Kamis, September 10, 2026
Beranda blog Halaman 1535

Kembalikan Kepercayaan Masyarakat, Pemerintah Siap Bangun Jembatan Timbang Sistem Online

0

Jembatan timbang disebut saat ini masih identik dengan pungli alias pungutan liar. Pengawasan dan proses penimbangan kapasitas muat truk disebut masih lemah akibat ulah oknum yang masih bisa dibayar untuk meloloskan truk Over Dimension & Over Load atau truk ODOL tetap melanjutkan perjalanan.

Kondisi ini menjadi salah satu masalah serius yang harus segera dibenahi oleh Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Banyaknya pandangan negatif dari masyarakat tentang jembatan timbang membuat kami terus berupaya dalam mengubah paradigma tersebut,” ujar Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si, Direktur Jenderal Perhubungan Darat di acara Diskusi Pintar FORWOT Indonesia ‘Road To Zero ODOL-Trucks on The Road’ di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (03/10/2019).

Drs. Budi Setiyadi, SH, M.Si, Direktur Jenderal Perhubungan Darat di acara Diskusi Pintar Forwot Indonesia ‘Road To Zero ODOL-Trucks on The Road’ di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (03/10/2019) (Sumber: FORWOT)

“Ini kemudian memunculkan ide kami untuk membangun jembatan timbang sistem online,” sambungnya.

Harapannya, dengan adanya jembatan timbang sistem online sudah tidak akan ada lagi pengawas yang terlibat langsung dalam proses penimbangan. 

“Dengan begitu semua bisa berjalan secara transparan. Tidak ada lagi sentuhan langsung dari SDM. Yang tercatat membawa muatan lebih langsung dikenakan denda dan membayarnya melalui bank”.

Dengan terobosan seperti ini kita bisa hilangkan paradigma negatif soal maraknya pungli di jembatan timbang. Kepercayaan masyarakat tentunya berdampak pada lancarnya administrasi kendaraan komersial yang beroperasi sesuai standar keselamatan.

“Susahnya kalau kita ngomongin jembatan timbang saat ini, pasti langsung dibilang pungli. Padahal kita saat ini sangat tegas untuk mengubah paradigma manfaat jembatan timbang itu apa. Dengan jembatan timbang online, sudah tidak ada lagi pelanggar yang bayar langsung ke petugas. Mereka bisa bayar lewat EDC atau pun mencari bank atau ATM terdekat untuk melakukan pembayaran denda,” ujar Budi Setiyadi.

Menjadikan jalan raya bersih dari truk yang over dimensi dan berkapasitas muatan melebihi aturan yang ditetapkan memang sangat penting. 

Dari data operasional UPPKB per 30 Agustus 2019, disebutkan ada 1.246.515 unit kendaraan komersial yang melewati jembatan timbang. Dari jumlah tersebut sebanyak 503.866 unit atau seitar 40 persen dinyatakan melanggar, sementara 742.649 unit atau 60 persen dinyatakan lolos.

Jumlah ini tetap menjadi tugas berat bagi Pemerintah untuk menekannya hingga nol persen. 

“Setiap tahun kerugian negara akibat truk ODOL ini mencapai 43 triliun rupiah. Ini harus kita sikapi dengan tindakan-tindakan tegas. Dan kita berkomitmen untuk menuntaskan permasalahan ini hingga kelar pada 2021 nanti,” pungkasnya.

Imbas dari banyaknya truk ODOL yang wara-wiri di jalanan mengakibatkan kerugian dalam banyak hal. Selain merusak jalan dan jembatan, truk yang melanggar juga berpotensi menyebabkan kecelakaan yang menelan korban jiwa dan merugikan negara dalam jumlah besar. (Z)

Rekor Baru, 150 Komunitas Kumpul di Pameran Modifikasi Indonesia

0

Gelaran pameran Indonesia Modification Expo (IMX) 2019 yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada akhir pekan lalu, 28-29 September 2019, menyisakan kisah menarik di luar kehadiran mobil-mobil yang dimodifikasi dalam berbagai konsep.

Ternyata pameran ini nggak cuma memberikan tontonan menarik seputaran dunia modifikasi mobil saja, tetapi menjadi ajang kumpul-kumpul para komunitas otomotif.

Malah Rekor Otomotif Indonesia atau ROI berhasil mencatat sebuah rekor baru, pameran otomotif dengan jumlah komunitas terbanyak yang hadir.

Dalam ajang IMX 2019, ROI berhasil mengumpulkan 150 komunitas untuk hadir dalam event yang digagas oleh National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) tersebut. 

“Kami bangga, karena ajang ini mampu mengumpulkan banyak komunitas dan club otomotif untuk hadir dan memeriahkan pameran. Tentu tak lain, kami juga menantang komunitas yang tergabung dalam Indonesia Community Show Off (ICSO), salah satu payung club atau komunitas otomotif yang baru saja dideklarasikan di IMX 2019 untuk pecah rekor, menggantikan rekor FK3O tahun lalu,” ungkap Tomi Gunawan, Founder ROI, Kamis (3/10/2019).

“Dengan banggga ROI mempersembahkan penghargaan tertingginya kepada ICSO yang berhasil memecahkan rekor dengan kategori “Kenduri Komunitas Mobil Terbesar di Indonesia dengan 150 Komunitas”.

Sementara Gerry Immanuel, penggagas ICSO mengungkapkan perasaan gembiranya atas prestasi yang dicapai tahun ini lewat ajang IMX 2019.

“Ini menjadi kebanggan baru bagi kami, pasalnya, kami baru saja mendeklarasikan keberadaan ICSO saat IMX 2019, dan di saat yang bersamaan pula kami semakin memantapkan langkah dengan salah satu bekal berupa penghargaan dari ROI ini.”

ICSO dibentuk sebagai wadah atau tempat berkumpul dan bertemu seluruh komunitas mobil dari merek dan jenis apapun tanpa melihat latar belakang. Dan berkomitmen menjadi satu dengan prestasi di dunia otomotif dan juga modifikasi di Indonesia. 

“Kekuatan kolaborasi dari gabungan club dan komunitas otomotif ICSO membuat ROI kagum dan kami sangat berharap relasi dan kekompakan tersebut dapat membina persatuan dan kesatuan antar club atau komunitas otomotif yang ada di Indonesia,” pungkas Tomi. (Z)

Pasti Rugi Kalau Salah Tipe Busi

0

Setiap pengguna motor harus menyadari fungsi serta peran busi di motornya masing-masing. Karena salah satu bagian mesin inilah yang menentukan baik atau tidaknya kerja mesin pada sebuah kendaraan.

Busi adalah komponen penting pada siklus pembakaran mesin berbahan bakar bensin. Penggunaan tipe busi yang tidak tepat akan mengakibatkan penurunan kinerja mesin.

Harus diingat, busi ada berbagai macam merek, jenis dan tipe. Penggunaan busi yang sesuai dengan spesifikasi mesin motor sangatlah penting. 

Pada umumnya bentuk dari busi sekilas akan nampak sama. Tapi bila OLXer melihat dengan lebih jeli pasti akan tau perbedaannya.

Karena kalau salah dalam memilih tipe busi, bisa dipastikan OLXer bakal rugi! Loh, kok bisa rugi? 

Busi dengan lebar ulir yang serupa belum tentu memiliki fitur dan spesifikasi yang sama. Bila terlalu pendek risikonya akan terjadi penumpukan karbon. Sebaliknya, bila terlalu panjang bisa menyebabkan busi overheat dan terbentur piston. 

Kesalahan pasang kode atau tipe busi dapat mengakibatkan : 

Carbon fouling

Overheat

Piston mentok

Elektroda meleleh

ECU bermasalah

Knocking

Semua masalah di atas ujung-ujungnya akan menyebabkan motor kesayangan OLXer dalam waktu tertentu akan menyeret motor masuk bengkel. Urusannya pasti kalian harus merogoh kocek untuk membayar ongkos servis dengan cukup mahal.

Berikut daftar tipe busi yang cocok untuk dua merek motor, Honda dan Yamaha;

Tata Motors Mulai Jualan Mobil Listrik Awal Tahun Depan

0

Tidak lama setelah mengumumkan teknologi kendaraan listrik terbarunya, Tata Motors langsung mengungkap identitas Tata Nexon EV sebagai produk kendaraan elektrik pertamanya yang akan dijual tahun 2020 mendatang.

Dalam laporan auto.ndtv India diungkap bahwa mobil listrik pertama Tata Motors ini akan dibekali dengan powertrain Ziptron. 

Lithium-ion cells dari baterai Tata Nexon EV ini sanggup menjelajah sampai 300 km hanya dengan sekali melakukan pengisian daya.

Durability baterai juga diklaim tahan lama karena mendapatkan proses pendinginan dengan cairan serta dikemas dalam wadah IP67 padat. Cangkang luarnya memiliki kekuatan maksimal dalam melindungi komponen di dalamnya. 

“Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Nexon EV akan ready untuk konsumen di India pada quarter 4 (Jan-Mar) Fiskal Year 2019-2020. Didukung oleh cutting-edge Teknologi Ziptron, Nexon EV memberikan solusi dari hambatan permasalahan di segmen EV, serta memberikan kinerja on-road yang mendebarkan, dan sudah pasti ramah bagi lingkungan,” ujar Shailesh Chandra, Presiden Electric Mobility Business & Corporate Strategy Tata Motors, Jumat (4/10/2019). 

Dalam penjelasannya, Nexon EV mendapat kemampuan Battery Management System (BMS) dari powertrain Ziptron yang dirancang memperpanjang usia baterai hingga delapan tahun dengan kinerja yang konsisten. 

“Ini adalah motor AC magnet permanen dengan pengereman regeneratif yang mengisi baterai dalam perjalanan. Powertrain ini juga mendapatkan sirkuit pendingin khusus dalam upaya memberikan kinerja yang konsisten dalam kondisi cuaca panas,” lanjut Shailesh Chandra. 

Kisaran harga yang ditawarkan untuk Nexon EV ini antara 15 dan 17 lakh. (Z)

Isuzu Batalkan Claim Warranty Truk ODOL

0

Mengatasi permasalahan banyaknya truk dengan dimensi serta bobot angkut yang melebihi ketentuan berseliweran di jalan tentunya menjadi tugas bersama.

Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, taupun petugas Kepolisian dalam urusan regulasi serta pengawasan dan penindakan.

Regulasi sudah dibuat, pengawasan serta penindakan juga telah berjalan. Namun truk ODOL (over dimension and over load) tetap masih banyak berkeliaran dan berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Tentu masalah truk ODOL juga harus menjadi perhatian bagi para produsen mobil komersial serta perusahaan-perusahaan di industri karoseri.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai salah satu agen pemegang merek mobil komersial merek Isuzu, menyadari penuh tanggung jawabnya sebagai produsen truk berbagai jenis dan ukuran di Indonesia.

“Kami yakin bahwa untuk menciptakan ekosistem jalan raya yang baik, tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, akan tetapi seluruh pihak dari hulu dan hilir harus bekerja sama. Dimulai dari produk, karoseri, surat-surat sampai dengan layanan purna jualnya. Seluruh produk komersial Isuzu dirancang dengan mempertimbangkan aturan pemerintah,” terang Ernando Demily selaku Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia di acara Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) dengan tema “Road to Zero ODOL-Trucks on The Roads yang berlangsung Kamis (3/10/2019).

Isuzu Indonesia terus berupaya maksimal dalam menciptakan ekosistem yang bebas dari ODOL dengan kebijakan-kebijakan yang nyata. 

Contoh paling kecil adalah dengan pemasangan stiker retletif cahaya pada program mudik 2019 bekerjasama dengan Kemenhub.

Merek mobil komersial asal Jepang ini juga selalu menjalankan Sertifikat Registrasi Uji Tipe atau SRUT untuk setiap kendaraan barunya. Bahkan Isuzu bersama Kemenhub turut mensosialisasikan program SRUT ini dengan memberikan sertifikasi pada 41 karoseri partner Isuzu demi memastikan karoseri yang dibuat sudah sesuai ketentuan yang diatur dalam SKRB (Surat Keterangan Rancang Bangun).

“Isuzu Indonesia tentunya menyambut dengan baik terkait peraturan ODOL, karena pada dasarnya produk kami sendiri memang dirancang sesuai dengan regulasi keamanan berkendara di Indonesia,” lanjut Ernando Demily.

Sementara dari sektor pengawasan dan penindakan truk ODOL, Isuzu Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yang cukup tegas, dengan menggugurkan warranty claim untuk setiap unit operasional yang menggunakan merek Isuzu.

“Teknologi mobil komersial Isuzu sudah memiliki sistem ECU pada mesin yang mampu memotret kondisi teknis kendaraan. Apabila ketahuan kendaraan rusak atau terlibat kecelakaan dan terbukti akibat ODOL, maka warranty claim tidak berlaku,” tegasnya.

Dengan makin ketatnya peraturan Pemerintah, serta tindakan tegas dari produsen, tentunya para pebisnis harus berpikir ulang jika harus memaksakan kendaraan operasionalnya dengan alasan meminimalisasi biaya operasional. 

“Banyak hal yang bisa dilakukan pengusaha untuk menekan biaya operasional. Apalagi Isuzu juga memberikan solusi dari sisi penghematan operasional, karena kita tahu biaya terbesar dari biaya operasionl adalah penggunaan bahan bakar, dan DNA dari Isuzu yang utama adalah mesin yang irit bahan bakar dan bandel,” pungkas Attias Asril selaku General Manager PT IAMI di tempat yang sama. (Z)

Ada Mitsubishi Galant VR-4 Dijual di OLX, Harga Mendekati Rp300 Juta

0

Mobil yang dijual di OLX ini adalah versi tertinggi dari Mitsubishi Galant generasi keenam dan populasinya di Indonesia terbilang cukup langka. Banderolnya pun sangat tinggi di listing iklannya untuk sedan lansiran tahun '90-an di angka Rp 275 juta. 

Di Indonesia, versi standar-nya lebih dikenal dengan nama Mitsubishi Eterna dengan banderol bisa 10 kali lipat lebih murah dari versi VR-4. Nama Mitsubishi Galant justru lebih dikenal di Tanah Air pada generasi lama dan barunya, bukan generasi keenam.

Galant VR-4 adalah mobil yang memiliki sejarah panjang, menjadi pionir hingga Mitsubishi merajai reli WRC dengan Lancer Evolution. Regulasi Group A WRC saat itu membutuhkan pabrikan setidaknya untuk memproduksi massal minimal 5.000 unit, dengan batasan mesin 2.000cc  turbo dan transmisi 4WD.

Regulasi ini disambut baik Mitsubishi karena mereka sudah siap dengan mesin yang sesuai regulasi dan deretan teknologi canggih untuk mobilnya.

Generasi pertama Mitsubishi Galant VR-4 (E39A) dijejali mesin 4G63T, mesin yang kemudian menjadi legendaris ketika Mitsubishi menjejali Lancer Evolution dengan mesin yang sama selama 13 tahun. Di Galant VR-4, mesin ini memuntahkan sekitar 237 HP. Ada juga versi 195 HP untuk sejumlah pasar.

Galant VR-4 memiliki kecepatan tertinggi hingga 210 km/jam dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 7 detik. Terbilang kencang di zamannya meski akselerasinya bisa dibilang kurang. Ini karena bobot mobil yang lumayan berat dengan deretan teknologi canggih Mitsubishi di zaman itu.

galant vr-4
Tampak depan Galant VR-4, kinyis-kinyis kondisinya. Foto: Istimewa

Mitsubishi Galant VR-4 Sangat Canggih di Zamannya

Galant VR-4 banjir teknologi canggih. Paling gres saat itu adalah teknologi yang disebut 'Dynamic Four', berupa sistem full-time AWD, 4WS (4-Wheel Steering), suspensi independen di keempat roda dan four-wheel ABS.

Selain itu mobil juga mendapat teknologi 'Dynamic ECS'. Ini adalah sistem suspensi udara semi aktif yang dikontrol secara elektronik dan dapat mengontrol cengkeraman ban pada aspal dengan mengatur suspensi mobil, namun tetap menjaga kenyamanan pengemudian mobil.

Berkat deretan teknologi ini, Galant sempat mendapat penghargaan 'Japan Car of The Year 1987-1988'. Sisanya adalah sejarah. Galant VR-4 memang tidak dapat menorehkan tinta emas di ajang reli WRC dengan hanya memenangkan 3 seri selama 3 tahun partisipasinya.

Tapi karena kegagalan Galant VR-4 ini juga akhirnya Mitsubishi berpaling ke Lancer Evo yang kemudian menjadi salah satu legenda WRC.

Dijual di OLX dengan banderol Rp275 juta dan masih nego, kilometer mobil pun terbilang rendah di angka 60 ribuan. Kemudian penjualnya juga menawarkan fleksibilitas seperti tukar tambah dengan mobil lama hingga layanan towing sampai ke tempat tujuan.

Galant VR-4 yang dijual ini bertransmisi otomatis dan kondisinya masih sangat orisinal. Dokumennya pun juga diklaim komplit termasuk buku manual mobil. 

Jika OLXer tertarik langsung saja kunjungi iklannya di sini. Mobil ini bisa jadi investasi oke dengan harga yang bisa terus naik di kemudian hari. (dhan/Her)

galant vr-4
Emblem VR-4 di Buritan Mobil Membedakan Mana Galant Ratusan Juta dan Eterna Murah. Foto: Istimewa 

   

Slipstream di Jalanan, Sayang Bensin atau Serahkan Nyawa?

0

Ada sebuah istilah dalam dunia balap yang banyak dilakukan oleh pengemudi jalan raya yang tanpa mereka sadari sangat berbahaya kalau dilakukan.

Namanya slipstream, teknik memanfaatkan kendaraan di depan untuk menghalau angin sehingga kecepatan kendaraan jadi konstan. Itu kalau di dunia balap.

Nah, teknik ini juga akhirnya dibawa-bawa di jalan raya ataupun di jalan tol oleh pengendara yang mungkin tidak sadar akan bahaya yang mengintainya ketika melakukan teknik ini.

Konyolnya lagi, kendaraan yang dijadikan tameng atau penghalang angin ini biasanya mobil-mobil ukuran besar seperti truk ataupun bus.

Alasan orang melakukannya rata-rata adalah untuk menghemat bahan bakar karena laju mobil bisa lari kencang dengan lebih enteng tanpa harus melawan arus angin yang menerpa kaca depan mobil.

Alih-alih irit bahan bakar, pada kenyataannya justru lebih banyak menimbulkan celaka yang ujung-ujungnya merenggut jiwa pelakunya.

Slipstream di jalan tol berisiko menimbulkan kecelakaan karena pada dasarnya jarak aman tidak terjaga. Itu adalah tindakan paling bodoh yang dilakukan di jalan tol,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) saat menjadi salah satu narasumber di acara Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) dengan tema Road to Zero-ODOL Trucks on The Roads yang berlangsung di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Bisa dibayangkan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba truk atau bus yang diikuti melakukan pengereman mendadak, sudah pasti tabrakan beruntun tidak akan bisa dihindari. 

“Kalau tujuannya sekadar menghemat konsumsi bahan bakar, mending pakai teknik eco-driving atau perhatikan batas kecepatan minimum dan maksimum,” imbuh Jusri yang juga seorang pemerhati keselamatan berkendara di Indonesia. 

Lebih jauh Jusri juga menghimbau kepada masyarakat untuk berkendara menggunakan logika dan jangan menuruti emosi. 

Bila dalam berkendara terpaksa berbarengan dengan mobil truk, hal yang paling bijak dilakukan adalah berusaha untuk menghindarinya. Bisa dengan mencari celah untuk mendahului, atau sebaliknya, menahan laju kendaraan agar jarak dengan truk maupun bus tersebut menjadi jauh.

“Itulah inti dari teknik defensive dalam berkendara di jalan. Bukan soal skill berkendaranya, tetapi kemampuan dalam menghitung potensi risiko terjadinya kecelakaan,” pungkasnya. (Z)

Honda Sonic 150R Hadir Desain Stripe dan Warna Baru, Ini Harganya

0

Menyasar bagi kaum muda, PT Astra Honda Motor selaku agen pemegang merek sepeda motor Honda kembali merilis Sonic 150R dengan desain stripe dan warna baru.

Menurut Marketing Director PT AHM Thomas Wijaya, pembaruan grafis pada stripe Honda Sonic 150R memberikan kesan bawah motor tersebut memiliki performa kencang, compact dan lebih tajam.

“Sebagai salah satu motor sport yang diminati anak muda, model ini terus kami perbarui sesuai gaya hidup mereka yang agresif dan dinamis,” ungkap Thomas dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2019).

OLXer mau tau bagaimana rupa dari tampilan Honda Sonic 150R, berikut ulasannya:

Ubahan striper baru pada Honda Sonic 150R  dikombinasikan dengan beberapa warna pilihan, seperti Agresso Matte Black, Activo Black dan Energetic Red.

Selain itu stripe baru juga diberikan pada pilihan warna Honda Racing Red atau menonjolkan kombinasi merah putih yang tentunya terinspirasi dari tim balap Astra Honda Racing Team (AHRT).

Honda Sonic bekelir Honda Racing red. (AHM)
Honda Sonic dengan stripe baru juga diberikan pada pilihan warna Honda Racing Red. (Honda)

Sekadar informasi, kalau OLXer mau tau Honda Sonic 150R ini memiliki fitur pendukung, termasuk diantaranya shroud berdesain tajam yang bisa dilepas dan dipasang dengan mudah (plug and play). Pengguna bisa memakai atau melepaskannya, sesuai dengan kebutuhan dan gaya dinamis masing-masing.

Fitur lain dari Honda Sonic sendiri antara lain, lampu depan LED, lampu belakang masih simple, panel indikator digital dengan informasi lengkap dan mudah dilihat, dan setang jepit (clip on steering) sebagai salah satu ciri khas yang menunjukkan karakter sporty.

Untuk memberikan kenyamanan, suspensi monosok dipasang pada bagian belakang agar mendukung kestabilan saat bermanuver. Bagian ini didukung dengan desain pelek aluminium dibalut ban tubeless depan dan belakang masing-masing berukuran 70/90-17 dan 80/90-17. Baik roda depan dan roda belakang sudah dilengkapi sistem pengereman Cakram Hidrolik.

Jantung pacu, Honda Sonic 150R dibekali mesin 4 langkah, DOHC berkapasitas 150 cc yang mampu menghasilkan daya hingga 15,7 Tk pada 9.000 rpm dan torsi 13,5 Nm pada 6.500 rpm. Dikawinkan dengan transmisi enam percepatan, akselerasi motor ini dari 0-200 meter mencapai 10,6 detik.

Nah, untuk soal harga Honda Sonic 150R warna Aggresso Matte Black dan Honda Racing Red dipasarkan dengan banderol Rp 23,18 juta dan untuk warna Energetic Red dan Activo Black dilepas Rp 22,78. Kedua harga ini berstatus on the road Jakarta. (Her)

Biar Nggak Salah, Ini Modifikasi yang Masih Ngetren di Indonesia

0

Modifikasi mobil di Tanah Air ternyata cukup banyak peminatnya. Bahkan mereka rela merogoh kocek pundi-pundi penghasilan lebih dalam agar tumpangan pribadinya jadi sesuai apa yang diinginkan.

Namun, jika OLXer ingin melakukan modifikasi ada baiknya jangan asal ubah, sebab tak ada salahnya untuk mengikuti trend agar tak salah gaya.

Nah, menurut sang ahli modif, Andre Mulyadi yang juga merupakan punggawa rumah modifikasi Signal Kustom, aliran modifikasi yang sedang tren di Indonesia yaitu proper car.

“Jadi mobil yang dimodifikasi) harus bisa digunakan, tidak terlalu ceper atau tidak pakai air suspension. Lebih ke daily used (bisa dipakai harian),”ungkap Andre saat ditemui di acara Indonesia Modification Expo, Balai Kartini, Kuningan, Jakarta.

Kata Andre, aliran modifikasi proper car biasanya memang tak dibuat terlalu ekstrim, seperti halnya melakukan berbagai pemotongan bodi dan penambahan bagian demi bagian lainnya.

Karena bisa digunakan untuk harian, aliran modifikasi proper car juga biasanya lebih mengedepankan rasa kenyamanan ketika dikendarai di jalanan. Selain itu, ubahan yang dilakukan dianggap cukup sederhana.

Yang Disayangkan Saat Melakukan Modifikasi

Meski dunia modifikasi Indonesia sedang mengalami pertumbuhan, namun ternyata ada yang disayangkan pelaku industri aftermarket, yaitu kurangnya kepercayaan masyarakat atau konsumen akan produk buatan di dalam negeri.

Bahkan Andre menilai, konsumen di Indonesia masih gengsi jika menggunakan produk karya anak bangsa. Padahal, secara kualitas cukup banyak dilirik di luar negeri.

“Karena itu yang pasti sih kita harus edukasi dahulu marketnya. Mereka harus bisa dahulu untuk menghargai desain dari teman-teman yang lain, karena kalau pakai barang lokal sangat membanggakan. Local pride kita angkat,” ujar Andre.

Kata Andre, alasan orang Indonesia lebih tertarik dengan produk luar hal tersebut karena di sejumlah negara maju, telah jauh lebih berkembang akan dunia modifikasi. Belum, lagi banyaknya pameran dan edukasi soal modifikasi.

“Maka dari itu, kita bangun ekosistem yang baru. Sebenarnya dari posisi grafiknya naik (modifikasi di Indonesia). Sekarang di Jepang itu turun, nah mereka berusaha sebenarnya produk-produk mereka masuk ke Indonesia. Karena market di Indonesia luas banget dan masih fresh,” terangnya.

Namun sebaliknya, Andre yang juga merupakan founder National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) selaku asosiasi atau wadah dari seluruh pecinta modifikas atau modifikator di Indonesia ingin mengembangkan produk aftermarket lokal di mata dunia.

Kata Andre, dari sekian banyak produk aftermarket buatan lokal, ada juga yang sudah diakui di kalangan modifikasi global, salah satunya adalah Karma Body Kit, hingga pelek Torsion.

“Harapannya memang, kita ingin lebih banyak lahir produk lokal, jadi tidak banyak ke luar,” tutupnya. (Her)

Hati-Hati, di Wilayah Ini Mobil Lebih Beresiko Terkena Karat

0

Tak sedikit yang percaya munculnya karat atau korosi karena mobil kotor dan jarang dicuci. Meskipun anggapan tersebut ada benarnya, namun yang OLXer harus tau, karat juga bisa muncul di wilayah tertentu.

Menurut Marketing Protera Protection (brand pelapis anti karat), salah satu wilayah yang potensi terkena karat lebih tinggi yaitu daratan yang berdekatan dengan pantai. Jakarta Utara salah satunya.

“Karat bisa timbul karena udara, sama kadar air (yang digunakan untuk mencuci) juga berbeda, karena disana mengandung garam,” ungkap Victor saat ditemui News OLX.

Selain berdekatan dengan pantai, Victor juga menyatakan jika wilayah tersebut kadar airnya memang tidak bagus, bukan tak mungkin ketika mencuci mobil, maka air tersebut justru menjadi penyebab timbulnya karat.

OLXer juga harus tau, mobil yang sering terkena guyuran hujan juga bisa menyebabkan karat lho. Maka dari itu, ketika mobil kehujanan, maka ada baiknya sesampainya dirumah langsung disiram dengan air dan keringkan menggunakan lap bersih.

“Cuci tapi nggak di lap juga bisa timbul karat. Tapi tergantung airnya juga, kalau airnya kandungan kurang bagus itu bisa (karat), karena lama-lama dia ngendap dan itu bisa nggak kering dan muncul di sela-sela tidak terjangkau,” tuturnya.

Karena itu, Victor menyarankan, ada baiknya mobil diaplikasi anti karat. Di Protera, mobil yang sudah diaplikasikan pelapis anti karat tidak ada perawatan khusus, hanya saja dilakukan pengecekan rutin setiap satu tahun sekali.

Sebaliknya, jika mobil sudah terkena karat, maka yang terjadi akan sulit dilakukan perbaikan. Pasalnya, karat yang menempel di bodi mobil justru bisa membuat bodi mobil keropos dan juga bolong. 

“Paling perawatannya hanya cuci kolong setiap sebulan sekali,” tutupnya.