Selasa, Maret 31, 2026
Beranda blog Halaman 1519

Digeber Surabaya-Lombok, Ini Untungnya Pakai Mitsubishi Outlander PHEV

0

Mobil hybrid masih dianggap sebagai solusi menuju era kendaraan listrik. Hal ini karena mobil hybrid tidak memerlukan perubahan pada sektor  infrastruktur.

Sebaliknya, mobil hybrid juga tetap rendah emisi, irit bahan bakar, dan minim getaran serta raungan mesin.

Nah, untuk membuktikan ketangguhan mobil hybrid, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencoba melakukan pengujian salah satu produk andalannya yaitu Mitsubishi Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dari Surabaya, Jawa Timur hingga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Usut punya usut, perjalanan yang ditempuh selama kurun waktu lima hari, Outlander PHEV ternyata hanya sekali pengisian bahan bakar bensin sebanyak 45 liter dan pengisian baterainya secara full di Surabaya saja. 

Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV

 

Hal ini juga diakui Head of MMC Public Relations Section PT MMKSI Jerry Amran. Kata dia, Outlander PHEV awalnya ditargetkan bakal dilakukan pengisian bahan bakar dan daya listrik di pulau Dewata, Bali, namun hal itu diurungkan.

“Ya karena ngga bisa dicolok. Jadi pengereman regeneratifnya jalan terus. Jadikan di lokasi batch Surabaya-Banyuwangi, Bali, dan Lombok, NTB itu ada lokasi nanjak terus turunan, dan secara otomatis dia mencharge gitu,” jelas Jerry saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure di Lombok, Kamis (6/2/2020).

OLXer juga harus tau, pengereman regeneratif atau regeneratif braking adalah ketika melakukan pengereman, maka hal ini membentuk energi lain yang dapat disimpan untuk digunakan kembali nanti pada saat dibutuhkan.

Sementara itu, untuk berapa jarak tempuh yang bisa dikendarai sebuah Outlander PHEV Head of PC Product Planning Section, Hanif Risky mengatakan, untuk secara pasti hasilnya cukup sulit.

Tapi sebelum media test drive, tim melakukan pengujian, ultimate miles sampai berapa? Total kita tempuh jarak 695 km dari full baterai dan fuel bensin, sampai habis. Sebenarnya masih jalan, mungkin bisa kalau sampai mati banget, tapi kita nggak mau,” ucapnya.

Mitsubishi Outlander PHEV
Caption

Seperti diketahui, Outlander PHEV ini memang dapat memberikan sensasi berkendara menjadi lebih nikmat, karena mobil ini juga dilengkapi teknologi 4WD dan keunggulan PHEV.

Kendaraan ini hadir dengan tiga mode yaitu EV Drive Mode, Series Hybrid Mode dan Parallel Hybrid Mode. Pada mode EV Drive, motor menggerakkan kendaraan dengan tenaga listrik dari baterai sehingga tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang membuat kendaraan menjadi senyap, bersih dan bertenaga.

Sementara itu, Hybrid Driving Mode dibagi menjadi dua mode. Pertama, Series Hybrid Mode merupakan perpaduan mode elektrik dan mesin. Mesin gasoline 2,4 L akan menghasilkan listrik jika baterai lemah dan menambah tenaga saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau menanjak.

Pada Parallel Hybrid Mode, mesin gasoline akan melaju dengan bantuan motor saat kendaraan membutuhkan ekstra tenaga (saat kecepatan tinggi atau saat efisiensi mesin tinggi).

Fitur yang dimiliki Outlander PHEV memudahkan peserta saat melewati jalur menanjak dan tikungan tajam, dengan sistem Super All Wheel Control (S-AWC) sebuah sistem kendali terintegrasi menjadikan kendaraan ini aman untuk melintas di berbagai medan. Outlander PHEV juga semakin nyaman dan aman dengan berbagai fitur seperti Reinforced Impact Safety Evolution (RISE) dan Advanced Driver-Assistantce System (ADAS) yang terdiri dari tujuh SRS airbag, ASC (Active Stability Control), FCM (Forward Collision Mitigation System).

Tidak hanya mengendarai Outlander PHEV, peserta juga dapat melihat langsung keunggulan PHEV yang dapat berfungsi sebagai genset dengan kemampuan menyalurkan daya listrik hingga 1.500 watt, yang dibuktikan dengan aktivitas BBQ dinner  di mana peralatan elektronik yang digunakan, mendapatkan pasokan listrik dari Outlander PHEV.

 

Alasan Honda Semakin Doyan Jualan Moge di Indonesia

0

PT Astra Honda Motors selaku agen pemegang merek sepeda motor Honda di Indonesia kian rajin menghadirkan sederet motor gede (moge) dengan mesin di atas 250cc.

Terbaru, perusahan dengan logo sayap kepak melengkapi line up Big Bike dengan meluncurkan moge petualangan dan Cruiser teranyar nya yaitu CRF1100 Africa Twin Adventure Sports dan Honda Rebel CMX500.

Lantas apakah dengan menghadirkan sejumlah moge, Honda ingin juga menjadi raja di kelas motor bermesin gambot seperti yang jualan motor saat ini.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya angkat bicara. Dia menyatakan, tujuan Honda memasarkan moge sebenarnya tidak untuk fokus berjualan. 

“Tapi, kita melihat pasar sepeda motor sangat besar potensinya di Indonesia. Itu yang pertama, yang kedua di dalam masa depan tiga hingga 10 tahun ke depan tentu ada step up konsumen,” ungkap Thomas saat ditemui beberapa waktu lalu.

Selain itu, Thomas juga menyatakan, perkembangan moge di Indonesia bisa saja dipengaruhi seiring dengan pertumbuhan ekonomi Gross Domestic Product (GDP).

Lebih lanjut, Thomas mengaku, jika GDP tumbuh maka tidak menutup kemungkinan akan ada keinginan konsumen yang ingin memiliki sebuah dream bike seperti model timeless classic, retro, adventure, cruiser atau full fairing.

“Kita melihat konsumen pasar di Indonesia punya dream bike ke arah sana, suatu saat ekonomi bertumbuh, mereka bisa step up, dan kita ingin membangun itu, membangun konsumen dari entry level, sampai nanti flagshipnya itu mereka punya pilihan produk sepeda motor di Indonesia,” terangnya.

Thomas juga menuturkan, tidak ada target penjualan untuk penjualan moge. Bahkan sejak 2015-2016 moge Honda yang awalnya terjual hanya 300 unit pertahun, kini dalam tiga tahun terakhir setidaknya 500-600 unit moge ludes terjual per tahun.

“Suatu saat bisa sampai lebih dari 1000 (unit per tahun) mungkin atau lebih dari itu,” tutupnya. 

6 Tips Mudah Merawat Mobil Untuk Harian

0

Memiliki kendaraan seperti mobil berarti OLXer harus sudah siap dengan sejumlah perawatan yang wajib dilakukan. Apalagi, jika mobil yang digunakan untuk menunjang rutinitas dan mobilitas sehari-hari.

Pasalnya, tak sedikit pemilik mobil merasa jika mobil yang dikendarai sudah berjalan normal tanpa masalah sehingga lupa untuk mengecek kendaraannya sendiri.

Oleh karena itu, kali ini Daihatsu membagikan tips agar mobil yang dimiliki tetap aman dan nyaman selama digunakan beraktivitas sehari-hari, berikut tipsnya :

1. Periksa rutin ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan. Kekurangan air radiator dapat menyebabkan mesin overheat. Bila kurang, tambahkan dengan air radiator coolant resmi.

2. Periksa ketinggian oli mesin di antara batas minimum dan maksimum yang dapat terlihat pada stik cek oli, karena kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan mesin.

3. Penggunaan air wiper saat menjalankan wiper sangat penting agar tidak merusak kaca. Pastikan air di tangki wiper juga dalam kondisi terisi penuh dengan melihat batas maksimal dari tangki air wiper.

4. Bagi kendaraan yang menggunakan power steering bertipe hidrolik, bisa melakukan pengecekan minyak power steering dengan melihat batas minimum dan maksimum yang ada pada tangki penampungan minyak power steering.

Sebelum mematikan mesin, pastikan juga roda depan tetap dalam keadaan lurus agar kinerja power steering tetap baik. Gunakan minyak power steering yang telah direkomendasikan.

5. Untuk kinerja pengereman yang optimal, pastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum dan gunakan minyak rem yang telah direkomendasikan. Bila kurang sampai batas minimum dan lampu indikator rem menyala, segera hubungi bengkel resmi Daihatsu terdekat.

6. Khusus pengguna aki basah, pastikan dengan cara melihat ketinggian cairan aki pada seluruh sel selalu berada antara Lower Level dan Upper Level. Isilah air aki secara berkala agar aki tetap berfungsi secara optimal.

 

Alasan Pilih Mobil Listrik Menurut Rifat Sungkar

0

Mobil listrik memang masih jarang. Namun begitu, sejumlah pabrikan otomotif dunia sudah mengembangkan bahkan ada juga yang menjual mobil listrik. Termasuk untuk pasar Indonesia. 

Lalu mengapa mobil listrik begitu banyak menjadi pembahasan bahkan dianggap menjadi mobil masa depan?

Nah, OLXer yang nggak tau kenapa, ternyata pereli nasional Rifat Sungkar juga punya jawabannya. Kata dia, hal paling mendasar keberadaan sebuah mobil listrik yaitu karena adanya perubahan teknologi.

“Memang tidak mudah bagi konsumen yang sudah puluhan tahun pakai mobil combustion engine biasa. Karena feeling getarannya itu nggak ada, bunyinya juga kurang, udah gitu kurang feeling dengan menyetir mobil listrik. Akan tetapi, ini adalah challenge untuk produsen yang membuat mobil listrik,” ungkap Rifat saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020 yang digelar Mitsubishi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/2/2020).

Pembalap kelahiran Jakarta, 22 Oktober 10978 ini juga ternyata punya beberapa alasan, mengapa mobil listrik dibuat, antara lain;

“Pertama, dunia sudah lebih peduli dengan lingkungan hidup. Itu alasan nomer satu mobil listrik,” kata Rifat.

Kedua, kata dia, jika sebuah mobil berbahan bakar minyak memiliki 5.000-12.000 part (komponen), maka untuk mobil listrik partnya hanya 700-1.200.  

“Bayangin berapa banyak barang yang bisa di-saving untuk lingkungan hidup,” ucapnya. 

Ketiga, dari segi perawatan, mobil listrik lebih sedikit dan lebih murah.

Keempat, ramah lingkungan. Mobil lebih hijau menjadi target para pabrikan otomotif.  Bahkan kata Rifat, seluruh negara telah menerapkan regulasi rendah emisi,.

“Mereka selalu mengatakan dunia mereka lebih hijau, lebih baik. Jadi emisi udara dari mobil nol,” tuturnya.

Keenam, hemat uang dan waktu. Mobil listrik dianggap dapat menghemat uang dalam jangka panjang karena tidak  mengisi bensin, sebaliknya selalu mengandalkan listrik. 

“Tapi untuk menghemat waktu, semua negara yang memprioritaskan mobil listrik memberikan banyak kemudahan bagi pemilik mobil listrik, mulai dari pajak lebih murah, tempat parkir lebih gampang, boleh lewat jalan protokol, sampai mendapat insentif,” kata Rifat.

Namun begitu, Rifat sendiri menyadari, yang terpenting dengan adanya mobil listrik yaitu bagaimana memancing masyarakat untuk membeli mobil tersebut. 

“Banyak hal yang dipancing produsen mobil untuk bergeser ke mobil listrik,” tutupnya. (Her)

Fakta Menarik Soal Perawatan Mobil Mitsubishi Outlander PHEV

0

Mitsubishi punya mobil dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), mobil tersebut adalah Mitsubishi Outlander PHEV.

Nah, kalau OLXer masih ada yang nggak tau apa itu PHEV, menurut Department Head Technical Service Sales and Marketing Division PT MMKSI Budiarto, teknologi ini merupakan kombinasi mesin bensin dan listrik yang dayanya diisi saat mobil bergerak atau bisa di charge dengan power outlet kemudian disimpan dalam baterai.

Lantas seberapa sulit jika melakukan perawatan pada Outlander PHEV?

“Kalau PHEV nggak ada yang spesial (soal perawatan), enginenya dirawat seperti engine yang biasa. Intinya, perawatannya tidak ada beda karena jadwal pergantian oli mesinnya juga sama,”ungkap Budiarto saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020 yang digelar Mitsubishi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/2/2020).

Tak hanya pergantian oli, kata Budi, usia baterai yang saat ini digunakan jika penggunaan secara normal diperkirakan bisa bertahan di atas 10 tahun.

“Jadwal perawatan sama 10 ribu km. Kita kalau hitungan maintenance itu 10 ribu kira-kira 6 bulan maksimum, mana yang tercepat. Warranty juga sama,” ucapnya.

Bagaimana cara pengisian baterainya?

Mitsubishi Outlander PHEV disebut-sebut tak ribet, karena dapat diisi melalui sumber listrik eksternal baik itu listrik di rumah atau kantor.

Bahkan menurut Budi, jika memiliki mobil PHEV setidaknya daya listrik di rumah mencapai 3.600 watt. Tapi, kemungkinan jika memiliki mobil jenis PHEV maka daya listriknya di atas itu.

“Kalau misalnya punya rumah, AC 1 PK ada 10 unit, berarti kalau AC hidup semua di rumah itu butuh listrik kira-kira 10.000 watt, kalau ada rumah yang listriknya 10.000 watt, kalau setiap hari tidak menghidupkan semua AC-nya, supaya sanggup untuk ngecas PHEV,” jelas Budi saat ditemui di acara GIIAS 2019 di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

Perlu dicatat, daya 3.600 watt merupakan batas standar daya rumah dan hanya mempengaruhi di awal pengisian. Namun setelah itu, pengecasan akan lebih rendah dan konstan di 2.000 watt.

Budi sendiri menyarankan, jika daya rumah tak mau terbebani karena keberadaan Outlander PHEV, ada baiknya konsumen menambah daya minimal 3.600 watt.

“Nanti pihak konsultan untuk pasang instalasi chargingnya akan bantu konsul juga. termasuk mengukur grounding listrik di rumah bagus atau nggak. Karena daya besar butuh grounding yang bagus,” jelasnya.

Kata Budi, Outlander PHEV ini memiliki kapasitas baterai sebesar 13,8 kWh (kilowatt hour). Sedangkan jika dikalkulasikan secara sederhana, apabila 1 kWh bernilai Rp 1.500-an, maka biaya yang dikeluarkan pemilik untuk mengisi daya baterai hingga penuh bisa mencapai Rp 20.700-an.

Sebaliknya, untuk sumber daya listrik dalam keadaan darurat, batasan energi yang dialirkan mobil tersebut mencapai 1.500 watt, sehingga masih mampu mengaktifkan beberapa perangkat elektronik.

 

Ini Mobil Pertama Mercedes-Benz yang Masuk ke di Indonesia

0

Mercedes-Benz jadi salah satu brand otomotif premium yang ada di dunia. Namun OLXer juga harus tau, ternyata keberadaan si Mercy di Tanah Air secara khusus ternyata sudah lama juga lho.

Mau tau seberapa lama? Usut punya usut, merek mobil asal Jerman ini ternyata sudah ada di pulau Jawa sejak 1894. Kala itu mobil pertama Mercedes-Benz berupa Benz Victoria Phaeton yang dimiliki Sultan Soerakarta (Solo), Pakoe Boewono X.

Kehadiran Benz Victoria Phaeton ternyata hanya selang delapan tahun setelah sang penciptanya Carl Benz membangun mobil pertamanya yang dikenal sebagai mobil pertama di dunia.

“Pakoe Boewono X memesan mobil Benz dari Pröttle & Co., sebuah perusahaan yang berlokasi di Passer Besar di Surabaya,” tulis keterangan resmi Mercedes-Benz, Minggu (9/2/2020).

Perlu diketahui, Pakoe Boewono X membeli Benz Victoria Phaeton diimpor dari Eropa dan bernilai 10.000 Gulden. Tentu saja kala itu harganya cukup mahal.

Jika dibayangkan di zaman dulu, tentu saja Pakoe Boewono bisa disebut sangat update, modern dan kaya raya. Pasalnya, di era saat itu sebagian besar transportasi darat terdiri dari sebuah kereta yang ditarik oleh kuda, maka kereta yang berjalan sendiri dan tanpa seekor kuda dianggap unik. Banyak orang di Jawa menyebutnya ‘Kreta Setan’.

Benz Patent Motorwagen Roman Belogorodov / Shutterstock.com

Sekadar informasi, mobil Benz Victoria Phaeton sendiri merupakan mobil roda tiga yang memiliki mesin satu silinder berkapasitas 2,0 liter yang mampu memuntahkan daya 5 hp. Mobil ini dilengkapi dengan ban karet yang keras.

Oia, Pakoe Boewono juga punya mobil hebat lainnya saat dia menjadi sultan, yaitu Britze Daimler. Mobil Daimler ini hadir pertama kali 13 tahun kemudian atau 1907. Britze Daimler sendiri yang ditenagai mesin 4-silinder 45 hp.

Adapun Mercedes-Benz hadir melalui agen resmi di Indonesia ternyata masuk pada 1970. Nah, bertepatan dengan 50 tahun Mercedes-Benz di Tanah Air, mereka mendonasikan replika mobil pertama di dunia, bernama Benz Patent-Motorwagen (Mobil Benz Patent Motor) kepada Museum Nasional Indonesia.

Menurut Presiden Direktur, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Choi Duk Jun, Mercedes-Benz sangat gembira dapat mendonasikan replika asli mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen, kepada Museum Nasional Indonesia.

“Mercedes-Benz telah memainkan peran penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah Benz. Dengan donasi ini, kami mendukung Museum Nasional Indonesia dalam menjalankan misinya untuk mengedukasi mengenai wilayah Indonesia dan sejarahnya,” ungkap Choi.

Nah, replika mobil Benz Patent-Motorwagen dipajang dalam pameran sementara yang bertajuk “Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia” di Museum Nasional Indonesia, mulai dari 8-5 Februari 2020.

“Oleh karena itu, kami bangga untuk merayakan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia dengan berkontribusi pada museum dan upayanya dalam bidang pendidikan dan budaya transportasi,” ucap Choi.

Pabrik Wuling di China Alih Profesi, Kini Produksi Masker

0

Virus Corona kini jadi wabah yang sangat menakutkan. Virus yang awal mulanya tersebar dari hewan tersebut memakan korban jiwa hingga ratusan orang dan puluhan ribu orang lainnya positif terinfeksi.

Penyebaran virus Corona yang sangat cepat melalui udara ini juga sudah menyebar ke segala penjuru dunia. Nah, salah satu fakta akibat virus Corona, yaitu membuat sejumlah pabrik di China beralih profesi.

Ya, beberapa pabrik di negeri Tirai Bambu kini jadi produsen masker pernapasan dadakan. Salah satu pabrik yang kini memproduksi masker yaitu SAIC-GM-Wuling Automobile Co LTD.

Dilansir Reuters, Minggu (9/2/2020), perusahaan patungan antara General Motors dengan perusahaan otomotif China itu telah mengumumkan lewat media sosialnya, bahwa 14 line produksi kini digunakan untuk membuat masker.

Setidaknya, masker yang dibuat pabrik Wuling ini ditargetkan mampu menghasilkan 1,7 juta masker setiap hari.

Kenapa masker? Usut punya usut, masyarakat China khusunya kini memang memproteksi diri dengan menggunakan masker pernapasan agar tidak tertular virus Corona. 

Parahnya, tingginya penggunaan masker, membuat sejumlah masker sempat sulit dicari. Adapun masker yang dimaksud adalah jenis masker yang dipakai untuk pelindung saluran pernapasan.

Sementara itu, tidak hanya SAIC-GM-Wuling Automobile Co LTD., sejumlah pabrik lainnya melakukan hal sama, memproduksi masker, seperti perusahaan pakaian Hongdou Group Co Ltd, hingga Zhejiang Giuseppe Garment Co Ltd.

Bahkan sebuah perusahaan masker Ceko, menyatakan jumlah pesanan masker sejak terjadinya virus Corona pada akhir Januari 2020 lalu mengalami peningkatan 57 ribu persen hanya dalam waktu empat hari.

Indonesia Harus Mobil Listrik Atau PHEV? Ini Menurut Rifat Sungkar

0

Mobil listrik akan menjadi mobil masa depan. Pasalnya, selain karena ada perkembangan teknologi, mobil listrik juga dianggap lebih peduli terhadap lingkungan hidup.

Ya, mobil listrik memang banyak keuntungannya, seperti tak mengeluarkan emisi, sehingga berdampak pada kondisi udara akan jadi lebih bersih, dan lebih minim penggunaan komponen yang terbuat dari logam.

Bahkan menurut ahlinya di bidang otomotif sekaligus pereli nasional Rifat sungkar, ada keuntungan lainnya dari sebuah mobil listrik yaitu perawatan lebih murah, sehingga lebih menghemat uang.

Meski begitu, untuk kondisi di Indonesia seperti saat ini, mobil listrik dianggap belum tepat. Sebaliknya, kata Rifat sebelum terjun ke mobil listrik, PHEV adalah solusi.

OLXer sendiri tau nggak PHEV apa? PHEV merupakan singkatan dari Plug-in Hybrid Electric Vehicle. Artinya, mobil PHEV mengkombinasikan antara mesin bensin dan juga tenaga listrik dari baterai sebagai sumber penggerak.

Mitsubishi Outlander PHEV with Nadine Chandrawinata
Nadine Chandrawinata brand ambassador Mitsubishi Outlander PHEV. (Dok Mitsubishi)

“Mobil listrik cuma dikandangin di kota besar. 300 km (jika digunakan keluar kota) habis baterai, mobil mati, maka telepon towing minta gendong mobil sampai ke Jakarta, karena gak ada tempat ngisinya. Sementara PHEV kemanapun kita pergi, begitu baterai habis dia akan regenerating (baterai terisi kembali),” ungkap Rifat saat ditemui di sela acara #AyoGasTerus Media Adventure 2020 yang digelar Mitsubishi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/2/2020).

Mobil listrik, kata Rifat, memerlukan peran pemerintah. Hal inilah yang sudah diterapkan di sejumlah negara di dunia yang sudah terjun ke mobil listrik.

Adapun menyoal Peraturan Peraturan Gubernur Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Nomor 3 Tahun 2020, tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle ) Untuk Transportasi Jalan pada di BAB I menyebut, kalau mobil listrik yang memiliki pengisian bahan bakar dari luar, maupun dari dalam tidak termasuk perhitungan untuk keringanan BBN-KB.

“Sebetulnya kita masih butuh pemerintah, mengetahui lebih lanjut bahwa sebenarnya mobil ini (Mitsubishi Outlander PHEV) solusi hebat generasi transisi dari mobil-mobil EV (electric vehicle) yang akan ada. Karena dengan adanya tax incentive siapa pun bisa jadi bisa beli mobilnya. Dengan BBN 0 persen, mobil ini akan lebih terjangkau,” tuturnya.

Sekadar informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Nomor 3 Tahun 2020, tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle ) Untuk Transportasi Jalan.

Pergub tersebut disebutkan, bahwa Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai atau KBL Berbasis Baterai, adalah kendaraan yang digerakkan dengan Motor Listrik dan mendapatkan pasokan sumber daya tenaga listrik dari Baterai secara langsung di kendaraan maupun dari luar.

Adapun Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) adalah pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor sebagai akibat perjanjian dua pihak atau perbuatan sepihak atau keadaan yang terjadi karena jual beli, tukar menukar, hibah, warisan atau pemasukan ke dalam badan usaha.

Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau UP PKB dan BBNKB, merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang melaksanakan pelayanan pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Suzuki Jimny Dilarang di Eropa, Jatahnya Bisa Buat Indonesia?

0

Sejak Suzuki Jimny generasi keempat meluncur di pasar otomotif Jepang 2018, maka selang satu tahun mobil tersebut langsung jadi buruan konsumen di dunia. Termasuk di Tanah Air.

Namun begitu, peredaran Suzuki Jimny rupanya terhambat di pasar otomotif Eropa, karena masalah regulasi emisi, dimana standar gas buang atau emisi yang harus diterapkan disetiap mobil maksimal 95 g/km. Sedangkan Suzuki Jimny sendiri emisi CO2 Jimny dengan mesin K15B adalah 154g/km untuk versi manual dan 170g/km untuk matic.

Maka dari itu dealer Suzuki di Benua Biru itu bersiap segera menutup pesanan Jimny, jika tidak ingin pabrikan dihukum Uni Eropa. Lantas apakah dengan adanya standar emisi dari negara-negara Eropa maka akan berdampak pada standar emisi untuk pasar Indonesia?

Menanggapi hal tersebut, Head of Marketing 4W PT SIS, Donny Saputra ikut angkat bicara. Menurut dia, karena adanya perubahan regulasi emisi di Eropa, maka belum tentu berdampak langsung pada Suzuki Jimny yang ada di Indonesia.

“Karena spesifikasi ma fiturnya nggak sama. Nah sekarang kita masih menunggu bagaimana detail spesifikasi dari Suzuki Europe,” kata Dony saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dony sendiri membantah, jika suplai untuk pasar Eropa dihentikan, maka tidak serta merta berdampak langsung terhadap suplai ke Indonesia. Artinya, jatah Suzuki Jimny untuk Indonesia masih sama, yaitu 50 unit per bulan.

“Kemudian kalau barangnya sudah jadi kan yang pingin nggak hanya kita (Indonesia), pasti rebutan. Jadi so far saya bilang belum ada dampaknya ke kami,” kata Dony.

Menolak Permintaan Konsumen

Tak hanya global, di Indonesia Suzuki Jimny juga banyak diburu. bahkan saking tingginya permintaan konsumen, Suzuki tak ingin memberikan janji-janji manis agar si calon pembeli mendaftarkan untuk inden seperti ketika menjual mobil-mobil pada umumnya.

“Kami masih minta ke dealer resmi, tolong jangan terima indent Jimny dulu. Ini dari tahun kemarin masih sama. Ada beberapa dealer yang laporan ke kami, konsumennya memaksa. Dan kami minta dijelaskan, janji delivery tidak bisa,” terangnya.

Dony sendiri menyatakan, Suzuki Indonesia hanya mendapatkan jatah Jimny rata-rata 50 unit per bulan, dan sejak Agustus-Desember 2020 jumlahnya yang sudah terkirim mencapai 400 unit.

Harga Suzuki Jimny terbaru 2020

Nah berikut daftar harga Suzuki Jimny per Februari 2020 berdasarkan situs resmi Suzuki, yaitu

  • Suzuki Jimny Single Tone MT Rp 347.5 juta
  • Suzuki Jimny Two Tone MT Rp 349.5 juta
  • Suzuki Jimny Single Tone AT Rp 360 juta
  • Suzuki Jimny Two Tone AT Rp 362 juta

Honda PCX Punya Warna Baru, Ini Harganya?

0

PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen pemegang merek sepeda motor Honda meluncurkan varian warna baru untuk skuter matik (skutik) Honda PCX, yaitu lorious Matte Black dan Royal Matte Blue.

Menurut Direktur Marketing PT AHM Thomas Wijaya Honda PCX telah menjadi motor pilihan masyarakat, terutama pecinta motor skutik premium yang menginginkan desain berkelas sekaligus tampil gagah bagi pemiliknya.

“Penyegaran tampilan Honda PCX merupakan upaya kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pecinta big scooter premium. Model ini terbukti mampu memberikan kebanggaan dan kenyamanan, yang kaya dengan fitur fungsional untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” ungkap  Thomas dalam keterangan tertulis, Senin (10/2/2020).

Thomas mengklaim, warna baru yang dipakai untuk Honda PCX ini semakin memberikan kesan mewah, eksklusif dan gagah didukung dengan fitur unggulan terbaik yang memberikan kebanggaan dan kenyamanan berkendara sesuai harapan pecinta big scooter premium masa kini. 

Selain warna, ada juga sedikit ubahan lainnya berupa aksen gold pada emblem dan roda pada varian warna Glorious Matte Black .

Adapun dengan adanya warna terbaru Glorious Matte Black dan Royal Matte Blue maka hal ini melengkapi beberapa pilihan warna yang sudah tetap yaitu Wonderful White, Majestic Matte Red dan Magnificent Matte Brown.

Fitur Honda PCX

OLXer harus tau juga nih, kala Honda PCX itu didukung fitur Honda Smart Key yang dilengkapi alarm dan answer back system pada semua tipe.

Dari sisi fitur fungsional, model premium ini memiliki fitur penyimpanan luggage box  berkapasitas 28,8 liter yang mampu menyimpan berbagai perlengkapan sehingga praktis ketika digunakan dalam berkendara.  

Belum sampai disitu, skutik dengan bentuk gambot ini juga memiliki digital panel meter yang mudah dilihat serta All LED Lighting System yang menghadirkan kesan canggih, mewah dan modern.

Oia, Honda PCX juga sudah dilengkapi enhanced Smart Power (eSP), teknologi minim gesekan dan efisiensi pendinginan mesin, serta transmisi yang menghadirkan performa mesin terbaik.

Untuk urusan kenyamanan, Honda PCX sudah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan pada konsol box sisi depan, sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 piston caliper untuk tipe CBS yang memberikan kenyamanan saat pengereman. Selain itu, motor ini juga dilengkapi lampu hazard,

Honda PCX juga memiliki kapasitas tangki BBM mencapai 8 liter sehingga mampu menempuh perjalanan yang lebih jauh dan fitur praktis berupa tombol pembuka tangki dan jok yang terintegrasi dengan kunci kontak.

Honda PCX juga dilengkapi seat stopper yang menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang sehingga semakin mempermudah pengendaranya.

Guna menunjang keselamatan dalam berkendara pada tipe ABS, Honda PCX dilengkapi dengan fitur Anti-Lock Braking System (ABS). Serta didukung ban tubeless lebar dengan ukuran ban depan 100/80-14 dan belakang 120/70-14.

Harga Honda PCX Terbaru

Adapun menyoal harga, Honda PCX  tipe CBS dijual Rp 29,509 juta, untuk tipe ABS Rp 32,511 juta, serta PCX Hybrid dilepas  Rp 42,89 juta. Semua harga ini dipasarkan dengan status on the road (OTR) DKI Jakarta.