Kamis, Maret 19, 2026
Beranda blog Halaman 1593

Mandiri Tunas Finance Didapuk Menjadi Lembaga Pembiayaan Berbasis Digital Terbaik 2019

0

Jakarta – Sebuah prestasi membanggakan kembali diraih oleh PT Mandiri Tunas Finance sebagai sebuah lembaga pembiayaan terpercaya di Indonesia. 

Kali ini PT Mandiri Tunas Finance (MTF) dinobatkan sebagai TOP Multifinance 2019 kategori pelayanan berbasis digital 2019 dari Majalah TOP Business.

MTF berhasil meraih peringkat utama untuk kategori Multifinance dengan aset > Rp 10 Triliun.

Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head MTF, Arif Reza Fahlepi dan Unggul Ramdhani Wicaksono, Head of Digital Business MTF hadir langsung untuk menerima penghargaan tersebut yang diserahkan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

“Saya mewakili jajaran direksi, komisaris dan karyawan MTF berterima kasih atas apresiasi ini. Semoga penghargaan ini dapat lebih memacu kinerja kami ke arah yang lebih baik lagi,” ucap Arif Reza Pahlevi dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi OLX Indonesia lewat Whatsapp. 

Tak hanya penghargaan sebagai TOP Multifinance yang diterima, Direktur Utama MTF, Arya Suprihadi juga didapuk sebagai TOP CEO Multifinance 2019.

Selamat kepada MTF! (Z)

 

7 Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

0

Pelumas atau oli memang memiliki peran penting, khususnya di jeroan mesin sebuah kendaraan baik sepeda motor maupun mobil. Apalagi oli dengan kualitas terbaik, tentu saja akan merawat sekaligus menjaga performa kendaraan.

Hanya saja, OLXer harus tau kalau oli juga ada yang palsu, dan dijual oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja jika menggunakan oli palsu maka tak ada kualitas sehingga berpengaruh pada kondisi mesin.

Nah, sebelum menjadi korban oli palsu, ada baiknya mengetahui apa saja ciri-cirinya. Berikut ulasannya:

1. Harga

Ada barang ada harga, biasanya pelaku yang menjual oli palsu membanderol dengan iming-iming harga lebih murah. Karena itu, ada baiknya cek harga oli di pasaran. Jangan tergiur dengan harga.

2. Kemasan atau Botol

Kemasan atau botol yang digunakan perusahaan oli biasanya fisiknya dibuat rapi dan bersih. Karena mereka membuatnya secara khusus.

Lain halnya dengan oli palsu yang menggunakan kemasan atau botol bekas, sehingga terlihat sudah kusam dan kasar.

3. Seal Aluminium Foil

Hal ini juga termasuk pada bentuk seal aluminium foil di mulut botol. Oli asli biasanya memiliki logo merek oli, dan sulit dilepas. Untuk membukanya dicolok. Sedangkan oli palsu sebaliknya, tak ada logo dan mudah terkelupas.

4. Label

Biasanya label oli palsu kurang rapi dicetak. Demikian juga jika label yang menggunakan stiker kurang sempurna tampilannya.

Bahkan seperti oli buatan Pertamina, ada teknologi pada stiker berupa tulisan Pertamina apabila disinari dengan Sinar Ultraviolet.

5. Kode Identitas

Oli palsu biasanya memiliki beberapa tanda pada nomor identitas di beberapa titik, seperti tutup, label atau stiker sampai, bagian bawah botol. Oia, nomor identitas juga biasanya dicetak sama.

Namun lain halnya dengan oli palsu, biasanya kode buram, tidak rapi cetakannya, atau angkanya tidak sesuai antara di botol dan di tutupnya.

6. Desain Khas

Untuk brand tertentu, biasanya mereka membuat teknologi sendiri di beberapa bagian sebagai penanda bahwa olinya adalah asli. Bisa jadi pada bagian tutup botol, label atau stiker, di bawah botol, sampai seal aluminium foil.

Bahkan tak sedikit brand oli membuat hologram atau QR code untuk penanda bahwa oli buatannya adalah asli.

7. Warna dan Bau

Jika memang OLXer tak bisa membedakan dari kemasannya, maka ada baiknya mengecek oli asli atau palsu dengan melihat warna dan baunya.

Perlu dicatat, warna oli asli cenderung bening sedangkan yang palsu jauh lebih keruh.

Bau oli asli juga tidak menyengat, sebaliknya oli palsu mengeluarkan aroma tidak enak. Hal ini karena sang pelaku pembuat oli palsu melakukan berbagai cara dengan mencapur atau mengoplosnya larutan rahasia buatan mereka, agar oli tidak terlihat hitam pekat. (Her)

Harga Mobil Bekas Mobil ‘Menteri’ Toyota Crown

0

Nama mobil Toyota Crown kini jadi perbincangan hangat lho OLXer. Hal ini karena mobil sedan mewah asal Jepang tersebut dikaitkan kembali bakal menjadi mobil menteri terbaru.

Nah, pada dasarnya pemerintah belum menentukan mobil seperti apa yang akan digunakan para pembantu Presiden RI nanti dalam menjalankan tugasnya. Akan tetapi jika melihat hasil pemenang tender lelang kendaraan menteri dan regulasi standar kendaraan menteri, Toyota Crown adalah mobil yang tepat dipilih.

Lihat saja, pemenang tender mobil menteri yaitu PT Astra International TBK-TSO (Toyota Auto 2000) yang tak lain merupakan perusahaan grup Astra juga.

Selain itu, jika mengarah Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 577/KM.6/2017 Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK) alat angkut darat kendaraan bermotor dinas operasional jabatan di dalam negeri standar kendaraan yang diusung harus sedan atau Sport Utility Vehicle (SUV) yang dibenamkan mesin enam silinder atau berkapasitas 3.500 cc.

Nah, mobil yang pantas untuk syarat mobil menteri memang Toyota Crown. Jika ada yang menyebut Camry, mungkin saja, akan tetapi Camry sendiri mesin yang dipakai cuma empat silinder dan berkapasitas 2.500 cc.

Oia, OLXer juga perlu tau, sejak Joko Widodo menjadi presiden RI, para menteri Kabinet Kerja jilid I sudah menggunakan Toyota Crown. Akan tetapi, mobil pembantu presiden tersebut warisan dari kejayaan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika pembelian dilakukan pada 2014 lalu.

Nah, jika bicara soal mobil menteri Toyota Crown, sejatinya OLXer juga bisa memilikinya, yaitu melalui Importir Umum (IU). Tentunya harganya akan mahal. Tetapi, kalau status bekas kesempatannya terbuka lebar. Bahkan situs jual beli online OLX.co.id juga memiliki stok Toyota Crown seken.

Di OLX.co.id sendiri, Toyota Crown bekas harganya berbeda-beda tergantung dengan tahun produksi. Sebut saja Toyota Crown Athlete lansiran 2013 dijual Rp 730 juta.

Sementara Toyota Crown untuk 2011, dilepas dengan banderol Rp 685 juta, kemudian Toyota Crown 2010 dijual RP 470 juta, dan Crown 2008 dan 2007 seharga Rp 395 juta dan Rp 250 juta sampai 290 juta.

Mau tahu harga Toyota Crown bekas lainnya lihat di sini.

Mobil China DFSK Siap-Siap Bawa Mobil Listrik ke Indonesia

0

Dongfeng Sokon (DFSK) boleh jadi masih seumur jagung di Indonesia. akan tetapi, di negara asalnya China, DFSK tak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini karena teknologi yang sudah dikuasai sudah jauh lebih canggih dari Indonesia. Bahkan DFSK juga sudah sanggup memproduksi mobil listrik.

Bicara soal mobil listrik, baru-baru ini Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai, sudah ditandatangani Presiden RI Joko Widodo. Hal ini pula disambut tangan terbuka oleh DFSK.

Maklum, DFSK sudah pamer Glory E3 yang tak lain dan tak bukan merupakan mobil listrik yang dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu.

Lantas bagaimana reaksi DFSK soal mobil listrik di Indonesia?

Menurut Sales and Marketing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile (DFSK), Alex Pan untuk saat ini DFSK di Indonesia masih mencoba memahami isi regulasi. Akan tetapi, kata Ales, di bawah payung Sokon Group melalui brand Dongfeng di pasar global diketahui memiliki pabrik produksi mobil listrik baik itu di China dan juga Amerika.

“Dengan adanya regulasi ini, kami akan menganalisa aturan yang akan dikeluarkan pemerintah dan kita akan menghadirkan produk mobil listrik dan teknologi baru ke Indonesia,” ungkap Alex saat ditemui beberapa waktu lalu.

Untuk memproduksi dan merakit mobil listrik atau mobil lainnya,  DFSK tak mengalami masalah. Sebab, pabrik DFSK di Indonesia atau China sudah menerapkan konsep industri 4.0 dan juga penggunaan tangan-tangan robot.

Akan tetapi, regulasi dan kebijakan pemerintah Indonesia tetap harus dipelajari lebih dalam, tak terkecuali menurut Pasal 8  Perpres No 55 tahun 2019 soal Tingkat Komponen Dalam Negeri yang menyebutkan harus 40 persen sampai 2023, lalu 60 persen pada 2024-2025 dan 80 persen dari 2026-seterusnya.

Bagi DFSK, hal ini bukan masalah mudah atau sulit untuk sekadar siap-siap bisa saja dilakukan. Hanya saja, hal itu perlu proses. Termasuk terkait besaran TKDN sengaja ditentukan pemerintah untuk menentukan insentif pajak yang diberikan nantinya.

“Pajaknya sudah dilihat dan beberapa kebijakan lainnya, sudah ada gambarannya, tapi detailnya belum tahu,” katanya.

Ketika ditanya siap atau tidak, secara garis besar DFSK Indonesia memang mendapatkan dukungan dari principal di China. Akan untuk produk apa yang bakal diluncurkan hal tersebut harus melihat terlebih dahulu apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, jika pun DFSK memiliki Glory E3, meski sudah siap dipasarkan namun hal itu tak bisa begitu saja diimplementasikan di pasar otomotif nasional.

Namun Alex sendiri tak menampik jika Glory E3 sudah mendapatkan respon positif seperti terlihat di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu.

“Ke depan juga akan ada pameran kendaraan listrik dan Glory E3 akan tampil di pameran itu,” tutupnya.

Nah, OLXer yang mau tau apa saja kehebatan DFSK Glory E3 bisa lihat di artikel ini.

Seberapa Hebat Mobil Terbaru Untuk Menteri Kabinet Kerja Jilid II?

0

Teka-teki mobil para menteri Kabinet Jilid II akhirnya terjawab sudah, Toyota Crown 2,5 HV G-Executive akan digunakan dalam lima tahun ke depan menggantikan Toyota Crown Royal Saloon yang sudah dipakai sejak 2014.

Hal ini disampaikan langsung Asisten Deputi Humas Kementerian Sekretariat Kabinet RI, Eddy Cahyono Sugiarto. Kata dia, pengadaan kendaraan itu dilakukan karena usia kendaraan telah lebih dari 10 tahun. Sementara, untuk pengadaan mobil dinas baru terakhir dilakukan pada tahun 2005 dan 2009.

“Kendaraan dinas yang VVIP Kepresidenan dan para menteri, pejabat setingkat menteri, pimpinan lembaga negara, mantan presiden, dan mantan wakil presiden, mayoritas telah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagian besar saat ini kondisinya sering mengalami kerusakan dan tidak efisien, serta tidak layak untuk dipergunakan bagi pejabat negara,” kata Eddy seperti dilansir situs Setkab.

Kata Eddy, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive  hadir setelah hasil tender umum dimana PT Astra International Tbk-TSO dinyatakan sebagai pemenang. 

Eddy juga tak menampik, munculnya Toyota Crown 2.5 HV G-Executive telah dikonsultasikan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dan juga merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 76/PMK.06/2015 tentang Standar Barang dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara Berupa Alat Angkutan Darat Bermotor Dinas Operasional Jabatan di Dalam Negeri.

Dalam isi PMK juga disebutkan, standar kendaraan yang diusung harus sedan atau Sport Utility Vehicle (SUV) yang dibenamkan mesin enam silinder atau berkapasitas 3.500 cc.

Nah, untuk Toyota Crown 2.5 HV G-Executive pada dasarnya mobil ini menerapkan mesin hybrid. Jika dilansir situs Toyota global, Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sudah dilengkapi mesin 2.487 cc Dynamic Force Engine.

Dengan mesin bensin, mobil mobil berpenggerak roda belakang ini mampu menghasilkan daya hingga 181,5 Tk pada 6.000 rpm, sedangkan jika ditambah motor listrik menghasilkan daya 41,5 Tk, total kekuatan mobil ini mampu mencapai 223 Tk.

Oia, mobil yang dirakit di pabrik Motomachi ini juga dilengkapi fitur canggih yaitu DCM (Data Communication Module). Mobil ini bisa terkoneksi 24 jam dalam tujuh hari penuh antara pelanggan, mobil dan lainnya, bahkan komunitas ke tingkat yang benar-benar baru. 

Fitur ini juga berfokus pada keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kenyamanan, seperti pemberitahuan pemeliharaan berdasarkan data mengemudi real-time akan ditawarkan pada waktu yang paling sesuai untuk setiap pelanggan.

Tak sampai disitu, mobil ini juga sudah disematkan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) sehingga gaya mengemudi bisa disempurnakan.

Fitur keselamatan pada Crown juga dilengkapi Toyota Safety Sense II meliputi fitur Lane Tracing Assist (LTA), Radar Cruise Control, Pre-Collision System (PCS), Automatic High Beam (AHB), Road Sign Assist (RSA), sampai Advance car launch notification function. (Her)

Ini Kehebatan Mobil Mercedes-Benz S600 Guard Presiden Jokowi

0

Sah, Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dipastikan mendapat mobil dinas baru yaitu Mercedes-Benz S600 Guard. Hal ini disampaikan langsung melalui siaran pers Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Kamis (22/8/2019).

Sejatinya, mobil asal Jerman ini merupakan versi terbaru namun jenis modelnya masih sama seperti yang digunakan presiden, yaitu sama-sama menggunakan Mercedes-Benz S600 Guard.

Kabar yang beredar, alasan mobil dinas presiden RI kudu dan mesti diperbarui lantaran model mobil sebelumnya sudah berusia lebih dari 10 tahun dan kerap mengalami mogok. Apalagi ketika mobil mogok, pak presiden ada di dalamnya dan sedang melakukan perjalanan dinas.

Nah, berdasarkan pertimbangan teknis antara lain faktor keamanan, keandalan dan efisiensi atas biaya pemeliharaan yang semakin mahal karena usia pemakaian, perlu dilakukan penggantian. 

Karena itu, untuk mendukung orang nomor satu di Indonesia menjalankan tugasnya, maka Kemensetneg bertanggung jawab mengelola sarana mobilitas, termasuk pengadaan mobil dinas baru.

“Dukungan yang prima diwujudkan melalui penggantian sarana mobilitas Kepresidenan yang sangat vital, yakni kendaraan kelas VVIP Kepresidenan yang menjadi kebutuhan pada tahun 2019 ini,” dilansir siaran pers Kemensetneg.

Spesifikasi Mercedes-Benz S600 Guard

Nah, kalau begitu seberapa hebat mobil Mercedes-Benz S600 Guard, berikut ulasannya:

Sejatinya, mobil jenis ini tak bisa dijual bebas seperti mobil-mobil mewah pada umumnya. Untuk membelinya sang konsumen harus memenuhi kriteria khusus, termasuk latar belakang. 

Oia, yang perlu OLXer tau Mercedes-Benz S600 Guard dijejali berbagai fitur perlindungan tingkat tinggi, termasuk sudah mendapatkan sertifikat VR10, dimana sertifikat ini jadi paling tinggi untuk kendaraan non militer. 

Dengan sertifikat VR10 ini pula mobil tersebut dianggap mampu melindungi dari serbuan peluru sampai kaliber 7,62 mm dan ledakan granat tangan HG 85. Termasuk kaca jendela tahan peluru yang berbahan armaid atau serat sintetis dan komponen polyethylene yang kemudian dilapisi polikarbonat. 

Kaca tak mudah pecah, sehingga tak akan membuat berbahaya bagi pengemudi dan penumpang di dalamnya. Bagian kaca depan dan jendela depan juga dibuat tahan panas.

Pada dasarnya mobil ini memang custom, dan sesuai dengan permintaan konsumen. Artinya, kalau konsumen mau ingin ada segala macam di dalam mobil hal itu bisa saja.

Fitur hebat lainnya seperti tangki bahan bakar tak mudah pecah jika terkena ledakan dan dilengkapi sistem pemadam kebakaran otomatis.

Tak sampai disitu, bagian kaki mobil ini dilengkapi ban run-flat Michelin PAX 245-700 R470 yang mampu melaju di kecepatan 60 km tanpa udara atau ketika ban kempes. Serta dapat  mempertahankan lajunya meski berada di jalur aspal licin atau berkerikil.

Untuk fitur keamanan dan keselamatan, antara lain Airbags untuk penumpang dan pengemudi, Airbags samping, Anti Lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Brake Assist (BA), Hill Assist (HA), Electronic Stability Program (ESP), Tractional Control, Engine Immobilizer, Central Locking, Child Safety Lock, Power Door Lock, Automatic Headlamps, Cornering Lights, Turn Indicators On ORVM, Rain Sensing Wipers, Headlight Washers dan Headlamp Beam Adjuster.

Sedangkan untuk dapur pacu dibenamkan mesin bensin tipe V12 Mesin bensin berkapasitas 5.980cc, 12 silinder yang mampu menghasilkan daya 530 Tk pada 4.900-5.300 rpm dan torsi 830 Nm pada 1900-4000 rpm. 

Dengan mesin tersebut, mobil ini diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 4,6 detik dengan kecepatan 210 km/jam. (Her)

Cara Pemerintah Edukasi Agar Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik

0

Kendaraan listrik dipercaya jadi solusi dapat mengurangi polusi udara. Khususnya di wilayah Ibu Kota Jakarta, di mana kualitas udara tergolong buruk.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, untuk mengatasi tingginya polusi udara, maka salah satu solusinya dengan menghadirkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

“Tentu polusi yang ada di Indonesia begitu tinggi dengan standar tertentu untuk bersih, untuk kondisi lingkungan baik. Sekarang ini sangat mengkhawatirkan, dalam catatan memang kendaraan bermotor paling tinggi (menghasilkan polusi udara),” jelas Budi saat ditemui diskusi Teras Kita Kendaraan Listrik Sebagai Solusi Pengurangan Polusi Udara dan Penggunaan BBM di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat, (23/8/2019).

Kata Budi, kendaraan listrik jadi satu keniscayaan yang memang harus diterapkan di Indonesia untuk mengatasi polusi udara. Oleh karena itu, dengan adanya perpres soal kendaraan listrik, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah sosialisasi.

Budi menyatakan, pemerintah selaku regulator, akan melakukan berbagai persiapan, tata kelola dan berbagai upaya untuk mempercepat program kendaraan listrik

“Kita memiliki keinginan kendaraan umum harus segera dilaksanakan (menggunakan tenaga listrik), sehingga insentif apa yang harus kita berikan, fasilitas apa yang harus kita berikan, tentu pergerakan-pergerakan standar yang menjadi inisiatif awal,” kata dia.

Budi sendiri akan memberikan apresiasi kepada operator transportasi yang sudah menuju proses kendaraan listrik, seperti perusahaan taksi.

“Bis juga akan kita dorong untuk dibuktikan, TransJakarta juga sudah disampaikan, dan Transjakarta dalam waktu dekat akan dioperasikan (listrik). Artinya dalam segala keterbatasan para operartor ini sudah berniat juga akan melakukan,” terangnya.

Kata Budi, saat ini Kementerian Perhubungan sudah melakukan berbagai diskusi, baik dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) maupun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terkait kendaraan listrik.

Demi Indonesia Mengurangi Emisi

Budi juga menyampaikan, bahwasanya kendaraan listrik merupakan bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang juga didengungkan sejumlah negara di dunia.

“Jadi selain kita berinisiatif agar di Indonesia lingkungan kita bersih, lingkungan kita ini sesuai dengan standar internasional. Kita juga mengharapkan program ini bisa meningkatkan pemerintah agar bisa menurunkan emisi gas buang yang rencananya 2030 adalah 25 persen emisi gas rumah kaca bisa diturunkan,” jelasnya

Budi berharap, untuk melancarkan agar Indonesia lebih ramah lingkungan maka semua pihak dapat memberikan insentif kemudahan bagi upaya-upaya yang membuat kendaraan listrik. (Her)

4 Alasan Kendaraan Harus Selalu Isi Bensin Meski Jarang Dipakai

0

Tak sedikit pemilik kendaraan sengaja membiarkan tangki mobil atau sepeda motornya tidak mengisi bahan bakar minyak (BBM) sampai full atau justru membiarkan kosong. Terlebih jika kendaraan tersebut tidak dipakai dalam waktu lama.

Jika OLXer kerap melakukan hal tersebut, ada baiknya mulai stop. Pasalnya, jika kebiasaan tersebut terus menerus dilakukan, maka yang akan terjadi justru akan menyebabkan masalah pada kendaraan Anda. 

Nah, kali ini kita akan memberitahu ada beberapa masalah akan muncul jika tangki BBM kosong, antara lain:

1. Muncul Karat

Pada prinsipnya, tangki yang kosong membuat BBM lebih mudah menguap, apalagi disimpan di luar ruangan dan terkena paparan sinar matahari langsung. Pada akhirnya, uap yang menempel penyebab munculnya karat dan uap tersebut menciptakan munculnya air.

Nah, timbunan air juga mengakibatkan karat atau korosi di dinding tangki bawah. Apalagi, air dan BBM tak bisa bercampur. Sebaliknya air memiliki massa lebih berat, sehingga akan turun ke bawah dan menempel langsung di tangki.

Jika sudah muncul banyak karat, bukan tak mungkin tangki akan mudah bocor.

2. Muncul Endapan

Karena jarang diisi bensin, maka akan muncul karat dan karat tersebut terkadang rapuh sehingga terciptanya gumpalan kotoran di dalam tangki.

Nah, jika tangki kotor maka hal tersebut akan terhisap oleh filter tangki, kemudian mempengaruhi sistem kerja fuel pump (mesin injeksi). Karena fuel pump sendiri merupakan alat yang mampu mendistribusikan BBM ke mesin.

3. Mogok

Jika fuel pump mengalirkan air mineral dari tangki, maka yang akan terjadi sistem pengapian di ruang bakar justru tak terjadi pembakaran, karena karburator atau injektor jadi bermasalah.

Jika hal tersebut terjadi, maka motor atau mobil tak bisa dihidupkan. Cara yang harus ditempuh, tentu menguras terlebih dahulu tangki bahan bakar.

4. Harap-Harap Cemas

Karena jarang mengisi BBM, maka yang akan terjadi was-was terlebih ketika akan dikendarai. Sebab, OLXer akan merasa cemas jika bahan bakar habis ditambah tak ada tempat pengisian BBM.

Karena itu, mobil atau motor yang kekurangan BBM berpotensi cepat mogok dan tentunya malas untuk mendorongnya.

Oia, ada baiknya ketika mengisi BBM menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan pabrikan. (Her)

DFSK Hilangkan Imej SUV Mahal dan Minim Fitur

0

Merek mobil Dongfeng Sokon (DFSK) mencoba merangsek pasar otomotif nasional dengan menawarkan Sport Utility Vehicle (SUV) sebagai senjata andalan. Glory 560 menjadi SUV yang dijual dengan banderol lebih murah dibandingkan para kompetitor di kelasnya, yaitu sekitar Rp 189 juta sampai Rp 239 juta on the road Jabodetabek.

Kehadiran Glory 560 sendiri ternyata  membuat pakar otomotif Indonesia Bebin Djuana ikut angkat bicara. Usut punya usut, Bebin sempat pesimis akan first impresi Glory 560 saat menyambangi salah satu diler DFSK.

Namun hal itu berubah, Bebin mengaku bahwa Glory 560 ternyata harga untuk SUV cukup terjangkau dibandingkan dengan model SUV lainnya.

“Saya kagum dengan SUV yang dihadirkan (DFSK Glory 560), karena di merek yang lain tidak sampai segitu, relatif lebih mahal,” jelas Bebin saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tak sekadar soal harga, pria yang kerap dipanggil dokter otomotif di salah satu radio swasta ini juga menyatakan, bahwa dirinya pernah melakukan peminjaman unit Glory 560. Hasilnya, dia mengagumi fitur dan performa mobil yang digarap langsung DFSK di pabrik Cikande, Serang, Banten tersebut.

Kata Bebin, Glory 560 memiliki beberapa hal yang menurutnya unik dan juga menarik, seperti kenyamanan suspensi, braking power, hingga handling. Selain itu, DFSK juga memberikan sejumlah fitur-fitur lainnya sehingga membuktikan bahwa SUV tak hanya handal tetapi juga menawarkan sebuah kenyamanan.

Ikut Melakukan Tes Pasar

Tak sekadar menjajal mobil DFSK Glory 560, pria jebolan Teknik Mesin Universitas Trisakti ini juga ternyata secara diam-diam berinisiatif melakukan tes pasar seorang diri.

Ya, Bebin bercerita bahwa dia sempat melakukan pengujian, dimana seorang pecinta mobil dites duduk di Glory 560 dan model sejenis dari merek berbeda. 

Sebelum diuji, lanjut Bebin, mobil-mobil yang diuji terlebih dahulu bagian logo serta modelnya ditutup. Hasilnya, kata Bebin, orang-orang memberikan nilai positif untuk Glory 560.

Bebin sendiri memprediksi, bahwa mobil Glory 560 sebagai mid SUV akan menarik market SUV di Indonesia yang kini sedang mengalami perkembangan

“Karena Glory 560 memperluas wacana publik. Karena SUV ya seperti ini. Saya pikir mungkin tidak memakan waktu lama atau panjang untuk DFKS meyakinkan konsumen di Indonesia, bahwa produk ini (Glory 560) produk yang baik, yang sesuai. Kalau SUV ya kaya gini, jangan minus ini atau itu,” tuturnya.

Waktu yang Tepat

Bicara soal DFSK, sejak muncul pertama kali di Indonesia pada 2017, mereka memang berniat dan percaya diri untuk menghadirkan mobil-mobil SUV kedepannya. Hal ini dibuktikan dengan munculnya Glory 580 pada 2018 kemudian disusul Glory 560 pada 2019.

Menurut Bebin, langkah DFSK masuk pasar Indonesia sangat baik. Hal tersebut, kata Bebin, ke depan pasar SUV akan semakin berkembang dan tak hanya disukai kaum Adam saja, melainkan para wanita juga menyukainya. 

“Dulu gini, kita bayangkan yang namanya wanita pakai sedan, paling hatchback, sekarang tidak, wanita dengan aktivitas kesehariannya itu sudah nyentuh yang namanya SUV, karena SUV menyebabkan mereka menguasai ruang, ketimbang sedan,” terangnya.

Oleh karena itu, Bebin berpendapat market SUV akan sangat penting dan langkah DFSK adalah yang benar daripada hanya sekadar ikut-ikutan di pasar MPV. (Her)

5 Alasan Ibukota Pindah ke Kalimantan Timur

0

Sah, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dipilih menjadi ibukota negara Indonesia yang baru. Hal itu diungkapkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Rencananya ada dua wilayah di Kaltim yang dianggap ideal akan menjadi lokasi ibukota Indonesia, yaitu sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam dan diintensifkan dalam tiga tahun terakhir ini,” ungkap presiden yang akrab disapa Jokowi.

Namun kalau OLXer mau tau, ada lima pertimbangan mengapa Kaltim  dipilih sebagai ibukota baru pengganti Jakarta.

1. Resiko bencana minimal. Diketahui wilayah-wilayah yang ditunjuk presiden jarang terjadi bencana mulai dari banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor.

2. Lokasi strategis. Jika dilihat secara geografi, wilayah Kaltim ini memang berada di tengah-tengah Indonesia. Sudah pasti, presiden akan lebih fleksibel dan cepat jika harus berpindah-pindah lokasi ketika melakukan kunjungan dinas.

3. Berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang. Meski jadi wilayah baru, namun tidak serta merta wilayah ini terisolasi. Sebaliknya, ibukota baru berdekatan dengan kota yang sedang mengalami perkembangan seperti Balikpapan dan Samarinda.

4. Infrastruktur lengkap. Meski tak disebutkan secara detail, namun kemungkinan infrastruktur yang umum seperti kondisi jalan dan lainnya ada di wilayah tersebut.

5. Sudah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektar. Dengan lahan yang cukup luas, bukan tak mungkin dapat memudahkan pemerintah melakukan pembangunan sesuai kebutuhan.

Untuk biaya pembangunan ibu kota negara ini, menurut Presiden, total kebutuhannya mencapai Rp 466 triliun. Nantinya, dari APBN hanya akan menggunakan 19 persen. Sementara sisanya akan diperoleh melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBBU), dan investasi langsung swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Meski Jakarta tak lagi jadi Ibukota, namun wilayah yang memiliki jumlah 10 juta jiwa ini akan tetap menjadi prioritas pembangunan dan terus dikembangkan menjadi kota bisnis, kota keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa berskala regional dan global.

“Rencana Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan urban regeneration yang dianggarkan sebesar Rp 571 triliun tetap terus dijalankan, dan pembahasannya sudah pada level teknis dan siap dieksekusi,” sambung Presiden.

Presiden Jokowi memahami jika pemindahan ibu kota negara ini memerlukan persetujuan DPR. Untuk itu, menurut Presiden, pagi tadi dirinya sudah berkirim surat kepada Ketua DPR dengan dilampiri hasil-hasil kajian mengenai ibu kota baru tersebut.

“Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah akan segera mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) untuk selanjutnya disampaikan kepada DPR,” ujar Presiden Jokowi. (Her)