Selasa, Maret 17, 2026
Beranda blog Halaman 1598

Gara-Gara Xpander, Mitsubishi Masih Ogah Jual Low SUV

0

Mitsubishi Xpander mobil yang masuk segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) ini rupanya dianggap jadi senjata ampuh untuk menarik hati konsumen di Tanah Air. Setidaknya hal tersebut dirasakan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia. 

Sejak lahir di pertengahan 2017 lalu, keberadaan Mitsubishi Xpander dianggap sudah memenuhi kebutuhan konsumen, yang ingin memiliki mobil di segmen Low Sport Utility Vehicle (SUV). 

Seperti diketahui, beberapa produsen otomotif dunia yang hadir di Indonesia, sudah merangsek pasar Low SUV dengan menghadirkan Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V, sampai mobil China Dongfeng Sokon (DFSK) dengan produk terbarunya Glory 560. 

Bahkan menurut Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI Michimasa Kono, sejak pertama kali, Mitsubishi Xpander dibuat dengan mengusung konsep bernuansa MPV namun desainnya SUV. Kata dia, mobil ini juga memiliki bentuk persilangan sebuah crossover.

“Jadi, kami tak berpikir Xpander sama dengan MPV lain yang ada sebelumnya. Ini adalah generasi selanjutnya dari MPV yang merupakan crossover,” ungkap Kono saat ditemui beberapa waktu lalu. 

Lebih lanjut dia menyatakan, dengan desain Xpander saat ini yang memiliki desain SUV ditambah kabin yang lega laiknya MPV, maka mobil ini cukup baik untuk memenuhi permintaan konsumen, khususnya di segmen Low SUV. 

“Sejauh ini, penerimaannya cukup baik bagi para konsumen di sana. Jadi, saya pikir ini bagus. Apa yang harus kami lakukan adalah melakukan sosialisasi Xpander lagi dengan lebih kencang di pasar,” kata Kono. 

Nah, untuk mengetahui perbandingannya, yuk kita intip dari segi harganya:

Mitsubishi Xpander

Xpander Ultimate A/T Rp 265.100.000

Xpander Sport A/T Rp 256.400.000

Xpander Sport M/T Rp 246.400.000

Xpander Exceed A/T Rp 244.200.000

Xpander Exceed M/T Rp 233.800.000

Xpander GLS A/T Rp 237.800.000

Xpander GLS M/T Rp Rp 226.800.000

Xpander GLX M/T Rp 210.300.000

Honda BR-V

BR-V Prestige Rp 279.000.000

BR-V E CVT Rp 262.500.000

BR-V E M/T Rp 252.500.000

BR-V S 6M/T Rp 238.000.000

Toyota Rush 

Rush TRD Sportivo A/T Rp 265.650.000

Rush TRD Sportivo M/T Rp 255.650.000

Rush G A/T Rp 254.250.000

Rush G M/T Rp 244.250.000

Daihatsu Terios

Terios R A/T Deluxe Rp 256.900.000

Terios R M/T Deluxe Rp 246.900.000

Terios X M/T Deluxe Rp 202.300.000

Terios X M/T Deluxe Rp 212.300.000

Terios X A/T Deluxe Rp 222.300.000

Terios R M/T Rp 235.000.000

Terios R M/T Deluxe Rp 245.000.000

Terios R A/T Rp 245.000.000

Terios R A/T Deluxe Rp 255.000.000

DFSK Glory 560 

Glory 560 L (1.8 L) CVT Rp 239.000.000

Glory 560 L (1.5 T) CVT Rp 239.000.000

Glory 560 L (1.5 T) 6MT Rp 229.000.000

Glory 560 C (1.5 T) 6MT Rp 219.000.000

Glory 560 B (1.5 T) 6MT Rp 189.000.000. (Her)

Honda Element, Mobil Lucu yang Jarang Ada di Indonesia

0

Honda Element, jika mendengar namanya mungkin OLXer terasa asing dan aneh, karena mobil tersebut tak pernah ditawarkan di diler-diler mobil Honda di Indonesia apalagi beredar di jalanan Nusantara.

Namun yang perlu dicatat, Honda Element bisa saja mengaspal di Indonesia meskipun tak melalui PT Honda Prospect Motor selaku agen pemegang merek mobil Honda. Sebaliknya, Honda Element bisa masuk pasar Indonesia melalui Importir Umum (IU).

Nah, bicara Honda Element ternyata dijual di situs OLX.Co.id dengan status bekas. Secara tampilan, mobil ini memang sangat berbeda, walaupun berstatus Sport Utility Vehicle (SUV).

Jika melihat wujudnya, Honda Element yang satu ini memiliki tampilan bodi yang mengkombinasi antara warna merah dan hitam. Secara desainnya memang lebih boxy namun tetap lucu bentuknya seperti mobil-mobil di Jepang.  

Diketahui, mobil dengan mesin bensin berkapasitas 2.4 liter i-VTEC yang mampu memuntahkan daya hingga 160 Tk  telah dilengkapi sistem penggerak All Wheel Drive (AWD) atau semua roda.

Selain itu, Honda Element yang berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan menurut sang penjual jarak tempuhnya tak sampai 95 ribu km.

“Mobil Honda Element langka mobil simpanan mulus terawat 4WD jarang ada,” tulis penjual.

Untuk soal harga, mobil tersebut diketahui dijual dengan banderol Rp 290 juta. Nah, kalau OLXer mau tau lebih detail bisa lihat di sini. (Her)

5 Hal Sepele Penyebab Aki Cepat Soak

0

Aki jadi sumber listrik bagi setiap kendaraan tak terkecuali mobil. Dengan keberadaan aki maka hal ini dapat memenuhi semua perangkat elektronik yang dipasangkan di mobil.

Namun begitu, ada baiknya aki digunakan senormal mungkin. Sebab jika digunakan berlebihan maka bisa mengalami masalah secara tiba-tiba seperti cepat tekor atau soak.

Nah, jika mengalami masalah tersebut, ternyata akar permasalahanya bukan hanya soal kualitas aki, tetapi bisa saja disebabkan hal sepele.

Berikut ini beberapa hal sepele yang bisa membuat aki cepat soak:

1. Penggunaan berlebihan

Banyak perangkat di dalam mobil memerlukan sumber listrik, seperti lampu-lampu, audio, sampai klakson.

Nah, jika sejumlah perangkat digunakan secara berlebihan dengan waktu sangat lama maka bukan tak mungkin aki jadi cepat soak.

Penambahan aksesoris yang berlebihan juga bisa menyebabkan aki cepat soak. Nah, jika ingin melakukan modifikasi untuk audio, maka harus diperhatikan pula daya yang dibutuhkan.

2. Lupa menonaktifkan

Lupa, kata tersebut sering diungkapkan seseorang jika sudah mengalami suatu hal. Nah, terkadang, pengemudi dan penumpang lupa mematikan perangkat yang menggunakan sumber listrik, seperti halnya lampu utama dan juga lampu kabin.

Jika didiamkan perangkat lampu kabin semalaman saja, bukan tak mungkin aki langsung soak.

3. Ngecas Handphone

Handphone atau smartphone, jadi alat yang sangat dibutuhkan masa kini. Seakan tak mau kehilangan moment dan hal lainnya, mereka tak mau handphonenya mati karena kekurangan daya listrik.

Kehadiran fitur output lighter atau port USB dianggap sebagai penyelamat. Namun begitu, sering mengisi daya baterai dengan output lighter atau port USB juga bisa membuat aki cepat soak.

Selain itu, aki itu sendiri, mengisi daya handphone dengan fitur ini dipercaya dapat merusak perangkat Anda, karena port USB berdaya rendah.

4. Mobil tidak nyala dalam waktu lama

Mobil tidak atau jarang dipakai bukan berarti mobil akan selalu sehat. Terlebih tidak dipanaskan mesinnya.  Pada dasarnya, mobil yang tidak dinyalakan, namun pada bagian aki tetap menyuplai listrik ke beberapa titik meski daya yang digunakan sangat kecil, seperti halnya sensor alarm dan model alarm.

Karena itu, jika memang tak ingin memakai dan mendiamkan mobil dalam waktu lama, ada baiknya mencabut terminal aki.

5. Tidak melakukan pengecekan aki

Perawatan aki memang perlu dilakukan. Jika masih menggunakan aki basah, ada baiknya selalu mengecek cairan yang ada dan pastika terisi penuh dan tidak ada kerak.

Selain itu, dengan melakukan berbagai pengecekan maka hal itu mengurangi resiko terjadinya arus pendek yang biasanya karena ada masalah tak terduga pada aliran aki. (Her)

Esemka Bukan Mobil Nasional, Tapi…

0

Mobil Esemka ternyata bukan mobil nasional OLXer. Hal ini ditegaskan langsung  Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang merupakan bos produsen mobil Esemka, Eddy Wirajaya.

“Kami bukan mobil nasional, Tetapi produksi mobil di Indonesia. Jadi jangan salah persepsi, mobil nasional kan cukup luas,” ucap Eddy saat ditemui di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Sebaliknya, background PT SMK sendiri merupakan manufaktur swasta nasional, di mana mobil yang dibuat adalah pure racikan dan diproduksi di Indonesia. Dengan begitu diharapkan  dapat membanggakan merah putih.

Artinya, SMK akan sama seperti merek mobil lainnya yang juga memiliki pabrik di Indonesia, tanpa special treatment dan prosesnya juga dilakukan dari hulu ke hilir dilakukan di Tanah Air. Dengan begitu, Esemka bisa juga disebut Brand Local.

Lebih lanjut, Eddy menyatakan, bahwa pabrik produksi mobil Esemka dilakukan di Boyolali, Jawa Tengah.

Oia, nantinya PT SMK juga akan menggaet sejumlah supplier lokal yang sudah terbiasa membuat sejumlah komponen atau part di bidang masing-masing. Kemudian dipadukan dengan kebutuhan untuk pembuatan mobil Esemka. Dengan begitu hal tersebut dapat mensupport PT SMK.

“Jadi silahkan menawarkan produk-produk mereka dengan ekonomis dan berkualitas. Apabila cocok kita berkelanjutan dengan agreement,” ucapnya.

Kata Eddy, untuk membuat mobil Esemka nanti, perusahanya akan melibatkan man power dari SMK dan Politeknik di Jawa Tengah.

Mobil Apa yang Dibuat?

Nah, jika sudah tau kejelasan latar belakang perusahaan, lantas mobil apa yang akan dipasarkan nantinya?

Ternyata menurut Eddy, strategi yang ditempuh PT SMK untuk hadir di pasar otomotif nasional adalah dengan cara menghadirkan mobil jenis komersial.

“Kalau nggak komersial, kita nggak hidup lho. Passenger (mobil penumpang) kita belum, kita masih dedicated ke komersial juga,” ujarnya.

Kata Eddy, jika tak ada aral melintang, salah satu mobil yang bakal dihadirkan nanti bernama Bima, dengan pilihan mesin 1.3 liter dan 1.2 liter.

Namun sayang menyoal harga dan kapan mobil Esemka meluncur, Eddy masih enggan membahasnya lebih detail.

“Itu rahasia perusahaan. Kita buat kejutan,” tuturnya. 

Kendati demikian, bukan tak mungkin PT SMK juga akan menghadirkan mobil passenger. Karena mobil penumpang memang memiliki pasar cukup tinggi. (Her)

Sedang Naik Daun, Mitsubishi Tak Ambil Pusing Hadirnya Dua Brand China di Indonesia

0

Industri otomotif China kini merangsek pasar Indonesia. Wuling Motors dan Dongfeng Sokon (DFSK) jadi dua brand yang melakukan penetrasi di tengah euforia pabrikan otomotif Jepang yang telah hadir puluhan tahun.

Diketahui, baik Wuling Motors dan DFSK hadir di pasar Indonesia dengan menawarkan beragam kelebihan pada mobil yang dijual, mulai dari teknologi canggih hingga harga relatif lebih murah.

Namun kehadiran dua mobil asal Tiongkok ini ternyata tak diambil pusing merek mobil Mitsubishi yang kini sedang naik daun di Indonesia, berkat adanya Xpander.

Bahkan menurut Director Sales dan Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Michimasa Kono, adanya produk-produk dari China menjadikan pasar otomotif Indonesia semakin atraktif dan memberikan banyak pilihan kepada konsumen.

“Seperti di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show 2019) kemarin adalah contoh ideal. Booth kami dan merek China (Wuling) terletak persis berdampingan. Para peminat tak hanya datang melihat-lihat ke sana, tapi juga ke booth kami. Kami mendapatkan sirkulasi yang bagus,” ungkap Kono saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pria asal Jepang tersebut mengatakan, saat ini Mitsubishi tak memiliki strategi khusus menghadapi brand China. Sebaliknya, Mitsubishi sedang fokus dalam memberikan layanan khususnya after sales atau purna jual.

Dengan cara tersebut, lanjut Kono, maka hal ini justru lebih baik untuk menghadapi persaingan yang lebih baik.

Tambah dan Ubah Desain Diler

Tidak hanya menawarkan layanan purna jual, strategi Mitsubishi saat ini ternyata menambah jaringan outlet hingga mencapai 153 unit di akhir tahun fiskal ini atau April 2020.

Namun tak sampai disitu, perusahaan dengan logo tiga berlian ini juga berencana akan merombak diler yang sudah ada dengan tampilan berbeda.

Ya, jika awalnya diler Mitsubishi dibalut dengan kelir silver atau abu-abu pada bagian depan dan interior, maka dalam beberapa tahun ke depan, diler yang digarap akan mengusung nuansa hitam sesuai yang diinstruksikan Mitsubishi Motors Corporation di Jepang.

Menurut Head of 3S Network Development PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Setia Hariadi, warna hitam ini akan menjadi ciri khas Mitsubishi yang juga disebut ‘Dynamic Slope’ atau memberikan citra bahwa perusahaan Mitsubishi kuat dan dinamis. Dengan ubahan ini maka hal tersebut semakin membedakan antara merek Mitsubishi dan Fuso.

“Kota-kota besar menjadi fokus pertama karena kami ingin menjaga pencitraan merek (branding),. Untuk mengganti secara menyeluruh pasti butuh waktu. Tapi kami berkomitmen bahwa dalam 3 – 4 tahun bisa mengganti semua,” ungkap dia.

Seperti diketahui, desain ini tak hanya dilakukan di Indonesia, tetapi juga dilakukan Mitsubishi lebih dari 5.000 diler di seluruh dunia. Hal ini sesuai dengan tagline mereka Drive Your Ambition yang telah diumumkan tahun lalu, di mana Mitsubishi ingin memberikan kualitas terbaik untuk memperkuat citra Mitsubishi Motors. (Her)

Jangan Sepelekan Melawan Arus Lalu Lintas, Jika Tak Mau Celaka

0

Berkendara melawan arus seolah dijadikan tradisi oleh sejumlah pengendara, baik itu mobil maupun sepeda motor, entah itu di daerah atau di kota-kota besar. Berbagai alasan menyeruak, tak terkecuali agar lebih cepat sampai tujuan. 

Parahnya, pelanggar yang melawan arus kerap kali naik pitam atau justru balik ‘ngegas’, jika ada pengendara lain yang menegur. Mereka yang ditegur juga biasanya berdalih, hal yang dilakukannya sudah jadi kebiasaan.

Apapun alasannya, tentu saja melawan arus dilarang, karena sangat membahayakan, entah itu untuk diri sendiri atau pengguna jalan lainnya OLXer. Sebab, seperti diketahui banyak contoh kasus melawan arus justru berujung kecelakaan, serta menjadi penyebab timbulnya kemacetan. 

Nah, yang doyan melawan arus ada baiknya sadar karena yang Anda lakukan sangat beresiko. Karena itu, melawan arus atau forbidden pada dasarnya sama seperti melanggar Pasal 106 ayat 4 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi:

‘Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan: 

a. Rambu perintah atau rambu larangan

b. Marka Jalan

c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

d. Gerakan Lalu Lintas

e. Berhenti dan Parkir

f. Peringatan dengan bunyi dan sinar

g. Kecepatan maksimal atau minimal

h. Tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.’

Adapun jika terkena pasal di atas, maka sanksi yang dikenakan adalah pasal 287 ayat 1 UU) No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yaitu:

‘Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.’

Sementara itu, melawan arus juga bisa dikenakan pasal berlapis karena dianggap sengaja membahayakan pengendara lain. Hal ini tertuang dalam pasal 311 ayat 1 dan 2 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yang isinya:

‘Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.’

Nah, OLXer kalau memang nggak mau kecelakaan dan pidana atau denda, ada baiknya jangan melanggar arus lagi ya, karena sangat bahaya. (Her)

Mobil Listrik Tesla Model S Kini Jadi Pengantar Jenazah

0

Tesla Model S, mobil listrik yang satu ini memang cukup memukau, dan jadi salah satu mobil yang diimpikan banyak orang ada di garasi rumah. 

Di Indonesia, Tesla Model S dimiliki hanya segelintir orang. Tentu saja yang punya, hanya mereka yang memiliki banyak duit. Pasalnya, mobil listrik asal Amerika Serikat ini harganya dibanderol miliaran rupiah.

Namun OLXer harus tau nih, ternyata Tesla Model S tak hanya jadi tunggangan mewah yang bisa dibawa jalan-jalan, sampai orang disekitar bisa bilang keren. Hal ini karena modelnya yang canggih dan modern.

Tesla Model S Jadi Mobil Jenazah. (Jan Erik Naley – Karmoy Bilsenter )

Pasalnya, sebuah rumah modifikasi di Norwegia, menyulap mobil racikan Elon Musk tersebut menjadi mobil jenazah. Setidaknya hal tersebut dilakukan sang modifikator Jan Erik Naley.

Konon ini adalah Tesla keempat yang diubah jadi mobil jenazah oleh Jan, dan tiga diantaranya sudah laku terjual. Tentu saja untuk menjadi kereta pengantar jenazah, bagian belakang harus lebar dan luas untuk membawa peti mati.

Selain mempreteli interior mobil dan mengubah dimensinya jadi lebih panjang sekitar 32,5 inci, membuat mobil jenazah juga butuh 'donor car'. Tak sampai disitu, dia juga membuat lapisan kabin menjadi lebih empuk, dan juga lantai mobil  ditambah rel, sehingga dapat ditarik keluar dari pintu belakang untuk memudahkan ketika masuk dan keluar peti.

 

Kabin Tesla Model S Jadi Mobil Jenazah. (Jan Erik Naley – Karmoy Bilsenter )

Tak heran Tesla Model S Hearse ini dijual jauh lebih mahal dari banderol barunya. Sebab, jika Model S gres dibanderol mulai US$85 ribu, banderol versi mobil jenazah ini lebih dari dua kali lipatnya, US$207 ribu. Kalau Tesla Model S masuk di Indonesia saja dibanderol Rp 4,4 miliar.

Kira-kira jadi berapa tuh versi mobil jenazahnya andai dijual di Indonesia. Itung sendiri deh.

Gimana Tesla fanboy, cocok nggak nih jadi mobil impianmu? (Dhan/Her)

Ingat, Jangan Berkendara Motor Berboncengan Lebih Dari 1 Penumpang

0

Pengendara sepeda motor kerap kali sangat membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lain. Nah, salah satu aksi pengendara sepeda motor yang berbahaya dan sering dilakukan adalah membawa penumpang lebih dari satu orang.

Parahnya, seakan tak peduli akan keselamatan, membawa penumpang atau berboncengan lebih dari satu orang di atas sepeda motor seakan jadi tradisi. Mereka melibatkan anggota keluarga, dimana sang ayah mengemudi, serta membawa istri dan anaknya. Terlebih ada juga seorang anak diposisikan di dek atau duduk di ujung jok motor.  

Namun OLXer tau nggak sih kalau berboncengan tiga itu selain berbahaya, ternyata juga telah diatur dalam Pasal 106 ayat 9 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi:

‘Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping dilarang membawa Penumpang lebih dari satu orang’.

Sementara itu, jika OLXer melanggar pasal tersebut, maka dapat dikenakan Pasal 292 No 22 tahun 2009 tentang LLAJ, yakni:

‘Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tanpa kereta samping yang mengangkut Penumpang lebih dari satu orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.’

Sementara itu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan, membawa pengendara motor lebih dari satu orang berarti tidak mementingkan soal keamanan baik itu pengemudi, penumpang dan pengguna jalan lain.

Sebab, berkendara sepeda motor tidak menutup kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya konflik atau kecelakaan.  

“Mengendarai sepeda motor ini berbeda dengan mengendarai moda transportasi lainnya. Motor dari sisi keamanan sama sekali tidak memiliki proteksi seperti yang namanya mobil yang dilengkapi bumper, pintu dan fitur lainnya,” ungkap Jusri.

Lebih lanjut, Jusri juga menyatakan, dengan berboncengan lebih dari satu orang tentunya akan mengurangi stabilitas laju sepeda motor. Adapun agar setiap pengendara sepeda motor stabil maka diwajibkan memperhatikan tiga hal yaitu lintasan, kecepatan, dan juga posisi mengemudi.  

“Element keseimbangan yang terintegrasi harus dilakukan pengemudi, kalau ada beban lain, ini akan mengurangi ruang gerak pengemudi tersebut,” tutupnya. (Her)

Mau Beli Mobil Daihatsu? Ini Model Terlaris Dari Januari-Juli 2019

0

Pasar otomotif nasional diketahui mengalami penurunan penjualan selama tujuh bulan di 2019. Berdasarkan data Daihatsu, selama Januari-Juli 2019 retail sales (penjualan diler ke konsumen) pasar otomotif Indonesia turun 11 persen dari periode yang sama di tahun lalu atau tercatat lebih 587 ribu unit.

Penurunan juga terjadi pada wholesales (penjualan pabrik ke diler) yang diketahui merosot 13,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau mencatat 570 ribu unit.

Kendati sedang tak sehat, hal tersebut cukup ditanggapi santai  PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku agen pemegang merek Daihatsu di Indonesia. Bahkan menurut Marketing Director PT ADM Amelia Tjandra, di tengah lesunya pasar mobil Indonesia yang turun 11,1 persen, Daihatsu bersyukur hanya mengalami penurunan 9,6 persen.

“Sehingga secara market share Daihatsu naik sebesar 0,3 persen menjadi 17,2 persen untuk retail sales),” ujar Amel dalam keterangan tertulis, Kamis (15/8/2019).

Sementara itu, untuk wholesales sendiri perusahaan jenama Jepang ini tercatat sebesar 17,5 persen. Adapun berdasarkan data Daihatsu selama Januari sampai Juli 2019 retail sales Daihatsu mencapai 100.831 unit, dan wholesales sebesar 100.036 unit.

Nah berikut ini daftar mobil-mobil Daihatsu yang terjual selama Januari-Juli 2019, antara lain, untuk retail sales, Daihatsu masih didominasi Sigra dengan torehan 29.923 unit atau menyumbangkan 30 persen, diikuti oleh Gran Max (PU) sebesar 19.658 unit (19 persen), lalu Xenia 14.102 unit (14 persen).

Untuk penjualan Ayla, Terios, dan Gran Max masing-masing menyumbangkan penjualan sebanyak 13.664 unit (14 persen), 12.221 unit (12 persen), dan 8.256 unit (8 persen). Sementara Luxio, Sirion, dan Hi-Max, ketiganya secara total telah laku terjual 3.007 unit.

Adapun untuk penjualan wholesales, Sigra dengan laku 29.980 unit atau menyumbangkan 30 persen, kemudian di posisi berikutnya ada Gran Max (PU) sebesar 20.217 unit (20 persen), lalu Ayla 14.941 unit (15 persen), dan Xenia sebanyak 13.969 unit (14 persen)

Untuk penjualan Terios, dan Gran Max masing-masing menyumbangkan penjualan mencapai 9.784 unit (10 persen), dan 7.519 unit (8 persen).

Sementara wholesales untuk Luxio, Sirion, dan Hi-Max, ketiganya secara total menyumbangkan 3.626 unit. (Her)

 

Gaya Ertiga Sport Diminati Banyak Orang, Jualan Aksesoris Resmi Suzuki Naik Tajam

0

Jakarta – Sejak kehadirannya, mobil MPV All New Ertiga Sport makin banyak diminati masyarakat. Bukan tanpa alasan mobil 7 penumpang ini cukup laris di tengah persaingan di segmen paling kompetitif ini. Suzuki Ertiga versi Sport ini memang tampil lebih gagah bila dibandingkan dengan yang versi standard-nya.

Jadi gak perlu heran juga sih kalau pemilik All New Ertiga yang versi standard banyak yang latah kepengen tampilan mobilnya seperti Ertiga versi Sport. Upgrade tampilan pun jadi pilihannya. Apalagi dari sisi Suzuki Genuine Parts (SGP) sebagai penyedia sparepart dan aksesoris resmi merek Suzuki mampu mengakomodasi keinginan konsumen tersebut.

Ujung-ujungnya penjualan spareparts dan aksesoris Suzuki sepanjang tahun ini jadi naik cukup signifikan. Sepanjang Januari – Juni 2019, penjualan Suzuki Genuine Parts (SGP) tumbuh 12,5 persen dan aksesoris resmi Suzuki atau Suzuki Genuine Accessories (SGA) naik 29,2 persen.   

Sepanjang Maret hingga Juli 2019, penjualan aksesoris All New Ertiga Sport berhasil membukukan revenue Rp 21 miliar. Angka ini berkontribusi 23 persen terhadap total penjualan seluruh aksesoris resmi mobil Suzuki. 

Bahkan selama bulan Juli 2019 kemarin yang bertepatan dengan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), aksesoris Suzuki berhasil membukukan penjualan senilai Rp 6,9 miliar dengan persentase pertumbuhan sebesar 60 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Sparepart corners Suzuki di GIIAS 2019 (Sumber Foto: Suzuki)

Ini karena Suzuki menawarkan penjualan paket yang cukup menarik seperti paket SGA All New Ertiga Sport dengan harga Rp 17,8 juta untuk paket dengan audio, dan Rp 10,7 juta khusus paket non audio, belum termasuk biaya pemasangan dan cat. 

Paket tersebut terdiri dari body kit seperti Upper & Lower Front Grille, Front Under Spoiler, Side Under Spoiler (Right & Left), Rear Upper Spoiler dan Rear Under Spoiler. Semua body kit ini telah dilengkapi Emblem Suzuki Sport yang semakin memperkuat citra sporty dari All New Ertiga.

Sementara itu ada juga diskon 25 persen untuk pembelian aksesoris genuine semua model Suzuki, mulai dari Carry Pick Up, Karimun Wagon R, Ignis Sport Edition, Baleno, hingga SX4 S-Cross. Tawaran ini berlaku hingga 30 September 2019 khusus untuk area Jabodetabek.

Gak cuma itu saja tawarannya, masih ada pembelian suku cadang resmi untuk roda dua dengan menghadirkan Race Steering Kit. Konsep sparepart kit ini menawarkan suku cadang yang dibutuhkan konsumen dalam satu kemasan, sehingga tidak perlu membeli suku cadang secara terpisah. 

Race Steering Kit ini tersedia di diler resmi Suzuki dan dapat digunakan untuk seluruh tipe sepeda motor Suzuki produksi tahun 2005 dan seterusnya. 

“Kami sangat mengapresiasi bahwa kini masyarakat sudah semakin peduli untuk menjaga mobilnya tetap prima dan memaksimalkan tampilannya. Selama Januari hingga Juni 2019, jumlah permintaan suku cadang dan aksesori terus tumbuh positif. Antusiasme serta permintaan ini akan terus kami penuhi sehingga konsumen tidak perlu khawatir karena kami menjamin ketersediaan SGP dan SGA di seluruh dealer resmi Suzuki,” tutup Ignatius Ratrianto, Head of Spare Parts PT Suzuki Indomobil Motor, Senin (12/8/2019) lewat laporan tertulis Suzuki. (Z)