Minggu, Agustus 9, 2026
Beranda blog Halaman 1705

Ini Alasan Pentingnya Servis 1.000 Km di Mobil Baru

0

Jakarta – Setiap pemilik mobil baru sudah pasti akan selalu mendapat perhatian dari tim customer service merek mobil yang dibelinya. Tujuannya untuk menanyakan kepuasan konsumen serta tentunya mengingatkan urusan servis di bengkel resmi.

Apalagi kalau usia mobil belum sebulan atau masih di bawah 1.000 km, tim CS wajib mengingatkan pemilik mobil untuk segera melakukan servis pertama. Dan OLXer sebagai pemilik mobil juga jangan sampai mengabaikan hal ini. Akan fatal dan kalian berpotensi rugi.

Secara logika pasti kalian bertanya, untuk apa mobil baru yang jarak tempuhnya juga belum seberapa wajib untuk di servis?

OLXer harus tahu, kebutuhan servis pertama atau servis 1.000 km itu sifatnya wajib karena erat kaitannya dengan urusan warranty.

Bukan berarti mobil yang OLXer beli itu jelek. Tujuannya cuma untuk memastikan kalau kondisi mobil kalian sesuai dengan standar dan keseluruhan bagian dan fiturnya berfungsi secara optimal.

Saat servis berkala, maka seluruh komponen bergerak di mobil OLXer akan diperiksa secara detail. Bila ditemukan gejala-gejala yang tidak semestinya, maka bisa diantisipasi atau dilakukan penggantian karena masih dalam masa warranty.

Salah satu syarat warranty berlaku adalah rutin melakukan servis dan pengecekan berkala di⁠ bengkel resmi merek mobil yang OLXer beli. Bila kalian sampai lupa atau malas karena tak punya waktu ke bengkel resmi untuk servis sesuai aturan di buku manual kendaraan, jangan pernah menyalahkan pabrikan atau tim sales tempat membeli mobil saat klaim warranty kerusakan mobil kalian akan ditolak.

Lalu apa saja sih yang biasanya diperiksa saat kita melakukan servis 1.000 km?

Tentunya berbagai fungsi mulai dari eksterior, interior sampai ke mesin. Mulai dari sistem kemudi, sistem keamanan, fungsi kelistrikan, AC, head unit, bodi, pintu, lampu-lampu, wiper, oli mesin, fan belt, volume air radiator, minyak rem, hingga baut baut yang menempel. 

Selanjutnya transmisi, kopling serta kaki-kaki seperti sokbreker, dan juga fungsi rem, semua harus dipastikan berfungsi atau beroperasi sesuai standar. 

Ganti oli mesin juga menjadi treatment wajib saat servis 1.000 km. Mengapa? Mesin mobil baru memerlukan waktu untuk penyesuaian. Serpihan metal dari hasil kerja (gesekan) di mesin berisiko muncul dan tercampur oli.

Sudah pasti oli mobil dari kilometer awal ke 1.000 km itu akan sangat kotor dan wajib untuk diganti. Kalau tidak, muncul risiko menggores ruang pembakaran dan bahkan merusaknya. Kalau sampai kejadian seperti ini, siap-siap saja rogoh kocek dalam-dalam.

Hal terakhir yang harus diperhatikan dan juga tidak kalah penting adalah pastikan OLXer melakukan servis pertama atau servis-servis berikutnya di bengkel resmi. Kenapa? karena dengan melakukan servis di Beres maka service record kendaraan OLXer akan selalu tercatat, baik itu di bengkel maupun di buku servis yang selalu ada di dalam mobil.

Ini juga termasuk langkah menguntungkan bagi kalian bila ke depannya punya rencana untuk menjual. Kondisi mulus dengan catatan servis yang tidak pernah terlewat mulai dari 1.000 km hingga seterusnya sampai OLXer menjual, tentu bakal mempengaruhi harga jualnya. 

Kalau mau cari mobil bekas berkualitas, bisa klik disini. (Z)

Daftar Mobil Listrik Termurah di Bumi, Cocok untuk Indonesia

0

Bukan mobil listrik canggih dan kencang dari Tesla yang harusnya disyukuri masyarakat karena telah masuk ke Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di ibu kota. Sebab, saat ini mobil listrik berbanderol murah yang seharusnya ditawarkan ke pasar otomotif nasional.

Di Jakarta misalnya, berdasarkan kebijakan pemerintah kota, sistem ganjil-genap membuat mobil listrik mendapat keistimewaan tersendiri. Masyarakat yang memiliki mobil listrik bisa berseliweran di ibu kota tanpa harus takut ditilang polisi karena plat nomor ganjil atau genap.

Bukan, bukan untuk mengakali peraturan yang ada, tetapi menggunakan mobil listrik dengan harga terjangkau sejatinya dapat memicu perkembangan elektrifikasi kendaraan di Tanah Air. Terutama dengan terbitnya Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang Kendaraan Bermotor Listrik, maka dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mulai beralih ke mobil listrik dengan biaya semurah mungkin.

Tentu salah satu caranya adalah ketersediaan kendaraan listrik dengan harga terjangkau di pasar. Bila industri mobil listrik lokal masih membutuhkan waktu untuk menghasilkan model yang dapat dipercaya masyarakat, maka bagaimana jika mulai membangun kepercayaan masyarakat terlebih dahulu akan mobil listrik, meski harus menggunakan produk buatan luar negeri? 

Tentunya ada pro dan kontra, terutama pada mereka yang fanatik dengan produk lokal.

Tetapi bagaimana jika memang takdir di Indonesia agar produk lokal dapat berkembang lebih cepat apabila mencoba menggunakan produk luar terlebih dahulu, lalu kemudian menganalisis kekurangannya dan membuat produk yang lebih baik dari mereka.

Nah, bicara soal mobil listrik namun harga terjangkau, ternyata sudah ada lho OLXer.  Mau tau apa saja mobil listrik dengan harga tergolong murah? Berikut pilihannya yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Kaiyun Pickman (Mulai dari US$2.500)

mobil listrik termurah
Sumber: Electrek

Kaiyun Pickman adalah untuk mereka yang butuh mobil listrik berjenis pick up. Kekurangan pick up mungil buatan China ini memang top speed-nya yang hanya 45 km/jam. Tetapi fungsionalitasnya sebagai pick up bisa jadi alternatif menarik di pasar.

Dengan jarak tempuh hingga 120 km dalam sekali pengisian daya, Kaiyun Pickman diproyeksikan segera untuk masuk ke pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS). Banderolnya sangat murah di China mulai dari US$2.500 atau kira-kira jika dikonversi sekitar Rp35,1 jutaan. 

2. Baojun/Wuling E100 (Mulai dari US$5.300)

mobil listrik termurah
Sumber: Wuling

Mobil listrik yang sudah cukup dikenal di Indonesia ini sepertinya benar-benar bakal dibawa Wuling ke Tanah Air, hanya masalah waktu.

Sering dipamerkan Wuling di berbagai ajang, terakhir di gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, E100 memiliki jarak tempuh maksimal 155 km dalam sekali pengisian daya. Banderolnya kira-kira mulai dari US$5.300 atau sekitar Rp74,4 jutaan. 

Jangan lupa bahwa E200 di China adalah produksi dari perusahaan patungan SAIC-GM-Wuling. Belum lagi banjir fitur canggih dengan banderol rendah khas Wuling. Bakal jadi the next hits dari Wuling, nih? 

3. Zetta CM1 (Mulai dari US$7.000)

Sumber: EVbite

Pabrikan Rusia juga siap meramaikan pasar mobil listrik murah. Salah satunya adalah Zetta yang menawarkan mobil listrik mungil dengan banderol hanya US$7.000 atau jika dikonversi kira-kira sekitar Rp98,3 jutaan. Dalam sekali pengisian daya, mobil dapat menempuh jarak hingga 200 km.

Nah dengar-dengar sempat ada beberapa pabrikan Rusia yang mau masuk Tanah Air kan? Mudah-mudahan ini salah satunya ya.

4. Baojun/Wuling E200 (Mulai dari US$7.672)

mobil listrik termurah
Sumber: Autoevolution

E200 adalah mobil listrik yang juga harus dibawa ke Indonesia. Mobil ini juga sempat mentas di gelaran IEMS 2019 lalu bersama sang adik, E100.

E200 dapat melaju sejauh 250 km dalam sekali pengisian daya. Menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh dari E100, garansi sistem baterainya disebut hingga 8 tahun dengan banderol mobil yang hanya sekitar US$7.672 atau kira-kira jika dikonversi setara Rp107,8 juta.

5. Great Wall Ora R1 (Mulai dari US$8.680)

mobil listrik termurah
Sumber: Inside EV

Great Wall adalah pabrikan beken di China yang sudah memiliki divisi produksi mobil listrik. Pabrikan yang bermarkas di Hebei ini adalah partner BMW dalam menggarap MINI listrik untuk pasar Negeri Tirai Bambu.

Salah satu produk gres mereka dengan banderol murah adalah Ora R1. City car ini dapat melaju maksimal sejauh 351 km dalam sekali pengisian daya dengan banderol mulai dari US$8.680 atau jika dikonversi kira-kira setara dengan Rp121,8 jutaan.

Kekurangan mobil ini adalah desain fascia-nya yang mirip Honda e, mobil listrik pertama Honda.

6. Renault City K-ZE (Mulai dari US$8.684)

mobil listrik murah
Sumber: Renault

Melihat sosoknya, mungkin cukup familiar karena mobil ini berbasis dari Renault Kwid yang juga dijual di Indonesia. Meski Kwid bisa dibilang nggak laku di sini, tetapi versi listriknya bisa menawarkan sesuatu yang baru dan pilihan menarik di antara pasar mobil listrik murah yang terbatas.

City K-ZE dikembangkan bersama pabrikan lokal China, Dongfeng, dan menawarkan jarak tempuh sejauh 271 km dalam sekali pengisian daya. Banderolnya sekitar US$8.684 atau jika dikonversi kira-kira setara Rp122 jutaan. Gimana nih Renault kalau stok Kwid yang ada di Indonesia dikonversi aja jadi mobil ini? Lebih menarik, kan?

Nah, mana nih menurut OLXer dari pilihan mobil listrik termurah di atas yang paling cocok masuk Indonesia? (Dhan/Her)
 

Lagi, Tabrakan Karambol Terjadi di Tol Cipularang

0

Kecelakaan beruntung kembali lagi terjadi di Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, tepatnya di KM 92+200, Selasa (10/9/2019) siang. Kuat dugaan sebuah truk mengalami rem blong sehingga menabrak kendaraan lainnya.

Pantauan News OLX dari sebuah rekaman video yang diunggah akun Kang Dedoy di YouTube, kecelakaan ini mirip dengan kecelakaan pada saat pekan lalu, yang lokasinya terletak di KM 91. 

Kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu mengakibatkan beberapa kendaraan besar dan kendaraan kecil ringsek. 

 
Bahkan ada juga kendaraan yang terbakar seperti diunggah video lainnya melalui akun Irfan Ramadhan. Dalam video berdurasi singkat itu terlihat bahwa truk jenis Hino FG Series habis dilahap si jago merah.
 

Kecelakaan ini juga sempat mengalami kemacetan. Sebab, sebuah truk yang tertabrak berhenti melintang hingga menutup jalur 1, 2 dan darurat. (End/Her)

 

Mobil Kecelakaan Lalu Terbakar, Bisa Diasuransi?

0

Kecelakaan maut di Tol Cipularang KM 92 menewaskan sembilan orang dan puluhan lainnya luka-luka. Saking parahnya, kecelakaan tersebut membuat beberapa mobil ikut terbakar.

Nah, bicara soal mobil terbakar apakah ketika kecelakaan hal tersebut bisa diasuransikan?

Menurut Vice President Communication, Event, and Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto, pada prinsipnya harus ingat prinsip proximity cause.

“Penyebab utama kejadian tersebut apa? Bukan akibatnya. Terbakar, penyok, ke baret adalah akibat. Kenapa terbakar, penyok, ke baret? Kalo terjadi karena sesuatu yang dikecualikan, maka tidak bisa dicover,” ucap Iwan kepada News OLX.

Adapun jika mobil sudah diasuransikan mengalami masalah termasuk terbakar namun tidak dicover, hal tersebut bisa saja dilakukan pihak asuransi, karena beberapa hal, antara lain lantaran kesalahan yang dilakukan oleh si pengemudi atau pemilik mobil itu sendiri.

“Misal, sopir tidak punya SIM, melanggar rambu, mabuk, dipakai untuk kejahatan, kebakar karen pasang sesuatu yang belum disurvei, mobil dipakai tidak sesuai kondisi saat polis dibuat misal. Atau bisa juga penggunaan pribadi ternyata dikomersialkan dengan (cara) disewakan,” terangnya.

Adapun pihak asuransi bisa bertanggung jawab, jika sesuai dengan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia, sesuai dengan Bab 1 (Jaminan) Pasal 1 Risiko yang dijamin yakni :

Pertanggungan ini hanya menjamin :

1. Kerugian dan/atau kerusakan pada Kendaraan Bermotor dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh :

   1.1. Tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau terperosok;

   1.2. Perbuatan jahat;

   1.3. Pencurian, termasuk pencurian yang didahului atau disertai atau diikuti dengan kekerasan ataupun ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362, 363 ayat (3), (4), (5) dan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;

1.4. Kebakaran, termasuk :

1.4.1. Kebakaran akibat kebakaran benda lain yang berdekatan atau tempat penyimpanan Kendaraan Bermotor; 1.4.2. kebakaran akibat sambaran petir;

1.4.3. Kerusakan karena air dan/atau alat-alat lain yang dipergunakan untuk mencegah atau memadamkan kebakaran;

1.4.4. Dimusnahkannya seluruh atau sebagian Kendaraan Bermotor atas perintah pihak yang berwenang dalam upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.

Karena itu, Iwan mengatakan, pastikan mobil tersebut tercover asuransi tentunya bisa berupa jaminan perlindungan comprehensive dan Total Loss Only (TLO). Untuk TLO sendiri merupakan pertanggungan atas risiko dengan kondisi kerusakan dengan biaya perbaikan di atas atau sama dengan 75 persen atas harga mobil saat kejadian

“Contoh, asuransi mobil yang kena kecelakaan, kebaret saja atau setelah dihitung biaya perbaikan mobil tersebut di bawah 75 persen, jika mobil tersebut coveragenya TLO, maka tidak ada penggantian lho,” ucap Iwan. (Her)

Mobil Listrik Bakal Dibanderol Lebih Murah

0

Meski regulasi soal Kendaraan Bermotor Listrik sudah diteken Presiden Joko Widodo, namun hal tersebut tidak lantas membuat sejumlah pabrikan otomotif langsung melakukan kegiatan produksi dan menjualnya.

Tentu saja, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk agar harga mobil listrik dibanderol lebih murah. Bahkan, Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko meyakini, di masa depan harga mobil listrik akan lebih terjangkau.

“Saya memprediksi kalau sekarang mobil listrik menjadi harga mahal, tetapi sebentar lagi mobil listrik akan menjadi konsumsi yang dinikmati masyarakat luas,” ungkap Moeldoko saat membuka acara Indonesia Electric Motor Show 2019, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Sikap percaya diri Moeldoko bukan tanpa alasan. Sebab dia meyakini dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia mampu membuat kendaraan bermotor listrik sendiri, lantaran didukung bahan material atau komponen yang digunakan untuk menggarap kendaraan listrik sudah dipersiapkan.

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia itu menyatakan, untuk menggarap mobil listrik setidaknya ada empat komponen utama yang dibutuhkan, mulai dari baterai, motor, motor controller untuk mengubah kecepatan, Inverter dari DC ke AC.

“Ditambah satu komponen dari luar, charging station.  Lima hal ini, sebentar lagi kita miliki, kalau sekarang mobil listrik mahal, tapi saya punya keyakinan mobil listrik ke depan itu akan murah, akan murah kenapa? karena kita akan segera bangun motor sendiri, baterai sendiri,” jelasnya.

Baterai memang jadi salah satu kendala yang masih dipermasalahkan para pabrikan otomotif global untuk menggarap kendaraan listrik.

Namun begitu, Moeldoko sendiri meyakini untuk urusan sumber daya alam dan cara memproduksi baterai, Indonesia bisa menanganinya. Sebab, lanjut dia, baterai terdiri dari tiga bagian, yaitu baterai sel, manajemen baterai, dan packaging (pengemasan)

“Manajemen baterai kita punya ahlinya, baterai selnya sebentar lagi akan dibuat Morowali (pabrik baterai lithium), packagingnya atau jahitannya gampang sekali tidak terlalu sulit. Apa yang diomongin saya sekarang ini nggak terlalu lama, dan akan terwujud,” ujar Moeldoko. 

Pabrik Baterai

Menyoal pabrik baterai, ternyata hal pemerintah telah melakukan groundbreaking pembuatan pabrik baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah

“Kalau teman-teman lihat sekalian, ekspor kita dari daerah itu mencapai 5,8 miliar dollar, sekarang 7,8 miliar dollar, tahun depan mungkin sudah 12 miliar dollar. Sampai tahun 2024 akan lebih dari 30 miliar dollar. Belum termasuk lithium baterai,” ungkap 

“Kalau lithium baterai ini bisa kita selesaikan, kira-kira hampir 1 miliar dollar sudah groundbreaking, bukan omong-omong ini. Kemarin groundbreaking dengan pak Airlangga di Morowali, itu bisa diikuti dengan pembangunan lithium baterai, itu (menghasilkan) 4 miliar dollar,” ujarnya.

Jika tak ada aral melintang, pemerintah juga akan menggaet sejumlah investor, termasuk  melibatkan perusahaan Panasonic, LG, Mercedes-Benz, VW, dan lainnya.

“Karena semuanya, mereka punya kepentingan di sini. Jadi bukan China-China lagi, karena tidak punya kepentingan dia, tapi semua yang memiliki kepentingan sama untuk mencari efisiensi masalah lingkungan, masalah pengurangan energi fosil,” tuturnya. (Her)

Para Menteri Ingin Pakai Mobil dan Motor Listrik Untuk Dinas

0

Dicetuskannya regulasi Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) ternyata membuat beberapa menteri kepincut menggunakannya sebagai kendaraan atau mobil dinas.

Hal ini diungkapkan langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat membuka acara pameran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019)

“Pak Menristek (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI – Muhammad Nasir) bilang, ‘Pak Luhut kalau sudah bisa nanti menteri pada waktunya atau apa pakai motor listrik atau mobil listrik’,” ungkap Luhut mengulang pembicaraan dengan Nasir.

“Saya bilang, saya sudah sampaikan kepada pak Presiden 6 bulan lalu. Kalau ini sudah matang, mungkin 2021-2022 itu semua pengadaan barang untuk sepeda motor dan mobil (kendaraan listrik). Kalau daerah nya sudah siap, kita wajibkan menggunakan motor dan mobil listrik,”  sambung Luhut.

Lebih lanjut dia menyatakan, sebelum gelaran IEMS 2019, dirinya telah melakukan pertemuan dengan kepolian dan kementerian, yang isinya sepakat untuk mendorong KBL.

Yakin Akan Kemampuan KBL Buatan Anak Bangsa

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjajal duduk di mobil listrik karya Mahasiswa ITS yang disebut Mobil Listrik Lowo Ireng. (Herdi Muhardi)

Tak sedikit sejumlah orang ragu akan skill Sumber Daya Manusia dari Indonesia dalam membuat sebuah mobil atau motor, apalagi soal kendaraan listrik. Namun begitu, hal tersebut berbeda dengan Luhut.

“Jangan lupa, kendaraan listrik ini kan hanya mesinnya. Ya masa anak bangsa tidak bisa buat mesinnya. Memang hanya orang itu saja yang pinter? kita juga bisa kok. Kita harus bangun itu,” ucapnya.

Luhut mengatakan, kehebatan SDM Indonesia terbukti dengan berdirinya proyek Light Rail Transit (LRT) yang dibuat hampir semuanya oleh anak bangsa.

Mobil listrik karya Mahasiswa ITS yang disebut Mobil Listrik Lowo Ireng unjuk diri diajang ndonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019). (Herdi Muhardi)

“Itu (LRT) hampir semuanya dibuat di dalam negeri, di Madiun. Tinggal mesinnya saja, lokomotif-nya. Itu 600 vendor (lokal) tercipta karena itu,” katanya.

“Jadi kendaraan listrik nasional ini hemat saya, menjadi suatu hal yang bagus kita kerjakan. Saya apresiasi juga Pak Moeldoko sudah membuat bus listrik penuh, nah ini dipakai saja. Kenapa tidak. Ada lagi motor listrik Gesits (buatan Indonesia), kemarin saya pakai. Paten juga barang ini,” terangnya. (Her)

Cara Avanza-Xenia Lebih Bertenaga Tapi Tidak Merusak Mesin

0

Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia memang paling dikenal lantaran ketangguhannya sebagai mobil Low Multi Purpose Vehicle yang mampu membawa tujuh orang penumpang.

Hanya saja, untuk soal performa, si kembar memang tak sehebat mobil-mobil sport atau Sport Utility Vehicle (SUV) yang dibenamkan mesin-mesin berkapasitas besar.

Namun OLXer yang tetap ingin punya Avanza dan Xenia, bisa juga performa dan tenaganya menjadi lebih tinggi. Ya, salah satunya adalah dengan menggunakan mesin copotan K3-VET. Ehm, apa itu mesin copotan K3-VET?

Usut punya usut, mesin ini pada dasarnya sama dengan jeroan dapur pacu Avanza dan Xenia 1.300cc VVT-i. Akan tetapi, mesin K3-VET dibenamkan pada Daihatsu YRV dan dijual tidak di Indonesia, melainkan Singapura.

Setidaknya mesin copotan tersebut dijual Aditya yang memiliki bengkel di bursa mobil MGK, Kemayoran, Jakarta. Kata dia, mesin seperti ini biasanya dimasukan Daihatsu Indonesia tidak memasukan nya, kecuali melalui importir umum.

Menurut Aditya, selaku salah satu penjual mesin EX Singapore, mesin ini mempunyai tenaga yang terbilang cukup besar. Bahkan dia menganalogikan jika menggunakan mesin ini Avanza bisa ‘terbang’.

“K3-VET punya spek sudah tinggi. Mesin ini be the best menurut saya, jadi yang pengen Avanza Xenia nya semakin kencang, bisa pake mesin ini. Untuk mesin bawaan mobil nggak perlu khawatir rusak karena tersimpan rapi di garasi,” ungkap Aditya dalam sambungan telepon.

Di atas kertas, mesin K3-VET yang ditanamkan pada Daihatsu YRV mampu menghasilkan daya sebesar 140 Tk pada 6.400rpm. Hal ini jelas berbanding jauh dengan mesin Avanza dan Xenia yang dijual di Indonesia, yaitu dengan mesin 1.3 liter tenaga punyanya hanya mencapai 90 Tk pada 11,9 kgm.

Harga

Usai mengulas kehebatan K3-VET, lantas berapa harga yang ditawarkan? Kata Adit, untuk memiliki mesin copotan EX Singapore dijual secara utuh, agar memudahkan pemilik jika ingin melakukan Swap Engine.

Nah, untuk harga yang ditawarkan rata-rata mencapai kurang lebih sekitar Rp 30 juta. Harga tersebut sudah termasuk pasang.

“Untuk mesin K3-VET dijual Rp 28,5 juta, Itu sudah termasuk ECU, pengapian, dan lain-lain. Pokoknya mesin hidup normal. Yang tidak termasuk adalah radiator dan transmisi,” jelasnya.

Adit yang juga menjualnya lewat media sosial bernama Indover Autopart, memberikan jaminan meski ex Singapura, namun barang yang ditawarkan masih dalam kondisi baik.

“Jika mesin mengalami trouble datang saja ke toko. Sebenarnya kita kasih garansi seminggu dari setelah pemasangan. Tapi kalau ada trouble datang aja ke toko nanti kita ceknya,” imbuhnya. (End/Her)

 

Keren, VW Kodok Lansiran 1973 Disulap Jadi Mobil Listrik

0

Gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019 jadi ajang pamer kendaraan bermotor listrik dan sejumlah perangkat lainnya.

Dari sejumlah mobil dan motor listrik yang ditampilkan, ada juga sesosok mobil yang mampu menyedot perhatian pengunjung, yaitu sebuah Volkswagen Beetle lansiran 1973.

Jika melihat wujudnya, tentu saja mobil yang disebut VW Kodok ini tidak ada hubungannya dengan pameran kendaraan bermotor listrik. Namun setelah dilihat lebih dekat, tentu OLXer tak menyangka.

Bagaimana tidak, VW Kodok yang sudah terlihat jadul dengan balutan warna krem tersebut ternyata sudah mengadopsi motor listrik. Setidaknya hal tersebut diungkapkan Rudi Susanto yang merupakan pemilik mobil asal Jerman itu.

Rudi mengatakan, dengan ditampilkannya VW Kodok berteknologi listrik, hal ini termasuk mendorong pemerintah untuk mengurangi tingkat polusi udara di Jakarta jadi berkurang.

“Kita sebagai pemilik mobil klasik harus berjuang agar kendaraan tersebut tidak punah,” ujar Rudi saat ditemui di sela acara IEMS 2019.

Rudi yang memiliki puluhan mobil klasik ini juga mengatakan, VW Kodok listrik ini telah diubah pada sejumlah bagian jeroan mesin combustion engine diubah dengan synchronous electric motor sebagai power train. Sedangkan girboks manual empat percepatan masih dipertahankan.

Tak lupa, baterai lithium ion berdaya 40 kWH juga ditempel pada bagian depan mobil. Yang juga sengaja diterapkan sebagai penyeimbang. Untuk menyambungkan motor ke gearbox dibantu dengan adaptor.

Ya, mesin dan segala macamnya memang plug and play. Maka dari itu, body dan kabin mobil masih sama seperti VW Kodok pada umumnya. Adapun berbagai ubahan yang dilakukan seperti motor listrik ini didapat dari perusahaan penyedia komponen listrik EV-West, Amerika Serikat.

Sementara itu, Rudi mengaku untuk mengkombinasikan VW Kodok dengan teknologi listrik ini setidaknya menghabiskan biaya Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar dan memakan waktu hingga setengah tahun.

Rudi menuturkan, untuk mengerjakan VW Kodok listrik ini memakan waktu setengah tahun. Pasalnya, mobil tersebut dikerjakan hanya di akhir pekan dan dilakukan secara detail.

Sedangkan jika benar-benar orang yang hobi dan paham mobil listrik, kata Rudi, bukan tak mungkin perakitannya cukup memakan waktu sehari semalam.

Rudi sendiri tak menampik, dengan menggunakan mesin listrik maka torsi yang dikeluarkan cukup besar. Hal ini dirasakan ketika tuas transmisi berada di gigi empat hal itu tidak masalah. Sebaliknya, sifat dari mobil listrik  adalah torsi besar meski rendah rpm.

“Dengan mesin ini, kapasitasnya (kekuatan) juga naik 25 persen dari aslinya, memang nyatanya beda. Itu bener-benar kita rasakan, badan bisa tertarik gini (ke belakang),” ucapnya.

Oia OLXer, VW Kodok listrik ini juga dilengkapi sistem pengereman electric brake yang dapat menyimpan energi atau regeneratif. Artinya, ketika mobil melakukan pengereman atau engine brake, maka energi motor listrik tidak terbuang sia-sia. Sebaliknya, baterai mendapatkan pasokan daya kembali.

“Kalau di mesin combustion kan ada engine brake, nah di sini kita harus memiliki electric brake. Electric brake itu yaitu motor yang kita gunakan saat mengerem, itu energinya jangan terbuang, jadi harus di regeneratif,” jelas Rudi.

Untuk mengisi baterai lithium ion berdaya 40 kW milik VW Kodok listrik ini,  setidaknya membutuhkan waktu 4-5 jam saja. Sedangkan jarak tempuh mobil ini bisa mencapai 150 km.

Untuk jeroan kabinnya Rudi masih mempertahankan keasliannya tanpa melakukan ubahan. hanya saja, bagian kabin belakang dianggap lebih sempit karena ada bagian mesin yang lebih besar.

Rudi mengatakan, saat ini dirinya sedang dalam tahap pembicaraan dengan pihak-pihak terkait untuk urusan surat-surat kendaraan. (Her)

Ini Akar Masalah Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

0

Kecelakaan maut di Tol Cipularang KM 91, Senin (2/9/2019) membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ikut turun tangan. Usai melakukan investigasi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, penyebabnya truk Over Dimension dan Overloading (ODOL) atau kelebihan muatan disertai rem blong.

 “Dua truk itu satu perusahaan, semuanya juga (merek) Hino, dan dua-duanya bermasalah pada bagian remnya dari awal. Makanya duanya berkomunikasi tuh menggunakan telepon bahwa yang depan (Dedi – almarhum) mengatakan rem bermasalah,”ungkap Budi.

Usut punya usut, kedua truk in mengangkut pasir dari Cianjur untuk diturunkan di Karawang Timur, dengan bobot melebihi batas standar hingga 300 persen atau sebanyak 37 ton. Padahal daya angkut dump truk seharusnya hanya 12 ton).

Jika diteliti, kata Budi, dimensi drump truk sebelum kecelakaan ternyata volumenya lebih tinggi 70 cm dari bibir bak truk.

“Tadi malam (Selasa (3/9/2019) kita diskusi dengan teknisi Hino, kalau mobil (truk) Hino jika dinaiki dengan muatan seperti itu, maka alat kerjanya rem itu menjadi tidak maksimal, panas. Suatu saat, panas itu menjadi loss, tidak terkendali atau kemudian bisa juga dipaksakan. Jadi harusnya rem disini berhentinya beberapa meter di depan,” terangnya.

Kata Budi, akar masalah terjadinya kecelakaan maut diawali truk dikemudikan Dedi (almarhum) mengalami rem blong dan terguling di tengah jalan Tol Cipularang KM 91 atau di sekitar Kampung Cibodas Desa Sukatani Kecamatan Sukatani.

Singkat cerita, sebelum kecelakaan Dedi sempat menghubungi Subana yang merupakan pengemudi truk lain. Namun nahas, truk Subana juga mengalami rem blong dan menghantam beberapa kendaraan bahkan ada juga yang terbakar dan ringsek tak berbentuk.

Atas kejadian ini, kepolisian bersama Kemenhub akan melakukan penyelidikan lebih mendalam, dan tidak hanya memeriksa pengemudi, melainkan bisa juga kepada pengusahanya, atau orang yang memberikan perintah ketika melakukan pengangkutan.

Budi mengatakan, tersangka dalam kecelakaan ini bisa dikenakan sanksi seperti dalam Undang-Undang Nomor 22 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, atau Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Seberapa Hebat Baterai Mobil Listrik DFSK Glory E3?

0

Salah satu masalah yang banyak dikeluhkan pabrikan otomotif soal kendaraan listrik adalah soal baterai, mulai dari kemampuan baterai sampa lamanya waktu pengecasan.

Meski demikian, pabrikan otomotif asal China Dongfeng Sokon (DFSK) punya formula khusus untuk komponen baterai yang merupakan sumber utama dari kendaraan listrik.

Bahkan menurut Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, Ricky Humisar Siahaan, DFSK Glory E3 bisa menjadi solusi di awal-awal era elektrifikasi kendaraan di Tanah Air dengan kemampuan teknologi baterai yang mengagumkan.

Sumber penyimpanan daya listrik ini memiliki kemampuan yang lebih efisien dengan proses pengisian yang lebih cepat.

“Baterai-baterai yang digunakan sekarang ini memiliki tenaga besar yang sanggup membawa kendaraan listrik bepergian jauh, dan proses pengisian dibuat lebih singkat dengan fast charging,”, ungkap Ricky saat ditemui di sela acara  Indonesia Elektrik Motor Show 2019, Kamis (5/9/2019)

Kata Ricky, DFSK Glory E3 memang belum meluncur di Indonesia, namun sosok mobil Sport Utility Vehicle (SUV) tersebut sudah menggunakan baterai berukuran 52,56 kWh yang bisa membuat SUV listrik tersebut melaju hingga 405 km.

Jika dilihat dari jarak tempuhnya, artinya mobil ini masih sangat diandalkan jika digunakan harian di dalam kota maupun dan ke luar kota seperti Jakarta-Bandung.

Nah, menariknya lagi pengisian daya listrik baterai Glory E3 sudah menerapkan teknologi fast charging, dimana sanggup mengisi 20 persen daya baterai menjadi 80 persen hanya dalam waktu 30 menit. Sedangkan untuk slow charging, waktu yang dihabiskan bisa mencapai selama 8 jam.

Jika baterai terisi penuh, maka performa DFSK Glory E3 tak perlu diragukan lagi. Pasalnya mobil ini sudah dijejali mesin motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor bertenaga 120 kW dan Torsi 300 Nm.

Performa menarik dari mobil ini dianggap sangat cocok untuk siapa saja karena mengusung fun to drive, serta dilengkapi dengan tiga mode berkendara yaitu, Normal, ECO, Sport Multi-Driving Mode.

“Kami yakin bahwa lambat laun fasilitas untuk kendaraan listrik ini akan lebih baik, dan teknologi kendaraan listrik akan jauh lebih efisien yang akhirnya mempermudah konsumen menggunakannya. DFSK Glory E3 sekarang ini sudah teruji dan diniagakan di China, terbukti mobil ini mendapatkan penerimaan yang baik di pasar sana,” tutup Ricky. (Her)