Beranda blog Halaman 1736

Menjaga Pola Hidup Sehat

0

JAKARTA – Gaya hidup sehat kini menjadi trend di masyarakat, khususnya kaum urban. Menerapkan gaya hidup sehat dapat dimulai dengan berbagai cara, di antaranya dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat.

Kalangan artis dan social media influencer memiliki peran dari munculnya trend gaya hidup sehat. Seringnya mem-posting tips diet, rutinitas olahraga, hingga menu makanan sehat di sosial media membuat trend ini semakin banyak diikuti masyarakat.

Berbagai jenis menu makanan sehat dalam kemasan, seperti jus organik, smoothie bowl, hingga salad pun mulai banyak dijual di pasaran. Selain itu, bahan makanan organik juga semakin mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.

Namun, gaya hidup sehat tidak hanya terbatas pada kebiasaan olahraga dan pola makan sehat saja. Memperhatikan kebersihan rumah dengan menata ulang susunan barang dari tumpukan barang tidak terpakai juga menjadi salah satu gaya hidup sehat.

Nah, apa kabar nih rumah atau kosan kamu? Masih banyak barang yang jarang dipakai dan layak untuk dijual? Daripada menumpuk dan menjadi sarang debu, lebih baik jual aja di OLX. Selain rumah atau kosan jadi bebas debu, kamu juga bisa mendapatkan uang tambahan juga loh! (OLX)

Tips Melintas Jalur Trans Jawa ala Rifat Sungkar

0

JAKARTA – Tahun ini jalur Tol Trans Jawa dipastikan bakal dipadati pemudik yang hendak berlebaran di kampung halaman. Hal ini pula membuat tol berjarak 965 km itu akan diberlalukan sistem one way atau satu arah mulai dari KM 25 Cibitung hingga KM 262 Brebes Barat, pada 31 Mei-2 Juni 2019.

Nah, bicara soal jalur Tol Trans Jawa, pebalap nasional Rifat Sungkar memberikan tips yang perlu dipehatikan calon pemudik yang mengendarai mobil pribadi. Kata dia, meski kondisi tol lebih bagus dibandingkan tahun lalu, namun ada yang tetap harus diperhatikan.

“Pertama, antisipasi malam itu masih penting, karena penerangan malamnya kurang,” ujar Rifat saat ditemui beberapa waktu lalu.

Karena penerangan cukup kurang, suami Sissy Priscillia itu mengatakan, ada baiknya membawa barang-barang barang yang dapat memantulkan cahaya, seperti segitiga reflektor dan rompi reflektor.

Untuk segitiga reflektor akan sangat berguna ketika mobil berhenti dalam kondisi darurat akibat ada masalah. Sedangkan rompi yang menyala juga sangat membantu pengendara lain ketika melihat keberadaan seseorang di depan yang sedang memperbaiki ban atau hal lainnya.  

Rifat menyarakan, untuk pengemudi truk disarankan menggunakan sticker scotlite dengan ukuran lebih besar di bagian belakang. Hal ini
karena lebih murah dibandingkan dengan pemasangan lampu tambahan.

Selain itu, penggunaan sticker scotlite juga bukan hanya jadi penghias saja, melainkan dapat juga sebagai salah satu faktor keselamatan, seperti yang diterapkan sejumlah kendaraan di luar negeri.

“Kenapa skotlet? Karena kalau melihat tiba-tiba nyala gede, maka Anda tau itu adalah barang gede dari jauh. Kalau lampu hanya bisa dipasang di bawah, nanti kalau sudah deket baru tau kalau itu barang gede. Termasuk juga bus,” ucapnya.

Menurut Rifat, jika pengemudi belum pernah melaju di Tol Trans Jawa, maka cara untuk mengantisipasi yaitu mengisi bahan bakar secara penuh. Hal ini untuk mengantisipasi bahan bakar habis.

“Anda tidak akan pernah tau konsumsi bahan bakar, masa bisa dihitung kalo Anda berhenti 3 jam. Kalau isi bensin jangan (berfikir) nanti. Jadi paling deket dari rumah langsung isi. Keep it high!” tutup Rifat. (Her)

Warna Baru Honda PCX Menarik Perhatian

0

JAKARTA – Tak hanya Honda CRF250Rally saja yang tampil dengan warna baru. Sebab, PT Astra Honda Motor (AHM) juga menyuguhkan kelir anyar untuk skuter matik gambot Honda PCX.

Ya, warna baru untuk skutik tersebut berupa Magnificient Matte Brown yang diklaim dapat menambah kesan premium dan mewah, sehingga lebih berkelas.

Menurut Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya warna baru ini sejalan dengan Honda PCX  karena skutik tersebut memberikan kenyamanan berkendara dengan ditunjang performa, gaya hidup dan tren terkini.

“Penyegaran ini akan menyempurnakan pengalaman berkendara nyaman dan menyenangkan dengan skutik premium Honda PCX, sekaligus memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pemiliknya,” ujar Thomas dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5/2019).

Oia, warna baru Magnificient Matte Brown melengkapi koleksi Honda PCX yang sebelumnya hadir dengan balutan Wonderful White, Brilliant Black, Majestic Matte Red dan Sophisticated Matte Silver.

Guna menunjang keselamatan dalam berkendara pada tipe ABS, Honda PCX dilengkapi dengan fitur Anti-Lock Braking System(ABS).

Pada bagian kaki-kaki, Honda PCX pada dasarnya dilengkapi ban tubeless lebar dengan ukuran depan 100/80-14 dan belakang 120/70-14.

Dari sisi fitur fungsional, big scooter premium ini memiliki kapasitas tanki BBM hingga delapan liter dan fitur praktis berupa tombol pembuka tangki dan jok yang terintegrasi dengan kunci kontak.

Selain itu model premium ini memiliki fitur penyimpaan luggage box besar berkapasitas 28,8 liter yang mampu menyimpan berbagai perlengkapan ketika berkendara.

Kemudian ada juga seat stopper yang menahan posisi jok agar tidak tertutup saat sedang menyimpan atau mengeluarkan barang sehingga semakin mempermudah pengendalian bagi pengendaranya.

Honda PCX juga sudah dijejali Enhanced Smart Power (eSP) teknologi minim gesekan dan efisiensi pendinginan mesin, serta transmisi yang menghadirkan performa mesin terbaik pada model ini.

Untuk kenyamanan, model ini telah dilengkapi DC socket untuk power charger yang disematkan pada konsol box sisi depan, sistem pengereman combi brake hidrolis dengan 3 piston caliper untuk tipe CBS yang memberikan kestabilan saat pengereman. Selain itu, skutik ini juga memiliki lampu hazard lho.

Menyoal harga, Honda PCX dibandrol Rp 38,684 juta (tipe CBS) dan Rp 42,139 juta (tipe ABS), sementara untuk varian Hyrid dilepas RP 42,139 juta. Semua harga ini On the road Jakarta.

Oia, Honda PCX warna baru ini sudah bisa dilihat langsung di gelaran Jakarta Fair Kemayoran, 22 Mei-30 Juni 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Her)

Tata Motors Lebih Nyaman Jualan Mobil Komersial di Indonesia

0

JAKARTA – Awal kehadirannya di Indonesia Tata Motors masih berpikir bisa sukses mencuri perhatian konsumen dengan menghadirkan rangkaian produk kendaraan penumpang yang harganya bakal bersahabat sama ‘kantong’ konsumen.

Tata Storm, Tata Aria dan Tata Vista menjadi model kendaraan penumpang merek India yang pernah beberapa waktu eksis di industri otomotif segmen kendaraan penumpang Tanah Air.

Sayangnya, line up mobil-mobil penumpang Tata Motors ini ternyata belum mampu menggoyahkan hegemoni merek-merek Jepang, Korea dan Eropa di pasar nasional.

Tak mau lama terjebak dalam kondisi seperti itu, akhirnya PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) sebagai agen pemegang merek Tata Motors di Indonesia akhirnya mengubah haluan bisnisnya. Dari jualan mobil penumpang beralih ke mobil komersial.

Strategi ini ternyata cukup berhasil. Truk berbagai model dan jenis dari Tata Motors banyak diminati, khususnya pengusaha transportasi dan logistik. Merek ini pun akhirnya bertumbuh dengan sangat baik sampai sekarang.

Ini secara perlahan menumbuhkan kepercayaan konsumen sekaligus pengakuan atas kualitas produk buatan India.

Tentu ini jadi momen tepat bila TMDI mau ‘comeback’ menjual kendaraan penumpang yang mereka miliki. Tapi urung dilakukan karena beberapa alasan dan pertimbangan.

“Pasar otomotif di kendaraan penumpang itu keuntungannya kecil dan pasarnya tidak terlalu besar dibanding kendaraan komersial. Ini terjadi sekarang, kendaraan penumpang mengalami stagnan, sementara kendaraan komersial terus tumbuh,” ujar Biswadev Sengupta, Presiden Direktur TMDI mengungkapkan alasan ketidaktertarikan Tata Motors kembali menggarap segmen mobil penumpang, Rabu (15/5/2019) di Pondok Indah, Jakarta.

Menurutnya Indonesia saat ini jauh lebih membutuhkan kendaraan niaga dibanding kendaraan penumpang.

“Negara berkembang seperti Indonesia sedang gencarnya melaksanakan pembangunan, sangat bagus untuk kendaraan komersial seperti truk, kendaraan transportasi bus, dan tambang,” sambungnya.

“Jadi alasan kami belum lagi memikirkan kendaraan penumpang dan terus fokus ke commercial vehicle, karena kami ingin menjadi bagian untuk berkembang bersama negara ini,” jelasnya. 

Demikian juga dengan rencana untuk membangun pabrik perakitan, menurut Biswadev rencana tersebut ada, tapi masih rencana jangka panjang.

“Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti bagaimana menyajikan kualitas pelayanan yang baik, kualitas suku cadang, hingga melayani konsumen lebih baik lagi,” pungkas Biswadev. (Z)

Kymco Like 150i, Motor Anti Mainstream

0

JAKARTA – Skuter dengan gaya klasik ke barat-baratan tak hanya jadi ciri khas Vespa, Piaggio atau pendatang baru Lambretta. Sebab, di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 hadir pula Kymco, yang meluncurkan produk terbarunya Like 150i.

Menurut Presiden Direktur PT Smart Motor Indonesia (Ditributor Kymco di Indonesia) Neo Chan, Kymco Like 150i produk anti mainstream dan berbeda dengan pabrikan Jepang.

“Soal harga, kami membanderolnya Rp 28,8 juta OTR Jakarta,” ucap Neo Chan saat ditemui di ajang IIMS 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Jika dilihat kasat mata, skuter asal Taiwan ini memiliki bentuk hampir mirip dengan skutik buatan Piaggio. Sedangkan jika dilihat harganya, memang lebih murah dibandingkan Vespa atau Lambretta.

Oia, Kymco ini Kymco 150i memiliki dimensi panjang 1.935mm, lebar 690mm, dan tinggi 1.145 mm. Jarak sumbu roda 1.315 mm, jarak ke tanah 120 mm, dan berat bersih 129 kg.

Meski demikian, Kymco Like 150i sudah dilengkapi fitur-fitur yang sangat menarik, seperti halnya panel meter digital yang disebut Noodle Navigation. Fitur ini merupakan sistem navigasi yang bisa langsung terkoneksi ke smartphone, sehingga memudahkan pengguna untuk mengontrol instrumen bahan bakar, jam dan volt meter.

Selain itu, sebagai standar keselamatan, fitur yang tak kalah penting pada Kymco 150i sudah menggunakan Anti Lock Breaking System (ABS) dan lampu Full LED sebagai standar pabrikan.

Sementara untuk memberikan kenyamanan, dilengkapi pula suspensi depan menggunakan teleskopik dan belakang dua sokbreker.

Sedangkan pada bagian kaki-kakinya, Kymco Like 150i telah memakai pelek berukuran 12 inci yang dibalut ban ukuran 110/70 depan dan 130/70 belakang.

Soal jantung pacu, Kymco Like 150i ditanamkan mesin 4 Stroke SOHC 4-Valve, berkubikasi 156cc, yang diklaim mampu menyemburkan tenaga maksimal sebesar 13.5HP pada 9.000 rpm dan torsi 8.7 ft-lbs pada 6.500 rpm.

Skutik bergaya klasik modern ini hadir dengan lima pilihan warna yakni bright red, deep blue, plain gray, pearly white dan mat silver crystal.

Selain Kymco Like 150i,  Kymco Indonesia juga mennawarkan produk lainnya sepperti  Exciting 400i (Rp 99 juta), Downtown 250i (Rp 65 juta), K XCT 200i (Rp 48 juta) dan Racing King (Rp 28 juta). Semua harga OTR Jakarta. (End/Her)

Yamaha R15 Hadir Dengan Warna Baru

0

JAKARTA – Setelah PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sukses menggelar hajatan akbar MAXI Day Yamaha 2019 di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat dengan mengumpulkan ribuan bikers dari komunitas Yamaha, giliran kini mereka mengumumkan penyegaran pada model sport-nya, All New Yamaha R15.

Dalam keterangan resmi YIMM menyebutkan bahwa mereka resmi merilis varian warna baru All New R15 yang membuat tampilan motor sport tersebut menjadi semakin sporty

Nggak cuma sebatas warna, tapi juga ubahan stripping yang menyesuaikan selera dan keinginan para pecinta motor sport terbaru saat ini.

All New R15 kini hadir dalam tiga varian warna yang lebih menarik, Racing Blue, Racing Black serta Racing Yellow. Untuk yang warna Racing Blue, All New R15 tampil dengan kombinasi warna biru-hitam dengan tambahan stripping berbentuk huruf  “R” yang merepresentasikan simbol R Series pada kedua sisi fairing.

Dua sisanya, warna Racing Black (perpaduan warna hitam-merah) dan Racing Yellow (perpaduan warna kuning-kelabu) desain stripping dibuat lebih tajam dan agresif dengan tambahan logo bertuliskan R15 yang disematkan pada kedua bagian sisi fairing

Bagian belakang juga disematkan stripping minimalis yang semakin memperkuat kesan racy

Motor sport ini menyuguhkan sejumlah fitur modern yang mampu meningkatkan performa dan kenyamanan dalam berkendara seperti lampu depan belakang yang sudah mengadopsi teknologi LED sehingga membuat sistem pencahayaan menjadi lebih terang, awet serta tahan lama. 

Juga dilengkapi dengan speedometer full digital yang informatif dengan sift-timing light yang memudahkan pengendara memperoleh performa optimal.

Sementara di kaki-kaki, All New R15 sudah menggunakan rangka Delta Box yang sudah teruji kekuatannya.  

Mesinnya menggendong mesin 155cc, 6-percepatan yang dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang mampu menjaga tenaga serta torsi merata disetiap putaran mesin serta Assist & Slipper Clutch (ASC) yang membuat kopling menjadi ringan dan proses perpindahan gigi menjadi lebih halus.

Hadir di Indonesia tahun 2017 silam, All New R15 berhasil bertransformasi menjadi salah satu motor sport fairing terbaik dan juga jadi motor paling kencang di kelasnya.

“Ini adalah upaya kami untuk senantiasa memberikan nilai tambah kepada para penggemar motor sport di Tanah Air dimana mereka menginginkan motor yang tampil lebih sporty dengan beragam fitur terkini serta performa mesin yang andal dan mampu mendukung gaya berkendara mereka,” jelas Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Yordan Satriadi. 

Pembaruan di All New R15 ini membuat harga motor sport ini menjadi Rp 35.760.000 on the road Jakarta. Harga tersebut tidak menjadikan R15 sebagai motor sport termahal di kelasnya. (Z)

 

Gesits, Motor Listrik Lokal Berbanderol Rp 24,95 Juta

0

JAKARTA – Sepeda motor listrik buatan anak bangsa, Gesits, hadir di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Tak sekadar dipajang, PT Gesits Technologies Indo (GTI) selaku distributor mengumumkan harga motor tersebut sebesar Rp 24,95 juta off the road.

Namun begitu, menurut CEO GTI Harun Sjech, konsumen yang melakukan pemesanan motor listrik Gesits selama pameran IIMS 2019, harganya menjadi Rp 23,5 jutaan. Untuk pengiriman, jika tak ada aral melintang akan dikirim Juli 2019.

“Motor ini sudah melalui rangkaian proses riset, tahapan uji coba dan produksi yang konstruktif,” ungkap Harusn di hall C, JIExpo,
Kemayoran, Jakarta.

Harun juga mengatakan, motor Gestis sudah dilakukan beragam pengujian mulai dari mengkombinasikan keamanan, performa dan efisiensi.

Dia juga mengklaim, selain ramah lingkungan, motor Gesits lebih efisien 70 persen dalam hal biaya operasional dibandingkan motor konvensional atau berbahan bakar minyak.

Tenaga yang tersimpan di dalam baterai ini diklaim mampu melaju hingga 100 km/jam dalam satu kali pengisian baterai dengan rentan waktu 3-4 jam.

Sedangkan untuk fitur-fitur yang disematkan pada motor listrik ini antara lain, penggunaan lampu LED Daytime Runnig Light dan HID Project Head lamps. Selain jadi kekinian, cahaya yang dipancarkan jadi lebih terang.

Selain itu, motor ini sudah dilengkapi panel insturmen digital, yang dapat terkoneksi dengan ponsel pengendara. Belum sampai disitu, fitur lain dari motor ini yaitu adanya tiga pilihan mode berkendara, yaitu Eco, Urban, dan Sport.

Motor Gesits juga bisa mundur lho ternyata. Terlebih jika kondisi macet. Untuk mengaktifkannya cukup menekan tombol reverse yang nanti akan muncul huruf R dipanel instrumen.

Nah, untuk spesifikasi lengkap motor listrik Gesits lihat di bawah ini:

Dimensi

  • Panjang Lebar x Tinggi : 1.947 mm x 674 mm x 1.135 mm
  • Jarak sumbu roda : 1.290 mm
  • Berat kosong : 94,5 kg
  • Rangka : Rangka baja
  • Suspensi depan : Telescopic
  • Suspensi Belakang : Alumunium Multi-Link
  • Roda Depan : 80/80-14
  • Roda Belakang: 100/80-14
  • Rem Depan: Cakram
  • Rem Belakang : Cakram

Mesin

  • Tipe Mesin: Permanent magnet synchronous Motor 5kW berpendinginan udara
  • Baterai : Lithium NCM berkapasitas 3 kWh yang sanggup melaju hingga 100 km/jam dalam sekali pengisian
  • Tenaga : 6,7 Tk pada 3.600 rpm
  • Torsi : 30 Nm pada 2.215 rpm
  • Akselerasi 0-50 km/jam : 5 detik
  • Kecepatan Maksimal 70 km/jam
  • Transmisi : Gates Poly Chain GT Carbon Belt. (Her)

7 Mobil Bekas Harga di Bawah Rp 60 Juta

0

JAKARTA – Jelang mudik lebaran, penjualan mobil kerap mengalami kenaikan. Maklum, permintaan meningkat seiring banyaknya masyarakat yang ingin sampai ke kampung halaman, dan tak mau repot jika menggunakan angkutan masal.

Selain itu, jika menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga kerap kembali melakukan berbagai aktivitas bersama dengan bersilahturahmi ke tempat kerabat, saudara atau teman lama.

Namun, bicara soal permintaan mobil untuk lebaran, permintaan banyak nggak cuma untuk mobil keluarga terbaru saja. Tapi terjadi juga pada mobil jenis MPV seken atau bekas juga banyak diincar orang.

Dengan kapasitas kabin lapang, mobil MPV diandalkan lantaran sanggup mengangkut berbagai barang bawaan yang cukup banyak. Tentunya bisa juga membawa oleh-oleh untuk di kampung halaman.

Selain kapasitas lega, harga mobil keluarga seken ini juga banyak yang terjangkau, bahkan kurang dari Rp 60 jutaan dan diproduksi masih di atas tahun 2000-an.

Setidaknya ada beberapa mobil MPV dengan kapasitas tujuh penumpang yang masih cocok untuk mudik dengan harga kurang dari Rp 60 jutaan.

Mau tau mobil bekas apa saja? Berikut daftarnya:

  1. Chevy Zafira (2000-2002) :Rp 45-60 jutaan
  2. Suzuki Every (2004) : Rp 50-60 jutaan
  3. Hyundai Trajet (2000-2005) : Rp 40-60 jutaan
  4. Suzuki APV (2004-2007) : Rp 45-60 jutaan
  5. Mitsubishi Kuda (2000-2004) : Rp 45-60 jutaan
  6. Toyota Kijang SX (2000-2004) : Rp 50-60 jutaan
  7. KIA Carens II (2002-2006) : Rp 45-60 jutaan.  (Her)

Asal Usul Toyota Kijang, Mobil Sukses dan Legendaris di Indonesia

0

Toyota Kijang Innova, mungkin mobil yang satu ini sudah tak asing didengar bahkan dilihat di jalanan Indonesia. Namun, tahukah OLXer asal usul munculnya Toyota Kijang Innova?

Pada dasarnya Toyota Kijang Innova ini hadir pada 2004 sebagai evolusi dari nama Toyota Kijang atau tanpa embel-embel kata Innova.

Adapun nama Innova diambil dari bahasa Inggris yaitu Innovation. 

Sementara itu, karena sudah go international, Kijang Innova yang dipasarkan di luar negeri ternyata tidak mencatut nama ‘Kijang’ di depannya, melainkan hanya nama ‘Innova’.

OLXer sendiri tau nggak sih kenapa disebut Toyota Kijang? Mungkin yang ada dibenak selama, nama Kijang diambil dari nama hewan liar berkaki empat asal Indonesia yang mampu berlari kencang dan lincah. 

Tentu saja tidak salah jika berpikir hal tersebut. Karena Toyota Kijang juga bandel.

Akan tetapi, nama Kijang merupakan singkatan dari ‘Kerjasama Indonesia dan Jepang’. Bahkan pemberian nama Kijang sendiri dicetuskan oleh Jusuf Kalla.

Ya, JK (sapaan Jusuf Kalla) di era 70-an bukan menjabat sebagai wakil presiden, melainkan masih sebagai Direktur Utama Grup Usaha PT Hadji Kalla.

Toyota Kijang Bukan Mobil Penumpang

Toyota Kijang generasi pertama dan kedua masih dibuat dengan gaya pikap. (Wikipedia)

Toyota Kijang sendiri awal mulanya bukan mobil yang sanggup menampung kapasitas 7-8 orang penumpang.

Sebaliknya, Toyota Kijang yang lahir 1977 merupakan mobil jenis pikap dengan lebih berbentuk persegi. 

Dilansir wikipedia, Toyota Kijang diluncurkan pada Pekan Raya Jakarta 1977 dengan disaksikan oleh Presiden RI, Soeharto, dan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. 

Oia, karena Toyota Kijang berjenis pikap, ternyata saat itu mobil tersebut diragukan apakah dapat diterima pasar Indonesia atau tidak.

Pasalnya, pada era 70-80’an, mobil keluarga seperti minibus dan sedan cukup populer. 

Sebaliknya, karena Toyota Kijang mengusung konsep pikap, sehingga akan hanya digunakan masyarakat mengangkut barang dan membawa sayur mayur, buah-buahan di bak belakang.

Lucunya, Toyota Kijang generasi pertama dijuluki ‘Kijang Buaya’, hal ini disebabkan bentuk mobilnya ketika buka-tutup kap mesin depan, maka hidung mobil (bonnet) mirip seperti mulut buaya.

Terlebih ketika menganga ditambah bak lekang yang memanjang. 

Toyota Kijang Bertransformasi

Toyota Kijang Generasi kedua sampai tahun 90'an memiliki model dengan bentuk lebih kotak. (Wikipedia)

Meski awalnya pesimis, namun penjualan Toyota Kijang nyatanya semakin meluas dan mengalami peningkatan.

Hal ini dibuktikan pada 1982, muncul Toyota Kijang yang dilengkapi kabin tertutup sehingga bisa digunakan untuk mengangkut penumpang, dengan desain lebih presisi, termasuk dilengkapi pintu, atap, hingga jendela. 

Lucunya lagi, Toyota Kijang generasi kedua ini akrab disebut sebagai ‘Kijang Doyok’, yang diambil dari nama sebuah serial kartun bertokoh Doyok pada harian Pos Kota.

Lalu kenapa disebut Kijang Doyok? Konon hal ini dikarenakan raut wajah karakter Doyok yang mancung pada bagian bibir dan gigi mirip dengan tampang Toyota Kijang. 

Toyota Kijang kembali hadir dengan generasi ketiga pada 1986-1996. Perubahan yang paling mencolok karena bentuknya lebih melengkung sehingga lebih modern di masa itu. 

Toyoa Kijang Kapsul hadir pada 1997 dengan desain yang lebih melengkung dan juga cembung. (OLX)

Setelah itu, pada 1997 muncul lagi Toyota Kijang Kapsul. Bentuk dari Kijang Kapsul lebih melengkung lagi, dan tentu saja di masanya mobil ini cukup modern dari model sebelumnya. Tak sedikit pula model yang satu ini dikenal dengan sebutan ‘Kijang Baru’.

Masuk di 2004, Toyota akhirnya merilis generasi kelima dan disebut Toyota Kijang Innova untuk pasar domestik dan Toyota Innova untuk pasar ekspor.

Bentuk mobil ini jauh lebih modern dan futuristik lagi OLXer. 

Pada 2015, Toyota akhirnya meluncurkan generasi keenam Kijang dengan desain lebih modern. (Sumber Toyota))

Selain desain, semua jeroan mesin, suspensi, kabin dan lainnya telah mengalami penyempurnaan.

Nah, setelah lama tak muncul model baru, pada 2015 hadirlah generasi keenam Toyota Kijang Innova dengan ubahan yang lebih menarik lagi.

Hingga saat ini, Toyota Kijang Innova yang digarap di Indonesia diekspor ke sejumlah negara, baik di Asia Tenggara, Asia, Timur Tengah, Afrika, sampai Amerika Latin. (Her)

Silaturahmi Selepas Lebaran ala MB W211 CI

0

JAKARTAMercedes-Benz W211 Club Indonesia (MB W211 CI) baru saja menggelar acara Halal Bihalal di kawasan wisata Pangandaran, Jawa Barat.

Acara touring ke Pangandaran ini diikuti sekitar 50an peserta dari empat chapter, Jakarta, Bandung, Tangerang dan Semarang. 

Selain untuk bersilaturahmi antara member, dalam acara ini juga mereka manfaatkan untuk liburan bersama keluarga.

Raut wajah sumringah terlihat dari seluruh peserta yang hadir. Tidak hanya itu, kesempatan ini juga jadi ajang bercengkerama, layaknya keluarga yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak bertemu.

Bagi anda pemilik Mercedes-Benz W211 dan belum bergabung, segeralah merapat. (Z)