Sabtu, Agustus 8, 2026
Beranda blog Halaman 1708

Dari Sekadar Hobi Mainan Bisa Jadi Investasi

0

Jika bicara soal mainan, pasti yang terbesit dibenak OLXer adalah mainan yang dimainkan anak-anak. Namun yang perlu diketahui mainan tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa juga.

Bahkan, mainan juga bisa jadi investasi. Setidaknya hal itu yang dirasakan Antoni Kondar yang merupakan kolektor mainan atau model berbentuk diecast.

Kata Antoni, diecast tak sekadar mainan, melainkan bisa menjadi sebuah investasi. Ehm, bagaimana bisa ya?

“Jadi biasanya, kolektor itu beli (diecast) dan tidak mau dibuka (kotak/dusnya) dari dalam tempatnya. Dibuka dan tidak bisa membedakan nilai jualnya, dan itu akan sangat berpengaruh sehingga harganya turun drastis,” ungkap Antoni.

Antoni sendiri mengatakan, pada dasarnya diecast yang dibuat pabrikan hanya dalam beberapa periode dan bisa diproduksi dalam jumlah terbatas. Namun, seiring berjalannya waktu, maka jumlahnya akan berkurang, namun orang yang permintaan masih tergolong tinggi.

Karena itu, ketua Indonesia Diecast Syndicate (IDS) ini menyatakan jika para kolektor diecast kerap membelinya tak hanya satu model, tetapi bisa dua atau tiga model sekaligus.

Antoni sendiri berbagi tips bagi OLXer yang baru mau memulai koleksi diecast. Menurutnya, ketika memulai koleksi harus dilakukan dengan bijak.

“Maksudnya, jangan sampai hobi ini yang terlalu mendominasi. Misalnya kalau mau punya barang A itu nggak apa-apa, karena koleksi. Koleksi yang semakin lama juga bisa membuat nilai jualnya menjadi lebih tinggi nantinya,” ucapnya.

Sebaliknya, jika niatan koleksi hanya untuk sekadar ikut-ikutan atau tren semata, ada baiknya dihindari.

“Jangan sampai ikut-ikutan tren, padahal di dalam dirinya tidak puas dan memang tidak senang,” tuturnya.

Cara Merawat

Antoni juga punya tips khusus bagaimana cara merawat diecast yang baik dan benar, antara lain:

“Hindari tempat yang lembab. Karena diecast itu catnya lumayan sensitif,” ucap Antoni.

Dia juga menyarankan, agar tetap awet maka simpan di tempat  tertutup seperti akrilik. Jika kotor atau berdebu, cukup dilakukan lap dengan kain kering.

“Jangan pakai sabun karena bisa saja merusak catnya,” tutupnya. (Her)

 

2 Mobil Listrik Wuling Masuk Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya

0

Sukses menyedot perhatian dengan sejumlah produknya di pasar otomotif nasional, ternyata pabrikan mobil Wuling Motors tak lantas puas. Pasalnya, merek asal Tiongkok ini akan memamerkan dua mobil listrik  yaitu Wuling E200 dan E100 di ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019, yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019.

Menurut Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani, kehadiran Wuling E200 dan E100 merupakan bentuk kesiapan Wuling dalam memasuki era elektrifikasi kendaraan di Indonesia.

“Di negara asalnya, kedua model ini sudah dipasarkan dan kini kami membawanya ke pameran IEMS 2019,” jelas Dian saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (9/3/2019).

Kata Dian, kedua mobil listrik yang memiliki konfigurasi dua penumpang ini  masuk Indonesia, namun belum dijual dan hanya dipamerkan. Akan tetapi pengunjung juga bisa melakukan pengujian di area test drive di sekitaran lokasi Balai Kartini.

Meski bentuk sangat mungil, namun kedua mobil listrik ini diklaim menonjolkan karakter modern dan futuristic di segala sektor, baik eksterior, interior, mesin dan fitur.

Nah, nggak perlu berlama-lama, berikut ini beberapa kelebihan dari Wuling E100 dan E200.

Jika masuk ke dalam kabin mobil listrik ini, mengusung bentuk dashboard modern dan dilengkapi dengan 11 kompartemen penyimpanan, mulai dari bagian pintu, konsol tengah, hingga tempat penyimpanan tersembunyi di bawah bangku penumpang.

Kedua mobil listrik ini juga didukung fitur keselamatan lengkap mulai dari Electronic Stability Control (ESC), Rear Parking Sensor, Rear Camera, ISOFIX, SRS Airbag, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), hingga sistem deselerasi Anti Lock Braking System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD).

Wuling E200 juga sudah dilengkapi fitur lainnya, mulai dari keyless entry, start stop button, Electric Parking Brake (EPB), konektivitas Bluetooth dan WiFi, hingga Intelligent Auto-driving.

Mobil ini juga memiliki tiga mode berkendara yaitu Eco, Normal, dan Sport. Untuk menghadirkan hiburan bagi pengguna, Wuling E200 juga dilengkapi dengan fitur hiburan melalui koneksi Bluetooth, USB, hingga radio.

Spesifikasi Lengkap Wuling E100 dan E200

Tenaga maksimal : 29 kW

Torsi maksimal : 110 Nm

Kecepatan maksimal : kurang lebih 100 km/jam

Pengisian daya : 5-12 jam

Jarak tempuh : 250 km

Akselerasi 0-100 km/jam : 7 detik (E100)/ 6,5 detik (E200)

Transmisi : Otomatis

Sistem penggerak : Penggerak roda depan

Kemudi : Dilengkapi power steering

Roda : 145/ 70 berukuran 12 inci.

(Her)

Mobil-Mobil Listrik Kumpul di Balai Kartini, Bisa Test Drive Juga

0

Era kendaraan listrik sudah didepan mata, hal ini pula membuat Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menghadirkan acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, mulai 4-5 September 2019.

Ajang pameran khusus kendaraan bermotor listrik pertama di Indonesia dengan dengan tajuk ‘Electric Vehicle for Smart Transportation’ ini dihadiri sejumlah pabrikan otomotif yang ada di Tanah Air.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, acara ini mempunyai misi untuk menggugah kesadaran masyarakat bahwa penggunaan kendaraan yang bersifat ramah lingkungan sudah sepatutnya mendapat tempat di masyarakat.

“Respon positif dan antusias masyarakat secara luas, saya harapkan dapat tercermin dalam kegiatan ini,” ungkap Riza saat membuka acara IEMS 2019.

Lebih lanjut, Riza juga mengatakan, IEMS 2019 jadi ajang sebagai upaya atau inisiatif untuk memperdalam dan memperluas pemahaman masyarakat Indonesia mengenai kendaraan bermotor listrik sebagai salah satu contoh disruptive technology terbaru.

Gelaran soal seputar kendaraan listrik ini didukung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan Kementerian Perhubungan, PLN (Persero,) dan Pertamina (Persero), serta berkolaborasi dengan Majalah Transportasi Indonesia ini akan menampilkan berbagai kendaraan listrik maupun hybrid, beragam komponen pendukung, baterai, charging station, hingga test drive kendaraan listrik.

IEMS 2019 akan menyuguhkan seminar, sharing knowledge, dan pengenalan produk kendaraan listrik secara lebih mendalam yang menghadirkan para stakeholder, pakar, akademisi, dan pelaku industri kendaraan listrik.

Adapun pada 7 September 2019, recananya akan digelar konvoi bersama menggunakan berbagai jenis kendaraan listrik dari Kantor BPPT Thamrin Jakarta menuju Kantor BPPT Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Peserta konvoi akan diajak untuk menyaksikan teknologi fast charging station, Battery Testing Lab, hingga test drive kendaraan listrik.

Acara ini juga sekaligus menjadi garis finish dari perjalanan Tim Jambore Raily Mobil Listrik ITS Surabaya Jakarta. Jambore tersebut merupakan rally kendaraan listrik melewati Jalur Selatan sejauh 800 km dari Surabaya menuju Jakarta yang dimulai pada 28 Agustus 2019 lalu.

Sejumlah 45 exhibitor IEMS 2019 yang diikuti kementerian, BUMN, akademisi, stakeholder, industri komponen pendukung, dan para pelaku industri otomotif merek ternama, yang berasal dari Jepang, China, Eropa, dan produk dalam negeri Indonesia hadir untuk memamerkan teknologi dan produk kendaraan listrik. (Her)

4 Benefit Mobil Listrik Untuk Indonesia

0

Pasca dicetuskanya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kendaraan Bermotor Listrik (KBL), hal tersebut sontak membuat berbagai pihak menyambutnya dengan positif. Tak terkecuali Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia.

Moeldoko mengatakan, pemerintah termasuk sejumlah menteri ada baiknya secara bersama-sama, bergerak dengan cepat membangun ekosistem kendaraan atau mobil listrik. Pasalnya, kata dia, ada empat benefit yang bisa menguntungkan bangsa Indonesia jika menerapkan KBL.

“Pertama, kebutuhan energi kita untuk kebutuhan energi security. Kita impor (minyak) kurang lebih 500 ribu-600 ribu barel setiap hari. Bayangkan, cukup besar, cukup kebutuhan uang USD untuk impor itu,” kata Moeldoko saat membuka acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Artinya, jika Indonesia menggunakan kendaraan listrik, diharapkan penggunaan minyak untuk bahan bakar akan berkurang. Kedua, kata Moeldoko, dengan menggunakan KBL, maka udara yang dihirup anak cucu Indonesia lebih sehat.

“Kita harus memikirkan anak cucu kita terhindari dari sebuah lingkungan yang semakin hari semakin tidak sehat karena cakupan emisi yang beredar cukup luar biasa. Maka udara harus dibersihkan, melalui mobil listrik khususnya,” terangnya.

Benefit yang ketiga, pria kelahiran Kediri 8 Juli 1957 itu mengatakan, dengan adanya industri KBL, maka hal itu sama dengan membangun kapasitas nasional.

“Kita memberi kemandirian untuk bisa memproduksi sendiri di dalam negeri,” ucapnya.

Sedangkan benefit yang keempat yaitu, dengan menggunakan KBL maka hal tersebut dapat menyehatkan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“PLN kita pada jam 11.00 malam sampai 5.00 pagi, itu pada posisi turun utility-nya. Dengan adanya mobil listrik, maka pada jam-jam itulah semuanya akan charge, maka PLN akan mendapatkan keuntungan lebih baik kedepannya,” terangnya. (Her)

Suzuki Kasih Kejutan di Segmen Low SUV dengan Hadirkan Penantang Rush-Terios

0

JakartaSuzuki bakal bikin sebuah kejutan dengan rencana menghadirkan penantang dari Low SUV kembar Rush Terios di Indonesia. Sinyal kejutan ini dibeberkan langsung oleh Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di acara All New Ertiga TripVenture yang berlangsung di Cirebon, Rabu (28/8/2019). 

“Kalau kami lihat pasar Low SUV khususnya tiga baris menarik buat Suzuki. Misalnya saja Ertiga. Pasar terus berubah. Ertiga belum ada 2 tahun sudah ada 2 perubahan. Kami akan coba mengakomodir yang ada di sini. Ketika produk baru nanti di bawa ke sini, semoga bisa mengakomodir kebutuhan konsumen,” beber Donny memberikan bocoran. 

Hanya saja untuk lebih detail, soal kapan dan bagaimana spesifikasi Low SUV Suzuki ini, ia masih enggan berkomentar lebih banyak. 

Tapi bila melihat India, Maruti Suzuki India baru saja meluncurkan sebuah SUV bernama XL6 yang dikembangkan dari basis Suzuki Ertiga. Kuat dugaan model ini juga yang akan jadi kejutan tersebut.

Bedanya di India XL6 punya konfigurasi kursi dengan captain seat, nah di Indonesia Suzuki lebih cenderung ingin bermain di segmen SUV 7-seater. Namanya pun berubah menjadi XL7, sebagai kode jumlah bangku. 

Lebih jauh Donny mengakui kalau strategi awal penjualan XL7 tidak diawali dengan impor seperti model Celerio dan Ciaz. Besarnya potensi pasar Low SUV di Indonesia membuat pihaknya percaya diri untuk langsung melakukan produksi disini.

“Low SUV itu potensi pasarnya besar. Makanya kami usahakan produksi disini dengan target penjualan di ats 2.000 unit sebulan. Kami maunya begitu. Dan kami yakin volume penjualan mobil ini bakalan menggembirakan,” pungkasnya.

Menyinggung soal strategi harga, Donny menyebut bakal sama dengan kondisi pasar di Indonesia saat ini, dimana posisi harga Low SUV akan lebih tinggi dibanding dengan harga Low MPV.

Sebagai gambaran harga Toyota Rush saat ini dimulai dari Rp 244.250.000, sementara untuk Toyota Avanza dimulai dari harga Rp 188.000.000. Jadi kemungkinan besar Suzuki XL7 bakal berbanderol di bawah harga Rp 300 juta. (Z)

Anak Usia 10 Tahun Asal Surabaya Ini Sukses Mencetak Prestasi Dunia

0

Jakarta – Seorang anak berusia 10 tahun asal Surabaya membawa harum nama bangsa Indonesia di ajang lomba gambar internasional yang digelar di Jepang.

Damion Deven berhasil membawa pulang medali emas di ajang Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) 2019 dengan karyanya yang diberi judul “Dare Duck Car”. Damion menang di kategori usia 8-11 tahun pada ajang lomba gambar yang digelar oleh Toyota Motor Corporation Japan, 29 Agustus 2019 lalu.

“Kami ucapkan selamat kepada Damion atas prestasi luar biasanya di Jepang. Penghargaan ini semakin terasa spesial karena Damion berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam suasana perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Semoga prestasi Damion dapat mendorong anak-anak Indonesia lainnya untuk terus mengembangkan bakat seninya,” ujar Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto dalam sebuah siaran pers, Jumat (30/8/2019).

Chie Morimoto (Art Director Goen Inc – salah satu perwakilan dewan juri) berfoto bersama Damion Deven (Sumber: Toyota)

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kondisi alamnya yang beragam menjadi ide awal karya dari Damion Deven.

“Saya punya banyak teman yang tinggal di daerah pedesaan dan mereka harus berjalan cukup jauh untuk sampai ke sekolah, bahkan beberapa di antaranya harus menyeberangi sungai. Dari sini ide saya lahir untuk menggambar mobil impian yang dapat membantu mereka,” ungkap Damion.

Digambarkan olehnya, mobil bernama “Dare Duck Car” tersebut sangat kuat dan tahan terhadap perubahan iklim dan mampu melewati berbagai medan yang sulit, baik di darat, air, dan udara.

Sebelum lolos ke Jepang, Damion melalui dua tahapan seleksi, di Indonesia dan juga di Jepang. Karyanya ini berhasil menyingkirkan 950.000 gambar dari 86 negara dunia yang menjadi peserta TDCAC 2019.

TDCAC sendiri merupakan bagian dari inisiatif kontribusi sosial yang dilakukan oleh Toyota Group. Dalam kegiatan ini, Toyota mengajak anak-anak di seluruh dunia untuk berbagi ide mengenai mobilitas masa depan dengan cara menggambar mobil impiannya.

Tahun lalu, Xylone Margareth Andariska, anak umur 7 tahun dari Surabaya, berhasil memperoleh prestasi tertinggi kategori usia di bawah 8 tahun, di mana karya gambarnya menjadi bagian dari miniatur diorama oleh tim engineer dari Toyota Japan.

Wah, selamat kepada Damion. (Z)

Pasca Kerusuhan, Pertamina Kembali Salurkan BBM ke SPBU Reguler Jayapura

0

Jakarta – Setelah sempat menunda distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jayapura akibat faktor kondisi yang tidak kondusif, akhirnya Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyaluran BBM di wilayah tersebut.

Namun proses distribusi ini dilakukan dengan mendapat pengawalan ketat dari petugas TNI. Begitu juga dengan para pemilik SPBU yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) yang tetap melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk tetap menjaga keamanan SPBU.

“Konsumen tidak perlu khawatir  terkait ketersediaan BBM karena stok Terminal BBM dalam kondisi baik dan kami senantiasa memonitor penyaluran ke SPBU,” kata Brasto Galih Nugroho, Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua PT Pertamina (Persero) di Jayapura melalui sebuah siaran pers, Sabtu (31/8/2019). 

Upaya keras dari Pertamina ini untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM pasca kerusuhan aksi massa yang terjadi sejak Kamis (29/8/2019) lalu.

Brasto juga menyebut bahwa sebagian besar SPBU reguler di Kota Jayapura dan Sentani sudah beroperasi normal. Diantaranya SPBU Nagoya, Dok 5 Atas, Dok 5 Bawah, Entrop, Padang Bulan, Tanah Hitam, Kotaraja, Hawai Sentani, Bandara Sentani dan Doyo.

“Kami berharap agar situasi keamanan terus berjalan kondusif kembali dan Pertamina dapat menyalurkan BBM ke lembaga penyalur dan SPBU beroperasi normal kembali,” ujarnya.

Beberapa SPBU yang disebutkan mengalami kerusakan akibat aksi massa, namun hal ini tidak menghalangi kami untuk mendistribusikan BBM dan melayani konsumen untuk menunjang kebutuhan transportasi dan proses pemulihan pasca aksi masyarakat.

“Selain penyaluran ke SPBU, Pertamina juga menyalurkan avtur ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sentani dan PLTD Sentani untuk menjaga ketahanan stok disana,” pungkasnya. (Z)

Ikut Pameran dan Parade Kendaraan Listrik, DFSK Glory E3 Sedot Perhatian Pengunjung

0

Jakarta – Pameran dan konvoi dari berbagai kendaraan listrik berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas). Ajang ini di inisiasi oleh Kementerian Perhubungan dengan tema 'Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi dengan Kendaraan Listrik’.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh pabrikan mobil asal China, Dong Feng Sokonindo (DFSK) yang hadir menjadi salah satu peserta dengan menampilkan Glory E3.

DFSK juga mendapat kehormatan saat Menteri Perindustrian Indonesia, Airlangga Hartanto dan Ketua Gaikindo Jongki Sugiarto menyambangi booth dan berkesempatan untuk duduk dan merasakan kenyamanan Glory E3.

Menteri Perindustrian Indonesia, Airlangga Hartanto dan Ketua Gaikindo Jongki Sugiarto melihat lebih dekat Glory E3 (Sumber: DFSK)

Tak hanya menarik perhatian Menperin dan Ketua Gaikindo, sejumlah pengunjung yang hadir di pameran kendaraan bermotor listrik ini juga memuaskan rasa penasarannya dengan mendekati dan mengamati dari dekat bentuk serta teknologi mesin listrik dari Glory E3.

Turut hadir dalam konvoi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

Keempat menteri tersebut menunggangi motor listrik dari Silang Monas hingga Bunderan HI dan kembali lagi ke Monas.

“Pameran dan parade ini adalah suatu inisiatif serta sosialisasi Perpres 55 2019 agar bisa diberlakukan dengan baik,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

Seperti yang kita ketahui, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 terkait mobil listrik sudah ditandatangani Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. (Z)

Sejumlah pengunjung terlihat mengunjungi booth DFSK pada pameran kendaraan bermotor listrik yang diadakan oleh Kementrian Perhubungan di Lapangan Silang Monas, Jakarta 31 Agustus 2019 (Sumber: DFSK)

 

Ini Alasan Suzuki Menjejalkan 7 Kursi Penumpang di Low SUV Terbarunya

0

Jakarta – Tidak lama lagi Suzuki Indonesia bakal menghadirkan lawan dari Rush-Terios maupun BR-V di pasar otomotif Tanah Air.

Ini bertepatan juga di India baru saja meluncur model terbaru Suzuki yakni XL6. Meski tidak akan sama persis dengan yang di India, tapi dikonfirmasi bahwa model tersebutlah yang akan hadir untuk menantang tiga merek Low SUV yang disebut di atas. 

Di India diberi nama XL6 karena hanya berkapasitas 6 bangku penumpang dengan captain seat di baris keduanya. Sementara untuk di Indonesia namanya XL7 karena berkapasitas 7 penumpang.

“Pasar mobil terbesar di Indonesia itu adalah yang memiliki bangku 3 baris. Hampir 70 persen kendaraan penumpang yang terjual itu 3 baris dengan harga di bawah 250 juta,” ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada OLX Indonesia di Cirebon beberapa waktu lalu. 

Perbedaan lain mobil SUV terbaru Suzuki di Indonesia dengan yang diproduksi Maruti Suzuki India adalah di sektor posisi marketnya. 

“Suzuki XL6 di India hanya dijual melalui jaringan diler Nexa. Dimana Nexa adalah spesialis untuk menjual produk premium Suzuki saja. Tapi di Indonesia akan beda, baik dari segmen hingga fiturnya,” jelas Donny. 

Dengan kondisi pasar SUV yang terus berkembang tahun ke tahun, menjadi alasan nafsu PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk ikut terjun dalam persaingan di segmen tersebut.

Selain itu terbatasnya model SUV pabrikan berlogo S ini di Indonesia juga menjadi faktor pendorong lainnya untuk memproduksi Suzuki XL7 di sini.  

“Karena pasar Low SUV volume-nya gede, sementara di segmen ini (SUV) kami baru punya 3 model, S-Cross, Vitara dan yang terbaru adalah Jimny tapi limited. Makanya kita adakan mobil ini. Tapi untuk kapannya, ditunggu aja,” pungkasnya. 

Menyinggung Vitara, Medium SUV milik Suzuki ini disebutkan masih ada aktivitas penjualan. Khususnya permintaan fleet untuk kepolisian. (Z)

Gak Pakai Gembar-Gembor, Suzuki Pamer Mobil Ramah Lingkungan

0

Jakarta – Meski tak pernah gembar-gembor soal produk kendaraan listrik, namun Suzuki Indonesia tetap ikut mendukung kebijakan pemerintah terkait rencana penerapan kendaraan bermotor listrik.

Komitmen PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ini bisa dilihat saat berlangsungnya Pameran dan Parade Kendaraan Bermotor Listrik yang berlangsung di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (31/8/2019) lalu.

Disana, Suzuki hadir dengan memboyong All New Ertiga Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).

SHVS merupakan teknologi mesin mild hybrid yang telah dikembangkan Suzuki secara global. Khusus untuk Indonesia, teknologi ini masih dalam tahap penelitian agar bisa disesuaikan dengan karakter dan kondisi jalanan di dalam negeri. 

Padahal saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu di Cirebon, Dony Saputra, 4W Marketing Director PT SIS mengungkapkan kebijakan untuk menghadirkan mobil listrik di Indonesia masih menunggu keputusan prinsipal di Jepang.

Para pejabat negara dan GAIKINDO mendapat penjelasan terkait keunggulan All New Ertiga SHVS (Sumber: Suzuki)

“Kami masih tunggu detailnya. Tapi kalau soal produk, di India kita sudah ada Karimun EV dan juga New Ertiga Diesel Hybrid yang pernah dijual pada 2017 lalu,” ucap Dony beberapa waktu lalu.

Yang jelas, dengan hadirnya All New Ertiga SHVS menjadi bukti kesiapan Suzuki Indonesia untuk ikut mendukung sosialisasi Perpres 55 2019 terkait penerapan kendaraan bermotor listrik di Tanah Air.

“Suzuki turut mendukung pemerintah memasuki era kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan minim kadar emisi CO2 dengan menghadirkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki. Pada tahun 2017, Suzuki telah memiliki New Ertiga Diesel Hybrid yang mengadaptasi teknologi SHVS dan menjadi yang pertama di kelasnya dalam hal teknologi ramah lingkungan. Maka dari itu, kami siap mendukung pemerintah menuju masa transisi era mobil listrik, untuk Menuju Indonesia Bersih Udara dan Hemat Energi,” tutup Dony Saputra. (Z)