Rabu, Maret 18, 2026
Beranda blog Halaman 1595

Mobil Listrik Apa yang Bakal Diluncurkan Toyota di Indonesia?

0

Regulasi soal kendaraan listrik di Indonesia sudah mendapat lampu hijau dari Presiden RI Joko Widodo. Hal ini ditandai dengan ditekennya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Dalam aturan tersebut, setidaknya ada 37 pasal dan delapan bab membahas seluk beluk soal kendaraan listrik, mulai dari apa itu motor listrik, pabrik produksi kendaraan listrik, kandungan lokal yang harus dipenuhi, baterai, sampai soal insentif yang diberikan pemerintah.

Jika bicara soal kendaraan listrik tentu banyak yang penasaran, kira-kira mobil listrik apa yang bakal hadir di Indonesia. Terlebih lagi untuk pabrikan mobil Toyota yang dikenal memiliki banyak line up dan sang penguasa pasar otomotif nasional. 

 Lantas mobil lisrik seperti apa yang bakal digarap Toyota di untuk pasar otomotif nasional?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pemasaran PT TAM Anton Jimmi Suwandy, menyatakan bahwa Toyota baik di Indonesia maupun principal Jepang belum memutuskannya.

“Tapi riset udah ada, skenario udah ada, yang pasti kita tunggu prinsipal lebih cenderung ke arah mana,” ungkap Anton saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kata Anton, untuk membuat dan menjual sebuah mobil, Toyota tidak hanya memikirkan sekadar penjualan apalagi pemasarannya cuma skala domestik atau nasional. Sebaliknya, Toyota juga harus memperhitungkan nilai ekspor untuk negara lain. 

“Jadi prinsipal sedang studi juga ke negara lain, produk apa yang cocok kemudian engine dan lain lain. Secara ekonomi kita bukan ahli ekonomi tapi kita fokus ke dunia otomotif. Jujur tahun ini market slowing down, ada penurunan sedikit dibanding tahun lalu,” jelas Anton.

Anton sendiri mengaku bahwa Toyota memiliki banyak sumber untuk membuat mobil, baik di pabriknya di Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) atau Astra Daihatsu Motor (ADM). Hanya saja untuk saat ini belum ada kepastian di mana Toyota memproduksi mobil listriknya.

Toyota Avanza Versi Listrik atau Hybrid

Seperti diketahui Avanza jadi salah satu senjata andalan Toyota di pasar otomotif nasional. Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) ini memiliki kapasitas tujuh penumpang dan dianggap cocok untuk konsumen di Indonesia.

Tentu saja, tak sedikit yang penasaran apakah Toyota Avanza akan berubah jadi mobil listrik, mengingat mobil tersebut jadi salah satu mobil yang banyak dicari dan juga produksinya dilakukan di Indonesia.

“Saya tidak berani bicara mungkin tidak mungkin, karena itu sulit banget, kalau saya bilang mungkin tapi nggak jadi juga. Karena masih banyak hal yang kita masih tunggu sih terkait diskusi dengan prinsipal, masih cukup terlalu dini untuk menyampaikan ini (Toyota Avanza versi listrik),” ujar Anton.

Avanza hybrid atau listrik memang sempat jadi isu cukup hangat. Pasalnya, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 lalu, Daihatsu memamerkan mobil konsepnya yaitu Hy Fun. Mobil ini digadang-gadang jadi penerus Avanza-Xenia di masa depan.

“Saya tidak berani berspekulasi, karena miss understanding saya. Saat saya tanya ke bu Amel (bos Daihatsu) juga itu kan mobil konsep sebenarnya jadi kita tidak mau  berasumsi gitu. Jadi kita tunggu dari prinsipal, kira-kira layer mana, produk apa, engine dan akomodasi seperti apa yang cocok untuk Indonesia. Sabar nanti kita informasikan,” terangnya.

Kata Anton, untuk menghadirkan sebuah mobil konsep, pada dasarnya belum tentu juga akan dibuat produksi massal. Sebaliknya, menurut dia, mobil konsep dibuat dengan tujuan pameran, survey, atau bisa saja contoh produksi.

Sementara itu, Marketing Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra rupanya tak mau jumawa. Sebaliknya dia memilih enggan banyak bicara terkait munculnya aturan kendaraan listrik atau Daihatsu Hy Fun jadi The Next Xenia atau Avanza.

“Tunggu dulu ya, nunggu peraturan Kemenperin (Kementerian Perindustrian),” ucapnya.

Seperti diketahui selain Peraturan Presiden nantinya ada juga peraturan lain soal kendaraan mobil ramah lingkungan yaitu Peraturan Pemerintah. Kabarnya peraturan Pemerintah ini salah satunya akan membahas regulasi mobil hybrid (Her)

Promo Menarik Khusus Kaum Millennial yang Ingin Punya Toyota Yaris

0

Mobil dengan kapasitas tujuh penumpang memang jadi primadona di Indonesia. Meski begitu, bagi anak muda apalagi kaum milenial, tampilan dan performa jadi alasan memiliki mobil.

Nah, OLXer yang ngaku masuk kalangan milenial dan ingin mencari mobil rupanya ada tawaran khusus ini yang diberikan PT Toyota Astra Motor selaku agen pemegang Toyota di Indonesia, setiap pembelian Toyota Yaris.

Menurut Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, tawaran menarik tersebut merupakan bagian dari gelaran Yaris Beats Corne dengan tema Sound of Excitement yang saat ini dilangsungkan di Tunjungan Plaza Mall Surabaya pada 21-25 Agustus 2019.

“Berbagai program promo kepemilikan Yaris ditawarkan kepada pelanggan setianya dalam mewujudkan keinginan memiliki hatchback andalan Toyota ini yang selalu mengedepankan Fun to Drive bagi penggunanya,” ungkap Anton dalam keterangan tertulis, Selasa (20/8/2019).

Kata Anton, promo ini sengaja diberikan sebagai wujud apresiasi bagi masyarakat dan pelanggan atas kepercayaan serta kesetiaannya selama ini terhadap produk-produk Toyota, khususnya Yaris.

Lantas promo apa yang ditawarkann khusus pembelian Toyota Yaris?

Bagi pengunjung yang hendak membeli produk Toyota berhak mendapatkan hadiah dan fasilitas menarik, seperti Toyota E-Sensation voucher senilai Rp 1 juta berupa digital money, program special rate untuk uang muka atau Down Payment hanya 25 persen plus asuransi yang bisa dicicil.

Selain itu, bagi 50 pembeli pertama Toyota Yaris akan mendapatkan tambahan hadiah berupa voucher digital money senilai Rp 1 juta.

Selain itu, tawaran tak kalah menarik adalah program bunga kredit sebesar 0 persen atau memperoleh gratis asuransi selama 3 tahun.

Acara Hiburan

Program acara Yaris Beats Corner juga sengaja dirancang untuk memberi wadah bagi kaum millennial mengeksplorasi kreativitas dan eksistensi mereka melalui instalasi musik dengan mengusung genre Electronic Digital Music (EDM) yang kini kian populer.

Selain menampilkan DJ lokal, Yaris Beats Corner juga akan menyuguhkan berbagai sensasi yang menyenangkan.

Kata Executive General Manager, PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, dengan music, hal ini akan menjadi sarana yang paling digemari kaum millennial dalam mewujudkan kebahagian mereka.

“Dan ini selaras dengan konsep Yaris yang selalu mengedepankan Fun to Drive  bagi penggunanya,” tuturnya.

Sejatinya, Yaris Beats Corner berlangsung di tiga kota, yaitu BSD City Tangerang, Surabaya, dan Jakarta. (Her)

9 Fakta DFSK Glory 560 Pasca Meluncur di Indonesia

0

Dongfeng Sokon (DFSK) masuk pasar Indonesia dengan penuh percaya diri. Dalam kurun waktu dua tahun, merek mobil jenama China ini menghadirkan dua line up andalannya untuk model passenger, yaitu Glory 580 dan Glory 560.

Nah, model Glory 560 jadi paling baru yang lahir di pasar otomotif nasional atau bertepatan dengan ajang Indonesia International Motors Show (IIMS) April 2019 lalu. 

Menjadi anak baru di kancah otomotif nasional memang tak semudah membalikan telapak tangan. Kendati demikian, Sales and marketing Director of Sales Centre PT Sokonindo Automobile, Alex Pa mengatakan, animo masyarakat akan mobil yang diproduksi di Cikande, Serang, Banten tersebut terbilang positif.

“Jumlah SPK (Surat Pemesanan Kendaraan)  DFSK Glory 560 hingga Juli 2019 sudah mencapai lebih dari 2.000 unit secara nasional,” ujar Alex saat ditemui di sela acara media test drive di diler DFSK Pondok Indah, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

OLXer sendiri mau tau nggak kenapa sosok DFSK Glory 560 ternyata mampu dilirik konsumen, berikut faktanya:

1. Mobil Berkapasitas 7 Penumpang

DFSK Glory 560 masuk dalam kategori mobil  berkapasitas tujuh penumpang. Seperti kebanyakan masyarakat Indonesia, mereka doyan bepergian bersama keluarga.

Nah, dengan baris tiga penumpang yang mampu membawa tujuh orang, maka hal itu jadi alasan konsumen melirik mobil tersebut.

2. DFSK Glory 560 Mobil SUV

Jika OLXer menganggap mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) itu jadi primadona di Indonesia, itu benar adanya. Akan tetapi, tren mobil saat ini ternyata Sport Utility Vehicle (SUV).

Mobil-mobil sejenis SUV saat ini digemari tak hanya di Indonesia, namun juga di penjuru dunia. Tak heran, adanya Glory 560 menambah banyak pilihan mobil SUV di Indonesia. 

3. Desain Kekinian

Jadi mobil SUV, ternyata membuat tampilan DFSK Glory 560, tak kaku. Sebaliknya mobil ini sudah kekinian dengan desain ala mobil-mobil Eropa yang saat ini sedang hits di pasaran. 

Lihat saja dari luar pun terlihat modern, mulai dari lekukan bodi, lampu utama pakai Eagle Lamp dengan lampu LED daytime running, antena shark fin modern, sampai pelek berukuran 17 inci.

Seperti diketahui, Glory 560 memiliki dimensi panjang 4.515 mm, lebar 1.815mm, dan tinggi 1.735mm. Secara dimesin cukup tangguh OLXer. 

4. Kabin Mewah 

Tampilan luar Glory 580 juga ditunjang dengan bagian kabin yang juga terkesan mewah sehingga mirip mobil Eropa. Hal ini dibuktikan dengan desain soft touch sampai penggunaan jok kulit.

Belum lagi konsol tengah dilengkapi dengan layar sentuh berukuran delapan inci dan memiliki berbagai fungsi mulai dari radio, koneksi bluetooth, navigasi GPS, interkonektivitas smartphone (iOS dan Android), sensor parkir belakang, modernisasi juga dibuktikan dengan penerapan smart button yakni one-push start button.

5. Fitur Melimpah 

DFSK rupanya ingin membuat konsumen di Indonesia melek akan teknologi modern. Hal ini pula membuat Glory 560 dibenamkan sejumlah fitur canggih, mulai dari Electric Parking Brake (EPB) untuk memudahkan pengoperasian rem parkir, sistem pengereman cakram di empat roda yang memberikan stabilitas ketika melakukan pengereman, Anti-Lock Braking System (ABS) yang ditunjang dengan Electronic Brake Distribution (EBD) untuk memberikan pengereman yang presisi, Emergency Brake Assist (EBA) yang bisa diandalkan ketika melakukan pengereman mendadak, Hill Hold Control (HHC) yang bisa menjaga mobil di posisi tanjakan, kemudian ada juga Electronic Stability Control (ESP) dan Traction Control System (TCS) yang menjaga kestabilan mobil ketika menikung, sampai Dual Airbag System yang siap memberikan perlindungan ketika mobil mengalami kecelakaan. 

6. Performa Mesin Setara 2.000 cc

Jangan anggap remeh mobil China. Pasalnya, Glory 560 ini cukup memiliki performa tangguh. Hal ini berkat mesin 1.500 cc turbocharger dengan 150 PS pada 5.600 rpm dan 230 nm pada 1.800-4.000 rpm, serta tenaga disalurkan melalui transmisi CVT.

Konsumen tidak perlu khawatir dengan mesin ini karena tenaganya setara dengan mesin naturally aspirated lebih dari 2.000 cc dan memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik. 

7. Jaminan Garansi Panjang

Untuk membuktikan kepada konsumen bahwa DFSK konsen menggarap pasar otomotif nasional, pabrikan ini telah mendirikan gudang suku cadang, serta menawarkan jaminan super tujuh tahun / 150.000 kilometer sebagai bentuk komitmen DFSK untuk memberikan layanan terbaik dan perlindungan maksimum bagi konsumen Indonesia.

8. Harga Terjangkau

Menyasar segmen mid SUV, ternyata untuk menyoal harga Glory 560 tergolong lebih terjangkau. Nah berikut ini daftar harga Glory 560 dengan status on the road Jabodetabek:

Glory 560 1.5T B M/T Rp 189 juta

Glory 560 1.5T C M/T Rp 219 juta

Glory 560 1.5T L M/T Rp 229 juta

Glory 560 1.5T L CVT Rp 239 juta

Glory 560 1.8L L CVT Rp 239 juta. (Her)

6 Tips Merawat Mobil Berwarna Hitam

0

Mobil dengan kelir hitam masih jadi favorit di Indonesia. Bahkan mobil-mobil pejabat, menteri hingga presiden juga menggunakan warna hitam.

Bahkan tak sedikit yang mengaku jika memiliki mobil berkelir hitam, maka hal ini bisa seperti mobil-mobil para petinggi negara yang terlihat lebih mewah dan elegan.

Namun perlu diketahui, warna mobil hitam bisa saja memudar dan juga dekil. Karena itu, berikut ini beberapa cara terbaik untuk merawat mobil dengan warna hitam, yakni:

1. Rajin Membersihkan

Semua mobil pasti kotor. Namun jika memiliki mobil warna hitam maka harus rajin membersihkannya seperti mencuci setiap usai dipakai.

Disarankan mencuci mobil dilakukan pada pagi atau sore hari. Kenapa tidak siang hari? Karena ada kemungkinan waktu tersebut membuat air lebih mudah menguap ketika menyentuh body, sehingga lebih cepat menghadirkan jamur.

2. Gunakan Sabun yang Tepat

Mencuci mobil ada aturannya, salah satunya menggunakan sabun yang tepat. Karena itu hindari mencuci mobil memakai sabun pencuci piring atau detergen.

Pada dasarnya setiap sabun yang dibuat ada fungsinya masing-masing. Dan bahan kimia pada sabun cuci piring berbeda dengan pembersih body mobil.

3. Gunakan Alat Ppencuci yang Benar

Selain sabun, maka ketika mencuci mobil ada baiknya menggunakan alat atau lap halus seperti plas chamois atau bahan mikrofiber. Jangan menggunakan pakaian atau lap lain, karena bahan tersebut lebih kasar dan berpotensi membuat adanya goresan.

Oia, dianjurkan lap untuk mencuci dan mengeringkan harus berbeda. Demikian juga lap untuk body dan pelek juga berbeda.

4. Hindari Mengelap Dengan Tekanan

lap atau kemoceng jadi alat untuk menyeka bodi mobil. Akan tetapi ada baiknya saat menyeka body tidak dengan cara menekannya, karena hal itu akan membuat baret.

Ada baiknya mengelap bodi mobil dengan gerakan searah agar tidak menghadirkan baret terlebih seperti sarang laba-laba.

5. Berikan Ekstra Perawatan

Ada baiknya mobil yang sudah dicuci bersih dilakukan proses detailing dan paint protection, agar warna mobil tetap kinclong dan terhindar dari goresan.

6. Tutup Mobil Dengan Bahan Halus

Sudah dicuci, sudah diberikan perawatan ekstra, maka langkah selanjutnya adalah hindari parkir di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

Ada baiknya mobil ditutup selimut atau sarung mobil dengan bahan halus, agar meminimalisir terjadinya goresan. (Her)

Boneka Buatan Cileungsi Laris Manis Sampai Eropa dan Amerika

0

OLXer yang menyukai pelesiran ke luar negeri dan membelikan boneka untuk oleh-oleh ada baiknya melakukan pengecekan pada bagian label terlebih dahulu. Pasalnya, bisa saja boneka yang dibeli ternyata buatan Indonesia.

Setidaknya hal itu dikarenakan PT Sunindo Adipersada, perusahaan mainan yang berlokasi di Cileungsi, Jawa Barat memang memasarkan sejumlah produknya termasuk mainan ke berbagai negara di dunia.

Hal ini ditegaskan langsung CEO PT Sunindo Adipersada Iwan Tjen. Kata Iwan, sejumlah produk yang dibuat dan dipasarkan ke luar negeri sudah melalui berbagai tahap pengujian, tak terkecuali soal kualitas.

“Karena itu sangat laris di pasar ekspor baik di Amerika dan Australia yang menjadi market terbesar kami dan juga Eropa, Timur Tengah serta Asia,” jelas Iwan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019)

Lebih lanjut Iwan menyatakan, bahwa industri mainan merupakan salah satu industri prioritas yang sudah berkontribusi terhadap ekonomi nasional dan menyerap lapangan kerja.

Menurut data, secara market industri mainan dunia terus tumbuh dari 2007-2017, pasar mainan dunia sudah mencapai angka US$ 89 miliar dan diprediksi naik lagi menjadi US$ 99 miliar pada 2022. Menariknya, Indonesia termasuk salah satu pasar mainan terbesar di dunia dengan nilai ekspor sudah mencapai US$ 300 juta pada 2017.

Menuju Era Industri 4.0

Seperti otomotif, garmen dan sektor lainnya, Kementerian Perindustrian akan memberikan program pendampingan kepada PT Sunindo Adipersada terkait implementasi industri 4.0 pada industri mainan. Pada intinya, dengan masuk industri 4.0, maka pabrikan akan menjadi lebih pintar dalam proses produksi dan segala macamnya.

Diketahui pabrikan yang sudah ada sejak 27 tahun itu satu-satunya perusahaan mainan yang dipilih oleh Kementerian Perindustrian dan menjadi pilot project (Percontohan).

Kata Iwan, terpilihnya perusahaan yang dia pimpin karena pemerintah menilai PT Sunindo Adipersada telah menjadi perusahaan mainan yang besar dan sudah melakukan ekspor ke beberapa negara dan bisa menambah daya saing Indonesia.

“Kita tahu semua bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dalam industri, akan tetapi kami melihat khusus untuk industri boneka, perkembangan teknologinya tidak sepesat industri garmen misalnya. Banyak inovasi teknologi garmen yang tercipta seiring dengan perkembangan fashion masyarakat,” kata Iwan.

Lebih lanjut ia mengatakan,  Industri boneka dalam hal inovasinya berkembang pesat, tapi tidak didukung dengan inovasi teknologi, sehingga butuh skill tinggi untuk membuat boneka kekinian, yang memiliki kerumitan yang cukup banyak, karena masih menggunakan mesin lama.

Sekadar informasi, PT Sunindo Adipersada jadi salah satu perusahaan boneka terbesar di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar boneka Internasional.

Selain itu, perusahaan ini mampu memenuhi standar kualitas boneka dunia dan salah satu perusahaan yang selalu menggunakan material Standar Nasional Indonesia (SNI), ICTI, ASTM, EN71 dan standar lainnya. Alhasil produknya aman dimainkan oleh anak-anak.

Dari penilaian tersebut, PT. Sunindo Adipersada dianggap pantas menjadi pilot project untuk Industri 4.0. Bagaimana proses kerja dapat terpantau dengan cepat dan bisa mengurangi proses kerja yang memakan waktu lama untuk membantu perusahaan menjadi semakin produktif dan memangkas waktu secara signifikan.

Industri 4.0 merupakan program pemerintah untuk membawa industri manufaktur Indonesia bisa berdaya saing baik di dalam dan luar negeri. (Her)

Gosip Atau Fakta, Mengemudi Truk Buatan Eropa Lebih Rumit Dibanding Merek Jepang

0

OLXer tau nggak sih kalau mengemudi truk atau bus itu cukup rumit. Pasalnya, untuk sekadar parkir atau belok tekniknya tak seperti mengemudi mobil pribadi. Sebaliknya, ketika mengemudi truk, OLXer perlu ruang lebih lebar dan luas. Hal ini karena truk atau truk memiliki dimensi lebih panjang dan lebar.

Belum lagi karena blind spot, dimana pengendara sendiri tak bisa secara leluasa melihat kondisi di sekitar karena keterbatasan visibilitas dan juga terhalang bagian-bagian partisi truk.

Namun dibalik sulitnya mengemudi truk, ada yang lebih sulit lagi, yaitu mengemudi truk brand Eropa. Rata-rata para driver atau sopir merasa kagok ketika mengemudi truk Eropa dibandingkan truk Jepang.

Menanggapi hal tersebut Driving Trainer PT Wahana Inti Selaras (Distributor truck Volvo di Indonesia), Isdanarto mengatakan, pada dasarnya mengemudi truk Eropa tak sesulit yang dibayangkan, hanya saja memang truk Jepang lebih sederhana dan simple.

“Yang membedakan (truk Eropa dan truk Jepang) adalah fiturnya, yang dirasa nggak selengkap truk Eropa. Sehingga dari habit mereka yang cuma driving saja, ada tambahan fitur ini dan itu. Mereka harus bisa lakukan saat operasional justru malah kerepotan sendiri,” ujar Isdanarto.

Ya, intinya truk-truk buatan pabrikan Eropa memang banyak disematkan beragam fitur dan teknologi modern sehingga akan sangat berbeda cara mengemudinya. Karena itu, fitur dan teknologi canggih justru dianggap pengemudi menjadi rumit dan sulit.

Namun begitu, PT Wahana Inti Selaras punya treatment sendiri untuk memanjakan konsumen. Termasuk jika konsumen membeli truk Volvo, maka akan diberikan pelatihan bagi pengemudi mengenai pengoperasian semua fitur secara optimal.

Tak hanya pengemudi utama, kata Isdanarto, pengemudi cadangan juga akan diberikan pelatihan yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

“Selain itu perawatan ringan juga diberikan agar pengemudi bisa menangani sendiri ketika kondisi Urgent,” tambahnya. 

Ehm, jadi mengemudi truk Eropa sulit ternyata hanya gosip ya. Karena pada dasarnya truk Eropa lebih modern dan banyak fitur yang disematkan. 

Bagaimana Dengan Truk Volvo?

Oia, OLXer juga perlu tau nih, kalau merek truk asal Swedia Volvo, tak hanya mengutamakan keselamatan saja. Sebab, kenyamanan pengemudi juga dipikirkan, termasuk penggunaan transmisi otomatis.

Sebaliknya, Volvo tak lagi memproduksi transmisi manual. Alhasil, mengemudi truk Volvo akan sama seperti mobil-mobil pribad saat ini.

“Transmisinya sudah menggunakan jenis automatic i-Shift Controller. Bagusnya dia bisa dilakukan secara manual, seperti Triptonic. i-Shift ini tidak memiliki kelemahan seperti triptonic yang menggunakan top converter,” ungkap Isdanarto.

Prinsipnya, transmisi i-Shift adalah transmisi Automated Manual Transmission (AMT), di mana ketika melakukan perpindahan gigi beserta pengaturannya diatur oleh sistem pada model komputer.

Pada transmisi i-Shift juga tetap dilakukan prosesi penginjakan kopling, namun itu semua dilakukan oleh komputer. Hal ini pula membuat i-Shift pada truk Volvo disebut transmisi manual yang diotomatiskan. (End/Her)

Bukti Mobil DFSK Glory 560 di Tengah Euforia Brand Jepang

0

Hadir di pasar otomotif nasional sebagai merek mobil China, Dongfeng Sokon (DFSK) ternyata cukup optimis menghadapi euforia brand Jepang yang sudah ada di Tanah Air puluhan tahun lamanya.

Meski jadi pendatang yang baru hadir selama dua tahun, DFSK yang berada di bawah payung PT Sokonindo Automobile menawarkan tiga model mobil, mulai dari Super Cab, Glory 580 dan terbaru Glory 560.

Untuk mengulas soal DFSK ini rasanya kurang elok, hanya berdasarkan cerita para pejabat DFSK. Karena itu bagaimana DFSK di mata konsumen?

Menurut Bambang Musyawardana, yang berdomisili di Ciganjur, Jakarta Selatan, memiliki mobil DFSK khususnya Glory 560 memang tak salah pilih. Bahkan, mantan Walikota Administrasi Jakarta Timur 2015-2018 ini mengaku sudah tertarik dengan Glory 560 ketika dirinya melihat wujud Glory 560 di pameran Indonesia International Motors Show (IIMS) April 2019 lalu.

“Setelah saya lihat, saya coba test drive, ternyata rasanya enak, suspensi empuk, dan interiornya cukup keren dibandingkan beberapa merek mobil lain sekelasnya (Toyota Rush, Daihatsu Terios dan Honda BR-V),” jelas Bambang saat ditemui di kawasan Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Kata Bambang, stigma produk China memang masih banyak dipandang sebelah mata di Indonesia. Termasuk dirinya sendiri sempat ditentang oleh keluarga dan sang istri tercinta. Kendati demikian, pria berusia 60 tahun tersebut tetap yakin akan pandangan pertama pada Glory 560. Hal ini pula membuat istri dan anaknya tak lagi komplain akan mobil pilihan Bambang tersebut. 

“Saya pikir, China saat ini sudah menguasai teknologi dan pengetahuannya sudah sangat tinggi. Contohnya alutsista juga sangat kuat, berarti alatnya kuat dan teknologinya canggih. Semua alat- alat yang ada di Indonesia saja bisa ditiru,” ungkapnya.

Kata Bambang, jika dipikir secara logika, jika suatu negara menguasai teknologi, maka bukan tak mungkin teknologi lainnya dapat terpenuhi. Termasuk akan sebuah teknologi mobil.

Karena itu pula, Bambang membeli sebuah Glory 560 dengan pembayaran secara cash.”Kalau tidak percaya, ya mending kredit saja,” katanya.

Bambang menyatakan, meski secara total dirinya memiliki tujuh unit mobil jenama Jepang, namun ketika mudik lebaran 2019 lalu, Glory 560 menemani dirinya dan istri hingga Salatiga.

“Saya akui, saya pakai mudik itu larinya gila. Untuk sekelasnya tampilannya kaya mobil Eropa, mobil ini bandel, saya ngejar mobil-mobil gede seperti Pajero Sport, sampai Fortuner. Semuanya lewat,” ucap Bambang.

Menjajal DFSK Glory 560

Mendengar apa yang diutarakan Bambang menjadikan OLX.co.id jadi penasaran. Terlebih untuk DFSK Glory 560 yang notabenenya jadi mobil baru. Nah, untuk itu tidak ada salahnya jika langsung dijajal performanya.

Secara tampilan eksterior dan interior sudah tak perlu diragukan. Benar kata Bambang, mobil ini mengadopsi desain mobil-mobil Eropa. Fitur yang dibenamkan pada mobil ini juga cukup komplit. Mau tau apa saja kelebihannya lihat di artikel ini.

Secara keseluruhan, ketika berada di belakang kemudi ternyata lingkar stir Glory 560 cukup ringan. Termasuk ketika meliuk-liuk dan bermanuver di jalanan padat Ibukota, Glory 560 sangat mudah dikendalikan.

Yang kurang dari mobil ini memang sedikit terasa ketika ditarikan awal yang kurang responsif. Namun begitu, mobil berkapasitas 1.500 cc plus turbocharger ini dapat memperlihatkan taringnya ketika pedal gas diinjak lebih dalam, alhasil mobil langsung melesat dengan cepat.

Bahkan ketika dipacu di jalan tol Bogor-Sukabumi-Ciawi (Bocimi), Glory 560 yang dilengkapi transmisi CVT sangat halus perpindahan giginya sehingga ketika kondisi jalanan lengang tembus di angka 150 km/jam. Bahkan berbeda dengan rekan lainnya yang mengatakan mobil sempat dipacu hingga 165 km/jam.

Pada dasarnya, saat mobil dipacu di atas 100 km/jam Glory 560 tidak terasa limbung. Sebaliknya, penumpang di baris kedua ternyata masih merasa nyaman. Ya, selain karena gaya mengemudi, bagian joknya memang menggunakan bahan kulit yang cukup empuk.

Tak hanya itu, kabin juga cukup senyap. Bahkan raungan mesin di kap depan juga tak mengurangi kualitas kenyamanan di dalam kabin. Hanya saja, pada bagian belakang atau baris ketiga, sedikit terasa ada suara yang kemungkinan dihasilkan dari ban.

Tapi balik lagi, mobil ini soal pilihan. Tapi jika memang ingin memiliki mobil nyaman dengan fitur melimpah dan harga miring, DFSK Glory 560 bisa jadi pilihan. (Her)

6 Cara Mudah Memilih Pelek Bekas

0

Memodifikasi mobil pada bagian pelek sudah jadi pemandangan biasa yang terjadi di Ibu Kota. Dengan pelek yang berbeda, hal ini dipercaya memberikan kesan lebih sporty atau macho bagi si pemiliknya.

Namun begitu tak semua pemilik mobil yang ingin mengganti pelek dengan model aftermarket berstatus baru. Sebaliknya, pelek second atau bekas juga banyak diburu.

Nah OLXer sendiri jika ingin membeli pelek bekas, ada baiknya tidak asal-asalan dalam memilih. Karena pada dasarnya membeli pelek untuk dipasang di mobil kesayangan ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Berikut ini beberapa tips cara memilih pelek bekas, supaya tidak menyesal dikemudian hari, yakni;

1. Pilih Penjual Terpercaya

Sebelum mencari pelek yang dicari ada baiknya memeriksa atau mengecek terlebih dahulu siapa penjual pelek. Untuk melakukan penyelidikan bisa saja dicari di internet atau mencari tau dari teman, kerabat atau saudara.

Pasalnya, jika orang lain atau teman mengetahui reputasi baik si penjual, masih ada harapan jika barang yang dijual sedikit lebih bagus.  Hanya saja, tentu OLXer tak boleh 100 persen yakin dan percaya, karena namanya manusia bisa saja mencari kesempatan dalam kesempitan.

2. Pastikan Kondisi Pelek Mulus

Mengecek pelek bisa dilihat dari pandangan mata. Artinya, pastikan pelek terlihat mulus dan halus, tak ada penyok, goresan, benjolan, peyang, pecah, serta masih presisi.

Coba raba pada bagian bibir pelek, sebab bagian ini bisa saja terjadi lantaran saat pemasangan atau melepas ban.

3. Coba untuk Melihat Hanya Pelek Saja

Terkadang penjual menampilkan pelek berikut dengan ban. Maka dari itu ada baiknya melepasnya, untuk lebih detail apakah ada cacat pada pelek atau tidak.

4. Perhatikan Lubang Baut (PCD)

Lubang baut bisa saja berubah, terlebih jika pelek yang digunakan untuk mobil yang dimodifikasi. Tak sedikit pemilik mobil menambah lubang baru agar lebih presisi dan mencor ulang lubang lama serta dicat kembali.

Jika OLXer mendapatkan pelek tersebut, bukan tak mungkin ketika digunakan dapat mengurangi rasa nyaman, karena pelek tidak presisi, sehingga bisa berakibat fatal.

5. Perhatikan Warna Pelek

Warna kinclong memang cukup menggiurkan, tapi jika posisinya pelek dicat ulang maka perlu diperhatikan lebih teliti.

Pengecatan ulang sah-sah saja, akan tetapi pelek yang dicat ulang biasanya dilakukan penjual nakal untuk menyamarkan kondisi pelek tersebut, pasca terjadi sesuatu seperti lecet atau beberapa bagiannya terkelupas.

6. Cek ke Bengkel Ban

Sebelum benar-benar yakin akan pelek yang akan dibeli, ada baiknya dilakukan pengecekan balancing. Tentu saja OLXer minta izin dulu ke penjualnya untuk membawa peleknya ya.

OLXer sendiri punya tips lain untuk memilih pelek bekas? (Her)

Mekanik Daihatsu Lulusan SMK Ikut Adu Skill di Kompetisi Dunia

0

Jangan anggap remeh para mekanik mobil di Indonesia. Pasalnya, mereka seperti dokter yang mampu memperbaiki tunggangan OLXer sekalian. Nah, saking hebatnya mekanik Indonesia, mereka kerap mengharumkan nama bangsa lho jika ada kompetisi tingkat dunia.

Tahun ini, ajang adu kemampuan memperbaiki mobil atau World Skill Competition 2019 kembali dihelat. Acara tahunan yang memasuki tahun ke 45 ini berlangsung di Kazan Expo International Exhibition Centre, Kazan, Rusia 22 – 27 Agustus 2019.

Indonesia sendiri mengirimkan 36 orang delegasi untuk mengikuti 29 cabang yang diperlombakan. Nah dua diantaranya merupakan mekanik Daihatsu, yaitu Usman Roshid Mashuri dan Daffa Naufal Putra.

Hebatnya, kedua mekanik ini merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK) Negeri. Usman sendiri merupakan jebolan SMK Negeri 2 Pengasih Yogyakarta yang akan ikut World Skill Competition di cabang keterampilan Car Painting.

Sementara Daffa yang merupakan lulusan SMK Negeri 26 Jakarta, akan turun menghadapi mekanik dunia di cabang keterampilan Auto Body Repair.

Oia, PT Astra Daihatsu Motor juga mengirimkan dua orang teknisi ahli, Supardi Gito Martana dan Herlaniadi, sebagai expert atau juri untuk cabang keterampilan Car Painting dan Auto Body Repair di ajang World Skill Competition 2019.

Menurut Technical Service Division Head PT ADM Anjar Rosjadi, kesempatan akan dimaksimalkan untuk mengharumkan nama bangsa.

“Kami akan berusaha keras untuk dapat membawa medali pulang. Kesempatan ini merupakan pengalaman dan pelajaran yang sangat berarti,” ungkap Anjar dalam keterangan tertulis, Kamis (22/8/2019).

Oia, OLXer sebelum melepas para delegasi Indonesia ke  World Skill Competition, mereka sempat datang ke Istana Merdeka untuk mendapatkan restu dari Presiden RI Joko Widodo.

Wah, semoga perwakilan Indonesia mendapatkan juara ya OLXer. (Her)

Dana Sampai Rp 147 Miliar, Para Menteri Mau Ganti Mobil Apa ya?

0

OLXer tau nggak sih kalau menteri-menteri di bawah pemerintahan Joko Widodo  akan punya mobil baru. Hal ini diketahui dari telah selesainya tender dan diumumkannya lelang pengadaan barang di situs Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan RI dengan kode tender 26344011 dan kategori pengadaan barang.

Dari pengumuman itu disebutkan, sejak 19 Maret 2019, pemerintah telah memberikan Nilai Pagu Paket sebesar Rp 152.540.300.000, sedangkan Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Paket mencapai Rp 147.312.469.200. 

Masih menurut LPSE, setidaknya ada 41 peserta yang ikut mendaftar lelang tender mobil menteri. Akan tetapi ada empat yang lolos kualifikasi antara lain PT Astra International, PT New Ratna Motor, PT Hadji Kalla dan PT Agung Automall

Hanya saja PT Astra Internasional jadi pemenang tender, karena memberikan penawaran dengan harga paling rendah yaitu Rp 147.229.317.000.

Lantas jika benar harga tersebut telah ditetapkan para menteri bisa pakai mobil apa ya?

Jika melihat berdasarkan salinan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 577/KM.6/2017 Standar Barang dan Standar Kebutuhan (SBSK) alat angkut darat kendaraan bermotor dinas operasional jabatan di dalam negeri standar barangnya bisa sedan atau Sport Utility Vehicle (SUV) yang mengusung mesin enam silinder berkapasitas 3.500 cc. 

Namun belakangan ini kabar lebih mengerucut disebutkan, bahwa jika ada 34 Menteri di Kabinet Kerja jilid II, setidaknya mobil yang digunakan adalah sedan Toyota Crown.

Sosok Toyota Crown memang tak dijual langsung di PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku agen pemegang merek. Namun begitu, jika ada pesanan kenapa tidak. Oia, jika melihat mobil menteri Kabinet Kerja jilid I, nama Toyota Crown sudah tidak asing, karena sebelumnya memang telah menemani para menteri.

Kira-kira benar nggak ya mereka pakai Toyota Crown lagi?

Sejarah Singkat Mobil Menteri

Para menteri atau pembantu presiden memang sangat penting dalam menjalankan sistem pemerintahan. Mereka sudah punya porsi masing-masing sesuai dengan kerjanya.

Nah, para menteri juga memiliki mobilitas tinggi ketika menjalankan tugasnya. Karena itu, mobil dinas jadi andalan untuk menempuh perjalanan mencapai tempat tujuan. 

Oia OLXer juga kudu tau nih, sebelum Jokowi (sapaan Joko Widodo) naik menjadi orang nomor satu, para menteri memang sudah menggunakan mobil dinas yang tak kalah keren. 

Para menteri Kabinet Kerja Jilid I di bawah kepemimpinan Jokowi, ternyata menunggangi Toyota Crown yang pernah digunakan menteri-menteri sebelumnya, saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Sebelum memilih Toyota Crown, para menteri-menteri SBY di era 2001-2003 menggunakan mobil dinas berupa Toyota Camry. 

Nah, sebelum muncul nama Toyota Camry, ternyata mobil-mobil menteri telah menggunakan mobil jenama Swedia yaitu Volvo. Merek mobil yang terkenal akan sistem keselamatannya sudah digunakan para menteri ketika dipimpin Presiden Soeharto, lalu BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, sampai Megawati Soekarno Putri.