Makassar – Salah satu dari tiga model Mitsubishi Motors yang diperkenalkan di ajang GIIAS Makassar 2019 yang berlangsung 11-15 September 2019 adalah Eclipse Cross.
Model SUV terbaru dari Mitsubishi ini mendapat sambutan sangat positif di kota “Anging Mamiri” karena sebelumnya tiga diler PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di Makassar sudah lebih dulu melakukan perkenalan Eclipse Cross kepada konsumen.
“Dari acara test drive Eclipse Cross yang kita gelar untuk potensial customer kami di Makassar kita sudah kantongi 3 SPK. Sementara untuk 5 hari pameran GIIAS Makassar 2019 ini kita targetkan setiap hari ada 1 SPK,” ucap Anton Wijaya, Managing Director PT Bosowa Berlian Motor di acara press conference Mitsubishi di GIIAS Makassar, Rabu (11/9/2019).
MMKSI sendiri berharap model yang didatangkan langsung dari Jepang ini bisa terjual sebanyak 1.000 unit per tahun dengan target untuk wilayah Makassar bisa terjual sebanyak 5 unit per bulan.
MMKSI juga meyakini bahwa Eclipse Cross dan Pajero Sport pasarnya tidak akan saling ganggu karena keduanya punya market berbeda meski sama-sama SUV.
“Sampai saat ini Pajero Sport masih menjadi backbone kami di segmen SUV. Di Sulawesi Selatan Pajero Sport menjadi market leader dengan penguasaan market share sebesar 51 persen. Ini sudah melebihi market share nasional untuk penjualan Pajero Sport,” sambung Imam Choeru Cahya, Executive General Manager Sales & Marketing Division PT MMKSI di tempat yang sama.
Disinggung soal inden Eclipse Cross, MMKSI memastikan bahwa proses pengiriman unit akan dimulai di akhir bulan ini. Tapi untuk tahap awal pelanggan yang diprioritaskan adalah yang sudah memesan di pameran GIIAS 2019 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang pada bulan Juli lalu.
“Target bulanan kita untuk Eclipse Cross adalah 100 unit per bulan, namun dalam sepuluh hari GIIAS 2019 kemarin kita sudah kantongi penjualan sebanyak 115 unit. Jadi kita akan kirimkan ke konsumen yang memesan di sana terlebih dahulu,” jelas Imam Choeru Cahya.
“Saat ini, unit yang tersedia khusus dipakai untuk keperluan diler. Akhir September atau awal Oktober 2019 bisa mulai dikirimkan. Sebab, pertengahan bulan ini akan dilakukan proses bea & cukai dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara untuk konsumen daerah harus sedikit bersabar karena kemungkinan baru di akhir tahun MMKSI melakukan pengiriman.
“Kita fokuskan dulu kepada konsumen yang sudah melakukan pemesanan di GIIAS 2019 kemarin. Di Makassar kan baru, jadi kita lihat dahulu nanti animonya seperti apa,” kata Imam.
“Diusahakan, pengiriman tak akan berjarak lama. Mungkin akhir tahun,” pungkasnya. (Z)
Makassar – Tentu kalau bicara helm di kalangan anak motor, Shoei adalah salah satu merek yang paling di inginkan. Yup, merek helm asal Jepang ini jadi salah satu helm ternama dan dipercaya sebagai safety gear paling aman dalam urusan melindungi kepala.
Helm Shoei tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari jenis full face, half face, modular, jet helmet dan juga off road.
Adalah Eitaro Kamata yang memulai bisnis produksi helm Shoei pada tahun 1958.
Fokus investasi di sektor R&D serta desain yang keren membuat helm kebanggaan Marc Marquez di setiap balapan MotoGP ini jadi berbeda dengan helm produksi Jepang merek lainnya.
“Semakin rumit sebuah helm, semakin banyak fitur dan teknologi yang di sajikan guna menunjang performa helm,” ucap Kenichiro Ishida Presiden Shoei dalam sebuah siaran pers, Kamis (12/9/2019).
Shoei memiliki dua pabrik produksi di Jepang yang terletak di Iwate dan Ibaraki. Setiap harinya kedua pabrik yang memperkerjakan 550 orang tersebut memproduksi 2.000 helm.
Menjadi salah satu helm terbaik di dunia, Shoei terus menghadirkan desain dan model helm terbaru guna memenuhi pasar dunia akan helm yang menggunakan material dengan kualitas terbaik dan teknologi masa kini.
Hingga kini Shoei sudah mengantongi berbagai sertifikasi homologasi dunia seperti ECE (Eropa), DOT(USA), 3C (China), AS (Australia) dan SNI (Indonesia) serta lolos dari standar FIM untuk menjadi helm berbahan dasar fiber glass yang diakui sebagai helm terbaik yang unggul dalam hal keamanan dan performa dalam berkendara.
Pemeliharaan Sertifikat SNI Distributor
Penyebaran helm Shoei hingga saat ini sudah sampai ke seluruh belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika.
Pasar Indonesia sendiri menjadi sangat penting untuk Shoei. Bahkan prinsipal helm ini sangat konsen untuk mengembangkan dan memperhatikan pasar Indonesia yang sedang tumbuh, dengan membantu distributor memerangi helm non SNI dan helm palsu.
Di Indonesia, helm ciptaan Eitaro Kamata ini di distribusikan oleh PT Prakarsa Bangun Sarana sebagai satu-satunya yang menjual Shoei secara resmi.
Dalam urusan menjadi distributor, PT Prakarsa Bangun Sarana juga wajib mengantongi sertifikat SNI.
“Pengimport helm tanpa memegang sertifikat SNI Wajib dikategorikan sebagai pedagang dan barang ilegal,” ucap ucap salah satu petinggi senior dari B4T yang merupakan Balai pengujian terbesar di Indonesia.
Terkait hal tersebut, pada hari Rabu, 11 September 2019 lalu, para auditor B4T dari Indonesia dan perwakilan PT Prakarsa Bangun Sarana diberi kesempatan mengunjungi pabrik Shoei melakukan surveilance tahun ke-2 pemeliharaan sertifikasi SNI yang sudah berlaku.
“Sertifikasi SNI ini berfungsi dalam regulasi perdagangan bebas dan parameter keamanan untuk pemakai helm. Regulasi ini di awasi oleh Kepolisian, Kementerian Perhubungan dan Perindustrian,” pungkasnya. (Z)
Global Positioning System (GPS) pada mobil menjadi peranti sangat penting karena mampu memudahkan kita bernavigasi saat berkendara. Saat pertama kali GPS diterapkan pada kendaraan, maka bisa disebut sebagai barang mewah.
Di era orang masih banyak yang tersesat di jalan karena malu bertanya, mereka yang mengendarai mobil dengan GPS akan selamat tanpa nyasar sampai tujuan. Tapi ternyata bukan mobil dari raksasa Eropa seperti BMW atau Mercedes-Benz yang jadi pionir GPS built-in pertama di mobil.
Ada satu masa di Jepang yang dikenal sebagai 'Bubble Era', ketika ekonomi Jepang sedang melesat dan pabrikan Negeri Sakura berlomba-lomba bereksperimen membuat mobil dengan desain nyeleneh hingga teknologi canggih yang bisa dibilang mendahului masanya.
Salah satunya yang begitu menggila dengan lini produknya adalah Mazda. Selain melahirkan mobil dengan desain ajaib seperti Autozam AZ-1, mobil sport RX-7 (FD), roadster laris MX-5 (NA) dan lainnya, Mazda nyaris melahirkan sub-brand mewah seperti Lexus-nya Toyota. Namanya Amati.
Amati sudah menyiapkan mobil super mewah, sedan dengan V12 4.000cc yang konon bakal dinamai Amati 1000. Namun sialnya ekonomi Jepang kolaps dihantam resesi panjang dan proyek Amati batal. Akan tetapi setidaknya ada dua model yang sebelumnya diproyeksikan masuk lini produk Amati dan kemudian diselamatkan Mazda untuk tetap diproduksi.
Pertama, ada Mazda Millenia. Cikal bakal Amati 1000 yang juga batal mendapat mesin V12. Kemudian model kedua adalah mobil pertama di bumi yang mendapat built-in GPS, Mazda Eunos Cosmo.
Sumber: Mazda
Mazda Eunos Cosmo diproduksi pertama kali pada 1990 dan berakhir pada 1996. Mobil mengadopsi gaya bodi coupe 2+2 namun lebih cocok disebut grand tourer. Varian tertinggi Cosmo mendapat built in GPS dengan layar sentuh yang disebut Car Control System (CCS).
Antena GPS dibuat tersembunyi di atap mobil dan layar sentuh digunakan untuk mengontrol dan memonitor semua fungsi seperti ABS, climate control, car phone, CD player bahkan TV. Mazda mengklaim GPS di Eunos Cosmo akurat sampai jarak sedekat 45 meter.
Sumber: Mazda
Selain Built-in GPS, Apa Lagi yang Spesial dari Mazda Eunos Cosmo?
Eunos Cosmo dibangun di atas platform JC. Platform ini begitu spesial. Tidak pernah lagi digunakan Mazda untuk mobil lain selain Eunos Cosmo. Beranjak ke dapur pacu, ada dua opsi mesin yang ditawarkan dengan konfigurasi yang juga disebut pertama kali di bumi.
Dua opsi mesin tersebut adalah mesin 13B-RE dan 20B-REW. Eunos Cosmo juga menjadi mobil pertama dengan mesin rotary yang dijejali twin sequential turbo yang dapat mengeliminasi turbo lag. Versi mesin 13B-REW twin-turbo bahkan baru mendarat di RX-7 FD pada awal 1992.
Sumber: Mazda
Adapun versi Eunos Cosmo yang dijejali mesin 20B-REW adalah versi yang lebih langka. Berkapasitas 2.000cc, mesin ini diklaim Mazda memuntahkan daya sekitar 280 Tk, sesuai gentlemen's agreement di Jepang soal pembatasan output mobil.
Akan tetapi, sebenarnya mesin mobil ini mampu melontarkan tenaga hingga 300 Tk dan bisa melesat hingga kecepatan 255 km/jam, meskipun dibatasi secara elektronik mentok di 180 km/jam.
Bukan hanya mesin yang spesial, konfigurasi suspensinya juga unik. Hal ini berkat suspensi belakang mobil yang menggunakan empat peredam kejut, alih-alih dua seperti biasanya.
Nah jika itu masih belum cukup untuk menunjukkan betapa gilanya Mazda pada mobil ini di zaman itu, ada fitur sport mode berupa tombol yang disebut NRM/PWR. Tombol ini berfungsi untuk menahan gigi lebih lama dengan menaikkan titik perpindahan gigi, sistem yang diklaim Mazda juga sebagai yang pertama ada di bumi.
Sumber: Mazda
Mobil Hebat di Waktu yang Salah
Selama siklus produksinya, Mazda Eunos Cosmo dibanderol pada titik harga yang sama dengan BMW dan Mercedes-Benz. Mobil hanya diproduksi sebanyak 8.853 unit dan dianggap sebagai pesaing berat mobil semacam Lexus SC 400 hingga Jaguar XJS.
Eunos Cosmo layak disebut sebagai mobil hebat Mazda di waktu yang salah. Saat skala perusahaan masih kecil, kurang beruntung akibat merosotnya ekonomi Jepang dan belum mengalihkan fokusnya ke segmen pasar yang lebih tinggi seperti sekarang.
Semoga saja ketika generasi baru mesin rotary Mazda sudah masuk jalur produksi nanti, raksasa Hiroshima itu tak hanya melahirkan kembali RX-7, tetapi juga membuat model baru lain yang membuat dunia bisa mengingat kembali akan eksistensi si mobil canggih yang kurang beruntung, Eunos Cosmo. (Dhan/Her)
Kendaraan bermotor listrik dianggap menjadi sebuah evolusi dalam teknologi kendaraan bermotor. Dengan kendaraan bermotor listrik hal tersebut dianggap mampu memberikan lingkungan lebih hijau karena tak ada emisi gas buang yang dihasilkan.
Kendati demikian, kendaraan bermotor atau mobil listrik masih punya kendala, yaitu soal baterai. Hal ini juga dipahami semua pabrikan.
Selain limbah yang menjadi isu paling hangat, masalah baterai yang belum terpecahkan termasuk soal harga mahal, bobot yang berat, sampai waktu pengecasan masih tergolong lama dibandingkan pengisian bahan bakar minyak.
Ternyata soal masalah baterai ini juga masih menjadi pekerjaan rumah pabrikan otomotif. Tek terkecuali Wuling Motors di Indonesia yang sudah memiliki produk mobil listrik, berupa E100 dan E200.
Menanggapi hal tersebut, Product Planning Wuling Motors Danang Wiratmoko angkat bicara. Menurutnya, baterai mobil listrik memungkinkan untuk di daur ulang. Pasalnya, dalam industri otomotif tak hanya pabrikan mobil saja yang ikut andil dan mengembangkan kendaraan listrik, tetapi akan ada perusahaan baterai juga.
“Saya yakin ada beberapa perusahaan yang berskala global, yang punya kapasitas punya teknologi untuk menangani limbah baterai ini,” kata Danang beberapa waktu lalu.
Karena itu, dia mengungkapkan, jika mobil listrik sudah menjalar di jalanan Indonesia, bukan tak mungkin proses dan pengaplikasiannya juga bisa dilakukan. Termasuk penanganan terhadap limbah bakal menjadi masukan peraturan-peraturan terkait.
“Jadi akan memunculkan industri baru berupa pendukung manufacturing baterai, jadi baterai bisa didaur ulang tapi prakteknya tetap melihat perkembangan infrastruktur industri lainnya, tuturnya.
Tak hanya baterai, lanjut Danang, pada dasarnya kendaraan bermotor listrik dan komponen di dalam nya saat ini masih menjadi ekosistem industri baru yang tak menutup kemungkinan masih saling berkaitan. Termasuk soal tempat atau stasiun pengisian daya.
“Kami jual mobil tapi kan tidak jual bensin, kalau bensin pastikan perusahaan sebelah. Mungkin untuk kendaraan listrik, ini juga salah satu kasus yang sama. Jadi nanti provider mobil dan provider listrik itu mungkin adalah dua perusahaan yang berbeda,” jelas dia.
Namun begitu Danang rupanya punya argumen sendiri, dimana soal pengisian daya memungkinkan Wuling Motors memiliki tempat charging khusus. Salah satunya terletak di dealer Wuling.
Hanya saja, menurutnya, jika kendaraan bermotor listrik suatu saat menjadi sesuatu yang mainstream di Indonesia, dan menyangkut hidup orang banyak, maka charging listrik itu pasti akan diatur oleh negara.
“Jadi kalau kita nanti bikin semacam pom listrik khusus untuk Wuling nanti yang lain ngiri,” tuturnya. (Her)
Tahun 90-an jadi masa-masa transisi khususnya di dunia otomotif. Pasalnya, banyak perubahan-perubahan yang terjadi sehingga sektor otomotif semakin berkembang.
Bagaimana tidak, pada era 90-an, pabrikan otomotif sedang rama-ramainya menggarap mobil dengan transmisi otomatis. Namun sayang, saat itu mobil dengan transmisi otomatis, tidak lantas laku dipasaran karena isu boros bahan bakar. Maka dari itu tak sedikit orang yang justru mempertimbangkan pilih mobil transmisi otomatis.
Pada akhir 90-an juga menajadi sejarah dimana muncul mobil-mobil yang dijejali mesin turbo. Namun itu, penggunaan turbo bukan untuk membuat irit bahan bakar ya, tapi supaya lebih powerfull.
Tak sampai disitu, di akhir 90-an juga dianggap sebagai peralihan pabrikan mobil mendesain produknya berbentuk mengkotak menjadi aerodinamis. Tentunya, siapapun yang melihatnya kala itu, tampilan mobil terlihat modern dan keren.
Nah, OLXer mau tau nggak, mobil-mobil lansiran 90-an apa saja yang dianggap masih keren dan tak kalah ciamik dari model-model masa kini? Berikut 10 mobil yang dirangkuman situs Carbuzz:
Setelah lebih dari 10 tahun menjadi bahan pembicaraan PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) akhirnya secara resmi merilis produk sekaligus mengumumkan pabriknya yang berlokasi di Desa Demangan, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Tak tanggung-tanggung, peluncuran dan peresmian Esemka dilakukan langsung Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu itu juga langsung menjajal bagaimana rasanya duduk di salah satu mobil Esemka yaitu Bima.
“Saya tidak ingin maksa pada bapak ibu dan saudara-saudara semuanya untuk beli, tapi kalau lihat produknya tadi saya sudah buka, sudah coba, sudah lihat, sudah tes memang wajib kita beli barang ini. Kalau beli barang dari produk lain ya kebangetan apalagi yang impor,” ungkap presiden yang akrab disapa Jokowi, dalam keterangan tertulis di situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
Jokowi juga mengaku langsung melihat bagaimana mesin dan komponen Esemka Bima saat dirakit. Bahkan dirinya senang bahwa supplier-supplier komponen sudah banyak dibuat di dalam negeri.
“Artinya local content-nya juga sudah baik, meskipun saya tahu pasti belum sampai ke angka 80 apalagi 100 persen,” kata Presiden.
Presiden sendiri mengakui, memang tidak mudah, dan tidak gampang masih di tengah persaingan pasar otomotif saat ini. “Tetapi kalau kita sebagai sebuah bangsa mau menghargai karya kita sendiri, brand dan prinsipal kita sendiri ini akan laku,” ujarnya.
Jokowi meyakini, pabrik mobil Esemka ini akan memiliki efek yang berantai multiplayers effect mulai dari pemasok, industri-industri menengah, industri-industri kecil, sampai industri rumah tangga.
100 Persen Swasta
Para pekerja sedang melakukan proses perakitan mesin mobil Esemka. (Chamdan Purwoko- Bisnis Indonesia)
Sementara itu, Presiden Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi Eddy Wirajaya mengatakan, pabrik Esemka adalah perusahaan swasta nasional yang 100 persen dimiliki oleh swasta. Bukan mobil nasional (mobnas) seperti yang dipahami selama ini.
“Lebih tepatnya merupakan mobil buatan Indonesia karya anak bangsa sendiri,” kata Eddy.
Ia berharap dengan peresmian ini, Esemka bisa merintis kemajuan industri otomotif buatan Indonesia. (Her)
Beberapa hari terakhir ini ada berita viral soal hunian indekos ala sleep box di Jepang yang berlokasi di Jalan Rawa Selatan V, Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Hanya saja kosan dengan ukuran kamar dua meter, lebar satu meter dan tinggi 90 centimeter itu kini disegel pemerintah Jakarta Pusat karena dianggap tak memiliki izin usaha (untuk kosan).
Selain itu, bentuk kamar kosan juga cukup kecil, ditambah minim fasilitas sehingga dinilai tak manusiawi untuk ditinggali manusia.
Kendati sempit, faktanya, kostan tersebut banyak dicari dan disukai pelanggan. Ya, hal ini karena harga sewa yang ditawarkan tergolong murah yaitu sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. Sedangkan untuk bisa juga sehari Rp 50 ribuan.
Salah satu kostan berkonsep Sleep Box di Jakarta. (Instagram Satpol PP DKI Jakarta)
Di luar heboh kosan boksi di Jakarta, ternyata sewa hunian dengan bentuk minimalis juga diterapkan di beberapa negara. Tak terkecuali di Hongkong.
Di kota yang disebut Asia World City (Kota Asia Dunia) ini memang seperti tak pernah tidur. Keramaian selalu terlihat siang dan malam. Belum lagi kemegahan disuguhkan dengan berderet gedung pencakar langit, serta gemerlap toko-toko di kota sehingga memberikan kesan meriah.
Namun berbanding 180 derajat dengan segala kemewahan yang terpampang di depan mata. Penduduk Hongkong ternyata banyak yang tak memiliki kediaman sendiri seperti halnya rumah. Bahkan, pada 2018, Hongkong genap delapan tahun berturut-turut, menjadi kota dengan harga rumah termahal di dunia.
Karena itu, banyak warga Hongkong mengeluhkan sulitnya untuk mencari hunian. Jika pun ada, harganya sangat mahal dan hanya berlaku bagi orang-orang tajir melintir.
Oia, jangankan punya rumah atau apartemen dengan cara membeli, untuk sekedar sewa hunian dengan kondisi layak, harganya sangat mahal.
Salah satu hunian yang bisa disewa di Hongkong. (Capture Youtube VOX)
Oleh sebab itu, banyak warga Hongkong kini berdesakan tinggal di sebuah apartmen dengan ukuran sangat kecil. Bahkan, ada juga beberapa lokasi sewa hunian yang tidak lagi berbentuk kamar dengan ukuran 3×3 meter seperti yang ada di Indonesia.
Sebaliknya, hunian yang disewakan justru mirip peti mati atau kandang hewan, karena bentuknya memang dibuat dari kayu-kayu, serta seperti sangkar besi, sehingga hanya muat untuk satu orang.
Tentu saja, jika OLXer melihat beberapa rumah susun di Jakarta, itu jauh ideal dan lebih manusiawi.
Tren Hunian Kecil
Sleep Box Jakpod Hotel. (Booking.com)
Untuk menyiasati hunian kecil yang dianggap tidak layak, pada dasarnya konsep tersebut sudah diubah dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, ada juga jasa sewa kamar dengan bentuk kecil atau bentuk kapsul yang disebut sleep box. Kamar dengan bentuk kotak ini juga sudah masuk ke Indonesia lho.
Beberapa wilayah di kota besar di Tanah Air juga menerapkan sleep box. Hanya saja sleep box ini banyak digunakan untuk hotel. Oia, OLXer jangan harap ingin menginap bareng keluarga. Sebab, sleep box ini hanya muat untuk satu atau dua orang saja.
Hotel-hotel yang menerapkan konsep sleep box, umumnya banyak ditawarkan karena harganya relatif lebih murah dan dipakai hanya sesaat. Selain itu, mereka yang menggunakan sleep box, biasanya memang sekadar ingin rebahan dan tidur dengan waktu sebentar.
Konsep Sleep Box Jakpod Hotel. (Booking.com)
Perlu OLXer ketahui, karena namanya saja sleep box, maka tempat ini cukup kecil sehingga tak memiliki kamar mandi atau dapur. Jika ingin buang air kecil Anda harus keluar dari sleep box terlebih dahulu dan masuk ke kamar mandi umum yang disediakan pengelola. Demikian juga dengan dapur.
Di Jakarta, ada juga hotel berkonsep sleep box yaitu Jakpod Hotel yang salah satu lokasinya di Jakarta Pusat. Fasiltas kamar bebas rokok, lounge bersama, Wi-Fi gratis, dan taman. Semua kamar memiliki TV layar datar dengan saluran kabel dan kamar mandi bersama. Akomodasi ini menyediakan resepsionis 24 jam dan layanan kamar untuk Anda.
Kamar-kamar di hotel kapsul ini memiliki AC dan lemari pakaian. Bahkan hotel ini ternyata menawarkan sarapan kontinental atau prasmanan.
Adapun konsep hotel dengan menerapkan sleep box, pertama kali digarap oleh arsitek Jepang Kisho Kurokawa pada 1979. Saat ini, sleep box sudah semakin populer dan dianggap sesuai untuk mereka yang ingin hidup sederhana. (Her)
Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan, sudah ditandatangani Presiden RI Joko Widodo.
Adanya regulasi soal Kendaraan Bermotor Listrik ini tentunya akan jadi era baru bagi Indonesia di sektor otomotif yang lebih ramah lingkungan. Hal ini pula mendapatkan banyak dukungan dari sejumlah pabrikan otomotif dunia yang sudah menancapkan kuku bisnisnya di Tanah Air.
Namun begitu, bagi sosok teknokrat Indonesia yang ahli dalam teknologi motor penggerak listrik, Ricky Elson, Indonesia dianggap sangat tertinggal, tidak hanya soal mobil, namun teknologi-teknolog pendukung, termasuk teknologi produksi dan industri.
Pria yang sempat bekerja di sebuah perusahaan di Jepang itu juga mengatakan, tak ingin anak muda Indonesia hanya menjadi generasi unboxing.
Seperti diketahui, istilah unboxing ini kerap ditemui di media sosial seperti Youtube, di mana seseorang pertama kali mengupas kotak atau kemasan yang di dalamnya ada barang baru dan akan di review bagus atau tidak.
“Selama ini apakah kita selalu berbahagia anak-anak kita kelak hanya menjadi generasi unboxing? ‘Hallo guys gw mau mau kenalin Toyota i-Road yang keren. Hallo guys ini Tesla yang baru’. Seharusnya, jika ingin percepatan, unboxing itu sambil tangis darah, kapan kita bisa bikin (menciptakan barang) seperti ini!, ini undangan, ini tantangan, bukan hanya sekadar menikmati keadaan, ” ungkap Ricky saat ditemui beberapa waktu lalu.
Bicara soal kendaraan listrik, kata Ricky, pada dasarnya teknologi ini bukan teknologi baru. Sebaliknya pria berdarah Minang itu sempat mengembangkan mobil listrik diminta Dahlan Iskan saat menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kala itu, Ricky mengembangkan mobil listrik yang dikenal dengan nama Selo dan Juga Tuxuci pada 2012 silam.
Ricky sendiri menyatakan, untuk mengembangkan kendaraan bermotor listrik ada baiknya dilakukan secara bersama-sama saling mendukung bukan saling menjatuhkan.
Harus Segera
Untuk mengembangkan teknologi listrik memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Meski banyak keterbatasan dan ketertinggalan, Indonesia harus memulai.
Ricky sendiri bercerita, Amerika Serikat pada 2013 lalu melakukan penelitian besar-besaran hanya untuk mengembangkan kendaraan listrik agar lebih ramah lingkungan.
“Untuk mengembangkan satu electric motor saja, dari pemerintah itu 60 juta dollar, kita disini ada BPPT, ada pemerintah DKI, negara, tanya berapa anggaran untuk teknologi ini? Apakah kita hanya memetik memetik saja? Padahal teknologi dunia sudah berubah,” jelasnya.
Ricky juga cukup menyayangkan, di tengah negara lain sudah memproduksi massal mobil listrik dengan mesin setara 2.200 cc dan power yang dihasilkan 2.000 Tenaga Kuda, namun Indonesia masih memiliki tantangan, yaitu melilit dinamo hanya menggunakan tangan.
“Oleh karena itu saya berharap stakeholder yang datang kesini, apa bersama solusi kita untuk memikirkan jalan keluar?
“Kemarin pas pembukaan harus jadi produsen, Menristekdikti juga bilang rantai pasok harus disiapkan, Presiden (Jokowi) satu tahun lalu (mengatakan) Ini harus disegerakan. Lalu tinggal nunggu apalagi? Dan memang seharusnya kita mulai bergerak bersama-sama mengoptimalkan daya dan upaya kita supaya kita tidak hanya menjadi generasi unboxing,” tuturnya. (Her)
Pengendara sepeda motor kerap tak sabar jika di jalan raya. Bahkan tak sedikit dari mereka memotong jalan dengan menggunakan trotoar sebagai jalur bebas hambatan. Tentu saja ini sangat berbahaya.
Bahkan baru-baru ini ada seorang pengendara motor melaju di trotoar sehingga hampir mencelakai seorang anak kecil di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Parahnya pengendara motor yang diketahui berinisial HGT, asal Bekasi itu terima ditegur dan direkam oleh pejalan kaki. Sebaliknya, dia menyerang orang yang merekam peristiwa tersebut, lalu kabur.
Namun nahas, berbekal rekaman yang viral di media sosial dan nomor polisi B 3525 KSY, pelaku yang mengenakan sweater hitam dia ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat.
Seorang pemotor masuk jalur trotoar Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. (capture @koalisipejalankaki)
Nah, belajar dari kasus ini, OLXer harus tau pada dasarnya pejalan kaki juga memiliki hak dalam berlalu lintas serta diatur dalam pasal 131 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang berbunyi:
(1) Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
(2) Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.
(3) Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pejalan Kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan memperhatikan keselamatan dirinya.
Selain itu, melewati jalur trotoar juga diterapkan dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi (Perda DKI Jakarta 5/2014) Pasal 90 ayat 2, yang berbunyi:
Setiap pengemudi Kendaraan Bermotor dilarang mengoperasikan Kendaraan Bermotor di lajur sepeda dan fasilitas Pejalan Kaki berupa trotoar.
Dalam Perda DKI Jakarta 5/2014 juga menyebutkan pasal 88 ayat 2, yang berbunyi:
Setiap pengemudi Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mentaati tata tertib berlalu Lintas Jalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Adapun bagi pengendara yang nekat masuk trotoar bisa dikenakan ayat 2 pasal 106 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yang berbunyi:
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.
Sementara itu, sanksi bagi pengendara yang melanggar bisa dikenakan pasal 284 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yang berbunyi:
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.
Atau, menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir pelaku bisa juga dikenakan pasal lain.
“Pasal 287 Ayat 1 uu no 22/2009. Sanksinya 2 bulan kurungan atau denda Rp 500 ribu,” ucap Nasir kepada News OLX.
Adapun bunyi pasal 287 ayat 1 yaitu:
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu rupiah.
Jika merujuk pasal 88 ayat 2 Perda DKI Jakarta 5/2014, maka bisa dikenakan pasal 257, yaitu :
Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor yang melanggar ketentuan Pasal 88 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.
Wah, bisa double nih sanksinya jika melanggar aturan yang satu ini. OLXer jangan sampai melanggar yah… (Her)
Bulutangkis jadi salah satu cabang olahraga yang banyak menyumbangkan medali untuk Indonesia. Hal ini dikarenakan kehebatan para atlet di lapangan.
Namun di sisi lain, para atlet juga banyak bermunculan berkat para pencari bakat, termasuk kehadiran Persatuan Bulutangkis Djarum, yang rajin mencari calon bintang bulutangkis masa depan melalui Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis yang digelar Djarum Foundation.
PB Djarum ini memang sudah banyak melahirkan atlet-atlet bulutangkis hebat yang mampu mengangkat derajat Indonesia di mata dunia. Namun kali ini, nama PB Djarum sedang hangat-hangatnya menjadi pembicaraan khalayak, karena PB Djarum akan menghentikan audisi pencarian bakat bulutangkis pada 2020 mendatang.
Alan Budikusuma mantan atlet nasional dan PB Djarum maluikan penilaian saat Audisi PB Djarum. (PB Djarum)
Nah, beberapa atlet PB Djarum yang mengharumkan nama bangsa kini menjadi legenda. Mereka bahkan menjadi idola bagi generasi atlet muda Indonesia. Adapun beberapa atlet tersebut antara lain Liem Swie King, Hastomo Arbi, Hadiyanto, Kartono, Heryanto, Christian Hadinata, dan Hadibowo, dan juga Icuk Sugiarto.
Namun selain itu, ada juga nama-nama beken lainnya yang menjadi jebolan PB Djarum, yaitu Alan Budi Kusuma, Sigit Budiarto, Chandra Wijaya, Tontowi Ahmad, Mohammad Ahsan, hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Ya, pada dasarnya, atlet hasil olahan tangan-tangan dingin pelatih PB Djarum jumlahnya sangat banyak. Bahkan hampir semua turnamen yang diadakan nasional maupun internasional menjadi santapan bagi para atlet yang bermarkas di Gelanggang Olahraga Bulutangkis Djarum, Kudus, Jawa Tengah.
Meski banyak melahirkan legenda, PB Djarum pada 2020 mendatang akan menghentikan audisi umum beasiswa bulutangkis. Hal ini disampaikan langsung Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.
Dihentikannya ajang pencarian bakat bulutangkis ini, dikarenakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) menyebut kegiatan audisi beasiswa PB Djarum melanggar regulasi, dimana mereka meminta audisi itu tidak menggunakan nama merek, logo, dan gambar produk tembakau.
“Saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik,” jelas Yoppy, dalam situs resmi PB Djarum.
Yoppy sendiri mengatakan, untuk audisi 2019 di Purwokerto, audisi kali ini PB Djarum menurunkan semua brand PB Djarum, hal ini dilakukan untuk mereduksi polemik, mulai dari kaos dan lainnya.
“Banyak yang mendukung kita seperti dari para legend, dan PP PBSI. Tetapi sementara akan dihentikan dulu tahun depan, dan kami akan diskusi di dalam mengenai format kedepannya seperti apa,” tegas Yoppy.
Meski begitu, audisi umum PB Djarum 2019 akan dilakukan terus hingga final nanti yang berlangsung di Kudus, November 2019 mendatang.
Asal Mula PB Djarum
Atlet-atlet PB Djarum zaman dahulu. (PB Djarum)
Seperti dilansir situs resmi PB Djarum, awal mula klub bulutangkis ini bermula dari kecintaan Budi Hartono (CEO PT Djarum) pada bulutangkis serta tingginya kegemaran karyawan PT Djarum bermain dan berlatih pada olah raga yang sama.
Maka pada tahun 1969 brak atau tempat karyawan melinting rokok di jalan Bitingan Lama (sekarang jalan Lukmonohadi) No. 35 – Kudus setiap sore hari digunakan sebagai tempat berlatih bulutangkis di bawah nama komunitas Kudus.
Seiring perkembangan bulutangkis, pada awal 70’an, masyarakat sekin menggemari olahraga ini. Pada 1970, Brak menjadi tempat latihan masyarakat di luar karyawan Djarum.
Sejarah juga mencatat, pada 1972, PB Djarum melahirkan sang juara. Dia adalah Liem Swie King yang mengukur prestasi nasional pertama Juara Tunggal Putra Junior di Piala Munadi.
Banyaknya atlet yang giat dalam olahraga bulutangkis, pada 1974 PB Djarum Kudus diresmikan. Saat itu diketuai Setyo Margono.
Pada 1976, PB Djarum Semarang diresmikan. Selain itu, pada tahun ini Liem Swie King mencapai All England Final. Namun saya belian harus menerima kekalahan dari rekan sesama pebulutangkis Indonesia, yaitu Rudy Hartono.
Selang dua tahun atau sekitar 1978, Liem Swie King menjadi pemain PB Djarum pertama yang menjuarai Tunggal Putra All England. Nama Liem Swie King juga mengukir bahwa dirinya Juara Tunggal Putra asal Indonesia ketiga.
Setahun kemudian, atau pada 1979, Liem Swie King kembali mempertahankan prestasinya dengan menjuarai All England.
Masuk 1981, Liem Swie King kembali menjadi juara All England untuk ketiga kalinya. Selain itu, PB Djarum juga melahirkan juara baru yaitu Kartono dan Heryanto mampu menjadi juara Ganda Putra All England.
Tahun berikutnya atau 1982, sarana bulu tangkis terpadu dibuka di Kaliputu – Kudus. Nah, pada tahun berikutnya atau 1984 Indonesia kembali merebut Thomas Cup. Tujuh dari delapan anggota tim Thomas berasal dari PB Djarum. Selain itu, Kartono dan Heryanto kembali menjadi juara Ganda Putra All England.
Masuk tahun 1985, PB Djarum Jakarta diresmikan, kemudian disusul pada 1986 PB Djarum Surabaya. Nah, selang dua tahun kemudian, banyaknya atlet yang disaring, akhirnya pada 1989 pusat pelatihan di Jakarta diputuskan sebagai tempat pelatihan Pemain Ganda (Putra, Putri, dan Campuran).
Namun perlu dicatat, di tahun ini pula Ardy B Wiranata yang di kategori Tunggal Putra menjadi Runner-up Kejuaraan Dunia.
Pada 1990, terjadi unifikasi, antara PB Djarum Kudus dengan PB Djarum Jakarta, menjadi PB Djarum. Meski beda tempat, namun fokus utamanya tetap sama, dan juga masih di bawah naungan PB Djarum.
Di awal 90’an atau 1991, bulutangkis Indonesia kembali berjaya. Kala itu, Ardy B. Wiranata yang turun di Tunggal Putra menjadi juara All England. Nama Ardy jadi orang Indonesia ke-4 yang mampu menjadi Juara Tunggal Putra All England.
Hal ini disusul pada 1992, dimana Alan Budikusuma meraih medali Emas Olimpiade. Kemudian Eddy Hartono dan Gunawan menjadi Juara Ganda Putra All England.
Tahun berikutnya atau 1993, Haryanto Arbi di Tunggal Putra menyabet Juara All England, kemudian Tunggal Putra Alan Budikusuma menjadi jawara di Piala Dunia.
Masuk 1994: Tunggal Putra Haryanto Arbi., kemudaian ganda campuran Gunawan dan Bambang Suprianto menjadi Juara Ganda Putra All England.
Kemudian pada 1995, Tunggal Putra Haryanto Arbi kembali menjadi juara Kejuaraan Dunia. Tak sampai itu, PB Djarum juga mampu menyabet Perunggu pada Olimpiade Atlanta 1996 yang disumbangkan Ganda Putra Antonius dan Denny Kantono.
Tak hanya itu, pada 1997, Sigit Budiarto dan Chandra Wijaya menjadi Juara Dunia. Dua tahun kemudian memang sepi kemenangan atau pemberitaan. Namun berbeda pada 2000, dimana Ganda Campuran Trikus Haryanto dan Minarti Timur, memperoleh Perak di ajang Olimpiade.
Masuk di 2003, Ganda Putra Indonesia dari PB Djarum, Sigit Budiarto dan Candra Wijaya menjuarai All England.
Selang setahun atau 2004, PB Djarum mulai pembangunan GOR bulu tangkis bertaraf internasional di jalan Jati – Kudus. Di atas lahan 43.207 meter persegi.
Di tahun ini pula, Ganda Putra Eng Hian dan Flandy Limpele memperoleh perunggu di ajang Olimpiade Athena.
Pada 2006, PB Djarum meresmikan GOR Jati. Kemudian pada 2008, Maria Kristin Yulianti melalui nomor tunggal putri memperoleh Medali Perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 di China.
Pada 2009, Maria Febe Kusumastuti (tunggal putri) dan Dionysius Hayom Rumbaka (tunggal putra) berhasil menembus ke jajaran persaingan elit level dunia
Kemudian pada 2010, Tontowi Ahmad, Fran Kurniawan, Mohammad Ahsan dan Meiliana Jauhari, berhasil menjadi atlet ganda andalan Indonesia dan menembus ke jajaran persaingan elit level dunia.
Masuk pada 2012, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir berhasil menjadi juara Ganda Campuran All England.
Lalu pada 2013, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir juara Ganda Campuran All England untuk kali kedua dan BWF World Championships. Kemudian, M. Ahsan dan Hendra S berhasil menjadi juara Ganda Pria BWF World Championships.
Pada 2014, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menjadi hattrick Ganda Campuran All England. Tak lupa M. Ahsan dan Hendra S. memecah puasa gelar 11 tahun Ganda Putra dengan menjadi juara All England.
Kemudian pada 2015, M. Ahsan yang berpasangan dengan Hendra Setiawan menjadi Juara Dunia Ganda Putra 2015.
Pada tahun ini pula, Djarum Foundation meresmikan GOR Bulutangkis yang bertaraf internasional di Magelang.
Lalu pada 2016, pasangan ganda campuran Praveen Jordan dan Debby Susanto meraih mahkota gelar juara All England 2016 yang berlangsung di Barclay Arena, Birmingham, Inggris.
Sedangkan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir meraih medali emas ganda campuran Olympiade Rio de Janeiro.
Kevin Sanjaya Sukamuljo berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon. (PB Djarum)
Kembangkitan bulutangkis Indonesia ada di 2017. Beberapa atlet PB Djarum berhasil menjuarai beberapa turnamen, seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo bersama pasangannya Marcus Fernaldi Gideon berhasil meraih gelar juara ganda putra All England.Tak sampai disitu, pasangan yang disebut minion ini juga langsung melesat dan meraih posisi peringkat satu dunia.
Tak sampai disitu, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir meraih gelar juara ganda campuran Indonesia Open setelah 12 tahun tidak diraih pasangan Indonesia.
Kemudian, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir menjadi Juara Dunia untuk kedua kalinya di Glasgow, Skotlandia.
Prestasi diberikan Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, yang menyabet BWF Male Player of The Year 2017 (Pemain Putra Terbaik Dunia 2017) oleh BWF di Dubai.
Di tahun yang sama, Kevin dan Marcus menjuarai BWF Superseries Final 2017 sekaligus memecahkan rekor sebagai ganda putra satu-satunya yang pernah meraih 7 gelar Superseries dalam satu tahun.
Pada 2018, Kevin dan Marcus mempertahankan gelar juara All England. Selain itu, Minion serta Tontowi dan Liliyana meraih juara Indonesia Open 2018.
Kevin dan Marcus kembali berulah, mereka merebut medali emas Asian Games 2018.
Meski tahun ini ada beberapa capaian yang fantastis, namun PB Djarum memutuskan untuk menghentikan kegiatan audisi pencarian pebulutangkis belia berbakat mulai 2020 mendatang. Artinya, di tahun ini mereka terakhir melakukan audisi. (Her)