bukti Suzuki mampu menghadirkan pelumas yang sudah berstandar internasional.

Adapun keunggulan API-SN dibanding API-SM adalah meningkatkan perlindungan piston terhadap deposit akibat temperatur tinggi, pengendalian sludge yang lebih baik untuk membantu memperpanjang usia dan menjaga kondisi mesin tetap bersih, meningkatkan perlindungan pada kondisi putaran mesin rendah, ramah lingkungan, lebih kompatibel terhadap alat pengendali emisi, seperti katalitis konverter, dan yang terakhir lebih kompatibel terhadap seal-seal di dalam mesin.

Ragam dan Jenis Oli Ecstar di Indonesia 

Mengusung slogan The Ultimate Performance, PT Suzuki Indomobil Sales meluncurkan oli Ecstar sebagai Suzuki Genuine Oil terbaru yang akan menggantikan SGO sebelumnya.

Oli Ecstar ditawarkan dalam dua jenis, pertama adalah Ecstar F 7000 yang berbasis semi sintetis, serta yang kedua adalah Ecstar F 9000 SAE 0W-20 SN berbasis full sintetis dengan performa yang lebih tinggi. Keduanya diperuntukkan mesin berbahan bakar bensin.

Selain juga ada pilihan oli Ecstar 5W-30 SN/GF-5 sebagai pelumas berkualitas lainnya, serta tiga tipe pelumas transmisi dengan seri Ecstar ATF AW-1, Ecstar ATF 3317, dan Gear Oil MT 75W-80 GL-4. 

Tidak cuma sebatas produk pelumas, Ecstar juga hadir dalam bentuk produk pemeliharaan kendaraan yakni chemical Ecstar Brake Fluid DOT3 dan Long life Coolant 50/50 Pre Mixed. 

Jadi, bila OLXers merupakan pemilik kendaraan Suzuki, saat melakukan servis rutin, jangan ragu untuk meminta produk oli Ecstar yang memang sengaja diciptakan oleh Suzuki sebagai pelumas yang pas untuk diminum oleh mesin mobil Suzuki kesayangan OLXers. (Z)

Fasilitas Produksi Mobil Listrik Mitsubishi Kini Pakai Rooftop PV System

0

Okazaki – Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan rencana perusahaan memperkenalkan layanan solusi energi terbaru yang disediakan oleh Mitsubishi Corporation (MC) dan Mitsubishi Corporation Power Ltd. (MCP) di Okazaki Plant, Jepang yang merupakan fasilitas produksi kendaraan listrik terbesar Mitsubishi. 

Layanan solusi energi ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon lewat pengenalan energi terbarukan. Dimana MC dan MCP akan memasang sistem photovoltaic (PV) skala utilitas dan sistem penyimpanan energi baterai atau battery energy storage system (BESS) yang terdiri dari baterai bekas dari kendaraan listrik. 

Setelah selesai, kapasitas terpasang akan menjadi salah satu yang terbesar di antara proyek rooftop PV system non-FIT di Jepang.

Pembangunan rooftop PV system dimulai pada Oktober 2019 dan pengoperasiannya dijadwalkan mulai Mei 2020. Untuk awal, MC dan MCP memasang kapasitas 3MW dan secara bertahap kapasitasnya akan ditingkatkan. 

Pabrik Okazaki kemudian akan menggunakan daya yang dihasilkan dari sistem rooftop PV ini, sehingga berkontribusi pada pendekatan berkelanjutan untuk produksi kendaraan listrik Mitsubishi. 

MC dan MCP akan memasang sistem penyimpanan energi baterai (BESS) dan melakukan tes verifikasi pada tahun fiskal 2020. Sistem ini terdiri dari baterai bekas Outlander PHEV dengan kapasitas maksimum 1MWh.

Sistem PV dan BESS akan mengurangi emisi karbon sekitar 1.600 ton per tahun. Mitsubishi juga berencana untuk menggunakan BESS sebagai Pembangkit Listrik Virtual di masa depan, yang bertujuan untuk berkontribusi pada stabilisasi daya lokal. 

Jika listrik padam di saat darurat atau bencana, MMC dapat memanfaatkan BESS untuk memasok daya ke gimnasium di Pabrik Okazaki, yang ditunjuk sebagai tempat perlindungan evakuasi Kota Okazaki. 

Melalui langkah-langkah seperti itu, layanan solusi energi tidak hanya mengurangi emisi karbon di pabrik Okazaki, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam merespon bencana di Kota Okazaki. (Z)

IIMS Motobike Show 2020 Hadirkan Berbagai Kejutan

0

Jakarta – Sukses menggelar IIMS Motobike 2019, PT Dyandra Promosindo tahun ini dengan bangga mengumumkan rencana penyelenggaraan IIMS Motobike Show 2020 pada 3 – 5 Juli 2020 di Istora GBK Senayan.

Gelaran perdana IIMS Motobike Expo tahun lalu meraih pencapaian yang sangat memuaskan. Selama tiga hari pelaksanaan, pameran kendaraan roda dua milik Dyandra Promosindo ini berhasil menjaring 31.339 pengunjung dengan data transaksi kendaraan roda dua dan aftermarket mencapai Rp 11 miliar.

“Peluang dan tren industri otomotif di segmen kendaraan roda dua sangat menjanjikan. Pengguna motor di Indonesia terus bertambah. Pameran ini merupakan wadah yang tepat untuk mempertemukan pecinta motor dan pelaku industri kendaraan roda dua dalam memperkenalkan produk terbaru, teknologi dan inovasi mereka,” ujar Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo dalam sambutannya di acara launching IIMS Series 2020, Rabu, (12/2/2020) di Marina Ancol, Jakarta.

Ucapan Hendra Noor Saleh ini berdasarkan dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dimana total penjualan motor dalam negeri terus meningkat dari 6,3 juta unit pada 2018 menjadi 6,4 juta unit di akhir 2019. 

Bahkan pertengahan tahun lalu, Indonesia menyumbang 47 persen dari penjualan sepeda motor di kawasan Asia Tenggara.

 

Bukan Dyandra namanya bila tidak menghadirkan sesuatu yang baru dalam setiap pelaksanaan pamerannya. Bila tahun lalu pameran sepeda motor ini dinamakan IIMS Motobike Expo 2019, maka tahun ini berubah menjadi IIMS Motobike Show 2020. 

“Kami meningkatkan konsep pagelaran event kendaraan roda dua tahun ini menjadi lebih seru dan meriah. Kini IIMS Motobike tak sekadar pameran, tapi penuh dengan atraksi menghibur,” jelas Kohen, panggilan akrab Hendra Noor Saleh.

“Konsep besarnya adalah menggunakan semua area termasuk indoor Istora Senayan Gelora Bung Karno (GBK) dan akan menyuguhkan pertunjukan atraksi adrenalin, lifestyle, experience dan edukasi.

Tahun ini IIMS Motobike Show 2020 berencana menghadirkan kejutan dengan mengundang freestyler dunia, antara Travis Pastrana, Jack Field, Robbie Maddison, atau Rok Bagoros. 

Beberapa brand yang baru pertama kali ada di Indonesia juga secara official akan memperkenalkan diri di IIMS Motobike Show 2020.

“IIMS Motobike Show 2020 akan diramaikan dengan berbagai program hiburan yang sarat dengan aksi ekstrem dan memancing adrenalin. Kami akan “menyulap” Istora GBK Senayan menjadi sirkuit yang lengkap dengan berbagai rintangan. Inilah surganya para rider yang menyukai aksi ekstrem. Di area ini, para rider akan unjuk kebolehan di area Indoor Enduro,” tutup Kohen. (Z)

IIMS 2020 Diselipin Konser Artis Internasional

0

Jakarta – Masih dalam rangkaian IIMS Series 2020, PT Dyandra Promosindo juga mengumumkan rencana penyelenggaraan pameran IIMS 2020 di tiga kota besar Indonesia. Selain Jakarta, IIMS 2020 juga akan dihelat di Makassar dan Surabaya. IIMS Makassar 2020 pada 15-19 April 2020 di Celebes Convention Center, Makassar. IIMS Surabaya 2020 pada tanggal 11-15 November di Grand City, Surabaya.

Sementara untuk Jakarta, pameran mobil milik Dyandra ini akan berlangsung pada 9-19 April 2020. Momen ini dianggap pas untuk penyelenggaraan pameran karena berlangsung sebelum pelaksanaan puasa dan lebaran 2020. Sehingga diharapkan bisa terjadi peningkatan transaksi karena orang cenderung membeli dan mengganti mobil untuk dipakai mudik.

Setiap tahun IIMS memang selalu menarik antusias masyarakat serta berbagai elemen otomotif, tak terkecuali Agen Pemegang Merek (APM). Tahun ini sudah lebih dari 20 APM berkomitmen ikut pameran. 

Diantaranya BMW, DFSK, Honda, Hyundai, Mazda, Mini, Mitsubishi, Nissan, Suzuki, Toyota, Wuling, dan satu merek mobil baru yang hadir di Indonesia. Sedangkan brand roda dua yang akan hadir adalah AHM, Benelli, Electro, Kawasaki, Kymco, Royal Enfield, Viar, dan Yamaha.

“Jumlah peserta di atas belum final. Masih ada beberapa brand lagi yang belum bisa kami umumkan saat ini demi menghormati timeline promo masing-masing merek. Selain itu, kami bangga IIMS tahun ini dipercaya untuk menjadi tempat peluncuran beberapa brand baru,” jelas Hendra Noor Saleh di Marina Ancol, Jakarta, Rabu (12/2/2020). 

Program Baru di IIMS 2020

Untuk tahun ini Dyandra Promosindo meningkatkan konsep Infinite Programs yang sudah ada sebelumnya menjadi Infinite Live dengan menghadirkan konser artis internasional di minggu pertama (12 April 2020) pada area outdoor seluas 8.000 m2. 

Namun Dyandra Promosindo masih belum mengungkap siapa artis internasional yang bakal dihadirkan. Infinite Live sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Di IIMS 2015, Dyandra Promosindo sebelumnya pernah menggelar konser Ariana Grande bersamaan dengan pelaksanaan pameran otomotif.

Yang tak kalah menarik, karena tahun ini IIMS kembali akan memajang jajaran kapal wisata dan pariwisata bahari dalam konten Indonesia Boating Gathering di Hall B3. 

Acara ini merupakan kolaborasi antara Dyandra Promosindo dengan CMSI (Community for Maritime Studies Indonesia). Forum ini bertujuan untuk menciptakan kesadaran dan minat publik dalam gaya hidup bahari dan mendorong kebangkitan generasi baru masyarakat maritim Indonesia.

Beberapa program baru lainnya adalah IIMS Trade-in Festival, dan lelang kendaraan (Live Auction) hobbies yang patut ditunggu para kolektor mobil di tanah air.

Juga yang tak kalah menariknya adalah Indonesian Custom E-Moto Expo & Championship (ICEC). Ini merupakan kontes custom motor listrik pertama di Indonesia, kerjasama Dyandra Promosindo dengan Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (KOSMIK) dan Djoko Iman Santoso, selaku official ICEC. Program ini sekaligus berkesinambungan dengan program pemerintah yang sedang menggalakkan program kendaraan listrik. 

“Meski baru pertama kali kami selenggarakan, namun program ini ternyata mendapat antusias yang cukup besar. Jumlah peserta melebihi target kami dan pesertanya banyak datang dari builder-builder motor ternama,” pungkas Rudi MF, Project Director IIMS 2020. (Z)

Alasan Suzuki Lebih Pilih Produksi XL7 di Indonesia Dibanding Ignis

0

Jakarta – Suzuki Indonesia bersiap menghadirkan produk terbarunya di segmen Sport Utility Vehicle (SUV), Suzuki XL7. Sabtu mendatang, 15 Februari 2020, secara resmi XL7 masuk dalam kancah pertarungan di segmen medium SUV.

Suzuki XL7 terbilang istimewa. Tanpa perlu melakukan tes pasar seperti model sebelum-sebelumnya, prinsipal langsung menunjuk Indonesia sebagai basis produksi SUV 7-seater ini.

Sementara Suzuki sendiri juga punya city car yang pasarnya boleh dibilang sudah cukup mapan di Indonesia, tapi statusnya masih tetap diimpor secara CBU dari India.

Meski angka penjualannya cukup tinggi di Indonesia, tidak lantas menarik minat Suzuki memproduksi Ignis disini. Suzuki lebih memilih produksi XL7 karena pertimbangan ekspor. (Foto: Google)

Lalu apa alasan Suzuki urung produksi sendiri Ignis di Indonesia dan lebih memilih XL7, yang peluang pasarnya sendiri belum kelihatan?

“Coba lihat pasar kita sekarang, hampir 80 persen kendaraan penumpang yang terjual adalah kendaraan tiga baris. Memang kita akui bahwa secara global tren kendaraan memag semakin kecil, tapi saat ini  di Indonesia belum. Itulah kenapa kita lebih tertarik memproduksi XL7 dibanding model lain,” ungkap Dony Saputra, Head of Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada OLX Indonesia beberapa waktu lalu.

Besarnya pangsa pasar mobil tiga baris di Indonesia bukan satu-satunya alasan mengapa Suzuki Indonesia lebih memilih produksi XL7 dibanding Ignis.

Alasan lainnya menurut Dony adalah soal proyeksi ekspor. “Selain pertimbangan pasar domestik, saya juga harus memperhitungkan untuk soal ekspor. Produk ini sendiri (XL7), buat kami dari volume ekspor pasti akan lebih banyak dibandingkan dengan Ignis,” ujar Dony mengemukakan alasannya. 

Target Penjualan Suzuki XL7 2.000 Unit/Bulan

Suzuki Indomobil Sales memulai lembaran baru dengan menghadirkan XL7 sebagai produk terbarunya di 2020 ini. 

Medium SUV ini menjadi andalan SIS untuk meraih target pangsa pasar 12 persen di 2020 menemani Carry pick up dan Ertiga yang selama ini menjadi backbone penjualan merek otomotif berlambang S di Indonesia. 

Khusus untuk SUV terbaru, Dony menargetkan penjualannya tembus 2.000 unit per bulannya. 

“Kita pasang target 20 persen market share di segmen medium SUV. Pasar medium SUV saat ini kan sekitar 10.000 per bulan, kami ambil sekitar 20 persen, jadinya 2.000 unit,” pungkas Dony. (Z)

12 Pembalap Muda Honda Siap Harumkan Bangsa di Mata Dunia

0

Anak muda haruslah berprestasi demi mencapai cita-cita. Apalagi mengharumkan nama bangsa. Setidaknya hal itu dilakukan 12 pebalap muda yang siap berlaga di berbagai ajang balapan dunia.

Ya, ke-12 pebalap yang usianya masih belia ini ternyata bagian dari tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) 2020 yang sebelum telah ditempa melalui program Astra Honda Racing School (AHRS) yang sudah berlangsung sejak 2013.

Menurut Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya melalui AHRS sebagai kawah candradimuka untuk melatih fisik dan mental, para pembalap muda binaan AHM disiapkan sejak dini untuk dapat mewujudkan mimpi tertinggi mereka di dunia balap.

“Dengan semangat Satu Hati untuk Indonesia Juara, tahun ini kami akan kembali menemani anak-anak muda bertalenta mewujudkan mimpi mereka di dunia balap di bawah payung AHRT,” ungkap Thomas, Selasa (4/2/2020).

Adapun pembalap muda yang tergabung dalam tim balap AHRT 2020 antara lain Mario Suryo Aji, Irfan Ardiansyah, Rheza Danica Ahrens, Lucky Hendriansyah, M. Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus, serta Delvintor Alfarizi.

Selain itu, AHM juga melatih skill balap Azryan Dheyo Wahyu Madiadi, Herlian Dandi, Fadillah Arbi Aditama, Veda Ega Pratama dan Chessy Meilandri. Mereka akan menjadi bagian dari upaya AHM dalam mengantarkan pembalap muda berbakat untuk meraih prestasi membanggakan di berbagai ajang balap.

Adapun dari 12 pembalap, 10 diantaranya akan berlaga di balapan level Asia pada tahun ini. Untuk balapan road race, pembalap binaan AHM akan berpartisipasi pada Thailand Talent Cup (TTC), Asia Talent Cup (ATC) dan Asia Road Racing Championship (ARRC), selain itu AHM juga mengikutsertakan pembalapnya pada ajang ketahanan Suzuka Endurance race.

Pada kesempatan kali ini ada pembalap muda berbakat Indonesia, Chessy Meilandri dan Veda Ega Pratama untuk menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka di TTC. Di ajang ini, mereka akan dapat merasakan dan juga beradaptasi dengan atmosfer balap menggunakan motor Honda NSF250R.

Pembalap Astra Honda Racing Team
Tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT) 2020 siap mengharumkan nama bangsa dikancang balapan nasional maupun Intenational. 

Sementara itu, 4 pembalap muda dinyatakan lolos seleksi di akhir tahun 2019 untuk berlaga di ATC 2020 yang dipromotori oleh Dorna Sports yang juga penyelenggara kejuaraan balap dunia, MotoGP.

Para pembalap yang akan bergabung di ATC adalah Herjun Atna Firdaus, Azryan Dheyo Wahyu Maniadi, Herlian Dandi dan Fadillah Arbi Aditama.

Pada balapan bergengsi ARRC 2020, AHM kembali mengandalkan Irfan Ardiansyah untuk berlaga di kelas Supersports 600cc, menemani Rheza Danica Ahrens yang telah berpartisipasi di kelas ini pada tahun lalu.

Sementara itu, pada kelas AP250, AHM mengikutsertakan Lucky Hendriansya, M. Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus yang juga berlaga di ATC 2020. Ketiganya bertekad untuk memuncaki kembali klasemen kelas AP250 bersama motor kebanggaan bangsa Honda CBR250RR.

Selain ajang balapan road race, ada juga yang turut serta pada ajang kompetisi ketahanan di Suzuka Endurance Race untuk menguji performa, ketahanan fisik dan mental, konsistensi dan kestabilan pembalap binaannya.

Menuju jenjang yang lebih tinggi, pembalap AHRT diharapkan dapat bertarung di CEV International Championship. Ajang balap bergengsi di Eropa ini merupakan gelaran balap terdekat dengan Grand Prix yang menjadi mimpi tertinggi para pembalap dunia.

Kesempatan besar ini kembali diberikan AHM pada Mario Suryo Aji yang akan berlaga di CEV Moto3 Junior World Championship. Mario akan menetap sementara di Eropa agar dapat mengasah kemampuannya dan fokus berlatih sehingga dapat memberikan hasil yang terbaik untuk Indonesia. Hal ini juga dilakukan agar Mario dapat lebih menyesuaikan diri dengan medan balap di Eropa.

Sebelumnya, AHRT juga sukses mengantarkan Andi Gilang bergabung dengan Honda Team Asia untuk tampil pada GP Moto2. Selain Andi, Gerry Salim juga tampil bersama Honda Asia Dream Racing di kelas ASB1000 ARRC 2020. (Her)