Senin, Maret 16, 2026
Beranda blog Halaman 1604

DFSK Pede, Teknologi dan Pabrik di Cikande Siap Buat Mobil Listrik

0

Tak lama lagi pemerintah siap mengumumkan regulasi kendaraan listrik yang ditandatangani Presiden Joko Widodo. Nantinya, semua regulasi ini diatur sesuai Peraturan Presiden dan Peraturan Pemerintah.

Rencananya akan kebijakan pemerintah ini ternyata disambut sumringah pabrikan asal China, Dongfeng Sokon (DFSK). Bahkan menurut CO CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, perusahaannya yang memiliki pabrik produksi di Cikande, Banten tentu berkomitmen untuk mendukung program-program pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri kendaraan bermotor, termasuk kendaraan listrik, dimana dalam pengembangannya kendaraan akan sangat ramah lingkungan. 

“Dalam hal ini, pada dasarnya kami sudah siap secara teknologi dan pabrik untuk memasuki pasar mobil listrik sebagai kendaraan yang relatif lebih ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional, terutama dari sisi emisi gas buang,” jelas Alexander dalam keterangannya.

Menyoal rencana insentif perpajakan dan hal lainnya, Alexander mengaku sebagai produsen tentu ini merupakan hal yang  menjadi pertimbangan utama dalam mengembangkan dan memasarkan mobil listrik di Indonesia. 

“Semoga peraturan dan kebijakan pengembangan mobil listrik di Indonesia kondusif dan berdaya saing  sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu negara yang menjadi leader dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan” ucap  Alexander.

Keseriusan DFSK dalam menghadirkan mobil listrik dibuktikan dengan hadirnya prototype mobil listrik Glory E3 selama pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di BSD, Tangerang Selatan, 18-28 Juli 2019 lalu. 

Sementara itu, soal segera meluncurnya aturan kendaraan listrik disampaikan langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir di GIIAS 2019. 

Kata dia, mobil berpenggerak tenaga full listrik (Battery Electric Vehicle) diatur melalui Perpres. Di dalamnya akan mengatur berbagai skema industri kendaraan, termasuk insentif pajak untuk kendaraan listrik. Melalui Perpres diharapkan bisa memberikan efek percepatan kendaraan bermotor listrik di Indonesia.

“Nantinya skema pajak akan dibuat lebih bersahabat dengan industri otomotif yang melakukan produksi mobil listrik, mulai dari membangun industri baterai, penyediaan komponen pendukung kendaraan berbasis listrik, memasukan bahan baku untuk produksi kendaraan listrik, membangun infrastruktur seperti stasiun pengisian listrik umum, hingga bantuan kredit modal kerja untuk pembiayaan untuk penyedia layanan swap battery dan sertifikasi kompetensi pengembangan SDM serta sertifikasi produk,” ujarnya. (Her)

Bengkel Umum Rasa Bengkel Resmi, Kenapa Tidak!

0

Tangerang Bengkel resmi dari merek pabrikan dipercaya lebih menguntungkan. Hal ini memang tak bisa dipungkiri, karena mereka terbilang spesial dan dianggap sangat memahami permasalahan yang ada pada suatu mobil.

Namun OLXer harus tau, saat ini ada juga loh bengkel-bengkel umum namun cita rasa dan standarisasinya sama seperti bengkel resmi milik agen pemegang merek, salah satunya bengkel atau outlet Carfix yang merupakan anak perusahaan PT Meka Adipratama. 

Menurut Chief Of Administration Support PT Meka Adipratama, Joko Cahyono, yang terpenting dari outlet Carfix memiliki standarisasi yang baik mulai layanan servis, bangunan, mekanik hingga peralatan.

“Bahkan kami sudah memiliki standar ISO 9001. Secara standar pelayanan kami bisa bilang sama dengan bengkel APM,” ujar Joko saat meresmikan outlet terbaru di Karawaci, Tangerang, Rabu (31/7/2019).

Joko juga menyatakan, meski bukan bengkel resmi, namun kelebihan dari bengkelnya secara keseluruhan memahami berbagai pelayanan untuk semua merek mobil dan semua jenis servis.

Adapun pelayanan yang diterapkan juga profesional, karena konsumen dapat melakukan servis mulai dari ganti oli, ganti ban, ganti aki, tune up, servis rem, head lamp cleaning, front glass cleaning, engine cleaning, general check, shockbreaker, dan spare part.

Lantas berapa harganya? Usut punya usut, soal biaya di lebih murah 30 persen dari  secara keseluruhan ongkos di bengkel resmi. Hal inilah yang diinginkan konsumen. Sedangkan untuk fasilitas dan pelayanan semuanya sama seperti bengkel resmi. 

Belum lagi jumlah bengkel Carfix yang terus meningkat setiap tahun, diklaim akan mempermudah konsumen untuk melakukan servis dan lainnya. Dengan begitu, history servis akan tercatat di pusat.

Banjir Promo

Carfix membuka showroom baru di kawasan  Karawaci, Tangerang, mereka menawarkan sejumlah paket dengan harga miring dan juga diskon. (Herdi Muhardi)

Resmi hadir sebagai tempat baru di Karawaci, Carfix rupanya memberikan promo spesial paket servis komplit mulai Rp 300 ribuan sampai Rp 700 ribuan.

Untuk layananan promo ini konsumen bisa memilih paket yang diinginkan mulai dari mendapatkan layanan Spooring 3D, Balancing, Nitrogen, Rotasi, General Check, Tune Up, hingga servis rem.

Tak sampai disitu, khusus konsumen di kota Tangerang, bengkel ini memiliki diskon 50 persen untuk tune up, spooring dan balancing. Selain itu bisa juga menikmati paket ganti oli dan tune up seharga Rp 349 ribu, serta gratis Super Long Life Coolant Denso setiap melakukan servis dengan cara booking online Via aplikasi Carsworld. (Her)

Walau Sepele, Ini Alasan Jangan Remehkan Catatan Riwayat Servis

0

Servis di tempat resmi atau tidak pada dasarnya memang sama saja, namun diakui memiliki plus dan minus. Namun begitu, yang perlu dicatat dan tak boleh diacuhkan adalah, OLXer harus tau soal catatan riwayat servis atau service history.

Menurut Chief Of Administration Support PT Meka Adipratama (Carfix), Joko Cahyono, ada beberapa hal mengapa service history memang sangat penting.

“Pertama, karena (service history jadi bukti) bisa dipakai saat Anda menjual mobil, mereka (pembeli) bisa melihat history-nya konsisten atau tidak untuk servis (berkala),” ucap Joko saat ditemui usai membuka bengkel resmi Carfix terbaru di kawasan Karawaci, Tangerang, Rabu (31/1/2019).

Menurut dia, jika service history dilakukan dengan baik, bukan tak mungkin ketika mobil dijual maka akan mempengaruhi harga. Tentunya jika sang pemilik melakukan perawatan mobil berkala dan mempunyai service history, maka tak dapat dipungkiri harga mobil bekasnya lebih baik.  

Tak hanya itu, history service juga akan sangat berguna untuk pengingat, bahwa mobil sudah perlu dilakukan service rutin, termasuk mengetahui bagian komponen mana saja yang diganti atau belum.

“Contohnya, ketika hendak servis, maka di periode berikutnya, pemilik akan tau menggunakan oli dengan spek seperti apa, mengganti part seperti apa, sehingga tidak putus,” katanya. 

Manfaat lain dari mengetahui catatan riwayat servis ini yaitu lebih transparan.  Apalagi kata Joko, saat ini termasuk di bengkel Carfix, konsumen bisa melihat riwayat servis mobilnya dengan terlebih dahulu mengunduh aplikasi Cars World. Aplikasi ini bisa juga untuk melakukan kemudahan layanan booking servis mobil secara online.

“Jadi pada saat servis booking online di Cars World itu bisa langsung mengetahui habis biaya berapa, lalu harga tune up, ganti oli, ganti ban, biayanya berapa sebelum melakukan servis itu tercatat di history center kami,” ujarnya.

“Apabila Anda masuk ke salah satu bengkel Carfix kami, dan history car itu tercatat, jadi history servis itu tidak tercatat hanya di satu bengkel, tapi terpusat . Jadi bisa masuk ke servis manapun,” sambungnya. (Her)

Ini Dia, Para Pembeli Super Periode 1

0

Berikut adalah daftar Pembeli Super untuk SuperDealsOLX Periode 1. Untuk mendapatkan barang-barang yang sudah ditentukan OLX, Pembeli Super diharapkan membaca Syarat dan Ketentuan dari SuperDealsOLX

Terima kasih telah berpartisipasi dalam SuperDealsOLX Periode 1.

 

Salam,

OLX Indonesia

 

 

Hyundai Kona Digimods Challenge, Bukti SUV Korea Asyik Dimodifikasi

0

TANGERANG – Di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) menghadirkan “Kona Corner”.

Di “Kona Corner” para pengunjung bisa menyaksikan langsung satu mobil Kona dengan warna Chalk White yang sudah di dress up hasil dari lomba modifikasi digital (Digimods) yang bertema “Fun & Attractive Dressed-Up”.

Mobil tersebut nampak berbeda dari versi standard dengan ubahan di sektor velg, ban dan front seat serta penambahan aksesoris berupa driving light, backup light, crossbar dan roof box yang membuat tampilannya lebih tough. 

“Tema modifikasinya Fun & Attractive Dressed-Up, jadi kita ingin tunjukan ke calon konsumen bila Kona juga bisa di modifikasi selain itu juga jadi inspirasi bagi pemilik Kona di Indonesia,” ucap Hendrik Wiradjadja, Deputy Marketing Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Minggu (21/7/2019).

Pengunjung GIIAS 2019 yang akan memilih desain Kona mana yang jadi favorit sekaligus yang menentukan pemenang dari kontes digital ini. “Total ada enam pemenang, desain dari semua pemenang itu yang akan kita ambil konsepnya dan kita terapkan ke wujud asli Kona,” lanjut Henry. 

Tujuan dari kontes modifikasi digital ini sendiri untuk memancing para pengguna Hyundai dalam mengembangkan ide-ide baru dalam memodifikasi mobilnya, khususnya Kona.

“Ini sesuai dengan target market Hyundai Kona yang rata-rata berusia 18-35 tahun, dimana pada usia ini masih sangat menggandrungi modifikasi. Dan memang saat ini tren digimods sudah menjadi hobi generasi millenial,” tambahnya.

Peserta yang berhasil terjaring sebanyak 175 orang, terbagi dalam dua kategori, yaitu modifikasi digital (Digital Modification) dan modifikasi sketsa (Drawing Sketch Modification). 

Namun untuk peserta digimods lebih banyak dibanding sketch modification. “80 persen peserta ikut digimods, sisanya cuma 20 persen ambil kategori sketch modification hanya 20 persen,” pungkas Hendrik.

Meskipun disebut sebagai lomba desain modifikasi, dimana peserta dituntut menuangkan ide yang ada di kepala mereka bagaimana desain Kona yang mereka inginkan, tetapi ada bagian-bagian yang tidak boleh dirubah. 

Bagian tersebut antara lain grille depan, headlamp depan, dan lampu belakang yang sudah menjadi signature desain Hyundai. Modifikasi bergaya ekstrem juga tidak diperkenankan karena pada nantinya desain pemenang akan diaplikasikan. 

Hasilnya ada 6 pemenang yang terdiri dari 4 pemenang kategori digital modification dan 2 orang di kategori drawing sketch modification

Mereka adalah Taniady Christian (@zeibekk), Didik Permadi (@didikpermadi09), Wikan Wicaksono Berbhudi (@wikanwicaksono), Daniel Kurniadi (@danielkurniadidk), Reza (@muzazipr), dan Muhammad Andre (@muhammadandre43).

Masing-masing pemenang kontes modifikasi digital ini mendapatkan hadiah voucher senilai Rp 3 juta, dan untuk pemenang drawing sketch modification berhak mendapatkan hadiah Rp 2 juta.

Selamat kepada para pemenang! Jangan lupa untuk melihat model-model Hyundai lainnya di tautan ini. (Z)

Rekor Baru! Mitsubishi FUSO Jualan 2.030 Unit di GIIAS 2019

0

Jakarta – Datang update cukup mengejutkan dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), authorized distributor Mitsubishi Fuso di Indonesia. Yup, di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 yang baru berakhir kemarin, Minggu, 28 Juli 2019, merek ini meraup SPK atau Surat Pemesanan Kendaraan dengan jumlah yang sangat wah!

Penasaran dengan angka wah tersebut? Dari press release yang diterima OLX Indonesia, merek kendaraan niaga asal Jepang ini selama 10 hari GIIAS 2019 mencatat 2.030 unit SPK.

Kalau ini merek kendaraan penumpang, mungkin kita tak perlu heran. Merek Toyota, Honda, Daihatsu maupun Mitsubishi (passanger car) bisa meraup angka tersebut dengan sangat mudah tentunya. 

Tapi ini adalah kendaraan komersial yang harga per unitnya bisa sampai dua-tiga kali lipat dari harga mobil penumpang di segmen middle dan low. Bisa dibayangkan berapa total keuntungan yang diraih KTB selama mengikuti pameran?

“Terima kasih kepada para pengunjung khususnya kepada konsumen yang sudah datang dan melakukan pemesanan pembelian. Kami mendapat respon yang begitu baik, terutama pada enam varian baru Fighter yang kami luncurkan,” ujar Dony Hermawan, Head of PR & CSR KTB mengumumkan rekor pencapaian Mitsubishi FUSO di GIIAS 2019 dalam keterangan resminya, Senin (29/7/2019).

Dibalik itu, pihak KTB juga berharap pencapaian di GIIAS 2019 bisa semakin mendorong penjualan kendaraan niaga di semester kedua.

 “Kami memahami betul bahwa pada semester pertama seluruh atensi masyarakat terpusat pada Pemilu 2019 sehingga ada penurunan permintaan. Pencapaian kami di GIIAS 2019 semoga menjadi pertanda adanya peningkatan permintaan di masyarakat, dan menjadi pendorong penjualan kendaraan niaga untuk terus bertumbuh di semester kedua,” imbuh Duljatmono.

Colt Diesel Sumbang Penjualan Tertinggi

Dari seluruh model kendaraan niaga Mitsubishi yang ditampilkan di GIIAS 2019, segmen Light Duty Truck (LDT) menyumbang angka pesanan paling banyak lewat model Colt Diesel. Kendaraan niaga nomor satu di Indonesia ini tercatat menyumbang sebanyak 1,685 unit SPK.

Sementara produk Medium Duty Truck (MDT) FUSO 266 unit dan Fighter yang merupakan produk terbaru mencapai 79 unit.

Angka ini diakui KTB sebagai rekor yang belum pernah diraih dalam pameran manapun. Pada GIIAS tahun lalu saja, tercatat perusahaan yang bermarkas di Pulomas, Jakarta ini, cuma meraih 775 unit SPK. Artinya dibandingkan dengan pencapaian sekarang, kenaikannya mencapai 162 perse, luar biasa!

Apalagi hasil ini diraih di tengah kondisi pasar kendaraan niaga semester pertama tahun 2019 mengalami penurunan hingga 20 persen. Ini tentunya membawa angin segar serta semangat untuk lebih baik lagi. Selama Januari – Juni 2019, Mitsubishi Fuso berhasil mencapai 18,464 unit penjualan dan memimpin dengan capaian pangsa pasar 44 persen sekaligus menjadi nomor satu di Indonesia untuk urusan mobil komersial. (Z)

Gampang Punya DFSK Super Cab, Tinggal Pilih DP 9 Juta atau Cicilan Rp 100 RIbu/Hari

0

TANGERANG – Masuk enam hari perhelatan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, semakin menarik bila melihat apa saja yang bisa ditemui pengunjung.

Selain kehadiran mobil-mobil terbaru lengkap dengan perempuan pemanis yang biasa disebut SPG dan usher, tentu yang paling banyak dicari orang adalah promo penjualan.

Seperti yang ditawarkan oleh PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek dari merek mobil DFSK. Untuk kali kedua merek mobil asal Tiongkok ini hadir menyapa pengunjung GIIAS.

Selain memperkenalkan Glory 560, Glory i-Auto serta mobil listrik E3, DFSK juga menawarkan promo kepemilikan mobil DFSK dengan cara yang cukup mudah.

Salah satunya adalah program cicilan ringan Rp 100 ribu per hari untuk kendaraan komersial, DFSK Super Cab. Kalau dipikir-pikir, ini tentu lebih murah dibanding harga sewa mobil pick up per hari.

“Kami melihat kebutuhan DFSK Super Cab sebagai kendaraan komersial untuk menggerakkan perekonomian. Untuk itu, kami memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin melakukan pembelian DFSK Super Cab di GIIAS 2019,” jelas Permata Islam, General Manager Marketing PT Sokonindo Automobile dalam keterangan resminya. 

Dalam urusan kepemilikan DFSK Super Cab, konsumen tinggal pilih diantara dua cara mudah yang ditawarkan. “Pertama dengan cara pilih paket DP ringan hanya Rp 9 juta, atau cicilan ringan sebesar Rp 100 ribu per hari untuk tenor selama empat tahun,” tambahnya.

Selain itu, setiap pembelian DFSK Super Cab selama pameran berlangsung, juga mendapatkan tambahan e-money senilai Rp 500 ribu.

Penawaran ini disebut Artha, panggilan akrab Permata Islam, sangat worth it. Apalagi DFSK Super Cab memiliki banyak sekali keunggulan. Sebut saja daya angkut dan efisiensi bahan bakar yang menjadi faktor penentu orang membeli kendaraan komersial segmen pick up.

Disini calon konsumen bisa pilih DFSK Super Cab 1.3 Turbo Diesel atau DFSK Super Cab 1.5 Gasoline. 

DFSK Super Cab 1.3 Turbo Diesel dibekali mesin 1.300 cc berteknologi turbocharged dengan tenaga 73 hp dan torsi hingga 190 nm yang dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan.

Sementara DFSK Super Cab 1.5 mengusung mesin bensin tipe DK 15 Dual VVT Technology 1.500 cc dengan tenaga 100 hp dan torsi 140 nm, dikombinasikan transmisi 5-percepatan manual.  

“Kalau bicara soal efisiensi bahan bakar. Mobil ini sudah kami bawa untuk dilakukan pengujian di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hasil konsumsi bahan bakar untuk DFSK Super Cab 1.5 Gasoline 13,59 kilometer/liter. Dan untuk DFSK Super Cab 1.3 Diesel Turbo lebih irit lagi, yaitu 16.19 kilometer/liter,” jelas Artha.

Kemudian bicara kapasitas muatan, dek DFSK Super Cab boleh dibilang termasuk yang paling besar di kelasnya. Dimensi bak belakang 2,310mm x 1,670mm x 340mm (PxLxT) dengan kapasitas daya angkut hingga 1,399 ton.  

Harga jual untuk DFSK Super Cab 1.5 Gasoline sebesar Rp 119 juta, dan untuk DFSK Super Cab 1.3 Turbo Diesel dibanderol seharga Rp 167 juta. 

Buat pengusaha angkutan, rasanya penawaran dari DFSK ini sayang bila disia-siakan, jadi segera saja merapat ke ICE BSD City, Tangerang, Banten, lokasi pameran GIIAS 2019. (Z)

Free Maintenance Dua Tahun Kalau Beli DFSK Hingga Periode 28 September 2019

0

TANGERANG – Memiliki sebuah mobil tidak semata-mata terpikir hanya pada kenyamanan dan keamanan saat mengendarainya saja. Bukan juga soal teknologi terkini serta fitur kekinian yang ada didalamnya.

Lebih dari itu, bagaimana perawatan serta kemudahan mendapatkan pelayanan dari merek mobil yang dibeli juga sangat dibutuhkan. Dengan rajin melakukan servis dan perawatan, dijamin kendaraan akan memiliki nilai lebih dalam proses selama kepemilikan. 

Hal ini menjadi perhatian lebih bagi pabrikan mobil asal Tiongkok, Dong Feng Sokonindo atau DFSK dalam strategi pemasarannya di Indonesia.

“Kami melihat setelah membeli kendaraan DFSK, maka konsumen harus melakukan perawatan kendaraan agar selalu optimal di berbagai kondisi dan memberikan kenyamanan selama perjalanan,” ungkap Technical Service Manager PT Sokonindo Automobile (DFSK), Sugiartono, di GIIAS 2019.

Sampai saat ini, PT Sokonindo Automobile sudah memiliki 60 bengkel resmi yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Mengusung slogan “All for Customers”, DFSK berusaha membuktikan janjinya kepada konsumen pemilik Glory 580, Glory 560, hingga Super Cab di Indonesia, untuk bebas dari rasa khawatir. 

“Kami ingin memberikan kemudahan bagi konsumen kami dengan menghadirkan total cost ownership yang tidak akan terlupakan. Dimulai dari kemudahan mendapatkan pelayanan purna jual, pelayanan yang ramah dan profesional, hingga biaya perawatan yang terjangkau bagi konsumen,” lanjutnya.

Dijelaskan oleh Sugiartono, pemilik mobil DFSK Super Cab, baik yang 1.5 Gasoline dan 1.3 Turbo Diesel hanya butuh total biaya jasa dan spare parts sekitar kurang lebih Rp 4 jutaan untuk kurun waktu dua tahun atau 50 ribu kilometer.

Sementara untuk biaya perawatan kendaraan penumpang DFSK, Glory 580 dan Glory 560 terbilang sama. “Untuk biaya jasa perawatan dan suku cadang DFSK Glory dengan mesin 1.5 Turbo untuk 50 ribu kilometer pertama atau dua tahun sebesar 5 juta rupiah. Dan untuk yang Glory dengan mesin 1.8 L biaya perawatannya mulai dari 4 juta rupiah, selama dua tahun atau 50 ribu kilometer, mana yang lebih dulu,” sambungnya.

Jika konsumen melakukan pembelian unit DFSK model apapun periode hingga 28 September 2019 nanti, ada promo menarik. Yaitu free maintenance dua tahun atau 50.000 km. 

“Khusus untuk Glory 580 meliputi gratis biaya spare parts dan biaya jasa. Sedangkan untuk Super Cab khusus free oli mesin dan filter oil. Cukup membawa buku service dan menunjukan kartu free maintenance saja setiap akan melakukan servis di bengkel resmi DFSK,” lanjut Sugiartono.

“Intinya DFSK menjanjikan sebuah pengalaman kepemilikan mobil yang tidak akan terlupakan dan skema perawatan yang memudahkan konsumen. Kami selalu berharap konsumen DFSK selalu dalam kondisi yang menyenangkan, dan semakin menyenangkan dengan kendaraan-kendaraan dari DFSK,” pungkasnya. (Z)

Potensi Pasar Mobil Bekas Probolinggo Besar, Goda Harris Mobil Buka Outlet Baru

0

Jakarta – Pasar mobil bekas di berbagai daerah hingga saat ini masih punya peluang yang sangat besar untuk bisa bertumbuh. Semakin tingginya minat konsumen untuk membeli mobil baru menjadi kesempatan pelaku bisnis jual-beli mobil bekas dalam mendapatkan stock kendaraan yang berkualitas.

Kondisi ini tak hanya terjadi di kota-kota besar saja, bahkan di daerah Probolinggo, Jawa Timur, pasar mobil bekas juga terus ramai dan banyak peminatnya. Ini juga yang jadi alasan Harris Mobil membuka diler ke-4 di Kota Probolinggo.

“Ini adalah outlet kami yang ke 4. Dua ada di Surabaya dan 1 lagi di Sidoarjo,” ujar Harris Suwignyo, Direktur Harris Mobil dalam keterangan resmi yang dikirimkan ke OLX Indonesia beberapa waktu lalu.

Harris Mobil membuka outlet terbarunya tepat di Jalan Panglima Sudirman Nomor 246, Probolinggo pada hari Sabtu (27/7/2019). Lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan Simpang Tiga atau Pertigaan King.

Sebelumnya Harris membeberkan alasan kenapa kota Probolinggo menjadi market yang bagus untuk usahanya. Lantaran selama ini dari tiga outlet sebelumnya ia banyak menerima permintaan mobil bekas dari konsumen asal Probolinggo dan sekitarnya. 

“Ini peluang yang kami lihat. Jadi kami putuskan untuk hadir disini (Probolinggo) sekalian agar bisa lebih mudah dijangkau oleh konsumen kami yang ada di Probolinggo,” lanjutnya. 

Diakuinya bahwa tren pasar mobil bekas hingga saat ini masih banyak yang mencari jenis mobil keluarga seperti MPV. Tapi juga tidak sedikit yang minta model city car.

“Yang banyak dicari konsumen adalah tipe MPV seperti Xenia, Avanza. Meskipun city car juga cukup banyak yang cari,” ujarnya.

Menurutnya tren ini di Probolinggo tidak akan jauh berbeda. Karena secara nasional pun mobil bekas yang masih banyak dicari konsumen adalah jenis tersebut.

“Di Harris Mobil Probolinggo kita akan mudahkan konsumen dalam membeli mobil-mobil idamannya. Apalagi kami juga didukung dengan beberapa lembaga pembiayaan terpercaya yang tentunya sangat membantu konsumen membeli secara kredit,” pungkas Harris.

Sebagai tanda kebahagiaan atas dibukanya outlet Harris Mobil ke-4, konsumen yang melakukan transaksi pembelian mobil bekas akan mendapatkan diskon uang muka (DP) hingga Rp 15 juta. (Z)

GIIAS 2019 Bikin Merek Ini Tersenyum Puas!

0

Jakarta – Pameran mobil sekelas Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) sejatinya memang hanya tempat pamer teknologi terkini kendaraan-kendaraan baru maupun masa mendatang dalam bentuk konsep.

Namun hal tersebut juga bukan satu-satunya concern para peserta pameran. “Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui” mungkin jadi peribahasa yang tepat untuk menggambarkan pameran otomotif di Tanah Air.

Selain pamer teknologi, GIIAS 2019 yang baru berakhir hari Minggu kemarin juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk meningkatkan volume penjualan masing-masing agen pemegang merek peserta pameran. 

Promo penjualan bertebaran menarik minat pengunjung untuk melakukan pembelian atau sekadar menandatangani SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). Intinya, pameran itu ujung-ujungnya bagi peserta adalah tempat terbaik untuk jualan unit terbaru ataupun terkini.

Dari update selama sebelas hari pameran GIIAS 2019 berlangsung, beberapa merek langsung saja merilis hasil jualan mereka disana. Cukup banyak yang tersenyum karena target tercapai, namun ada juga yang harus gigit jari karena biaya pameran yang harus mereka bayarkan tidak sesuai dengan hasil penjualannya.

Mitsubishi Sukses Jualan 4.509 Unit Mobil Penumpang 

Update pertama datang dari PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang tahun ini memboyong tiga model baru, Eclipse Cros, Outlander PHEV dan Pajero Sport Limited Edition.

Dari keterangan pers yang disampaikan MMKSI pada hari Senin (29/7/2019), di GIIAS 2019 mereka berhasil membukukan SPK sebanyak 4.509 unit kendaraan. Sebuah angka yang cukup fantastis. Bahkan jumlah ini melewati target yang mereka tetapkan, 4.000 unit.

Namun 'The Real Hero' Mitsubishi bukan datang dari ketiga model baru tersebut. Melainkan Xpander yang berhasil menguasai sekitar 54 persen dari total penjualan MMKSI selama pameran.

Mitsubishi Xpander terjual sebanyak 2.638 unit dengan tipe Ultimate sebagai tipe terlaris, menguasai hingga 53 persen. Disusul Pajero Sport yang berkontribusi sebesar 37 persen. Sisanya sebanyak 8 persen penjualan disumbang Triton, Eclipse Cross, Outlander PHEV dan Outlander Sport. 

“Kami ingin menyampaikan apresiasi tertinggi kepada konsumen Indonesia, atas kepercayaan dan penerimaan yang sangat baik terhadap produk kami. Capaian yang jauh melebihi target awal kami pada ajang GIIAS 2019 tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan layanan terbaik dan menghadirkan produk berkualitas tidak hanya untuk menunjang mobilitas tetapi juga untuk mendukung ambisi dan dengan teknologi terdepan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, untuk masa depan Indonesia,”  ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI.

Mitsubishi FUSO Bikin Rekor Penjualan Tertinggi

Masih dari merek Mitsubishi, namun yang ini adalah merek kendaraan komersial. Dari keterangan resmi yang diterima OLX Indonesia, Mitsubishi FUSO selama pameran GIIAS 2019 berlangsung, sukses mencatat SPK sebanyak 2.030 unit SPK.

Dari seluruh model kendaraan niaga Mitsubishi yang ditampilkan di GIIAS 2019, segmen Light Duty Truck (LDT) menyumbang angka pesanan paling banyak lewat model Colt Diesel. Kendaraan niaga nomor satu di Indonesia ini tercatat menyumbang sebanyak 1,685 unit SPK.

Sementara produk Medium Duty Truck (MDT) FUSO 266 unit dan Fighter yang merupakan produk terbaru mencapai 79 unit.

Angka ini diakui PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) selaku agen pemegang merek dan sole distributor kendaraan niaga merek Mitsubishi di Indonesia mengakui angka tersebut sebagai rekor yang belum pernah diraih dalam pameran manapun.

Pada GIIAS tahun lalu saja, tercatat perusahaan yang bermarkas di Pulomas, Jakarta ini, cuma meraih 775 unit SPK. Artinya dibandingkan dengan pencapaian sekarang, kenaikannya mencapai 162 persen.

“Terima kasih kepada para pengunjung khususnya kepada konsumen yang sudah datang dan melakukan pemesanan pembelian. Kami mendapat respon yang begitu baik, terutama pada enam varian baru Fighter yang kami luncurkan,” ujar Dony Hermawan, Head of PR & CSR KTB mengumumkan rekor pencapaian Mitsubishi FUSO di GIIAS 2019 dalam keterangan resminya, Senin (29/7/2019).

Wuling Motors Raih 1.608 SPK

Wuling Motors yang baru saja merayakan dua tahun eksistensinya di pasar domestik Indonesia juga menjadi salah satu peserta GIIAS 2019 yang berhasil pulang sambil tersenyum. Tahun ini Wuling Motors berhasil meraih banyak sekali prestasi yang membanggakan di pameran Gaikindo.

Mulai dari prestasi Favorite Car Visitor Choice Most Driven Car yang berhasil diraih Almaz dengan inovasi Wuling Indonesian Command (WIND), hingga torehan pemesanan unit hingga 1.608 SPK.

“Kami berterima kasih atas antusiasme pengunjung selama berlangsungnya GIIAS 2019 dan sambutan hangat terhadap varian terbaru Almaz dengan WIND dan konfigurasi 7-seater. Hal ini tergambar dari angka peserta test drive dan pemesanan yang meningkat, ditambah lagi predikat yang diberikan pada medium SUV kami. Tentunya kami akan terus menghadirkan inovasi terdepan melalui produk dan layanan bagi pelanggan sejalan dengan semangat Drive For A Better Life,” jelas Dian Asmahani, Senior Brand Manager Wuling Motors.

Almaz mendominasi total jumlah pemesanan dengan angka SPK 827 unit. Tipe yang paling diminati adalah Almaz Exclusive 7-seater.

Kemudian ada seri Confero yang mencatatkan SPK sebanyak 425 unit dengan Confero sebagai favorit. Lalu diikuti oleh seri Cortez sebesar 339 unit, dimana Cortez CT sebagai varian yang paling dicari. Terakhir, pemesanan Formo tercatat di angka 17 unit.

Glory 560 Sumbang Penjualan Tertinggi DFSK

Masih dari merek mobil asal China, DFSK yang tahun ini memperkenalkan SUV barunya, Glory 560. Pada pameran GIIAS 2019 update penjualan hingga Jumat (26/7/2019) sudah mengantongi 380 SPK. 

Dari angka tersebut, Glory 560 jadi penyumbang penjualan terbanyak, meski tidak disebutkan secara detail.Menurut CO-CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, target mereka selama ikut pameran GIIAS 2019 mencapai 700 unit mobil.

“Ini yang kemarin, hari ini belum ada laporannya, saya kira sampai besok bisa sampai 650 unit terjual, karena hari Sabtu dan Minggu banyak pengunjung yang datang ke GIIAS,” ujar Alexander Barus.

Ditambahkan olehnya, Glory 560 laris tanpa embel-embel promo. Murni karena memang konsumen sangat menginginkan model SUV yang canggih tapi harganya bersahabat.

“Untuk yang Glory 560 tidak ada diskon, harga sudah kita tekan, bayangkan saja harga Rp 239 juta dengan fitur seperti itu sudah tidak bisa lagi kita kasih diskon,” pungkasnya.

Nah, buat kalian yang sudah beli mobil baru, mobil bekasnya iklanin disini aja, dijamin cepat laku! (Z)