Cek pembuktian ketangguhan New Xforce HEV di lintasan slalom dan jalan sempit. Kabin senyap, kontrol stabil, dan parkir jadi makin praktis!
OLX News – Mobil berteknologi hybrid sering kali hanya dinilai dari seberapa besar penghematan konsumsi bahan bakarnya.
Namun, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) ingin menunjukkan sisi lain yang tidak kalah penting: kepraktisan dan kelincahan berkendara di area perkotaan yang padat.
Melalui agenda test drive hari kedua yang berlangsung Sabtu, 18 Juli 2026, pabrikan berlogo tiga berlian ini menantang New Xforce HEV untuk melewati berbagai simulasi kondisi jalan.
Pengujian ini sengaja dirancang dengan sudut pandang berbeda, yakni fokus pada pembuktian teknologi fitur fungsional saat mobil dihadapkan pada situasi jalanan yang menyulitkan pengemudi.
Kabin Senyap Menuju Karawang
Rute pengujian dimulai dari kantor pusat MMKSI menuju kawasan Grand Outlet Karawang. Jalur yang dipilih sengaja mengombinasikan area lalu lintas kota yang padat serta jalan tol bebas hambatan.
Sepanjang rute ini, penyempurnaan pada bagian sasis dan sistem suspensi teranyar langsung memperlihatkan performanya.
Guncangan di jalan bergelombang mampu diredam dengan baik, ditambah dengan kondisi kabin New Xforce HEV yang terasa sangat halus dan senyap.
Pengemudi juga bisa memanfaatkan beberapa pilihan drive mode yang dapat disesuaikan langsung dengan karakter permukaan jalan yang sedang dilalui.
Beraksi Lincah di Meikarta Speedway
Puas melakukan eksplorasi New Xforce HEV di Karawang, puluhan jurnalis dari berbagai media nasional, termasuk OLX News, bergerak menuju kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.
Di sini, pengujian tidak lagi berfokus pada kecepatan, melainkan pada aspek kegunaan harian.
Para jurnalis ditantang dalam Baggage Challenge untuk melihat langsung kapasitas ruang bagasi yang luas serta kemudahan membuka pintu belakang lewat fitur Electric Tailgate.
Tantangan tersulit berikutnya adalah Narrow Road Challenge dan Parking Challenge. Di sini, New Xforce HEV dipaksa bermanuver di jalur yang sangat sempit serta area parkir yang ketat.
Radius putar mobil yang ringkas terbukti mempermudah pergerakan setir. Ditambah lagi, hadirnya fitur Multi Around Monitor (MAM) yang dilengkapi dengan Moving Object Detection (MOD) membuat proses parkir mundur menjadi jauh lebih aman karena pengemudi bisa memantau objek bergerak di sekitar mobil secara langsung.
“Respons positif yang kami terima pada sesi Media Test Drive pertama menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan produk secara berkelanjutan. Kami senang melihat berbagai peningkatan yang dihadirkan pada New Xforce, mulai dari sistem suspensi yang telah disempurnakan, kenyamanan berkendara yang semakin baik, hingga pengalaman berkendara New Xforce HEV yang halus dan senyap, mendapatkan apresiasi positif dari rekan-rekan jurnalis yang berpartisipasi,” ungkap Maasaki Fujiwara, Executive Vice President PT MMKSI, memberikan penjelasannya.
Di lintasan Meikarta Speedway, New Xforce HEV harus melahap menu simulasi berkendara ekstrem seperti berjalan meliuk-liuk (slalom), pengereman mendadak (braking), hingga menikung tajam di ruang terbatas.
Kombinasi radius putar yang kecil berpadu dengan fitur Active Yaw Control (AYC) terbukti sukses menjaga stabilitas bodi mobil.
Gejala limbung atau slip saat menikung keras dapat diminimalkan, sehingga kendali setir tetap presisi.
Melalui rangkaian pengujian terukur ini, Mitsubishi berhasil membuktikan bahwa varian hibrida terbaru mereka tidak sekadar menjual efisiensi mesin, melainkan paket lengkap kendaraan urban yang lincah, aman, dan sangat praktis untuk menunjang aktivitas harian masyarakat.
Dengan kata lain, mobil irit tidak melulu harus meninggalkan rasa maupun kesan fun to drive. New Xforce HEV berhasil membuktikan hal tersebut. (Z)
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Wuling Air ev kembali buktikan tajinya sebagai pelopor mobil listrik murah dengan meraih Best Brand SBBI Award 2026. Cek sejarah dan harga terbarunya!
OLX News – Siapa yang tidak kenal Wuling Air ev? Sejak pertama kali mengaspal di Indonesia, mobil mungil ini langsung mencuri perhatian dan perlahan mengubah kebiasaan masyarakat perkotaan dalam memilih kendaraan harian.
Reputasinya sebagai pelopor mobil listrik dengan harga terjangkau membuatnya selalu jadi primadona.
Tahun 2026 ini, Wuling Motors kembali menorehkan prestasi gemilang. Tepat pada 17 Juli 2026 di Arcadia Ballroom, The Alana Hotel Solo, Wuling Air ev berhasil membawa pulang penghargaan Best Brand SBBI Awards 2026 atau Solopos Best Brand and Innovation untuk kategori Mobil Listrik City Car.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan kepraktisan yang ditawarkan oleh mobil listrik tersebut.
Brian Gomgom, selaku Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, secara langsung menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas penghargaan ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Solopos atas apresiasi yang diberikan kepada Wuling Air ev. Penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan konsumen sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ke depannya, Wuling akan terus berkomitmen menghadirkan produk dan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” ujar Brian Gomgom.
Sejarah Singkat dan Reputasi Wuling Air ev, Pelopor Mobil Listrik Murah
Menengok ke belakang, Wuling Air ev resmi diperkenalkan di Tanah Air pada tahun 2022.
Sejak saat itu, kehadirannya memegang peran besar dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Salah satu hal yang patut dibanggakan, mobil ini tidak diimpor utuh, melainkan sudah diproduksi secara lokal di fasilitas perakitan Wuling yang berada di Cikarang, Jawa Barat.
Dengan keunggulannya yang sangat mudah digunakan, biaya operasional yang bersahabat, serta fitur-fitur pintar, Wuling Air ev sukses merebut hati masyarakat luas.
Ajang SBBI Awards 2026 yang mengusung tema ‘Winning Value, Driving Impact’ terasa sangat pas untuk menggambarkan keberhasilan merek ini dalam membangun kepercayaan publik dan memberi dampak nyata di tengah tren elektrifikasi.
Prestasinya pun tidak berhenti di situ. Sebelumnya, Wuling juga sukses dinobatkan sebagai ‘Leading Automotive Company in Accelerating the Use of Electric Cars’ untuk kategori EV and Ecosystem Company pada ajang Listrik Indonesia Award 2026.
Spesifikasi Baterai dan Update Harga Wuling Air ev Juli 2026
Mengusung tagline ‘Your Everyday Vehicle’, Wuling Air ev mengedepankan konsep easy to use, easy home charging, dan easy to own yang dirancang khusus untuk menemani mobilitas harian.
Di pasaran saat ini, terdapat dua varian utama yang bisa dipilih, yakni Lite dan Pro.
Varian Lite standard range dibekali baterai berkapasitas 17,3 kWh yang mampu melaju hingga 200 km dalam sekali pengisian penuh.
Sementara itu, untuk kamu yang butuh daya jelajah lebih jauh, varian dengan baterai 26,7 kWh menawarkan jarak tempuh hingga 300 km (berdasarkan standar CLTC).
Tenaganya didukung oleh motor listrik 30 kW dan dilengkapi fitur-fitur canggih masa kini seperti perintah suara berbahasa Indonesia Wuling Indonesian Command (WIND) serta aplikasi pintar MyWuling+.
Berikut merupakan update harga Wuling Air ev terbaru bulan Juli 2026. Berdasarkan rangkuman data pasar terkini, banderol Wuling Air ev masih terbilang sangat kompetitif untuk sebuah city car bertenaga listrik penuh:
New Air ev Lite Standard Range: Rp 214.000.000
New Air ev Lite Long Range: Rp 251.000.000
New Air ev Pro: Rp 307.000.000
(Catatan: Harga di atas mengacu pada estimasi OTR Jakarta per Juli 2026 dan bisa berbeda di setiap wilayah).
Tertarik untuk mulai beralih ke gaya hidup hijau? Dengan rentetan penghargaan, fitur yang memanjakan, dan harga terjangkau, Wuling Air ev terbukti masih jadi salah satu penawaran terbaik yang patut masuk garasi rumahmu tahun ini! (Z)
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Pelajari perbedaan transmisi manual, CVT, dan AT konvensional untuk menentukan pilihan yang paling tepat.
OLX News – Bayangkan kamu sedang di dealer mobil, bingung memilih antara tiga pilihan transmisi yang ditawarkan. Pertanyaan soal transmisi manual vs CVT vs AT konvensional sering membuat calon pembeli mobil kehabisan waktu berdiskusi. Jawabannya singkat: ketiganya punya cara kerja, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda secara fundamental. Memahami perbedaan ini bisa menghemat uang dan mencegah penyesalan jangka panjang.
Bagaimana Cara Kerja Masing-Masing Transmisi?
Sebelum membandingkan, kamu perlu tahu cara kerja dasar setiap jenis transmisi. Ketiganya punya mekanisme berbeda untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda. Perbedaan mekanisme inilah yang menentukan karakter berkendara secara keseluruhan.
Cara kerja transmisi manual
Transmisi manual menggunakan kopling mekanis yang dioperasikan pengemudi secara langsung. Kamu menekan pedal kopling, memindahkan gigi, lalu melepas kopling secara bertahap. Proses ini memberi kontrol penuh atas perpindahan tenaga mesin. Namun, dibutuhkan koordinasi tangan dan kaki yang terlatih.
Cara kerja CVT
CVT (Continuously Variable Transmission) tidak menggunakan gigi bertingkat seperti transmisi konvensional. Sistem ini memakai dua puli dan sabuk baja yang mengubah rasio secara kontinu dan mulus. Akibatnya, putaran mesin selalu berada di zona efisiensi optimal. Inilah alasan CVT sangat populer untuk mobil hemat bahan bakar.
Cara kerja AT konvensional
AT konvensional (Automatic Transmission) menggunakan torque converter dan serangkaian planetary gear set. Perpindahan gigi terjadi otomatis berdasarkan kecepatan dan beban mesin. Berbeda dengan CVT, AT konvensional memiliki gigi bertingkat yang jumlahnya bervariasi, mulai dari 4 hingga 10 percepatan. Sensasi perpindahan giginya terasa lebih jelas dibanding CVT.
Transmisi Manual vs CVT: Perbedaan Utama yang Perlu Kamu Tahu
Perbandingan transmisi manual vs CVT sering menjadi perdebatan di komunitas otomotif Indonesia. Keduanya punya keunggulan di situasi berkendara yang berbeda. Memilih salah satunya bergantung pada kebiasaan dan kebutuhan kamu sehari-hari.
Efisiensi bahan bakar: CVT umumnya lebih irit karena mesin selalu bekerja di RPM optimal. Transmisi manual bisa lebih irit di tangan pengemudi berpengalaman, tetapi hasilnya tidak konsisten.
Kontrol berkendara: Transmisi manual memberi kontrol penuh kepada pengemudi. CVT terasa lebih pasif karena sistem yang menentukan rasio transmisi.
Kemudahan penggunaan: CVT jauh lebih mudah digunakan, terutama di kemacetan kota. Transmisi manual membutuhkan latihan dan stamina lebih di kondisi stop-and-go.
Biaya perawatan: Transmisi manual relatif lebih murah diperbaiki. CVT membutuhkan penggantian oli khusus secara berkala dan biaya perbaikan lebih mahal jika rusak.
Respons akselerasi: Transmisi manual memberikan respons lebih langsung saat kamu menekan gas. CVT kadang terasa “mengambang” karena tidak ada perpindahan gigi yang terasa.
Selain itu, perbandingan antara CVT dan AT konvensional juga tidak kalah penting. Banyak pembeli mobil matic bingung memilih antara keduanya. Padahal, keduanya punya karakter yang cukup berbeda dalam penggunaan nyata.
Keunggulan CVT dibanding AT
CVT unggul dalam efisiensi bahan bakar untuk penggunaan dalam kota. Berdasarkan data dari berbagai uji konsumsi BBM yang dilakukan Autocar Indonesia, mobil bermesin CVT rata-rata lebih irit 10-15% dibanding AT konvensional dengan spesifikasi mesin serupa. Selain itu, CVT menghasilkan akselerasi yang lebih halus karena tidak ada “hentakan” perpindahan gigi. Bobot sistem CVT juga umumnya lebih ringan.
Keunggulan AT konvensional dibanding CVT
Namun, AT konvensional punya kelebihan tersendiri yang tidak bisa diabaikan. Sistem ini lebih tahan lama untuk penggunaan berat, seperti menarik beban atau berkendara di medan terjal. Biaya perbaikan AT konvensional juga lebih terjangkau karena teknologinya sudah lama dan banyak bengkel yang menguasainya. Di sisi lain, sensasi berkendara AT konvensional terasa lebih “sporty” karena perpindahan giginya terasa nyata.
Data dan Fakta Transmisi Mobil di Indonesia
Berdasarkan hal tersebut, penting untuk melihat data nyata sebelum mengambil keputusan. Berikut beberapa fakta yang relevan untuk konteks pasar otomotif Indonesia.
Menurut data Gaikindo tahun 2024, lebih dari 65% penjualan mobil baru di Indonesia adalah varian transmisi otomatis, termasuk CVT dan AT konvensional.
Berdasarkan laporan Kompas Otomotif, CVT mendominasi segmen LCGC (Low Cost Green Car) karena efisiensi bahan bakarnya yang lebih baik.
Dilansir dari Detik Oto, biaya servis CVT bisa mencapai dua kali lipat biaya servis AT konvensional di bengkel resmi.
Menurut survei komunitas otomotif OtoDriver, pengemudi muda di kota besar lebih memilih CVT karena kemudahan penggunaan di kemacetan.
Transmisi manual masih dominan di segmen mobil niaga ringan dan kendaraan off-road, berdasarkan data penjualan Mitsubishi dan Toyota Indonesia.
Tabel Perbandingan Spesifikasi Transmisi
Dengan demikian, melihat perbandingan spesifikasi secara langsung akan mempermudah keputusan kamu. Tabel berikut merangkum perbedaan utama ketiga jenis transmisi berdasarkan parameter teknis dan praktis.
Perbandingan spesifikasi transmisi manual, CVT, dan AT konvensional. Sumber: data teknis dari Toyota Indonesia, Honda Indonesia, dan Mitsubishi Motors Indonesia (2024).
Parameter
Transmisi Manual
CVT
AT Konvensional
Jumlah gigi
5 atau 6 percepatan
Tidak ada gigi tetap (rasio kontinu)
4 hingga 10 percepatan
Mekanisme utama
Kopling mekanis + gigi bertingkat
Puli + sabuk baja
Torque converter + planetary gear
Konsumsi BBM (rata-rata kota)
12-15 km/liter*
14-17 km/liter*
11-14 km/liter*
Biaya perawatan rutin
Rendah
Menengah
Menengah
Biaya perbaikan jika rusak
Rendah
Tinggi
Menengah
Kemudahan berkendara
Butuh keahlian
Sangat mudah
Mudah
Cocok untuk medan
Semua medan, termasuk off-road
Jalan mulus, perkotaan
Perkotaan dan jalan umum
Durabilitas beban berat
Tinggi
Rendah-menengah
Tinggi
*Angka konsumsi BBM bersifat estimasi dan bergantung pada gaya mengemudi, kondisi jalan, dan spesifikasi mesin kendaraan.
Mitos yang Sering Salah tentang Transmisi Mobil
Selanjutnya, ada beberapa mitos yang beredar luas dan perlu diluruskan. Mitos ini sering memengaruhi keputusan pembelian secara tidak tepat. Berikut tiga mitos paling umum beserta faktanya.
Mitos 1: CVT selalu lebih irit dari transmisi manual
Fakta: CVT memang lebih irit dalam kondisi kemacetan kota. Namun, pengemudi manual yang terlatih bisa mencapai efisiensi serupa atau bahkan lebih baik di jalan tol. Keunggulan CVT paling terasa di kondisi stop-and-go yang sering terjadi di kota besar Indonesia.
Mitos 2: Transmisi manual selalu lebih kuat dari CVT
Fakta: Kekuatan transmisi bergantung pada desain dan kapasitas torsi yang dirancang pabrikan. Beberapa CVT modern dirancang untuk mesin bertenaga tinggi. Namun, untuk penggunaan off-road berat atau menarik beban, transmisi manual dan AT konvensional memang lebih andal secara umum.
Mitos 3: AT konvensional sudah ketinggalan zaman
Faktanya, AT konvensional masih digunakan di banyak kendaraan premium dan SUV besar karena ketahanannya. Toyota Land Cruiser dan beberapa varian Fortuner masih menggunakan AT konvensional hingga saat ini. Teknologi ini terus berkembang dengan penambahan jumlah percepatan untuk meningkatkan efisiensi.
Pilih Transmisi Manual atau Matic? Panduan Praktis untuk Kamu
Oleh karena itu, keputusan memilih transmisi harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata kamu. Tidak ada satu transmisi yang terbaik untuk semua orang. Pertimbangkan faktor-faktor berikut sebelum memutuskan.
Kondisi jalan harian: Jika kamu sering terjebak macet di kota, CVT atau AT konvensional jauh lebih nyaman. Transmisi manual di kemacetan panjang bisa melelahkan.
Anggaran perawatan: Jika kamu ingin biaya perawatan rendah dan mudah diperbaiki di mana saja, transmisi manual adalah pilihan paling ekonomis.
Penggunaan medan berat: Untuk aktivitas off-road, angkutan barang, atau menanjak di medan terjal, transmisi manual atau AT konvensional lebih disarankan.
Pengalaman mengemudi: Pengemudi pemula atau yang jarang mengendarai mobil akan lebih nyaman dengan CVT karena pengoperasiannya paling sederhana.
Prioritas efisiensi: Jika efisiensi BBM di kota adalah prioritas utama, CVT adalah pilihan paling logis berdasarkan data konsumsi rata-rata.
Kesimpulan: Transmisi Mana yang Tepat untuk Kamu?
Pertanyaan soal transmisi manual vs CVT vs AT konvensional tidak punya jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang. Ketiganya punya keunggulan spesifik di kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Pilih transmisi manual jika kamu butuh kontrol penuh dan biaya perawatan rendah. Pilih CVT jika kamu mengutamakan kenyamanan dan efisiensi di kota. Pilih AT konvensional jika kamu butuh ketahanan untuk penggunaan berat.
Dengan memahami perbedaan transmisi manual vs CVT dan AT konvensional secara mendalam, kamu bisa membuat keputusan yang lebih tepat. Jangan hanya ikut tren atau rekomendasi orang lain tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik kamu. Transmisi yang tepat akan membuat pengalaman berkendara lebih menyenangkan dan biaya kepemilikan lebih efisien dalam jangka panjang.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Transmisi Mobil
Apakah CVT lebih baik dari transmisi manual untuk penggunaan sehari-hari?
Untuk penggunaan sehari-hari di kota dengan kemacetan tinggi, CVT memang lebih praktis dan nyaman. Namun, transmisi manual lebih unggul dalam hal biaya perawatan dan kontrol berkendara di medan bervariasi. Pilihannya bergantung pada kondisi jalan dan kebiasaan mengemudi kamu.
Berapa lama umur pakai transmisi CVT?
Dengan perawatan yang benar, termasuk penggantian oli CVT setiap 40.000 km sesuai rekomendasi pabrikan, CVT bisa bertahan lebih dari 150.000 km. Kerusakan CVT biasanya terjadi akibat telat mengganti oli atau penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi. Selalu gunakan oli CVT yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan kamu.
Apakah AT konvensional masih relevan di tahun 2024?
AT konvensional tetap relevan, terutama untuk kendaraan SUV besar, truk ringan, dan kendaraan yang sering membawa beban berat. Teknologi ini terus berkembang dengan penambahan jumlah percepatan, seperti transmisi 8-speed dan 10-speed yang digunakan di beberapa kendaraan premium. Untuk penggunaan harian di kota dengan mobil kompak, CVT memang lebih efisien secara umum.
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store.
Penasaran cara kerja hybrid New Xforce HEV? Rifat Sungkar beberkan rahasia SUV ini bisa tembus 1.000 km lebih hanya dengan satu tangki bensin penuh!
OLX News – Pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia kedatangan penantang baru yang membawa efisiensi bahan bakar luar biasa. Mitsubishi New Xforce HEV hadir dengan menawarkan rombakan teknologi yang cukup radikal dibandingkan dengan versi konvensional terdahulu.
Mobil SUV kompak ini dirancang untuk memaksimalkan efisiensi tanpa mengorbankan performa berkendara.
Untuk mengupas tuntas rahasia keiritannya, Brand Ambassador Mitsubishi Motors, Rifat Sungkar, membeberkan detail teknis mengenai dapur pacu mobil hibrida ini.
Mesin Kompresi Tinggi untuk Pengisian Baterai Cepat
Perubahan paling mencolok dari New Xforce HEV langsung terlihat pada sektor ruang bakar. Kapasitas mesin silinder kini naik dari yang sebelumnya 1.500 cc menjadi 1.600 cc. Meski kapasitasnya hanya berselisih 100 cc, sistem mekanis di dalamnya benar-benar berbeda total.
Jika mesin 1.500 cc biasa memakai rasio kompresi 10, maka pada mesin hibrida 1.600 cc ini rasionya melonjak hingga angka 14 (tepatnya 14,1). Peningkatan rasio kompresi yang tinggi ini sengaja diterapkan demi mempercepat proses pengisian daya ulang (regenerating battery).
Rifat Sungkar menjelaskan bahwa sistem komputer pada mobil ini memprioritaskan kinerja baterai berkapasitas 1,1 kW sebagai penggerak utama, bukan mesin bensinnya.
“X-Force HEV ini prioritas utamanya adalah baterai dibandingkan mesin. Sehingga dia akan sangat berupaya supaya baterai sebesar 1,1 kW ini bisa menempuh jarak yang cukup jauh. Dan di luar itu kita juga menggunakan sistem 2-speed untuk HEV,” kata Rifat Sungkar kepada OLX News di Grand Outlet Karawang, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2026).
New Xforce HEV Sanggup Melaju Kencang Murni Pakai Tenaga Listrik
Penerapan sistem transmisi 2-speed khusus hibrida menjadi senjata rahasia kedua. Penyetelan ini membuat motor listrik tetap sanggup bekerja sendirian menggerakkan roda meskipun mobil tengah dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan.
Rifat membuktikan sendiri keunggulan sistem mekanis ini saat menguji unit di lintasan nyata.
“Jadi walaupun putarannya kecepatan tinggi, mobil ini juga masih mampu menggunakan daya baterai. Saya sendiri sudah mencoba kendaraan ini mencapai 121 km per jam masih menggunakan baterai. Ini membuktikan bahwa teknologi baterai dari Mitsubishi X-Force HEV ini memang berbeda dengan para kompetitor,” tambah Rifat.
Akan tetapi, kondisi ini bisa dicapai dengan skill mengemudi yang mumpuni. Menurut Rifat, selama tidak ada akselerasi yang tiba-tiba, seperti menginjak pedal gas dalam-dalam secara tiba-tiba, maka mobil bisa melaju kencang hanya dengan mengandalkan tenaga dari baterai.
“Jadi gas-nya harus diurut dari awal sampai akhir hingga menyentuh kecepatan tersebut,” terangnya.
Perpaduan sistem komputer pintar dan komponen mekanis ini membuahkan hasil konsumsi bahan bakar yang sangat mengagumkan. Saat dites berkendara jarak jauh dari Jakarta menuju Bali, SUV ini sanggup menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer hanya dengan mengandalkan satu tangki bensin penuh berkapasitas 42 liter.
Kerennya lagi, efisiensi tinggi ini didapatkan tanpa menghilangkan sensasi berkendara yang menyenangkan (fun to drive).
Melalui penjelasan mengenai cara kerja hybrid New Xforce HEV, Rifat Sungkar berhasil mematahkan stigma bahwa mobil irit itu membosankan untuk dikendarai. Racikan teknologi kompresi 14.1 dan transmisi dua percepatan yang ada di New Xforce HEV menjadi standar baru yang siap meramaikan pasar elektrifikasi Tanah Air.
Mitsubishi New Xforce HEV resmi diluncurkan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pada hari Kamis, 16 Juli 2026 lalu.
Prosesi peluncurannya berlangsung di Mall Kasablanka, Jakarta Selatan. Bagi kamu yang tertarik untuk meminangnya, mobil SUV ini ditawarkan dengan banderol spesial peluncuran sebesar Rp 445 juta untuk status On The Road (OTR) wilayah Jakarta. \
Pihak MMKSI menargetkan pengiriman unit perdana ke garasi konsumen sudah bisa dilakukan pada akhir Juli atau awal Agustus 2026 ini. (Z)
Sejarah TWS menunjukkan perubahan cara menikmati musik, dari MP3 player hingga teknologi audio nirkabel modern.
OLX News – Menurut riset Statista tahun 2023, pasar True Wireless Stereo (TWS) global melampaui nilai 47 miliar dolar AS, angka yang mustahil dibayangkan dua dekade lalu ketika orang masih membawa MP3 player sebesar dompet ke mana-mana. Evolusi mendengarkan musik bukan sekadar pergantian perangkat. Ini adalah perubahan mendasar pada cara kamu berinteraksi dengan suara setiap hari. Dari kabel yang kusut hingga earphone yang hilang di saku, perjalanan ini penuh kejutan yang layak kamu ketahui.
Dari Walkman ke MP3: Awal Evolusi Mendengarkan Musik
Banyak orang mengira MP3 player adalah perangkat pertama yang membuat musik benar-benar portabel. Kenyataannya, Sony Walkman sudah melakukannya sejak 1979. Namun MP3 player mengubah segalanya dengan cara yang berbeda: menghilangkan kaset fisik dan menggantinya dengan file digital. Sejarah MP3 player dimulai secara resmi pada 1997 ketika Saehan Information Systems meluncurkan MPMan F10, perangkat komersial pertama yang memutar file MP3.
Selain itu, Apple mempercepat adopsi massal dengan iPod pada Oktober 2001. Berdasarkan data Apple yang dikutip oleh Kompas Tekno, iPod generasi pertama mampu menyimpan 1.000 lagu dalam kapasitas 5 GB. Angka itu terasa luar biasa di zamannya. Kamu tidak perlu lagi membawa tumpukan CD kemana-mana.
Namun MP3 player punya batas yang jelas. Perangkat ini hanya memutar musik. Tidak ada streaming, tidak ada koneksi internet, dan tidak ada pembaruan daftar putar secara otomatis. Keterbatasan itulah yang membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Bagaimana Teknologi TWS Bekerja
Selanjutnya, penting untuk memahami mengapa TWS berbeda secara fundamental dari earphone biasa. Teknologi audio TWS mengandalkan koneksi Bluetooth tanpa kabel sama sekali, termasuk antara earbud kiri dan kanan. Ini bukan hal sederhana secara teknis. Dua unit kecil harus tetap sinkron dalam hitungan milidetik agar suara tidak terdengar terlambat di salah satu telinga.
Chip Bluetooth dan Protokol Audio
Setiap earbud TWS mengandung chip Bluetooth tersendiri yang mengelola koneksi ke ponsel dan ke unit pasangannya. Versi Bluetooth 5.0 ke atas memungkinkan latensi di bawah 40 milidetik. Angka ini cukup rendah sehingga kamu tidak merasakan jeda antara video dan suara. Protokol seperti aptX dan AAC juga memengaruhi kualitas audio yang dikirim secara nirkabel.
Active Noise Cancellation (ANC)
Fitur Active Noise Cancellation atau ANC bekerja dengan mikrofon eksternal yang menangkap suara lingkungan. Chip di dalam earbud lalu menghasilkan gelombang suara berlawanan fase untuk menetralkan kebisingan tersebut. Berdasarkan pengujian yang dilansir oleh The Verge, TWS dengan ANC kelas atas mampu meredam suara hingga 30 desibel. Ini setara dengan mengurangi suara mesin pesawat menjadi bisikan.
Baterai dan Charging Case
Salah satu inovasi terpenting dalam perkembangan earphone nirkabel adalah charging case. Kotak kecil ini bukan sekadar tempat penyimpanan. Ia mengisi ulang baterai earbud secara otomatis setiap kali kamu memasukkannya. Sebagian besar TWS modern menawarkan total daya tahan baterai 20 hingga 36 jam jika dihitung bersama case-nya.
Sensor dan Kontrol Sentuh
TWS generasi terbaru dilengkapi sensor yang mendeteksi apakah earbud sedang dipakai atau tidak. Musik otomatis berhenti saat kamu melepas satu earbud. Selain itu, kontrol sentuh di permukaan earbud menggantikan tombol fisik. Kamu bisa mengatur volume, melewati lagu, atau mengaktifkan asisten suara hanya dengan ketukan jari.
Perbandingan Spesifikasi: MP3 Player vs TWS
Untuk memahami seberapa jauh evolusi mendengarkan musik telah berjalan, perbandingan spesifikasi teknis antara MP3 player klasik dan TWS modern memberikan gambaran yang konkret. Data berikut dikompilasi dari spesifikasi resmi produk yang tersedia secara publik.
Spesifikasi
MP3 Player (iPod Nano Gen 7)
TWS (Samsung Galaxy Buds2 Pro)
Koneksi
Kabel (3.5mm jack)
Bluetooth 5.3
Kapasitas Penyimpanan
16 GB (lokal)
Streaming tak terbatas via ponsel
Daya Tahan Baterai
30 jam (perangkat)
5 jam (earbud) + 29 jam (case)
Noise Cancellation
Tidak ada
ANC aktif (hingga 30 dB)
Bobot
31 gram
5.5 gram per earbud
Harga Rilis (Indonesia)
Rp 1.500.000 (estimasi 2012)
Rp 2.499.000 (2022)
Codec Audio
MP3, AAC, WAV
AAC, SSC (Samsung Codec)
Kontrol
Tombol fisik + click wheel
Sentuh + kontrol suara
Contoh Nyata Evolusi Mendengarkan Musik di Kehidupan Sehari-hari
Dengan demikian, perubahan teknologi ini bukan hanya soal angka di atas kertas. Dampaknya terasa langsung dalam kebiasaan nyata jutaan pengguna di Indonesia dan dunia.
Pengguna Commuter dan Transportasi Umum
Dulu, pengguna KRL di Jakarta harus menjaga kabel earphone agar tidak tersangkut tas atau pintu. Sekarang, TWS memungkinkan mobilitas penuh tanpa hambatan fisik. Berdasarkan survei Jakpat tahun 2022 yang dikutip Katadata, lebih dari 60 persen pengguna TWS di Indonesia memakainya saat bepergian. Ini menunjukkan bahwa cara mendengarkan musik dari dulu hingga sekarang berubah paling drastis dalam konteks mobilitas.
Atlet dan Pengguna Aktif
MP3 player dengan kabel adalah mimpi buruk saat berlari. Kabel memantul, tersangkut, dan mengganggu ritme. TWS dengan desain in-ear dan rating tahan air IPX4 mengubah pengalaman ini sepenuhnya. Sebagai contoh, Sony WF-SP800N dirancang khusus untuk olahraga dengan kait telinga yang mencegah earbud jatuh saat bergerak intens.
Pendengar Musik Profesional dan Audiofil
Menariknya, segmen audiofil awalnya skeptis terhadap TWS. Mereka berpendapat kompresi Bluetooth merusak kualitas audio. Namun TWS premium seperti Apple AirPods Pro 2 dan Sony WF-1000XM5 kini mendukung codec lossless atau mendekati lossless. Dilansir dari Rtings.com, pengujian blind test menunjukkan banyak pendengar tidak bisa membedakan TWS premium dengan earphone kabel berkualitas setara dalam kondisi normal.
Manfaat dan Keterbatasan Evolusi Mendengarkan Musik via TWS
Setiap teknologi membawa dua sisi. Evolusi mendengarkan musik dari MP3 player ke TWS tidak terkecuali. Berikut gambaran jujur tentang apa yang kamu dapatkan dan apa yang kamu korbankan.
Manfaat Utama TWS
Kebebasan bergerak total: Tanpa kabel, kamu bisa bergerak bebas tanpa risiko tersangkut atau putus koneksi secara fisik.
Integrasi dengan ekosistem digital: TWS terhubung langsung ke ponsel, memungkinkan kontrol musik, panggilan telepon, dan asisten suara dalam satu perangkat.
Fitur kesehatan dan keselamatan: Mode transparency memungkinkan kamu mendengar suara lingkungan tanpa melepas earbud, penting saat menyeberang jalan.
Desain yang semakin ringkas: Bobot di bawah 6 gram per earbud membuat kamu hampir tidak merasakannya saat dipakai berjam-jam.
Pembaruan firmware otomatis: Produsen bisa meningkatkan performa dan fitur tanpa kamu membeli perangkat baru.
Keterbatasan yang Perlu Kamu Ketahui
Risiko kehilangan: Ukuran yang sangat kecil membuat earbud mudah jatuh dan hilang, terutama di tempat ramai.
Ketergantungan pada baterai: Tidak seperti earphone kabel, TWS tidak bisa dipakai jika baterai habis tanpa pengisian ulang terlebih dahulu.
Latensi pada aplikasi tertentu: Meskipun sudah membaik, latensi Bluetooth masih terasa saat bermain game kompetitif atau menonton video dengan tuntutan sinkronisasi ketat.
Harga yang lebih tinggi: TWS berkualitas baik umumnya lebih mahal dibanding earphone kabel dengan performa audio setara.
Dampak lingkungan: Baterai lithium di dalam earbud sulit didaur ulang, menambah masalah limbah elektronik yang sudah besar.
Cara Memilih Perangkat Audio yang Tepat untuk Kamu
Oleh karena itu, memahami kebutuhan sendiri adalah langkah pertama sebelum membeli. Tidak semua orang membutuhkan TWS premium seharga tiga juta rupiah. Berikut panduan praktis berdasarkan gaya hidup kamu.
Tentukan penggunaan utama: Jika kamu lebih sering mendengarkan musik di rumah tanpa banyak bergerak, earphone kabel berkualitas masih memberikan nilai terbaik untuk uang yang dikeluarkan.
Periksa kompatibilitas codec: Pastikan TWS yang kamu pilih mendukung codec yang sama dengan ponselmu. iPhone bekerja optimal dengan AAC, sementara ponsel Android premium sering mendukung aptX atau LDAC.
Uji kenyamanan fisik sebelum membeli: Bentuk saluran telinga setiap orang berbeda. Jika memungkinkan, coba langsung di toko sebelum memutuskan.
Perhatikan rating tahan air: Jika kamu aktif berolahraga atau sering berada di luar ruangan, pilih TWS dengan minimal rating IPX4.
Bandingkan total biaya kepemilikan: Hitung harga earbud ditambah kemungkinan biaya penggantian jika satu unit hilang. Beberapa merek menjual unit satuan, sebagian tidak.
Selain itu, pertimbangkan ekosistem yang sudah kamu miliki. Pengguna iPhone akan mendapat pengalaman terbaik dengan AirPods karena integrasi sistem yang dalam. Pengguna Android dengan berbagai merek ponsel lebih fleksibel memilih TWS dari merek mana pun. Keputusan ini memengaruhi kenyamanan jangka panjang, bukan hanya hari pertama pemakaian.
Meskipun demikian, jangan abaikan pilihan di segmen menengah. TWS seperti Soundcore Liberty 4 atau QCY T13 menawarkan fitur yang cukup lengkap di harga di bawah 500 ribu rupiah. Berdasarkan ulasan yang dikumpulkan Tokopedia dan Shopee, produk-produk ini mendapat rating rata-rata di atas 4.5 dari 5 bintang dari ribuan pembeli di Indonesia.
Refleksi atas Evolusi Mendengarkan Musik
Evolusi mendengarkan musik dari MP3 player ke TWS mencerminkan pergeseran yang lebih besar: dari kepemilikan konten menuju akses instan, dan dari perangkat tunggal menuju ekosistem yang terhubung. Dalam waktu kurang dari 25 tahun, kamu bergerak dari membawa kotak plastik berisi file MP3 menuju earbud sekecil kacang polong yang terhubung ke jutaan lagu di awan. Perbedaan MP3 player dan TWS bukan hanya soal kabel atau tidak, melainkan soal filosofi berbeda tentang apa artinya “memiliki” musik.
Selanjutnya, teknologi ini terus bergerak. Spatial audio, integrasi sensor kesehatan, dan koneksi multipoint ke beberapa perangkat sekaligus sudah ada di TWS generasi terbaru. Sejarah TWS baru saja dimulai, dan arahnya jelas menuju perangkat yang semakin cerdas dan personal.
Pertanyaannya sekarang: setelah semua perubahan ini, apakah cara kamu mendengarkan musik hari ini benar-benar mencerminkan kebutuhan kamu, atau kamu hanya mengikuti apa yang sedang populer?
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Bingung memilih iPad vs Tablet Android? Ketahui perbedaan spesifikasi, kelebihan, dan kekurangan masing-masing.
OLX News – Bayangkan kamu berdiri di toko elektronik, satu tangan memegang iPad, tangan lain memegang tablet Samsung terbaru. Keduanya terasa premium, keduanya tampak canggih. Pertanyaan iPad vs tablet Android bukan sekadar soal merek, melainkan soal gaya hidup, kebutuhan, dan anggaran yang sangat personal. Memilih tablet yang salah bisa membuatmu menyesal selama dua hingga tiga tahun ke depan.
Mengapa Perbandingan iPad dan Android Penting untuk Kamu?
Pasar tablet global terus tumbuh. Berdasarkan data IDC tahun 2024, Apple menguasai sekitar 37% pangsa pasar tablet dunia, sementara vendor Android seperti Samsung, Xiaomi, dan Lenovo berbagi sisa pasar yang signifikan. Angka ini menunjukkan bahwa kedua platform punya basis pengguna besar dan loyal.
Selain itu, harga tablet kini sangat bervariasi. iPad entry-level mulai dari sekitar Rp 6 jutaan, sementara tablet Android bisa dimulai dari Rp 1 jutaan. Perbedaan harga ini langsung memengaruhi keputusan banyak orang di Indonesia.
Oleh karena itu, memahami perbedaan mendasar antara keduanya bukan sekadar pilihan teknis. Ini adalah keputusan finansial yang perlu dipertimbangkan matang-matang.
iPad vs Tablet Android: Performa dan Spesifikasi Utama
Ketika berbicara soal performa, iPad secara konsisten unggul dalam benchmark. Chip Apple Silicon seperti M2 dan A16 Bionic yang dipakai iPad Pro dan iPad Air terbukti melampaui sebagian besar prosesor Android dalam tes Geekbench, menurut laporan AnandTech 2024.
Namun, tablet Android kelas atas seperti Samsung Galaxy Tab S9 Ultra dengan chip Snapdragon 8 Gen 2 juga sangat kencang. Untuk penggunaan sehari-hari seperti streaming, browsing, dan media sosial, perbedaannya hampir tidak terasa.
Sebagai contoh, iPad Pro M2 mampu menjalankan aplikasi editing video seperti DaVinci Resolve secara native. Ini adalah kemampuan yang belum dimiliki tablet Android mana pun saat ini.
Spesifikasi
Apple iPad (Gen 10)
Apple iPad Pro M2 (11″)
Samsung Galaxy Tab S9
Xiaomi Pad 6
Prosesor
Apple A14 Bionic
Apple M2
Snapdragon 8 Gen 2
Snapdragon 870
RAM
4 GB
8 GB / 16 GB
8 GB / 12 GB
6 GB / 8 GB
Layar
10,9″ IPS LCD
11″ Liquid Retina XDR (OLED)
11″ AMOLED 2X
11″ IPS LCD 144Hz
Baterai
7.606 mAh
7.538 mAh
8.400 mAh
8.840 mAh
Sistem Operasi
iPadOS 17
iPadOS 17
Android 13 (One UI 5.1)
Android 13 (MIUI Pad 14)
Harga Mulai (Indonesia)
Rp 6,5 juta
Rp 14,5 juta
Rp 12 juta
Rp 4,5 juta
Kualitas Layar dan Pengalaman Visual
iPad Pro kini menggunakan panel OLED Tandem yang menghasilkan warna sangat akurat. Ini sangat penting bagi desainer grafis dan fotografer profesional. Samsung Galaxy Tab S9 juga memakai AMOLED yang tajam dan cerah.
Di sisi lain, tablet Android kelas menengah seperti Xiaomi Pad 6 menawarkan layar 144Hz dengan harga jauh lebih terjangkau. Untuk menonton video atau bermain game kasual, pengalaman visualnya sudah sangat memuaskan.
Daya Tahan Baterai
Tablet Android umumnya memiliki kapasitas baterai lebih besar secara angka. Namun, efisiensi chip Apple membuat iPad mampu bertahan 10 hingga 12 jam penggunaan aktif. Ini setara atau bahkan lebih baik dari banyak tablet Android dengan baterai lebih besar.
iPad vs Tablet Android: Ekosistem dan Software
Salah satu perbedaan paling mendasar antara iPad vs tablet Android adalah ekosistemnya. iPadOS dirancang khusus untuk layar besar. Aplikasi seperti Procreate, Final Cut Pro, dan Logic Pro hanya tersedia di iPad.
Selain itu, integrasi iPad dengan iPhone, Mac, dan Apple Watch sangat mulus. Fitur seperti Handoff, AirDrop, dan Universal Clipboard membuat perpindahan antar perangkat Apple terasa alami. Jika kamu sudah dalam ekosistem Apple, iPad adalah pilihan logis.
Namun, Android menawarkan kebebasan yang lebih besar. Kamu bisa menginstal aplikasi dari luar toko resmi, mengatur tampilan lebih bebas, dan menghubungkan berbagai aksesori tanpa batasan ketat. Bagi pengguna yang suka kustomisasi, ini adalah keunggulan nyata.
Ketersediaan Aplikasi
App Store memiliki lebih banyak aplikasi yang dioptimalkan khusus untuk tablet. Menurut laporan Sensor Tower 2024, sekitar 65% aplikasi iPad di App Store memiliki antarmuka khusus tablet. Di Google Play Store, angkanya masih lebih rendah.
Dengan demikian, pengalaman menggunakan aplikasi di iPad terasa lebih konsisten dan rapi. Banyak aplikasi Android yang hanya membesarkan tampilan ponsel, bukan merancang ulang untuk layar besar.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Platform
Setiap platform punya kekuatan dan kelemahannya sendiri. Berikut ringkasan yang jujur untuk membantumu memilih.
Kelebihan iPad
Performa chip terbaik di kelasnya: Apple Silicon secara konsisten memimpin benchmark tablet global.
Dukungan software jangka panjang: iPad mendapat pembaruan iPadOS selama 5 hingga 7 tahun, jauh lebih lama dari kebanyakan tablet Android.
Ekosistem aplikasi yang matang: Aplikasi kreatif profesional seperti Procreate dan Final Cut Pro hanya ada di iPad.
Nilai jual kembali tinggi: iPad bekas mempertahankan harga lebih baik dibanding tablet Android seharga sama.
Keamanan dan privasi: Apple menerapkan standar privasi yang ketat dan konsisten di seluruh perangkatnya.
Kekurangan iPad
Harga lebih mahal: iPad entry-level saja sudah dua kali lipat harga tablet Android kelas menengah yang kompeten.
Kustomisasi terbatas: iPadOS tidak semudah Android untuk dimodifikasi sesuai selera.
Tidak ada slot microSD: Semua varian iPad tidak mendukung kartu memori eksternal.
Aksesori resmi mahal: Apple Pencil dan Magic Keyboard dijual terpisah dengan harga tinggi.
Kelebihan Tablet Android
Pilihan harga sangat luas: Tersedia dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta lebih, menyesuaikan semua anggaran.
Fleksibilitas tinggi: Android memungkinkan kustomisasi tampilan, widget, dan instalasi aplikasi pihak ketiga.
Slot microSD: Banyak tablet Android mendukung perluasan penyimpanan dengan harga murah.
Integrasi Google: Gmail, Google Drive, Google Meet, dan layanan Google lainnya berjalan lebih optimal di Android.
Variasi pilihan merek: Samsung, Xiaomi, Lenovo, Realme, dan banyak lagi menawarkan persaingan sehat.
Kekurangan Tablet Android
Dukungan update lebih pendek: Kebanyakan tablet Android hanya mendapat 2 hingga 4 tahun pembaruan OS.
Optimasi aplikasi tidak merata: Banyak aplikasi Android belum dioptimalkan untuk layar tablet besar.
Fragmentasi perangkat: Banyaknya pilihan membuat pengalaman pengguna tidak selalu konsisten antar merek.
Data dan Fakta: Apa yang Dikatakan Riset tentang iPad vs Tablet Android?
Berdasarkan data IDC Q3 2024, berikut fakta penting yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan:
Apple menguasai 37% pangsa pasar tablet global, menjadikannya pemimpin tunggal terbesar.
Samsung adalah vendor Android terbesar dengan sekitar 19% pangsa pasar tablet dunia.
Di Indonesia, menurut data Statcounter 2024, Android mendominasi penggunaan tablet dengan lebih dari 60% pengguna.
Rata-rata pengguna iPad mempertahankan perangkatnya selama 4,5 tahun, lebih lama dari rata-rata tablet Android yang sekitar 2,8 tahun, menurut survei CIRP 2023.
Procreate, aplikasi menggambar eksklusif iPad, telah diunduh lebih dari 30 juta kali secara global per 2024.
Selanjutnya, data ini menunjukkan bahwa iPad lebih populer di segmen premium global. Namun di Indonesia, tablet Android lebih banyak digunakan karena faktor harga dan aksesibilitas.
Mitos yang Sering Salah tentang iPad dan Tablet Android
Banyak calon pembeli membuat keputusan berdasarkan informasi yang tidak akurat. Berikut tiga mitos paling umum yang perlu diluruskan.
Mitos 1: iPad Selalu Lebih Baik dari Tablet Android
Ini tidak sepenuhnya benar. iPad unggul dalam performa dan ekosistem aplikasi kreatif. Namun untuk kebutuhan seperti menonton film, browsing, atau belajar online, tablet Android seharga Rp 3 hingga 5 juta sudah lebih dari cukup. Membeli iPad untuk kebutuhan dasar adalah pemborosan yang tidak perlu.
Mitos 2: Tablet Android Murah Berarti Kualitas Buruk
Meskipun demikian, tidak semua tablet Android murah berkualitas rendah. Xiaomi Pad 6 di kisaran Rp 4,5 juta menawarkan layar 144Hz dan performa yang solid untuk kelas harganya. Lenovo Tab P11 Pro juga mendapat ulasan positif dari berbagai media teknologi internasional.
Mitos 3: Android Tidak Aman untuk Data Pribadi
Android versi terbaru, terutama pada perangkat Samsung dengan fitur Knox, memiliki lapisan keamanan yang sangat baik. Google juga terus memperbarui standar keamanan Android. Risiko keamanan lebih banyak berasal dari kebiasaan pengguna, bukan platform itu sendiri.
Siapa yang Sebaiknya Memilih iPad, dan Siapa yang Memilih Android?
Pada dasarnya, pilihan terbaik antara iPad vs tablet Android bergantung pada kebutuhan spesifikmu. Tidak ada jawaban universal yang berlaku untuk semua orang.
Pilih iPad jika kamu:
Sudah menggunakan iPhone atau Mac dan ingin integrasi perangkat yang mulus.
Bekerja di bidang kreatif seperti desain, ilustrasi, atau produksi video.
Menginginkan perangkat yang dipakai lebih dari 5 tahun tanpa khawatir dukungan software.
Bersedia menginvestasikan anggaran lebih besar untuk kualitas premium.
Pilih tablet Android jika kamu:
Memiliki anggaran terbatas dan butuh tablet fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.
Menggunakan layanan Google secara intensif seperti Google Workspace atau YouTube Premium.
Menyukai kebebasan kustomisasi dan tidak terikat satu ekosistem.
Membutuhkan slot microSD untuk penyimpanan tambahan yang murah.
Kesimpulan: iPad vs Tablet Android, Mana Pilihan Terbaik?
Kembali ke pertanyaan awal: iPad vs tablet Android, mana yang lebih baik? Jawabannya adalah: tergantung pada siapa kamu dan apa yang kamu butuhkan. iPad adalah pilihan terbaik untuk pengguna kreatif dan mereka yang sudah dalam ekosistem Apple. Tablet Android adalah pilihan cerdas untuk pengguna yang mengutamakan nilai uang, fleksibilitas, dan integrasi Google.
Selanjutnya, pertimbangkan anggaran jangka panjangmu. Harga awal iPad memang lebih tinggi, tetapi nilai jual kembali dan durasi penggunaan yang lebih panjang bisa membuatnya lebih hemat dalam jangka waktu 4 hingga 5 tahun. Tablet Android kelas menengah bisa menjadi investasi cerdas jika kamu tidak membutuhkan fitur premium.
Langkah terbaik yang bisa kamu ambil sekarang adalah mencoba kedua perangkat langsung di toko sebelum membeli. Rasakan antarmukanya, coba aplikasi yang sering kamu gunakan, dan biarkan pengalaman nyata membantumu memutuskan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang iPad vs Tablet Android
Apakah iPad lebih bagus dari tablet Samsung untuk pelajar?
Untuk pelajar dengan anggaran terbatas, tablet Samsung kelas menengah sudah sangat memadai untuk belajar online, membaca, dan mengerjakan tugas. Namun jika pelajar tersebut belajar desain atau seni digital, iPad dengan Apple Pencil memberikan pengalaman yang jauh lebih baik dan tidak tergantikan.
Berapa lama umur pakai iPad dibanding tablet Android?
iPad umumnya mendapat dukungan iPadOS selama 5 hingga 7 tahun sejak tanggal rilis. Sebagian besar tablet Android dari merek non-Samsung hanya mendapat 2 hingga 3 tahun pembaruan. Samsung Galaxy Tab S-series kini berkomitmen memberikan 4 tahun pembaruan OS, menjadikannya pilihan Android dengan dukungan terpanjang.
Apakah tablet Android bisa menggantikan laptop untuk kerja?
Tablet Android kelas atas seperti Samsung Galaxy Tab S9 Ultra dengan keyboard eksternal bisa menangani banyak pekerjaan kantor. Namun untuk pekerjaan yang membutuhkan software desktop spesifik, baik iPad maupun tablet Android belum bisa sepenuhnya menggantikan laptop. iPad Pro dengan chip M2 saat ini paling mendekati kemampuan laptop ringan di antara semua tablet yang ada.
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Dealer perdana Leapmotor resmi dibuka di PIK, Jakarta Utara. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi merek kendaraan listrik asal China di Indonesia.
OLX News – Leapmotor resmi membuka dealer pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Stellantis Brand House PIK, Jakarta Utara, Jumat (17/7). Kehadiran showroom ini menjadi langkah awal merek kendaraan listrik asal China tersebut membangun jaringan penjualan dan layanan purna jual di Tanah Air.
Dealer Leapmotor mengusung konsep Stellantis Brand House, sehingga berbagi fasilitas dengan Citroën dan Jeep dalam satu lokasi. Konsumen dapat mengakses layanan penjualan, test drive, hingga purna jual dalam satu tempat.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, mengatakan peresmian dealer perdana ini menjadi bagian dari strategi Leapmotor untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia bersama Stellantis.
“Peresmian dealer pertama Leapmotor di Indonesia menjadi langkah penting dalam perjalanan kami membangun merek ini di pasar Indonesia. Bersama Stellantis, kami optimistis dapat membangun jaringan yang semakin kuat untuk mendukung pertumbuhan Leapmotor sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia yang terus berkembang,” ujar CEO PT Indomobil National Distributor Tan Kim Piauw.
Sejauh ini, Leapmotor baru memperkenalkan satu model untuk pasar Indonesia, yakni SUV listrik B10. Model tersebut dijadwalkan meluncur secara resmi pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, sekaligus mengumumkan harga jualnya. Sebelumnya, Indomobil memberi sinyal harga perkenalan B10 akan diposisikan di bawah Rp500 juta.
Masuknya Leapmotor ke Indonesia merupakan bagian dari ekspansi global perusahaan setelah menjalin kemitraan strategis dengan Stellantis. Di Indonesia, distribusi merek tersebut berada di bawah naungan PT Indomobil National Distributor yang bertugas mengembangkan jaringan penjualan dan layanan purna jual.
Head Brand Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor, mengatakan dealer perdana ini diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat teknologi kendaraan listrik Leapmotor sekaligus merasakan langsung pengalaman berkendaranya.
“Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar showroom, tetapi juga tempat bagi pelanggan untuk mengenal teknologi Leapmotor, merasakan langsung pengalaman berkendara, serta memperoleh layanan purna jual,” jelas Head Brand Leapmotor Indonesia Samuel Christian Wowor.
Untuk mendukung ekspansinya di Indonesia, Leapmotor akan memanfaatkan jaringan 52 Stellantis Brand House yang telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai basis pengembangan layanan penjualan dan purna jual. Jaringan tersebut akan dihadirkan secara bertahap seiring bertambahnya model kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air.
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Adira Finance menggelar bazar motor bekas di wilayah Tangerang Selatan dan Bogor. Tepatnya di Ciplaz Cengkareng dan Cibinong Square.
OLX News – Menyambut tahun ajaran baru 2026, Adira Finance siap menghadirkan Bazar Motor Bekas Tangerang Selatan.
Acara ini jadi jawaban bagi masyarakat, khususnya di kawasan Cengkareng dan Cibinong yang mencari sepeda motor bekas berkualitas dengan penawaran promo yang sangat menggiurkan.
Pameran ini segera digelar di lokasi strategis, tepatnya di Ciplaz Cengkareng (Ramayana Cengkareng) tanggal 17 hingga 26 Juli 2026 dan di Cibinong Square tanggal 18 Juli hingga 2 Agustus 2026
Kualitas Terjamin, Banyak Pilihan Brand Ternama
Pengunjung bazar akan dimanjakan dengan berbagai pilihan motor bekas dari deretan brand populer seperti Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, hingga Vespa. Tidak perlu khawatir soal kualitas, sebab seluruh unit yang dipamerkan dipastikan berada dalam kondisi terawat dan telah melewati proses inspeksi yang sangat ketat. Transaksi pun dijamin aman dan terpercaya.
Bertabur Promo, Benefit, hingga Hadiah Umroh
Untuk memudahkan konsumen membawa pulang kendaraan impian tanpa beban, bazar ini menyuguhkan rangkaian promo istimewa, di antaranya:
DP Murah & Syarat Mudah: Proses kepemilikan yang tidak berbelit-belit. Approval di tempat
Bonus Langsung: Perlengkapan sekolah keren
Ketenangan Ekstra: Jaminan ketenangan lewat garansi mesin senilai 2 juta hingga 6 bulan sekaligus proteksi tambahan berupa asuransi mesin.
Solusi Finansial Cerdas: Beragam opsi pembiayaan dari Adira Finance dengan suku bunga yang kompetitif.
Tak kalah menarik, setiap transaksi di bazar ini juga membuka kesempatan emas bagi konsumen untuk memenangkan undian berhadiah bernilai besar berupa Ibadah Umroh
Proses Cepat Langsung di Lokasii
Sebagai mitra resmi pembiayaan, Adira Finance menghadirkan layanan kredit dengan persetujuan cepat (fast approval) serta pilihan tenor yang fleksibel. Pengunjung yang ingin mengajukan pembiayaan bisa langsung memprosesnya di lokasi bazar dengan panduan langsung dari tim sales yang profesional.
Bazar ini menjadi solusi finansial yang tepat bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan andalan tanpa harus menguras kantong. Didukung penuh oleh Adira Finance, kolaborasi ini diharapkan mampu membantu lebih banyak konsumen mewujudkan impian mereka.
Jangan sampai kelewatan! Manfaatkan momen langka ini, kunjungi lokasi bazar di Ciplaz Cengkareng (Ramayana Cengkareng), dan di Cibinong Square segera bawa pulang motor bekas impian Anda sebelum promonya berakhir! (Z)
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Cari tahu aksesori mobil yang wajib dimiliki untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan saat berkendara, bukan hanya demi gaya.
OLX News – Pernahkah kamu membeli aksesori mobil yang terlihat menarik di toko, lalu sebulan kemudian hanya berdebu di laci dasbor? Banyak pengemudi menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk produk yang akhirnya tidak pernah dipakai. Artikel ini membantu kamu memilih aksesori yang benar-benar memberi nilai, bukan sekadar memenuhi kabin.
Dari Mana Budaya Aksesori Mobil Ini Berasal?
Budaya melengkapi kendaraan dengan aksesori tambahan bukan fenomena baru. Sejak era 1950-an di Amerika Serikat, pemilik mobil sudah menambahkan aksesori aftermarket untuk meningkatkan kenyamanan dan penampilan kendaraan mereka. Di Indonesia, tren ini berkembang pesat seiring meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia mencapai lebih dari 1 juta unit per tahun dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak mobil berarti semakin besar pasar aksesori. Industri ini tumbuh seiring kebutuhan pengemudi yang semakin beragam.
Selain itu, perubahan gaya hidup turut mendorong permintaan. Perjalanan jauh antar kota, aktivitas keluarga, dan mobilitas harian yang tinggi membuat pengemudi mencari solusi praktis. Aksesori yang dulunya dianggap mewah kini menjadi kebutuhan fungsional sehari-hari.
Aksesori mobil fungsional yang meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara sehari-hari | Gambar dibuat oleh GPT Image 2 (OpenAI)
Aksesori Mobil yang Benar-Benar Fungsional
Tidak semua aksesori diciptakan sama. Ada yang memang memecahkan masalah nyata, ada yang hanya memenuhi hasrat estetika sesaat. Berikut ini pembahasan mendalam tentang kategori aksesori yang paling memberi manfaat nyata bagi pengemudi Indonesia.
Aksesori untuk Keselamatan Berkendara
Keselamatan adalah prioritas pertama di jalan. Beberapa aksesori secara langsung mengurangi risiko kecelakaan atau membantu saat darurat. Kamu sebaiknya tidak mengorbankan kategori ini demi aksesori dekoratif.
Kamera mundur (parking camera): Membantu kamu melihat area buta di belakang kendaraan. Sangat berguna di parkiran sempit yang umum di kota-kota besar Indonesia.
Dashcam atau kamera dasbor: Merekam perjalanan secara otomatis. Rekaman ini bisa menjadi bukti krusial saat terjadi kecelakaan atau perselisihan di jalan.
Segitiga pengaman tambahan: Standar bawaan pabrik sering kali hanya satu. Dua segitiga lebih aman untuk memberi peringatan dari kedua arah.
Pemotong sabuk pengaman darurat: Alat kecil ini bisa menyelamatkan nyawa saat kamu terjebak dalam kendaraan setelah kecelakaan.
Pemadam api ringan (APAR) mini: Regulasi pemerintah Indonesia mewajibkan kendaraan umum memiliki APAR. Untuk kendaraan pribadi, ini tetap pilihan yang sangat bijak.
Aksesori Kenyamanan Interior
Kenyamanan kabin langsung memengaruhi konsentrasi pengemudi. Perjalanan yang tidak nyaman membuat kamu lebih mudah lelah dan kehilangan fokus. Oleh karena itu, investasi pada perlengkapan interior mobil yang tepat adalah keputusan yang logis.
Organizer kursi belakang: Menjaga kabin tetap rapi, terutama saat bepergian bersama anak-anak. Bisa menampung botol minum, tablet, dan mainan kecil.
Bantal lumbar support: Mengurangi nyeri punggung bawah saat perjalanan panjang. Pengemudi yang sering berkendara lebih dari dua jam akan merasakan manfaatnya.
Tirai jendela magnetik: Memblokir sinar matahari langsung tanpa menghalangi sirkulasi udara. Sangat berguna di iklim tropis Indonesia.
Alas kaki (floor mat) karet premium: Melindungi karpet asli kendaraan dari lumpur dan air. Lebih mudah dibersihkan dibanding karpet bawaan pabrik.
Aksesori Mobil untuk Perjalanan Jauh
Perjalanan jauh membutuhkan persiapan berbeda. Kamu tidak bisa mengandalkan fasilitas kota saat berada di jalur tol lintas provinsi atau jalan pegunungan. Beberapa aksesori berikut sangat relevan untuk kondisi ini.
Inverter DC ke AC: Mengubah daya dari aki mobil menjadi listrik AC. Berguna untuk mengisi daya laptop atau peralatan elektronik saat perjalanan panjang.
Cooler box listrik (electric cooler): Menjaga minuman dan makanan tetap dingin tanpa es batu. Lebih praktis dari cooler konvensional untuk perjalanan lebih dari empat jam.
GPS tracker: Bukan hanya untuk melacak kendaraan jika dicuri, tapi juga membantu anggota keluarga memantau posisi kamu saat perjalanan jauh.
Pompa ban portabel elektrik: Ban kempes di jalan terpencil adalah mimpi buruk. Pompa portabel yang bisa dicolokkan ke soket 12V menyelesaikan masalah ini dalam hitungan menit.
Aksesori Teknologi dan Konektivitas
Teknologi telah mengubah cara kita berkendara. Smartphone kini menjadi pusat navigasi, hiburan, dan komunikasi di dalam kendaraan. Aksesori yang mendukung integrasi ini sangat relevan untuk pengemudi modern.
Car holder dengan pengisian nirkabel: Menahan ponsel di posisi yang aman sekaligus mengisi daya. Pilih model yang menempel di ventilasi udara, bukan di kaca depan.
Charger USB multi-port: Satu soket 12V bisa diubah menjadi tiga atau empat port USB. Berguna saat bepergian bersama keluarga.
Head-up display (HUD): Menampilkan kecepatan dan navigasi di kaca depan. Mengurangi kebutuhan kamu untuk melihat ke bawah saat berkendara.
Yang Harus Kamu Lakukan Saat Memilih Aksesori Mobil
Berdasarkan data dan pendapat pakar di atas, ada beberapa langkah konkret yang bisa kamu ambil. Pendekatan ini membantu kamu berbelanja lebih cerdas dan menghindari pemborosan.
Identifikasi masalah nyata terlebih dahulu. Tulis tiga masalah terbesar yang kamu hadapi saat berkendara. Baru cari aksesori yang menjawab masalah tersebut secara langsung.
Periksa kompatibilitas dengan tipe kendaraan kamu. Tidak semua aksesori cocok untuk semua model mobil. Baca spesifikasi produk dengan teliti sebelum membeli.
Pilih produk bersertifikat SNI atau merek yang sudah teruji. Hindari produk tanpa keterangan produsen yang jelas, terutama untuk aksesori kelistrikan.
Bandingkan harga di minimal tiga platform. Harga aksesori yang sama bisa berbeda jauh antara toko fisik, marketplace, dan toko resmi merek.
Pasang di bengkel resmi atau teknisi berpengalaman. Terutama untuk aksesori yang menyentuh sistem kelistrikan, pengereman, atau struktur kendaraan.
Evaluasi setelah 30 hari pemakaian. Jika aksesori tidak kamu gunakan dalam sebulan pertama, kemungkinan besar kamu tidak membutuhkannya.
Selain langkah-langkah di atas, perhatikan juga garansi produk. Aksesori berkualitas biasanya disertai garansi minimal enam bulan. Garansi bukan hanya soal perlindungan, tapi juga indikator kepercayaan diri produsen terhadap produknya.
Oleh karena itu, jangan terburu-buru saat berbelanja aksesori. Luangkan waktu untuk membaca ulasan pengguna lain, terutama dari pengemudi dengan tipe kendaraan yang sama dengan milik kamu. Pengalaman nyata dari sesama pengguna jauh lebih relevan dari deskripsi produk yang ditulis oleh penjual.
Perbandingan Aksesori Populer: Spesifikasi dan Kisaran Harga
Berikut perbandingan beberapa aksesori mobil wajib dimiliki yang paling banyak dicari di Indonesia. Data harga berdasarkan rata-rata harga pasar di marketplace Indonesia per pertengahan 2024.
Perbandingan spesifikasi dan kisaran harga aksesori mobil populer di Indonesia. Sumber: rata-rata harga pasar Tokopedia dan Shopee, pertengahan 2024; spesifikasi produk dari laman resmi merek.
Aksesori
Fungsi Utama
Spesifikasi Kunci
Kisaran Harga (Rp)
Rekomendasi Untuk
Dashcam Full HD
Merekam perjalanan
1080p, sudut 140 derajat, night vision
300.000 – 1.500.000
Semua pengemudi
Kamera mundur
Membantu parkir
170 derajat, waterproof IP67, warna
150.000 – 800.000
Kendaraan tanpa kamera OEM
Pompa ban portabel
Mengisi angin ban
12V DC, max 150 PSI, auto-stop
200.000 – 600.000
Pengemudi perjalanan jauh
Car holder nirkabel
Menahan dan mengisi daya ponsel
15W wireless charging, gravitasi otomatis
150.000 – 500.000
Pengguna navigasi aktif
Cooler box listrik
Mendinginkan makanan/minuman
12V DC, kapasitas 15-30 liter, suhu min 5 derajat C
500.000 – 2.500.000
Perjalanan keluarga jarak jauh
APAR mini kendaraan
Memadamkan api awal
1 kg, jenis dry powder atau CO2, bersertifikat SNI
100.000 – 350.000
Semua pengemudi
GPS tracker
Melacak posisi kendaraan
SIM card GSM, real-time tracking, geofencing
200.000 – 800.000 (plus biaya langganan)
Pemilik kendaraan yang sering diparkir di luar
Dengan demikian, kamu bisa melihat bahwa aksesori fungsional tidak selalu mahal. Beberapa produk paling berguna tersedia di bawah Rp 300.000. Yang menentukan nilainya bukan harganya, tapi seberapa sering kamu benar-benar menggunakannya.
Meskipun demikian, jangan tergoda membeli versi termurah untuk aksesori keselamatan. Untuk dashcam, kamera mundur, dan APAR, investasi sedikit lebih tinggi pada produk berkualitas jauh lebih bijak. Produk murah di kategori ini sering kali gagal justru saat paling dibutuhkan.
Pada akhirnya, pilihan aksesori mobil yang tepat mencerminkan seberapa baik kamu memahami kebiasaan berkendara sendiri. Pengemudi yang jujur tentang rutinitas hariannya akan selalu membuat pilihan yang lebih cerdas daripada yang membeli berdasarkan tren semata. Jadi, aksesori apa yang sebenarnya paling kamu butuhkan di dalam mobilmu sekarang? Cek OLX untuk temukan berbagai pilihan aksesori mobil sesuai kebutuhan! (RK/Z)
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store
Temukan cara menghemat baterai HP tanpa mengorbankan performa dengan 10 tips sederhana yang efektif untuk penggunaan sehari-hari.
OLX News – Baterai HP kamu habis di tengah hari, padahal kamu belum selesai bekerja — situasi ini terjadi setiap hari pada jutaan pengguna smartphone di Indonesia. Mengetahui cara menghemat baterai HP bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan nyata. Artikel ini membahas metode yang terbukti efektif, berdasarkan data dan pendapat dari sumber terpercaya.
Mengapa Baterai HP Cepat Habis di Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat penggunaan smartphone tertinggi di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan We Are Social dan Hootsuite yang dikutip oleh Kompas, rata-rata pengguna Indonesia menghabiskan lebih dari 5 jam per hari di depan layar smartphone. Angka ini jauh di atas rata-rata global.
Selain itu, iklim tropis Indonesia memperburuk kondisi baterai. Suhu panas mempercepat degradasi sel baterai lithium-ion. Akibatnya, kapasitas baterai menurun lebih cepat dibanding pengguna di negara beriklim sedang.
Pada awalnya, baterai lithium-ion dirancang untuk sekitar 300 hingga 500 siklus pengisian penuh. Setelah itu, kapasitas baterai mulai menurun secara signifikan. Inilah mengapa memahami cara menghemat baterai HP sejak awal sangat penting bagi pengguna Indonesia.
Mengoptimalkan pengaturan HP adalah kunci utama menghemat baterai tanpa mengurangi performa. | Gambar dibuat oleh GPT Image 2 (OpenAI)
Penyebab Utama Baterai HP Cepat Boros
Sebelum membahas solusi, kamu perlu memahami akar masalahnya. Banyak pengguna tidak menyadari kebiasaan sehari-hari yang menguras baterai secara diam-diam.
Layar dengan Kecerahan Terlalu Tinggi
Layar adalah komponen yang paling banyak mengonsumsi daya. Menurut laporan dari Qualcomm, layar smartphone menghabiskan hingga 30% dari total daya baterai. Kecerahan layar yang terlalu tinggi memperparah konsumsi ini.
Oleh karena itu, mengatur kecerahan layar secara manual atau mengaktifkan brightness adalah langkah pertama yang efektif. Banyak pengguna mengabaikan pengaturan sederhana ini.
Aplikasi Berjalan di Latar Belakang
Aplikasi yang berjalan di latar belakang terus mengonsumsi daya dan data. Aplikasi seperti media sosial, email, dan peta secara rutin melakukan refresh otomatis. Proses ini terjadi bahkan saat layar HP kamu mati.
Selain itu, notifikasi yang terus masuk memaksa prosesor bekerja lebih keras. Setiap getaran atau bunyi notifikasi menggunakan daya baterai. Membatasi notifikasi adalah salah satu tips hemat baterai smartphone yang sering diremehkan.
Sinyal Lemah dan GPS Aktif Terus
HP yang terus mencari sinyal di area dengan jaringan lemah menguras baterai sangat cepat. Modem seluler bekerja keras untuk mempertahankan koneksi. Kondisi ini umum terjadi di daerah pinggiran kota atau gedung bertingkat di Indonesia.
Sementara itu, GPS yang aktif terus-menerus juga menjadi biang keladi boros baterai. Matikan GPS saat tidak digunakan untuk menghemat daya secara signifikan.
10 Cara Menghemat Baterai HP yang Terbukti Efektif
Berikut adalah metode konkret yang bisa kamu terapkan hari ini. Setiap langkah dirancang agar tidak mengorbankan performa HP kamu secara berarti.
1. Optimalkan Pengaturan Layar
Turunkan kecerahan layar ke level yang nyaman, bukan ke level maksimum. Aktifkan fitur auto-brightness agar HP menyesuaikan kecerahan dengan kondisi cahaya sekitar. Atur waktu layar mati (screen timeout) ke 30 detik atau 1 menit.
Selain itu, jika HP kamu memiliki layar AMOLED, gunakan wallpaper berwarna gelap atau mode gelap (dark mode). Piksel hitam pada layar AMOLED tidak mengonsumsi daya sama sekali.
2. Kelola Aplikasi Latar Belakang
Buka menu Pengaturan di HP kamu.
Pilih Baterai atau Manajemen Daya.
Lihat daftar aplikasi yang paling banyak menguras baterai.
Batasi akses latar belakang untuk aplikasi yang tidak penting.
Nonaktifkan auto-refresh untuk aplikasi email dan media sosial.
Dengan demikian, baterai kamu tidak akan terkuras oleh aplikasi yang tidak sedang kamu gunakan secara aktif.
3. Gunakan Mode Hemat Daya
Hampir semua smartphone modern memiliki fitur mode hemat daya bawaan. Fitur ini membatasi performa prosesor dan mengurangi aktivitas latar belakang. Aktifkan mode ini saat baterai di bawah 30% atau saat kamu tahu tidak ada charger di dekatmu.
Namun, mode hemat daya ekstrem bisa memperlambat HP secara signifikan. Gunakan mode hemat daya standar untuk keseimbangan antara daya tahan dan performa.
4. Matikan Koneksi yang Tidak Digunakan
Koneksi nirkabel yang aktif tanpa digunakan membuang daya secara percuma. Berikut koneksi yang perlu kamu perhatikan:
Wi-Fi: Matikan saat kamu berada di luar jangkauan jaringan Wi-Fi.
Bluetooth: Nonaktifkan jika tidak sedang terhubung ke perangkat lain.
GPS/Lokasi: Aktifkan hanya saat menggunakan aplikasi navigasi.
NFC: Matikan jika tidak digunakan untuk pembayaran digital.
Hotspot: Nonaktifkan segera setelah selesai digunakan.
5. Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi
Pembaruan aplikasi sering kali membawa perbaikan efisiensi daya. Versi lama aplikasi kadang memiliki bug yang menyebabkan konsumsi baterai berlebihan. Selalu perbarui aplikasi dan sistem operasi HP kamu secara rutin.
Berdasarkan informasi dari Google, pembaruan Android secara konsisten menyertakan optimasi manajemen daya. Hal yang sama berlaku untuk iOS dari Apple.
6. Jaga Suhu HP Tetap Normal
Suhu tinggi adalah musuh utama baterai lithium-ion. Jangan biarkan HP kamu terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama. Hindari mengisi daya sambil menggunakan HP untuk aktivitas berat seperti bermain game.
Oleh karena itu, lepas casing HP saat mengisi daya jika kamu merasa HP terasa panas. Casing yang tebal dapat memerangkap panas dan mempercepat degradasi baterai.
7. Terapkan Kebiasaan Pengisian Daya yang Benar
Cara mengisi daya yang salah memperpendek umur baterai secara drastis. Hindari membiarkan baterai habis total sebelum mengisi daya. Idealnya, isi daya saat baterai berada di antara 20% hingga 80%.
Selain itu, hindari menggunakan charger palsu atau tidak bersertifikat. Charger berkualitas rendah dapat merusak sel baterai secara permanen. Gunakan charger original atau charger bermerek terpercaya yang bersertifikat.
8. Kurangi Notifikasi yang Tidak Perlu
Setiap notifikasi yang masuk membangunkan layar dan mengaktifkan prosesor. Jika kamu menerima puluhan notifikasi per jam, dampaknya terhadap baterai cukup besar. Batasi notifikasi hanya untuk aplikasi yang benar-benar penting.
Sebagai contoh, matikan notifikasi dari aplikasi belanja online, game, dan promosi. Kamu bisa mengecek aplikasi tersebut secara manual sesuai kebutuhan.
9. Sesuaikan Resolusi Layar dan Refresh Rate
Banyak smartphone kelas menengah ke atas kini hadir dengan layar beresolusi tinggi dan refresh rate 90Hz atau 120Hz. Fitur ini memang membuat tampilan lebih mulus, tetapi juga menguras baterai lebih cepat. Turunkan refresh rate ke 60Hz saat tidak dibutuhkan.
Selain itu, beberapa HP memungkinkan kamu menurunkan resolusi layar dari QHD ke FHD atau HD. Perbedaan visualnya hampir tidak terasa, tetapi penghematan daya cukup signifikan.
10. Pilih Aplikasi Penghemat Baterai yang Tepat
Beberapa aplikasi penghemat baterai Android memang efektif, tetapi banyak juga yang justru menambah beban sistem. Pilih aplikasi yang memiliki reputasi baik dan ulasan positif di Google Play Store. Hindari aplikasi yang meminta izin berlebihan.
Namun, perlu diingat bahwa fitur bawaan HP modern sudah cukup canggih. Pada banyak kasus, mengoptimalkan pengaturan bawaan lebih efektif daripada menginstal aplikasi pihak ketiga.
Data dan Fakta Seputar Konsumsi Baterai Smartphone
Berikut adalah sejumlah data yang relevan untuk memahami skala masalah ini, khususnya di konteks Indonesia:
Rata-rata pengguna smartphone Indonesia menghabiskan lebih dari 5,5 jam per hari menggunakan HP, menurut laporan Digital 2024 yang dikutip Kompas.
Layar smartphone mengonsumsi sekitar 30% hingga 40% dari total daya baterai, berdasarkan data dari Qualcomm.
Baterai lithium-ion kehilangan sekitar 20% kapasitasnya setelah 500 siklus pengisian penuh, menurut Battery University.
Penggunaan Wi-Fi mengonsumsi daya 40% lebih hemat dibanding menggunakan data seluler 4G untuk aktivitas yang sama, dilansir dari Android Authority.
Mode gelap pada layar AMOLED dapat menghemat hingga 47% daya layar pada kecerahan penuh, berdasarkan penelitian dari Purdue University yang dikutip oleh Detik.
Suhu di atas 35 derajat Celsius dapat mempercepat degradasi baterai hingga dua kali lipat, menurut Apple dalam dokumentasi resminya.
Dengan demikian, data ini memperjelas bahwa cara menghemat baterai HP bukan hanya soal mematikan fitur, tetapi juga soal kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Apa Kata Para Ahli soal Kesehatan Baterai
Beberapa pakar teknologi dan lembaga riset telah memberikan pandangan konkret tentang cara menjaga baterai tetap awet.
Iskandar Zulkarnain, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pernah menyatakan dalam wawancara dengan Tempo bahwa “kebiasaan mengisi daya semalaman adalah salah satu penyebab utama baterai HP cepat rusak di Indonesia.” Ia menyarankan agar pengguna menggunakan fitur pengisian terjadwal yang kini tersedia di banyak HP modern.
Selain itu, tim riset dari IDC Indonesia mencatat bahwa pengguna smartphone di Indonesia cenderung mengganti HP setiap 2 hingga 3 tahun, sebagian besar karena masalah baterai. Padahal, dengan perawatan yang benar, baterai bisa bertahan hingga 4 hingga 5 tahun.
Lebih lanjut, Google secara resmi merekomendasikan agar pengguna Android menghindari pengisian daya menggunakan charger pihak ketiga yang tidak bersertifikat. Charger semacam itu dapat memberikan voltase tidak stabil yang merusak sel baterai secara bertahap.
Yang Bisa Kamu Lakukan Mulai Hari Ini
Menerapkan cara menghemat baterai HP tidak harus dilakukan sekaligus. Mulai dari langkah paling mudah dan bertahap tambahkan kebiasaan baru.
Pertama, periksa pengaturan baterai HP kamu sekarang. Lihat aplikasi mana yang paling banyak menguras daya. Ini biasanya bisa ditemukan di menu Pengaturan > Baterai > Penggunaan Baterai.
Kedua, aktifkan mode gelap dan turunkan kecerahan layar. Dua langkah ini saja sudah bisa memperpanjang daya tahan baterai secara nyata. Kamu tidak perlu menginstal aplikasi apa pun untuk melakukannya.
Selanjutnya, terapkan kebiasaan pengisian daya yang benar. Isi daya di antara 20% hingga 80%, dan hindari mengisi daya semalaman tanpa pengawasan. Jika HP kamu memiliki fitur scheduled charging atau optimized charging, aktifkan fitur tersebut.
Akhirnya, lakukan audit notifikasi. Matikan notifikasi dari aplikasi yang tidak kamu butuhkan secara real-time. Langkah kecil ini berdampak besar pada daya tahan baterai sepanjang hari.
Berikut ringkasan langkah prioritas yang bisa kamu mulai hari ini:
Cek penggunaan baterai per aplikasi di menu pengaturan.
Aktifkan mode gelap dan turunkan kecerahan layar.
Matikan Bluetooth, GPS, dan NFC saat tidak digunakan.
Batasi notifikasi hanya untuk aplikasi penting.
Isi daya di rentang 20% hingga 80%, bukan hingga 100%.
Hindari menggunakan HP sambil mengisi daya untuk aktivitas berat.
Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kamu menerapkan cara agar baterai HP awet secara menyeluruh. Hasilnya tidak hanya baterai yang lebih tahan lama, tetapi juga HP yang lebih responsif karena tidak terbebani proses yang tidak perlu.
Setelah membaca semua ini, langkah mana yang paling sering kamu abaikan selama ini, dan mana yang akan kamu coba ubah pertama kali? (RK)
Dapatkan informasi menarik lainnya di OLX. Download aplikasinya di Play Store atau App Store